Someone Like You [2nd Story]

Author : Haretami

Casts : Donghae, Yoona, Kyuhyun, Donghwa, and others.

Genre : Romance, hurt, angst, sad

Rate : Parental Guide

ps : maaf kalau ada typo dan kesalahan- kesahalan diluar kehendak lainnya ^_^

@HareTa_mi a.k.a Lee Jung Hee Art & Storyline

Donghae Pov

“bagaimana ini? semua ini karena rencanamu!”

Im Yoon Ah. 40 menit yang lalu donghwa menyeret gadis itu masuk ke mobilku. Dan kami terpaksa memberinya tumpangan karena tampaknya ia sedang di hadang oleh seorang pria di tengah jalan.

Donghwa hyung memang pemalas membawa mobilnya dan selalu memilih menumpang dengan mobilku karena kami memang bekerja di rumah sakit yang sama. Ya, dari dulu dia selalu curang kepadaku.

“bagaimana yah?” dia menggaruk- garuk kening padahal aku tau di situ bukan daerah gatal. Ia berbalik ke belakang melihat gadis yang di tumpanginya tadi tertidur karena hari sudah semakin malam dan ternyata kami sudah menghabiskan perjalanan selama  40 menit. Entah kenapa bisa, tadi tiba- tiba ada kemacetan panjang di lintasan menuju rumah. Makanya kami menghabiskan waktu selama itu untuk menempuh jarak yang biasanya hanya menghabiskan waktu 15 menit.

“kau juga bodoh, kenapa tidak menanyakan alamat rumahnya selagi dia terbangun tadi? Sekarang mana mungkin kita membangunkannya?” aku terus mengomel dan menyesali hyung yang duduk bersebelahan di samping kursi pengemudi yang tengah ku duduki ini. sekali lagi, aku ragu apakah dia tidak salah masuk menjadi seorang psikolog? Kenapa pikirannya pendek sekali?

“mau tidak mau kita harus membawanya ke rumah!” ujarnya datar tanpa berpikir sedikitpun.

“mwoya? kenapa kau tidak pernah berpikir panjang dari dulu? Perkataanmu selalu tidak logis? Apa kata orang- orang di rumah nantinya kalau kita membawa gadis ini?” ujarku sedikit panik dengan rencananya yang tidak terencana sedikitpun yang baru saja di lontarkan seorang psikolog lulusan S2 di USA ini.

“yak, kau yang tidak berpikir panjang! Apa sulitnya menjelaskan kepada eomma nantinya? Pasti eomma mengerti! Lagian kita kan hanya membantunya!” ujarnya lebih logis dari yang tadi.

“tapi apa hak kita untuk langsung membawanya ke rumah? Bagaimana kalau yeoja ini mengadukan kita karena sembarangan membawanya ke rumah kita?”

“jelaskan saja nanti dia tertidur pulas dan keadaan juga tidak memungkinkan untuk membangunkannya. Lagian sudah mumpung kita membantunya dari pada kita tinggal dia di jalanan dengan pria yang tampaknya akan menghadangnya tadi?”

Detik kemudian aku hanya mengangguk setuju. Tidak ada lagi alasan agar yeoja ini tidak jadi di bawa ke rumah kami.

“aku curiga siapa pria tadi? Kenapa gadis ini tampak ketakutan bersama dengan pria tadi? Apa dia kekasihnya?” tanyaku kemudian teringat akan seorang pria tinggi jangkung yang berdiri di tengah jalan dengan gadis bernama yoona ini.

“entahlah. Mana mungkin aku bisa tau” jawab donghwa hyung dan aku pastinya tidak puas dengan balasan entengnya. “bisa jadi kekasihnya dan mereka sedang bertengkar!” lanjutnya.

“hm… mungkin! Aku memperhatikan pria itu sekilas dan kau tau…” aku terdiam kembali mengingat wajah pria yang bersama yoona tadi. Aku sempat membulalakkan mata karena ternyata ada yang lebih tampan daripada diriku. Dia juga tinggi dan sangat logis menjadi kekasih gadis bernama im yoon ah ini. sebuah kecocokan tampak dari raut muka mereka masing- masing.

“apa?”

“dia tampan!” ujarku lirih mengakui kalau aku memang kalah jika di bandingkan dengannya. Eh, tapi tetap saja kehadirannya tidak akan membuat pesona seorang Lee Dong Hae hilang. Mungkin ia hanya segelintir orang yang ‘lebih sedikit’ dari padaku.

“tampan memang, tapi melukai kekasihnya!” komentar donghwa hyung sambil menatap yoona di bangku belakang dengan ekor matanya.

“belum pasti kan yoona berpacaran dengan namja itu!” komentarku lagi.

“tapi untuk apa mereka berdiri di jalanan dan di dukung suasana romatisme malam seperti tadi? Ku pikir emosi mereka sebagai pasangan kekasih sedang tidak terkontrol makanya mereka tidak sadar kalau berdiri berdua di tengah jalan itu menebar aura ketertarikan dari orang lain.” Jelas donghwa hyung memamerkan kiasan khasnya yang memang di dukung oleh status pendidikan psikolog-nya.

“memang sih selama ini banyak pasangan- pasangan romantis yang tebar pesona di jalanan apalagi malam hari!” tidak sadar ternyata aku setuju dengannya.

☆º°˚*★

“aigo, pinggangku sangat tegang mengendarai mobil selama ini!” ujarku kemudian membuka pintu mobil tidak sabar untuk segera menghamburkan tubuhku ke kasur di kamarku.

“bagaimana dengan yoona?” ujar donghwa hyung ketika aku sudah mulai menjauh dari garase rumah kami ini. aku pun terpaksa berbalik.

“kau harus menggendongnya! Ingat, ini rencanamu. Tanggung jawab sendiri!” ujarku sedikit ketus karena aku benar- benar kelelahan hari ini.

“ahni… kau tidak ingat minggu lalu aku baru melepas gips dari tangan kananku?” ujarnya dan aku kembali lemas. Benar saja, 2 bulan yang lalu dengan cerobohnya donghwa hyung terjatuh dari tangga rumah sakit. Saat lift sedang di perbaiki dan dia berlari- lari di tangga karena terburu- buru. Sampai akhirnya ia terjatuh dan mengalami cedera dalam yang terbilang akut pada tangan kanannya. Salah satu tulang di tangan kanannya mengalami patahan yang serius sehingga ia harus tahan memakai gips selama 2 bulan. Dan untung saja aku sendiri yang mengobatinya dan aku juga selalu mengontrol setiap kegiatannya untuk pemulihan.

Well… hal itu tidak mudah. Sangat susah memperingati hyung ini agar tidak macam- macam selama tangannya masih memakai gips. Sekalipun ia tidak tahan, tapi bagaimanapun juga aku harus sedikit keras demi kesehatannya.

Oke, sekarang tentu saja tangannya belum terlalu kuat apalagi untuk menggendong orang!

“aish… kau ini dari tadi rencanamu tidak ada yang benar!” sesalku menatapnya jengkel.

“yak, kau kan dokter yang baik, ayolah bantu mengangkatnya ke dalam. Masalah eomma, biar aku yang menjelaskan.” Ujarnya enteng dan tersenyum jail di hadapanku yang sangat lelah ini.

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

Author Pov

“aku menginap di rumah yoona” jawab kyuhyun ketika ia baru saja bangun dari tidur lelapnya.

“apa yoona ada di sana? Aku ingin bicara?” tanya seohyun membangunkan kyuhyun pagi itu.

“ahni… aku hanya menumpang menginap kepada pembantu rumahnya. Ia tidak tidak pulang ke rumahnya dari tadi malam!”

Jawab kyuhyun yang sampai sekarang masih cemas dengan keadaan yoona dan dimana dia sekarang?

“yak, bukankah kau bilang sudah bertemu dengannya! Lalu…” tanya seohyun sedikit panik karena memang mereka bertiga itu bersahabat.

“itu dia. Semalam saat aku sedang berbicara dengannya di jalan tiba- tiba ada seorang pria yang membawanya ke dalam mobil pria itu. mereka pergi kemudian meninggalkanku.”

“hah, apa dia di culik?” pekik seohyun dari balik telefon dan kyuhyun refleks menjauhkan handphone-nya dari lubang telinganya.

“ahni. Tidak mungkin. Jangan berlebihan. Mungkin saja itu pacarnya atau tunangannya sekalian!” jawab kyuhyun asal dan seohyun langsung tenang.

“chagi… apa kau sudah mandi?” tanya seohyun kemudian setelah ia sedikit lega dengan keadaan yoona, sahabatnya yang di tinggalkannya di korea.

“hm… aku baru bangun!”

“aigo… cepat mandi. Kemudian cari yoona dan kalau keadaannya sudah membaik cepat balik ke sini!” perintah seohyun dan kyuhyun bingung sambil mengacak- ngacak rambutnya. Aneh memang istrinya sendiri malah menyuruhnya untuk mencari gadis lain dan menghibur gadis malang itu. yah, mungkin keadaan itu sudah menjelaskan bagaimana dulunya persahabatan segitiga mereka.

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

hoammm… yoona menguap sambil mengangkat kedua tangannya. Pagi yang cerah dan ia terbangun di sebuah kamar bercat putih dengan bercak- bercak hitang di dinding di hadapannya seperti corak pada anjing.

Detik kemudian, yoona langsung berdiri di depan cermin melihat dirinya.

“dimana… dimana ini?” ujar yoona panik pagi itu. ia melihat ke sekeliling kamar itu, dan itu tentu bukan kamarnya yang biasa. “apa yang terjadi?” tanyanya memandangi wajahnya di dalam cermin tapi sosok bayangan maya itu tidak menjawab. Tapi malah mengulang setiap perkataan yang dilontarkannya.

Dengan cepat yoona pun membuka pintu kamar itu dan melihat ruangan di luar kamar yang di tempatinya dari tadi malam.

“oh, yoona ya, kau sudah bangun?” ujar sesosok berbadan tegak dan jangkung di hadapannya.

“dddd… dong…..donghwa?” tunjuk yoona pelan melihat donghwa yang baru saja meneguk segelas air dari gelas yang di pegangnya.

“ne… mungkin kau bingung!” ujar donghwa membaca raut muka yang di tampilkan yoona.

“apa yang terjadi?” tanya yoona pelan.

“sebelumnya aku mau minta maaf. Mianhe… semalam kau tertidur di mobil donghae, dan kami terpaksa membawamu kesini karena tidak tau di mana rumahmu. Sebenarnya kami ingin mengantarkanmu kembali ke rumah sakit ke kamar ibumu, tapi tadi malam tiba- tiba saja ada kemacetan yang cukup panjang jadi kami tidak bisa putar balik!” jelas donghwa panjang lebar dan yoona mengangguk dengan wajah yang tidak lagi penuh dengan tanda tanya.

“ghamsahamnida…”

“cheonma…” balas donghwa kemudian diam.

Sekarang mereka tidak bersuara sedikitpun. Tidak ada lagi yang perlu di bicarakannya. Donghwa jadi salah tingkah dan tidak tau harus berbuat apa. Yoona apa lagi, ia tetap saja bingung dengan apa yang harus di lakukannya sekarang.

“oh iya, ayo sarapan bersama!” ujar donghwa memecahkan keheningan diantara mereka.

“hm… ahni, aku harus pergi!” tolak yoona ingin kembali ke kamar yang di tempatinya tadi untuk mengambil tas dan handphonenya.

“andhwe… makanlah dulu. Aku yakin dari tadi malam kau belum makan!” bujuk donghwa.

“ne… tapi aku mengambil handphoneku dulu!” ujar yoona dan menghilang dari hadapan donghwa.

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

“yak, im yoon ah… kemana saja kau dari tadi malam?” teriak kyuhyun ke handphonenya ketika panggilannya yang ke 17 barulah ada reaksi dari nomor yang ditujunya.

“aish…” tanggap yoona mengelus- elus telinganya.

“aku di rumah namja yang membawaku tadi malam!” ujar yoona singkat dan langsung mematikan handphone. Ia langsung membantinya benda silver itu ke arah kasur. Detik kemudian ia mengaktifkan profil silent agar handphonenya tidak terus saja berdering karena panggilan- panggilan dari kyuhyun.

Di rumah yoona, kyuhyun pun juga membanting handphonenya ke sofa di rumah yoona. Pembantu rumah yoona hanya menganga tidak mengerti melihat reaksi kyuhyun.

“kyuhyun ah, gwenchanayo?”

“ah… ne…” jawab kyuhyun segera dan kembali mengambil handphonenya tanpa sadar.

“apa yang terjadi?” kata pembantu itu ke arah kyuhyun.

“yoona memutuskan pembicaraan barusan!”

“hm kyuhyun ah, kalau boleh ku sarankan kenapa kau tidak mencarinya sekarang?”

“itu dia masalahnya. Aku tidak tau di mana rumah namja itu. tempat ia tidur tadi malam!” jawab kyuhyun apa adanya kepada pembantu rumah yoona yang memang sudah kenal dengannya dari dulu.

“hm… kenapa tidak melacak keberadaan handphone yoona melalui GPS?”

Seketika kyuhyun mata kyuhyun langsung berbinar terang benderang dan ia langsung meraih tablet di dalam tasnya. Ia segera mengaktifkan benda itu karena ide cemerlang dari pembantu yoona.

“ah… gomawoyo… ide yang cemerlang.” Tanggap kyuhyun masih berbinar dan sekarang ia mulai menyentuh layar tablet itu untuk menjelajahi keberadaan yoona melalui nomor handphonenya.

Nasib baik sangat mendukung ide cemerlang sesosok pembantu yang sudah mengabdi di rumah keluarga yoona selama bertahun- tahun itu. Untung saja yoona tidak menonaktifkan handphonenya jadi masih bisa terdeksi.

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

Ting tong  “permisi,” kyuhyun memencet bel sebuah pintu rumah. Rumah tingkat dua yang tampak mewah dari luar. Tempat dimana yoona berbaring menutup mata sejenak melepas kelelahannya.

“ne… tunggu sebentar!” teriak seorang pria dari dalam dengan suara besarnya.

“nuguseyo?” ujar pria di dalam rumah itu sambil melihat di layar tablet yang terpasang di dinding dekat pintu.

“cho kyuhyun imnida. Aku mencari seseorang di rumah ini!” ujar kyuhyun ke arah sumber bunyi tadi dan kemudian klik… pria di dalam itu menarik handle pintunya dan mempersilahkan tamu itu masuk.

“annyeonghaseyo…” sapa pria itu ramah sambil membungkukkan setengah badannya.

Kyuhyun balas membungkukkan badannya dan memasang senyum cerah pagi itu.

“silahkan duduk” tawar donghae sembari berjalan ke arah sofa di ruangan tamu rumahnya.

“ne, gomawo” balas kyuhyun kemudian ia mendudukkan tubuhnya.

“maaf, anda mencari siapa?”

“aku mencari im yoon ah!” ujar kyuhyun to the point dan seketika yoona langsung datang ke ruangan itu.

“kyu…. kyuhyun…?” yoona jelas tergagap ketika ia melihat sosok pria yang tadi ia putuskan telefonnya sekarang tiba- tiba ada di rumah dua orang dokter yang membantunya.

“kkkk… kkenapa kau bisa ada disini?” tanya yoona masih kental dengan aksen keterkejutan perasaannya.

“ah ini dia. Yoona ternyata benar kau ada disini!” ujar kyuhyun mengubris pertanyaan yoona barusan.

Donghae yang duduk di depan kyuhyun kembali teringat kalau kyuhyun adalah namja semalam yang bersama dengan yoona. Donghae hanya terdiam memandangi kilauan cerah di wajah kyuhyun. Segenap rasa iri mulai menyelinap di sekujur raga seorang lee dong hae. Donghae merasa kyuhyun, namja yang duduk di depannya sekarang ini terlalu sempurna untuk yoona dan membuatnya cemburu buta dengan keagungan kyuhyun yang kalau di lihat terus- menerus membuat mata tidak bisa memalingkan pandangan sedikitpun.

Entah kenapa donghae langsung cemburu buta padahal ia baru saja mengenal yoona. Entah dia cemburu dengan kesempurnaan yang dimiliki kyuhyun atau memang ada sebuah hasrat yang belum dirasakannya sepenuhnya!

Di sisi lain kyuhyun ternyata juga terdiam. Siapa namja ini? kenapa dia sangat tampan? Kenapa yoona bisa ada di rumahnya? Yang pasti namja semalam yang menarik tangan yoona bukan seperti ini? aku masih sangat mengenal wajah namja tadi malam dan aku merasakan ada yang berbeda? Apa ini yang dimaksud oleh yoona pria lain itu?

Kyuhyun menumpukan dagunya di punggung telapak tangannya. Sangat jelas dari raut mukanya kalau ia tengah berpikir keras layaknya sherlock holmes memikirkan sebuah pentunjuk yang baru di dapatnya dari salah satu anggota laskar jalanan baker street-nya.

Ya, aku yakin… pasti namja ini kekasih yoona atau tunangannya. Kalau tidak mana mungkin yoona menginap di rumahnya?

“maaf semalam aku terpaksa membawa yoona!” ujar donghae memecahkan suasana dan yoona pun hanya diam tak tau apa yang harus di perbuatnya.

“ahni, tidak masalah. Malahan aku senang kalau yoona semalam berada disini. Karena aku yakin kau orang yang sangat baik. Kalau tidak baik mana mungkin menjadi tunangannya kan?”

Tunangan?

Dua kata terakhir  ‘tunangan kan?’ yang dilontarkan kyuhyun barusan mampu menghipnotis yoona dan donghae. Bahkan untuk mengatakan tidak saja mulut mereka seakan terkunci dan tidak bisa di buka karena kuncinya yang hilang.

Yoona menatap donghae dan donghae juga balas menatap yoona. Tatapan mereka sangat kosong seakan nyawa mereka benar- benar sudah melayang di udara. Kyuhyun menatap keduanya dan ia hanya tersenyum- senyum tanpa tau kalau perkataannya salah besar.

“oke, aku tidak mau mengganggu. Aku datang kesini hanya memastikan kalau yoona baik- baik saja bersamamu. Aku pergi dulu!”

Kyuhyun menepuk pundak donghae dan kemudian ia seenaknya saja melangkah pergi tanpa mendengar penjelasan- penjelasan yang sedari tadi sudah ingin keluar di benak yoona dan donghae.

Sampai akhirnya donghwa datang, barulah arwah kedua makhluk yang baru saja di hipnotis oleh kata- kata kyuhyun barusan kembali ke jasad mereka masing- masing.

“siapa yang datang?” donghwa menatap keduanya heran. Karena mereka masih saja terdiam meskipun sosok kyuhyun sudah berlalu.

Tidak ada yang membuka mulut. Donghwa masih menunggu jawaban dari keduanya dan ia terus menatap donghae yang benar- benar terdiam tanpa bisa di sentakkan.

Sampai akhirnya donghae pun angkat bicara.

“kenapa dia menyebutku tunanganmu?” donghae menghadang yoona bagaikan gadis itu sudah melakukan kesalahan besar terhadapnya.

“ahni. Aku tidak pernah mengatakan kau tunanganku. Bahkan aku tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang dirimu kepada kyuhyun.” Bantah yoona langsung dan seketika donghwa tampak mulai mengerti kenapa mereka terdiam.

“lalu apa maksud temanmu itu? bukankah dia kekasihmu?” tanya donghae lagi karena ia merasa tidak ingin disebut sebagai tunangan anak dari pasiennya.

“kekasihku? Kapan aku mengatakan hal itu padamu? Siapa bilang dia kekasihku!” bantah yoona menyalahkan ucapan donghae yang sama salah besarnya dengan kyuhyun.

“apa yang kalian bicarakan?” donghwa membuka mulut karena ia tampak kurang mengerti dengan tontonan drama langsung yang tengah di nikmatinya pagi itu.

“kau tau, temannya yang bernama kyuhyun baru saja datang dan malah menyebutkan kalau aku tunangannya!” jelas donghae yang tidak tau mengapa ia sangat emosi mengatakan hal itu.

“kya, tunangan? Hahaha….” donghwa langsung terkekeh ketika dugaannya tadi ternyata benar. Ia terus saja tertawa tanpa mempedulikan donghae yang tampak sangat garang.

“kau im yoon ah, seharusnya kau bisa menjelaskan kepada temanmu tadi kalau aku bukan tunanganmu. Kenapa hanya diam saja? Kau tau bisa jadi temanmu itu marah karena ia berpikir aku sudah melamarmu. Aku tidak mau pada akhirnya akan berkelahi dengan temanmu itu. kau semua yang harus mempertanggung jawabkan hal ini. aku tidak mau tau!” bentak donghae dengan sengatan garang yang membahana ke seluruh ruangan tamu itu. dan sedikit berlebihan memang.

“mianhe…” balas yoona lirih dan seketika permata bening mengalir dari pelipisnya. Yoona merunduk ke bawah tidak ingin menampakkan wajahnya kepada siapapun.

Yoona pov

Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan saat ini. seingatku aku hanya mengatakan kepada kyuhyun kalau sudah pria lain dan aku sama sekali tidak mengatakan kalau pria bernama lee dong hae ini yang ku maksud! Tapi, sekarang apa? Ini semua gara- gara mulutku yang terpaksa berbohong saat itu! aigo..

Oh tuhan…

Tunangan? Kalau saja kyuhyun sempat mengatakan hal ini kepada orang lain? Atau kepada ibuku? Oh tidak. ahni. Apa yang akan di lakukan oleh donghae padaku? Apa pemikirannya tentang diriku kalau aku tidak segera meluruskan hal ini?

Dengan cengengnya aku kembali menjatuhkan air mata dan merunduk ke bawah. Aku kembali teringat akan permintaan ibuku. Waktu ku tidak lah banyak dan donghae sang dokter yang selama ini sudah berusaha menyembuhkan ibuku masih belum menemukan cara agar ibuku dapat hidup selamanya menemaniku.

Seandainya dokter ini tidak marah dengan ucapan kyuhyun tadi?

Andaikan dia berbaik hati untuk membantuku?

~~**~~

Kyuhyun pov

Langkahku semakin menjauh meninggalkan rumah yang tadinya aku berpikir sangat megah dari luar dan dalamnya. Yap, dan ternyata hal itu benar. Sekarang seluruh perasaan tenang menyeruak di dalam batinku. Aku mengemudikan mobil sewaan ini dengan santai diikuti oleh terpaan angin dari kaca mobil yang terbuka. Kesegaran angin pagi yang menyentuh wajahku bertubi- tubi. Bahkan membuat rambutku berdiri dan ingin terbang ke atas.

Iya, sekarang tidak ada lagi yang mengganggu pikiranku. Aku tidak perlu lagi khawatir dengan keadaan yoona yang sekarang sudah memiliki seorang namja untuk menjaganya. Aku tidak perlu lagi memperlakukannya seperti kekasihku atau seperti yang telah ku lakukan tadi malam. Iya, diluar kesadaran tentunya, aku berbicara hal yang tidak wajar kepadanya. Entah apa yang tengah menguasai pikiranku saat itu, aku sama sekali tidak memikirkan statusku yang sudah menikah.

Oke mungkin hal itu hanya ungkapan permintaan maafku sekaligus hal terakhir yang ku lakukan sebelum aku dan yoona terkunci oleh status masing- masing. Setidaknya ibunya bisa bahagia sebelum ia pergi karena ada pria itu yang akan menjaganya. Aku yakin pria itu bisa bertanggu jawab sampai akhir!

“Bagaimana, kau sudah menemukan yoona?” tanya seohyun di telefon dan kental sekali ia berbicara tidak seperti biasanya. Biasanya setiap ia berbicara denganku pasti ia menyelipkan kata- kata ‘chagi’ untuk menggantikan namaku atau kata ‘kau’.

Yeah, mungkin saja ini hanya kutukan atas pikiranku yang sering sekali melayang meninggalkan kenyataan statusku.

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

Author pov

“ne, ne,ne… aku sudah bilang seratus tujuh puluh kali sejak tadi kalau aku akan menjelaskan semuanya kepada kyuhyun. kalau perlu kau juga ikut untuk membenarkannya!”

“aish.. kalian berdua tidak usah membuat masalah seperti itu menjadi panjang seperti ini. Santai saja!” tegur donghwa yang hanya menonton adiknya dan yoona bertengkar sedari tadi.

“kau diam! Ini masalah besar. Apa kata orang- orang di rumah sakit nantinya kalau sampai mereka tahu?” ujar donghae keras masih dengan nada emosi. Bahkan ia tidak sadar kalau ia yang memperpanjang masalah sedari tadi.

“ kekhawatiranmu yang membuat masalah ini menjadi besar. Mana mungkin orang- orang di rumah sakit bisa tahu. Kyuhyun mana kenal mereka. Lagian ia juga biasa di amerika.” Ujar yoona sedikit membanggakan kyuhyun dan donghae mulai mengerutkan keningnya, menggerutu! “Aku berjanji akan menjelaskannya langsung ketika aku menemui kyuhyun nanti di rumah sakit!” lanjut yoona dan kemudian ia memalingkan mukanya ke arah jalan.

Suasana kembali hening karena donghae mulai bisa mengotrol dirinya. Ia mengemudikan mobilnya sedikit kencang dan sesekali rem mendadak.

~~**~~

“apa kau bilang?” ujar donghae berjalan bersama donghwa dan yoona di lorong rumah sakit untuk memeriksa keadaan ibu yoona.

“ne. Sejak tadi malam keadaan pasien nomor 706 itu semakin kritis!” jelas salah seorang asisten donghae.

“oke, sekarang aku yang akan menanganinya!” tanggap donghae dan langsung berlarian menuju lift. Ia meninggalkan yoona dan donghwa.

Donghwa yang sudah di tunggu sedari tadi oleh pasiennya terpaksa meninggalkan yoona dan ia juga berlarian ke rungannya.

Yoona berjalan lemas menyusuri setiap koridor di rumah sakit yang sudah merawat ibunya beberapa bulan ini sampai akhirnya ibunya juga akan berakhir menyedihkan di rumah sakit itu.

Yoona tidak tau harus mulai dari mana untuk memenuhi permintaan ibunya? Ia sama sekali tidak punya cinta pertama dari dulu. Dan sampai sekarang ia masih belum membuka hatinya untuk pria manapun. Ia tampak tidak terlalu menanyakan perasaan hatinya karena hawa kecemasan tengah mengganggu pikirannya beberapa bulan terakhir.

“ooo.. eomma, mau di bawa kemana ibuku?” tanya yoona kikuk karena ia melihat donghae keluar dari kamar ibunya dan tampak sekali pria itu juga tidak kalah cemas.

“yoona ya, tunggu disini. Ibumu harus di larikan ke ruang medis yang lebih steril di lantai atas!” jelas donghae singkat karena ia harus cepat.

“eomma…” gumam yoona dan tanpa sadar air matanya sudah mengalir sedari tadi.

“kau harus bertahan. Aaa.. aku akan memenuhi permintaanmu secepatnya!” pinta yoona dan air matanya sekarang sudah membanjiri suluruh kulit wajahnya yang mulus.

Donghae pun memerintahkan pegawainya untuk membawa ibu yoona ke ruang atas terlebih dahulu.

Pria itu kemudian mengajak yoona untuk duduk di kursi panjang di dekat itu.

“aku akan berusaha semaksimal mungkin. Tidak usah khawatir!” ujar donghae dengan suara yang sedikit serak karena ia belum bisa menjamin kemampuannya untuk menyelamatkan ibu yoona.

“apapun yang terjadi kedepannya kau tidak usah terlalu cemas. Ibumu akan baik- baik saja. Aku yakin tuhan akan menolongnya dan memberikan takdir terbaik nantinya!”

Donghae berbicara tulus tidak jauh beda dengan donghwa saat itu. segenap ia ternyata melupakan kejadian salah pahamnya dengan teman yoona tadi pagi. Ia tidak lagi membentak- bentak yoona bahkan memaksa gadis itu untuk menjelaskan fakta sebenarnya kepada teman yoona yang bernama kyuhyun itu.

Yoona terus menangis dan menangis meratapi hidupnya. Tidak peduli seperti apapun kata- kata donghae untuk menenangkannya ia tetap tidak bisa melupakan kenyataan pahit yang sudah mulai mendekat kepada nasibnya. Tidak peduli seberapa baiknya sesosok kyuhyun tapi tetap saja namja itu tidak akan bisa menemaninya selama hidupnya.

“aku akan menjagamu!” ujar donghae kemudian berharap itulah kata terakhir yang membuat yoona tidak bersedih dan berhenti menangis.

Sesaat setelah itu, donghae mengikuti yoona yang berdiri. Kemudian ia menarik yoona dalam pelukannya. Pelukan yang entah apa maksud dan tujuannya ia sendiri tidak tahu.

Mungkin itu hanya sebagian dari cara donghae untuk menghibur gadis malang itu atau memang ada hal lain. Yoona tampak tidak sadar dengan apa yang terjadi. Ia tetap mematung dan enggan memikirkan hal yang saat ini terjadi. Ia masih terhanyut dengan imajinasinya yang terlalu berlebihan tentang hidupnya di masa depan.

Yoona masih menangis dalam pelukan dokter nan tampan itu.

Terdengar suara kaki mendekat ke arah mereka. Namun mereka menghiraukan hal itu seakan tidak mendengar suara hentakan yang semakin lama semakin terdengar dengan jelas itu. suara datang dari dua arah.

Dan benar saja, donghwa sudah berdiri tidak jauh dari mereka memandangi dua orang yang saling menyatukan diri mereka itu.

Kyuhyun datang berdua dengan seseorang dan ia juga menghentikan langkahnya ketika ia dapat melihat dengan jelas kalau itu adalah yoona dan namja tadi pagi yang ia datangi rumahnya.

Tbc…

Aku lagi bad mood  #alasan!!! ngebuat ini tapi terlanjur ingin di publish. Maaf sangat mengecewakan. Semoga part 3 bisa lebih panjang dan tidak mengecewakan.

Terima kasih sudah membaca part satu. Karena kalau enggak aku gak bakal bisa menlanjutkan part dua ini dan entah kapan bakal di lanjutin.

Soal kyuhyun dan yoona janga di tanya, karena di part ini sudah lebih dari petunjuk dan bsia di bayangkan sendiri… eh… *abaikan. Yg masih bingung dengan part 2 silahkan di tanya. Hee…

| @HareTa_mi | MRS. HAE | ^^| SARANGHAEYO | LOVE YOU HAE |

24 thoughts on “Someone Like You [2nd Story]

  1. yeay makin seru nih chingu ceritanya
    lanjut ya, i’ll keep waiting^^
    oh ya terus itu suamiku si evil #plakk
    kayaknya ada feeling ya ama Yoona?? *asal tebak*
    oh ya chingu mau ngasih saran nih, kayaknya *mungkin* lebih cocok kalau genrenya itu Romance, Drama deh *menurutku lho* #bukk *digebuk author*

    hehehe Keep writing ne Hwaiting!! :)

  2. Sebenarnya ceritanya sebetulnya seru dan cukup ringan untuk dibaca cuman mungkin saya kurang dapat Feel-nya Hehe Mian.
    Tp ini ff bikin org penasaran O.
    Keep on writing y

  3. akhirnya part 2 keluar..
    lho? kok entah kapan bakal di lanjutin?
    Aaaa.. lanjutin donk thorr..!! secepatnya ya!!
    FF nya seru dan bikin penasaran..
    dtunggu part 3 nya, jangan lama2.. :D *maksa

  4. Donghwa suka sama Yoona gak sih ? Donghae suka juga gak ? Terus Kyuhyun ? Nasib nya Seohyun gimana ?

    author : buseet lu nanya , apa bikin jalur kereta api . panjang amet|readers : mian thor #plak *abaikan*

    sangat penasaran selanjutnya gimana . Fighting

    • hehe, gpp… aku suka yg komen panjang kya gini,,,, ^^ dri pada skdar ninggalin jejak, ini kan bagus… byk ceracaunya gitu #hehe

      lg diusahain scpatnya… wait y ^^
      gomawo

  5. Donghae oppa jangan rendah diri bagi aku sama Yoona eonni *eh oppa yang paling tampan,Yoona juga lebih cocokan sama oppa daripada yang lain :*
    ‘aku akan menjagamu ?’ maksudnya apaan tuh ‘ciiieeee mau di nikahin ya ?udah mulai peluk peluk juga :D
    kyuhyun sama siapa tuh ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s