[Oneshoot] Little Girl

Title       : Little Girl

Author  : dinimnida @nhdni

Genre   : romance, school life

Length  : oneshoot

Rating   : teenager

Cast       :

–          Park Chanyeol

–          Shin Mingi

–          Oh Sehun

–          Song Hye Eun

–          Kim Joonmyun

Disclaimer :

seluruh cast punya tuhan, Chanyeol , Sehun , sama Joonmyun punya Tuhan meskipun pengennya mereka punya saya *plak

FF ini murni buatan saya, hasil ketikan tangan saya, dan kebobrokan otak saya T,T dont be plagiarism and dont be silent reader.

Happy Reading !

***

Shin Mingi POV

“Hye Eun-ah, palliwa..”

Aku merengek memintanya untuk segera kembali ke kelas karena sebentar lagi jam istirahat habis, tapi ia tetap tidak bergeming dan seolah mengacuhkanku. Bagaimana tidak, Kim Joonmyun, sunbae kami yang ia sukai sedang mengajaknya berbicara.

“Mingi-ya, kau duluan saja ke kelas. Arra?”

Aku memutar bola mataku, tak perduli lagi aku langsung menarik tangannya untuk segera pergi dari sini.

“YA! Shin Mingi..!”

“jangan banyak bicara, Hye Eun-ah! Sebentar lagi pelajaran di mulai..”

Aku mempercepat langkahku, tapi Hye Eun memanggilku lagi.

“Shin Mingi!”

“Sudah ku bilang jangan banyak bicara!” bentakku tanpa menoleh ke belakang.

“kau mau membawaku kemana, anak kecil?”

Suara berat ini membuatku berhenti berjalan, dan refleks menoleh ke belakang, Park Chanyeol Sunbae, bukan Song Hye Eun. Hye Eun yang ada di belakang Chanyeol sunbae melotot ke arahku. Aku refleks melepas genggaman tanganku dengan tangan Chanyeol sunbae.

“babo!” bentak Hye Eun padaku. Aku memang benar benar bodoh.

“jeosonghamnida, Sunbae. Jeosonghamnida”

Aku mengutuk tindakan memalukan yang baru saja aku lakukan ini, membuatku malu. Mungkin juga membuat Chanyeol sunbae merasa malu, tapi kurasa tidak, ia tetap menunjukkan senyumnya.

jeosonghamnida, sunbae. Maafkan temanku ini.” Hye Eun ikut meminta maaf dan menundukkan kepalanya, sama sepertiku.

gwenchanna..” jawabnya enteng.

“kau, lain kali lihat dulu sebelum menarik orang ya” ia menunjukku dengan tatapan gemas.

jeosonghamnida sunbae..” kataku lagi saat ia berlalu meninggalkan kami berdua. Hye Eun menghampiriku lalu menoyor kepalaku. “babo!” ucapnya, lalu menarikku ke kelas.

\(OvO)/

                Sesampainya di kelas, aku mendudukan pantatku ke kursi. “ini semua salahmu, bodoh!” umpatku pada Hye Eun yang sedang duduk manis di sebelahku ini. Ia menoleh dan mengeryitkan dahinya.

Meskipun waktu istirahat telah selesai, tapi Seonsaengnim masih belum juga datang. Jadi masih ada waktu untukku melimpahkan kesalahanku pada yeoja di sampingku ini.

“Kau sendiri yang menarik tangan Park Chanyeol sunbae, kenapa menyalahkanku?” elaknya. Aku pasti sudah menyangkal perkataannya tadi kalau saja seonsaengnim belum masuk ke kelas.

Aku melirik Sehun sekilas, namja yang pernah menjadi kekasihku ini menjadi pairingku untuk tugas karya ilmiah yang diberikan seonsaengnim kali ini. Aku hanya memastikan apa ia membawa alat yang diperlukan sesuai dengan instruksiku.

Sehun yang tidak sengaja menangkap lirikan mataku dari ekor matanya kini menatapku dan mengisyaratkan ‘tenang saja aku membawa semua yang kau perintahkan’. Aku sangat tahu, ia namja yang dapat dipercaya.

“Sekarang bergabunglah dengan pasangan masing-masing, dan mulai buat karya ilmiahnya!” perintah seonsaengnim. Aku dengan terpaksa mendekat ke arah di mana sehun duduk sekarang, karena mejaku dipakai Hye Eun dan Hyuri.

Sebenarnya sudah 2 bulan ini aku mati-matian menghindari Sehun agar tidak ada banyak kontak di antara kami, juga agar aku cepat melupakannya. Tapi entah mengapa seonsaengnim-seonsaengnim di sekolahku  seolah ingin menjadi cupid yang selalu menyatukan kami berdua di setiap tugas kelompok. Oh hell, apakah neraka pindah ke bumi?

“kita mulai darimana?” katanya sesaat setelah aku memposisikan diriku dengan nyaman di bangku sebalah Sehun.

aku menatapnya datar. “tentu saja kita mulai dari bab I, tidak lucu kalau langsung bab III dan penutup.” Jawabku sekenanya, membuat ia terkekeh.

“ayo mulai kerjakan!” ia menghentikan tawanya, lalu tersenyum padaku.

Senyumnya masih sama seperti saat dulu kami bersama. Sehun-ah, jangan buat aku jatuh lagi terhadapmu.

\(O.O)/

“lelah sekali yaa.. akhirnya kita bisa pulang ke rumah setelah seharian suntuk terpaku di sekolah ini” dapat kulihat dari ekor mataku Hye Eun sedang membereskan buku buku yang berserakan di meja kami. Aku tersenyum tanpa mengalihkan fokus pandanganku dari buku-bukuku yang sedang aku masukkan ke dalam tas ini.

“ayo kita pulang” kataku saat memastikan semua sudah masuk ke dalam tasku dengan rapih, juga memastikan kalau Hye Eun juga sudah selesai dengan buku-bukunya itu.

“ayo! Aku sudah sangat lelah!” katanya sambil menyambut tangan yang sedari tadi kuulurkan padanya. Kami melangkah meninggalkan kelas yang sudah kosong.

aku menghentikan langkahku, dan menahannya dengan tanganku supaya tidak berjalan lagi. “jakkaman!”

waeyo?”

“ada Chanyeol sunbae.. kita lewat sana saja, aku masih malu dengan kejadian tadi pagi itu, arra?” Hye Eun terkikik, apa ia senang kalau sahabatnya ini sedang menahan rasa malu yang teramat sangat sejak insiden itu tadi pagi? Benar-benar..

“ayolahh.. kita lewat sana saja, Hye Eun-ya” aku semakin merengek padanya, bahkan aku menunjukkan puppy eyes-ku yang hanya bisa dinikmati terbatas pada kalangan tertentu saja (?)

“tapi, aku ingin melihat Joonmyun sunbae.. kalau kita lewat sana kita..”

jebal..” potongku cepat sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, lalu menariknya untuk pergi. Aku tidak perduli dengan penolakan apapun yang ia lakukan terhadapku. Aku kejam bukan?

\(OvO)/

Author POV

“eungh.. Sehun mati kau!” Mingi mengumpat Sehun karena namja itu sudah dengan tega menyuruhnya ke perpustakaan yang terletak di lantai 2 untuk mengambil bertumpuk-tumpuk buku untuk referensi karya ilmiah mereka. Buku-buku itu terlalu berat untuk dibawa seorang wanita. Harusnya Sehun yang kemari dan mengambil buku-buku ini, tapi ia malah duduk manis di sana dan mengetik latar belakang karya ilmiah yang tidak menguras tenaga seperti ini, batin Mingi.

Langkahnya terhenti karena ia melihat sepasang kaki yang menghalangi langkahnya. Ah, mungkin Oh Sehun, pikir Mingi. Tumpukan buku yang ia bawa sekarang sudah menghalangi pandangannya untuk memastikan siapa pemilik kaki tersebut.

“kau anak kecil yang menarik tanganku tempo hari itu kan?”

‘matilah aku’ pekiknya dalam hati, Mingi sudah bisa menebak siapa yang sedang berada di depannya ini tanpa melihat wajahnya sekalipun. Dan jelas, tentu orang yang di depannya ini bukanlah Oh Sehun.

a..annyeonghaseyo Park Chanyeol sunbae..” katanya berusaha tenang, padahal dalam hatinya sekarang sedang bergumul berbagai perasaan , cemas, takut, malu, dan sebagainya. Ia takut Chanyeol akan mempermalukannya di depan banyak siswa sebagai bentuk balas dendamnya atas insiden memalukan itu.

“tenanglah.. aku bukan tipe orang pendendam” katanya dengan gummy smile yang bisa membuat orang di sekitarnya ikut tersenyum. Chanyeol seolah bisa menebak apa yang sedang dalam pikiran Mingi sekarang.

Tiba-tiba Chanyeol mengambil lebih dari separuh bagian dari tumpukan buku yang sedang Mingi bawa, “sini biar aku bantu..” syukurlah, ternyata Chanyeol sunbae orang yang baik, batin Mingi.

gamsahamnida, sunbae..” katanya yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Chanyeol.

“oiya, anak kecil-…”

“aku bukan anak kecil” potong Mingi. Sejak insiden kemarin Chanyeol menyebutnya anak kecil terus menerus.

“hyak! Tidak sopan memotong pembicaraan, aku baru mau menanyakan namamu tahu!” Chanyeol menaikkan nada bicaranya ½ oktaf (?)

“ah, arraseo, jeosonghamnida..” Mingi menunduk malu. Ia sudah memberikan image buruk terhadap Chanyeol tentang dirinya.

“aku tak butuh minta maafmu, aku hanya ingin tahu namamu!” jawab Chanyeol ketus. Membuat Mingi yang berjalan dibelakang memutar bola matanya.

“aa~ Shin Mingi imnida..”

“Shin Mingi, eumm.. nama yang unik” jawab Chanyeol sambil terus berjalan di depan Mingi. Tanpa sadar, Chanyeol telah berjalan melebihi posisi pintu kelas Mingi.

Sunbae.. ini kelasku..”

Chanyeol yang sudah berada di depan berbalik dan mengekor Mingi untuk masuk ke dalam kelas. Sepi. Hanya ada satu orang, Oh Sehun.

gamsahamnida, Chanyeol sunbae.. jeongmal..” Mingi membungkukkan kepalanya setelah meletakkan buku-buku itu di dekat meja Sehun. Chanyeol melirik sebentar ke arah Sehun. tersenyum, lalu pergi.

Sehun yang menyadari bahwa Mingi datang tidak sendiri sontak mendongakkan kepalanya, mengalihkan fokusnya pada seseorang yang datang bersama Mingi. Berjuta pertanyaan berkumpul di kepalanya.

“kenapa kau memandangiku seperti itu?” Sehun terkesiap, ia ketahuan sedang melihat Mingi dengan ekspresi yang berbeda.

“….” Sehun tidak menjawab karena gugup, ia hanya mendelikkan bahunya dan kembali memandangi layar laptopnya.

\(OvO)/

Mingi menendangi kerikil-kerikil tak berdosa yang berserakan di jalan untuk menghilangkan rasa bosannya. Tak seperti biasanya, hari ini pulang sendiri, Hye Eun yang biasanya pulang bersamanya kini tidak bisa lagi menemani perjalanan pulangnya. Joonmyun sunbae dan Hye Eun sudah berpacaran, tentu saja sekarang Hye Eun akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Joonmyun daripada dengan Mingi.

“hssss…” Mingi mendesis. Mungkin dulu saat Mingi berpacaran dengan Sehun, Hye Eun juga merasakan hal yang sama. sama-sama kehilangan sosok sahabat, karena sahabat itu sudah mempunyai kekasih.

“Hey kau!” seseorang berteriak di belakang Mingi, Mingi tidak menoleh. Ia tidak merasa terpanggil.

“Hey, kau…” Kini orang itu sudah berdiri sejajar dengan Mingi, mau tak mau Mingi menoleh. didapatinya Chanyeol sedang tersenyum ke arahnya. Chanyeol sunbae tadi memanggilku? Tanya Mingi pada dirinya sendiri.

sunbae memanggilku?” tanya Mingi polos. Chanyeol tertawa.

“tentu saja memanggilmu, memang siapa lagi?”

“tapi sunbae tidak memanggil namaku, aku pikir…”

Gadis ini polos sekali, pikir Chanyeol.

“ah, terserah kau saja..”

Sunbae ada apa memanggilku?” tanya Mingi sambil melanjutkan langkahnya, tapi kali ini ia sudah menghentikan kegiatannya menendang kerikil tak berdosa di jalan. Ia takut, kalau kerikil itu akan mengenai Chanyeol nantinya.

“tidak apa-apa sih, hehe. Tapi kita sama-sama sedang dicampakkan oleh dua umat manusia yang sedang jatuh cinta itu kan?” Mingi berpikir sedikit, lau tersenyum mengerti siapa yang di maksud oleh Chanyeol.

“Joonmyun sunbae dan Song Hye Eun?” Chanyeol mengangguk.

“Chanyeol sunbae kenapa pulang sendiri, tidak punya kekasih?” tanya Mingi to the point, membuat hati Chanyeol sedikit tertusuk.

“tidak, kekasihku hanyalah Joonmyun seorang, tapi kini ia…” Chanyeol menerawang, berakting seperti orang yang sedang dicampakkan oleh kekasihnya, tangannya memukul mukul dadanya. Membuat Mingi terkekeh. Baru sebentar mereka mengenal satu-sama lain, tapi sudah bisa terhanyut dalam percakapan yang panjang ini.

“pantas saja.. bujang lapuk.. hihihi” ejek Mingi pada Chanyeol, tapi dengan suara yang tidak terlalu keras.

“tadi kau bilang apa?” mata chanyeol menyipit, ia merasa Mingi sudah mengatainya.

“bukan apa-apa kok” jawab Mingi, ia menunjukkan smirknya.

“pembohong!”

“tidakk! Aku tidak berbohong sunbae..” Mingi tertawa dalam hati. Maafkan aku sunbae, tapi aku memang berbohong.

Tidak ada satupun dari mereka yang berminat meneruskan percakapan tersebut. Mereka melangkah dalam diam, sesekali Chanyeol menoleh ke arah Mingi lalu tersenyum, begitupun sebaliknya.

‘gadis ini manis juga’ pikir Chanyeol yang sekarang sedang mengamati gerak-gerik Mingi. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Chanyeol berpikir lagi, begitu cepat baginya untuk menilai seseorang. Tapi entah mengapa, Chanyeol tetap saja memandang Mingi.

Mingi yang merasa sedang diperhatikan menoleh, membuat Chanyeol terkesiap dan mengalihkan pandangannya. Ia tak terlalu memikirkan kenapa Chanyeol memperhatikannya seperti itu. Mingi kembali fokus ke depan, sebentar lagi ia akan berbelok agar sampai ke rumahnya.

“oiya, di mana rumahmu?” Chanyeol memulai pembicaraan lagi.

“di perempatan itu, aku belok ke kanan, rumah nomor 4, sebelah kiri jalan. Kenapa?” jawab Mingi.

“whoa.. berarti sebentar lagi kita berpisah. Kau belok kanan, dan aku tetap berjalan lurus. Lain waktu, boleh aku mampir ke rumahmu?”

“tentu.. aku akan dengan senang hati menyambutmu.” Jawab Mingi. Sekarang mereka sudah sampai di perempatan jalan.

“kita harus berpisah.. sampai jumpa, Mingi-ya.. annyeong

Annyeong Chanyeol sunbae.. hati-hati..” Mingi melambaikan tangannya ke arah Chanyeol sunbae yang sudah meninggalkannya. Mingi berbelok dan melanjutkan perjalanan pulangnya.

\(OvO)/

Baru saja tugas karya ilmiah selesai, kini Han seonsangnim memberikan tugas lain yang juga harus dikerjakan secara berpasangan. Presentasi tentang keadaan geografis dan iklim yang terjadi di sana, adalah tugas yang harus di kerjakan oleh seluruh siswa di kelas Mingi dan Hye Eun. Tapi tugas kali ini tidak untuk dikerjakan di sekolah, tapi di kerjakan di rumah.

Hye Eun yang biasanya tampak uring-uringan bila di beri tugas oleh Han seonsaengnim, kini nampak tenang. Mingi sedang gelisah, berdoa pada tuhan, semoga ia tidak di pasangkan dengan Sehun lagi. Hatinya sudah cukup menderita karena sejak kemarin Sehun dan dirinya selalu mengerjakan tugas bersama hanya berdua saja, dan itu sukses membuat jatung Mingi berdetak 3x lebih cepat dari biasanya.

“….Hye Eun dengan Jongin, Nara dengan Kyungsoo, dan yang terakhir…”

Mati aku! Jerit Mingi dalam hati, tanpa harus mendengarkan lanjutan kalimat Han seonsaengnim-pun Mingi sudah tahu kalau ia-lagi lagi- dipasangkan dengan Sehun.

Seonsaengnim.. boleh aku bertukar pasangan?” tawar Mingi, ia melirik Sehun yang tampak tenang-tenang saja. Han seonsaengnim mendelik.

“tidak ada penolakan Shin Mingi!” jelas Han seonsaengnim, membuat Mingi menggembungkan pipinya dan pasrah..

“anggap saja ini jalan untuk membuat kalian berdua kembali berpacaran” canda Han seonsaengnim yang sukses membuat seisi kelas berteriak riuh, juga sukses membuat pipi Mingi merah merona dan bersinar (?)

“Hye.. aku dengan Jongin ya..” rengek Mingi pada teman sebangkunya ini, dengan suara yang lirih agar tidak terdengar oleh seonsaengnim. Hye eun menggeleng tegas.

“jangan pernah coba-coba untuk menukar pasanganmu, Shin Mingi..” kata Han Seonsaengmin tegas. Memberi peringatan. Ternyata Han seonsaengnim masih bisa mendengar suara Mingi meskipun ia mengatakannya dengan suara yang pelan.

“arraso, Han ssaem..” jawab Mingi lemah.

“kau yang sabar ya, hihihihi” Hye Eun mem-pukpuk Mingi yang tidak bersemangat, ia bermaksud memberi Mingi semangat tapi yang ada malah, Hye Eun telah memperburuk mood Mingi.

-(O____O)-

“hai anak kecil!” sapa Chanyeol kepada Mingi. Mingi sedang mengekor Hye Eun yang ingin bertemu Joonmyun.

Mingi memutar bola matanya, harus berapa kali ia harus mengatakan kalau namanya Shin Mingi?

“hai bujang lapuk!” balas Mingi. Chanyeol melotot.

“yak! Aku bukan bujang lapuk, aku brondong tau..” Chanyeol membuang muka, begitu juga Mingi.

“oppa, aku lapar..” rengek Hye Eun pada Joonmyun. Mingi dan Chanyeol yang mendengar rengekan Hye Eun pada Joonmyun itu langsung berpura-pura muntah.

waeyo? Kalau kalian iri, pacaran saja sana!” hardik Hye Eun pada dua manusia di depannya ini. Lalu menarik Joonmyun pergi meninggalkan Mingi dan Chanyeol yang sedang saling pandang dengan pandangan ‘aku? Kau? Pacaran? Iyuuuhhh-___-‘

“aku lapar.. cepat pesankan makan!” perintah seorang sunbae pada hoobaenya itu.

“memang aku siapamu? Pesan saja sendiri!” jawab Mingi sambil berlalu meninggalkan Chanyeol.

“YAK! Aku sunbae-mu!”

arraso..” Mingi memilih mengalah daripada harus terlibat dalam pertengkaran mulut dengan Chanyeol.

______

gomawo, Mingi-ya..” kata Chanyeol senang sambil menatap makanan yang terhidang di depannya. Mingi tertawa lalu duduk di sebelah Chanyeol.

Di depan Mingi dan Chanyeol duduk Joonmyun dan Hye Eun. Meskipun mereka tahu kalau kehadiran mereka berdua berpotensi mengganggu ketenangan dan kemesraan dua insan (?) yang baru saja berpacaran ini, tapi..

Tapi sebenarnya, itulah tujuan mereka duduk di depan Joonmyun dan Hye Eun. Hihihi.

“sepertinya  kau sangat bahagia hari ini, Joonmyun-ya. Tidak seperti hari-harimu yang kau habiskan bersamaku dulu..” kata Chanyeol dramatis. Chanyeol menatap Joonmyun dalam-dalam, membuat Joonmyun bergidik ngeri.

Sementara itu Mingi tidak terlalu memperhatikan apa yang ada di sekitarnya, ia sangat lapar. Apa yang terjadi di sekitarnya ia tak perduli. Ketika tangannya bergerak untuk mengambil sumpit, tanpa ia ketahui tangan Chanyeol juga bergerak menuju sumpit itu.

Mingi sudah menggenggam sumpit itu di tangannya, namun belum sempat tangannya terangkat, tangan Chanyeol sudah menempel di tangannya.

Chanyeol menatap Mingi, begitu pula sebaliknya. Mereka diam untuk waktu yang cukup lama. Merasakan sensasi kulit mereka yang bersentuhan. Dan seolah enggan menarik tangan mereka masing-masing.

“ehemm..” Joonmyun berdeham merusak suasana, membuat Mingi dan Chanyeol terkesiap dan kembali sadar.

Mingi menarik tangannya cepat, Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. Meruntuki apa yang terjadi barusan. Hye Eun tak kuasa menahan tawanya.

Satu lagi insiden memalukan yang terjadi bersama Chanyeol..

\(OvO)/

“anak kecil! Tunggu aku!” Chanyeol mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena ia harus berlari agar bisa menyamakan posisinya dengan Mingi.

Mingi memutar bola matanya. Ia tidak menoleh meskipun ia tahu, Chanyeol memanggilnya.

“aku bosan”

“so?” jawab Mingi, ia sama sekali tidak tertarik dengan topik pembicaraan yang Chanyeol lontarkan padanya. Lagipula ia tidak mau lama-lama berurusan dengan Chanyeol. Second-insiden tadi membuat otaknya sedikit tidak beres. Mingi terus memikirkan Chanyeol.

“temani aku jalan-jalan..” pinta Chanyeol. Mingi membelalakkan matanya.

“tapi…” ingin sekali Mingi menolak permintaan sunbaenya ini, tapi belum sempat Mingi menolak, Chanyeol sudah menarik tangan Mingi untuk segera pergi mengikutinya. Sepertinya Mingi harus menerima segala konsekuensi yang mungkin akan terjadi karena berada dekat dengan Chanyeol dalam radius kurang dari 1 meter. Mungkin akan membuat jantungnya bekerja tak seperti biasanya.

“aku tak mengenal kata penolakan, maka ikuti aku saja, ne?” kata Chanyeol sambil terus berjalan dan menggenggam tangan Mingi erat. Untung saja Chanyeol sedang menatap lurus ke depan, kalau tidak tentu Mingi harus pintar-pintar ber kamuflase agar senyum dan rona merah di pipinya tidak terlihat.

Satu konsekuensi yang sudah Mingi terima di satu menit kebersamaannya bersama Chanyeol adalah, rona merah di pipi juga debaran jantung yang labil itu.

\(OvO)/

Mingi dan Chanyeol berjalan beriringan di taman kota. Chanyeol di sisi kanan, dan Mingi di kiri Chanyeol. Bahkan tanpa mereka sadari, mereka belum melepas tautan tangan mereka. Sepertinya mereka merasa nyaman, berjalan dengan pertautan tangan seperti itu.

“eomma.. hyung dan noona itu serasi sekali. Kalau aku besar nan……”

Mingi dan Chanyeol terkesiap. Mereka kembali ke alam bawah sadar mereka. Sekarang otak mereka yang bekerja, bukan hati mereka lagi.

Pertautan tangan yang tadi terjadi kini terlepas. Mereka memalingkan wajah mereka saling berlawanan. Gugup. Satu kata yang bisa mendiskripsikan perasaan mereka sekarang.

Jarak merekapun menjauh, saat tangan mereka tidak lagi bertautan, mereka melangkah menjauh. Satu langkah ke kanan, satu langkah ke kiri. Membuat anak kecil yang tadi memperhatikan mereka mengeryit.

“eomma, mengapa kakak itu jadi saling menjauh? Bukankah mereka berpacaran?” tanya anak kecil itu polos, eommanya hanya tersenyum. “kau masih terlalu kecil..”

Mendengar penuturan anak kecil itu, Mingi dan Chanyeol saling berpandangan. Berpacaran? Bahkan kata itu sama sekali belum pernah terlintas di otak mereka. Lalu mereka saling tertawa kikuk. Menertawai diri mereka sendiri. entah mengapa.

\(OvO)/

Mingi menghempaskan tubuhnya ke kasur. Hatinya terasa lelah. Berjalan dengan Chanyeol tadi tidak lebih melelahkan daripada mengatur deru nafas, detak jantung dan pipinya agar tidak menampakkan semburat merah di depan Chanyeol. Ia heran, kenapa ia bisa seperti ini? Mungkin sentuhan tangan Chanyeol di kantin tadi di terima oleh tubuh Mingi sebagai ‘nikotin’ yang mulai membuat Mingi kecanduan, buktinya ia bahkan tidak sadar bahwa sepanjang perjalanan dari sekolah sampai suatu saat di mana seorang anak ‘menyadarkan’ mereka atas apa yang sedang mereka lakukan, bergandengan tangan.

short message received~’

Ponselnya berbunyi. Tanda ada pesan singkat yang masuk di ponselnya. Park Chanyeol sunbae, itulah nama yang sedang ingin ia lihat di layar ponselnya, entah mengapa. Ia juga tak tahu, kenapa ia begitu ingin mendapat sebuah pesan dari sunbaenimnya itu.

Diraihnya ponsel yang tergeletak di meja samping ranjangnya. Senyum yang tadi terkembang di bibirnya kini sedikit pudar ketika ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

‘Oh Sehun’

Sudah lama Mingi tidak melihat nama itu di daftar inbox-nya.

–          Aku hanya ingin memastikan kau tak lupa dengan tugas kita. Siapkan PC dan banyak cemilan besok, arra? Kita kerjakan tugas kita di rumahmu..

Mingi menepuk dahinya. Ia bahkan sampai lupa kalau ia masih punya hutang tugas yang harus ia kerjakan dengan Sehun. mulai detik ini ia bertekat, tidak lagi-lagi memikirkan sunbae yang tidak lebih penting dari tugas sekolahnya ini.

“Mingi-ya.. turun dan makanlah…” eomma Mingi berdiri di ambang pintu kamar Mingi, hanya untuk me-notice anaknya itu untuk segera makan.

Mingi mengangguk, “sebentar eomma…” ia akan membalas pesan Sehun dulu sebelum turun ke ruang makan.

“pesan dari siapa? Sehun?” tanya Eomma Mingi setelah melihat Mingi sedang membalas pesan seseorang.

Mingi mengangguk. Eommanya sudah sangat hafal dengan Sehun. bagaimanapun, dulu Sehun adalah namjachingu anaknya. Sudah sepantasnya eomma Mingi hafal dengan Sehun.

“kalian….”

“tidak!” sangkal Mingi cepat, ia sudah bisa menebak apa yang akan eommanya katakan.

Eomma Mingi mengerling nakal, mengira kalau putrinya sedang berbohong, padahal Mingi sedang tidak berbohong. “baiklah, eomma dan appa menunggumu di bawah, arra?”

ne…” jawab Mingi singkat. Ia masih fokus menyentuh layar ponselnya.

\(OoO)/

annyeonghaseyo eomonim…” sapa Sehun saat pintu rumah Mingi dibukakan oleh eomma Mingi.

“Oh Sehun.. aigoo, kau tambah tampan sekarang.. ayo masuk..” pintu rumah Mingi terbuka lebih lebar lagi, Sehun melangkah masuk, tak lupa ia membungkuk kan kepalanya sebentar kepada eomma Mingi.

“kau sudah lama tak berkunjung kemari. Wae?” pertanyaan ini sukses membuat Sehun teringat kebersamaannya dulu bersama Mingi. Meskipun tak bisa dipungkiri bahwa masih tidak bisa melupakan Mingi dari otaknya. Dulu ia sering berkunjung kemari, tapi sekarang tidak.

“eomonim kan tahu, kami sudah berpisah…” kata Sehun lirih.

“Sehun-ah, kau sudah datang?” Mingi turun dari lantai atas sesaat setelah ia mendengar tanda-tanda kalau sehun sudah datang. Sehun sontak menoleh ke arah Mingi.

Sehun menatap takjub ke arah Mingi. Ia teringat akan masa lalunya. Saat Mingi turun dari kamarnya dan hendak menemui Sehun yang sudah menunggunya dibawah karena Sehun ingin mengajaknya pergi, dulu. tapi satu hal yang tidak berubah dari Mingi, ia masih menapakkan pesona yang sama.

“ah, baiklah.. selamat belajar!” eomma Mingi berlalu meninggalkan Mingi dan Sehun yang sedang berada di ruangan khusus untuk belajar di samping ruang tamu yang hanya dibatasi oleh sekat dari kaca transparan.

“baiklah.. kita mulai dari mana?” tanya Mingi pada Sehun.

“….” tidak ada jawaban. Sehun sedang memandangi toples toples berisi cemilan kesukaannya yang selalu Mingi sediakan untuknya dulu saat Sehun masih berpacaran dengan Mingi. Rumah ini membawa banyak kenangan tentang hubungan mereka di masa lalu.

“Sehun-ah…” Mingi mengerakkan tangannya ke atas dan ke bawah, bermaksud menyadarkan lamunan Sehun.

“kau……bahkan masih mengingat cemilan kesukaanku…” kata  Sehun, tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang tadi Mingi tanyakan padanya. Membuat Mingi terdiam.

“ne.. karena aku tak berniat melupakannya..” jawab Mingi tiba-tiba. Sehun menatap Mingi yang sedang menunduk lekat-lekat. suasana diantara mereka menjadi canggung.

“baiklah.. kita mulai tugas kita dari sini saja…” Sehun tidak mau terlarut dalam suasana yang tidak begitu nyaman di antara mereka. Ia mengeluarkan sebuah notes kecil dari tasnya. dan inilah hal yang membuat Mingi begitu menyukai Sehun dulu, Sehun adalah tipe orang yang mempersiapkan apapun dengan rinci, ia akan selalu membawa notes kecil kemanapun ia pergi. Ia akan mencatat hal-hal penting yang ia temui.

_________________

“Mingi-ya…” panggilan eommanya membuat Mingi berhenti menatap layar laptopnya.

“apa?” jawab Mingi setengah berteriak, tapi sukses membuat telinga Sehun tidak nyaman. Sehun menatap tajam ke arah Mingi. Mingi hanya bisa menunjukkan ‘Vsign’nya.

“ada temanmu berkunjung.. silahkan masuk…” Mingi bisa mendengar eommanya sedang mempersilakan masuk tamu itu. Mingi mengintip dari tempatnya ia berada sekarang.

“Shin Mingi-ya…”

Mingi tersenyum kikuk saat ia tahu, Park Chanyeol yang datang ke rumahnya. Ada Sehun di rumahnya, ia takut Chanyeol akan merasa tidak nyaman.

“Sunbaenim…” Mingi menghampiri Chanyeol yang berdiri tak jauh dari sofa ruang tamunya. Lalu ia mempersilahkan Chanyeol untuk duduk.

nuguseyo?” Chanyeol melihat seseorang di ruangan tempat Mingi belajar.

Mingi gugup, ia bingung.

“a… itu…aku sedang….mengerjakan tugasku dengan Oh Sehun..” jawabnya terbata-bata. Sehun mendengus kesal di sana.

“sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat.. kau selesaikan dulu tugasmu bersama dia..” kata Chanyeol bijak. Seperti biasa, ia tersenyum OvO

“arraso..” Mingi kembali ke ‘sisi’ sehun. membuat Sehun tersenyum lega. Kalau boleh jujur, ia cemburu melihat Mingi bersama Chanyeol.

Sehun-Mingi sedang asik berkutat dengan tugas mereka, sesekali Sehun mencomot cemilan yang ada di toples. Sementara Chanyeol, ia sedang melihat-lihat foto yang ada tertempel di dinding juga yang ada di rak untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyesap jus jeruk yang tadi dibawakan oleh eomma Mingi sesaat setelah kedatangannya.

Chanyeol mengeryitkan dahinya ketika dilihatnya foto Sehun dan Mingi berdua, tampak sangat dekat. Membuat hatinya terasa berbeda, ada perasaan takut yang mendera. Takut kalau Mingi sudah dimiliki Sehun, dan ia tidak bisa bersama Mingi lagi. Sepertinya Chanyeol cemburu.

Ia cepat-cepat menampik pikirannya tadi. Bagaimanapun ia baru tempo hari mengenal Mingi.

“kalian berdua berpacaran?” tanya Chanyeol. ia menujukkan foto Mingi dan Sehun. ia berharap itu semua tidak benar.

Mingi menoleh, dan tergugup. Ia takut Chanyeol marah.

“iya.. kami berdua berpacaran” jawab Sehun mantap. Membuat Mingi terlonjak, bagaimana bisa Sehun masih menganggapnya sebagai pacar.

“tidak! Dulu kami berpacaran, tapi sekarang tidak lagi” sangkal Mingi. Chanyeol mengangguk mengerti, ia membentuk bibirnya ‘o’. Mingi menunduk, ia berharap Chanyeol akan menunjukkan ekspresi yang berbeda dari apa yang Chanyeol tunjukan sekarang. Ia hanya bisa berharap.

Chanyeol merasa lega, kesempatan untuk memiliki Mingi masih terbuka. Tapi mengingat dan melihat seringnya Mingi dan Sehun mengerjakan tugas bersama bukan tidak mungkin Mingi dan Sehun masih memiliki perasaan untuk satu sama lain. Mungkin ini akan menghambat langkah Chanyeol untuk mendapatkan Mingi.

Chanyeol tersadar lagi, tidak sepantasnya ia begini. Ia baru beberapa hari yang lalu dekat dengan Mingi, mungkin perasaan yang ia rasakan sekarang bukan rasa cinta.

Atau.. memang rasa cinta? Siapa yang tahu?

\(OvO)/

Sedikit lagi, tugas yang di kerjakan Mingi dan Sehun selesai. Hanya perlu bagian penutup dan sedikit koreksi, mungkin ada tulisan yang salah atau kurang rapi. Sehun memperlambat kerjanya, berniat mengulur waktu agar Mingi ada di sisinya lebih lama, dan tidak segera menemui lelaki itu, Park Chanyeol.

Tapi Mingi bukanlah gadis yang bekerja lambat, ia cekatan dalam melakukan segala hal. Bagaimanapun usaha yang dilakukan Sehun agar tugas mereka tidak cepat selesai, itu hanya sia sia karena nyatanya sekarang tugas mereka sudah selesai.

“selesai juga…” Mingi merenggangkan lengannya.

“kau senang? Kau senang sudah terbebas dari tugas yang mengikat aku dengan kau?” Sehun mendelik, membuat Mingi menatap takjub ke arah Sehun.

“apa yang kau katakan, Sehun-ah? Aku hanya senang kalau tugas ini selesai.” Jawab Mingi apa adanya.

“kenapa kau masih menyimpan foto kita berdua?” Sehun mengalihkan pembicaraannya.

“aku….”

“sudahlah, kau tak mungkin menjawabnya. Tugas kita selesai, aku pulang. Nikmati waktumu dengan Chanyeol sunbae” Sehun samasekali tak melirik Mingi yang sedang kebingungan dengan sikapnya. Ia melenggos pergi. Ada apa dengannya? Tanya Mingi dalam hati. Ia jadi merasa bersalah terhadap Sehun.

_____________

“sunbae ada apa kemari? Maaf telah membuatmu menunggu lama..” Mingi menghampiri Chanyeol yang sedang duduk termangu di ruang tamunya.

“ah.. tidak juga. Untuk apa aku kemari ya?” Chanyeol menggaruk bagian belakang kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal itu.

“hihihi…”

Chanyeol terkesiap melihat tawa Mingi. Entah mengapa membuat matanya tak mau lepas memandangnya lekat.

sunbae.. kau masih di sini?” Mingi menyadarkan Chanyeol yang sedang asik memandangi Mingi tanpa berkedip. Seperti raga tanpa jiwa.

“ahh…ne…” Chanyeol semakin kikuk. (lagi-lagi) Ia tertangkap basah sedang memperhatikan Mingi.

Sunbaenim, gwenchanna?” Chanyeol terlihat tidak seperti biasanya di maata Mingi. Tidak ada senyuman yang bisa membuatnya ikut tersenyum, tapi ekspresi yang bisa membuatnya gugup.

“ne..”

“Mingi-ya.. sepertinya aku…”

“ne?”

“sepertinya aku menyukaimu..”

DEG! Mingi menjerit senang dalam hati, tapi mungkin saja Chanyeol hanya bercanda dan berniat mempermainkannya.

“Chanyeol sunbae, bercandamu tidak lucu..” Mingi mengerucutkan bibirnya. Chanyeol tertawa sebentar lalu menghela nafasnya.

“tidak lucu.. karena aku sedang tidak bercanda, Mingi-ah..” jawab Chanyeol mantap, ia menatap kedua manik mata Mingi lekat-lekat. mempersilahkan Mingi untuk menemukan tanda-tanda kebohongan dari manik matanya. Tapi Mingi sama sekali tak menemukan tanda itu, ia malah melihat sorot mata ketulusan di bola mata Chanyeol.

“Sunbae…” panggil Mingi ragu-ragu, sama dengan hatinya yang juga ragu-ragu.

“panggil aku oppa.. aku ingin mendengarnya..”

“Park Chanyeol sunbae…”

“Mingi-ya..” chanyeol semacam sedang memohon pada Mingi untuk memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’ bukan sunbae lagi.

“sunbae.. teralu cepat.. kau sunbae-ku, aku tidak bisa memanggilmu oppa..” dalam kamusnya, oppa hanya akan ia ucapkan pada 1; kakak laki-lakinya 2; kekasihnya 3; idolanya. Dan Chanyeol bukan termasuk dalam daftar tersebut, Chanyeol sekarang hanyalah sunbaenya tidak lebih.

“aku tahu apa yang ada di fikiranmu saat ini, hari ini aku masih sunbaemu.. aku akan menunggumu sampai kau memanggilku oppa, dan ku harap aku tidak mendapat penolakan..” Chanyeol mengusap puncak kepala Mingi yang sedang menunduk. Ia paham, Mingi hanya akan memanggil seseorang dengan panggilan oppa jika orang itu kakaknya, kekasihnya ataupun idolanya.

“aku pulang dulu.. maaf mengganggu waktumu..” Chanyeol beranjak pergi, Mingi hanya bisa diam saja. Di hatinya sedang terjadi pergolakan.

/(O~O)\

Saat ini di kelas hanya ada Hye Eun, Mingi dan Sehun. Mingi sedang tidak ingin keluar kelas dan bertemu dengan Chanyeol setelah apa yang Chanyeol katakan padanya kemarin sore di rumahnya, Hye Eun terpaksa menemani Mingi di sini dan merelakan waktu istirahat yang seharusnya ia habiskan dengan Joonmyun. Sehun? namja itu memang jarang keluar kelas.

Sehun berjalan mendekati Mingi dan Hye Eun yang sedang berbicara entah apa.

“Hye-ah.. bisa kau tinggalkan kami berdua?” sela Sehun di antara perbincangan mereka. Hye Eun menoleh dan mengangguk patuh. Sekarang Hye Eun bisa menemui joonmyun di kantin.

“Mingi-ya..” panggil Sehun setelah memastikan Hye Eun sidah berada jauh di luar sana.

“ne, Sehun-ah. Malhaebwa..” ia hafal benar, gelagat Sehun seperti ini, pasti ada yang ingin ia bicarakan dengannya.

“Mingi-ya aku ingin kau dan aku kembali berpacaran seperti dulu..” kata Sehun to the point. Membuat jantung Mingi nyaris lompat dari tempatnya. Tapi untung tulang rusuknya masih kuat.

“Sehun-ah.. ireona!” Mingi berharap kata-kata Sehun tadi hanyalah bualan semata. Ia sedang bingung tentang perasaannya terhadap Chanyeol, sekarang Sehun tiba-tiba datang dan memintanya untuk kembali berpacaran. Tidakkah itu cukup untuk membuat Mingi gila?

“Mingi-ya, aku serius!”

“tapi Sehun-ah….”

“kenapa? Sunbae itu mendahuluiku?”

“aniya..”

“tapi kau menyukainya?” Sehun membuat Mingi pusing. Mingi memijat dahinya. Kenapa semua menjadi rumit?

“kau masa laluku. Bukan karena Chanyeol sunbae, atau apapun, tapi aku tidak bisa. Aku tak lagi meyukaimu. Mianhae..”

“….” tidak ada jawaban. Sehun menjambak rambutnya sendiri frustasi.

mianhae..” Mingi hanya bisa meminta maaf, karena itulah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.

arraseo.. aku tahu. Tersenyumlah, jangan merasa bersalah seperti itu.”

“Sehun-ah…” panggil Mingi, hanya ingin menunjukkan senyumnya pada Sehun. Sehun tampak merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk setengah hati. Setengah hati yang lain ada pada Mingi. Couple necklace ini mereka beli saat mereka s=masih berpacaran dulu, dan sampai sekarang mereka masih menyimpannya.

“igo..” Sehun menyerahkan benda itu pada Mingi, Mingi mengeryit, meminta penjelasan.

“hatiku dan hatimu tidak mungkin bersatu lagi. Kalung itu bukan lagi tanda hati masing-masing dari kita. Ja, aku belum sempat mengatakan ini dulu. gomawo Mingi-ya..”

Dipandanginya liontin yang sedang berada di telapak tangannya itu. Sehun beranjak pergi.

gomawo Sehunnie… aku juga belum sempat mengatakan ini padamu saat kita berpisah dulu..” Mingi berkata lirih, sehun mungkin tak bisa mendengarnya karena ia sudah melangkah keluar kelas sekarang.

\(OvO)/

Masalah Mingi dengan Chanyeol, juga dengan Sehun membuat Mingi stres berat. Sepulang sekolah ia tidak langsung pulang kerumah tapi lebih memilih untuk mengunjungi taman kota sebentar. Ia berharap semoga ada hal yang mampu menghibur hati dan pikirannya sekarang.

“anak kecil, kenapa bersedih di sini?”

Chanyeol melihat Mingi sedang duduk di taman sendirian, ia pikir Mingi pasti sedang tertekan karena pernyataannya saat ia berkunjung ke rumah Mingi. Ia menghampiri Mingi.

“Op..ah Sunbae..” nyaris saja Mingi memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa, untung saja hatinya masih mau bersinkronisasi dengan baik dengan otaknya.

Chanyeol tersenyum senang, meskipun hanya hampir memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’, tapi itu tetap saja pertanda yang baik kan?

“kau sedang memikirkanku, hm?” tanya Chanyeol dengan nada meledek. Ia duduk di samping Mingi tiba-tiba.

aa..aniya sunbae…”

“kau gugup.”

“tidak!”

“tapi pipimu memerah..” goda Chanyeol, dan sontak Mingi menutupi kedua pipinya dengan tangan.

sunbae..

“kapan kau memanggilku oppa, anak kecil?”

“kapan kau akan memanggilku Shin Mingi, Park Chanyeol Sunbae?” Mingi melempar pertanyaan itu kembali. Chanyeol tersenyum penuh arti.

“saat kau mau memanggilku oppa!”

nde?

“Kau juga menyukaiku kan?”

“a…tidak!”

gotjimal…aaa~” Chanyeol semakin menggoda Mingi dan membuatnya terpojok.

Sunbaenim jangan menggodaku seperti itu..” Mingi mulai kesal, ia membuang pandangnya ke arah lain, selain muka Chanyeol. Ia sedang tak ingin melihat ‘happy virus’ face milik Chanyeol. Tapi kalau nuest face, mungkin Mingi mau *skip._.

arraseo.. sekarang terserah kau..” Chanyeol memasrahkan semuanya pada Mingi. kalau Mingi masih saja memanggilnya sunbae, itu pertanda Chanyeol menerima penolakan dari Mingi.

“oppa…”

Chanyeol seolah mendapatkan setetes air di gurun yang gersang.

“nde? Aku tidak dengar anak kecil…” ia bermaksud menggoda Mingi lagi.

“sunbae!!!” Mingi berteriak tepat di samping telinga kanan Chanyeol, membuat Chanyeol begidik ngeri. Ish, Chanyeol berniat ingin menggoda Mingi atau bagaimana? Mingi sudah habis kesabaran.

“ish, kau berniat membuatku tuli hah?” hardik Chanyeol, ia mengelus-elus telinga kanannya.

“tidak! Aku hanya berniat membuatmu tahu kalau aku ingin memanggilmu oppa!” semua yang ada di hati Mingi kini sudah terlepas. Apa yang ingin ia katakan, apa yang ia inginkan sudah tidak lagi mengganjal di hatinya.

CUP!

Sebuah kecupan berhasil mendarat di bibir kecil Mingi. Membuat Mingi terlonjak dan seluruh sistem syaraf tubunya bekerja abnormal. Chanyeol menciumnya, meskipun hanya sekilas.

“kau sekarang milikku anak kecil!”

“yak! Jangan panggil aku anak kecil, oppa!”

Chanyeol merengkuh Mingi kedalam pelukannya. Sebagai tanda bahwa Mingi miliknya sekarang, dan semoga selamanya.

Meskipun baru beberapa hari mengenal Mingi, tapi ia sudah bisa merasakan benih-benih cinta yang tumbuh di hatinya juga di otaknya. Cinta dalam seminggu pertama? Kenapa tidak? Bahkan ada cinta pada pandangan pertama. Dan itulah yang membuat Chanyeol yakin, perasaan yang mengganggu hidupnya belakangan ini adalah perasaan cinta.

“Saranghae, Mingi-ya…” bisik Chanyeol pada telinga Mingi.

“Nado saranghae, sunbae…” balas Mingi. Chanyeol melepaskan pelukannya, menatap Mingi meminta penjelasan. ‘kenapa kau masih memanggilku sunbae?’

Mingi terkekeh, tak berniat menjawab apapun. Ia sudah puas melihat Chanyeol cemberut karena ia memanggil Chanyeol dengan sebutan sunbae.

\(OvO)/ END \(OvO)/

Annyeonghaseyo! Ketemu lagi sama saya.. u,u ada yang kangen? *member EXO pada tunjuk jari* #ditabokEXOfans

Saya kembali dengan FF oneshoot request-an dari Wilda eonni, yang kalau dia nggak request mungkin saya gak akan buat FF untuk waktu yang lama. Hehe, eonni maaf ya FF nya jelek gajelas dan err gak greget T,T mianhae, jeongmal mianhae.. buat readers juga.

But tbh, im still hoping for your RCL..

43 thoughts on “[Oneshoot] Little Girl

  1. Ya ampunn anak kecil bisa memenangkan hatinya…. Hatinya…#mati suri plus kejang2
    Tp Gpp deh untung dia itu bukan pacarku#aku hanya punya satu hehe dlm mimpi#plak ngawur.
    Ceritanya bagus utk sebuah oneshot typo pun da g da lg.
    Keep on writing y

  2. Kyaaaa crtanya daebak bgt huaaa kyaaaa kyaaaaa *stress* *abaikan*
    Kasihan sehun ditolak permintaannya untuk kmbali pada mingi *puk puk yg sabar*
    Ihii senang baca pas bagian yeolli nyium bibir mingi kyaaa *plak* *yadong kumat*
    nice ff thor d tunggu karya yg lainnya :D

  3. ceritanya seru chingu di tunggu cerita lainnya.. Tp sehun nya kasian bgt.. Kalo aku jd mingi juga pasti bingung milih siapa.. Rasanya enk gt di rebutin ama org cakep hehehe :p

  4. uwaa~ daebakk ff nya.
    Aigoo, aku kira mingi bakal nolak chanyeol dan sehun…
    :D
    kyaa~ sehun-ah, ksihan skali drimu, uljimmanayo…
    Hahaha….
    Keep writing chingu

  5. ffnya daebakk… Tp please klo bisa ada sequel thor#Aegyo ala sehun(abaikan)…pkoknya daebakk for the ff Saranghaeyo thor!

  6. Aigo!sesuai banget ama park chanyeol image + lawan pemainny OC jd g terlalu potek~
    Keep writing!!let’s building your imagine in your FF ;)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s