Chocolate Love [CHAPTER 4]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona
-Super Junior’s Lee Donghae
-SHINee’s Onew / Lee Jinki
-SNSD’s Kwon Yuri
-SNSD’s Kim Hyoyeon
-Im Yoonhee (OC)
-Beast’s Lee Gikwang

Disclaimer: Semua cast dalam cerita ini (kec.OC) bukan punya author tapi cerita asli milik author. (eh ga, Onew milikku!!! #plakkk!! *ditampar Shawol*

Author’s Note: Yeay i’m back for a while!!!! #plakk
Yang jelas sih di chapter ini cerita Yuri-Donghae bakal terbongkar. Terus ada cerita Yoona-Donghae udah pasti, dan sedikit cerita Onew juga. yang ga jelasnya banyak hehe #plakk :D
Semoga aja ga mengecewakan ya, karena bikinnya di sela-sela kesibukan sekolah^.^v

Note for plagiator:
NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!

ya udah deh, happy reading chingudeul!!!!

*******************************
Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

#CHAPTER 4#

Lee Gikwang berlari dari depan dapur dengan panik. Ia baru saja melihat kejadian mengagetkan di dapur.
Ia bersandar di dinding lalu mengatur napasnya. “huh, apa itu tadi?? aku tidak salah lihat kan? Yoona dan si bos….aduh itu tidak mungkin kan??” kata Gikwang dalam hati, ia masih mengatur napasnya yang terengah-engah karena habis berlari. Dan ia melihat Yuri, sedang berjalan menuju dapur.
“omo! itu chef Yuri, waduh kacau kalau sampai ia masuk ke dapur!” gumam Gikwang, ia pun berlari dan menghalangi jalan Yuri.

“andwae, andwae, chef. jangan masuk ke dapur” kata Gikwang sambil merentangkan tangannya. Yuri menatapnya dengan tatapan bingung. “memangnya ada apa di dapur?” tanya Yuri, Gikwang menggeleng. “ti..tidak ada apa-apa, pokoknya jangan masuk!!” katanya. “yah, aku tanya ada apa ? cepat jawab!” kata Yuri mulai kesal. “pokoknya jangan masuk ke dapur ok??” Gikwang mulai sedikit memohon. Yuri malah jadi semakin penasaran, sebenarnya ada apa di dapur?
“awas!” kata Yuri sambil berusaha melewati Gikwang yang menghalangi jalannya. “sssssaranghamnida!” seru Gikwang tiba-tiba. Yuri langsung terdiam dan menatapnya “mwo?” tanyanya kaget. “aku bilang, saranghamnida” ulang Gikwang sambil menunduk. “kau bercanda kan? kau tidak serius kan??” tanya Yuri., “aku serius, sumpah deh!” kata Gikwang kali ini sambil tersenyum. Yuri hanya tertawa kecil lalu berkata “yah ije geuman (hentikan sekarang), katakan saja yang sebenarnya, ada apa di dapur?”
Gikwang terlihat gelisah campur gugup “aduh harus mengarang alasan apalagi??” pikir Gikwang, ia mengaduk-aduk otaknya(?) untuk mencari alasan yang bisa meyakinkan Yuri, tapi entah kenapa otaknya benar-benar buntu #plak
“eh di dapur….di dapur….ada…ada Minji dan Haerim” kata Gikwang, akhirnya memutuskan untuk membawa nama teman-temannya. “ehm ada Minji, dan Haerim. Terus, kalau mereka ada di dapur kenapa aku tidak boleh masuk? memangnya mereka sedang apa??” tanya Yuri semakin bingung, ia yakin ada hal lain yang sedang di tutup-tutupi oleh Gikwang. “ehm mereka sedang….nge-gosip seperti biasa…eh tapi mereka menggosipi chef, sumpah deh. Daripada chef sedih mendengarnya lebih baik tidak usah masuk ke dapur, begitu maksudku, hehe” kata Gikwang panjang lebar volume luas alas kali tinggi *rumus Matematika kali*
*maklum nulisnya di sela2 ngapalin rumus^^* #plakk
Yuri mengangguk mengerti “oh jadi begitu, kalau begitu baiklah, aku tidak akan masuk ke dapur. Bilang pada mereka jangan nge-gosip lagi” kata Yuri, lalu pergi meninggalkan Gikwang. “oh my god!!!! untung saja” gumam Gikwang lalu menghela napas lega..
*******************************************

Siangnya….

Yoona memegangi sendok sambil bengong. Ia masih kebingungan dengan kejadian tadi pagi. “Kenapa si babo itu tiba-tiba menciumku seperti itu?? Dia sinting ya?? ada apa sih di otaknya??” kata Yoona dalam hati. Lalu tiba-tiba pipinya memerah. “apa dia menyukaiku?? omona!! Im Yoona pikiran macam apa itu!!! ih ih menjijikkan buang semua pikiran itu Yoona!!!” kata Yoona dalam hati, sambil mengacak-acak rambutnya. “yah Im Yoona! kamu kenapa??” tanya Hyoyeon sambil menyikut Yoona yang duduk di sebelahnya.
Yoona tersadar dari lamunannya, ia nyengir salah tingkah lalu menggelengkan kepalanya. “aniya, aku tidak apa-apa” katanya. “kalau begitu cepat makan, jam istirahatnya tinggal 15 menit” kata Hyoyeon sambil menunjuk jam tangannya. “omo!” pekik Yoona kaget, ia cepat-cepat menghabiskan makanannya, lalu meninggalkan Hyoyeon.
Ia buru-buru pergi ke dapur.
Hari ini, ia sudah berjanji pada semua cook lain (terutama pada Minji), kalau ia akan membersihkan dapur sebelum istirahat selesai.

“ayolah Yoona, sabar tinggal 2 bulan lagi” kata Yoona sambil mengepel dapur. Saat sedang mengepel, ia melihat Donghae berlalu melewati dapur. “eh? dia cuma lewat begitu saja?” pikir Yoona. entahlah, mungkin ia berharap, setidaknya Donghae menyapanya. “huh cuek sekali! terus yang tadi pagi itu maksudnya apa!!! dasar nappeun! dia pikir aku ini perempuan macam apa?!! uh menyebalkan!!!” seru Yoona kesal dalam hati. Ia hampir mematahkan gagang alat pelnya kalau Gikwang tidak tiba-tiba datang. “oh Gikwang-sshi, kenapa menatapku seperti itu??” tanya Yoona, saat melihat tatapan Gikwang yang aneh. “yah Im Yoona, aku tahu semuanya” kata Gikwang sok serius. “tahu apa?” kata Yoona, pura-pura bodoh atau memang bodoh. “ya ampun jangan pura-pura bodoh deh, aku tahu. Kejadian pagi ini di dapur!” kata Gikwang, yang berhasil menciptakan rona merah di pipi Yoona. “oh…oh kejadian itu ya, itu…itu…”
“yah Lee Gikwang! kesini kamu!” seru Donghae tiba-tiba dari depan pintu dapur. Karena Gikwang tidak menanggapi, Donghae menghampirinya lalu merangkulnya, tapi terkesan mengancam. “kalau kau memberitahu orang-orang apa yang kau lihat pagi ini, kubunuh kamu! arasseo??” kata Donghae dengan nada mengancam kelas kakap (?). “ne..ne…a..arasseo” kata Gikwang takut. “good” ujar Donghae sambil melepaskan rangkulannya. Gikwang memandang Yoona dan Donghae bergantian lalu berlari kabur dari dapur.

Sekarang tinggal mereka berdua. Yoona menatap Donghae dengan tatapan kesal, lalu melanjutkan mengepel sambil manyun. “yah Im Yoona!” panggil Donghae. “mwo!” sahut Yoona galak. Donghae bingung mau bilang apa, jadi ia diam saja. “yah, kenapa tadi pagi kau seenaknya saja melakukan itu! kau pikir aku ini apaan???!!! dasar NAPPEUN!!” seru Yoona, lalu menendang kaki Donghae kuat-kuat. Yoona-ya, mianhae” kata Donghae, sambil menahan rasa sakit di kakinya. “tadi kau panggil aku apa?? terus kau bilang apa tadi?” tanya Yoona, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Donghae memegang kedua bahu Yoona sambil menatapnya lalu mengulangi kata-katanya. “Yoona-ya, mianhae”

Yoona hanya diam, lalu menundukan kepalanya. Takut pipinya memerah. “eoh, tapi kamu belum memberitahuku apa alasannya kan?” kata Yoona pelan. “wah aku sendiri bingung kenapa aku melakukannya” pikir Donghae. “aku…aku juga tidak tahu, ehm mungkin karena aku teringat seseorang dari masa lalu” kata Donghae, ia teringat Yuri yang dulunya begitu manis dan sekarang jadi begitu serius. “seseorang dari masa lalu?? nuguya??” tanya Yoona, sekarang ia sudah berani mengangkat kepalanya. “ehm pokoknya ada seseorang, dulu dia sangat mirip denganmu tapi sekarang dia berubah total” ujar Donghae.
“aku yakin pasti mantan yeojachingu-nya, tapi siapa?” pikir Yoona, ia mulai takut sekarang. Takut pada apa? pada perasaannya sendiri. Sejak tadi jantungnya berdetak sepuluh kali lebih cepat. “oh aku harus pergi, jangan lupa bersihkan dapur sebelum pulang” kata Donghae sambil tersenyum, lalu pergi dari dapur.
Yoona cuma bisa bengong. “ya ampun apa-apaan ini Yoona? perasaan apa ini Yoona?? kenapa kamu sesenang ini melihatnya tersenyum?? kenapa kamu kesal juga saat mendengar tentang orang masa lalu Donghae itu?? aduh!!” kata Yoona, bertanya pada dirinya sendiri dalam hati. Ia menghela napas lalu memukul-mukul kepalanya sendiri.
“mungkin ini gila, tapi sepertinya aku menyukai si babo itu”

*********************************

Yuri melamun. Tidak biasanya ia melamun. Ia sedang berusaha mengingat sesuatu. “astaga, itu dia. Minji-ya, tolong urus ini sebentar aku mau pergi sebentar” kata Yuri tiba-tiba, lalu cepat-cepat berlari keluar dari dapur. Kelihatannya terburu-buru.
Meskipun masih agak bingung, Minji tetap meneruskan saus cokelat milik Yuri seperti yang diperintahkan padanya. “pasti menemui si bos” kata Haerim pada Minji, “kelihatannya sih begitu” sambung Gikwang. “mau melakukan apa ya?” kata Minji heran.
Yoona yang sedang mencuci piring hanya mencibir “huh trio bebek sudah mulai bicara, pasti sekarang mereka mau bergosip ria” pikir Yoona, tiba-tiba ia teringat kata-kata Donghae soal orang dari masa lalu. Ia jadi curiga kalau orang itu Yuri.
Yoona cepat-cepat membuang pikiran-pikiran itu dan kembali sibuk mencuci piring…

~~=*=~~

Yuri masuk ke ruangan Donghae begitu saja tanpa mengetuk dulu saking paniknya. Donghae yang baru saja selesai membaca ‘sesuatu’ langsung meletakan kertas yang dibacanya itu di meja. “ada apa? kenapa kau masuk begitu saja?” tanya Donghae antara heran dan kaget. “mianhae Donghae-sshi, eh kau masih ingat kan map yang waktu itu, di situ ada surat, boleh ku ambil suratnya?” kata Yuri, Donghae mengambil kertas yang diletakannya tadi “yang ini maksudmu? ambil saja” kata Donghae, lalu menyerahkan surat pribadi itu pada Yuri. “ia sudah membacanya, tapi tidak ada reaksi sedikitpun. Ia tidak berubah sedikitpun, masih sama seperti dulu. masih tidak tahu apa itu cinta” batin Yuri.

“Donghae-sshi, ternyata kau belum berubah juga” kata Yuri. “apa maksudmu??” tanya Donghae tidak mengerti. “kau masih sama seperti dulu. Neon sarangeul molla (kau tidak tahu apa itu cinta)” ujar Yuri. Donghae hanya tertawa meremehkan. “hanya itu yang bisa kau katakan dari dulu? neon sarangeul molla, cuma itu? itu juga kata-kata yang kau katakan waktu kita putus, apa kau tidak punya kata-kata lain selain itu?” kata Donghae, ia tidak suka diingatkan pada masa lalu, dan sekarang Yuri melakukannya. “memang hanya itu kata-kata yang aku punya untukmu. Karena seperti itulah kamu! tidak punya perasaan” kata Yuri, lalu meninggalkan ruangan Donghae, tak lupa membanting pintu ruangan itu juga. “aish, kenapa perempuan begitu suka memarahiku? hari ini maknae babo itu mengataiku nappeun, Yuri mengataiku tidak punya perasaan, setelah ini siapa yang akan memakiku? Apa iya aku sejahat itu?” kata Donghae kesal.

Lalu ia teringat masa lalunya bersama Yuri, gadis itu dulunya ceria dan manis, tapi karena sikapnya yang keterlaluan, seperti inilah jadinya Kwon Yuri yang sekarang. Serius, kadang galak, pokoknya berbalik dari yang dulu.

“huh aku memang jahat ternyata” gumam Donghae.
Tiba-tiba ponselnya berdering. “eomma? tidak biasanya” pikirnya sambil mengangkat telepon. Terdengar eomma-nya ‘mengamuk’ di seberang sana. Donghae hanya menghela napas.
Satu lagi perempuan di Korea memaki dirinya hari ini.

*********************************

Malamnya…

Yoona baru saja keluar dari Green Lotus.
Ia melihat jam tangannya dan cukup terkejut “omo jam sepuluh malam, biasanya jam sembilan aku sudah selesai. Aduh, kalau begini bisa ketemu orang gila lagi” kata Yoona.
Ia menghela napas, lalu melanjutkan berjalan, sambil melamun.

“yah Im Yoona!”

“Omo omo appa! siapa yang…” Yoona memekik kaget lalu celingak-celinguk, ternyata Donghae sudah berada di sebelahnya, ia mengikuti Yoona sejak tadi. “ih apa sih yang kau lakukan???” kata Yoona. “apa yang kulakukan?? aku sedang berjalan, aku memarkir mobilku di sana” kata Donghae beralasan. “oh, kenapa kau memarkir mobilmu jauh sekali?? dasar babo tidak punya otak seperti kutu!!” kata Yoona, lalu menjulurkan lidahnya. “yah memangnya kata siapa kutu tidak punya otak?” tanya Donghae, benar-benar pertanyaan yang tidak penting. “kutu memang tidak punya otak” kata Yoona, “punya kok” balas Donghae ngotot. “ih tidak punya” balas Yoona lagi. “punya!” “tidak punya!” “punya!” “tidak punya!!!! aduh Lee Donghae, kamu pernah belajar biologi kan??!” kata Yoona mulai kesal. Donghae hanya cemberut. Semasa sekolah, pelajaran biologi adalah pelajaran yang paling dibencinya, ia selalu tidur setiap pelajaran itu. Mana ia tahu kalau gurunya pernah bicara tentang kutu? “seingatku tidak ada tentang kutu di biologi” kata Donghae. “uh pokoknya KUTU TIDAK PUNYA OTAK!!!” seru Yoona kesal. “memangnya kau sudah pernah membelah kepala kutu??” tanya Donghae. Yoona tidak merespon. Donghae pun berhenti bicara tentang kutu dan beralih ke topik lain. “Yoona-ya, aku ingin bertanya sesuatu” kata Donghae lagi. “tanya apa?? soal kutu lagi??” tanya Yoona, lalu manyun. “bukan soal kutu, aku mau tanya, aku ini orang yang seperti apa sih?”
“wah itu sih pertanyaan mudah!! kau itu menyebalkan, jelek, nappeun, babo, tidak punya sopan santun, dan…mmmp”
Donghae segera membekap mulut Yoona, supaya gadis itu berhenti menghinanya. “yah, apa tidak ada sisi baiknya sedikit pun??” tanyanya. Yoona mengangguk, dan Donghae pun melepaskan bekapannya. “kadang-kadang kau baik, ehm manis juga sih. Tapi cuma kadang-kadang, kau lebih sering menyebalkan” kata Yoona, lalu tersenyum.

“aish aku benar-benar tidak mengerti, setiap bersama gadis ini, ada perasaan-perasaan aneh yang muncul, perasaan apa ini ya??” Donghae bertanya-tanya dalam hati.
Saking tidak pernah sekalipun benar-benar jatuh cinta pada seseorang, ia tidak tahu perasaan-perasaan aneh itu bernama jatuh cinta. Dasar bodoh.
Tapi mungkin kah ia jatuh cinta pada Im Yoona, yang belum lama ia kenal? Mungkin saja. berapa lama waktu kita bersama seseorang bukanlah sebuah patokan untuk mengukur cinta kita pada orang itu.

Sesampainya mereka di halte bus, sebuah bus juga baru saja datang. Yoona melambaikan tangannya dan tersenyum “annyeong!” katanya, lalu cepat-cepat naik ke bus itu.
Donghae bahkan tidak sempat bilang “annyeong” atau “jalgayo”, bus itu sudah pergi.
“huh. oh ya masih ada yang membuatku penasaran” gumam Donghae, ia cepat-cepat mengambil ponselnya dan mencari tentang kutu di Internet.
Dan jawaban yang ia dapatkan, kutu tidak punya otak. “ternyata si maknae babo itu pintar juga” gumam Donghae lagi, kalau ia tidak tidur di kelas biologi, ia tidak perlu berdebat tidak penting tentang kutu bersama Yoona. Dasar bodoh.

*********************************

[singkat cerita] Sebulan kemudian….

Sebelum berangkat kerja, Yoona menyilang tanggal di kalendernya dengan spidol merah. Tidak terasa ia sudah bekerja di Green Lotus selama sebulan dua minggu, itu artinya ia tinggal menunggu sekitar sebulan lagi untuk bebas dari jabatan pesuruh. “ah Im Yoona, Hwaiting!!! sebulan tidak akan lama” seru Yoona menyemangati dirinya sendiri, lalu berangkat.

Sesampainya di luar gedung apartemen, hujan deras turun begitu saja. Seolah-olah memang ingin Yoona dicincang semua cook karena terlambat. “huft hujan, aku tidak punya payung gara-gara Yoonhee, mau telepon taksi aku tidak punya uang, ih sialan!” Yoona mengomel dalam hati.
Akhirnya, ia memilih nekat hujan-hujanan daripada terlambat.
Saat sedang berjalan cepat menembus hujan, tiba-tiba ada yang memanggilnya. “Yoona-sshi”
Yoona menoleh ke sumber suara, ternyata Yuri. Perempuan itu berjalan menghampirinya sambil memakai payung. Yuri langsung membagi payungnya dengan Yoona, meskipun percuma saja. “kenapa kau hujan-hujanan?” tanya Yuri. “aku…aku takut telat, daripada telat aku nekat hujan-hujanan” jawab Yoona polos. “apa kau tahu seseorang akan mengkhawatirkanmu” kata Yuri, lalu menutup mulutnya sendiri “kenapa aku berkata seperti itu? ah Kwon Yuri neon baboya” batin Yuri.
“siapa yang khawatir padaku?” tanya Yoona bingung. “sudahlah lupakan saja, ayo berangkat bersamaku saja” kata Yuri lalu menggandeng tangan Yoona.

°~***~°

Sementara itu…

Trio bebek, alias Minji, Haerim, dan Gikwang, sedang bingung tingkat akut, melihat kelakuan Donghae yang aneh, seperti khawatir menunggu sesuatu atau seseorang. Mereka bertiga hanya diam berdiri mematung sambil melihat Donghae yang mondar-mandir di dapur seperti setrikaan.
“sa…sajangnim, sebenarnya sedang menunggu siapa sih??” tanya Haerim, akhirnya berani buka mulut. Minji hanya menyikutnya sambil melotot. Sementara Gikwang benar-benar hanya diam, ia masih ingat ancaman yang pernah Donghae berikan padanya.
“yah biasanya jam berapa Im Yoona datang?” tanya Donghae pada trio bebek. “Im Yoona, ehm biasanya jam 06:45 dia sudah datang, entah kenapa hari ini terlambat, mungkin terjebak hujan” jawab Minji.

“terjebak hujan?? ya ampun Lee Donghae, kenapa tidak terpikir olehmu untuk menjemputnya?” batin Donghae masih sambil mondar-mandir. Akhir-akhir ini ia semakin peduli pada Yoona, dan ia masih belum sadar juga kalau perasaannya yang aneh itu artinya ia jatuh cinta pada Im Yoona. Entah karena ia terlalu bodoh atau apa.

Beberapa menit kemudian, Yuri dan Yoona datang.
Donghae langsung menghampiri Yoona, yang sedang bersin-bersin sambil menggigil. “yah kemana saja kamu?” tanya Donghae, “aku terjebak hujan, mengerti sedikit kenapa sih? aku cuma telat sedikit lagipula karena cuaca, bukan karena kebodohanku kan” kata Yoona lalu bersin-bersin lagi. “kamu tahu, aku itu sangat…” Donghae menggantungkan kata-katanya. “sangat apa?” tanya Yoona penasaran. “aku sangat butuh kamu untuk membersihkan ruanganku, makanya aku mencarimu” kata Donghae, berhasil membuat trio bebek guling-guling di lantai dapur (?)

Yoona menggigit bibirnya, ia sudah berharap Donghae akan berkata “aku sangat khawatir padamu” tapi kenyataannya dia tidak bilang begitu. “uh bersihkan saja sendiri! BUKAN URUSANKU!!” kata Yoona kesal, lalu pergi ke ruang pegawai.
Ia melempar tasnya ke dalam loker, lalu mengganti bajunya dengan seragam. “dasar nappeun, apa dia tidak tahu kalau kata-katanya itu benar-benar membuatku sakit hati. Kupikir dia peduli padaku, ternyata…ia hanya menganggapku pesuruh” omel Yoona dalam hati, ia bersumpah kali ini tidak akan memaafkan Lee Donghae, meskipun ia menyukai laki-laki itu.
“oh ponselku” gumam Yoona ketika mendengar ponselnya berdering.
“eoh Jinki-ya, kenapa pagi-pagi begini menelpon?” tanya Yoona sambil menutup pintu loker.

“tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menanyakan keadaanmu, karena sekarang hujan, aku takut kau kehujanan”

Yoona tersenyum. Sungguh kakak dan adik sangat jauh berbeda. Jinki sampai menelponnya cuma untuk menanyakan apa ia kehujanan atau tidak, sementara Donghae….ckckck.
“aku kehujanan sedikit tapi tidak apa-apa kok, cuma bersin-bersin” kata Yoona.

“ehm bersin-bersin artinya kau akan flu, pulang kerja nanti langsung pulang dan istirahat ok? kalau tidak aku akan memusuhimu seumur hidup, serius lho”

“yah jangan berlebihan begitu! na jeongmal gwaenchana. eh aku harus kerja, sudah dulu ya bye!!” kata Yoona, dan langsung memutuskan sambungan begitu saja. Ia memasukan ponselnya ke tas lalu pergi ke dapur. Sempat terlintas di pikirannya, mungkin harusnya ia menyukai orang seperti Jinki, bukan nappeun namja babo seperti Donghae. Tapi tetap saja, semanis dan sebaik apapun sikap Jinki padanya, ia tetap menyukai Donghae.

`°~***~°`

Di ruangan Donghae….

Donghae benar-benar menyesal dan merasa bodoh sudah berkata begitu pada Yoona. “aku ingin bilang aku khawatir padanya, tapi kenapa aku malah pura-pura seperti itu?? huh jinjja baboya!” kata Donghae dalam hati, lalu menghela napas, untuk yang kelima kalinya hari ini.
“betul juga, hari ini cafe buka setengah hari, berarti aku bisa mengajaknya ketemu dan minta maaf” pikir Donghae, lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai merangkai kata-kata supaya Yoona mau bertemu dengannya sore ini. Ia memutuskan untuk menyuruh Yoona menunggunya di halte bus tempat Yoona biasa naik bus.
semoga ini berhasil”

~°***°~

back to kitchen…

Gikwang benar-benar penasaran akan satu hal. Sudah lama ia ingin menanyakan ini pada Yoona, tapi tidak pernah sempat. Gikwang pun menghampiri Yoona yang sedang mengambil sesuatu di ruang pendingin.
“yah Im Yoona, sebenarnya hubunganmu dengan si bos apa sih??” tanya Gikwang to the point, tanpa basa basi busuk sedikitpun. “ne? mwol??” kata Yoona kaget. “hubunganmu dengan bos, apa hubungan kalian??” tanya Gikwang lagi. Yoona tersenyum salah tingkah “eh hehehe, kami tidak ada hubungan apa-apa kok” jawab Yoona. “geojitmal” kata Gikwang dengan nada menyindir yang aneh (?)
“ih benar-benar menyebalkan! sudah kubilang tidak ada” kata Yoona, “kalau tidak ada tidak mungkin sikap si bos seperti itu, pasti ada sudahlah mengaku saja!” desak Gikwang, Yoona manyun, lalu menyumpal mulut Gikwang dengan lap cuci piring (?), setelah itu ia pergi ke dapur.
Gikwang cepat-cepat mengeluarkan lap itu dari mulutnya, dan memasang ekspresi abstrak, “cuih rasanya fantastis” gumamnya , ia berusaha melupakan rasa lap cuci piring yang begitu fantastis itu dan kembali ke dapur..

********************************

Sorenya…

Yoona pulang setelah yang lain pulang. Karena ia tetap harus bersih-bersih dapur dan cuci piring.
Sebenarnya ia sudah janjian dengan Hyoyeon untuk pulang bersama, tapi sesampainya di halte, ia melihat SMS dari Donghae.
Jadi, sementara Hyoyeon naik ke bus, ia tetap duduk di halte.
Menunggu bukanlah sesuatu yang disukainya, tapi ia tersenyum. “huh padahal aku sudah janji, aku tidak akan memaafkan si babo itu, eh sekarang aku malah menuruti kata-katanya dan menunggu di sini.
aku harap kali ini ia ingin mengatakan sesuatu yang baik. Donghae-sshi, aku akan tunggu di sini sampai kau datang” kata Yoona dalam hati, ia menatap langit yang mendung. Sekarang satu demi satu tetes air hujan mulai turun. Suasananya jadi begitu suram dan membosankan. Yoona mulai manyun, padahal baru menunggu sebentar “uh membosankan!!” seru Yoona kesal. Ia mengayun-ayunkan kakinya, maksudnya supaya tidak bosan, tapi ia malah jadi mengantuk.
“aku SMS saja dia” gumam Yoona sambil mengeluarkan ponselnya dari tas.

to: Lee Donghae
yah Donghae babo!! kalau kau tidak segera datang, aku akan marah padamu selamanya!

~+***+~

Hampir setiap menit Jinki melihat jam tangannya. Sekarang sudah jam setengah enam sore dan Yoona belum juga pulang.
Sekarang ia berada di apartemen Yoona, ia ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.
“Oppa, kenapa oppa begitu menyukai eonni??” tanya Yoonhee sambil duduk di sebelah Jinki. “aku tidak tahu, pokoknya aku menyukainya” kata Jinki sambil tersenyum. “uh kenapa harus eonni, aku kan juga cantik, kenapa oppa tidak menyukaiku saja??” tanya Yoonhee. “aih Yoonhee-ya, kau masih siswi SMU” kata Jinki, Yoonhee langsung manyun “memangnya kenapa kalau aku siswi SMU??” tanya Yoonhee lagi, Jinki tersenyum lalu mengacak-acak rambut Yoonhee “karena kau masih kecil. aku tidak mau pacaran dengan anak kecil yang manja sepertimu, ara??” kata Jinki. “aku bukan anak kecil” gumam Yoonhee kesal. “ngomong-ngomong kemana eonni-mu?? sudah jam enam sekarang, dia belum pulang juga” tanya Jinki. “huh mana kutahu, mungkin dia bersama Hyoyeon eonni” kata Yoonhee. “hmm mungkin” gumam Jinki, sambil melihat jam lagi. Ia jadi khawatir, kemana perginya Yoona?

~-*°*-~

“aish kenapa macet begini sih??” keluh Donghae dalam hati. Ditambah lagi di luar hujan turun, keadaan seperti ini benar-benar menyebalkan. “huh aku sudah terlambat satu jam, ia akan menimpukku dengan sepatu kets bututnya begitu aku datang” kata Donghae sambil melihat jam tangannya. Ia yakin, sekarang pasti Yoona sedang manyun karena bosan menunggunya.
Jalanan masih sangat macet, bahkan tidak ada gerakan sedikitpun.
“sepertinya aku harus SMS dia, nanti dia mengamuk” pikir Donghae, ia mengeluarkan ponselnya dan kaget sendiri sampai cegukan (?)
Ada sederet miss call dan SMS dari Yoona. Ia membuka SMS yang paling baru.

from: Im Yoona
yah Lee Donghae!!! kalau dalam 5 menit kamu tidak muncul aku tidak mau bertemu denganmu lagi!!! SEUMUR HIDUP!!

“wah kacau kalau begini!” kata Donghae panik, ia membuka safety belt-nya dan keluar dari mobilnya.
ia menarik napasnya dalam-dalam lalu berlari menembus hujan. “geurae, aku tidak peduli bagaimana nasib mobilku yang penting aku sampai di halte, menemui Yoona dan…mengatakan yang harus kukatakan” batin Donghae.
Ia harap ia bisa sampai dalam waktu 5 menit.

Sesampainya di halte, masih dengan napas terengah-engah, ia mengecek jam tangannya “huh pas 5 menit” gumamnya. Rasanya ia mau pingsan saking lelahnya.
Ia pun duduk di sebelah Yoona yang tertidur, mungkin karena terlalu lama menunggu.
“Yoona-ya” panggil Donghae sambil menyentuh bahu Yoona.
“eoh nugu…” Yoona terbangun, ia langsung duduk tegak, dan menatap Donghae dengan mata berkaca-kaca, saking kesalnya bercampur perasaan lainnya, Yoona rasanya ingin menangis. “yah!! nappeun baboya!!! apa kau tahu berapa lama aku menunggumu di sini? aku menunggu hampir dua jam!! kau jahat , kau keterlaluan, tidak punya perasaan!! jahat ! jahat ! jahat ! aku benci padamu !! sangat…sangat…BENCI!!” seru Yoona, lalu memukuli Donghae sekuat-kuatnya, sambil menangis seperti anak kecil.
“Yoona-ya, geumanhae! yah Im Yoona, kali ini aku serius, dengarkan aku baik-baik” kata Donghae sambil memegang tangan Yoona.
Yoona berhenti memukuli Donghae dan menatapnya.
“Yoona-ya, naneun…”….

#To be continued….

**********************************

Ancur?? sangat. Gaje?? banget kekeke #plakk!! XD
mian ne kalo ada typo dan kawan2 :)

aku mau bilang Gomawoyo sama chingudeul, oppa, eonni, dongsaeng, hantu, setan dan lain sebagainya *?* yang udah sabar menunggu lanjutan FF ini selama……adakah seminggu?? hehe
#ga ada yang nunggu tuh#
huhuhu :’O #plakk

sekali lagi part 5 nya bakal lama lagi!! #plakk!! jebluk!! byur!! jeder!!! XD

semoga ga mengecewakan ne^^
keep RCL ne^^
*bow bareng abang hyungie dan abang seobie*
#dijitak digampar ditendang dijeburin ke got sama B2uties
#dijambak dibakar dibekuin *?* sama mbak Hara
XD

48 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 4]

  1. Ow Kira2 lanjutan kata2-nya itu apa y? Author ini emang jago bikin pr reader-nya mati penasaran#untung g mati kutu. Keep on writing y, karena da penasaran#kebiasaan jelek…
    Pokoknya Daebak deh

  2. ktakn oppa!!
    ktakn klo oppa mncintai_q!!
    #hahh (__?)
    mksd_q yoona eooni :D

    ayo d lnjt
    q ska
    #q bru d blog nie :)

  3. Maaf yah chingu, aq baru tinggalin jejak di part ini…
    Aq baru selesai abaca dari part 1 sampai 4. aq suka ceritanya… Ehehehe..

    Aduh, udah gak sabar nunggu kelanjutannya chingu… part 5 nya mudah-mudahan gak terlalu lama n semakin seru…
    Fighting.. YoonHae jjang..^^

  4. Daebak..
    Author selalu bisa buat penasaran.. :D
    itu si Donghae Oppa mau bilang apa ya? :D
    Udah gak sabar..
    Yoona Eonnie ternyata udah punya perasaan.. wkwkk..
    sama2 punya perasaan… :D
    lanjut thor..!! jangan lama2 ya.. :)

  5. KYA DAEBAK thor.
    ih. bayangin muka gikwang waktu cari alasan buat yuri kayaknya lucu banget. apa lagi waktu bilang “saranghamnida” pasti lucu banget.

    lanjutin thor.JANGAN LAMA-LAMA!!!! kalau gak, aku bakalan minta donghae oppa buat gak nerusin ektingnya. hahahaha :D *me.ngan.can.!*

  6. aku bukan reader bru di blog nhe,tp aq udh sering komen dg nama Susan Aprilliani dan Susan april*gk nanya*ingat kan?*GEer*
    nice ff,keep on write y!!!!!!
    DAEBAK.

  7. Lanjut yahh min ..aku suka bgt ..
    “Yoona-yahh naneun neol saranghae.” Itu yg hrs diucapin donghae ..
    Ditunggu part slnjutnya min :D

  8. ah~ susah aku gak bisa berkata kata.
    yang pasti sangaaaaaaattttttt bagus!!!! I like it!!!!
    gak sabar nunggu part 5nya nich :P

  9. Kyaa. . Keren!! donghae oppa mau bilang apa yah? Uwaa penasaran banget!
    Haha yoona unnie udah suka tuh sama donghae oppa juga kyaa!
    Ayo thor cpet di lanjut yah! :D

  10. Sebelum’n mian yaaa author yang cantik.. Aku baru ninggalin jejak di part ini ^^ terlalu serius baca dari part 1-4 sampe ƍάк ♏ªªƱ ketinggalan heheee

    Part 5 segera di publish yaaa.. Aku suuukaaaa banget sama alur and jalan cerita’n.. Donghae dsini polos banget.. Yoona juga lucu.. Pokok’n YoonHae harus bahagia yaaaa °•(>̯┌┐<)•°

    • hehehe ga apa2 kok, yg penting ninggalin jejak kan ya?? hehe^^

      wah jinjja suka sama FF-ku ini??? waaa gomawo ne^^

      tenang aja pasti happy ending kok hehe :D
      tunggu aja ne part 5-nya gak bakal lama kok ^^

  11. author saya reader baru disini
    bolehkan saya minta link untuk chapter seblmnya di FF ini,please?

    karna berhubung FF disini banyak bngt saya susah nyarinya dan di blog ini gak ada tempat Search FF yang mau dicari :)
    gomawo :)

  12. Lanjut thorr….DAEBAK ϑëн buat ff’a gokil abis ƗƚɑƗƚɑƗƚɑƗƚɑ kutu ϑΐ bawa” ckckck*geleng”kepala*cepet dong thor part 5’a penasaran nih :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s