Chocolate Love [CHAPTER 5]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona
-Super Junior’s Lee Donghae
-SHINee’s Onew / Lee Jinki
-SNSD’s Kwon Yuri
-SNSD’s Kim Hyoyeon
-Im Yoonhee (OC)
-Beast’s Lee Gikwang

Disclaimer: Semua cast dalam cerita ini bukan milik author, tapi Onew milik author, eh salah #plakk XD
tapi cerita milik author ^^

Author’s Note:
inilah dia part 5 huhuhu, sebentar lagi abis deh FF ini *kate sape??masih panjang kok* #plak! XD
hehe, karena author bingung mau ngasih note apa, jadi author kasih sedikit bocoran aja ya

|reader: uwe bocoran asik tuh!! | author: jiah kayak mau ulangan aja lo | reader: gue kan penasaran gituohh *readernya kok alay?* #plak | author: banyak cincong elu mah, udah ah mending langsung author kasih bocorannya|

#bocoran#
jadi si Donghae tu kan bilang “naneun…” (yg ini tetep g dikasih bocoran#plak), terus udah begitu ntar Onew menyatakan perasaannya sama Yoona, tapi di tolak sama Yoona.
Karena Onew udah jadi milik author #plakk XD
ga tau karena apa hehe^^

inget ya NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!
yang mau copy atau ngambil FF ini untuk di taro di FB atau dimana, harus bilang dulu sama author dan nama author HARUS SAMA!! TETEP YOO JANGMI!!!
ok???? ok ya!! :)
oh ya mian ya soalnya chapter ini agak pendek [otak mentok] tapi chapter berikutnya pasti lebih panjang kok^^

ya udah Happy Reading ne~ ^^ 

__________________________________________________

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

#CHAPTER 5#

“Yoona-ya, naneun…” Donghae menggantungkan kata-katanya. Ia bimbang lagi, apa ia harus mengatakan ini sekarang?
Yoona diam saja menunggu Donghae mengatakan sesuatu, sejak tadi jantungnya berdebar cepat sekali.
Setelah beberapa lama menggantungkan kata-katanya, akhirnya Donghae melanjutkannya. “naneun neol saranghae”
“m..mwo?” tanya Yoona tidak percaya. “aku harus selalu melakukan siaran ulang ya?? Yoona-ya, NANEUN NEOL SARANGHAE” kata Donghae lagi.
“maldo andwae (tidak mungkin), kau pasti bohong” kata Yoona, ia ingin percaya, tapi ia takut Donghae cuma main-main.
“yang kali ini aku serius, Im Yoona!! apa aku harus berdiri di tengah jalan sambil teriak-teriak ‘Im Yoona, jeongmal saranghaeyo!!’ begitu??” kata Donghae sambil berdiri,
“oh hajima! kalau kau mati ditabrak truk bagaimana?” kata Yoona. Donghae menghela napas lalu kembali duduk.
Sekarang keduanya diam, dengan suara hujan sebagai backsound *?*
“Yoona-ya, jebal, kali ini saja percaya padaku ok??” Donghae akhirnya buka suara, lalu bersin mungkin karena kehujanan dan kedinginan.
“Omo, kau sakit?? gwaenchanayo??” tanya Yoona, tiba-tiba jadi khawatir. “ya aku sakit, aku tidak baik-baik saja! semua ini gara-gara kamu, demi sampai di sini dalam 5 menit, aku sampai hujan-hujanan, dan sekarang, kau malah tidak percaya padaku” kata Donghae.
Yoona menundukan kepalanya, “mianhae” katanya pelan.
“aku mau memaafkanmu, tapi ada syaratnya” ujar Donghae, ia tertawa dalam hati, karena berhasil memasukan Yoona ke perangkapnya *?*
“apa? apa syaratnya??” tanya Yoona, sambil mengangkat kepalanya lagi. “kalau kau jadi yeojachingu-ku, aku akan memaafkanmu” kata Donghae, dengan senyum penuh kemenangan.
Yoona hanya terdiam sambil mengaduk-ngaduk hati dan pikirannya.
“ini perintah bos lho, ingat kan peraturannya?” kata Donghae lagi.
“aku…aku…akan menjawab besok saja” ujar Yoona, pipinya semerah tomat sekarang.
“tapi aku mau jawabannya sekarang” kata Donghae, sebenarnya hanya dengan melihat ekspresi Yoona sekarang, ia sudah dapat jawabannya.
“geurae, kau tidak usah menjawab. aku sudah tahu jawabannya” kata Donghae lagi, “oh jinjja?? kau sudah tahu?? bagaimana caranya????” tanya Yoona kaget. “dasar babo! ya iyalah aku tahu jawabannya, wajahmu itu tidak bisa bohong”
Yoona langsung menundukan kepalanya lagi, kali ini karena malu.
Tiba-tiba Donghae memegang tangannya. “kaja, kita pulang” kata Donghae lalu menarik tangan Yoona.
eh ya ampun, kenapa dia memegang tanganku, uh jantungku lama-lama bisa meledak” batin Yoona, ia merasa bingung, gugup, dan lain sebagainya bercampur jadi satu, sampai-sampai dia cuma bisa bengong seperti orang bodoh ketika Donghae menariknya. meskipun begitu, kakinya terus berjalan, memaksanya mengikuti Donghae.
Entahlah, pokoknya yang sekarang ada dalam pikiran Yoona adalah, apa yang akan terjadi pada dirinya besok?
**********************************

#besoknya…

Donghae masuk ke ruangannya, dan menemukan sebuah cangkir di atas mejanya. Cangkir itu berisi hot chocolate, dibawah cangkir, ada secarik kertas berwarna biru. Donghae mengambil kertas itu dan membaca tulisannya.

Annyeong!! Selamat pagi!! ^^
Hari ini cerah sekali ya ^^
Aku membuatkan hot chocolate ini khusus untuk bos-ku yang keren !! ;)
Aku harap kau menyukainya ^^
get well soon!!

With Love
Yoona

“apa-apaan sih dia ini” gumam Donghae sambil tersenyum, ia berniat meminumnya, tapi tiba-tiba ia terhenti dan memutuskan untuk meng-SMS Yoona dulu.

To: Im Yoona
yah yang kali ini bukan cairan ajaib seperti yang dulu kan??

Beberapa menit kemudian, datang balasan dari Yoona.

From: Im Yoona
aniyo, yang ini aman diminum kok ^^
aku membuatnya sepenuh hati lho, cepat diminum sebelum dingin!! ^^

Donghae tersenyum lagi, lalu mengangkat cangkir itu dan meminum hot chocolate buatan Yoona, yang ternyata memang bukan cairan ajaib yang membuatnya trauma dulu.
“tumben dia begitu baik”

+~*°*~+

Yoona duduk di atas meja chef sambil bengong, semua orang belum datang kecuali dia dan…Donghae.
mengingat nama itu, membuat pipinya memerah.

“Im Yoona-sshi”

Mendengar Yuri memanggilnya, Yoona langsung meloncat turun dari meja. “ne, Yuri-sshi” kata Yoona sambil tersenyum. “apa yang kau lakukan?” tanya Yuri sambil menghampiri Yoona. “aku…aku sedang melamun” jawab Yoona, “ah Yuri-sshi, aku ingin tanya sesuatu boleh kan??” kata Yoona lagi. Yuri kelihatan berpikir sejenak, “hmm boleh, tapi mau tanya soal apa??” kata Yuri.
“aku mau tanya soal Lee Donghae, aku sebenarnya hanya menduga, apa kau itu mantan yeochin-nya?” kata Yoona dengan wajah polos.
“omo, darimana gadis ini tahu soal itu?” batin Yuri, wajahnya menunjukan ekspresi kaget. Ia melipat tangannya di dada lalu menghela napas. “hmm ya sepertinya begitu, kau tahu dari mana?” ujar Yuri. “aku hanya menduga saja, oh Yuri-sshi, aku mau menemui Hyoyeon dulu, siapa tahu dia sudah datang” kata Yoona sambil tersenyum, lalu pergi dari dapur. Yoona meninggalkan ponselnya di atas meja, dan ponsel itu sekarang berbunyi.
Yuri dengan isengnya (?) membuka lock ponsel Yoona. Ada satu SMS dari…Lee Donghae.

“omo, ada hubungan apa mereka?” Yuri bertanya-tanya dalam hati. Apa ia mesti membuka SMS itu?? Tapi ia seharusnya tidak boleh melakukannya.
Akhirnya Yuri memutuskan untuk membuka SMS itu, tapi belum sempat ia melakukannya, Yoona datang.
Ia cepat-cepat mengembalikan ponsel Yoona ke posisi semula.
“Yoona-sshi, aku mau ke ruang pegawai dulu, nanti kalau…ehm…Gikwang datang, tolong bilang padanya aku ingin bicara dengannya” kata Yuri, Yoona hanya tersenyum sambil mengangguk.
Setelah Yuri pergi, Yoona mengambil ponselnya dan membuka SMS dari Donghae.
“semoga saja tadi Yuri tidak melihatnya” kata Yoona dalam hati.

**********************************

Siang harinya…

Sepulang sekolah, Yoonhee lagi-lagi melewati cafe tempat kakaknya bekerja. Tapi kali ini tidak ada tulisan “sedang istirahat” seperti waktu itu. Yoonhee pun tersenyum lalu masuk ke dalam, dan…

Brukk!!

Yoonhee menabrak seseorang, yang ternyata adalah Lee Gikwang. “yah !! kamu punya mata kan??? jalannya pakai mata dong!!” seru Yoonhee emosi. “yah, dimana-mana manusia berjalan pakai kaki! bukan pakai mata!!” balas Gikwang, lalu berdiri dan membersihkan bajunya.
Yoonhee juga berdiri lalu menatap Gikwang dengan tatapan kesal. “eh kamu dongsaeng-nya Yoona yang waktu itu kan?? hari ini Yoona ada kok di dapur” kata Gikwang lagi, lama-lama ia merinding juga melihat tatapan Yoonhee. “aku bukan mencari eonni, aku mencari pemilik cafe ini” kata Yoonhee, “itu ruangannya di sebelah situ” kata Gikwang sambil menunjuk lorong yang langsung menuju ke ruang direktur. “memangnya kau mau apa bertemu dengan pemilik cafe ini??” kata Gikwang lagi. “aku mau minta dia untuk memecatmu” kata Yoonhee, lalu mengedipkan sebelah matanya dan pergi ke lorong yang ditunjuk Gikwang tadi.
“eh yah!! jangan lakukan itu!! aduh sekarang aku benar-benar mati!” seru Gikwang sambil memasang ekspresi seperti orang tidak pernah tidur bertahun-tahun
*ga kebayang ya muka si abang AJ hehe #plak*

+~°°°°*+

Yoonhee mengetuk pintu ruangan berpintu putih itu, setelah di suruh masuk, ia pun masuk.
“annyeong Oppa!!” sapa Yoonhee sambil tersenyum pada Donghae yang sedang membaca novel (?).
Donghae menutup bukunya lalu membalas senyum Yoonhee. “oh Yoonhee-ya, ada apa ke sini?” tanya Donghae. Yoonhee duduk di hadapannya lalu berkata “kemarin Eonni bilang sesuatu padaku” kata Yoonhee. “Yoona bilang sesuatu?? dia bilang apa?” tanya Donghae penasaran, siapa tahu tentang dia. “ehmm tapi Oppa harus jawab dulu pertanyaanku” kata Yoonhee, yang berhasil membuat Donghae memasang ekspresi seperti ini: –___–”
“pertanyaan apa? akan ku jawab” ujar Donghae. Yoonhee mengetuk-ngetukan telunjuknya ke meja sambil memikirkan sebuah pertanyaan. “oh aku mau tanya, Yoona eonni itu yeojachingu-nya oppa yang keberapa??” kata Yoonhee.
Donghae rasanya langsung ingin menceburkan diri ke laut mendengar pertanyaan Yoonhee. “ehm kalau yeojachingu yang serius sih dia itu yang kedua, tapi kalau dihitung dari semua yeojachingu yang main-main sejak SMP hingga sekarang, kurasa dia yang ke-50 atau lebih” jawab Donghae.
“omo! oppa benar-benar playboy!!!” kata Yoonhee kaget. “yah bukannya begitu, terlalu banyak yang menyukaiku, bukannya aku yang banyak menyukai orang” kata Donghae, Yoonhee cekikikan, lalu bertanya lagi “oppa dan eonni belum melakukan apa-apa kan??” tanya Yoonhee, dengan ekspresi jahil. Donghae langsung menyentil kening Yoonhee “yah Im Yoonhee, bersihkan dulu otakmu itu!!” kata Donghae kesal. “eoh mianhae, kalau begitu apa oppa tahu apa saja kesukaan eonni??” ujar Yoonhee, mengganti pertanyaannya. “yang jelas dia suka marah-marah” kata Donghae singkat. “ehm kalau itu sih kebiasaannya sejak bayi (?), kalau begitu aku beritahu ya, eonni suka musim gugur dan dingin, ia bilang dua musim itu adalah musim paling indah, terus ia suka cokelat, ia suka boneka beruang, di kamarnya penuh dengan benda itu, dia paling suka pakai sepatu kets, bahkan dia pernah pakai sepatu kets ke acara pernikahan sepupu kami, dia suka polaris, dia suka ramyeon pedas, dia suka jalan-jalan naik sepeda, dia suka…”

Setelah bicara panjang lebar pada Donghae tentang hal-hal yang disukai Yoona, Yoonhee mengembalikan pembicaraan ke topik awal “jadi oppa masih ingin tahu apa yang dikatakan eonni kemarin??”
“eoh, dia bilang apa sih??” kata Donghae penasaran.
“eonni bilang, ia sangat bahagia karena mempunyai Donghae oppa, ia juga bilang, ia mencintai oppa lebih dari apapun bahkan lebih dari cokelat, menurutku sih ini berlebihan, tapi ia bilang ia serius, karena aku malas berdebat, jadi aku dengarkan saja ia bicara tentang oppa semalaman” kata Yoonhee lalu tersenyum. “oppa, aku pulang dulu ya, oh ya nanti kalau bertemu Yoona eonni, bilang padanya jangan pulang malam-malam, aku butuh makanan, annyeong!!” katanya lagi, ia berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju pintu dan pergi.
Sementara Donghae, masih terdiam sambil tersenyum senang.

+~`°°°*+

Begitu Yoonhee keluar, Gikwang langsung menghampirinya. “kau tidak bilang begitu kan pada bos??” tanya Gikwang. Yoonhee hanya tersenyum, “aniyo, aku tidak menyuruhnya memecatmu, aku masih kasihan padamu” ujar Yoonhee. “jinjja?? waa gomawo, gomawo, gomawo!!” seru Gikwang sambil meloncat-loncat kegirangan.
“omo” gumam Yoonhee singkat, mulutnya membentuk huruf ‘o’
“oh ya namamu siapa??” tanya Gikwang, setelah selesai melakukan aksi meloncat ria. “aku Im Yoonhee” kata Yoonhee. “aku…”
“ya kamu Lee Gikwang kan?? aku sudah tahu, sudah ah aku mau pulang” kata Yoonhee, lalu berjalan keluar dari cafe.
“wah aku terkenal juga, hihi” gumam Gikwang senang, mungkin ia lupa kalau ia pakai name tag. Ia pun berjalan ke dapur sambil menyanyikan entah lagu apa.
….

**********************************

Malamnya…

Selesai membersihkan dapur, Yoona ganti baju, mengambil tasnya dan langsung pulang.
Setelah keluar dari cafe, ia bertemu Jinki. Laki-laki itu duduk di depan pintu cafe, menunggu Yoona keluar.

“Jinki-ya!!” panggil Yoona, Jinki langsung berdiri dan menghampiri Yoona. “Yoona-ya, akhirnya kau keluar juga, kau mau pulang kan? aku antar ya” kata Jinki, lalu meraih tangan Yoona.
Gadis itu cepat-cepat menarik tangannya dari pegangan Jinki.
“aneh, sikapnya tidak seperti biasa” pikir Jinki.
“aku pulang naik bus kok, tidak perlu diantar” ujar Yoona. “kalau begitu aku ikut naik bus” kata Jinki memaksa. Akhirnya Yoona setuju dan membiarkan Jinki ikut naik bus bersamanya.

#di bus#

Jinki dan Yoona duduk di kursi kelima dari belakang. Mereka sempat saling diam selama beberapa saat, sampai akhirnya Jinki buka mulut. “Yoona-ya, aku…sebenarnya ingin mengatakan sesuatu” kata Jinki pelan. “eoh katakan saja” ujar Yoona, lalu tersenyum, tapi melihat tatapan Jinki, senyumnya langsung memudar. “Yoona-ya, saranghae” kata Jinki, “perasaan ini sebenarnya sudah ada sejak SMU tapi aku baru berani mengatakannya sekarang” lanjut Jinki.
Yoona benar-benar shock, sampai ia bingung mau bilang apa. “Jinki-ya, mianhae aku…” kata-kata Yoona terpotong oleh suara bus yang mengerem *bahasa apa ini thor?*

Daripada mengatakan sesuatu yang akan menyakiti Jinki, ia memilih turun dari bus tanpa berkata apa-apa. “Yoona-ya'” panggil Jinki sambil mengikuti gadis itu turun dari bus.

“Yoona-ya, kau belum menjawab pernyataanku” kata Jinki.
Yoona hanya terdiam sambil menundukan kepala, “eotteokhaji?? aku harus jawab apa? kalau aku bilang aku dan hyung-nya…..aduh apa yang akan terjadi ya?” kata Yoona dalam hati.
“Yoona-ya” panggil Jinki lagi, Yoona mengangkat kepalanya, tapi masih diam, ia benar-benar tidak tega. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk jujur, daripada Jinki tahu dari orang lain. “Jinki-ya, jeongmal mianhae, aku tidak pernah menganggapmu lebih dari sahabat, dan lagi aku….aku dan hyung-mu….kami….”  Jinki cepat-cepat memotong kata-kata Yoona “jadi begitu ya, aku sudah terlambat satu langkah dari Donghae hyung. Baiklah, aku mengerti, daripada bicara panjang lebar, sebenarnya kau cukup bilang, ‘aku menolakmu’. mudah kan?” ujar Jinki.
“Jinki-ya, jangan berkata begitu, aku…aku…jadi merasa bersalah” kata Yoona pelan, ia menggigit bibirnya sambil menahan sesuatu yang mungkin akan keluar dari matanya. “kau tidak perlu merasa bersalah. Sudah malam, cepat pulang, nanti Yoonhee kelaparan” ujar Jinki, lalu berjalan pergi.

“aku jahat, jahat sekali” gumam Yoona. Ia rasanya ingin sekali memukuli kepalanya sendiri dengan pentungan.
Tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak mungkin menerima dua-duanya, ia tetap harus pilih satu kan?
Sambil berjalan pulang, Yoona terus memikirkan bagaimana caranya supaya Jinki tidak sakit hati. Tapi rasanya tidak ada caranya, setiap orang kalau di tolak pasti sakit hati.
Yoona hanya bisa menghela napas,
“aku harap ia tidak marah padaku atau berbuat nekat”

*********************************

Besok paginya…

Pagi ini, lagi-lagi Yoona kehujanan atau lebih tepatnya hujan-hujanan. Ia berangkat ke Green Lotus dengan naik bus, seperti biasa.

Sesampainya di sana, sudah ada Donghae di dapur. Menunggunya kah? mungkin.
Yoona berjalan menghampiri Donghae, dengan pelan-pelan dan hati-hati seperti takut di gigit anjing rabies.
Sejak di halte dua hari yang lalu, ia belum bertemu langsung dengan Donghae, dan ini membuatnya malu tidak jelas.

“annyeong” sapa Yoona pelan sambil menunduk. “yah, begitu caranya menyapa orang?” kata Donghae sambil cemberut. Yoona cepat-cepat mengangkat kepalanya “a..aniyo, Donghae-sshi, ani…aduh aku harus panggil apa??” kata Yoona, “panggil apa saja boleh, asal jangan panggil aku si babo atau nappeun dan sebagainya. Itu menyebalkan” kata Donghae, Yoona mengangguk-angguk mengerti, lalu duduk diatas meja. “Donghae-sshi, kenapa sih kau bisa menyukaiku? maksudku aku ini kalau dibandingkan dengan Yuri saja sudah tidak ada apa-apanya” kata Yoona sambil mengayun-ayunkan kakinya. “Aku tidak punya alasan apa-apa, pokoknya aku menyukaimu” ujar Donghae sambil tersenyum. “oh jinjja?? hmm kalau begitu aku juga tidak punya alasan apa-apa” kata Yoona lalu ikut tersenyum.
“Yoona-ya, turun dari meja itu, sebentar saja” kata Donghae
Yoona sedikit bingung, tapi ia menurut dan turun dari meja. “ada apa memangnya??” tanya Yoona bingung.
Donghae mendekati Yoona dan memeluk gadis itu. “tidak ada apa-apa, cuma ingin melakukan ini”…

~°°°*+

Sementara itu…

Yuri masuk ke Green Lotus melalui pintu depan, ia pikir Yoona belum datang, jadi pasti pintu belakang masih dikunci.
Setelah mengecek menu hari ini di counter, ia pergi ke dapur. Entah kenapa sejak tadi, perasaannya tidak enak.

Sesampainya di depan pintu dapur, ia terdiam.
Ia pun mundur selangkah demi selangkah.
“jadi begitu ya. Dasar Lee Donghae, ia sendiri yang membuat peraturan tidak boleh pacaran di dapur, sekarang dia sendiri yang melakukannya. Yuri-ya, sepertinya inilah saatnya untuk melupakan Lee Donghae, ia sudah punya Im Yoona”
kata Yuri dalam hati, ia terus mundur, dan mundur sampai akhirnya menabrak Minji yang berdiri di belakangnya. “omo, chef, wae geuraeyo??” tanya Minji heran. Yuri tersenyum dan menggelengkan kepalanya “tidak apa-apa, oh Minji-ya, aku minta jangan masuk ke dapur dulu ya, sampai aku kembali. bilang pada Haerim dan Gikwang juga” kata Yuri, lalu cepat-cepat pergi ke toilet sebelum Minji melihat matanya yang berair.

Meskipun sedikit bingung dan penasaran, Minji tetap menurut dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dapur. Tapi jiwa penggosipnya sangat tinggi, jadi ia tetap membicarakan ini dengan Haerim.

+~°°*+

Sementara itu di luar cafe…

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan cafe itu. Dari mobil itu, turunlah sesosok wanita paruh baya dengan pakaian serba hitam yang elegan. Ia menyuruh supirnya memarkir mobil, setelah itu ia membuka kaca mata hitamnya, dan memandangi gedung Green Lotus.
Sebuah senyum sinis pun terbentuk di bibirnya.
“hmm tempat ini masih sama saja, kira-kira bagaimana keadaan anak itu?”
…..

#To Be Continued…

**********************************

|author: Gaje?| reader: banget!!| author: ancur??| reader: sangat thor!! XP| author: aih reader kagak tau diri lo ye!! #plak!!|

kekeke abaikan saja percakapan di atas XD
meskipun ancur gaje typo dan kawan2 tetep RCL ne^^

oh ya sedikit curcol nih..
aku tuh mau hiatus, tapi susah banget bawaannya pengen nulis mulu :) jadinya di sela belajar aku nulis gitu satu atau dua paragraf biar ga dimarahin eomma hehe^^
tapi hari minggu ini aku boleh nulis hehe jadilah ini chapter haha^^
jadi mian kalo chapt selanjutnya bakal lama lagi:D

sekali lagi RCL ne^^
*bow bareng Junhyung, Yoseob, Kyuhyun, Onew, Wooyoung…#banyak amat!! #plakk!!* XD

43 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 5]

  1. Yah,,,,yah,,,,siapakah wanita itu
    Jangan”omma nya hae,,,,apa yg
    Bakalan terjadi selanjutnya,,,,,???
    Wah,,,,,semakin penasaran,,,,,
    Next selanjutnya di tunggu yah,,,,

  2. Adun penasaran nih tu org di end cerita misterius nih… Tp itu jg yg buat ceritanya seru meski aku ga suka dibuat mati penasaran. Spt biasanya Y… Soal typo tidak tercatat disini.
    Keep on writing y

  3. itu yg dateng siapa ya?
    mm..kok rasa”nya chapter yg ini agak pendek ya? atau hanya perasaan saiia saja (?)
    baiklaah, ditunggu lanjutannya :)

  4. Beneran deh.. FF ini bikin penasaran.. :D
    ngakak waktu Hae Oppa bilang yang ke 50 wkwk.. :D
    di lanjut ya thor.. sy tiap internetan mampir ke blog ini, berharap ada kelanjutan FF Chocolate Love ini.. habisnya FF nya seruu.. :D *Curhat
    Dtunggu part 6 nya.. jangan lama2 ya.. :)

    • wah jinjja penasaran??? gomawo ne^^

      wah benarkah?? huhu terharu :’D *lebay* #plak!! gomawo ya sudah menunggu dan mengharapkan FF ini huhu jinjja terharu nih aku :”) hehe

      siip deh semoga lanjutannya bisa ga terlalu lama, tunggu aja ne^^

  5. waa sapa tuh yang dateng?
    hmm thoor cepet di lanjut lagi yaa hehe
    author daebak deh kalo nge post FF cepet banget^^
    aku tunggu lanjutannya :)

  6. Oemgiiii… Part 5’n kok berasa pendek banget ƔαªƗƗ…
    Seperti biasa aku sangat suka sama karakter Yoona disini ^^ ceria, polos and apa ada’n ​♡̬ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ♡̬
    Untung ajj Donghae cepet juju soal perasaan’n.. Klo ƍάк kalah cepet sama Jinki tar.. Oiya Yuri semoga ajj baik2 ajj and ƍάк benci sama Yoona Ɣªªª author yang baik..

    Part 6 di tunggu dengan setia °•(>̯┌┐<)•°
    Author'n Jğπ hiatus dulu sblm FF ini ending! ˚☺k!˚

    • ya chingu memang agak pendek hehe^^

      jinjja?? wah aku juga suka sama karakter Yoona, hehe^^
      ehm tenang aja yuri ga bakal benci kok sama Yoona :)

      waa gomawo sudah mau menunggu dgn setia :’) *terharu* #plakk
      ya deh ga jadi hiatus, nanti aku bakal diem2 nulis sambil belajar biar g ketauan eomma hehe *anak nakal* #plakk!! XD

  7. Daebak !!

    aku suka banget banget banget :)
    apalagi main cast nya Yoona , soalnya yang berbau Yoona aku suka ckck

    cepet di post ya thor chapter selanjutnya , ntar aku kasih hadiah dah *kasihOnew*

  8. Aaaaa eoonnnii kependekaaan. (┌‾,‾┐) itu yoona ama haeppa ciuman? Dijelasin dums ininya itu *yadoong ckckck* ehehe *abaikan* daebak thor bikin penasaran huhu

    • wkwkwk yups memang kependekan tapi janji chapt berikutnya lebih panjang^^

      hayo mikir apa itu!! kekeke XD
      yg di dapur ya?? ga nyampe ciuman kok say cuma dipeluk aja ^^ kalo yg begitu mah ntar di chapt terakhir aja (yah bocor #plak)
      main ama eunhyuk mulu ya?? #plak XD

      penasaran kah?? kekeke tunggu aja ne lanjutannya, gomawo^^

  9. Wah hampir aja ketinggalan baca part 5 nya!!!
    aku suka karakter Yoona, lama lama jadi imut!!

    Siapa ya wanita itu??
    lanjut teruz gak sabar nih!! bikin penasaran!! \(^_^)/

    • heehehe kok bisa ketinggalan??? kekee ^^

      hmm siapa ya?? nenek lampir kali ya #ngaco #plak XD
      tunggu aja ya di chapt selanjutnya ^^

      waa jinjja penasaran??? gomawo!!! *happy* hehe^^
      keep waiting ne^^

  10. Ne jinjja , tapi izin ngambil Onew dari hati author dulu . Ntar aku baru kasih dah ^^

    chapter selanjutnya harus cepet datang , panjang , lebih seru , lebih romantis dan lebih-lebih bisa bikin readers kelepek-kelepek ^^ |readers : emg gua ikan-_- #plak

    • bisa aja chingu hehe ^^

      siipeu deh, ini juga aku lagi nulis chapter 6-nya hehe ^^
      ya deh bisalah dibikin lebih romantis ^^ (sebenernya kalo nulis pas bagian romance nya itu aku suka malu sendiri *dibayangin sih* #plak) ^^

    • waa jinjja keren??? GOMAWO NEE
      hehehe ^^
      siip deh!!! :D

      chapter 6 udah ada kok ^^
      tinggal chapter 7 lagi on writing ^^

      tunggu yaa^^

      ohh nado saranghae my beloved readers yang baik udah mau komen hehe :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s