FICTION chapter5

Main Cast :

Choi Siwon

Im Yoona

Other Cast :

Taeyeon

Lee Seung Gi

Lee Joon Hyuk

Genre : Romance, Fantasy

Author :

Bayu Navanto

Length :

Chapter

Rating :

PG-13

Desclaimer :

Semua cast di fanfic ini adalah punyanya Tuhan yang di titipkan kepada kedua orang tuanya, tetapi fanfic ini karya aku yang di anugerahi oleh tuhan (?). Sifat, karakter para cast dalam fanfic di sini mungkin berbeda dengan sifat, karakter para cast dalam kehidupan nyata atau yang sesungguhnya.

Author Note :

Fanfic ini sebenarnya sudah dari awal tahun nangkring di private blog tetapi masih dalam bentuk naskah skenario lalu aku rombak sedikit mulai dari para cast sampai sedikit alur ceritanya tetapi untuk benang merahnya atau alur ceritanya masih tetap di pertahankan untuk sama seperti dalam bentuk skenarionya.

Taeyeon sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, Taeyeon merasa bahwa dia sangat bersalah, dia telah membuat suatu kesalahan yang besar. Taeyeon langsung menuju mobil dan bergegas menuju apartemennya, di perjalanan dia menangis karena  merasa bahwa dia itu egois

”Kenapa bisa seperti ini, ternyata bukan Yoona pelakunya tetapi ayahku sendiri yang melakukannya tapi kenapa, kenapa ayah bisa berbuat nekat seperti itu kenapa?! Benar kata Gikwang seharusnya aku menyelidikinya terlebih dahulu sebelum aku berbuat seperti itu”

ucap Taeyeon sambil menangis

di rumah Yoona, Siwon minta pamit untuk pulang karena hari sudah malam dan Siwon besok harus rekaman untuk album terbarunya

”Yoona aku pamit pulang yah hari sudah malam dan besok aku harus rekaman jadi badan harus dalam kondisi yang prima dan kamu jangan sedih terus ok besok aku akan usahakan untuk mengantar kamu ke makam ayahnya Taeyeon ok,selamat malam!”

ucap Siwon

”ok terimakasih sudah mendengarkan curhatan ku yang gak jelas itu, selamat malam juga dan hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut”

ucap Yoona

”ok”

ucap Siwon singkat lalu keluar dari rumah Yoona

di perjalanan pulangnya Siwon memikirkan Yoona terus, Siwon merasa kasihan terhadap Yoona dia harus hidup sendirian dan tidak ada teman yang bisa di ajak curhat untuk meringankan resa gundah dan sedih di hati Yoona dia juga bangga kepada Yoona karena dia dapat melawato semuanya seorang diri. Di apartemen Taeyeon, Taeyeon tidak bisa tidur dia terus memikirkan mengenai apa yang tadi dia dengar di rumah Yoona, Taeyeon merasa sangat jahat terhadap Yoona padahal Yoona sudah sangat baik terhadap dirinya

“kenapa, kenapa jadinya seperti ini, kenapa aku begitu egois, aku lebih mementingkan perasaan pribadi ketimbang perasaan orang lain, bodoh sekali kamu Taeyeon, kamu sangat bodoh, maafkan aku Yoona aku sangat malu terhadap diriku sendiri yang sangat egois ini”

ucap Taeyeon sedih

setelah mengucapkan kata-kata itu Taeyeon langsung menangis dan memeluk foto kenangan Taeyeon dan Yoona juga foto ayahnya Taeyeon

”kenapa ayah, kenapa ayah harus mengakhiri hidup ayah dengan cara seperti itu, kenapa ayah, aku sangat membutuhkan ayah tetepi ayah malah pergi ketempat yang jauh dan tidak akan kembali lagi, KENAPA? Apa karena ayah sudah muak dengan sikap aku yang kekanak – kanakan ini, maafkan aku ayah”

ucap Taeyeon sedih

keesokan harinya di kantor studio rekaman stargrup Siwon bersikap seperti biasanya dan saat mau naik lift Siwon melihat Taeyeon di depan pintu masuk kantor dengan muka sayu sedih, Siwon akhirnya mendekati Taeyeon dan mengurungkan niatnya untuk naik lift.

”kamu kenapa, apa kamu sedang sakit? Kalau sedang sakit jangan paksakan diri untuk berangkat kerja, nanti kamu malah tambah sakit”

ucap Siwon

”tidak aku tidak apa-apa dan aku sehat-sehat saja, kenapa kamu begitu baik terhadap aku yang bersifat kekanak – kanakan ini, egois, mau menang sendiri, kenapa kamu tidak jauhi saja aku”

ucap Taeyeon

“kita kan sahabat, sahabat selalu membantu sahabat lain disaat mereka membutuhkan kita”

ucap Siwon

“ohh begitu yah”

ucap Taeyeon

”eh lalu kenapa mata kamu lebam seperti itu, seperti habis menangis? Apa tadi malam kamu menangis?”

tanya Siwon

”sudah aku bilang aku tidak apa-apa, jangan ganggu aku dulu yah aku mau konsentrasi pada kerjaan aku”

ucap Taeyeon

Taeyeon langsung pergi meninggalkan Siwon di depan pintu masuk

”mungkin karena ini adalah hari kematian ayahnya yah jadi dia seperti itu , hah entahlah”

gumam Siwon

tiba-tiba manager Joon Hyuk memanggil Siwon

”hey Siwon ayo cepat naik kamu kan harus rekaman waktu kita tidak banyak ayo cepat!”

seru Joon Hyuk

”iya-iya sebentar”

jawab Siwon

di studio Siwon melakukan latihan vokal terlebih dahulu dan setelah latihan vokal dianggap sudah cukup akhirnya Siwon melakukan take vokal. Di ruangan lain Taeyeon dan kawan-kawan sedang sibuk dengan persiapan peluncuran album terbarunya Siwon, Taeyeon terlihat bekerja dengan giat walaupun dengan suasana hati yang sedang gundah tetapi dia harus bersikap profesional sebagai karyawati,

“eh Taeyeon menurut kamu cover album terbarunya Siwon yang ini atau yang ini?”

tanya Seung Gi sambil menunjukkan contoh cover

“emm, lebih baik yang ini saja lebih bagus”

jawab Taeyeon lesu

“kamu kenapa Taeyeon kenapa kamu terlihat seperti lesu, kamu sakit, kalau kamu sakit ayo aku antar ke rumah sakit”

ucap Seung Gi

“ah engga, cuman tadi malam susah tidur aja jadi kurang tidur, gak usah sampai pergi ke rumah sakit segala, terlalu berlebihan”

ucap Taeyeon

“yah, aku kan cuman khawatir aja, takutnya ada apa-apa gituh”

ucap Seung Gi

“heuuh, Seung Gi – Seung Gi kamu ini, cepat gih kembali kerja, nanti dikira kita ada hubungan gituh bisa repot lagi”

ucap Taeyeon

“maunya sih seperti itu”

gumam Seung Gi lirih

“apa yang barusan kamu bicarakan, kok kelihatanna ada yang di sembunyikan”

tanya Taeyeon

“ah enggak, jadi yang ini saja covernya”

ucap Seung Gi

“iyah Seung Gi”

ucap Taeyeon

“ok, akan aku proses, terima kasih sarannya”

ucap Seung Gi

saat sedang istirahat Taeyeon duduk termengu di meja kantin Seung Gi yang melihatnya bermaksud untuk mendekatinya tetapi dicegah oleh Siwon

”kamu kenapa Siwon teman lagi sedih mau aku hibur malah kamu cegah? Kamu tau tidak tadi saat bekerja dia itu terlihat lesu tau”

”yah aku tau, tapi jangan dulu biarkan kita beri waktu untuk dia sendirian dan aku ingatkan bersikap seperti biasa pada saat kerja nanti”

ucap Siwon

”memangnya kenapa, apa yang terjadi pada Taeyeon?”

tanya Seung Gi

”kamu lupa?, sekarang adalah hari peringatan kematian ayahnya Taeyeon! Mungkin dia sedih karena hal itu”

ucap Siwon

”oh iya aku baru ingat, ok deh aku akan turuti permintaan kamu tadi”

ucap Seung Gi

”nanti kamu ada acara tidak?”

tanya Siwon

”tidak memangnya mau ngapain, pasti mau mentraktir aku makan, nonton iya kan? Wah kamu memang beast freind banget lah tau kalau temen lagi boring ngurusin kerjaan”

ucap Seung Gi asal – asalan

”widih enggak, enak aja lo mentraktir temen kaya kamu emangnya kamu pacar aku apa”

ucap Siwon

”terus apaan donk”

tanya Seung Gi

”nanti kita kemakam ayahnya Taeyeon barsama dengan Yoona juga gimana?”

ucap Siwon

”oh itu oke aku ikut, bareng Taeyeon juga enggak?”

tanya Seung Gi

”enggak, kan Taeyeon masih marah sama Yoona, ya udah nanti aku tunggu kamu di basemant”

ucap Siwon

”siiip”

ucap Seung Gi

lalu mereka menuju meja kantin yang sedikit jauh dari meja tempat Taeyeon berada untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan, beberapa saat setelah mereka duduk Taeyeon pergi keluar kantin, Seung Gi dan Siwon kaget, tadinya Seung Gi mau menyapanya tetapi tidak jadi karena di cegah oleh Siwon, ternyata Taeyeon pergi tidak langsung ke kantor melainkan ketempat dia merenung, yaitu taman kantor.

“hah, segarnya”

ucap Taeyeon

“apanya yang segar”

ucap Gikwang mengaketkan Taeyeon

“aigo!!!! Ah Gikwang ngagetin aja”

ucap Taeyeon

“ah yah maaf kalau mengagetkan, eh tapi tadi kamu bilang segar itu maksudnya apa”

ucap Gikwang

“that something!!!”

ucap Taeyeon

“ah mulai nih”

ucap Gikwang

“mulai apa? Mulai menyenangkan?”

ucap Taeyeon

“mulai menyembunykan sesuatu hal lagi nih”

ucap Gikwang

“emm, yah seperti itu lah, hehehehe bercanda, gamsahamnida yah!”

ucap Taeyeon

“gamsahamnida? Buat apa kamu berterima kasih kepada aku, memang aku telah memberikan kamu sesuatu apa, sehingga kamu mengucapkan terima kasih kepada aku?”

ucap Gikwang bingung

“gomawoyeo telah memberikan nasihat itu”

ucap Taeyeon

“nah sekarang nasihat apa? Kalau ngomong jangan ambigu dong aku bingung nih, apa sih maksud kamu?”

ucap Gikwang tambah bingung

“emmm, menurut kamu apa?”

ledek Taeyen

“ahh ayolah Taeyeon sayang, apa sebenarnya maksud kamu?”

ucap Gikwang

“tadi bilang apa? Taeyeon apa? Aku kurang mendengarkannya tadi, Taeyeon apa?”

ucap Taeyeon

“mampus loh keceplosan lagi, bilang apa sekarang guwe, ha babo – babo”

ucap Gikwang dalam hati

“ah Taeyeon manis, ada yang salah yah?”

ucap Gikwang sambil senyum sinis mati gaya

“perasaan bukan seperti itu lho?”

ucap Taeyeon

“ah jangan terlalu di permasalahkan lah, cepat bilang ke aku maksud kamu bilang seperti itu, itu apa maksudnya, i’m so confused you know”

ucap Gikwang

“i don’t kwon, hehehe bercanda, terima kasih atas nasihat kamu tentang penyelidikan itu akhirnya aku sudah tahu kejadian yang sebenarnya, jadi sekarang aku sudah lebih baikan, gamsahamnida yah, kamu teman yang sangat pengertian sekali ke aku, gamsahamnida yah”

ucap Taeyeon

“oh itu yah sama – sama”

ucap Gikwang

“heh maunya sih gak cuman sebagai teman saja, maunya lebih gitu”

batin Gikwang

“ah jadi sekarang kamu sudah tahu kejadian sebenarnya syukurlah jadi kesalah pahaman ini sudah berakhir, em bay the way kamu sudah meminta maaf sama si sahabat kamu itu belum? Siapa sih namanya?”

lanjut Gikwang

“belum, dia Yoona”

ucap Taeyeon

“oh, kenapa belum? Apa kamunya masih minder untuk bertemu sama Yoona?”

ucap Gikwang

“boleh dikatakan seperti itulah, aku masih belum berani untuk menampakkan batang hidungku di depan dia”

ucap Taeyeon

“jangan seperti itu dong, kamu yang memulainya kamu juga harus berani untuk mengakhirinya mengerti?”

ucap Gikwang

“yah aku tahu itu, tetapi aku takut kalau malah nanti Yoona balik membenciku karena itu”

ucap Taeyeon pesimis

“yah jangan begitu dong, nanti malam ada acara gak?”

ucap Gikwang

“emm enggak emangnya kenapa? Eh tapi nanti sore aku ada acara gimana?”

ucap Taeyeon

“kan yang aku butuhkan waktumu di malam hari, kalau di sore hari itu urusan kamu, jadi nanti malam kamu gak ada acar, bagus, yeah akhirnya”

ucap Gikwang girang

“bagus? Akhirnya? maksudnya apa?”

ucap Taeyeon bingung

“ah bukan apa – apa, nanti malam aku tunggu di sini yah pukul tujuh malam ok”

ucap Gikwang

“emm ok, eh sekarang aku harus balik kerja lagi yah, sudah mau masuk jam kerja lagi nih, masih banyak kerjaan yang harus di selesai”

ucap Taeyeon

“ok sampai ketemu lagi disini, nanti malam”

ucap Gikwang

“ok, see you”

ucap Taeyeon sambil berlalu pergi menuju kantor

Gikwang hanya menanggapinya dengan senyuman manis penuh makna

“yeah, akhirnya waktunya tiba, tunggu waktu mainnya Taeyeon”

ucap Gikwang lalu pergi meninggalkan tempat tersebut

di dalam kantor

“eh manager, si Taeyeon belum datang juga?”

tanya Seung Gi

“em, belum emangnya kenapa?”

ucap Joon Hyuk sambil memainkan komputernya

“kamu sebenarnya suka yah sama Taeyeon?”

ucap Joon Hyuk yang langsung membalikkan badannya ke arah Seung Gi, sontak Seung Gi kaget tersedak

“ak…ahkk enggak, kalau ngomong jangan ngasal”

ucap Seung Gi mati gaya

“emm bohong! Dari gerak – gerik dan gaya bahasa tubuh kamu itu menunjukkan kalau kamu sebenarnya suka kan sama Taeyeon”

ucap Joon Hyuk sambil berkeliling mengelilingi Seung Gi dengan gaya ala detektif

“haaa, manager jangan ngarang, yang benar saja dia bukan kriteria aku”

ucap Seung Gi kikuk

Joo Hyun hanya mengerutkan dahinya, lalu tiba – tiba Taeyeon datang menyapa semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut

“annyeong semuanya”

ucap Taeyeon gembira

“ini dia orangnya datang, benarkan Seung Gi jangan bohong”

ucap Joon Hyuk sambil mendekati Taeyeon

“akhh, kerja – kerja jangan ngegosip”

ucap Seung Gi yang sedikit marah sambil menuju meja kerjanya

“ada apa sih sebenarnya?”

tanya Taeyeon

“ini, si Seung Gi, dia itu……”

ucapan Joon Hyuk terpotong karena dia dilempari pensil oleh Seung Gi

“aduh, sakit Seung Gi, main anarkis nih anak”

ucap Joon Hyuk

“bodo, biarin”

ucap Seung Gi sewot

“ada apa sih sebenarnya”

tanya Taeyeon

“ini….”

ucapan Joon Hyuk dipotong lagi sama Seung Gi

“akhemmm………. Kerja – kerja jangan ngerumpi melulu, kaya tante – tante aja”

ucap Seung Gi sewot yang memotong ucapan Joon Hyuk

“yah – yah, gitu aja marah, sensitif banget sih”

ucap Joon Hyuk

“ayo Taeyeon kerja aja, nanti Seung Gi ngamuk lagi”

ajak Joon Hyuk

Taeyeon menanggapinya dengan mengangkat kedua bahunya.

jam kerjapun usai Taeyeon langsung pergi ke makam ayahnya disana ia menangis sambil memeluk makam ayahnya

”ayah maafkan aku karena aku tidak menuruti perkataan ayah, aku sangat menyesal karena aku tidak dapat menahan rasa keegoisan aku, aku sungguh sangat egois sampai-sampai teman baikku aku musuhi karena kesalah pahaman yang sebenarnya tidak harus terjadi, itu karena kesalahan ku, apa yang harus aku lakukan ayah, aku sangat bingung aku tidak tahu harus berbuat apa padahal aku ingin mengakhiri kesalah pahaman ini, bagaimana caranya ayah? Apakah masih ada kata maaf untukku dari Yoona, teman yang saat itu aku musuhi karena kesalah pahaman ini, aku takut ayah, aku takut untuk berhadapan dengannya, aku takut dia tidak memaafkan aku, aku takut dia malah membenci aku benar – benar sangat bingung ayah, maaf kan aku, aku memang tidak berguna, aku…….. Aku memang!”

ucap Taeyeon yang tak di teruskan karena sakng sedihnya dia dengan semua masalah yang ada di benak pikirannya

setelah menangis di makam ayahnya, Taeyeon pergi karena hari sudah mulai sore.

“aku pulang dulu ya, yah, sampai jumpa, sekali lagi maaf kan aku ini ayah”

ucap Taeyeon sambil menundukkan tubuhnya

Sesaat setelah Taeyeon pulang Siwon, Seung Gi,dan Yoona datang kemakam ayahnya Taeyeon.

”apa kabar paman bagaimana kabarnya di surga, maafkan aku paman karena tidak dapat melakukan apa yang paman inginkan aku sungguh sudah berusaha semampu aku tetapi tetap saja Taeyeon tidak percaya maafkan aku paman”

ucap Yoona

”apa kabar paman lama tidak bertemu, Taeyeon sekarang sudah tumbuh besar dan sudah mempunyai materi yang cukup untuk menyambung hidupnya, andai paman melihatnya sekarang pasti paman bangga dengan anak paman itu, tapi aku yakin paman juga melihatnya dari tempat yang jauh sana”

ucap Siwon

”apa kabarnya paman maaf kalau saya tidak dapat membuat Taeyeon berubah seperti apa yang paman mau sewaktu paman masih hidup, tetapi saya tidak akan menyerah saya akan berusaha sekuat badan saya untuk membuat Taeyeon berubah saya berjanji”

ucap Seung Gi

Setelah mereka bertiga selesai mengeluarkan uneg-unegnya mereka bertiga berdoa dan pulang karena hari sudah malam.

Di taman kantor.

“hah si Taeyeon kok belum datang – datang yah, apa dia lupa?”

ucap Gikwang khawatir

“hai Gikwang, maaf aku terlambat”

ucap Taeyeon

“haaa. Syukur”

ucap Gikwang sambil mengelus dada

“syukur kenapa?”

tanya Taeyeon

“syukur kamu datang, ah Taeyeon you are nomu yeppo”

ucap Gikwang

“gomawoyeo, kamu juga sangat tampan”

ucap Taeyeon

“eh kita mau kemana nih”

lanjut Taeyeon

“ayo kita kencan buta”

ucap Gikwang lantang

“kencan?”

ucap Taeyeon kaget

“yah ayo kita lakukan kencan buta”

ucap Gikwang

“tapi…..”

ucap Taeyeon ragu

“sudah ayo ikut aku sekarang juga”

ucap Gikwang sambil menarik tangan Taeyeon

“mau di bawa mana aku, mau diapakan aku?”

ucap Taeyeon

“aku akan menculikmu untuk melakukan kencan buta”

ucap Gikwang

“tapi.. Gikwang”

ucap Taeyeon

“sudah tidak ada tapi – tapian”

ucap Gikwang

di tempat lain

”oh iya Yoona dan Seung Gi kita mau kemana dulu nih jangan langsung pulang besokkan kantor libur jadi kau ingin menikmati hari-hari akhir aku bebas sebelum lounching lagu terbaruku kan kalau sudah lounching aku bakalan sibuk dan mungkin akan jarang bertemu kalian lagi”

ucap Siwon

”iya bener juga sih, bagaimana kalau kita ke restoran seafood di pinggir jalan sana disana makanannya enak-enak dan murah lagi bagaimana kalian setujukan?”

ucap Seung Gi semangat

”em kalau aku sih ikut-ikut saja tapi aku tidak membawa uang”

ucap Yoona

”weh kalau itumah jangan khawatir kan kita akan di traktir makan sama artis yang satu ini, iya kan?”

ucap Seung Gi

”weh gaya kamu ok aku yang bayar, jadi kita ke restourant seafood dahulu siap laksanakan”

ucap Siwon

”baik komandan”

ucap Seung Gi

”hahahahahahahaha”

Siwon, Seung Gi, Yoona tertawa.

Di tempat dekat danau.

Ternyata Gikwang membawa Taeyeon ke tempat pinggir danau dengan suasana yang romantis

“mau apa sih kita kesini?”

tanya Taeyeon

“Taeyeon, sejak awal kita bertemu aku sudah menaruh hati dengan mu, dan sejak saat kita berada di taman bunga itu, hatiku semakin yakin kalau kamu itu adalah bidadari yang tuhan turunkan untuk aku”

ucap Gikwang

“maksudnya apasih, aku jadi sedikit risih”

ucap Taeyeon

“Taeyeon maukah kamu menjadi pasanganku?”

ucap Gikwang menembak Taeyeon sambil memegang tangan Taeyeon

sontak Taeyeon kaget

“Gikwang, kamu bercandakan”

ucap Taeyeon sambil melepaskan tangannya dari genggaman Gikwang

“tidak Taeyeon, aku serius, apakah kamu mau menjadi kekasih ku?”

ucap Gikwang sekali lagi sambil memegang tangan Taeyeon kembali

“a…….aku………”

ucap Taeyeon

 

Bersambung.

nb. mungkin chapter selanjutnya akan aku posting agak lama coz tinggal menghitung hari menuju UKK jadi aku mau fokus terlebih dahulu ke pelajaran karena untuk mencapai target aku di semester ini :)

10 thoughts on “FICTION chapter5

  1. Wah Unnie aku hari ini ditembak si gikwang… Si seunggi nanti pasti bakalan panas tuh klo sempat dia tu denger. Tp masih banyak typo tuh thor… Agak bingung wkt bacanya. Seru lah. Taeyeon fighting
    Keep on writing y

    • untuk chapter ini mohon di maklumi saja yah karena aku membuat chapter ini curi” waktu jadi sedikit ngebut so banyak typo dah. Selain itu sebelum aku post juga aku lagi dalam feel yang kurang jadi gak aku edit dah, terima kasih atas kritik sarannya itu :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s