Chocolate Love [CHAPTER 6]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona
-Super Junior’s Lee Donghae
-SHINee’s Onew / Lee Jinki
-SNSD’s Kwon Yuri
-SNSD’s Kim Hyoyeon
-Im Yoonhee (OC)
-Beast’s Lee Gikwang
*and other cast find yourself*

Cameo in this chapter:
-SNSD’s Jessica Jung

Disclaimer:
Semua cast dalam cerita (kec.OC) bukan punya author tapi cerita punya author, dan seperti biasa Onew milik author #plakk XD (digampar shawol)

Author’s Note: annyeong chingu, oppa, eonni, dongsaeng, ajumma, ajeosshi, halmoni, haraboji, hantu (?), setan (?) dan semua macam makhluk yang mengikuti FF ini XD !!!

Seperti yang bisa kalian lihat di atas (cast) di chapter ini ada cameo yaitu kakak sepupu author yang namanya Jessica Jung #plakk *abaikan*
Nanti di tengah cerita Jessica muncul sebentar jadi….jadi apa ya?? baca aja ok!! ^^. Terus ada cast baru juga, hadiah buat Onew ^^ soalnya kasian dia ga dapet Yoona huhu ^^
dan, mian juga untuk cover yang asal edit itu huhu ~u.u~ *nunjuk2 ke atas*
terus sekali lagi mian *kebanyakan mian nya deh* #plak!! ending chapter ini agak nyebelin ^^

please remind and follow this note!!
NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!!!!!!

ok deh!!!
~*°*»Happy Reading All!!«*°*~

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 |

#CHAPTER 6#


Wanita itu akhirnya melangkahkan kakinya, masuk ke dalam cafe.
Hal pertama yang ia lakukan adalah menemui Yuri yang entah sedang melakukan apa di meja counter. “Yuri-ya” panggilnya ramah. Yuri menoleh lalu tersenyum pada wanita itu “oh ajumma, kapan ajumma kembali ke Korea?” tanya Yuri pada wanita itu. “aku baru saja sampai, karena ingin bertemu denganmu jadi aku langsung ke sini. Oh ya mana anak bandel itu??” kata wanita yang ternyata adalah eomma-nya Donghae.
“anak bandel yang mana?? maksud ajumma Donghae-sshi??” kata Yuri sambil tersenyum. “ya dia, mana dia? oh ya sejak kapan kau jadi memanggilku dengan sebutan ajumma? biasanya kau memanggilku omoni, dan kau juga memanggil Donghae dengan sebutan sshi, ada apa sih?” kata eomma-nya Donghae sambil menatap Yuri dengan tatapan heran.
Yuri tersenyum lalu menundukan kepalanya. “aku dan Donghae-sshi sudah putus sejak setahun yang lalu, memangnya ajumma tidak diberitahu?” kata Yuri, “ckckck anak itu benar-benar” gumam eomma-nya Donghae sambil geleng-geleng kepala. Sejak dulu ia tidak pernah mengerti apa yang ada dalam otak anaknya itu. “ya sudah lah, antar saja aku ke ruangannya, biar kuhabisi dia” ujar eomma-nya Donghae, Yuri mengangguk dan mengantar wanita itu ke ruangan Donghae.

Di sana kosong, tidak ada siapa-siapa.
eomma-nya Donghae duduk di sofa kecil di ruangan itu, lalu meminta Yuri meninggalkannya sendiri.

Sebenarnya cafe ini adalah miliknya. sebelum ia pergi ke Amerika, sebenarnya ia ingin memberikan cafe ini pada Jinki saja, karena menurutnya anaknya yang satu itu lebih waras (?) dibandingkan hyung-nya, tapi karena Jinki tidak mau, jadilah Donghae yang memegang cafe ini. Dan sebenarnya, eomma-nya Donghae tidak terlalu menyesal juga, karena toh cafe-nya masih ada dan tidak hancur.

Setelah sekitar 15 menit, akhirnya Donghae datang juga.
Begitu masuk ke dalam ruangannya, Donghae rasanya mau bunuh diri saking kagetnya melihat ibunya yang fashionista, agak nyentrik (?), aneh dan galak sedang duduk di ruangannya.
“aduh pantas saja perasaanku tidak enak sejak tadi” kata Donghae dalam hati , sambil menghindari tatapan eomma-nya. “yah Lee Donghae! kesini kamu, biar kucincang kau jadi makanan kucing!” seru eomma-nya. Donghae dengan takut-takut menghampiri eomma-nya, yang menurutnya benar-benar persis Yoona kalau sedang marah, suka sekali mencincang orang.
“eomma, kenapa tidak bilang padaku kalau mau datang” kata Donghae. “buat apa?? kau sendiri tidak pernah memberitahuku apa-apa. Terus kau dan Yuri?” kata eomma-nya sambil menatap Donghae lekat-lekat. “kami sudah putus” jawab Donghae singkat.

Plak!

eomma-nya langsung memukul kepala Donghae dengan koran. “aigoo, kau ini benar-benar keterlaluan! kan aku sudah pernah bilang, aku sudah sangat menyukai Yuri” kata eomma-nya Donghae. “tapi aku tidak menyukainya! sudahlah eomma pulang dulu saja, nanti di rumah kita mengobrol lagi” kata Donghae kesal , sambil cemberut.
“ckckck, baiklah, jangan pulang malam-malam ya, nanti kita pergi ke supermarket sebentar aku mau belanja” kata eomma-nya Donghae sambil berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan bantingan keras dipintu.
“aduh kenapa sih nenek sihir itu harus pulang ke Korea!!!” seru Donghae kesal sambil guling-guling di lantai (?)
….

*********************************

[singkat cerita] Malamnya…

Yoona baru saja sampai di depan apartemennya, ia membayangkan dirinya bisa tidur nyenyak setelah ini. Tapi begitu membuka pintu, seluruh hayalan itu terbang entah kemana.
“omo! Appa! kapan appa datang kesini??” tanya Yoona kaget sambil menghampiri appa-nya yang sedang duduk di sofa bersama Yoonhee. “baru saja setengah jam yang lalu, oh ya appa ingin masak sesuatu kita pergi ke supermarket yuk, karena Yoonhee tidak mau jadi appa ajak kamu saja” kata appa-nya sambil tersenyum. Yoona ingin mengeluh, tapi ia cuma bisa angguk-angguk.

Ia pergi ke kamarnya, dan mengganti bajunya dengan baju yang agak lebih santai, lalu memakai sweater biru muda bergambar hati kesukaannya. Setelah itu ia pergi ke supermarket bersama appa-nya.

#di supermarket#

Sementara appa-nya belanja, Yoona malah sibuk SMS-an dengan Hyoyeon. Ia sama sekali tidak memperhatikan langkahnya, sampai-sampai…

Brukk!!

Ia menabrak seseorang, sampai ia jatuh sendiri.
Yoona cepat-cepat berdiri dan membungkuk pada wanita yang ditabraknya. “jwesonghamnida” kata Yoona.
“Yoona-ya ada apa?” tanya appa-nya sambil menghampiri Yoona. “aniyo, gwaenchana” kata Yoona sambil tersenyum pada appa-nya.
Sementara itu wanita yang ditabrak Yoona, malah kaget melihat appa-nya Yoona.
“chagi?? apa yang kau lakukan di sini?” tanya wanita itu. Yoona langsung tersedak mendengar kata-kata itu.
“Misun-a, kau sudah pulang ke Korea??” tanya appa-nya Yoona, yang berhasil membuat Yoona mual tingkat akut. Ditambah lagi ketika gadis itu melihat Donghae datang menghampiri wanita yang ditabraknya itu. Rasanya ia mau pingsan. “eomma, apa yang…” kata-katanya terhenti ketika melihat Yoona dan appa-nya. Melihat Yoona dan Donghae sama-sama bingung, eomma-nya Donghae akhirnya bicara. “Donghae-ya, kenalkan ini Im Sookhyun, namchin eomma sewaktu di amerika hehe” kata eomma-nya Donghae sambil tersenyum. “mwo?! eomma punya namchin? aih jinjjara??” seru Donghae kaget, lalu melihat ke arah Yoona yang wajahnya sangat memelas sekarang. “appa, itu bohong kan?” tanya Yoona, appa-nya hanya mengangguk.

“ANDWAE!!!”

seru Donghae dan Yoona bersamaan. “pokoknya aku tidak setuju!!! JEOLDAE ANDWAE!!!!!” kata Yoona ngotot. Donghae cuma angguk-angguk setuju. Tapi orang tua mereka malah cuek saja dan pergi berdua.
Meninggalkan anak-anak mereka, yang sekarang berada dalam keadaan bingung dan stress.

“aaaa eotteohke!!!” teriak Yoona frustasi. “yah jangan teriak-teriak begitu! aku juga bingung harus bagaimana, kalau hubungan mereka serius berarti kita akan jadi…” Donghae menggantungkan kata-katanya, “kakak adik maksudmu?? aaaa shireo!!!!” kata Yoona. “Yoona-ya, dengar, kita harus memisahkan mereka bagaimana pun caranya, ok?” kata Donghae sambil memegang kedua bahu Yoona dan menatap gadis itu. Yoona mengangguk “mmm, tapi caranya bagaimana??” kata Yoona pelan. “bagaimana ya?? sekarang kita ikuti dulu saja mereka” kata Donghae, “ih baboya!! mereka sudah menghilang entah kemana! bagaimana mau mengikuti mereka” kata Yoona, makin stress.
Donghae menghela napas, lalu menggandeng tangan Yoona. “sudahlah lupakan saja dulu” ujar Donghae, lalu mengajak Yoona berkeliling supermarket sambil mencari orang tua mereka yang agak gila sepertinya (?).

“Oppa!!”

Seru seorang perempuan tiba-tiba, sambil melambai-lambai, pada Donghae sepertinya. Menurut Yoona, perempuan itu benar-benar pinky girl, gayanya jauh berbeda dengan Yoona yang apa adanya.
Perempuan itu tersenyum lalu menghampiri Donghae.
Ia melepaskan tangan Yoona dari pegangan Donghae lalu menggandeng lengan Donghae.

Yoona cuma bengong. “omo, siapa sih perempuan ini, seenaknya saja!” kata Yoona dalam hati, lalu cemberut.
“Oppa, masih ingat aku kan?” kata perempuan itu, Donghae hanya memasang ekspresi bodoh “neon nuguya??” tanyanya, sebenarnya ia ingat siapa perempuan ini, tapi melihat Yoona yang tanduknya sudah hampir keluar, Donghae memutuskan untuk pura-pura bodoh.
“ih aku Jessica, masa oppa bisa lupa!” kata perempuan bernama Jessica itu lalu memanyunkan bibirnya.
“ih dasar playboy nappeun!!” batin Yoona.
Baru saja mendapat kejutan tidak menyenangkan dari appa-nya, sekarang ada lagi gangguan.
“oh kamu siapa??” tanya Jessica sambil melihat ke arah Yoona. “aku? aku siapa??” kata Yoona dengan nada menyindir, lalu ia tersenyum “aku Im Yoona, yeojachingu-nya Lee Donghae itu pun kalau masih dianggap” katanya sinis. Jessica cuma mengangguk saja, padahal sebenarnya ia juga masih bingung.
“dasar babo, tentu saja masih dianggap!! huh makin kacau saja semuanya, kenapa juga Sica harus datang di saat yang tidak tepat begini? sekarang Yoona pasti marah” kata Donghae dalam hati, lalu menatap Yoona dengan tatapan kamu-itu-bicara-apa-sih-?
Yoona hanya manyun lalu melipat tangan di dada dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
Jessica melihat mereka berdua bergantian lalu tersenyum. “oppa, temani aku jalan-jalan sebentar ya, kalau Im Yoona-sshi tidak mau ikut, ya sudah tunggu di sini saja, kaja oppa” kata Jessica sok manis lalu membawa kabur (?) Donghae.
“uh!! sebenarnya yeojachingu-nya itu siapa sih??!! aku atau perempuan itu??!! kenapa dia diam saja dibawa pergi seperti itu??!! dasar nappeun!!” seru Yoona kesal, seperti biasa, setan-setan mini berwarna hitam berterbangan mengitari kepalanya.

Yoona akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari supermarket itu.
ia benar-benar malang, seluruh badannya sakit setelah bekerja, ditambah lagi dengan kenyataan menggemparkan tentang appa-nya, dan juga Donghae yang dibawa kabur oleh perempuan lain. Rasanya kepalanya mau pecah memikirkan semua itu.

“benar-benar tragedi hidupku ini, huh” keluh Yoona sambil menghampiri sebuah kursi kayu di taman dekat situ. Ia mengayun-ayunkan kakinya, menendangi kerikil yang bertebaran di tanah. Saking semangatnya menendangi kerikil-kerikil itu, salah satunya mengenai kepala orang yang lewat.
Untung saja orang yang lewat itu Jinki, bukan orang lain.
“omo! Jinki-ya, jeongmal mianhae” kata Yoona kaget, Jinki mrnghampirinya lalu duduk di sebelahnya. “eoh aku tidak apa-apa, kau sedang kesal?” kata Jinki.
Yoona mengangguk “ne, aku sedang stress” kata Yoona pelan. “kalau begitu aku juga sama, aku juga stress karena seorang Im Yoona lebih memilih Lee Donghae daripada aku” ujar Jinki jujur, yang berhasil membuat beban otak Yoona bertambah satu kilo (?)
“aku tidak bermaksud membuatmu stress” kata Yoona, “ya aku tahu. oh ya, kau mau cerita kenapa kau kesal??” kata Jinki sambil tersenyum. “aku kesal karena…karena Donghae tadi pergi dengan…siapa sih namanya, Jenny…..Julie…..ah Jessica! perempuan itu sangat menyebalkan!” omel Yoona, sambil menendangi kerikil lagi. “oh Jessica yang itu” gumam Jinki, Yoona langsung melotot kaget “Omo!! memangnya masih ada Jessica yang lainnya??” tanya Yoona antara penasaran dan panik (?). “tidak ada, Yoona-ya, Jessica itu campuran Amerika dan biasa tinggal di Amerika, jadi ya sikapnya memang seperti itu” kata Jinki. Yoona membulatkan mulutnya dan mengangguk mengerti. “eh tapi ngomong-ngomong dia itu siapanya Donghae??” tanya Yoona lagi.
Jinki tersenyum lalu mengacak-acak rambut Yoona “aigoo sepertinya kamu cemburu sekali sih, sampai sesemangat itu menanyakan soal Jessica” kata Jinki. Yoona ikut tersenyum, setidaknya Jinki sudah bisa tersenyum lagi padanya, itu artinya mereka bisa tetap jadi sahabat kan?

“eoh aku memang cemburu, jadi dia itu siapa??” kata Yoona, lalu merapikan rambutnya dengan tangan. “Jessica itu mantan yeochin-nya hyung” kata Jinki.
“huh sudah kuduga, dasar playboy!” pikir Yoona sambil manyun.
“ini sudah malam, kau harus pulang” ujar Jinki sambil melihat jam di ponselnya. “oh iya, kalau begitu aku pulang dulu, annyeong!!” kata Yoona, lalu berdiri, “tunggu aku lupa sesuatu” kata Jinki sambil meraih tangan Yoona. “me…melupakan apa?” tanya Yoona. Aneh. Kenapa ia gugup?
“aku…ah sudahlah, cepat sana pulang. jalgayo Yoona-ya!” kata Jinki, dengan enggan melepaskan tangan Yoona. “ne, kau juga harus pulang, oh ya katakan pada hyung-mu, kalau aku benar-benar marah padanya” ujar Yoona, lalu melangkah pergi.

Jinki menghela napas dan melempar batu kerikil besar, “sialan!” serunya, dan…

bukk!

“auh, siapa sih!!!!” seru seseorang dengan galak.
Jinki hanya bisa bilang “ups” dan bersembunyi di balik bangku.
*autis banget suamiku#plak!!*
Perempuan yang terkena lemparan batu Jinki, memegangi kepalanya yang sakit dan berdarah. “aduh siapa sih yang lempar batu! menyebalkan!” omelnya.
Beberapa saat kemudian terdengar ringtone ponselnya berbunyi.
“eoh Yoonhee-ya” kata gadis itu.

“ouw jadi dia mengenal Yoonhee, tapi Yoonhee yang itu bukan??” pikir Jinki, sambil mengintip dari balik bangku.
Gadis itu kelihatannya siswi SMU, dan gaya berpakaiannya persis seperti Yoona, apa adanya dan tidak mementingkan fashion sama sekali.

“Jinri-ya, kamu dimana??”

“aku sedang di jalan menuju rumahmu, sudah dekat kok, tunggu saja ya” ujar perempuan bernama Choi Jinri itu.

Setelah selesai mengobrol dengan temannya, Jinri kembali mencari orang yang melempar batu padanya, tapi karena sudah malam, jadi ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya saja.

Jinki pun keluar dari persembunyiannya, dan menghela napas lega “fuh untung saja”

*********************************

Besoknya….

Hari ini adalah hari paling indah bagi Yoona, karena ia akan bebas dari mencuci piring dan sejuta perintah lainnya.
“hari ini hari minggu!!! yeay!!” seru Yoona bahagia, sambil membereskan kamarnya. Setelah itu ia pergi ke ruang tengah untuk mulai melancarkan aksinya, membujuk appa-nya supaya mau mengalah.
“appa!!” panggil Yoona sok manis sambil menghampiri appa-nya, yang sedang duduk sendirian di ruang tengah. “appa, appa kan sudah tua” ujar Yoona, “ehm lalu?” tanya appa-nya, mulai curiga anaknya itu pasti ada maunya. “karena sudah tua, harus mengalah ke yang masih muda” lanjut Yoona, “Yoona-ya, katakan saja apa maumu” ujar appa-nya sambil tersenyum, “geurae, aku mau appa dan eomma-nya Donghae mengalah demi kami, ok??” kata Yoona, lalu mengedip-ngedipkan matanya. “memangnya kamu dan anaknya Misun itu pacaran ya?” kata appa-nya. Yoona mengangguk “jadi mengalah untuk kami ya, eoh?? appa sangat baik, ayolah mengalah ya??” pinta Yoona sambil menarik-narik lengan appa-nya. “entahlah, appa tidak bisa jawab sekarang” kata appa-nya Yoona, sambil mengelus kepala anaknya, lalu berdiri dan pergi ke dapur. “uh eotteohkhae??!!!” teriak Yoona frustasi.

#Sementara itu di kamar Yoonhee..

Yoonhee hanya menutup telinganya sambil manyun ketika mendengar suara teriakan eonni-nya.
Ia sedang mengobrol dengan Jinri, sahabatnya yang memang cukup sering menginap di sini. “Yoona eonni kenapa?” tanya Jinri bingung, Yoonhee pun nyengir “hehe tidak apa-apa, biasalah hari minggu” kata Yoonhee. “eh Yoonhee-ya, semalam waktu aku berangkat ke sini, ada yang menimpuk kepalaku dengan batu” cerita Jinri, lalu menunjuk luka kecil di kepalanya. “siapa?? omo sampai luka begini” kata Yoonhee. “nado molla, pokoknya kalau ketemu akan kutonjok sampai mati, kalau perlu kucincang-cincang dia!” kata Jinri kesal, “aih kau ini seperti eonni saja, sedikit-sedikit mencincang orang” kata Yoonhee, menurutnya sahabatnya ini punya sebagian sisi kepribadian yang mirip eonni-nya, hanya saja Jinri lebih galak dan eonni-nya sedikit lebih cengeng.
Jinri menghela napas, sekarang ia sedang memikirkan apa yang ingin dilakukannya bersama Yoonhee hari ini.
Dan terbesitlah di pikirannya untuk jalan-jalan naik bus keliling kota. Tapi ia yakin Yoonhee tidak akan setuju, dan akan lebih memilih belanja di mall. “Yoonhee-ya, aku ingin jalan-jalan naik bus, kau mau ikut ??” tanya Jinri, Yoonhee hanya tersenyum “ok tapi aku turun di mall ya” kata Yoonhee, Jinri mengangguk lalu mencubit pipi Yoonhee “huu dasar tukang belanja!!” kata Jinri , Yoonhee mengelus pipinya yang sakit sambil manyun. “ih sakit!! Jinri-ya, aku mau minta sarapan ke eonni, kau mau ikut sarapan?” kata Yoonhee, “asik!! akhirnya sarapan juga aku sudah lapar!! kaja” kata Jinri ceria.
Mereka pun keluar dari kamar dan menyerbu Yoona.

+~*°*~+~*°*~+

#Sementara itu…

“Bo peep bo peep bo peep ah…” terdengar lagu Bo Peep Bo Peep dengan volume paling besar dari ruang keluarga.
Donghae menghela napas lalu berjalan ke sumber keberisikan itu. Dilihatnya, eomma-nya yang masa mudanya kurang bahagia (?) itu sedang menari-nari tidak jelas.
“huh kebiasaan eomma tidak berubah juga” pikir Donghae, ia ingat waktu kecil, pemandangan yang bisa ia lihat di rumahnya hanyalah eomma-nya yang menari-nari ala girlband sepanjang hari, ternyata sampai sekarang pun masih saja begitu.
“oh ya, aku harus memisahkan eomma, dengan appa-nya Yoona, tapi bagaimana caranya?” kata Donghae dalam hati, tiba-tiba teringat rencananya dengan Yoona kemarin. Ia mengambil ponselnya, hendak meng-SMS Yoona. Ia lupa Yoona masih marah gara-gara Jessica kemarin.

“hyung!” panggil Jinki sambil menghampiri Donghae yang sedang sibuk mengetik SMS.
“kemarin hyung bertemu Jessica??” tanya Jinki, “kamu tahu dari mana??” kata Donghae balas bertanya “aku tahu dari Yoona, dia juga titip pesan, katanya dia sangat marah pada hyung” kata Jinki, lalu memandangi hyung-nya, ia menunggu reaksi.
Donghae berhenti mengetik SMS. “jeongmal?? dia benar-benar marah?” kata Donghae panik (?). Jinki cuma angguk-angguk. “aish eotteohkhaji??” pikir Donghae sambil menggigit bibirnya. “hyung, kalau hyung tidak serius dengan Yoona, aku akan merebutnya. aku serius” ujar Jinki, lalu pergi keluar rumah.
“terus aku harus melakukan apa?” gumam Donghae bingung.
“huh dia kan memang sering ngambek, nanti juga normal sendiri”

+~***~+

Jinri memandang keluar jendela bus, tapi pandangannya kosong, entah sedang memikirkan apa. “omo aku terlalu asik melamun!” pekik Jinri dalam hati, ia pun menghentikan lamunannya, dan mengecek ponselnya. “huh pasti dia sibuk belanja sampai-sampai melupakanku!” gumamnya, ia mengirim SMS pada Yoonhee sejak satu jam yang lalu, tapi sahabatnya itu tidak merespon. Jinri menghela napas dan kembali melihat ke luar jendela. tapi karena merasa seseorang sedang memperhatikannya, ia pun menoleh ke sebelah kiri dan mendapati seorang laki-laki sedang memperhatikannya. Laki-laki itu langsung melihat ke jendela, ketika Jinri melihat ke arahnya. “yah, kenapa memperhatikanku seperti itu?” tanya Jinri, “siapa? aku? aku…cuma merasa kau mirip seseorang” kata laki-laki itu. “mirip siapa?” tanya Jinri lagi. “eh tapi sepertinya sih orang itu memang kamu, semalam kau terkena lemparan batu kan?” kata laki-laki itu, sepertinya agak takut-takut. “omo bagaimana kau bisa tahu?” kata Jinri kaget. Laki-laki itu cuma nyengir lalu berkata “sebenarnya…aku yang melempar batu itu” akunya.
Jinri membulatkan mulutnya, ia sampai melupakan janjinya untuk mencincang orang yang melempar batu padanya, saking kagetnya. “oh…oh lupakan saja” ujar Jinri.

Bus yang mereka tumpangi tiba-tiba mengerem dan berhenti. Ponsel mereka (yang sedang dipegang) sampai jatuh ke bawah. Kedua benda itu sama persis, Jinri sendiri agak bingung, yang mana ponselnya. Jadi ia asal ambil dan langsung turun.
Setelah turun, ia mengecek ponsel itu dan ternyata ponselnya tertukar. “aduh kenapa aku salah ambil sih!!” omel Jinri sambil menghentak-hentakan kakinya. Lalu ia mengotak-atik ponsel itu sampai akhirnya mengetahui siapa nama pemiliknya “jadi namanya Lee Jinki, hmm aku akan minta tukar besok saja, sekarang aku sudah lelah” kata Jinri dalam hati. Ia memasukan ponsel itu ke tasnya dan memutuskan untuk menyusul Yoonhee ke mall.

****

“Yoona-sshi!!” panggil seseorang. Yoona yang sedang berjalan-jalan sendiri sambil bengong (?), terkejut dan tersadar dari lamunannya. “Yoona-sshi, kenapa tidak menjawab panggilanku??” sekarang Song Minji sudah berdiri di sebelahnya. “oh Minji-sshi, aku bukan bermaksud begitu, tadi aku melamun hehe, ada apa?” kata Yoona. “tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memanggilmu saja” ujar Minji sambil tersenyum, tidak biasanya ia ramah pada Yoona. Kalau saat bekerja di dapur, ia sangat jutek dan pemarah.
“Minji-sshi, apa kau tahu bagaimana caranya untuk membujuk orang tua? terutama kalau orang tuanya itu aneh” kata Yoona. “menurutku, yang paling ampuh sih membujuk dengan makanan, cara ini terbukti berhasil! waktu eomma-nya namchin-ku marah aku membujuknya untuk memaafkanku dengan makanan yang manis-manis, itu membuat suasana hatinya membaik dan akhirnya ia mau memaafkanku” cerita Minji. “makanan ya??” pikir Yoona sambil mengerucutkan bibirnya. Dan akhirnya ia mendapat ide.
“Minji-sshi, jeongmal gomawo!! besok di dapur, aku janji akan membersihkan mejamu sampai bersih. Sekarang aku pergi dulu ya!!! sekali lagi gomawo!!!” kata Yoona sambil memegang tangan Minji, dan menunjukan senyum yang manis, setelah itu ia berlari pergi. “omo, gadis itu memang sangat aneh. Tapi lama-lama aku suka juga padanya, dia menyenangkan” gumam Minji.

**********************************

#the next day#

Yoona baru saja sampai di Green Lotus. Hari ini ia akan memulai hari-hari melelahkannya lagi.
Yoona pergi ke ruang pegawai untuk ganti baju seperti biasa lalu ia kembali ke dapur dan membersihkan meja Minji sesuai dengan janjinya kemarin. “hmm dia sudah datang belum ya?” pikir Yoona sambil mengelap meja. Lalu ia manyun. “huh buat apa juga aku memikirkan si nappeun itu?” gumam Yoona.
Setelah selesai membersihkan meja Minji, ia mengambil segelas air lalu meminumnya langsung sampai habis. “sebaiknya aku pergi ke ruangannya atau tidak??” Yoona bertanya-tanya dalam hati sambil mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke meja. “ah aku lihat saja deh”

Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke ruangan Donghae.
Tapi sesampainya di sana, yang ia lakukan hanya berdiri di depan pintu.
“yah, kau sedang apa di sana??” tanya seseorang yang sudah pasti Donghae. “appa!!” seru Yoona kaget, lalu menutup mulutnya sendiri.
Donghae tersenyum lalu memeluk Yoona dari belakang. “yah Lee Donghae!! lepaskan aku! aku masih marah tahu!!” seru Yoona kesal. “aku tidak mau” kata Donghae. “ih dasar kau ini benar-benar playboy!! bukannya kemarin kau pergi dengan…siapa itu namanya…Jenny, Julie, Jessica apalah itu! kenapa masih mempedulikanku?!” kata Yoona, benar-benar jealous tingkat akut. “jadi intinya kamu cemburu sama Jessica? benar-benar kekanak-kanakan. Sudahlah, lupakan saja yang kemarin ok??” kata Donghae, Yoona mengangguk “geurae, tapi kalau kau berbuat begitu lagi, aku tidak akan pernah memaafkanmu! kau jahat!” kata Yoona, lalu menyingkirkan lengan Donghae. “eoh eoh, aku sudah dengar kata-kata itu beratus-ratus kali” kata Donghae. “Yoona-ya, kau sudah bicara dengan appa-mu??” tanya Donghae.
Yoona berbalik dan bersandar ke pintu. “sudah sih, tapi ia bilang ia tidak bisa memenuhi permintaanku sekarang” ujar Yoona, sambil cemberut.
“aku juga sudah bilang pada eomma, tapi ia bilang kita masih muda jadi masih bisa mencari orang lain, sementara ia sudah tidak muda lagi” kata Donghae, dan keduanya pun menghela napas. “eotteohkhae?” tanya Yoona pelan. “aku juga bingung” ujar Donghae.

Sekarang yang mereka pikirkan adalah bagaimana lagi caranya supaya orang tua mereka mau mengalah.
Apa mereka harus sampai mengancam mau bunuh diri berdua? Rasanya itu terlalu berlebihan.
“Donghae-sshi, daripada kita stress memikirkan ini terus, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja pulang kerja nanti?” usul Yoona sambil tersenyum. “kau mau jalan-jalan kemana?” tanya Donghae. “hmm aku mau ke Han Gang” kata Yoona, “yah, setiap eomma ulang tahun, ia mengajakku ke sana! aku sudah puluhan kali ke sana, cari tempat lain!” kata Donghae 
“tapi aku ingin ke sana. Donghae-sshi, kita kesana ya, jebal” pinta Yoona, sambil memasang ekspresi seimut mungkin (?)
“geurae! Sudah sana ke dapur, sebentar lagi cafe dibuka” kata Donghae.
Yoona tersenyum lalu berseru “ne sajangnim!!”

+++++

Di dapur…

Begitu Yoona datang ke dapur, semua orang langsung menatapnya dengan tatapan heran, karena kelihatannya gadis itu bahagia sekali hari ini. “hello semuanya!! ini hari yang cerah ya!!” kata Yoona ceria.

“dia sudah gila” ujar Haerim. Gikwang mengangguk setuju “diluar sangat mendung begitu, dia bilang hari ini cerah, ckckck” kata Gikwang. “yah, mungkin saja suasana hatinya sedang baik, jadi ia menganggap hari ini cerah” kata Minji, ia tidak bermaksud membela Yoona, tapi kedua temannya menganggapnya begitu. “sejak kapan Song Minji membela Im Yoona?” kata Haerim heran, “yah bukannya kau sangat tidak menyukainya?” tanya Gikwang. “aku cuma memberi pendapat kok, bukannya mau membela!” kata Minji, lalu pergi ke ruang pendingin.
Haerim dan Gikwang saling memandang satu sama lain. “aneh” kata Haerim, Gikwang mengangguk.

*****

[Singkat cerita] malamnya…

Hari ini cafe tutup jam 8 malam. Yoona membersihkan dapur sambil tersenyum dan menggumamkan sebuah lagu. Saking senangnya ia sampai tidak sadar ada Yuri di dapur. “Yoona-sshi” panggil Yuri. “oh Yuri-sshi, kupikir tidak ada siapa-siapa. Ada apa?” kata Yoona.
Yuri menghampirinya, “chukhahae, Yoona-sshi” kata Yuri sambil tersenyum. “chukhahae?? untuk apa?” tanya Yoona bingung, “aku tidak perlu mengatakannya kau pasti sudah mengerti, oh ya kau kelihatan sangat senang hari ini, ada apa?” kata Yuri. Yoona tersenyum lalu menundukan kepalanya “aku senang karena….karena seseorang mengajakku pergi” kata Yoona. “kalau begitu cepat pergi, dapurnya biarkan saja, kau bisa membersihkannya besok” kata Yuri sambil tersenyum. “aaa jinjja gomawo!!” seru Yoona senang, lalu berlari ke ruang pegawai dan cepat-cepat mengganti pakaiannya.
Setelah mengucapkan selamat tinggal dan selamat malam pada Yuri, ia pergi ke luar cafe. Sekarang ia harus ke Han Gang.

“Donghae-sshi, kali ini jangan membuatku menunggu lama lagi, ok??”

**********

Donghae baru saja mengantar ibunya pulang ke rumah, dan sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju Han Gang. “sudah jam segini, semoga dia belum menunggu lama” kata Donghae dalam hati, sambil memandangi kemacetan panjang di depannya.
Kali ini ia tidak boleh membuat Yoona menunggu terlalu lama lagi, karena ia ingin mengatakan sesuatu. Ia tidak mau gagal mengatakan hal ini, hanya karena Yoona ngambek.
Akhirnya, ada pergerakan juga. Donghae segera melanjutkan perjalanannya, tanpa tahu sesuatu yang buruk menunggunya di depan sana.

Sebuah truk melaju kencang tanpa arah, mungkin pengemudinya mabuk. Truk itu melaju tepat ke arah sebuah mobil yang berjarak tiga mobil di depan mobil Donghae.
Dan…

BLAM!!…

*********

Menunggu lagi. Itulah yang dilakukan Yoona sekarang. Ia menunggu sudah cukup lama dan mulai tidak sabaran. “apa dijalan macet lagi?? huh kenapa sih dia suka sekali membuatku menunggu seperti ini” kata Yoona dalam hati. Tiba-tiba perasaannya tidak enak. Ia mengambil ponselnya dari tas lalu menekan speed dial nomor satu, nomor ponsel Donghae.
Dan yang ia dapatkan hanya jawaban operator. Berkali-kali ia menelpon dan tetap saja yang ia dapatkan hanya jawaban dari operator. Sekarang perasaannya semakin tidak enak.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan menghubungi Donghae lagi nanti.

Sepanjang perjalanan pulang di taksi, Yoona hanya melamun, menatap kosong ke luar jendela.
Terlihat keramaian. banyak orang sedang mengerubungi sesuatu, sepertinya ada kecelakaan. Yoona hanya melihat keramaian itu sekilas, tapi kenapa rasanya hatinya begitu sakit. Padahal ia tidak tahu siapa orang yang kecelakaan itu.
Yoona menghela napas lalu membatin. “kenapa rasanya seperti ini ya?? Donghae-sshi semoga kau baik-baik saja”…

#To be continued….

***********************************

Waaaaaaa gaje banget yaaa????
mian ya readers sekalian kalo rada gaje dan kawan2. tapi tetep RCL ne…

terus mian juga ending chapternya kayak begitu
judulnya juga Chocolate Love, berarti kan bitter sweet love just like chocolate, kadang pahit kadang manis ya gaa #plak

tapi tenang bakal tetep happy ending kok ^^
oh ya ada yang mau tau ga the next chaptered FF by Yoo Jangmi?? ga ada ?? huhu *nangis* #plakk
aku kasih tau judulnya aja ya:

My Beautiful Ghost
castnya Tiffany dll

ada yang penasaran pengen baca ga ?? ga! *nangis lagi* huhu
hehe tapi ni FF masih lama setelah UKK ^^

sekali lagi meskipun gaje, keep RCL ne…
see you two weeks later with the next chapter ^^
GOODBYE ALL!!!

40 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 6]

  1. Ckckck appa’a yoona eonni ma eomma’a donghae oppa pacaran
    Thor knp donghae’a kcelakaan aaa #nangiss darah
    Ditunggu kelanjutannnyaàaa thorrrrrrrrr…

    • hehehe emang rada2 tuh eomma sma appa-nya #plak XD

      huhuhu *ikutan nangis* namanya juga bitter sweet love kayak chocolate jadi ini bagian2 pahitnya #plak *diamuk massa*

      gomawo ne, seneng pagi2 udah ada yang komen aja ^^

  2. Hayo yoona eonni da mulai fall in love tuh… Ini cerita tetep aja bikin aye penasaran…
    Keep on writing y

  3. Aaa.. seneng, YoonHaenya makin nempel (?)
    tapi, kenapa Appanya Yoona Eonnie namchingnya Appanya Donghae Oppa??
    Trus, itu kenapa Donghae Oppanya kecelakaan ya? Huaaa.. *nangisbarengYesungOppa #plaakk
    thor, di lanjut ya.. lanjutaanya di tunggu scepatnya..

  4. Aaaaa… Authooorr knp part yang ini nyesekin banget siiihh (˘̩̩ε˘̩ƪ)
    Knp Yoona and Donghae ƍάк αϑα moment indah’n sama sekali -___-

    Next part di tunggu cepet yaaahhh…

    • huhuhu ya chingu begitulah takdir cerita, bitter sweet love just like chocolate #plak!!
      maafkan author yg koplok ini ya huhu
      :(
      tapi tetep happy ending kok^^
      tunggu aja ya lanjutannya
      gomawo komennya chingu ^^

  5. haha.. agak kocak jga ceritanya… Wa, thor jgn lama2 lho buat chapter 7 nya!!! Penasaran BANGET soalnya ^^v hihi… Keep on writing yaa! HWAITING!! :))

  6. Huhu sedih Donghae kecelakaan T^T
    Tapi tetep bagus kok!!! #kembali tersenyum ^^v
    Lanjut terus~ jangan lama lama ya? aku rindu sama Donghae #plak! :P

  7. Owaa bgus critanya, lucu ^^
    Ommanya donghae sma appanya yoona ngalah dong wkwk
    Tapi kok donghaenya kecelakaan, kasian :(
    Happy ending? Kyaa aku tunggu next partnya thor! ^^d

    • waa gomawo!! :D
      kekeke ntar juga ngalah kok (bocor lagi #plak)
      hiks hiks ya chingu begitulah takdir cerita #plak (digampar readers) maafkan author yang koplok ini ya kekeke
      tapi tetep happy ending kok cuma emang beberapa chapter terakhir rada galau ceritanya hehe #plak
      tunggu aja ya lanjutannya setelah UKK beres ^^

  8. aku nungguin part yang ini akhirnya keluar ..
    akhirnya gimana tuh nasib eommanya donghae sama appanya yoona ?? hehe
    kok kok donghaenya kecelakaan siihh ???
    jangan lama” ya buat part selanjutnya ^^

    • hehehe mian ya sudah dibuat menunggu hehe^^
      nanti dipart selanjutnya akan diperjelas nasib nya huhu u.u

      hiks memang begitulah takdir cerita #plak
      tapi gak mati kok donghae nya hehe^^
      gomawo ne^^ komennya
      lanjutannya nanti beres UKK ^^

  9. Donghae oppa, mudah-mudahan ga kenapa-kenapa, kasian yoong unnie tuh,… udah ga sabar baca part selanjutnya…

    Chingu… Ditunggu part selanjutnya yah.. jangan lama-lama, jebal..^^

    • omo mian baru liat komennya #plak *author ga tau diri* #bukk

      hehe, tenang donghae baek2 aja kok hehe ^^
      jinjja ??!!! wah sabar bentar ya lagi on writing hehe (^.^)v

      GOMAWO!!!!!!
      *capslock udah rusak, keseringan jebol* #bukk XD

  10. Beneran ini ending chapter nya aga nyebelin.yaaahh kan nabraknya ke 3 mobil di depan Donghae, berarti bukan Donghae kan yang kecelakaaan ? Yoona nya punya ikatan batin yang kuat sama Donghae :*
    I Like backhug :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s