[Ficlet] Admire You

Author        : Park Yoo An aka Ega Arista
Length        : Oneshot
Rating        : *readers tentukan sendiri*
Genre         : Romance
Main Cast     : Seohyun – Sehun
Other Cast    : *readers tentukan sendiri*

<Admire You>

Seohyun PoV

Namaku Seohyun. Seo Joohyun. Aku adalah seorang gadis dari sepasang suami istri yang sama-sama bekerja mendirikan sebuah toko bunga. Toko bunga orangtuaku cukup terkenal dikalangan kelas bawah sampai kelas menengah, dan sebagian dari kelas atas.

Demi kedua orangtuaku, aku mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa di Seoul International School. Dan hasilnya…aku berhasil mendapatkan beasiswa itu.

Hanya dengan bermodalkan buku catatan dan pena kesayanganku, aku belajar dengan serius di Seoul International School. Aku tidak iri biar teman-temanku menggunakan laptop mereka untuk belajar. Karena aku tahu, aku adalah putri dari seorang kelas menengah.

Aku duduk di kelas 11 A+. Tempat bagi siswa paling pintar angkatan kelas 11.

Sejauh ini, aku belum berhubungan dengan banyak siswa. Aku tipe gadis yang pemalu dan tertutup. Aku hanya memiliki sahabat yang setia menemaniku. Oh Sehun.

Oh Sehun, namja yang sedari dulu kukagumi. Namja yang sedari dulu kusukai. Dan namja yang sedari dulu kucintai pula. Aku mengagumi namja itu. Kulit putih susu, tinggi, pintar, manis, baik, memiliki banyak bakat, dan………..tentunya, dia termasuk namja yang paling banyak digemari yeoja di sekolah.

Oh Sehun, dia duduk di perguruan tinggi jurusan Kedokteran. Padahal, usianya sama denganku. 17 tahun. Tetapi, karena kepintarannya itu, di hanya menghabiskan masa SMA dan SMP selama 4 tahun jika ditotal.

***
Aku tengah duduk termenung di salah satu kursi taman Seoul International School.
Kuhirup udara segar disana. Udara bersih, baik untuk kesehatan paru-paru, batinku.

Kuhirup lagi, lalu kuhembuskan. Kulakukan berungkali. Sambil menunggu sahabat sekaligus cintaku itu datang.

“Annyeong! Mianhae menunggu lama.” suara seorang namja yang kini telah kupastikan sudah duduk disampingku.

Aku menolehkan kepalaku kepada namja itu. Tampak santai dengan baju casualnya dan jeans. Sedangkan aku? Aku memakai seragam.

“Ne.” ujarku.

Sehun tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum padaku. Senyuman itu… Aku selalu tenang saat melihat senyum yang menurutku paling mengagumkan itu. Bahkan, senyum itu bisa menjadi penghibur saat aku sedang sedih.

“Hari ini kau ada acara?” tanya Sehun. Mengalihkan pandangannya lurus kedepan.

“Ani…” aku mengikuti arah pandang Sehun.

“Yogi…” Sehun memutar posisinya menghadapku. Merogoh sesuatu di saku jeansnya. Sehun memberikan sebuah karcis untukku.

“Apa ini?” tanyaku sambil menerima karcis itu.

“Karcis untuk pertunjukan pertamaku.” kata Sehun bangga.

“Ne?” aku kaget. Ditatapnya namja itu.
“Jadi, kau berhasil?” tanyaku.

“Ne.” jawab Sehun sambil mengangguk.

“Whoa! Chukae Sehun-ah! Sudah kubilangkan, kau bisa mengikuti pertunjukkan biola itu.” ucapku.

“Ne. Gomawo!” Sehun mengacak-acak rambutku.

“Aishh! Sehun-ah!” aku mencoba menggapai tangan Sehun agar berhenti mengacak-acak rambutku.

“Wae?” tanya Sehun.

“Nanti rambutku berantakan!” aku mengerucutkan bibirku kesal sambil merapikan rambutku yang tadi diacak-acak Sehun. Sedangkan Sehun, namja itu malah tertawa!

Seohyun PoV End

Sehun PoV

Dia mengerucutkan bibirnya. Aigoo… Kenapa kau sangat imut ketika seperti itu Seohyun-ah? Aku jadi ingin tertawa.

“Hahahahahahah xD” tawaku meledak.

Kulirik yeoja itu, dia semakin cemberut.

“Sehun-ah! Kenapa kau tertawa?” teriaknya dengan suara merdunya.

“Aishh… Kenapa kau berteriak?” tanyaku sambil mengusap telingaku.

“Aku tanya! Kenapa kau tertawa????”tanya Seohyun sekali lagi.

“Ne. Kau sangat imut ketika kau mengerucutkan bibirmu.” jawabku santai. Entah kenapa, ucapan itu keluar saja dari mulutku. Yang jelas, ketika kulirik Seohyun, yeoja itu tersipu malu. Terlihat sekali, pipi tembemnya yang menjadi semerah apel fuji itu.

Dan entah kenapa, aku juga sedikit salah tingkah.

“Ehm…” aku sedikit berdeham. Seohyun menatapku dengan senyuman.

Sehun PoV End

***

Seohyun PoV

Aku berputar-putar didepan cermin di kamarku. Memastikan baju yang kupakai untuk malam ini cocok.

Sudah sedari 2 jam, aku membolak-balikkan badanku di depan cermin.

Beberapa dress sudah berserakan di ranjang kasurku. Memang, bukan dress mahal, sederhana tapi menarik. Aku suka itu.

“Aigoo… Aku harus pakai baju apa?” tanyaku tak ayal pada diriku sendiri. Aku menggaruk-garuk kepala frustasi.

“AKU HARUS BAGAIMANA?” tanpa sadar aku berteriak.

“Hyunnie, waegeurae?” tanya suara wanita yang familiar. Kurasa dari lantai 1. Ummaku.

“Aniyo Umma. Nan gwenchana.” kataku.

Aishhh benar-benar.

Aku melangkahkan kakiku menuju meja kecil disebelah ranjang.

Kuamati salah satu dari beberapa foto yang terpampang rapi di atas meja.

Foto yang kuamati. Foto Unnieku. Unnieku yang sudah meninggal 2 tahun lalu. Meninggal karena kecelakaan kereta api yang menimpanya bersama tunangannya. Im Yoona.

Beberapa waktu ini, aku menyadari seperti ada sepasang mata indah yang mengawasiku. Aku tak tahu apa. Tetapi, aku merasa itu seperti Yoona Unnie.

Sungguh, aku tidak percaya bagaimana Yoona Unnie bisa meninggal…

PLETAK! “Auwww…” rintihku sambil mengusap dahiku.

Seperti ada yang melempar sesuatu. Tapi siapa? Hanya ada aku disini.

Aku mengedarkan seluruh pandanganku. Menyapu seluruh sudut di kamarku yang sederhana.

Pandanganku terpaku saat aku melihat cahaya yang keluar dari celah lemari yang sedikit terbuka.

“Apa itu?” kataku hampir tak bersuara.

Aku berjalan perlahan mendekati lemari yang berjarak sekitar 7 langkah dari posisiku saat ini.

Drap…drap…drap… Suara derap kakiku.

Ckriettt… Aku membuka lemari dengan perlahan.

ASTAGA! OMO! Aku tercengang melihat apa yang kulihat saat ini.

OMO! Benarkah? Jincha!?

“U…u…unnie?” tanyaku pada bayangan Yoona Unnie.

Yoona Unnie. Bukan maksudku, arwah Yoona Unnie tersenyum padaku. Dulu senyuman itu tampak menawan, namun sekarang, bagiku itu menyeramkan.

“Annyeong Hyun-ah.” sapa Yoona Unnie.

Aku menatap Unnieku. Dari bawah sampai atas. Gaunnya putih polos sampai kaki. Tampak bercahaya. Dan kulihat, Unnieku tidak menapak tanah. Dia mengambang di udara. Tangannya tampak pucat. Kemudian mukanya, tampak cantik dan bersih. Tapi tetap saja menyeramkan. Rambutnya terurai manis.

“Annyeong…” sapaku balik.

“Lama tidak bertemu.” Yoona Unnie mengambang. Tubuhnya menembus tubuhku. Aku sedikit terkaget.

Yoona Unnie sudah berada di dekat ranjangku. Aku membalikkan badanku dan mendekat ke arah Yoona Unnie.

“Akhirnya kau menyadari aku selalu mengawasimu Seo.” kata Yoona. Tangannya mencoba menyentuh seluruh dress yang berserakan di ranjangku. Sia-sia. Tangannya menembus dress itu.

“Mwo?” tanyaku tak percaya.

“Eung…” hanya itu yang keluar dari Yoona Unnie.

“Jadi Unnie mengawasiku? Sejak kapan?” tanyaku.

“Sejak dulu. Sejak 2 tahun yang lalu. Tapi kau baru menyadarinya akhir-akhir ini.” bingo! Aku memang baru menyadarinya akhir-akhir ini.

“…” aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Air mata meluncur menuju pipiku. Aku menangis. Tak tahu apa sebabnya. Kepalaku perlahan menunduk.

“Uljimayo…” kata Yoona Unnie lembut. Kurasakan sebuah tangan yang menyentuh pipiku. Lembut sekali. Seolah seperti kapas atau sutra? Tapi tetap saja! Hanya roh. Tangan Unnieku tetap menembus.

“Ne Unnie…”

“Kajja! Kau harus berdandan cantik dan segera berangkat ke opera.” ujar Yoona Unnie.

Perkataan Yoona Unnie seakan menyadarkanku. Kulirik cepat jam bandul kecil yang tertampang di dinding kamar.

08:00 KST! Omo!

“Unnie… Bagaimana ini?” aku kebingungan. Aku melangkahkan kakiku menuju ranjang. Tanpa sadar kutembus tubuh Unnieku.

“Pakai saja baju yang santai dan pakai make up yang natural.” ujar Yoona Unnie.

Betul juga!

Kuturuti perintah Unnieku, kukenakan dress putih selutut dengan lengan panjang yang bercorak payet hitam. Rambutku yang ikal panjang kuurai saja dengan menyisakan poni menyamping. Tak lupa pula sepatu berwarna putih yang tampak santai.

Setelah kurasa cukup dan sempurna, kuedarkan kembali pandanganku, Yoona Unnie menghilang.

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar. Kuturuni tangga yang terbuat dari kayu itu.

Setelah sampai di bawah, kulihat Appaku yang sedang menata beberapa ikat bunga. Dan Ummaku yang sedang menawarkan beberapa bunga kepada sepasang kekasih.

“Umma… Appa… Aku berangkat.” ujarku meminta pamit.

“Ne.” ujar mereka bersamaan.

“Annyeong!” seruku sebelum akhirnya keluar melewati pintu.

Malam ini… Aku berjalan menyusuri jalanan yang agak sepi. Malam ini tak kulihat taburan bintang dan bulan yang biasa bertengger (?) di langit malam. Mendung? Mungkin.

Beberapa pasangan sedang jalan-jalan menyusuri taman kota ini.

Aku… Hanya seorang diri berjalan.

BAM BAM BAM… KABUSH ABUSH!

Aishh! Mendung? Hahhh bagaimana ini?

Kulihat beberapa pasangan berlari-lari mencari tempat teduh untuk menghindari keroyokan air yang jatuh dari langit.

Aku semakin mempercepat langkahku dengan sedikit berlari sambil menutupi kepalaku dengan kedua telapak tanganku

GAWAT! Bagaimana ini? Hujan semakin deras. Tidak mungkin aku sampai di opera dengan keadaan basah! Tapi tunggu, aku tidak merasakan air membasahi tubuhku. Teduh. Kulihat bayangan yang dihasilkan lampu ditepi jalan. Kutolehkan kepalaku kebelakang.

Omo! Sehun?

“Sehun-ah?” langkahku berhenti.

“…” namja itu tersenyum manis kearahku. Pipiku menjadi panas. Rona merah muncul di pipiku.

“Bagaimana bisa?” tanyaku.

“Aku melihatmu. Aku kasihan, lalu aku menghampirimu…”

“Ooo…” hanya itu yang mampu kuucapkan.

Akhirnya kami berangkat menuju opera bersama.

OPERA

Kunikmati gesekan biola yang teralun indah ini. Sambil tersenyum kagum kearah orang yang memainkan biola itu.

Sehun. Sehun memainkan biola itu dengan perasaan. Betul-betul sangat menyentuh. Cahaya lampu menerpa tubuh namja itu dalam gelap (?). Sambil tersenyum dan memejamkan mata. Sungguh, bagiku, itu sangat manis.

“Kau sangat tampan Sehun-ah…” ujarku dengan nada lirih sehingga hanya aku yang mendengarnya.

Sudah sedari dulu, lama sekali. Aku mengagumi namja itu. Aku mencintai namja itu. Aku berharap bisa mendapatkan namja itu. Haha xD mimpi apa aku? Aku dan Sehun bagai langit dan bumi. Aku hanya berasal dari keluarga sederhana. Sedangkan Sehun? Appanya adalah pemilik sebuah resort terkenal dan pemilik sebuah komplek perumahan bagi kalangan elite pula. Aku? Appa dan Ommaku hanya memiliki toko bunga.

Sehun-ah, bisakah kau menyadari perasaanku? Aku mencintaimu. Aku menyukaimu. Aku mengagumimu. Sungguh, aku tidak berani mengatakan perasaanku padamu. Walau aku takut, kalau-kalau ada yeoja lain yang duluan menggaetmu dariku. Sehun-ah, apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mengatakan perasaanku padamu? Tidak-tidak bisa! Apa aku harus mengatakan “apa kau mau menjadi namjachinguku?”? Tidak mungkin! Aku perempuan.

Sehun-ah, bolehkah aku mengagumimu. Bolehkah?

Sehun-ah, kuharap permainan biola itu kau tujukan untukku.

Hah? Mimpi apa aku? Kau terlalu berharap Seo Joohyun!

11:00 PM KST

Opera telah selesai. Aku mulai mengantuk. Aku berdiri didepan ruang tunggu. Menunggu Sehun.

“Mianhae menunggu lama.” ujar Sehun.

“Ne. Gwenchana.” aku tersenyum. Aigoo, mataku sudah sembab. Berarti aku sudah mengantuk sekali.

“Matamu sembab. Kau mengantuk?” tanya Sehun. Kurasakan hembusan nafasnya di ubun-ubunku.

“Ne. Kajja!” ajakku pulang. Tanpa kusadari, kuapit tangannya.

“Mianhae.” ujarku lalu melepas apitan tanganku padanya.

“Gwenchana.”

Perjalanan kami menuju rumah diluputi dengan diam. Baik aku maupun Sehun tidak berkata apa-apa. Entahlah! Mungkin aku terlalu mengantuk hingga aku tidak sanggup bercerita kepada Sehun seperti biasanya.

Mataku terasa berat. Aku mengantuk sekali. baru setengah perjalanan, kakiku sudah lemas. Aku sudah mengantuk!

Nyaris saja aku terjatuh. Untungnya dua buah tangan kekar menahanku.

“Gwenchana?” suara namja itu terdengar sangat khawatir akan aku.

“Gwenchana. Aku hanya mengantuk.” ucapku sambil memaksakan senyum padanya. Dengan mata setengah tertutup.

Namun, kusadari kami sedang dalam keadaan berdekapan. Lebih tepatnya, Sehun mendekapku.

“Ooo… Sehun-ah…” aku memberi isyarat agar Sehun melepaskan dekapannya.

“Wae?” tanya Sehun.

“Bisa kau lepaskan aku?” tanyaku hati-hati.

“Waeyo? Kau tidak suka?” Sehun bertanya padaku.

“Bukan begitu. Maksudku-” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Sehun sudah keburu memotongnya.

“Gwenchana. Hyunnie, biarkan saja kita seperti ini… Karena aku…” Sehun menggantungkan kalimatnya.

Aku penasaran dengan lanjutannya. “Karena? Karena apa?” tanyaku pada Sehun.

Sehun menatap kedua mataku. Membuatku salah tingkah.

“Joahaeyo Seohyun.” aku membelalakkan mata saat kata itu terucap dari bibir mungil Sehun.

“Ne?” aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sehun.

“Ne… Nan jeongmal joahaeyo… Ani ani! Nan jeongmal saranghaeyo.” ucapnya.

Kutelusuri matanya. Tak kutemukan setitik kebohonganpun disana. Benarkah? Sehun menyukaiku? Jadi, selama ini, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan?

Aku tidak mampu melakukan sesuatu selain mengedipkan mataku beberapa kali.

“Geotjimal! Kau pasti bohong!!” BABO! Kenapa aku mengucapkan seperti itu!

Diluar dugaan. Sehun merengkuh daguku dan CHU~ namja itu mencium bibirku.

Sekali lagi, yang bisa kulakukan hanya menikmatinya sambil terus mengerjap-erjapkan mata saking tidak percaya. Cukup lama Sehun melumat lembut bibirku. Lama-kelamaan, aku mulai terbawa suasana, akhirnya aku mengikutinya. Kubalas ciumannya dan kupejamkan mataku. Angin malam membelai tubuh kami. Seketika, aku merasa sedikit kedinginan. Tetapi, Sehun memelukku erat hingga yang kurasakan adalah kehangatan.

Setelah sekitar beberapa menit kami berciuman akhirnya kami menyudahi aktifitas kami.

Saling berpandangan. Pandangan yang penuh dengan kebahagiaan dan cinta tentunya.

Sehun tersenyum kearahku, akupun tersenyum juga.

Akhirnya kami pulang bersama. Berjalan beriringan menerobos angin malam yang membelai,

END

KYA!! Kurang menarik? memang… hehe, janji lagi nih, saya mau buat sequelnya. hehe xD SAYA TUNGGU COMMENTNYA!

GOMAWO sudah mau membaca FF saya yang hancur dan aneh ini!

14 thoughts on “[Ficlet] Admire You

  1. Ehm jujur saja y… Ceritanya punya dasar yg lumayan gt cuman mungkin saja kurang dapat feelnya ya thor… Tp sekali lg daebak lo.
    Keep on writing y

  2. annyeong haseo~ new reader ^^
    cute sekali mereka berdua~ :3
    pas momen seohyun sama yoona kurang ngena feelnya~ padahal itu momen yang bagus banget ^^

  3. hehehe,,daebak thor..
    tapi menurutku romance nya kecepetan (?)
    Tapi aku lebih suka kalo SeoKyu / Suho-Seohyun *plak gapenting*

  4. wwaahhhhhhhhhhhh kalo mereka punya anak gimna rupax tuh ,,, kaia’a melebihi baby face soale mereka b’dua punya tampang baby face :D sssuuuukkkkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s