Ying Er [ Part 2]

Ying Er

Author  : Park Minhyun

Cast       : Tiffany Hwang

Choi Siwon

Jung Yunho

Other Cast          :

Luna f(x)

Length  :

Half twoshoot(?)

Genre   :

Angst,Romance,Family,Sad,AU,Mix

Rating   : PG17

NB          : This is my own plot.

Terispirasi dari piku2nya Tiffany~

Ini FF aku perdana yang pake SNSD castnya…

Jadi tetep komenya!

Sebenarnya saya cuma bikin posternya,tapi sayang gak ada FFnya

Maka bikin FF abal kyak gini,

Mian,yang tunggu lama…

banyak kendala saat bikin ff ini,

jadi,tolong dihargai dengan RCL ya!

Gomawo

Udah check out!

Read first : Part 1

RCL

^^

6 month later…

“Agasshi,Jajangmyeon pedas manisnya lagi~”

“Ah,Ye!”

Segera kusisihkan tumpukan mangkuk putih di pojok meja. Hari ini pelanggan yang datang cukup ramai sehingga aku jadi kewalahan. Apalagi pelayannya hanya dua orang,aku dan Luna.
“Unnie,sudah biar aku saja.”Kulirik Luna yang tergopoh membawa nampan kayu di tangannya ke arahku,”Tak usah Luna-ya…aku bisa kok.”

“Tapi unnie harusnya ambil cuti hamil. Sudah 9 bulan itu…”Aku tersenyum kecut,”Kau fikir karena perutku yang besar menakut-nakuti pengunjung…”Ia ikut terkekeh namun tetap saja mengambil mangkuk-mangkuk kotor di nampanku,”Unnie istirahat,sudah waktunya makan siang.”

“Kau tidak istirahat?”

“Belum. Tadi pagi aku terlambat 1 jam,jadi istirahatku satu jam lagi.”jawabnya jujur.
“Wah,aku jadi tak enak denganmu.”Luna tersenyum kecil,”Unnie,bukannya tadi kau mau check up dulu?”

Aku terhenyak dan melihat jarum jam arloji,”Omo…kalau begitu aku tinggal ya!”Aku segera melepas sarung tangan dan celemeku. Aku berpamitan sebentar pada Hyeon Ahjussi,”Cepat kembali Fanny-ah!”

“Ne!”

Ya,5 bulan sudah aku menjalani kehidupan seperti ini. Bekerja di salah satu kedai Mie pinggir jalan di daerah Myungdong. Menumpang tempat tinggal pada Luna. Tapi jelas aku harus membayarnya bulanan karena aku banyak merepotkannya sekaligus berhutang budi.

Luna yang saat itu bertemu denganku di rumah sakit. Ia sama sepertiku. Namun sayangnya pada saat itu ia harus kehilangan anaknya karena keguguran. Kukira ia menyukai itu. Tapi tidak untuknya. Ia menangis seharian di sampingku. Kadang aku berfikir betapa beruntungnya dia.

Kini bukanlah aku yang dulu.

Aku jadi sangat menyayangi calon bayiku. Selama 6 bulan aku merasakan perkembangannya. Bergerak-gerak kecil dalam perut,atau sekedar meregangkan beberapa anggota tubuh mungilnya.

“Maaf nyonya Hwang,Kim uisa sepertinya tak bisa hadir hari ini,”aku kecewa mendengarnya sesaat setelah aku sampai di rumah sakit,”Lalu bagaimana janji saya hari ini?”
“Silahkan mengantri duduk di sana dulu,tapi tak usah khawatir ada dokter pengganti sementara.”ujar resepsionist cantik di depanku,

“Tapi tak apa-apa?”

“Dia orang yang baik seperti Kim Uisa,jadi tak perlu risau.”aku mengangguk lalu duduk diantara beberapa ‘calon ibu’ lainnya. Ternyata ada yang wajahnya seusiaku. Bahkan ada yang umurnya sekitar 50 tahun-an.
“Agasshi sendirian disini?”seorang yeoja cantik disampingku bersuara,”Ah. Ne.”jawabku kaku,
“Sudah berapa bulan?”

“Uhm…9 bulan.”ujarku seraya menghitung-hitung,”Hwa~sebentar lagi ya!”ia menatap namja disampingnya dengan kagum sambil melihat perut buncitku,”Ne.”
“Suaminya dimana?”

Inilah yang kutakutkan selama ini. Bagaimana jawabanku jika orang-orang bertanya ‘nampyeonmu,eodiga?’ apa aku harus menjawab tidak punya suami? Apa kata orang nanti? Lalu haruskah aku menjawab ‘dia sedang kerja’ memangnya kerja apa? Kerja membuang darah dagingnya sendiri? Atau aku bilang ‘suamiku meninggal’ aku memang berharap namja sialan itu mati. Tapi bagaimana pengakuan seorang ayah jika anaku kelak bertanya dimana appa-nya?

“Dia lagi merawat ibuku di desa.”yeoja itu mengangguk lalu kembali sibuk dengan handponenya.

Siapa lagi ibuku huh? Bahkan sampai detik ini saja aku belum pernah bertemunya setahun. Lalu ibu mana lagi? Selain Luna dan Hyeon Ahjussi sudah tak ada lagi yang mau menerimaku apalagi sosok seorang ibu.

Aku melirik kursi kosong disampin kiri,seandainya ada namja itu mengenggam tanganku.
***
“Nona Tiffany Hwang…”aku terhenyak lalu segera berdiri.

“Silahkan.”

Aku masuk ke dalam sebuah ruangan dengan beberapa tirai putih yang sangat kuhafal. Aku segera duduk di sebuah kursi. Didepanku seorang dokter yang menurutku asing sedang menulis entah apa.
Menyadari kehadiranku,uisa itu mendongak. Ia berjabat tangan denganku,”Annyeonghaseyo…uhm…Tiffany Hwang agasshi…”aku ikut tersenyum ramah,”Ne. Annyeonghaseyo.”

Kulirik name tag yang menempel di jas putih khas dokternya,’Choi Siwon’
***
“Anda sebaiknya jangan terlalu banyak bekerja. Usahakan agar suami anda menemani terus karena bulan-bulan akhir sangat membutuhkan perhatian khusus.”

Nasihat Choi uisa terus terbayang-bayang di benakku. Perhatian khusus katanya? Siapa yang mau memperhatikanku?
Hyeon ahjussi? Memangnya siapa hyeon ahjussi itu?
Jangan banyak bekerja? Mau makan apa nanti aku?

Hingga pukul 3 pagi,aku masih belum bisa terlelap. Apa sebaiknya aku menjenguk umma dan appa? Atau Jung ahjumma?
Atau meminta pengakuan dari namja brengsek itu?
Aish~

“Unnie,kau belum tidur?”Kurasakan sebuah cahaya muncul dari pintu,ternyata Luna masuk ke kamarku,”Belum. Mungkin insomnia.”

“Unnie harus istirahat. Tidak baik untuk kesehatan dan calon aegi.”

“Ne,gomawo.”

“Ceritakanlah.”Luna tiba-tiba menyalakan lampu kamar,mimiknya berubah teduh. Jujur aku sangat ingin menangis saat ini. Tapi ini bukanlah tipe seorang Hwang Miyoung.
“Aku tak tahu harus bagaimana.”
Akhirnya kuceritakan semua. Luna memberiku beberapa saran. Anehnya,setelah aku bercerita bukan aku yang menangis,tapi Luna yang menangis.

“Hei…Luna-ya…seharusnya aku yang menangis,kenapa kau sih?”aku tertawa,”Unnie…aku jadi ingat bagaimana nasibku.”
Ya. Seharusnya aku bercermin dari Luna. Meskipun ia masih kekanak-kanakan,tapi Luna adalah yeoja tegar. Ia pernah bercerita padaku kalau ia pernah menikah sebelumnya,namun karena ia tak bisa mempunyai keturunan,pihak suami akhirnya menceraikan Luna.

“Sudahlah,ini larut.”

Ya,lebih baik memikirkan masa depan daripada mengingat hal yang lalu.
***
“Sup kerangnya dengan jajangmyun 2 mangkuk,Miyoung-ah!”

“Ne ahjussi!”
Kurapikan secepatnya mangkuk-mangkuk dan sisa makanan di meja. Segera dengan agak terburu menuju dapur. Luna tampak sibuk dengan masakannya,ia berbalik menaruh pesanan ke nampan. Seuls senyum merekah padaku,aku membalasnya kecil.

Namun seketika udara di sekitarku berubah. Keringat mengalir bahkan dibalik jemari ini. Nampan berisi makanan yang kupegang hampir saja terjatuh kalau bukan Hyeon Ahjussi mengmbil alih pekerjaanku sementra. Kurasa ia sedikit tahu keadaan saat ini.

“Jogiyo!”

Aku terhenyak,ia memanggilku. Cih,wajahnya tampak tak berdosa. Jung Yunho brengsek itu. Mncubit gadis kecil berusia 3 tahunan di sebelah wanita tinggi yang berhadapan dengannya. Tersenyum geli tampak begitu bahagia.
Mataku enggan berpaling dari namja persetan walau benciku melebihi banyaknya jiwa yang tumbuh di tubuh.

“Annyeonghaseyo,mau pesan apa?”entah setan apa yang merasukiku untuk menghampirinya. Senyum bodoh sengaja kutujakan pada gadis yang kurasa lebih muda dari Yunho bajingan 5 tahun. Dulu aku,sekarang yeoja mana yang ditipunya? Kurasa ini telah berlangsung bahkan sebelum aku mengenal seorang Yunho,anak diplomat tikus yang memakan uang korupsi. Pantas anaknya terlahir brengsek.

“Ah,bisa minta Jajangmyeon tiram? Oppa kau mau apa? Sora-ya,mau makan apa?”

Sungguh,muak mendengar gadis itu berbicara.
Tatapanku beralih pada Yunho,ia enggan menatapku sama sekali. Sudut bibirku terangkat,
“Permisi,kurasa kita pernah bertemu?”
Yunho tercekat,tangannya mengenggam garpu kuat,”Appa! Appa kenal unnie ini?”Gadis kecil yang kutahu namanya Sora menunjuk tangannya,”Ne,Sora-sshi… kurasa kami pernah MENGENAL satu sama lain?”kulirik tajam Yunho. Gadis di sampingku tampak tak nyaman. Kurasa ia cemburu.

Jangan,jangan sampai gadis itu cemburu,karena pada akhirnya kau akan ditinggalkan juga.
“Ah,anniya Sora-ya,appa tidak kenal. Jogiyo,mungkin kau salah lihat.”ujarnya singkat. Oh Tuhan,sebegitu bajingannya namja ini?

“Kenapa kau tak sopan sekali agasshi…”gadis itu buka suaraa,aku tersenyum kecil,”Justru karena Korea negara yang ramah,bukannya harus saring menyapa?”ujarku. Yunho tampak gusar,keringat menetes dari dahi,

“Jihyun-ah,ayo ditempat lain saja.”Yunho menarik gadis tadi beserta anaknya keluar.
Hyeon ahjussi terpaku melihat apa yag ia lihat sekarang. Tubuhku bergetar,

Kutatap punggung Yunho. Berharap ia sudi walau hanya menengok kearahku. Aku terlalu banyak berharap bila namja itu akan bertanya ‘bagaimana kondisimu?’
‘sekarang tinggal dimana?’
‘lama tak bertemu.’

Atau satu yang kubutuhkan,

‘aku mencintaimu…’

Dalam pandangan kabur,kurasakan sebuah tangan menarikku paksa. Tubuhku oleng namun tetap menarikku. Aku menangis karena perih ditangan. Tanganku,ditarik. Jemarku beradu teramat perih.

Jariku sakit.

Jarinya,melingkar sbuah cincin.

Dan ini sekan kalinya aku menangis lagi.

::. TBC.::

Hwaa~

Mian makin maju kedepannya makin jelek *huh

Seperti diatas,makin banyak misstyponya jga…

mianhae readersku…

RCL oke?

catetan(?) : Kenapa saya gak ngeluarin Siwon yang banyak disni,karena di part selanjut-lanjutnya di bakal keluar sejublek…

trus kenapa The Kampung Ajaib ama This Thing Sticking n Me belom keluar?

Tungguin aja yaaa~

*cling*

-menghilang-

Iklan

39 thoughts on “Ying Er [ Part 2]

  1. Wah ceritanya nyesek ini feelnya dapat! Keren tp masih kurang rapi tuh thor…. Tp secara g akan bermasalah dgn isi cerita.
    Keep on writing y

  2. Thor!!! Akhirnya keluar juga…
    Ceritanya bagus thor… lanjutin…

    Aku kesel sama si Yunho si kampret tikus di ff ini, cewenya banyak banget!

    Tolong Yuri aja yg jadi eomma nya Sora, kan cantik tuh sama sexy!

  3. Daebak…*clapss*
    Saran aja nih,kalo bleh part brikutx agak pnjang dong critax…tapi yg ini udah keren bngett…bisa di jdiin film tuh (y)..
    Sifany momentnya cepetan dongg..ga sbarr..

  4. Siwon jd seorang dokter kandungan,naguslah semoga mereka dekat nanti
    .hehe
    Di saat tiffany jatuh bangun bekerja keras dengan hamil besar,yunho yang mencampakannya malah ber bahagia di atas penderitaan fany
    Berbahagia dengan keluarganya
    Semoga fany dapat kebahagiaan yg lebih nantinya

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s