[ONESHOT] The History Of My Pink Shoes

image

Title: The History Of My Pink Shoes

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, School

Length: One Shot

Rating: PG13

Cast:
-miss A’s Bae Suzy
-INFINITE’s L / Kim Myungsoo
-T-Ara’s Ryu Hwayoung (bayanginnya waktu rambut hwayoung panjang ya)
-INFINITE’s Lee Sungyeol
Cameo:
-f(x)’s Krystal Jung

Disclaimer: semua cast dalam cerita ini (kec.OC) bukan milik author, tapi L dan Sungyeol milik author~ eh salah tapi cerita milik author #plak!! XD

Author’s Note: FF ini author buat untuk yang pernah request FF MyungZy lagi dan FF Suzy *mana ya orang2nya* *krik krik krik* *ga ada?* :( #plakk :)
karena ga ada ide untuk bikin sequel, jadi author bikin one shot dengan cerita yang berbeda aja. ^^
terus sama yang pernah req FF ke author, mian ya masih lama dibikininnya #plak XD
kekeke sabar nunggu aja ya.^^
So, this is it *ala Farah Quinn* the newest MyungZy couple FF by Yoo Jangmi [ga pake Quinn]
#plakk XP

Don’t be SiDers and Don’t Be Plagiator!!
~°°**HAPPY READING ALL!!!**°°~
^^

__________________________________________________

Do you want to know, how this silly love story begin??
Then, this is the history!!

…..

Suzy bersandar pada kursi tunggu sambil mendengarkan lagu Super Junior (?) dengan volume paling keras di headset pink-nya. Ia sedang berada di bandara, menunggu kedatangan kakeknya dari Jepang.
Sudah satu jam lebih ia menunggu, entah pesawatnya yang macet di jalan (?) atau dia yang datang terlalu cepat.
Suzy melihat ke sekitar, dan menangkap pemandangan serupa drama serial di TV. Tapi yang ini live!

Laki-laki yang dilihatnya itu, sedang memberikan sebuah kotak berwarna putih-pink dengan pita shocking pink metalic, melilit kotak itu, pada seorang gadis seusianya. Tapi gadis itu hanya tersenyum dan menolak kotak itu, setelah itu ia pergi. Meninggalkan si laki-laki dengan wajah sedih, sepertinya laki-laki itu sangat terpukul.

Suzy hanya menonton, sambil menggoyang-goyangkan kakinya mengikuti alunan lagu di headset-nya.
Tiba-tiba laki-laki tadi menghampirinya dan meletakan kotak itu di pangkuan Suzy. “ini untukmu saja” kata laki-laki itu singkat lalu pergi. Suzy hanya melongo bingung. Kenapa tiba-tiba memberikan kotak itu padanya? “yah!! ige mwoya!! (ini apa?)” seru Suzy sambil melambai-lambaikan tangannya. Tapi laki-laki itu sudah pergi, jadi tidak mendengar seruannya. “ih orang aneh” kata Suzy, lalu ia memegang tutup kotak itu dan membukanya. Isi kotak itu adalah sepatu kets warna pink. “sepatu kets? yang benar saja, masa ada laki-laki memberi hadiah sepatu kets pada perempuan?? pantas saja di tolak” pikir Suzy, sambil cekikikan.

“Suzy-ya”

Tiba-tiba terdengar suara berat memanggilnya. Suzy cepat-cepat menutup kotak itu, dan tersenyum pada kakeknya. “haraboji!!! akhirnya datang juga” kata Suzy ceria. “ayo kita pulang sekarang” kata kakeknya, Suzy mengangguk dan membantu kakeknya membawa tas, sementara tangan satunya lagi memegang kotak berisi sepatu kets pink itu.

“hmm mau ku apakan ya sepatu ini?? ah kupakai saja besok ke sekolah” batin Suzy sambil memberikan koper kakeknya ke supir taksi untuk dimasukan ke bagasi.
Setelah itu ia masuk ke taksi, masih sambil memegang kotak itu. “Suzy-ya, itu kotak apa?” tanya kakeknya sambil menunjuk kotak putih di pangkuan Suzy. “ah ini bukan apa-apa” kata Suzy pelan sambil nyengir, kakeknya cuma angguk-angguk lalu kembali fokus melihat jalanan.
….

**********************************

Keesokan harinya….

“omo! Suzy-ya, itu sepatu baru ya??” pekik Hwayoung saat melihat sahabatnya datang ke sekolah, memakai sepatu kets pink.
Suzy duduk di sebelah Hwayoung lalu memegang tangan Hwayoung.
“Hwayoung-a, sebenarnya sepatu ini agak misterius lho” kata Suzy dengan ekspresi sok serius, yang berhasil membuat Hwayoung penasaran sampai ingin terbang (?)
“woa jinjja??? misterius bagaimana?? apa jatuh dari langit begitu??” tanya Hwayoung. “bukan, tapi….ada seorang laki-laki, kemarin ia tiba-tiba saja memberiku sebuah kotak dan ketika aku buka…isinya sepatu ini!” cerita Suzy, “uh! kupikir apa! itu sih namanya bukan misterius!” kata Hwayoung lalu manyun.
“hehehe, eh Hwayoung-a, sekarang pelajaran matematika kan?” kata Suzy, Hwayoung mengangguk “ne, kamu mau bolos lagi??” tanya Hwayoung, sebenarnya dia sudah tahu jawabannya, setiap pelajaran matematika, Suzy selalu membolos. Kebiasaan buruk.
“geurom, aku pasti membolos dan harus membolos, kamu tahu kan aku benci matematika bahkan lebih dari membenci kecoa. Kalau begitu aku pergi dulu ya!! sampai ketemu istirahat nanti Hwayoung-a!!” kata Suzy sambil tersenyum dan melambai pada Hwayoung, lalu berlari keluar dari kelas.
Hwayoung hanya bisa geleng-geleng kepala, ia tidak tahu kapan sahabatnya itu akan mau berteman dengan matematika. Sepertinya tidak akan pernah.

~***+***~

Suzy menyusuri koridor sekolah yang sepi sambil menggumamkan sebuah lagu. Ketika melewati ruang olahraga, ia melihat laki-laki yang kemarin tiba-tiba memberinya kotak berisi sepatu. Suzy pun berhenti di depan ruang olahraga dan mengintip dari balik pintu. laki-laki itu sedang main basket, atau lebih tepatnya melempar-lempar bola basket ke dinding dengan wajah kusut.
Suzy hanya diam, memandanginya terus. Sampai-sampai ia tidak sadar laki-laki itu sudah hilang dari pandangannya.
“eh? kemana dia?” tanya Suzy dalam hati.
Tiba-tiba pintu ruang olahraga dibuka dari dalam. Suzy kehilangan keseimbangan dan…

Brukk!!

ia terjatuh. Menabrak dan menimpa laki-laki yang dilihatnya sejak tadi. Ketika pandangan mereka bertemu, pipi Suzy langsung memerah semerah-merahnya (?).
“yah menyingkir dariku” kata laki-laki itu datar. “oh oh ne, mianhae” kata Suzy gugup sambil berusaha bangkit. Tadi ia sempat melihat name tag di seragam laki-laki itu. Namanya Kim Myungsoo.
“namamu Kim Myungsoo??” tanya Suzy.
Myungsoo berdiri, lalu membersihkan celananya dari debu. “eoh, kau sendiri siapa? kenapa mengintipiku?” kata Myungsoo balik bertanya. Suzy tersenyum salah tingkah sambil memainkan ujung rambutnya “aku…Bae Suzy, aku tidak bermaksud mengintipimu hanya saja…” “yah kau dapat sepatu itu dari mana!” potong Myungsoo sambil menunjuk sepatu pink yang dipakai Suzy. “aigoo bodoh sekali dia, kemarin dia yang memberikannya padaku, sekarang ia malah bertanya darimana aku mendapatkan ini” pikir Suzy terheran-heran.

“kemarin kan di bandara kau yang memberikannya padaku, kau lupa? kemarin kita ketemu di bandara” kata Suzy. “cih mana mungkin aku memberikan itu padamu! sini kembalikan!” kata Myungsoo, ia meraih tangan Suzy dan menarik gadis itu ke pojok ruangan, dimana terdapat sebuah bangku panjang berwarna putih.
Myungsoo mendudukkan Suzy di bangku itu, lalu berlutut dan melepas paksa sepatu pink itu dari kaki Suzy.
“omo! yah, apa sih yang kau lakukan! kemarin kau sudah memberikannya padaku, sekarang ini milikku!!” seru Suzy sambil mengayun-ayunkan kakinya. Myungsoo menepuk kakinya supaya diam dan melepaskan sepatu yang sebelah lagi. “terus aku pakai apa??” tanya Suzy sambil cemberut. “aku tidak peduli, pokoknya sepatu ini bukan untukmu!” kata Myungsoo, lalu pergi dari ruang olahraga tentunya sambil membawa sepasang sepatu kets pink.

“aaaaa!! eotteohkhae!!” jerit Suzy frustasi, sekarang kakinya hanya memakai sepasang kaus kaki putih dengan gambar beruang mungil. “aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini!! jahat sekali dia!” omel Suzy.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara bel istirahat.

“Suzy-ya”
Hwayoung masuk ke ruang olahraga sambil memanggilnya. “Hwayoung-a” ujar Suzy sambil menatap Hwayoung dengan tatapan seperti melihat malaikat penyelamat yang turun dari langit. “kenapa kau tidak pakai sepatu??” tanya Hwayoung bingung. “laki-laki yang kemarin memberikan sepatu itu padaku, memintanya kembali!!” kata Suzy. “oh jadi dia murid di sini?? siapa namanya??” tanya Hwayoung lagi, sambil duduk di sebelah Suzy. “namanya Kim Myungsoo” jawab Suzy singkat. Hwayoung mengangguk-angguk “oh Kim Myungsoo itu kan namchin-nya Krystal” kata Hwayoung.
“ne? namchin-nya siapa?” seru Suzy kaget. “namchin-nya Krystal Jung, kamu tahu kan Krystal yang jago main bulu tangkis” kata Hwayoung lagi. “oh yang itu” ujar Suzy sambil manggut-manggut.

Krystal Jung. Gadis itu primadona sekolah, mana mungkin Suzy tidak tahu dia.
Krystal itu segalanya (menurut Suzy). Dia pintar, badannya bagus, cantik, dan kelebihan-kelebihan lainnya.
Sementara dirinya?
pintar? jelas tidak.
badannya bagus? jelas-jelas ia keseringan makan ramyeon sampai-sampai pipinya membengkak seperti labu, bentuk badannya juga biasa saja.
cantik? ya dia manis, tapi itu tidak cukup untuk membuatnya sepopuler Krystal.

“jadi sekarang bagaimana? masa kamu mau ke kelas hanya pakai kaus kaki?” kata Hwayoung.
Suzy berdiri dan mengepalkan kedua tangannya. Sampai-sampai Hwayoung kaget melihatnya.
“aku akan nekat! biar saja orang mau bilang apa!” seru Suzy semangat. “ne…nekat apa?” kata Hwayoung. “aku akan nekat keluar tanpa sepatu!” seru Suzy. Ia pun menarik sahabatnya keluar dari ruang olahraga yang aman (?), menuju ke koridor yang menyeramkan (?) dan dipenuhi makhluk-makhluk yang disebut anak remaja SMU.

Dan hasil dari kenekatannya…

“huahahahahaha”
Tawa-tawa nista (?) dari teman-temannya membahana di koridor. Suzy berusaha cuek. Ia cuma manyun sambil menundukan kepalanya dan menarik-narik Hwayoung….

***

Di kelas lain…

Myungsoo meletakan sepatu pink itu di kolong mejanya, lalu bersiap untuk tidur (?). Ketika ia baru saja menyandarkan kepalanya, Sungyeol datang dan menepuk punggungnya sekeras-kerasnya. “yah Lee Sungyeol!” seru Myungsoo kesal sambil mengelus punggungnya yang sakit.
Sungyeol hanya tersenyum jahil lalu duduk di sebelahnya. “yah sejak kapan kau suka pink??” tanya Sungyeol sambil menunjuk sepatu kets pink di kolong meja. “itu bukan punyaku, kemarin sebelum Krystal berangkat aku memberikan itu padanya, tapi…” Myungsoo menggantungkan kata-katanya. Ia teringat kejadian di bandara kemarin…

#flashback#
Myungsoo memegangi sebuah  kotak putih sambil berkeliling-keliling mencari seseorang di Incheon International Airport yang besar ini.
Setelah 30 menit berputar-putar, akhirnya ia menemukan orang yang dicarinya.
Krystal Jung, gadis cantik itu sedang duduk menunggu pesawat.
Myungsoo segera menghampiri Krystal dan duduk di sebelahnya. “Myungsoo-ya, kenapa kau kesini?” tanya Krystal pelan. Myungsoo tersenyum. “aku ingin melihatmu sebelum kau pergi untuk waktu yang lama” ujar Myungsoo. “hmm…Myungsoo-ya, aku akan pergi sangat lama, dan aku sama sekali tidak akan kembali ke Korea lagi, karena itu….kita putus saja” kata Krystal.
Terdengar suara pengumuman, pesawat yang akan ditumpangi Krystal akan segera berangkat.
“mianhae” ujar Krystal singkat, lalu berdiri dan melangkahkan kakinya. “tunggu sebentar” kata Myungsoo sambil menghampiri Krystal.
Myungsoo menarik napasnya dan menyerahkan kotak putih yang dipegangnya sejak tadi. “kau mau ya menerima ini, anggap saja ini hadiah terakhir dariku” kata Myungsoo. Krystal hanya tersenyum, menolak kotak itu. Dan ia pun pergi...
#flashback end#

“tapi apa?” tanya Sungyeol, memecah lamunan Myungsoo. “tapi…dia menolaknya, dia juga minta putus” kata Myungsoo, ekspresi kecewa dan sedih langsung muncul di wajahnya. “aish sejak kapan kau jadi cengeng seperti ini, sudahlah masih banyak perempuan lain selain Krystal” kata Sungyeol berusaha menyemangati sahabatnya. Myungsoo hanya tersenyum lalu memandangi sepatu kets pink itu. “hmm…ya, aku harus bisa melupakannya”…

+~*°°*~+

*Pulang sekolah…

Suzy terpaksa meratapi nasibnya sendirian. Karena Hwayoung sudah dijemput oleh appa-nya. Jadi tidak ada yang menemaninya meratapi nasib.
Ia sedang duduk di depan sekolah, sambil memikirkan cara untuk pulang. “huh masa aku harus pakai kotak tisu untuk pulang?!” gumam Suzy.
“ah aku pulang saja !! peduli amat luka-luka juga, pokoknya aku ingin pulang!” seru Suzy frustasi, lagi-lagi ia melakukan hal nekat.

Ia memutuskan untuk pulang tanpa sepatu, meskipun kakinya bisa saja luka-luka. “oh aku sangat kasihan!” keluh Suzy mengasihani diri sendiri.
Setelah agak lama berjalan, ia sampai di sebuah taman. Karena sudah lelah berjalan, ia memilih duduk sebentar di taman untuk mengistirahatkan kakinya.
Ia sangat kaget ketika melihat kaus kakinya yang berwarna putih dihiasi (?) bercak merah dibagian ujungnya. Rasa sakitnya pun mulai terasa.
“oh kakiku, sampai berdarah begini, aww pantas saja sakit sekali! aduh, ini semua gara-gara Kim Myungsoo!!!” kata Suzy, lalu menangis.
Sekarang ia kelihatan sangat menyedihkan.

“yah! kau sedang apa??” tanya sebuah suara, Suzy langsung tahu itu Myungsoo.
Ia menghapus air matanya dan menarik napas dalam-dalam. “yah Kim Myungsoo!!!” serunya. “ini semua karena kamu!! kau jahat!!! sekarang kakiku jadi mengenaskan begini!” lanjut Suzy. Myungsoo meminggirkan sepedanya, dan menghampiri Suzy. “ih luka kecil begitu saja menangis, dasar cengeng” kata Myungsoo. “tapi ini sakit tahu!! sekarang bagaimana aku mau pulang?? aa eotteohkhae???” Suzy merengek.
Myungsoo menghela napas lalu berjongkok di depannya. “geurae, aku akan bertanggung jawab, mian sudah membuatmu terluka. Sekarang kau akan kuantar pulang” kata Myungsoo.
“ini maksudnya apa??” tanya Suzy sambil memasang tampang bodoh dan tanpa dosa (?), Myungsoo mendengus kesal lalu berseru “maksudnya aku mau menggendongmu sampai rumah!”
Suzy langsung tersenyum. “jinjja?? wah kau baik sekali!! gomawo” kata Suzy senang.
“huh bukannya aku baik, entah kenapa aku kasihan padanya, auh gadis ini berat sekali” batin Myungsoo, ketika Suzy naik ke punggungnya bersama dengan sebuah tas ransel seberat satu kilo.
Tapi ia sudah janji, jadi ia tetap menggendong gadis itu sampai rumahnya. Untung saja rumah Suzy tidak terlalu jauh, hanya butuh 15 menit untuk sampai di sana. Sehingga siksaan (?) itu tidak menimpa Myungsoo terlalu lama.

Sesampainya di rumah Suzy, Myungsoo menurunkan gadis itu di teras rumah. “kau bisa masuk ke rumah sendiri kan?” tanya Myungsoo, Suzy mengangguk. “kalau begitu aku pergi” kata Myungsoo, lalu berjalan pergi.
“jalgayo!! oneureun jeongmal gomawo!!” seru Suzy sambil melambaikan tangannya. Tapi Myungsoo terus saja berjalan tanpa memberikan sedikit pun respon, sampai akhirnya ia sudah jauh dan tidak terlihat lagi.
“dia keren” batin Suzy sambil tersenyum.
Sekarang yang harus ia lakukan adalah berusaha masuk ke rumah dengan kaki yang sakit itu.
Suzy memegang gagang pintu rumah dan berjalan perlahan masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam, ia duduk di sofa, lalu membuka kaus kakinya. “aduh sekarang bagaimana caranya aku bisa mengobati ini?” gumam Suzy bingung.
Di rumah tidak ada siapa-siapa hari ini, semua sedang pergi ke Busan untuk menjenguk neneknya yang sakit parah. Dan mereka pergi sampai minggu depan.
Jadi tidak ada satu pun orang rumah yang bisa dimintai bantuan.
“ah telpon Hwayoung saja!” katanya. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan speed dial nomor 2.

“Hwayoung-a, kau sibuk tidak??” kata Suzy.

“tidak, ada apa Suzy-ya??” jawab Hwayoung dari seberang.

“aku butuh bantuanmu, kakiku terluka karena tidak pakai sepatu, sementara di rumah tidak ada siapa-siapa tidak ada yang bisa dimintai tolong, kau mau ya datang ke rumahku??”

“terlukanya tidak parah kan? tunggu sebentar ya, aku akan secepatnya ke sana”

“tidak terlalu parah sih. geurae, akan kutunggu, hati-hati ya, bye”

Selesai bicara dengan Hwayoung, Suzy melamun. Ia memikirkan Myungsoo. Entah kenapa laki-laki itu muncul begitu saja dalam pikirannya.
Suzy jadi senyum-senyum sendiri, apa ini yang disebut…love at the first sight??
Ya, mungkin.

**********************************

Besoknya…

Myungsoo sudah berdiri di depan gerbang sekolah selama 15 menit. Tapi yang ditunggunya belum juga datang.
apa dia tidak akan masuk sekolah hari ini?” pikir Myungsoo.
Ini aneh. Tapi dia agak khawatir pada Suzy, mungkin karena ia merasa bersalah. mungkin.
Beberapa saat kemudian, Suzy datang. Gadis itu terlihat baik-baik saja. Ketika melihat Myungsoo di pintu gerbang, Suzy langsung menundukan kepalanya “sebaiknya pura-pura tidak lihat deh” pikir Suzy sambil melewati gerbang dengan cueknya.
Tapi Myungsoo menarik lengannya. “yah, yang kemarin bagaimana? masih sakit?” tanya Myungsoo. Suzy cepat-cepat menarik lengannya, ia jadi gugup kalau dipegang begitu. “nan gwaenchana, kau tidak perlu khawatir” kata Suzy sambil tersenyum. “siapa yang khawatir padamu? aku cuma ingin tahu” kata Myungsoo, lalu berjalan meninggalkan Suzy.
“yah tunggu!! aku mau tanya” seru Suzy sambil menyusul Myungsoo. “sepatu pink yang kemarin itu sebenarnya untuk siapa sih??” tanya Suzy, “bukan urusanmu, pokoknya itu sepatu mahal dan bukan untukmu!” kata Myungsoo.
Suzy cuma manyun, sambil terus mengikuti Myungsoo, sampai ke dalam sekolah.

“yah ! kenapa mengikutiku terus??” tanya Myungsoo sambil mendekati lokernya.
Suzy mundur selangkah lalu tersenyum “aku tidak mengikutimu, lokerku kan juga ada di sini” kata Suzy mengelak.
Myungsoo diam saja dan membuka lokernya.
Suzy juga menuju lokernya sendiri, ia mengambil buku bahasa Korea, lalu diam-diam mengintip loker Myungsoo.
Sepatu pink yang kemarin, masih tersimpan rapi di dalam loker itu.

“ya ampun, sepatu itu pasti penting sekali baginya, sampai-sampai ia menyimpannya di loker begitu. Bagaimana kalau orang-orang mengiranya kelainan karena mempunyai sepatu kets pink di lokernya?” pikir Suzy sambil tertawa tapi ditahan-tahan.
Ketika Myungsoo melihat ke arahnya, dia hanya tersenyum salah tingkah dan cepat-cepat berlari ke kelasnya.

Sesampainya di depan kelas ia berpapasan dengan Hwayoung, yang sedang membawa buku bahasa Korea dan tempat pensil hijau bergambar katak.
“Hwayoung-a, kau mau kemana??” tanya Suzy heran. “kamu lupa ya, sekarang jadwalnya ditukar, Kim sonsaeng kan tidak bisa mengajar, dia cuti sejak sebulan yang lalu” kata Hwayoung, Suzy menepuk keningnya sendiri “ah ne ne, aku lupa, aduh kenapa aku bisa pikun begini??” kata Suzy. Hwayoung tersenyum dan meraih tangan Suzy “sudahlah sekarang ayo cepat kita ambil baju olahraga” ujar Hwayoung, Suzy mengangguk. Mereka pun kembali ke loker untuk mengambil baju olahraga

Setelah ganti baju, mereka berdua pergi ke lapangan dan duduk di pinggir lapangan, sambil menunggu guru olahraga mereka datang.
Tiba-tiba Sungyeol menghampiri mereka. “yah kalian berdua, tidak mau ikut main??” tanya Sungyeol, sambil menunjuk lapangan yang penuh dengan anak-anak yang sedang main basket.
Hwayoung dan Suzy menggelengkan kepalanya. “aniyo, kita mau duduk saja” kata Hwayoung. “hmm sayang sekali, padahal kalian bisa jadi hiasan lapangan” ejek Sungyeol lalu tertawa dan berjalan kembali ke lapangan.
“dasar menyebalkan!!” seru Hwayoung sambil melempar sepatunya tepat menuju kepala Sungyeol. “omo Hwayoung-a, bagaimana kalau dia pingsan” kata Suzy kaget. “biar saja dia pingsan, biar tahu rasa. Sudah tahu kita memang tidak bisa main basket, ia malah sengaja mengajak kita main, itu namanya menyindir!!” kata Hwayoung kesal.

Sungyeol yang terkena lemparan ‘maut’ Hwayoung, langsung berbalik dan mengembalikan sepatu itu pada pemiliknya alias Hwayoung. “yah, kalau mau lempar sepatu yang lebih keras lagi, apalagi kalau ingin membuatku pingsan, harus pakai sepatu boot!!” kata Sungyeol mengejek lagi, dan cepat-cepat berlari ke lapangan.
“ih dia itu terbuat dari apa sih!!” gerutu Hwayoung sambil meremas-remas ujung baju olahraganya.
“sudahlah Hwayoung-a, dari kelas 1, Lee Sungyeol kan memang sudah seperti itu” kata Suzy, mengingat sejak kelas satu, ia dan Hwayoung adalah korban utama kejahilan Sungyeol.
“iya juga sih, omo Suzy-ya, aku lupa, ponselku ketinggalan di kelas, sebentar ya aku ambil dulu” kata Hwayoung, lalu berdiri. “eh aku saja yang ambil untukmu” kata Suzy sambil tersenyum, Hwayoung mengangguk dan kembali duduk, sementara Suzy berjalan menyeberangi lapangan.
Tiba-tiba…

Bukk!!

Sebuah bola basket meluncur dengan kerasnya menghantam kepala Suzy.
Gadis itu pun jatuh pingsan di lapangan.
Semua anak mengerubunginya termasuk Myungsoo yang melempar bola itu. “aish lagi-lagi aku membuatnya terluka” batin Myungsoo ketika melihat Suzy pingsan.
Akhirnya, ia memutuskan untuk membawa Suzy ke UKS.

***

Di UKS…

Suzy mengedip-ngedipkan matanya. Akhirnya ia bangun setelah 20 menit pingsan. Kepalanya terasa pusing, dan perutnya mual (?), meskipun sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan bola basket yang menghantam kepalanya, ia mual karena belum sarapan.
Suzy duduk di atas tempat tidur UKS lalu melihat ke sekeliling ruangan. “eh kenapa ada dia di sini??” tanya Suzy dalam hati, saat matanya menangkap sosok Kim Myungsoo yang sedang ketiduran di sofa kecil, di pojok ruangan.
“Myungsoo-ya!! yah Kim Myungsoo!!!!” panggil Suzy.
Myungsoo pun terbangun mendengar panggilan Suzy. “eoh apa sih?? kau ini mengganggu orang tidur saja!!” omel Myungsoo, lalu ia terdiam sejenak melihat Suzy sedang duduk di atas tempat tidur.
“eh kau sudah bangun?” kata Myungsoo lagi.
“tentu saja aku sudah bangun! ngomong-ngomong, tadi siapa yang melempar bola??” tanya Suzy. Myungsoo menghampirinya sambil memasang ekspresi antara bingung dan takut ditambah sedikit bumbu rasa bersalah (?)
“Suzy-ya, yang melempar bola itu…aku. Mianhae” katanya mengaku. “ne? omo, sepertinya kau sangat membenciku ya, huaaa kenapa kau jahat sekali padaku!!” kata Suzy lalu menangis seperti anak kecil, ia memang cengeng.
“yah…yah uljima!!” kata Myungsoo, ia kebingungan harus berbuat apa.
“huaaa kau jahat! jahat!! jahat!” kata Suzy masih sambil menangis.
“aish apa yang harus kulakukan?” pikir Myungsoo.
Akhirnya ia memeluk gadis itu, karena sama sekali tidak terpikir ide lain untuk menghentikan tangisan Suzy. “uljima, kau ini benar-benar berlebihan” kata Myungsoo.
“omo apa sih yang ia lakukan?” batin Suzy, jantungnya langsung berdetak sepuluh kali lebih cepat. Saking gugupnya, ia cuma bisa diam, dan menghentikan tangisannya.
Karena Suzy sudah berhenti menangis, Myungsoo melepaskan pelukannya lalu berdehem. Ia jadi gugup sendiri. “jangan salah sangka ya, karena kau menangis terus aku jadi bingung harus melakukan apa” kata Myungsoo.
Suzy cuma angguk-angguk. “ya ampun!!! jantungku ini benar-benar menyebalkan!! kenapa berdetak cepat terus dari tadi! berhenti dong!! eh maksudku jangan berhenti tapi jangan cepat-cepat begini!!” batin Suzy. Ia takut ia mulai menyukai Kim Myungsoo.

hmm kenapa aku jadi gugup sendiri ya??” kata Myungsoo dalam hati. Sekarang ia dan Suzy sama-sama diam tanpa suara, dan suasana seperti ini benar-benar membuatnya gugup entah kenapa.
“ehm aku mau ke kelas” kata Suzy, memecah keheningan. Ia turun dari tempat tidur UKS dan memakai sepatunya.
“mau aku antar ke kelas??” tanya Myungsoo.

DEG

“buat apa dia mengantarku ke kelas??? tuh kan jantungku meloncat-loncat lagi!! bagaimana kalau meledak!??”

Suzy menghentikan kegiatannya mengikat tali sepatu, dan menarik napas dalam-dalam. “oh aniyo, nan gwaenchana” katanya pelan. “jinjja?” tanya Myungsoo memastikan. “jinjja” kata Suzy sambil mengangguk.
Ia berdiri dan melangkahkan kakinya, tapi tali sepatunya terinjak dan membuatnya hampir jatuh menabrak (?) lantai. Untung Myungsoo menangkap lengannya.
Suzy bisa merasakan wajahnya memanas, dan pipinya memerah, semerah tomat. Ia mengembalikan keseimbangannya dan nyengir. “aku tidak apa-apa, sekarang kau bisa melepaskan lenganku, aku mau ke kelas” kata Suzy, Myungsoo pun melepaskan lengan gadis itu dan berkata “hati-hati”. Suzy mengangguk lalu pergi meninggalkan UKS.

“ah Kim Myungsoo, masa kamu mulai menyukai gadis konyol itu sih?? aish maldo andwae” gumam Myungsoo sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
Meskipun ia terus membantah, hatinya berkata lain. Justru kekonyolan dan keanehan Suzy telah membuatnya mulai menyukai gadis itu.

************************************

(singkat cerita) sorenya…

Suzy memutuskan untuk jalan-jalan sebentar, karena ia benar-benar bosan di rumah.
Ketika sedang berjalan-jalan, ia melihat Myungsoo sedang berdiri di depan sebuah papan iklan, sepedanya berdiri di sebelahnya.
“sedang apa dia?” pikir Suzy keheranan.

Buat apa seorang laki-laki, sore-sore begini, berdiri di depan sebuah papan iklan? Memandangi si bintang iklannya??

Suzy menghampiri Myungsoo dan menepuk bahunya. “yah Kim Myungsoo!! apa yang kau lakukan di sini??” tanya Suzy. “aish selalu saja mengagetkanku! aku tidak sedang melakukan apa-apa” kata Myungsoo kesal, baru saja ia hendak naik ke sepedanya, Suzy bicara lagi. “kau sedang memandangi perempuan di iklan itu? siapa dia, kamu kenal?” kata Suzy sambil menunjuk papan iklan yang dipandangi Myungsoo. “tidak dan aku tidak kenal” ujar Myungsoo, ia sudah duduk di atas sepeda, siap untuk mengayuh pedal, dan lagi-lagi Suzy memotong niatannya. “eh kau mau kemana??? aku ikut!!” kata Suzy sambil tersenyum lalu tanpa ba-bi-bu langsung naik ke kursi boncengan. “yah! seenaknya saja naik ke sepedaku!! aku mau ke Hongdae!!” seru Myungsoo. “ke Hongdae?? kau mau melakukan apa di Hongdae???” tanya Suzy.
Myungsoo menggigit bibirnya saking kesalnya. “ehh mau nonton band!!! tentu saja aku mau…aku mau apa ya di Hongdae? sebenarnya aku bukan mau ke Hongdae, aku mau pulang, sudahlah cepat turun!!” kata Myungsoo.
“shireo! aku mau ikut!” kata Suzy, tidak bergeming dari posisinya. Akhirnya, Myungsoo mengalah dan mengayuh sepedanya ke….. tidak kemana-mana. Hanya jalan-jalan tidak jelas arah dan tujuannya.

Selama berjam-jam mereka berdua berputar-putar naik sepeda, tidak terasa hari sudah gelap. Myungsoo menghentikan sepedanya di depan rumah Suzy.
“Suzy-ya, cepat turun! ini rumahmu” kata Myungsoo. kosong, tidak ada respon. “Suzy-ya!” seru Myungsoo, dan masih tidak ada respon.
Tentu saja tidak ada respon, gadis itu ternyata sudah tertidur, bersandar pada punggungnya.
“aish kenapa dia malah tidur??” gumam Myungsoo, sekarang ia bingung bagaimana caranya ia turun dari sepeda dan menaruh Suzy di dalam rumahnya? oh atau bagaimana caranya ia membangunkan Suzy?
“yah Bae Suzy! ireona!!!” seru Myungsoo sambil menggoyang-goyangkan sepedanya. “oh oh apa?? oh ini rumahku??” kata Suzy, akhirnya ia terbangun. “ne, ini rumahmu!! cepat turun!!” kata Myungsoo.
Suzy turun dari sepeda itu lalu tersenyum pada Myungsoo “Myungsoo-ya, oneureun jeongmal gomawo!!! aku sangat suka jalan-jalan naik sepeda, sampai ketemu besok!! bye bye” kata Suzy, ia melambaikan tangannya, lalu berlari masuk ke rumah.
Myungsoo tersenyum “dia manis juga, huh baru kali ini aku menyukai seseorang secepat ini, mungkin karena energi positif yang ia sebarkan” kata Myungsoo dalam hati. ia pun mengayuh sepedanya pergi dari situ.
Sepertinya ia mulai percaya dengan apa yang disebut love at the first sight meskipun ini bukan pertama kalinya ia bertemu Suzy.

***

Suzy masuk ke kamarnya dan melempar dirinya ke tempat tidur. Ia mengeluarkan ponselnya dan membuka lock-nya. Ada SMS dari eomma-nya.

from: Eomma

Suzy-ya, besok siapkan barang-barangmu ya, eomma ingin kamu menyusul ke Busan. Besok eomma akan telpon ke sekolah untuk minta izin sebulan. Ongkosnya akan eomma urus juga, kamu berangkatnya minggu depan ok??

“mwo!! minggu depan???? ahh eotteohkhae?? baru saja aku menemukan kesenangan baru, baru saja aku menyukai seseorang, ahh sebel!!” seru Suzy sambil guling-guling di tempat tidur (?)
Tapi mau bagaimana lagi? mau tidak mau minggu depan ia harus pergi ke Busan.

Suzy memanyunkan bibirnya dan mengetik balasan pada eomma-nya. Setelah itu ia meluncur (?) ke dapur untuk memasak ramyeon, “daripada stress lebih baik makan ramyeon!!”

***********************************

Besoknya…
(di kantin)
“Hwayoung-a!! eotteohkhae??!” seru Suzy histeris setelah menceritakan seluruh isi kepala dan hatinya pada Hwayoung. “uh bagaimana ya?? kau bilang saja kau tidak mau” kata Hwayoung. “oh baiklah, ini tidak membantu ya? hmm… ya mau bagaimana lagi, intinya kau harus tetap ke Busan, ya kan??” kata Hwayoung lagi. “huaaa aku tidak mau ke Busan!!!!” seru Suzy, sampai-sampai banyak orang di kantin menatapnya heran. “sudahlah, di sana tidak buruk kok” ujar Hwayoung, “tapi aku tetap tidak mau ke sana!!! Hwayoung-a, aku mau tetap di Seoul!!” kata Suzy sambil mengayun-ayunkan kakinya. Hwayoung cuma bisa menghela napas dan dengan sabar mendengar keluhan sahabatnya itu.

***

di kelas lain….

Myungsoo juga sedang bercerita pada Sungyeol. Tapi ini persoalan yang berbeda.
“sebenarnya aku ini sedang menyukai seseorang, tapi aku bingung bagaimana cara mengatakannya pada orang itu” kata Myungsoo. “mudah saja, katakan dengan kata-kata yang disamarkan, kalau kau malu mengatakannya to the point” kata Sungyeol sambil tersenyum. “justru itu, kalau cara seperti itu dia tidak akan mengerti, karena dia polos” kata Myungsoo.
Tiba-tiba ia teringat pada sepatu kets pink yang masih tersimpan di lokernya, “ah iya mungkin begitu caranya, Sungyeol-a, aku sudah dapat ide!” kata Myungsoo senang lalu pergi menuju lokernya. “dasar aneh” gumam Sungyeol.

Myungsoo membuka lokernya dan memandangi sepatu itu. Masih kelihatan seperti baru. “baiklah, kali ini, aku akan benar-benar memberikan sepatu ini padanya” kata Myungsoo dalam hati sambil menyentuh sepatu itu.

Kriing!!!

terdengar bel masuk berbunyi nyaring . Myungsoo mengambil buku-bukunya dan menutup lokernya. Pulang sekolah nanti ia akan memberikan sepatu itu pada Suzy.

***

(singkat cerita) pulangnya…

Suzy pulang sendiri seperti biasa, karena Hwayoung dijemput appa-nya. Ketika ia sedang berjalan keluar dari gerbang sekolah, sebuah sepeda berhenti di sebelahnya. Siapa lagi kalau bukan Myungsoo. Laki-laki itu tersenyum padanya sambil menepuk kursi boncengan. “kau mau aku antar pulang?” tanya Myungsoo. Suzy menatap laki-laki itu dengan tatapan heran, “kau sakit? kok tumben sekali baik padaku” kata Suzy bingung. “aku baik-baik saja, hari ini mood-ku sedang bagus, ayo naik” kata Myungsoo lagi. Suzy mengangguk dan naik ke sepeda Myungsoo.
“Myungsoo-ya, aku mau tanya, sepatu pink yang waktu itu mau kau apakan??” tanya Suzy. “entahlah, tadinya mau kubuang, tapi akhirnya aku memutuskan untuk memberikannya pada seseorang” kata Myungsoo. “pada siapa?” tanya Suzy penasaran. Myungsoo hanya tersenyum “nanti kau juga tahu” katanya.

Sesampainya di rumah Suzy, gadis itu langsung turun dari sepeda Myungsoo. “Myungsoo-ya, gomawo sudah mengantarku pulang, annyeong!” kata Suzy sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. “eh Suzy-ya tunggu sebentar aku mau….” tanpa mempedulikan panggilan Myungsoo, Suzy cepat-cepat masuk ke dalam rumah. “huh, geurae masih ada besok dan besok, besoknya lagi masih banyak waktu” kata Myungsoo dalam hati . Ia pun tersenyum dan mengayuh sepedanya pergi.

***********************************

Tidak terasa, hari demi hari berlalu, ternyata sudah seminggu.
Hari ini Suzy harus berangkat ke Busan. Gadis itu mengangkat tas besarnya keluar, lalu mengunci pintu rumah. Hari ini ia tidak pergi ke sekolah, tentu saja karena ia akan pergi ke Busan selama sebulan.

“ah sebelum aku pergi, aku mau jalan-jalan naik bus dulu” kata Suzy, sambil berjalan ke halte. Sebenarnya ia benar-benar tidak ingin pergi, tapi eomma-nya memaksa karena ini urusan keluarga. Jadi akhirnya ia cuma bisa menurut.
Sesampainya di halte bus, ia duduk di kursi halte dan meletakan tasnya di sebelah kakinya. Menunggu bus datang.

***

Di sekolah…

hari ini Suzy ke Busan, sebulan lagi, huh aku bisa mati karena bosan” batin Hwayoung sambil memainkan pensilnya.
“yah Ryu Hwayoung!” seru seseorang, yang berhasil membuatnya kaget setengah mati. “omo, siapa yang….oh Kim Myungsoo, ada apa mencariku?” kata Hwayoung lalu tersenyum. “aku mau tanya, kau tahu kenapa Suzy tidak sekolah hari ini??” tanya Myungsoo. “dia tidak memberitahumu?? hari ini dia berangkat ke Busan, dan dia akan berada di sana selama sebulan” kata Hwayoung, cukup menjadi alasan untuk Myungsoo untuk kabur dari sekolah dan mengejar gadis itu. “oh baiklah kalau begitu, aku harus pergi” kata Myungsoo. Ia cepat-cepat berlari ke lokernya, dan mengambil sepatu kets pink itu.
Setelah itu ia menyelinap keluar sekolah lewat pintu belakang. (jangan ditiru ne pacarku ini hehe#plak!)

“aku harus sampai ke rumahnya secepatnya sebelum ia berangkat” batin Myungsoo sambil berlari. Ketika melewati halte, ia melihat Suzy sedang duduk di sana, di halte itu! Kelihatannya sedang menunggu bus.
Myungsoo menarik napas dalam-dalam dan menghampiri Suzy.

“yah! kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau mau pergi ke Busan?!” seru Myungsoo.
Suzy yang sedang melamun, langsung tersadar dari lamunannya, dan terkejut melihat Myungsoo. “omo sekarang kan jam sekolah. Myungsoo-ya, kau sedang apa di sini?” kata Suzy bingung. Ditambah lagi ketika ia melihat sepatu kets pink di tangan Myungsoo, Suzy jadi semakin bingung. “aku sedang apa di sini?? dasar babo!! tentu saja aku sedang mengejarmu!!” seru Myungsoo emosi, lalu ia menarik napas lagi lalu berkata “Suzy-ya, gajima”
“aku tidak salah dengar? dia tidak mau aku pergi? ah eotteohkhae??” batin Suzy, hatinya berkata ia harus tinggal, tapi di sisi lain ia harus menurut pada eomma-nya.
“Myungsoo-ya, jeongmal mianhae. kata eomma aku tetap harus pergi, tapi hanya sebulan kok, aku janji akan langsung kembali” kata Suzy berusaha meyakinkan Myungsoo.
Laki-laki itu tidak berkata apa-apa, ia hanya berlutut di depan Suzy, lalu memakaikan sepatu kets pink itu. “sekarang ini milikmu. Aku juga ingin mengatakan sesuatu. Suzy-ya, nan…” kata-kata Myungsoo terpotong oleh suara bus yang baru saja datang. Ia pun berdiri. Suzy juga berdiri dan mengangkat tasnya. “annyeong Myungsoo-ya, sampai ketemu sebulan lagi, saat itu kau bisa melanjutkan kata-katamu, sekarang aku harus pergi, sekali lagi annyeong!” kata Suzy lalu naik ke bus.
Bus itu pun segera pergi. Myungsoo menghela napas lalu menundukan kepalanya.

“tunggu dulu, masih ada kesempatan! aku harus kejar dia sekarang!” pikirnya.
Ia mengangkat kepalanya, lalu mengumpulkan tenaganya untuk lari mengejar bus yang dinaiki Suzy. Untungnya masih sempat.
Ia mengetuk-ngetuk jendela di sebelah tempat Suzy duduk dan gadis itu pun meminta supir bus untuk menghentikan busnya.
Suzy membuka jendela bus. “Myungsoo-ya, kenapa mengejarku?” tanya Suzy bingung.
Myungsoo mengatur napasnya sejenak, setelah napasnya teratur ia pun bicara.
“johahae, Suzy-ya” katanya singkat, tapi berhasil membuat Suzy terkejut. “jinjja?” tanya Suzy kaget. Myungsoo mengangguk “eoh jinjja johahae” katanya, lalu mencium Suzy.
Sekarang hanya ada satu keputusan dalam pikiran Suzy. Pokoknya ia tidak akan pergi kemana-mana dan tetap bersama pangeran yang menghadiahinya sepatu pink yang bersejarah itu…


life is magic
sometimes, there are unbelievable things happen
just like my historical pink shoes!
so, what is your story??

-END-

***********************************

wkwkwk epep apaan ini??? #plak XD
semoga aja ga gaje ne^^
keep rcl ok!!!

oh ya selama UKK author bakalan tetep ngepost ff , tapi bukan yang on writing, melainkan ff debut author yang udah dipost di wp author sendiri sebelumnya. Semoga aja laku dan pada suka , biasalah kalo ff debut masih rada aneh hehe^^

ya udahlah i’ll wait for your comments !!!
gomawo (^.^)v

68 thoughts on “[ONESHOT] The History Of My Pink Shoes

    • hwaa jinjja keren???? GOMAWO YAA!!! *jebol lagi nih capslocknya hehe*
      wah padahal kirain aku rada gaje lho^^ hehe maklum sih baru sekali bikin oneshot biasanya bikin chapter terus^^
      gomawo udah baca :D

  1. Sumpah, ini bikin dag dig dug ser (?) gimanaaa… gitu…

    Seneng deh baca FF ttg 2 orang saling suka, tapi malu-malu.

    Rasanya gimanaaaa… gitu xDDD

    Keep writing ya Eonnie xDDDD

    Fighting!!

  2. wah keren thor. ini ni yang paling aku tunggu. myungzy couple. ;)

    di tunggu cerita lainnya thor. tapi tetep couple ini. :)

    • kekeke gomawo ne^^
      ya memang soalnya kan ini oneshot ntar kalo alurnya kelamaan jadi chapter dong hehe #plak!! *emang ga bakat bikin oneshot* huhu u.u
      kapan2 deh bikin lagi ff suzy (soalnya ini aja udah yg kedua lho hehe^^)

  3. ah lucu banget adegan yang terakhir jadi inget dh 1 deh huhu thor kenapa end kan bagus ceritanya *nangis darah
    ffnya keren bet dah thor

    • jinjja ngegantung?? hohoho
      kan intinya L sama Suzy gitu hehe
      #plakkk
      *ini oneshot pertama sih* u.u *ga bakat bikin oneshot*

      beneran daebak?? kekeke gomawo ne, udah ngasih daebak buat ff abal2 ini :D

  4. wach istri yoseob anyyeong… dach lama gak nengok kesini, ternyata dach ada FF suzy nya,, mian telat,,, FF nya deabak,,, keren, gokil jg,, bikin lagi ya chingu ff suzy nya,, jebal, q tunggu loch, xixixi

  5. Hihihi.. Aku sukak :D
    Cepat banget myungsoo suka ma suzy, sama kayak aku cepat banget suka ma myungsoo hhahahahaa.. Sungyeol nya jaill yaa?? Hahahahaha dasar seungyeol ketularan jailnya magnae kyuhyun yaa (?)
    Bikin yg lebih banyak ff myungzy lagi yaa (maksa)
    Author : emang lo sapa?
    Gida : perkenalkan thor aku yeojachingu nya geekwang *plak

    • iyalah cepet kan ceritanya si suzy membawa energi positif (?) wkwkwk
      dulu aku jg suka Myungsoo tp sekarang aku beralih pada Woohyun wkwkwk #plakk

      hehehe aslinya sungyeol lebih autis (?) lho #plakk *ditampar Sungyeol xD

      ntar sih mau bikin lagi hohoho :D

      kekeke itu si Gikwang laku amat dah wkwkwk *lirik diatas ada iloveAJ* #plak :D

      gomawo udh baca yaa ^^

  6. Woahahaha authornya gokil ah wkwkw suka sama ceritanya aku bacanya sama ketawa ketiwi
    Ayo bikin lagi ya ceritanya yg banyak aku suka aku suka ♡

  7. Huuaaah…!!
    Ffnya cuma os tapi kok daebak banget ya?!! \(^o^)/
    Aigo thor..thor…
    Please buat ff Myungzy lagi ne? Aku kann Squid sejati #bangga

    Pokoknya ffnya bagus buanget! Suka sma karakter Zy eon ama Myungppa. Cocok banget deh (y)

    Keep writting ne? Fighting!! ^o^)9

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s