[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 1 of 5

Title : Thanks You For Many Things

Author : Kim Daeyang

Length : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, Angst, Family, Humor (maybe) :p

Main Cast(s)

Yang Yoseob – BEAST (20 yo)
Yong Junhyung – BEAST (22 yo)
Lee Jaejin – FT Island (17 yo)
Lee Sungmin – Super Junior (24 yo)
Lee Yewon – OC (20 yo)
Park Hyuna – OC (20 yo)

Support Cast(s)

BEAST’s Members

DISCLAIMERS!

Otak saya sedang cerah-cerahnya menulis FF ini, ini original milik saya sendiri, sumpah saya hampir nangis nulis ini ff, dapet banget feelnya pas nulis setiap kata yang menyedihkan* pengaruh lagu yang didengar juga kali ya, pokoknya ini benar-benar ori hasil keringat saya sendiri *loh?, terserah mau bilang ini jelek atau apalah yang penting selamat menikmati, jangan lupa comentnya permirsa :D

THANKS YOU FOR MANY THINGS

Mataku masih saja terus mencari sosoknya diantara beberapa orang yang juga berada disini, namun sosoknya tetap tidak kutemukan, rasa cemas mulai menyelimuti perasaanku, apa dia pergi begitu saja, bagaimana ini.

“ Kau melihat Yewon?” tanyaku pada  salah satu temanku yang sedang duduk dibangku taman

“ Yewon? Tadi aku melihatnya berlari kearah sana” Dia menunjuk kearah jalan tepat didepan kami

“ Terima kasih” aku berlari menyusuri trotoar yang diterangi lampu-lampu jalan yang indah.

aku berhenti sejenak untuk mengatur nafasku yang sesak dan kembali berlari menyusuri  trotoar melewati  pertokoan yang sebagian sudah tutup karena jam operasinya sudah habis. Kakiku mulai lelah dan keringat mulai membasahi baju yang melekat pada tubuhku saat ini, tapi rasa lelahku terbayarkan ketika aku menemukan sosoknya sedang berdiri dipinggir jalan menunggu sesuatu.

“ hahh..hahhh..hahh..hahh.., apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau pergi begitu saja, ayo aku antar pulang” Aku menarik tangannya, tapi kemudian dia menepisnya tanpa berkata apapun

“  ayo kita pulang” ajakku lagi, kulihat dia menundukkan kepalanya, beberapa detik kemudian tubuhnya bergetar dan telingaku menangkap suara isakan pelan darinya

Aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini, ini salahku membawanya atau lebih tepatnya memaksanya untuk datang ketempat yang seharusnya dihindarinya selama ini, padahal dia sudah meyakinkanku bahwa ini tidak benar tapi aku mengacaukan hidupnya yang mulai tenang.

FLASHBACK

“ Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Junhyung” 5 orang namja dan seorang yeogja yang memegang sebuah cake ulang tahun menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada seorang namja yang sedang duduk disebuah bangku taman

Namja tersebut terlihat terkejut dengan pemandangan didepannya. Namun detik berikutnya seorang yeogja datang dan ikut bergabung bersama mereka.

“ Ayo tiup lilinnya” teriak Doojoon kepada namja yang sedang diberi kejutan

“ Baiklah” Junhyung  memejamkan matanya dan kemudian meniup lilin yang ada didepannya

“ Hei, siapa yang mengajakmu kemari?” tanya Junhyung kepada yeogja yang sedang memegang cake didepannya

“ Aku…”

“ Kau datang? Aku pikir kau lupa hari ulang tahunku” kata-kata yeogja tersebut langsung dipotong oleh Junhyung  yang kini posisinya sudah berpindah ke yeogja satu lagi

“ Inisiatifku sendiri” jawab yeogja itu kemudian, terlihat wajah malu-malu dari keduanya

“ Yewon kau tidak papa?” tanya namja yang berada tepat dibelakang yeogja yang sedang memegang cake, saat ini wajahnya tertunduk

“ Junhyung ayo potong cakenya, dan berikan potongan cake pertama untuk orang yang spesial” kata Dongwoon dari arah belakang, terlihat ekspresinya sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa orang yang beruntung tersebut

“ Yewon, maaf, tapi bisakah kau berikan cake itu kepada Hyuna?” Junhyung merebut cake tersebut dari tangan Yewon dan memberikannya kepada Hyuna yang dari tadi berdiri disebelah Yewon

“ Ini” Junhyung memotong cake tersebut dan kemudian memberikan potongan pertama untuk yeogja yang memegang cake tersebut

Tindakannya tersebut membuat teman-temannya terheran dan saling menatap dan bertanya-tanya.

Yewon yang melihat kejadian tersebut langsung berbalik dan meninggalkan mereka semua

FLASHBACK END

 

“ Maafkan aku” aku menarik tubuhnya, namun dia mendorong tubuhku

“ Maaf” kataku lagi ketika tangisannya semakin terdengar keras ditelingaku

“ Aku sudah bilang padamu, ini tidak akan berhasil, bukankah kalian yang bilang aku harus berhenti menganggunya, dan aku sudah menolak hal ini dari awal” Yewon akhirnya membuka mulutnya untuk berbicara padaku

“ Aku sudah bilang, bukan aku yang dia inginkan untuk datang, tapi Hyuna, dan kau tau ini sangat menyakitkan”

“ Aku menyesal” Aku hanya menunduk tidak berani menatap wajahnya saat ini

“ Aku tidak tahu, tapi dia yang bilang pada kami bahwa dia ingin kau yang datang saat dia ulang tahun, dan aku tidak tahu bahwa kau sebegitu sakitnya” Aku mengelus pelan kepalanya

“ Bukankah sudah kukatakan tidak dan kau sangat memaksaku” Dia menepis tanganku dari kepalanya

“ Maafkan aku Lee Yewon, ayo kita pulang”

“ Tidak, aku tidak ingin mengenal kalian berenam lagi terutama kau Yoseob, dan aku sudah merelakan Junhyung untuk Hyuna jadi berhaentilah menganggu hidupku, dan aku bisa pulang sendiri” Teriaknya dan kemudian berbalik dan melangkah meninggalkanku begitu saja dan aku hanya terdiam ditempatku berdiri saat ini.

POV end

****

Pagi ini langit terlihat hitam dengan dihiasi awan hitam diatas langit, ramalan cuaca hari ini akan turun hujan sangat deras. Seorang yeogja memandang langit dari balik jendela ruang makan rumah tersebut. Yeogja tersebut terlihat menghembuskan nafas penuh beban.

“ cepat sarapan” Sebuah suara membuyarkan lamunannya dan mengalihkan pandangannya kepada pemilik suara

“ Ne” jawabnya singkat dan mengambil posisi duduk dikursi meja makan

“ Sudahlah Yewon, kau harus semangat, kejadian itu sudah sebulan yang lalu”

“ Hahaha, ahjusshi jangan membuatku mengingat kejadian buruk itu lagi” Yewon mulai menyuapi nasi goreng kimci buatan ahjusshinya

“ Hahaaha, aku lebih suka melihat kau tertawa seperti itu”

“ YA, Lee Jaejin  berhentilah menggoda keponakanmu sendiri, kau itu masih kecil” Yewon mengacak rambut Ahjusshinya

“ Tsk, kau ini Lee Yewon, berhentilah memperlakukanku seperti anak kecil, aku ini pamanmu” Jaejin merapikan rambutnya yang berantakan

“ Kau memang pamanku, tapi kau masih 17 tahun, sedangkan aku sudah 20 tahun, wajar sajakan kalau kau diperlakukan seperti itu, hahahaha” Yewon tertawa dan mencubit pipi pamannya

“ Berani sekali ya, aku akan melaporkanmu pada Sungmin dan dia akan menghajarmu” Jaejin mengeluarkan Iphonenya dari saku blazernya

“ MWO? Dasar pengadu, kau selalu membawa-bawa Sungmin oppa dalam masalah kita berdua, dan kau selalu berlindung padanya” Yewon beranjak dari duduknya dan meninggalkan pamannya begitu saja

“ Kau mau kemana? Kau takut? Hahahah” Suara tawa Jaejin terdengar keras

*****

Yewon melangkahkan kakinya melewati koridor kampus dengan Headsphone ditelinganya, sesekali dia membetulkan letak tasnya yang melorot dari bahunya. Suasana kampus pagi ini sedikit sepi karena wajar saja  saat ini waktu masih menunjukan pukul 07:00 pagi, dan kegiatan kampus baru akan benar-benar dimulai pada pukul 07:30 tepat, karena Yewon setiap paginya pergi bersama pamannya yang saat ini masih berada ditahun keduanya disekolah, membuatnya selalu datang lebih pagi agar pamannya tidak terlamat masuk sekolah.

Yewon memberhentikan langkahnya ketika matanya menangkap seluit seseorang yang selama ini dihindarinya, dengan cepat dia berbalik dan melangkah lebih cepat, namun terlambat keberadaannya sudah diketahui.

“ Yewon”

****

Yewon Pov

“ Yewon” aku mendengar dia memanggilku, tetapi aku terus melangkahkan kakiku lebih cepat dan menambah volume suara lagu yang kudengarkan dari iphoneku, aku benar-benar tidak ingin bertemu orang ini

GREEPPP

Tiba-tiba aku merasakan ada sebuah tangan memegang bahuku dari belakang, dengan refleks aku berhenti dan berbalik, kemudian aku mendapati sosok seseorang yang aku hindari selama sebulan ini dengan nafas yang tidak teratur

Lagi-lagi aku menambah volume suara iphoneku dari balik kantong kemejaku secara diam-diam, aku tidak ingin mendengarkan satu katapun dari bibirnya

“ Berhentilah menghindar dan berhentilah tidak mendengar” Dia melepas Headphone yang kupasang dikedua telingakuHHHhh

“ Ada apa?” tanyaku datar dan kembali memasang Headphone dikedua telingaku

Dia kembali melepas Headphoneku, kali ini dengan kasar dan menariknya hingga iphoneku keluar dari kantong kemejaku

“ Berhentilah bersikap seperti ini” dia berhasil memegang iphoneku dan membuatku kehilangan akal untuk menghindar

“ Kembalikan milikku” aku mencoba merebut kembali iphone beserta Headsphonenya dari tangannya

“ tidak sebelum kau berjanji akan bicara padaku”

“ baiklah, apa yang kau inginkan Yoseob?” tanyaku kali ini aku benar-benar menyerah

“ Aku hanya ingin minta maaf, tolong jangan seperti ini, bukankah sebelumnya kita berteman, bahkan kita ini cukup dekat, jadi kumohon maafkan aku” mohonnya padaku

“ Apa sudah selesai? Cepat kembalikan iphoneku” Aku merebutnya dengan paksa dan berhasil kembali ketanganku

“ Yewon, maafkan aku, seharusnya aku mendengarkan kata-katamu saat itu”

“ Percuma saja, sudah terlambat” aku berbalik dan hendak melangkah, tapi kemudian dia memegang pergelangan tanganku

“ Maafkan aku, aku bahkan tidak tau perkataan kami membuat kau terluka, aku mohon maafkan aku” Suaranya terdengar bergetar, tapi aku tidak ingin melihatnya ataupun berbalik

“ Maaf maaf maaf maaf, huaaaaaaaaaaaaa” kali ini suaranya pecah dan ketika aku berbalik dia terlihat terisak

“ Apa kau tidak malu menangis?” aku mulai panik ketika beberapa pasang mata melihat kearah kami berdua

“ Maafkan aku” dia menompangkan wajahnya pada tangan kirinya sementara tangan kanannya masih memegang tanganku

“ Sudahlah, kau tidak salah, ini salahku yang terlalu bodoh”

“ Maafkan aku, ini salahku seharusnya aku tidak mengajakmu ketempat itu” Dia masih terisak

“ Tidak, sudahlah aku malu melihatmu seperti ini, berhentilah menangis” Aku menepuk-nepuk kepalanya

“ Apa kau masih mambenciku? Maafkan aku, aku ingin kita berteman lagi” Dia sudah menegakkan kembali kepalanya, pipinya masih basah dan wajahnya merah sangat mengemaskan

“ apa kita pernah berteman? Bukankah kau teman Junhyung oppa?” tanyaku

“ Tapi aku ingin kita berteman sekarang, kumohon” Dia kembali memohon kepadaku

“ Baiklah, tapi lap dulu wajahmu itu, ini” aku menyodorkan sapu tanganku padanya

“ Heeehehee”

Pov end

****

Jaejin sedang sibuk didapur mempersiapkan makan malam untuk porsi dua orang, namja itu nampak asyik dengan aktifitasnya, sesekali dia membuka tutup panci yang bertengger diatas kompor memastikan sup yang dimasaknya sudah matang, sementara tangannya yang lain sibuk membalik daging yang sedang dipanggang diatas teflon.

Sementara dimeja makan Yewon sedang membereskan meja makan, menata piring, gelas dan juga sendok diatas meja.

“ YA! Aku sudah selesai membereskan meja” Teriak Yewon dari ruang makan

“ Cepat kemari, bantu aku membawa ini” Jaejin memelongokan kepalanya dari pintu dapur

Yewon bergegas menghampiri pamannya dan mengangkat satu persatu makanan yang dari dimasak oleh pamannya menuju meja makan dan menatanya

“ Sudah semua?” tanya Yewon

“ Ne, ayo kita makan”

Mereka mengambil tempat masing-masing dan mulai menyantap makanan yang tersedia dimeja makan.

“ Apa Hansung hyung  sudah menghubungimu?” tanya Jaejin yang kini memandangi keponakannya

“ belum” jawab Yewon masih fokus pada makanannya

“ Bagaimana dengan Sengwoon nuna? Dia  juga belum menghubunginya?” Tanya Jaejin lagi kali ini dia kembali fokus pada makanannya

“ Paman, apakah mereka tidak menyayangiku? Aku rasa begitu” Yewon menghentikan aktivitas makannya dan menatap pamannya dengan wajah sendu

“ Tidak mungkin, mereka menyayangimu dan juga Sungmin” Jaejin meletakan supitnya diatas meja dan memandang Yewon dengan senyum dibibirnya

“ TSK, kasian Sungmin oppa” Wajah Yewon bertambah sendu mengingat oppanya yang sedang kuliah di Amerika

“ Setidaknya kau punya aku disini, dan bukankah kita selalu menghubungi Sungmin, aku tau dia kesepian disana, tapi tahun ini dia akan selesai dan akan pulang, benarkan” Jaejin mencoba menghibur keponakannya tercinta

“ Tapi ini tidak adil untuk kami, bukankah seharusnya mereka menanyakan kabar kami” Yewon memainkan supit ditanganya

“ Sudahlah, kau masih punya aku, aku ini pamanmu yang tangguh yang akan melindungimu” Jaejin memeluk tubuh Yewon yang kemudian dibalas oleh Yewon.

*****

“ Yewon” Teriak Yoseob dari ujung koridor

“ Dia lagi” Keluh Yewon dan kali ini ia tidak berbalik dan menghindar, tapi terus berjalan kearah Yoseob

“ Aku senang bertemu kau disini, ayo kita kekantin” Yoseob menyamakan langkahnya tepat disamping Yewon

“ Aku tidak lapar” Jawab Yewon datar

“ Kau kenapa masih bersikap seperti itu padaku” Mendadak Yoseob menghentikan langkahnya dan menunduk seolah akan menangis

“ Maaf, baiklah ayo kita makan” Yewon menarik tangan Yoseob berjalan menuju Kantin kampus

****

Kantin kampus

Suasana kantin tidak terlalu ramai, karena siang ini ada beberapa kelas yang belum bubar, sementara Yewon hari ini tidak masuk karena dosennya sedang tidak enak badan, sementara Yoseob baru akan masuk pukul tiga siang nanti.

“ Kita duduk disini saja” Yoseob menunjuk deretan meja yang berada disudut ruangan berhadapan dengan jendela yang mempelihatkan pemandangan taman kampus diluar

“ Baiklah, sudah sana pesan makanan” Yewon mendorong tubuh Yoseob untuk pergi kecounter makanan didepan memesan makanan

Beberapa menit kemudian, Yoseob kembali dengan nampan berisi beberapa bungkus roti dan minuman

“ Ini untukmu” Yoseob menyodorkan sebungkus roti coklat keju dan susu coklat kepada Yewon yang sejak tadi memandang keluar lewat jendela didepannya

“ Gomawo” Jawabnya, matanya masih memandangi jendela

Yoseob mengikuti arah pandangan Yewon, dan mendapati dua orang sedang duduk  di bangku taman tertawa dan saling bercanda

****

Yeseob Pov

“ Ini untukmu” aku menyodorkan roti dan juga susu tapi matanya tetap tidak beralih dari tadi

Aku mencoba mengikuti arah pandangnya, dan Ya tuhan apa-apaan ini, posisi yang salah, aku melihat kearah jendela, menemukan sosok Junhyung dan Hyuna yang sedang tertawa dan saling bercanda dibangku taman, kulirik Yewon disebelahku

“ Kau tidak papa” tanyaku memastikan keadaannya

Dia hanya terdiam dengan wajah datarnya tanpa ekspresi sedikitpun

Kembali kuarahkan pandanganku kearah jendela diluarku memastikan mereka berdua masih disana, tapi dengan cepat kututup mata Yewon dengan kedua tanganku, ketika kulihat posisi bibir Junhyung sudah hampir menyentuh bibir Hyuna, dari sini semua terlihat jelas sekali.

Lama aku mempertahankan posisiku seperti ini, sementara Yewon hanya pasrah ketika posisiku saat ini sudah berubah menjadi memeluknya dari samping dengan kedua tanganku tetap menutup kedua matanya.

“ Sudahlah, aku tidak papa” Yewon mengeluarkan suarannya

“ Aniyo, sebentar lagi saja, aku tau kau sakit melihat itu, menangislah, aku akan menyembunyikanmu” Kataku

“ Aku tidak akan menangis lagi” Dia menepis tanganku pelan

Aku kembali menatap kearah jendela memastikan apakah kedua orang itu benar-benar sudah pergi

“ Sudah” Aku melepaskan tanganku dari kedua matanya

“ Gomawo, sudah melakukannya” Dia ternyum padaku

“ Ne, akan kulakukan lagi ketika sesuatu yang buruk akan menganggu ketenanganmu saat ini, ini demi kesalahanku padamu” Aku membalas senyumannya

Dia hanya tersenyum dan mulai menikmati roti yang kuberikan tadi

Pov end

****

Hubungan Junhyun dan Hyuna akhirnya resmi, dan Yoseob memberitahukan kepada Yewon bahwa mereka sudah jadian, tentu saja Yoseob memberitahunya dengan hati-hati, Yoseob tahu bahwa sampai saat ini Yewon masih sakit hati atau lebih tepatnya masih belum bisa melupakan Junhyung yang dipacarinya selama setahun.

****

Cuaca akhir-akhir ini selalu mendung dipagi hari, dan hujan ketika siang dan sore harinya. Yoseob sedari tadi memandangi langit dengan posisi duduk dan menompangkan dagunya diatas kedua tangannya. Sesekali dia menatap kebelakang kearah pagar rumah yang masih tertutup rapat, menunggu penghuninya membuka pintu.

CLEKK pintu pagar akhirnya terbuka, seorang namja dengan seragam dan tas ranselnya keluar dari gerbang

“ Anyeong” Sapa Yoseob sopan

“ Anyeong” Jawab namja berseragam tersebut

“ Adik kecil, apa nunamu masih didalam?” Tanya Yoseob kepada namja berseragam tersebut

“ Adik kecil? Nuna? Kau siapa?” Tanya namja tersebut dengan sinis

“ Aku teman nunamu, Lee Yewon, apakah adik kecil bisa memanggilkannya” Kata Yosoeb lagi dengan tersenyum

“ Hei kau, kau tau sedang bicara dengan siapa? Tsk, tidak sopan sekali!” Namja berseragam tersebut berkacak pingang didepan Yosoeb

“ Heeuuuhhh, anak kecil berani sekali, tidak tau sopan santun, sudah panggilkan saja nunamu” Bentak Yosoeb

Jaejin yang tidak terima dengan perlakuan Yoseob langsung mendapat ide jahil untuk membalas kelakuan Yoseob

“ Kau panggil saja sendiri, kau yang butuhkan” Jaejin tersenyum sinis

“ Bocah tengik, berani sekali”

“ Yewon nuna, ini ada hyung yang mencarimu” Panggil Jaejin sok imut

Semenit kemudian Yewon muncul dari balik pintu gerbang

“ Yoseob, kau kenapa pagi-pagi kesini?”

“ Heeuuuhhh, sok akrab sekali dengan Yewon” Keluh Jaejin sinis

“ Tsk! Anak kecil ini, aku menjemputmu, untung kau belum berangkat” Yoseob menatap sinis Jaejin kemudian tersenyum kearah Yewon

“ Dia sudah ada yang mengantar” Jaejin menjawab pernyataan Yoseob barusan

“ YA! Adik kecil, kenapa kau ini mengurusi urusan orang dewasa saja” Protes Yoseob

“ Tsk! Hei Lee Yewon, siapa namja ini? Cepat usir dia” Jaejin menunjuk kearah Yoseob

“ Hei ada apa dengan kalian, kalian kelihatan akrab, hahahha” Yewon tertawa melihat tingkah dua namja didepannya

“ KAMI TIDAK AKRAB” Jawab mereka berdua serentak

“ Aish, cepat usir dia dari sini” Jaejin mendorong tubuh Yoseob

“ Hei bocah, apa yang kau lakukan” Yoseob menepis tangan Jaejin dari tubuhnya

“Cukup, apa yang kalian pertengkarkan” Yewon melerai dua namja didepannya

“ Yewon, kenapa adikmu galak sekali?” Tanya Yoseob

“ YA! Dia bukan adikku, dia ahjusshiku” Jawab Yewon dan sukses membuat Yoseob terdiam dengan mulut menganga, sementara Jaejin tersenyum penuh kemenangan

“ Hahaha, kau tamat sekarang” Jaejin memperlihatkan ekspresi membunuh dengan tangannya memperagakan sedang memotong lehernya sendiri

TO BE CONTINUE

Bagaimana readers? Menarik atau tidak? Hahaha ini sedikit terinspirasi dari kehidupan saya, terutama bagian paman dan keponakan, karena saya merasa lucu dengan keluarga saya sendiri, keponakan saya masih punya beberapa oom yang masih kecil bahkan ada yang baru lahir, hahaha entah apa jadinya nanti ketika mereka dewasa, oopppss keceplosan curhat. Terima kasih sudah membaca dan silahkan coment demi kelanjutan karya-karya saya berikutnya :D

4 thoughts on “[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 1 of 5

  1. Hahahahahaha kocak min ending nya =D
    Tapi kasihan ya Yewon ditinggal sama Junhyung
    Udah bagus kok min

    Lanjuttttt, , , , ^O^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s