Chocolate Love [CHAPTER 7]

image

Title: Chocolate Love

Author: Yoo Jangmi

Genre: Comedy, Romance, Drama

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
-SNSD’s Im Yoona
-Super Junior’s Lee Donghae
-SHINee’s Onew / Lee Jinki
-SNSD’s Kwon Yuri
-SNSD’s Kim Hyoyeon
-Im Yoonhee (OC)
-Beast’s Lee Gikwang

Disclaimer:
semua cast dalam cerita (kec.OC) bukanlah milik author^^
but, Onew milik author #plak *abaikan*
but cerita asli milik author ^^

Author’s Note:
weeeee i’m back!!!! #plak XD
setelah cukup lama (?) author ga nongol di FKI, akhirnya author yang koplok ini #plak kembali dengan lanjutan FF Chocolate Love lebih tepatnya part 7 nya hehe^^
masih adakah yang menunggu FF nista-ku ini??? ga ada ya?? hiks hiks ya udah ga apa2 kalo ga ada juga yang penting YoonHae terus berjaya *?* #plak!

okelah kalau begitu *?* jeng jeng….*sound effect*
inilah dia part 7nya!!!

Don’t be siders, and DON’T BE PLAGIATOR!!
°~**+Happy Reading All+**~°

__________________________________________________
Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6

#CHAPTER 7#

Yoona masuk ke dalam aprtemennya, lalu ke kamarnya.
Ia segera mengganti bajunya dengan piyama pikachu yang biasanya, lalu melempar diri ke tempat tidur.
Perasaannya masih tidak enak, rasanya ada ganjalan besar di hatinya.
“sebenarnya ada apa ya?? kenapa hatiku masih merasa tidak enak sejak tadi” batin Yoona sambil menghela napas.
Ia sudah hampir terlelap, tapi dering ponselnya membangunkannya lagi.
“yoboseyo??” kata Yoona lesu.

“selamat malam, apakah anda yang bernama Im Yoona??” tanya seseorang di telpon.

“ne, ada apa malam-malam begini??” kata Yoona, sekarang bad feeling sudah benar-benar memenuhi hatinya.

“begini, kami dari rumah sakit Seoul ingin memberitahu anda mengenai teman anda Lee Donghae, karena nomor anda ada di speed dial nomor 1 jadi kami menelpon anda”

“soal Donghae-sshi?? memangnya ada apa dengannya??” kata Yoona panik.

“Lee Donghae adalah korban tabrakan berantai di sekitar Han Gang, kejadiannya sekitar 45 menit yang lalu, sekarang ia di rawat di sini”

“n..ne?? ko…korban tabrakan berantai?? ini bukan bohongan kan??” kata Yoona kaget dan panik, matanya mulai berkaca-kaca.

“ini serius, kalau anda ingin menengok, saya akan beritahu nomor kamarnya”

Setelah perawat rumah sakit yang menelponnya, memberikan nomor kamar Donghae, Yoona mengucapkan terima kasih dan segera menutup telpon. Ia memakai jaket, membawa ongkos seadanya dan cepat-cepat pergi ke rumah sakit.

….

#Di Rumah Sakit…

Yoona berlari menyusuri koridor yang ditunjukan oleh perawat yang ditanyainya tadi. Setelah menemukan kamar Donghae, ia segera masuk.
“Donghae-sshi” panggil Yoona dalam hati.
Mulutnya benar-benar terkunci. Ia tidak bisa berkata apa-apa, yang bisa ia lakukan hanya menangis dalam diam.
Yoona mendekati tempat tidur, tempat Donghae berbaring lemah tanpa suara dan luka di kepala, serta beberapa lecet ringan di bagian tubuh yang lain. Gadis itu duduk di kursi yang berada di sebelah tempat tidur, dan memegang tangan Donghae, ia pun menangis sampai ketiduran.

Besok paginya….

Donghae membuka matanya perlahan. Dilihatnya sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela.
Kepalanya pusing, seluruh tubuhnya terasa sakit. “dimana aku?” tanyanya dalam hati. Ia duduk bersandar lalu melihat ke sekeliling ruangan, dan akhirnya menemukan seorang perempuan berambut panjang, tertidur dengan kepala bersandar pada tempat tidurnya, dan sambil memegangi tangannya. Im Yoona.

Donghae tersenyum, “sejak kapan dia disini? semalaman?” pikirnya.
Beberapa saat kemudian, Yoona terbangun dari tidurnya, setelah sadar seutuhnya, ia langsung menatap Donghae, dengan tatapan kaget, tapi bahagia. “Donghae-sshi, kau sudah bangun??? bagaimana perasaanmu? ada yang sakit kah? mana yang sakit? kau…kau ingat aku kan??” Yoona langsung menyerbunya dengan lusinan pertanyaan.

Gadis itu sering nonton drama serial di TV, dan ada beberapa drama, yang ceritanya jika si pemeran utama kecelakaan maka akan lupa ingatan.
Yoona takut itu terjadi, ia takut Donghae melupakannya.

“aku….tidak tahu siapa dirimu” ujar Donghae.
Yoona langsung membelalakan matanya karena kaget, rasanya jantungnya mau copot mendengar kata-kata Donghae.
“Donghae-sshi, aku serius, jangan bercanda yang mengerikan seperti ini dong, ini sama sekali tidak lucu!” kata Yoona panik, tapi Donghae diam saja.
“kau benar-benar tidak mengenalku? kau serius? kau benar-benar melupakanku? aku…aku….Im Yoona, kau tidak benar-benar melupakanku kan??” ujar Yoona, sambil menahan tangis, matanya sudah mulai dihiasi air mata.
Melihat Yoona yang sebentar lagi akan menangis, Donghae memutuskan untuk menghentikan sandiwaranya yang keterlaluan itu.

“yah, uljima. Aku tidak benar-benar melupakanmu, aku cuma bercanda, mana mungkin aku melupakanmu, mianhae Yoona-ya” kata Donghae sambil menghapus air mata Yoona yang sudah mulai mengalir. “ne? jeongmal?” kata Yoona kaget. Donghae mengangguk.
“neo jinjja….” kata-kata Yoona terpotong tangisannya yang tiba-tiba pecah.
“neo jinjja baboya!! kenapa kau harus bercanda seperti itu sih?? aku sangat panik, kalau kau benar-benar melupakanku, aku bisa mati, kau jahat!” Yoona melanjutkan kata-katanya, masih sambil menangis sesenggukan.
“ne, arasseo. Aku memang babo, aku memang jahat, sudahlah sekarang berhenti menangis. kau tahu? ada beberapa perempuan yang cantik saat menangis, tapi kau? kau benar-benar jelek kalau sedang menangis, karena itu jangan menangis lagi. Aku ingin melihat Yoona-ku tersenyum” ujar Donghae sambil tersenyum. Yoona pun terdiam, tangisannya langsung berhenti seketika. Ia mengeringkan wajahnya yang basah dengan lengan jaketnya, lalu tersenyum kecil. “ehm hanya begitu saja? aku ingin melihat senyum yang lebih manis” kata Donghae lagi.
Yoona diam dan tidak merespon.

Setelah membuatnya menangis, sekarang laki-laki itu menyuruhnya tersenyum. Benar-benar aneh.

“jadi kau tidak mau senyum? kalau begitu aku pingsan lagi saja, untuk apa aku bangun dan yang aku dapatkan cuma Im Yoona yang sedang cemberut” kata Donghae, lalu kembali berbaring dan menarik selimutnya.
“yah Lee Donghae!!” panggil Yoona.
Donghae pun kembali duduk bersandar di atas tempat tidurnya. “geurae, aku akan tersenyum untukmu, tapi kau harus sembuh, naege yaksokhae! eoh??” kata Yoona, dan ia memberikan senyumnya yang paling manis.
“yaksokhae. lagipula lukaku ini tidak parah kok, paling tiga hari di rumah sakit, aku sudah boleh pulang” kata Donghae.
Yoona mengangguk mengerti.

tiba-tiba…
BRAKK!

Pintu kamar rawat Donghae dibuka dengan panik oleh seorang wanita paruh baya. Siapa lagi kalau bukan eomma-nya.

“omo!!! uri Donghae!!! gwaenchanayo??” seru eomma-nya panik sambil menghampiri Donghae. “nan gwaenchana, eomma jangan berlebihan begitu” kata Donghae, sambil agak keheranan melihat pakaian eomma-nya. “jinjja gwaenchana???” tanya eomma-nya lagi, Donghae mengangguk pelan.

“omo kamu Yoona kan?? anaknya Sookhyun, yang waktu itu bertemu di supermarket?” kata eomma-nya Donghae, ketika menyadari keberadaan Yoona di ruangan itu.
Yoona langsung berdiri dan membungkuk hormat,”annyeonghaseyo”
lalu ia cepat-cepat melanjutkan “aku…aku akan keluar dulu, ajumma mengobrol dulu saja dengan Donghae, nanti aku kembali lagi” kata Yoona, ia tersenyum pada eomma-nya Donghae, setelah itu ia keluar dari kamar rawat Donghae.

~*°*~+

@Green Lotus…..

“Minji-ya, Yoona sudah datang belum??” tanya Haerim sambil memakai celemek. “belum, padahal sekarang sudah jam setengah delapan, si bos juga tidak kelihatan sama sekali, kemana sih semua orang?” kata Minji bingung, Haerim mengangkat bahu.
Di dapur cuma ada Minji, Haerim dan Gikwang yang sedang ada di ruang pendingin.

Beberapa menit kemudian, pintu dapur dibuka, dan Yuri masuk ke dapur. Ia begitu bingung melihat dapur yang sepi.
“kemana semua orang? Yoona sudah datang belum??” tanya Yuri.
Minji geleng-geleng kepala tanpa semangat.
Yuri pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Yoona lewat sms.

to: Im Yoona
Yoona-sshi, kau ada dimana? kenapa belum datang ke cafe?

From: Im Yoona
Mianhae Yuri-sshi, aku ada di rumah sakit, kemarin malam Donghae-sshi kecelakaan, jadi aku cepat-cepat ke rumah sakit, dan tertidur di sana. Tapi aku janji, aku akan secepatnya ke sana

“omo, Donghae kecelakaan?? kenapa tidak ada yang memberitahuku?” pikir Yuri panik, ia segera menanyakan rumah sakit tempat Donghae dirawat, setelah Yoona memberitahunya. Ia buru-buru pergi lagi.

“ya ampun!!!! mau jadi apa cafe ini???” teriak Haerim frustasi.
“yah! kenapa teriak-teriak?? eh bukannya tadi chef Yuri sudah datang? terus sekarang dia mana?” kata Gikwang yang baru keluar dari ruang pendingin. “dia pergi lagi” jawab Minji singkat. “ne?! kemana??” kata Gikwang kaget plus bingung. “nado molla, pokoknya dia pergi lagi” kata Minji.
Sekarang ketiganya bingung harus berbuat apa.

…*°*…

|Back to hospital…|

Setelah beberapa menit Yoona duduk di koridor rumah sakit, seorang dokter datang dan masuk ke ruang rawat Donghae, kemudian eomma-nya Donghae keluar dari ruangan itu. Wanita itu langsung duduk di sebelah Yoona, dan tersenyum. “Yoona-ya, aku boleh menanyakan sesuatu” tanyanya. Yoona mengangguk “ne ajumma, ajumma ingin menanyakan apa?” kata Yoona.
“apa kau serius dengan anakku? ya maksudku, selama ini tidak ada yang serius dengannya, mungkin karena sikapnya itu, tidak ada yang bisa mengerti dia, tapi kamu…sepertinya kau begitu memahaminya” kata eomma-nya Donghae.
Yoona tersenyum malu lalu menjawab “ne, aku serius. Kalau soal itu, aku sendiri tidak tahu, aku hanya menghadapinya sebisaku”
eomma-nya Donghae menghela napas, lalu merapikan rambut panjangnya yang digerai. Kalau seperti itu, ia lebih terlihat seperti nuna-nya Donghae daripada eomma-nya. Apalagi gaya berpakaiannya sangat fashionable.
“kalau begitu…aku titipkan dia padamu” kata eomma-nya Donghae. “ne?? tadi ajumma bilang apa?” kata Yoona kaget. “aku bilang aku menitipkan Donghae padamu!! sepertinya aku akan kembali ke Amerika” kata eomma-nya Donghae. “oh waeyo?? padahal sepertinya dia senang ada ajumma di sini” ujar Yoona, wanita itu menatap Yoona lalu tertawa “haha mana mungkin dia senang, hal yang paling dibencinya di dunia adalah aku, eomma-nya yang aneh ini”
“tapi aku yakin dalam hatinya, dia tetap sayang pada ajumma” kata Yoona, dengan yakinnya. “kau gadis yang baik, ah sudahlah sebelum aku berubah pikiran, lebih baik aku pulang ke rumah, mungkin besok aku akan datang lagi dan setelah itu, aku akan langsung kembali ke Amerika” kata eomma-nya Donghae lalu berdiri dari kursinya. Wanita itu tersenyum pada Yoona, dan pergi.
“ajumma!!! Jeongmal kamsahamnida!!” seru Yoona sambil tersenyum. Setelah eomma-nya Donghae tidak terlihat lagi, ia cepat-cepat mengintip ke dalam ruangan Donghae.
Ternyata dokter sudah tidak ada. Mungkin tadi ketika ia mengobrol dengan eomma-nya Donghae, dokter sudah keluar dan karena tidak ingin mengganggu mereka berdua, jadi mungkin ia tidak menyapa.

“Donghae-sshi…” panggil Yoona sambil membuka pintu kamar rawat, tapi ia langsung menutupnya lagi. “oh dia sedang tidur, pasti karena pengaruh obat. Kalau begitu aku pergi ke cafe saja dulu, nanti siang aku kembali ke sini lagi” batin Yoona sambil tersenyum. Ia pun melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit, menuju pintu keluar.

__________________________________________________

@Yoonhee’s high school…

Sudah satu jam Jinki berdiri di halaman sekolah Yoonhee. Tujuan utamanya bukan mau menemui Yoonhee, tapi mau menukar ponselnya yang tertukar, hanya saja melalui Yoonhee. Ia malu bertemu dengan Jinri lagi, masalahnya waktu di bus itu, ia benar-benar tampak bodoh.

Kriiing!!

Terdengar bel istirahat. Jinki bisa melihat, Yoonhee sedang berlari menghampirinya.
“Oppa!!” seru Yoonhee senang. “Oppa datang kesini mau bertemu denganku kan?? omo!! senangnya!!” kata Yoonhee, Jinki menyentil kening Yoonhee lalu berkata “aku bukan mau bertemu denganmu, aku cuma mau memberikan ini pada Jinri, kemarin ponselnya tertukar dengan milikku, nih tolong berikan padanya”
Jinki menyerahkan ponsel Jinri pada Yoonhee.
Yoonhee manyun dan menerima ponsel itu, kebetulan tadi pagi Jinri juga menitipkan ponsel Jinki padanya. “Oppa, kenapa sih Oppa tidak menyukaiku saja?? aku juga cantik lho, waktu itu Yoona eonni, sekarang Jinri, kenapa bukan aku??? lagi pula Jinri sudah punya namchin” kata Yoonhee sambil mengantongi ponsel Jinri.
“mwo?? dia…sudah punya namchin??” kata Jinki kaget. Yoonhee mengangguk. “kenapa aku sial terus sih” gumam Jinki.

Yoonhee menatapnya dengan tatapan heran lalu mengeluarkan ponsel Jinki dari kantong rompinya. “Oppa, ini ponselmu!” kata Yoonhee, memecah lamunan Jinki. “oh, ne” kata Jinki lalu mengambil ponselnya.
“kau begitu aku pergi dulu, annyeong Yoonhee-ya” kata Jinki lagi, ia melangkahkan kakinya, hendak meninggalkan tempat itu. Tapi Yoonhee menarik tangannya. “eh Oppa!!! mau kemana??” tanya gadis itu.
“aku mau pulang!” kata Jinki cuek.
“ih tapi aku ingin bilang sesuatu!!” kata Yoonhee kesal. “bilang apa sih?? sudahlah nanti saja, nanti sore aku ke rumahmu” kata Jinki, sambil menyingkirkan tangan Yoonhee dari tangannya, dan melangkah pergi.
Yoonhee manyun lalu berteriak.

“Jinki Oppa!!!! neomu neomu neomu neomu JOHAHAE!!!”

Semua murid yang berada di sekitar situ, langsung melemparkan pandangan heran padanya. Yoonhee tidak peduli, yang penting dia lega sudah mengatakan hal itu pada Jinki.

Jinki menghentikan langkahnya lalu berbalik.
“mwo?? yah!! kan aku sudah pernah bilang aku tidak mau pacaran dengan siswi SMU!!”
seru Jinki.
Wajah Yoonhee sudah semerah apel sekarang. Ditambah lagi tawa-tawa kecil dan bisikan-bisikan terdengar di sekitarnya.
Kalau Jinki menolaknya di sini, ia akan di cap sebagai perempuan paling tidak laku di sekolah. Masalahnya lagi, Jinki juga alumni dari sekolah itu, jadi lumayan banyak murid yang mengetahuinya.

“sudahlah Yoonhee-ya, aku mau pulang, aku tidak ada waktu mengurusi permainan anak-anakmu!” kata Jinki, lalu melanjutkan langkahnya, pergi dari situ.
Yoonhee langsung menundukan kepalanya karena malu, sebagaimana biasanya anak SMU yang cintanya ditolak, ia langsung menangis. “Oppa benar-benar jahat” batin Yoonhee.

**********************************

[singkat cerita] Siangnya…

Yoona mencuci piring-piring kotor sambil melamun, untung saja dia tidak memecahkan piring-piring itu.
“Yoona-sshi” panggil Minji sambil menepuk bahunya. “oh omona!! Minji-sshi, ada apa?” kata Yoona sedikit kaget. “tidak ada, hanya saja aku bingung, tadi pagi kau pergi kemana dulu??” tanya Minji, lalu membantu Yoona mengelap piring. “aku pergi ke suatu tempat, hehe. oh ya, ngomong-ngomong kenapa sepi sekali hari ini?” kata Yoona. Minji menghela napas, “huh entahlah, tadi pagi kau pergi, lalu chef datang, terus dia buru-buru pergi lagi, hari ini semua bertingkah aneh, termasuk dirimu” ujar Minji, ia tersenyum dan meletakan lap piring di gantungannya. “sudah ya, aku mau menyuruh Gikwang memasang tanda istirahat di pintu cafe” kata Minji lagi, lalu berjalan keluar dari dapur.
Tiba-tiba Yoona terpikir suatu hal.
“eh Minji-sshi, apa aku boleh pulang ke rumah sebentar??” tanya Yoona penuh harap. Minji kelihatan sedang menimbang-nimbang, dan akhirnya mengangguk “ok, tapi jangan terlambat ya” kata Minji, lalu melanjutkan langkahnya ke luar dapur.

Yoona tersenyum, ia langsung menghentikan kegiatan mencuci piringnya dan berlari ke ruang pegawai untuk menaruh celemek dan mengganti baju.
Setelah itu, ia cepat-cepat pergi ke luar dari cafe.

~*°°**~+~

|Hospital|

Yuri hanya berdiri di depan kamar rawat Donghae, sambil mengangkat tangannya. Ingin mengetuk tapi ragu-ragu.
Sudah berjam-jam ia hanya berdiri di depan pintu itu, sampai-sampai pengunjung-pengunjung rumah sakit yang lain kebingungan melihatnya.
“lebih baik aku menjenguknya atau tidak?” kata Yuri dalam hati.
Tapi akhirnya ia menarik napas dalam-dalam dan mengetuk pintu itu. “masuk” terdengar suara Donghae dari dalam.
Yuri pun membuka pintu dan masuk ke dalam.

“annyeong, bagaimana keadaanmu?? aku baru bisa menjengukmu siang-siang begini, mianhae” kata Yuri sambil tersenyum.
“memangnya kau pikir aku tidak tahu, kau sudah lama berdiri di depan pintu kan?” ujar Donghae, lalu meletakan mangkuk berisi makanan rumah sakit yang rasanya tidak enak di meja.
Yuri menghampiri kursi yang terletak di sebelah tempat tidur dan duduk di kursi itu. “ne, seperti yang kau tahu tingkat kebimbanganku sangat tinggi” kata Yuri.
“eoh, jadi kau mau apa ke sini? mau menjenguk, atau ada urusan lainnya? karena kepalaku pusing, dan aku mual gara-gara makanan rumah sakit, jadi cepatlah” kata Donghae, wajahnya kelihatan pucat. Mungkin karena memang dia sakit, atau mungkin juga karena makanan rumah sakit yang hambar.
“aku mau menjengukmu, aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk padamu, tapi ternyata kau baik-baik saja” ujar Yuri pelan, Donghae mengangguk mengerti “gomapta. Sekarang pergilah aku tidak mau diganggu” kata Donghae.
“Donghae-sshi, aku ingin…kita berteman, kau mau kan??” kata Yuri, tiba-tiba mengganti topik pembicaraan. Gadis itu mengulurkan tangannya dan tersenyum. “chingu?”
Donghae terdiam sejenak lalu menyambut uluran tangan Yuri. “chingu” katanya sambil tersenyum.

Seluruh beban di hati Yuri sudah hilang semua.
Sekarang perasaannya ringan seperti bulu, ia lega. Masalahnya dengan Donghae sekarang sudah selesai….

__________________________________________________

|sementara itu…|

Yoona masuk ke dapur dan mulai membuat bubur. Ia memang tidak berbakat memasak, kecuali membuat kue dan membuat apapun yang ada hubungannya dengan cokelat, tapi ia harap rasa buburnya enak.
Ketika sedang memasak, tiba-tiba ia mendengar pintu apartemen dibanting keras sekali.

“Eonni!!! aku mau ramyeon pedas!!!!” teriak Yoonhee frustasi, sambil melempar tas sekolahnya ke sofa.

“eoh!! tunggu sebentar!!” seru Yoona, lalu mengambil sebungkus ramyeon ekstra pedas dari lemari dapur.
Setelah buburnya matang, barulah ia memasak ramyeon untuk Yoonhee.
“kenapa lagi anak itu? biasanya kalau minta ramyeon pedas pasti lagi stress” gumam Yoona, sambil memasukan bubur itu ke dalam kotak makanan.
Ia menyisihkan dulu kotak itu, dan mengurus ramyeon untuk Yoonhee.

“nih ramyeon-nya, ada apa sih? kenapa minta ramyeon pedas siang-siang begini?” kata Yoona, ia meletakan semangkuk ramyeon pedas di hadapan dongsaeng-nya itu, beserta sumpitnya. Yoonhee langsung menyambar sumpit dan memakan ramyeon itu dengan lahap, ia juga menyalakan TV untuk menonton drama siang, yang ceritanya melodrama.
“tidak ada apa-apa” kata Yoonhee, lalu menangis. “huh pedas sekali ramyeonnya, dramanya juga sedih sekali” kata Yoonhee lagi, mencari alasan untuk menangis. Ia tidak pernah menangis di depan eonni-nya, makanya ia minta ramyeon pedas dan menonton drama siang, supaya ada alasan.
“ada yang tidak beres deh, kamu diputusin sama namchin-mu??” tanya Yoona.
Yoonhee cepat-cepat menggeleng, “aniya eonni, aku tidak punya namchin, aku menangis karena ramyeon ini sangat pedas, dramanya juga sangat sedih” ujar Yoonhee mengelak. “geurae, terserah kau saja, sekarang aku mau pergi lagi, nanti jangan lupa cuci mangkuknya!” kata Yoona lalu kembali ke dapur.
“Jinki oppa!!!huaaaa” rengek Yoonhee, lalu melahap ramyeonnya lagi sampai air matanya membasahi wajahnya. Tapi memang lebih baik dia melampiaskannya dengan makan ramyeon kan? daripada dengan bunuh diri?

***

Yoona tahu dongsaengnya ada masalah, tapi ia memutuskan untuk tidak ikut campur, kalau bukan Yoonhee sendiri yang mau cerita.

Sambil menuangkan hot chocolate ke dalam termos, ia teringat sesuatu, ia belum sempat mencoba rasa buburnya. “huh semoga rasanya enak, tapi bagaimana kalau kebalikannya?” pikir Yoona, sambil menghela napas. “baiklah, tidak perlu khawatir, kalau rasanya tidak enak, aku masih punya cadangan” kata Yoona dalam hati sambil tersenyum.

Setelah semua siap, Yoona pun mengangkat tas berisi kotak makanan dan termos, lalu pergi ke pintu depan.
“Yoonhee-ya!! aku pergi dulu ya?!” seru Yoona, tapi Yoonhee tidak menjawab. Jadi ia langsung membuka pintu apartemen dan pergi.
Pergi ke rumah sakit tentunya.

Sesampainya di rumah sakit, Yoona cepat-cepat pergi ke kamar rawat Donghae.
Dan tanpa ba-bi-bu , ia langsung masuk ke dalam sambil berseru “Donghae-sshi!!” dengan ceria, ditambah sebuah senyuman manis.
“astaga, kau ini!! Aku bisa mati karena jantungan” kata Donghae, yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.

Yoona duduk di kursi, di sebelah tempat tidur dan menaruh tasnya di meja.
“annyeong, bagaimana keadaanmu siang ini? sudah lebih baik? oh kenapa wajahmu pucat sekali??” tanya Yoona.
Donghae menghela napas dan menunjuk makanan rumah sakit yang baru dimakan satu suap olehnya. “gara-gara itu. Rasa makanan rumah sakit memang sangat tidak enak, aku jadi mual”
Yoona membulatkan mulutnya sambil mengangguk. “oh begitu” katanya.
“Yoona-ya, itu apa?” tanya Donghae, menanyakan tas berwarna biru yang diletakan Yoona di meja.
Yoona langsung tersenyum. “ah ini, aku membawakan makanan untukmu. Aku yakin makanan rumah sakit sama sekali tidak enak, jadi aku membawakanmu bubur buatanku, eh tapi…” Yoona menggantungkan kata-katanya, senyumnya juga sedikit memudar. “tapi apa?” tanya Donghae bingung. “tapi…aku tidak begitu yakin dengan rasanya, jadi tidak usah kau makan juga tidak apa-apa” ujar Yoona pelan.
Donghae tersenyum “sini, biar kucoba dulu, siapa tahu enak” kata Donghae.
Yoona mengangguk, ia mengeluarkan kotak makanan berisi bubur dan sendoknya. “ini” kata Yoona sambil menyodorkan kotak itu pada Donghae.

Donghae membuka kotak itu, dan mencoba satu sendok.
Rasanya memang tidak terlalu enak, tapi masih lebih baik dari pada makanan rumah sakit.
“pasti rasanya seperti semir sepatu ya?? mianhae, pasti benar-benar tidak enak, sudahlah tidak usah dimakan lagi” kata Yoona sambil menundukkan kepalanya.
“rasanya enak kok, sangat enak” kata Donghae sambil tersenyum, memang itu bohong besar, tapi ia lebih suka melihat Yoona tersenyum bahagia, daripada cemberut.

Yoona langsung mengangkat kepalanya.
“jinjjara?? geojitmariya!! bubur itu benar-benar bencana, sudah pasti rasanya tidak enak” kata Yoona, lalu merebut kotak makan beserta sendoknya dari Donghae. Ia menutup kotak itu, dan menyimpannya lagi di tas.
“yah, rasanya memang enak kok, aku tidak bohong” kata Donghae. “aniyo!! kau bohong. masakanku memang tidak enak. kau tidak perlu menghiburku, jujur saja” kata Yoona, “ah sudah jam segini, aku harus kembali ke cafe, besok aku datang lagi ya, annyeong!” kata Yoona lagi setelah melihat jam tangannya.
Gadis itu berdiri dari kursinya, sudah bersiap untuk meninggalkan ruangan itu, tapi Donghae meraih tangannya. Memaksanya duduk lagi.

“Yoona-ya, aku boleh minta sesuatu??” tanya Donghae, sambil menatap mata Yoona. Sukses membuat pipi gadis itu memunculkan rona kemerahan.
“mi…minta apa?” kata Yoona gugup.
“aku ingin dengar sekali saja, kau mengucapkan kata ‘saranghae’ padaku, boleh kan?” pinta Donghae.
Yoona terdiam sejenak, lalu akhirnya mengangguk.
“geurae, saranghae Donghae-sshi” kata Yoona pelan.
Donghae tersenyum, sambil turun dari tempat tidurnya. Ia mendekati Yoona dan memegang bahu gadis itu.
“gomawo” ujar Donghae, lalu mencium Yoona…..

***********************************

[Seminggu kemudian]…
night@Green Lotus…

Yoona membuang plastik-plastik sampah, lalu kembali ke dapur. Ia menghela napas dan jatuh terduduk di lantai dapur. “uh capek!!!” seru Yoona sambil cemberut.
“Yoona-ya” panggil Hyoyeon tiba-tiba, sambil menghampirinya.”oh Hyoyeon-a” sahut Yoona sambil tersenyum, dan berdiri.
“Yoona-ya, akhir-akhir ini kita jarang bertemu, mianhae, aku baru pulang dari Busan kemarin” kata Hyoyeon. “ne arasseo, eh kita pulang yuk!! aku capek” kata Yoona, Hyoyeon mengangguk dan menemani Yoona ke ruang pegawai, untuk mengganti baju dan mengambil tas.

Setelah semua beres, mereka berdua pun keluar dari Green Lotus lewat pintu belakang.

“oh ya, Yoona-ya, ada berita baru tidak?” tanya Hyoyeon.
“berita baru apa?” tanya Yoona bingung. Hyoyeon mengerucutkan bibirnya lalu menepuk lengan Yoona. “berita baru tentang kamu tentunya” kata Hyoyeon, Yoona hanya tersenyum. “ada tidak?” tanya Hyoyeon tidak sabaran. “ah eobseo” ujar Yoona sambil memilin-milin ujung rambutnya. “aih geojitmal! eh si bos bagaimana?” kata Hyoyeon, kali ini sambil mengirim SMS pada seseorang.
“ih mana kutahu, tanya saja pada orangnya” kata Yoona.

Tidak terasa mereka sudah sampai di depan jalan. Sekarang mereka tinggal menyeberang jalan untuk sampai ke halte.
Tiba-tiba Yoona merasa ponselnya bunyi.
Ia segera mengambil benda itu dari tasnya.
Ada sms, dari Donghae.

from: Lee Donghae
Yoona-ya, kau belum pulang kan? ada yang ingin aku bicarakan.

to: Lee Donghae
Aku sudah sampai di halte sekarang.

Yoona mengetik balasan sms sambil menyeberang bersama Hyoyeon.
Begitu ia duduk di halte, datang lagi balasan dari Donghae.

from: Lee Donghae
kalau begitu jangan naik bus dulu, aku akan lari kesana secepatnya.

Yoona hanya bisa memekik kaget dalam hati melihat balasan sms Donghae.
Jantungnya berdegup kencang, ia penasaran. Apa yang ingin dibicarakan Donghae, sampai-sampai laki-laki itu rela berlari ke sini, menyusulnya.

“Yoona-ya!” panggil seseorang.
Yoona tahu itu Donghae.
“omona! Yoona-ya, bukannya itu..” Hyoyeon tidak sempat meneruskan kalimatnya, Yoona sudah berlari ke zebra cross dan menemui Donghae ditengah jalan.
Hyoyeon cuma bisa bengong menyaksikan kelakuan gila sahabat dan bosnya.

“Donghae-sshi, ada apa?” tanya Yoona.
Mobil-mobil pun berlalu lalang di sekitar mereka, tapi mereka tidak bergeming sedikitpun, seolah tidak peduli.
Donghae menarik napas dalam-dalam lalu menatap Yoona lekat-lekat.
“Yoona-ya, narang….gyolhon haejullae??”….

#To Be Continued….

***********************************

pasti gaje ya?? hohoho mian #bletakk duarr jedrrr xD
semoga ngga ya, semoga ga ada typo juga, n cukup romantis ^^ (kalimat sebelum tbc artinya will you marry me? hohoho takut ada yang ga tau)

dan sedikit pengumuman author tahun ini bakal menyabet (?) umur 16 TAHUN!!! hohoho :D
masih nanti sih tanggal 25 desember ultahnya, tapi itu artinya author udah resmi boleh bikin kissing scene di dalam ff *apa banget coba?* hehehe itu standar yang author buat sendiri, padahal sih kenyataannya author laen umur 10 tahun aja udah bikin kissing scene #plakk
dan taun depan author boleh baca NC huahahaha *yadong* #bletakk xD

udah ah SKIP.

RCL ne^^
see you on next chapter [the last chapter actually huhu u.u]

53 thoughts on “Chocolate Love [CHAPTER 7]

  1. Thor arti dari kalimat ini apaa : “Yoona-ya, narang….gyolhon haejullae??”
    aku gak ngertii! Thor, kapan di posting next chapter nya? Udah gak sabar ^^

  2. Keren banget thor!!!! sampe2 mataku gak berkedip!!
    huhu u,u sebentar lagi mau ending jadi sedih ….
    keep on writing thor..
    aku tunggu loh!!

  3. ff chocolate love emang keren…!!!! daebaakk buat author…!! dlanjut ya, aku slalu nunggu kelanjutan ff ini…!! :D

    • waaa jinjja keren??? GOMAWO NE!!!!!

      hehehe kan Jinki bukan peran utamanya, lagian juga Jinki udah keburu nikah sama author #bukk !! bletakk! jedorrr!! *dipukul+dijitak+ditembak sama readers*

      hehehe tunggu ya lanjutannya lagi on writing^^ [last chapter lho]

  4. Iikkhh cerita’n makin seru author… ^^
    Aku pikir Donghae’n bneran amnesia kaya d drakor2 yang q tonton :( tp ternyata enggak yeeaayyy °•(>̯┌┐<

    YoonHae Jjaaaanggg
    Fighting Ɣªªª author wat lanjutin cerita'n
    (ง'̀⌣'́)ง

    • hohoho jinjja??? WAA GOMAWO !!! :D

      iya dong kalo dibikin lupa ama Yoona nanti jadinya sad ending hihi
      aku kan bukan angst lover #plakk

      lanjutannya udah ada kok chingu, malah chapter terakhirnya ^^ hehe

  5. Yoonhee kenapa ngotot banget mau jinki suka sama kamu, ada ngga sih di dunia nyata yang kaya gini ?pasti bodor :D
    semir sepatu ?rasa apa tuh ?
    Ciiieee udah di lamar aja, unik di lamar di zebracross.haha :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s