[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 2 of 5

| Chapter 1 |

Title : Thanks You For Many Things

Author : Kim Daeyang

Length : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, Angst, Family, Humor (maybe) :p

Main Cast(s)

Yang Yoseob – BEAST (20 yo)
Yong Junhyung – BEAST (22 yo)
Lee Jaejin – FT Island (17 yo)
Lee Sungmin – Super Junior (24 yo)
Lee Yewon – OC (20 yo)
Park Hyuna – OC (20 yo)

Support Cast(s)

BEAST’s Members

DISCLAIMERS!

Otak saya sedang cerah-cerahnya menulis FF ini, ini original milik saya sendiri, sumpah saya hampir nangis nulis ini ff, dapet banget feelnya pas nulis setiap kata yang menyedihkan* pengaruh lagu yang didengar juga kali ya, pokoknya ini benar-benar ori hasil keringat saya sendiri *loh?, terserah mau bilang ini jelek atau apalah yang penting selamat menikmati, jangan lupa comentnya permirsa :D

THANKS YOU FOR MANY THINGS

“ Hehehehe, hai paman apakabar, aku teman Yewon, senang berkenalan” Yoseob menundukan kepalanya dan menyegir super lebar

“ Tsk, jangan sok akrab” Jaejin berbalik dan berjalan menuju mobilnya

“ Paman, hari ini aku pergi dengannya, nanti siang jangan terlambat menjemputku” Teriak Yewon ketika Jaejin sudah ada didalam mobil

Jaejin tidak menjawab dia hanya melaju sendirian dengan mobilnya.

****

Didalam mobil Yoseob

“ Kau bercandakan, yang tadi saengmukan bukan pamanmu?” tanya Yoseob sambil melirik sebentar kearah Yewon dan kembali fokus kejalan

“ Ne, dia pamanku, ada yang salah” Yewon mengangkat sebelah alisnya

“ Tidak mungkin, paman itu seharusnya berumur lebih dari 30 tahun, bukan bocah berseragam seperti dia” Protes Yoseob

“ Kau menghina pamanku?” Yewon memandang sinis kearah Yoseob

“ Aniyo, aku hanya heran saja”

“ Dia itu Lee Jaejin adik paling kecil appaku, dan benar dia masih sekolah, umurnya saja masih 17 tahun, tapi bagaimanapun itu faktanya dia itu pamanku” Jelas Yewon.

“ Baiklah aku mengerti” Yoseob mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

*****

Siang ini 5 orang namja sedang berkumpul disebuah gedung dengan cermin disetiap sudut ruangan. Gedung itu merupakan sebuah tempat latihan para namja tersebut untuk menyalurkan hobi dance mereka.

“ Dimana Yoseob? Kenapa dia sering terlambat akhir-akhir ini?” Tanya Junhyung kepada 4 namja lainnya

“ Entahlah hyung, dia juga jarang berkumpul dengan kita akhir-akhir ini, Gi kwang hyung kau tahu dia dimana? Kau kan soulmatenya” Dongwoon melempar Gi kwang dengan bulpen yang dipegangnya

“ Kau ini, aku saja tidak tahu dia dimana sekarang, sepertinya dia sedang dekat dengan seorang yeogja” Jelas Gi kwang

“ Benarkah? Siapa?” Dojoon nampak antusias mendengar cerita Gi kwang

“ Entahlah, dia hanya bilang sedang mendekati seorang gadis, tapi dia tidak bilang menyukai gadis itu, padahal aku sudah mendesaknya untuk menceritakannya padaku” Gi kwang mengakat kedua bahunya mengisyaratkan tidak tahu

“ Ehmm, aku juga pernah melihat dia sedang makan dikantin kampus waktu itu, tapi tidak memperhatikan siapa gadis itu karena aku sedang buru-buru saat itu” Hyun seung ikut serta dalam pembicaraan mereka dan mengambil posisi tepat disebelah Dongwoon yang sedang konsentrasi memperhatikan hyungnya bergosip

“ Benarkah? Bukankah itu bagus? Akhirnya dia menemukan gadis yang sesuai dengannya” Gumam Junhyung

“ Ya hyung, kenapa kedengarannya kau tidak senang?” Protes Dongwoon

PLETAK tangan Hyun seung mendarat tepat dikepala Dongwoon

“ Jangan bodoh, bukankah itu bagus, akhirnya Yoseob menyukai seseorang” Protes Junhyung

“ Setuju” Mereka serentak mengiyakan pernyataan Junhyung

Beberapa menit kemudian Yoseob datang dengan berlari dan nafas terengah-engah, dan ke 5 namja yang sedang asyik menggosipkan Yoseob tadi membubarkan diri dan memulai latihan mereka untuk persiapan kompetisi dance.

*****

“ Akhirnya!!! Home sweet home, ayo turun Yewon, bawa semua belanjaan kita” Jaejin mematikan mesin mobil dan mengambil beberapa kantong belanjaan dari jok belakang

“ Siap paman” Yewon ikut mengambil beberapa kantong belanja dari kok belakang dan segera turun menyusul pamannya yang sudah turun.

Mereka berjalan menuju pintu gerbang

Miauw miauw miauw

Sebuah suara dan sebuah benda berbulu kini menyentuh kaki Jaejin yang sedang berdiri menunggu Yewon yang sedang membuka pintu

“ Huaaaa” Teriak Jaejin ketika merasakan sesuatu menyentuh kakinya

“ Ada apa paman?” Yewon berbalik dan menatap pamannya

“ Kucing” Jawab Jaejin yang kini tengah berjongkok mengelus kepala kucing tersebut

“ Manisnya, kira-kira ini milik siapa?” Yewon ikut berjongkok mengelus kepala kucing berwarna oranye putih tersebut

“ Entahlah, aku rasa dia dibuang majikannya, ayo kita pelihara dia” Jaejin mengendong Kucing tersebut dan membawanya kedalam rumah diikuti oleh Yewon dari belakang dengan beberapa Kantong belanjaan yang ditinggal oleh Jaejin begitu saja.

“ Ini minumlah” Yewon meletakan semangkok susu didepan kucing tersebut

“ Paman, kau akan memberinya nama apa?” teriak Yewon dari beranda ruang tengah dan dia masih asyik memperhatikan kucing didepannya

“ Bagaiman dengan Jaejin junior?” Teriak Jaejin dari dapur ia sibuk memasukan sayur dan buahan yang dibelinya tadi kedalam kulkas

“ Ya! Jelek sekali, kenapa harus itu?” Protes Yewon

“ Hei hei bukankah aku yang menemukannya, wajar saja aku memberikannya nama itu” Jaejin kini sudah berada diberanda

“ Aku juga menemukannya, baiklah bagaimana dengan Jaewon?” Usul Yewon

“ Nama apa itu?” Jaejin memanyunkan bibirnya

“ Jae untuk Jaejin Won untuk Yewon, bagaimana?” tanya Yewon

“ Kau pintar sekali, bagus bagus, jadi Lee Jaewon, cocok sekali” Jaejin mengacak rambut Yewon

“ Namamu sekarang Lee Jaewon, dan kau anggota keluarga kami sekarang, apakah kau juga dibuang oleh orang tuamu? Hahaha kau senasib denganku, tapi tenang saja, disini ada Jaejin Ahjusshi jadi kau tidak perlu khawatir, dia akan melindungi kita” Yewon memandang Jaewon dengan tersenyum

“ Miauw” Jaewon menjawab seperti mengerti perkataan Yewon

“ Pabo, apa-apaan itu, aku ini tidak punya keponakan berbulu seperti itu” Protes Jaejin dan kemudian disambut dengan elusan dari tubuh Jaewon.

*****

Yoseob Pov

“ Kau kenapa sering terlambat latihan?” tanya Junhyun hyung ketika kami selesai latihan hari ini

“ Maaf hyung, aku agak lelet sekarang” Jawabku dengan tersenyum

“ Kau ini” Dia mengacak rambutku

“ Kau tidak marah?” tanyaku memandangnya dari sudut mataku

“ Kenapa aku harus marah?” Dia balik bertanya

“ Tidak” Jawabku

“ Kau sedang mendekati seseorang?” Tanyanya lagi dan kali ini sukses membuat jantungku hampir lompat keluar

“ Tidak, hanya berteman” Jawabku jujur

“ Kau menyukainya?” Junhyung hyung melirikku

“ Entahlah, belum kupastikan, maaf hyung” Aku tertunduk

“ Maaf untuk apa? apa kau merusak mp3 ku lagi?” tanyanya dengan tertawa

“ Tidak”

“ Sudah, pulang sana” Dia mendorong tubuhku dari belakang

****

“ Aku pulang” Teriakku ketika memasuki rumah

“ Kau sudah pulang?” Umma melogokkan kepalanya dari pintu dapur

“ Ne, appa dimana?” tanyaku sambil membuka kulkas dan mengambil botol minuman kemudian meneguk isinya

“ Belum pulang, sudah mandi sana sebentar lagi appamu pulang dan kita akan makan malam bersama, kau bau” Umma berlagak dengan menutup hidungnya

“ Benarkah” Aku memeluknya dengan tubuhku yang berkeringat

“ Sudah sana mandi”

Akhirnya kuturuti permintaan umma dan berjalan menuju kamarku untuk mandi.

Pov end

****

Minggu pagi ini berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya, hari ini cerah cuaca juga tidak sedikitpun mengisyaratkan akan hujan, seorang namja sedang berdiri disebuah pintu pagar menunggu penghuninya membuka pintu.

“ Kau sudah datang, silahkan masuk Yoseob, aku sedang bersiap-siap” Seorang yeogja mempersilahkannya masuk

“ Ne” jawab Yoseob singkat.

Yoseob mengikuti Yewon dari belakang masuk kerumah besar milik Yewon, dia memperhatikan sekitar rumah bergaya klasik tersebut ada taman luas yang mempersembahkan pemandangan indah, kawasan rumah Yewon diatas bukit membuat pemandangannya sangat bagus.

Yewon mempersilahkan Yoseob duduk diruang tengah.  Yoseob berjalan menuju beranda diruang tengah tersebut dan langsung disambut dengan pemandangan dari taman dan juga bukit yang bisa langsung dinikmati dari beranda luas tersebut. Yoseob memandang sekitar beranda tersebut dan mendapati seorang namja sedang bermain dengan seekor kucing.

“ Kenapa lihat-lihat” Suara namja tersebut mengejutkan Yoseob

“ halo paman, sedang apa?”Yoseob mendekati Jaejin yang masih fokus dengan Jaewon didepannya

“Jangan sok akrab, sedang apa kau disini? Kau mau mengajak keponakanku kencan” Jaejin melirik Yoseob sinis

“ Tidak, aku hanya mengajaknya ke taman bermain” Yoseob tersenyum

“ Benarkah? Aku harus ikut, Jaewon paman akan ikut Yewon dulu ya, kau jangan kabur” Jaejin mengelus kepala Jaewon

“ Haaa? Kau mau ikut kami?” Tanya Yoseob meyakinkan apa yang didengarnya tidak salah

“ Tentu saja” Jawab Jaejin santai

“ Baiklah, kucingmu bagus paman, siapa namanya” Yoseob ikut berjongkok dan mengelus kepala Jaewon dan jaewon kelihatan senang diperlakukan seperti itu olehnya

“ Sok akrab sekali kau dengan Jaewon” Jaejin menepis tangan Yoseob dari kepala Jaewon

“ Jadi namanya Jaewon ya, aku tau artinya, Jaejin Yewon, benarkan paman?” tanya Yoseob

“ Tsk, kenapa kau sok akrab sekali pada kami berdua” Jaejin menggendong Jaewon dan membawanya masuk diikuti oleh Yoseob dari belakang

“ Aku sudah siap” Yewon muncul dengan Kemeja biru, celana pendek dan sepatu convrese biru muda

“ Aku ikut” Jaejin berjalan keluar

“ Tidak papa?” tanya Yewon pada Yoseob dan dibalas dengan senyuman dari bibir Yoseob

****

Taman Bermain

“ Aku mau main halilintar” Teriak Jaejin menunjuk wahana roller coster didepan mereka, tebak saja jiwa anak-anaknya muncul begitu memasuki arena taman bermain

“ Paman, aku tidak mau kau saja” Yewon berniat untuk kabur ketika tangannya ditarik paksa oleh Jaejin yang sedang terpukau melihat wahana didepannya

“ Hahahah” Yoseob hanya tertawa melihat tingkah dua orang didepannya.

***

Yosoeb Pov

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah namja didepanku ini

“ Maaf ya, dia membuatmu malu ya?” tanya Yewon ketika kini kami duduk dibangku panjang dan sedang memperhatikan pamannya yang sedang bermain

“ Tidak, lucu sekali melihatnya, wajar saja dia seperti itu, bukankah kau bilang dia masih 17 tahun, walaupun dia pamanmu, tapi dia itu masih kecil, sisi kekanakannya masih ada” aku memandangi Jaejin yang masih asyik bermain didepan kami

“ Hahaha, kau benar, dia itu hebat, 17 tahun memang benar, tapi dia selalu bisa bersikap dewasa dan melindungiku, dia benar-benar hebat”

“ Yewon, aku iri pada pamanmu, sepertinya dia tidak punya beban ya” Aku melirik Yewon sejenak kulihat wajahnya yang polos dengan tatapan matanya yang menyiratkan banyak kepedihan dihatinya

“ Kau salah, dialah orang yang punya banyak beban, dia kehilangan orang tuanya kakek nenekku saat usianya 12 tahun, dan bisa kau pikirkan anak seusianya harus menjaga aku yang berusia 20 tahun dan juga oppaku yang berusia 24 tahun, bisa kau bayangkan? Tapi dia tidak pernah mengeluh, padahal aku dan oppa sangat nakal, ketika aku berusia 15 tahun dan dia berusia 12 tahun, dia sudah harus menjagaku, dia memang hebat” Yewon tersenyum manis

“ Hebat, tidak menyangka bocah seumurnya punya tangung jawab besar” Jawabku

“ Hei Yewon, aku haus bisa kau belikan aku minuman” Jaejin berjalan kearah kami berdua

“ Ne, duduklah dulu disini” Yewon beranjak menuju counter makanan didepan

“ Kau menyukai keponakanku?” Tanya Jaejin tiba-tiba

“ Mwo?” Tanyaku memastikan pendengaranku

“ Kau tidak usah pura-pura tidak dengar” Ucapnya

“ entahlah, aku tidak tau, aku belum memastikannya” Jelasku

“ Tidak akan kubiarkan kau mendekatinya apalagi menyakiti hatinya, seperti yang dilakukan si Junhyung Pabo itu” Dia melirikku sinis

“ Tidak akan, aku janji akan melindunginya” Jawabku

Dia mengalihkan pandanganya dariku dan bergumam menyanyikan sesuatu yang tidak jelas kudengar ditelingaku.

Pov end

****

Dua orang sedang berbincang disebuah ruangan yang penuh dengan buku-buku tebal, seorang namja setengah baya sedang menepuk bahu seorang yeogja setengah baya yang terlihat sedang menangis.

“ Sudahlah sayang, jangan menangis lagi, bagaimana jika Yoseob mendengar kau menangis seperti ini, dia pasti sedih” Ucap namja tersebut kepada istrinya

“ Tapi bagaimana jika mereka membawa Yoseob pergi, aku tidak ingin mereka melakukannya” Yeogja itu terisak

“ Tenanglah sayang, kita akan pikirkan lagi bagaimana baiknya” Jawab Namja tersebut.

“ apa yang akan kita katakan pada Yoseob?”

“ Nanti aku pikirkan, sekarang kau diamlah dan mari kita tidur”

*****

To Be Continue

7 thoughts on “[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 2 of 5

  1. Wah gak salah aku baca ini ff dr awal… Emang ceritanya bagus…
    Mungkin aku kepingin author nulis bahasa asing itu di beri polesan italic… Aku kurang tau tapi itu yg sering kulihat di blog ff lain.
    Mianhamnida.
    Keep on writing y

  2. authooor ucup mau dibawa kemana? emang ada apa sm ortunya? jgn2 anak pungut ya? *kepo*
    as usual, jalan ceritany bagus :D cm rada bingung ya pembates antara cerita sebelum sama yg barunya :/ buat over all, keren ^^~ aku baca terusannya yaaa~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s