[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 3 of 5

| Chapter 1 | Chapter 2 |

Title : Thanks You For Many Things

Author : Kim Daeyang

Length : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, Angst, Family, Humor (maybe) :p

Main Cast(s)

Yang Yoseob – BEAST (20 yo)
Yong Junhyung – BEAST (22 yo)
Lee Jaejin – FT Island (17 yo)
Lee Sungmin – Super Junior (24 yo)
Lee Yewon – OC (20 yo)
Park Hyuna – OC (20 yo)

Support Cast(s)

BEAST’s Members

DISCLAIMERS!

Otak saya sedang cerah-cerahnya menulis FF ini, ini original milik saya sendiri, sumpah saya hampir nangis nulis ini ff, dapet banget feelnya pas nulis setiap kata yang menyedihkan* pengaruh lagu yang didengar juga kali ya, pokoknya ini benar-benar ori hasil keringat saya sendiri *loh?, terserah mau bilang ini jelek atau apalah yang penting selamat menikmati, jangan lupa comentnya permirsa :D

THANKS YOU FOR MANY THINGS

Dua orang namja sedang berjalan ditrotoar atau lebih tepatnya sedang joging, salah satu diantara namja itu memakai Headphone sementara yang satunya lagi sibuk dengan iphone ditangannya.

“ Gi Kwang, aku ingin bicara” Salah satu namja itu menghentikan langkahnya dan melepas Headphone yang terpasang ditelinga Gi kwang

“ Ada apa hyung? penting sekali sepertinya?’ Tanya  Gi kwang yang kemudian mematikan lagu dari iphonenya

“ Aku ingin mengakui sesuatu” Ucap Yoseob

“ Mwo?”

“ Aku sedang dekat dengan seseorang, bahkan kami sudah jalan beberapa kali” Ucap Yoseob sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“ benarkah? Siapa gadis itu?” Tanya Gi kwang dengan wajah penasaran

“ Lee Yewon” Jawab Yoseob

“ Mwo? Yewon mantan kekasih Junhyung hyung? Kau gila” Gi kwang meremas rambutnya frustasi

“ Bagaimana menurutmu?” Tanya Yoseob

“ Apa kau menyukainya?” Gi kwang memukul pelan pundak Yoseob

“ Awalnya aku hanya kasian padanya, tapi lama kelamaan aku jadi menyukainya,” Jelas Yoseob dengan kepala tertunduk

“ Apa maksudmu?” Tanya Gi kwang penasaran

“ Kita yang membuatnya seperti sekarang, kita selalu membuatnya seolah telah merebut Junhyung hyung dari Hyuna, dan membuatnya merasa bersalah selama ini, bahkan kita menuduhnya tega meninggalkan Junhyung hyung,” jelas Yoseob dengan wajah sendu

“ Benarkah? Padahal kupikir kita hanya bercanda, apakah separah itu? apa kita harus meminta maaf padanya?” Tanya Gi kwang wajahnya terlihat frustasi

“ Tidak perlu, aku rasa cukup kita membuatnya terluka, itu sudah berlalu, saatnya dia bahagia dan melupakan Junhyung hyung, benarkan?” Yoseob menepuk bahu Gi kwang dan kembali berlari

“ Tapi hyung, aku merasa bersalah” Gi kwang menyusul Yoseob yang sudah berlari jauh

****

“ tolong beri kami kesempatan untuk bertemu dengan Yoseob” Ucap seorang yeogja berambut pendek yang matanya mulai berkaca-kaca

“ Kami mengizinkan kalian bertemu dengannya, tapi apakah dia akan menerima semua ini?” Ucap seorang namja yang duduk dengan wajah frustasi

“ Tolonglah, kami merindukannya, kami ini orang tua kandungnya, sekali saja kami ingin bertemu dengannya” Mohon seorang namja kepada dua orang didepannya

Dari arah luar Yoseob yang baru pulang dari joging mendengar semua pembicaraan empat orang didepannya dengan mata berkaca-kaca, hatinya remuk, kepala sakit, dan dadanya terasa sesak.

Seorang diantara mereka mengetahui keberadaannya, dan dengan cepat melangkah mendekati Yoseob yang diam mematung ditempatnya

“ kau sudah pulang, ayo masuk, umma akan membuatkanmu jus jeruk” yeogja itu menarik tangan Yoseob

“ kenapa kalian melakukan ini padaku, kenapa kalian membohongiku”  Yoseob menepis tangan ummanya, Mata Yoseob mulai berair dan pipinya mulai basah oleh air matanya yang kini mengalir tak terbendung

“ Yoseob, kami akan menjelaskan semuanya” Ucap seorang namja yang kini sudah berada didepannya

“ Apa yang akan kalian jelaskan? Bahwa aku bukan anak kandung kalian? Bahwa aku anak mereka? Kenapa baru sekarang? Setelah kalian mencampakkanku selama 20 tahun, dan menyembunyikan kebenaran ini? Apa aku terlihat menyedihkan sekarang?” Yoseob berteriak kepada keempat orang tersebut

“ Maafkan kami” Yeogja berambut pendek tersebut menangis mendengar perkataan Yoseob

“ Maafkan aku, aku tidak bisa” Yoseob berbalik dan berlari meninggalkan empat orang yang kini ikut menangis melihat kepergian Yoseob

****

Yewon Pov

Aku membuka pintu pagar dan menemukan sosok Yoseob sedang menangis didepan pintu. Dia tertunduk dan terisak. Aku bingung akan melakukan apa, tapi kemudian aku menarik kepalanya dan meletakkan dibahu kiriku dan membiarkannya menangis sepuasnya.

Lama kami dalam posisi seperti ini tanpa sepatah katapun dari mulutku, sementara dia masih terisak disana.

“ Hei Yewon apa yang kau lakukan?” Teriak pamanku ketika melihat kami berdua

Tapi semenit berikutnya dia pergi ketika menyadari bahwa Yoseob sedang menangis.

“ Ada apa?” aku memberanikan diri untuk bertanya

“ Maaff, huukkk…. bisakah kau meminjamkan … huuukkk bahumu lebih lama lagi?” Tanyanya diantara isakannya

“ Hei kau itu namja kenapa menangis” Tanyaku lagi

Dia masih terisak “ Bagaimana jika orang tuamu yang selama ini ada disampingmu ternyata hanya orang asing, dan tiba-tiba orang tua aslimu datang dan menghancurkan kehidupanmu bersama orang tuamu yang sekarang, dan bagaimana sikapmu pada dua orang yang kau anggap orang tua aslimu ternyata orang asing?” Tanyanya masih dengan kepala dibenamkan dibahuku

“ Kau sudah tau alasan mereka berbuat seperti itu? Bagaimana jika alasannya demi kebahagiaanmu?” Tanyaku lagi

“ Tapi apakah mereka tidak memikirkan perasaanku? Mereka semua membohongiku” Yoseob mengangkat kepalanya

“ Mereka punya alasan tersendiri melakukan itu, mereka tidak ingin kau membenci mereka karena melakukan hal ini, kau tau? bahagia punya orang tua yang menyayangimu dan memperhatikanmu, bahkan kau sekarang punya empat orang” Jawabku dengan senyum tulus padanya

“ Aku harus bagaimana? Apa aku harus membenci mereka semua, hatiku sangat sakit, bukankah mereka mencampakkanku?” Dia duduk di anak tangga didepan pintu

“ Kau harus mencari tahu alasan mereka, kau pernah mendengar pepatah tentang darah lebih kental dari air? Sebesar apapun kau ingin menghapus mereka dan sebesar apapun kau membenci mereka, mereka tetap orang tuamu, dan jangan membenci orang tuamu yang sudah mengasuhmu selama ini, kau seperti sekarang karena usaha dan kasih sayang dari mereka berdua” Ucapku

Dia tidak menjawab, dan hanya menundukkan kepalanya

“ Pulanglah, minta mereka menjelaskan semuanya, buat hatimu lega” Aku menepuk punggungnya

Lagi-lagi dia tidak menjawab, tapi kemudian dia beranjak dan pergi.

Pov End

****

Yoseob Pov

Aku berjalan gontai memasuki rumah, tidak memperdulikan orang tuaku yang menyambutku, dan aku terus melangkah menuju kamarku. Kudengar mereka memanggilku dari luar pintu, tapi aku diam saja tidak menjawab. Membiarkan mereka tetap disana

“ yoseob maafkan kami” Kudengar suara appa dari luar

“ Jangan membenci kami, kami menyayangimu” Kini aku mendengar suara umma

“ Kami tidak bermaksud menyembunyikan semua ini, kau tau kami sangat menyayangimu, ini semua demi kebahagianmu nak” Suara appa terdengar bergetar

“ Aku tidak bahagia seperti ini” Ucapku

“ Kami memang bukan orang tua kandungmu, mereka tadi orang tua kandungmu, dan mereka ingin bertemu denganmu” Ucap appa dan kudengar suara tangis umma diantaranya

“ Setelah mencampakanku sekarang ingin bertemu denganku? TIDAK AKAN” jawabku

“ Mereka tidak mencampakkanmu, mereka menitipkanmu pada kami, dulu waktu kau kecil kehidupan orang tua kandungmu sangat susah, bahkan untuk makan saja mereka tidak punya uang, dan appa kandungmu saat itu juga sedang mengalami kebangkrutan, kau tau mereka sangat mengawatirkan keadaanmu, kau semakin kurus dan selalu menangis, mereka tidak tau harus mendapatkan uang kemana lagi selain menjual semua aset appamu dan memulai semuanya dari nol lagi. Ketika kami bertemu mereka keadaan mereka sangat buruk, appamu semakin kurus dan penyakitnya semakin parah, sementara kau juga semakin kurus dan terus-terusan menangis, akhirnya mereka memutuskan menitipkanmu pada kami, begitulah cerita yang sebenarnya, maafkan kami berempat nak” Jelas appa dan sukses membuatku tersentak dan kembali menangis

Begitukah, semenderita itukah orang tua kandungku, bahkan aku selama ini hidup bahagia, sementara mereka menderita, aku benar-benar menyesal menuduh mereka mencampakkanku. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar kamar dan menemui mereka berdua diluar dan memeluk mereka berdua

“ Maafkan aku, seharusnya aku mendengarkan penjelasan kalian, aku anak yang jahat membiarkan orang tuaku menderita sementara aku disini bahagia dan berlimpah kekayaan dan kasih sayang” Ucapku dengan tangisan dan masih dengan memeluk mereka

“ Kamilah yang seharusnya minta maaf, mereka selama ini berusaha bangkit lagi membangun semuanya, agar ketika kau bertemu mereka, kau akan bangga pada mereka dan tidak menderita lagi seperti dulu, mereka ingin bertemu denganmu” Jelas umma

“ Aku ingin bertemu mereka, bisakah antarkan aku ketempat mereka?”

Akhirnya kami sampai disebuah hotel bintang lima, appa bilang aku harus menemui mereka sendiri ini demi privasi kami bertiga.

Kulangkahkan kakiku menuju kamar 288, menarik nafas dalam-dalam dan memencet bell kamar tersebut. Seorang namja paruh baya membuka pintu dan tersenyum padaku kemudiann mempersilahkan aku masuk

“ Maaf” Ucap seorang yeogja yang kutahu adalah umma kandungku

Aku hanya diam menunduk ditempatku.

“ Kau sudah besar dan kelihatan sehat, kau bahagiakan nak?” Tanya appa kandungku yang kini berdiri didepanku

Aku memeluknya dan kembali menangis sejadinya, kurasakan ummaku ikut memeluk kami berdua

“ Maafkan aku, harusnya aku tidak bersikap buruk, setelah apa yang kalian lakukan demi kebahagianku, kalian bahkan rela menderita demi aku” Ucapku

“ Tidak nak, kami bersalah, kami hanya ingin kau bahagia dan tidak ikut menderita dan membiarkan kau mati kelaparan bersama kami” Jawab ummaku yang kini mengelus rambutku

Kami bertiga akhirnya menangis dan melepaskan kerinduan selama 20 tahun ini, dan mendengarkan cerita mereka bangkit dari keterpurukan, aku memutuskan menginap bersama mereka malam ini. Yewon benar mereka punya alasan melakukan semua ini padaku.

Pov end

****

Yewon berjalan menyusuri koridor kampus dan sesekali melirik jam tangannya. Seperti biasa dia datang tepat jam 07:00 pagi, suasana kampus masih sepi hanya beberapa orang yang baru datang .

“ Yewon” Sebuah suara membuatnya berbalik kebelakang dan menghentikan langkahnya

“ Kau, Pagi sekali? Senyuman apa itu?” Tanya Yewon pada orang yang kini berdiri didepannya tersenyum lebar

“ Terimakasih” Ucapnya

“ Untuk apa?” Tanya Yewon bingung

“ Untuk ucapanmu yang kemarin dan untuk pundakmu” Jawabnya dan memegang pundak Yewon

“ Yoseob, aku benarkan, dan sekarang hatimu sudah lega” Kata Yewon

“ Kau benar, ayo aku traktir” Yoseob menarik tangan Yewon

****

“ Yewon cepat kemari” Teriak Jaejin dari beranda ruang tengah

“ Ada apa paman?” Yewon berlari menghampiri Jaejin

“ Lihat Jaewon lucu sekali, dia menggigit-gigit jariku” Jaejin mempraktekan lagi ulahnya memasukan jari telunjuknya kemulut Jaewon dan kemudian digigit pelan oleh Jaewon

“ Kau ini, tidak penting sekali, setiap hari kerjamu hanya main dengan Jaewon, kau tidak less hari ini paman?” tanya Yewon

“ Aku sedang malas, lebih baik bermain bersama Jaewon, ya kan Jaewon” Jaejin mengelitik leher Jaewon

“ Tsk, akan kulaporkan pada Sungmin oppa kelakuanmu ini” Ancam Yewon

“ Tidaakkkkkkk” Jaejin berteriak keras

“ Cepat pergi less sana, bukankah hari ini jadwal lessmu, dan ini belum terlambat untuk pergi sekarang” Yewon menarik Jaejin

“ Baiklah, kalau bukan karena ancamanmu memakai nama Sungmin aku tidak akan mau” Jaejin mengambil rangselnya dan melangkah keluar

“ Hahaha, kau yang bodoh paman, kenapa kau takut pada Sungmin oppa” Yewon tertawa

****

Jaejin Pov

Dasar gadis tengik, kenapa selalu mengancam dengan memakai nama Sungmin, apa kalian tau kenapa aku takut padanya padahal aku ini pamannya, entahlah aku juga tidak tahu. Tsk padahal aku masih ingin bermain bersama Jaewon. Aku melangkah gontai menuju keluar dan ketika aku akan mengambil sepedaku, aku melihat seseorang yang sangat pas untuk kujadikan tumbal.

“ Kau lagi?” Aku memandang sinis padanya

“ Paman apakabar? Kau kelihatan tampan hari ini” ucapnya

“ Tidak usah memuji, sebaiknya kau antarkan aku less sekarang” Perintahku padanya

“ Mwo?”

“ Cepatlah, aku hampir telambat” Aku masuk begitu saja kedalam mobilnya

“ Baiklah” jawabnya dia menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya

“ Dimana tempat less paman?” tanyanya melirik sekilas kearahku

“ Aku tidak ingin less, bagaimana jika kau membawa aku ketempat yang bagus” Jawabku

“ Mwo? Kau bilang tadi hampir terlambat masuk less?” Tanyanya lagi

“ Kau ini cerewet sekali, aku sedang malas, aku ingin jalan-jalan saja, kalau kau tidak mau mengantarku, aku bisa turun disini” Aku membuka pintu disampingku dan membuatnya terkejut

“ Hei bocah, kau mau mati? Baiklah kau ingin kemana?” tanyanya dengan ekspresi frustasi

“ Game center sekarang” perintahku

Dia melajukan mobilnya menuju tempat yang kuperintahkan.

Pov end

****

Yoseob Pov

“ Akhirnya aku sampai disini juga, asyik” Teriak Jaejin ketika kami berada didepan pintu Game center ekspresinya kelihatan sangat bahagia

Dia berlari memasuki Game center, membeli beberapa koin dan juga karcis. Kemudian dia mulai menjajalsatu persatu permainan disana.

“ Ini” Dia melemparkan  ranselnya kepadaku dan melanjutkan permainannya

“ Bocah ini” Gumamku

Aku memperhatikannya dari sudut ruangan dan dia kelihatan seperti bocah lain yang bahagia ketika mendapatkan apa yang diinginkannya.

“ Hei kau, mau bertanding?” tanyanya ketika dia berdiri diarena permainan balap mobil

“Baiklah” aku melangkah dan mendekatinya.

Setelah satu jam bermain

“ Ayo pergi dari sini, aku bosan” Dia menarik tanganku

Aku mengikutinya dari belakang

“ hei, aku mau es cream” Ucapnya lagi

“ Baiklah, ayo kesana, es cream disana enak” Ajakku dan dia mengikutiku dari belakang

“ Bagaimana? Enak?” Tanyaku ketika pesanan es cream kami datang

“ Ne” jawabnya singkat

“ Kau senang? Apa ini yang kau inginkan selama ini?” tanyaku menikmati es cream coklat melonku

“ Jangan sok akrab bocah” Jawabnya sinis

“ Hei paman, kau selalu berlagak dewasa ya, padahal kau masih ingin bermain, bukankah lebih baik kau tunjukan sifatmu yang sebenarnya, bukankah itu menyenangkan, kau bahagia bukan?”

“ Tsk, bocah kau tau apa? aku ini seorang paman, mana mungkin aku bersikap bodoh” Ucapnya sambil menunjuk-nunjuk kearahku dengan sendok ditangannya

“ Bukankah umurmu masih 17 tahun, nikmatilah kehidupanmu paman, Yewon sudah dewasa, kau hanya perlu mengawasinya bukan bersikap sok dewasa” dia terdiam dan menunduk

“ Baiklah, hei kau lumayan juga, siapa namamu?” Tanyanya dengan tersenyum

“ Yang Yoseob imnida, dan kau kelihatan lucu ketika tersenyum” Godaku

“ Tsk, bocah kau mau mati haaa” Dia memukul kepalaku

“hahahaha” aku hanya tertawa mendapat perlakuan seperti ini.

“ Paman?” panggilku

“Mwo?” jawabnya

“ Bisakah kau datang hari kamis besok, jam 4 sore di gedung lama didepan kampus kami, ajak Yewon juga, aku akan bertanding disana” Ucapku

“Baiklah” jawabnya singkat

Pov end

****

Tidak seperti dua hari yang lalu cuaca hari ini tidak bersahabat, dan hujan deras turun membasahi kota Seoul dan sekitarnya, Yewon berdiri memandangi langit dan tangannya dihadapkan kedepan menampung air hujan yang turun dari atap gedung. Sesekali dia menatap ke gerbang utama berharap pamannya datang menjemput karena kampus sudah hampir sepi saat ini.

DREP DREP DREP DREP

Sebuah langkah kaki membuyarkan lamunan Yewon dia melirik kearah asal langkah kaki, sedetik kemudian membuang tatapannya ketempat lain. Jatungnya berdetak sangat keras saat ini membuatnya benar-benar tidak nyaman

“ Yewon” Sapanya

“ Junhyung oppa,” Yewon tersenyum menutupi kegugupannya dan kembali mengalihkan tatapannya kearah lain

“ Menunggu siapa?” Tanya Junhyung

“ Jaejin Ahjusshi” Jawab Yewon singkat tanpa memandang lawan bicara disebelahnya

“ Heeeuuuhhh, ada apa? kenapa kau sombong sekali? Sudah lama tidak melihatmu” Ucapnya

“ Aku tidak sombong, ya sudah lama” Jawab Yewon

“ AISH! Kau kenapa? kenapa tidak mau melihatku kau membenciku? Bukankah seharusnya aku yang membencimu, kau memutuskanku begitu saja tanpa alasan, haruskah kau bersikap seperti ini”

“ Aku hanya ingin bersikap biasa saja, aku tidak ingin Hyuna melihat dan menganggap kita akrab, karena aku tahu rasanya diperlakukan seperti itu, sangat sakit oppa” Jawab Yewon

“ Maksudmu apa? sudahlah berhenti menyalahkanku seperti itu, bukankah kau yang memutuskanku, kau tau rasanya sangat sakit” bentak Junhyung

“ Lalu kau ingin aku seperti apa? bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau kejar selama ini? Bukankah kau bahagia sekarang? Bukankah seharusnya kau berterima kasih karena aku melepaskanmu untuk orang itu” Yewon berlari meninggalkan Junhyung yang masih terpaku mendengar ucapan Yewon.

Yewon terus berlari tanpa menghiraukan hujan yang membasahi tubuhnya saat ini, matanya mulai terasa panas dan dadanya terasa sesak, haruskah dia menangis lagi saat ini. Bukankah dia sudah berjanji untuk tidak menangis dan melepaskan Junhyung dan membiarkan rasa yang tersisa dihatinya pergi sedikit demi sedikit. Tapi kenapa masih terasa sakit dan sesak didadanya.

****

“ Yewon, cepat kemari” Teriak Jaejin dari beranda

“ Tidak, jika kau ingin memperlihatkan Jaewon yang menggigit jarimu” Jawab Yewon ketus

“ Bukan bodoh, Sungmin menelepon, cepat kemari” Teriak Jaejin lagi

Dengan cepat Yewon berlari menuju beranda ikut duduk disamping Jaejin yang sedang mengelus Jaewon

“ Sungmin, kapan kau pulang?” teriak Jaejin tiba-tiba

“ Paman, bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Kau bisa memecahkan gendang telingaku” Keluh Sungmin dari ujung sambungan telepon

“Sini biar aku yang bicara pada oppa, kau anarkis paman” Yewon merebut iphone yang dipegang Jaejin

“ Oppa, aku merindukanmu, kau bilang akan pulang, apa kuliahmu sudah selesai?” Tanya Yewon sambil menangkis tangan Jaejin yang sibuk ingin merebut Iphonenya dari tangan Yewon

“ Aku juga merindukan kalian,  minggu depan aku pulang, kalian harus menjemputku, ingat jemput”

“ Hei Sungmin, kami sekarang memelihara kucing, ayo Jaewon sapa oppamu Sungmin, Sungmin oppa” Jaejin merubah suaranya seolah Jaewon yang sedang berbicara

“ Tsk, kelakuanmu paman tidak berubah tetap bodoh, hahaha” Sungmin tertawa dan sukses membuat Jaejin terdiam dan bermuka muram

“ Oppa, kau membuatnya marah, cepat bujuk dia” Yewon menempelkan iphone yang dipegangnya ketelinga Jaejin

“ Paman, kau marah? Aku hanya bercanda, mana kucingmu? Kau beri nama siapa?” Tanya Sungmin pada Jaejin

“ Tidak kau jahat” Jawab Jaejin

“ Hahaha, jangan begitu paman, apa kau ingin oleh-oleh? Aku akan membawakanmu Bass keluaran terbaru limited edition, kau tertarik”

“ Tsk baiklah, aku ingin yang berwarna hitam putih” Jawab Jaejin kemudian wajahnya kembali sumringah

“ Jadi siapa nama kucingmu itu?” Tanya Sungmin lagi

“ JAEWON, bagus bukan, Yewon yang memberikan nama itu” Jawabnya antusias

“ Kenapa nama itu, tidak adil, kenapa hanya Jaejin Yewon saja, mana namaku?” Protes Sungmin

“ Hei Yewon, dia bilang nama Jaewon itu tidak bagus, dia bilang dia ingin namanya juga ikut dipakai” ucap Jaejin pada Yewon yang sedang duduk menggelitik leher Jaewon

“ Paman bilang padanya nama Jaewon akan dirubah manjadi Jaesungwon, apa dia suka, tsk kalian ini begitu saja dibahas” Ucap Yewon

“ Kau dengar Sungmin, Jaesungwon, bukankah itu bagus?” Tanya Jaejin

“ Aku suka itu, aku akan membuatkan kalungnya disini, paman berikan teleponnya pada Yewon”

“ Baiklah” Jaejin menyerahkan iphonenya ketangan Yewon

Jaejin kembali asyik dengan Jaewon yang sekarang sudah berubah menjadi Jaesungwon.

“ Apa kabarmu?” Tanya Sungmin

“ Baik” Jawab Yewon singkat

“ Apakah Umma dan appa sudah menghubungimu?” Tanya Sungmin lagi

“ Tidak, dan ini sudah setahun, bahkan aku tidak tau mereka sekarang dimana, oppa cepat pulang aku ingin kita berkumpul bertiga dirumah besar dan kosong ini” Yewon mengacak rambutnya yang panjang

“ Sabarlah, minggu depan kita pasti berkumpul, kau tidak usah memikirkan apapun selain belajar yang benar, aku tau kau sakit, jika kau ingin menangis, menangislah kau ingat apa yang kukatakan padamu menangis itu untuk melegakan hatimu yang sesak”

“ Menurutmu mereka masih menyayangi kita berdua? Atau mereka sengaja mencampakkan kita berdua?” Tanya Yewon

“ Tidak, kau masih punya aku dan juga paman”

“ Tapi aku sudah tidak tahan seperti ini, merasa terbuang oleh orang tua sendiri bahkan untuk tau kabar kita saja mereka tidak ingin” Mata Yewon mulai berkaca-kaca

“ Mereka hanya sibuk bekerja, kau harus memahami itu” Sungmin mulai merasa sesak didadanya

“ Aku paham itu, tapi aku juga ingin dipeluk oleh mereka ketika aku merasa sakit, ingin mereka datang ketika hari kelulusan SMA ku, ingin mereka bertanya kabarku hari ini, dan igin mereka…”

GREB

Jaejin menarik tubuh Yewon kedalam pelukannya dan membiarkan Yewon menangis meluapkan emosinya.

“ Kau tidak menangis Sungmin?” Tanya Jaejin terdengar suara isakan dari ujung sambungan telepon

“ Paman, terima kasih karena kaulah orang tua kami sebenarnya, bukan mereka” terdengar suara Sungmin bergetar

“ Aku akan melindungi kalian, meminjamkan tubuhku ketika kalian merindukan mereka, menenangkan kalian ketika menangis, bukankah itu tugas seorang paman?” Tanya Jaejin

Yewon mempererat pelukannya pada Jaejin dan terus menangis meluapkan kekesalan hatinya.

“ Maafkan hyungku” Ucap Jaejin lirih

****

“ Yewon cepat, aku terlambat” Teriak Jaejin dari dalam mobil melongokan kepalanya dari jendela mobil

“ Ne sebentar, aku kunci pintu dulu” Yewon mengunci pintu dan berlari masuk kedalam mobil

“ Nanti jam 4 aku akan mengajakmu kesuatu tempat” Ucap Jaejin matanya masih fokus kejalan

“ Kemana?’ tanya Yewon

“ Ketempat Yoseob Hyung” jawab Jaejin

“ Yoseob hyung? Kau sudah akrab dengannya paman?” Yewon mengacak rambut Jaejin

“ Tidak juga” jawabnya

****

Disebuah gedung 6 orang namja sedang bersiap dan melakukan sedikit latihan akhir sebelum mereka bertanding hari ini

“ kalian siap” Tanya Doojon

“ Kami siap” Jawab mereka serentak

Mereka berjalan menuju tempat pertandingan

****

“ Kau dimana?” Tanya seorang namja berseragam sekolah ketika sambungan teleponnya tersambung

“ kalian sudah sampai? Masuklah aku tunggu dipintu masuk” Jawab sipenjawab telepon

5 menit kemudian seorang namja berseragam sekolah dan seorang yeogja berambut panjang berdiri didepan sebuah pintu masuk gedung yang sudah lama tidak terpakai, mereka berdua memandang kearah sekitar.

“ Ayo masuk” Seorang namja menarik tangan mereka berdua

“ Hei Yoseob ada apa ini?” Tanya Yewon yang mengikut saja ketika tangannya ditarik oleh Yoseob

“ Aku hari ini ada kompetisi dance, aku ingin kalian menonton, beri aku semangat” Ucap Yoseob

“ Hei bocah, aku tidak percaya kau bisa dance, mari kita buktikan” Ejek Jaejin

“ Baiklah berikutnya BEAST akan tampil, silahkan saksikan” Suara DJ didepan memanggil peserta berikutnya

“ Ayo cepat, aku sudah dipanggil, cepat kedepan” Yoseob mendorong mereka berdua untuk berdiri paling depan

Musik mulai dihidupkan, Yoseob dan teman-temannya mulai menggerakkan tubuh mereka secara kompak dan sama. Jaejin berteriak-teriak dan mengangkat tangannya.

Akhirnya mereka selesai dan sambutan penonton disertai tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan.

“ Paman, aku kebelakang dulu, aku ingin pipis” Ucap Yewon ditelinga Jaejin karena ruangan terlalu berisik dan suara musik membuat mereka berbicara sambil berteriak

“ Perlu kutemani?” tanya Jaejin dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Yewon

Yewon memandang sekitarnya, mencari toilet disekitarnya, namun hasilnya nihil ia malah bertemu Junhyung dan Hyuna yang sedang berduaan, otomatis dia berbalik arah dan berniat pergi, namun terlambat Hyuna sudah mengetahui keberadaannya

“ Yewon” Panggilnya

To Be Continue

4 thoughts on “[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 3 of 5

  1. Hiks… Hiks… Entah aku yg salah ato akunya yg bego… Ini cerita lbh ke arah angst nih thor… Aku suka deh… Ditunggu lanjutannya y
    Keep on writing

    • bukan cingu bener ini angst
      tapi semua genre ada cingu
      family,humor,angst,friendship,romance juga ada
      diaduk jadi satu biar readers gak bosan :D
      makasih masih setia nungguin part selanjutnya :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s