[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 4 of 5

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |

Title : Thanks You For Many Things

Author : Kim Daeyang

Length : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, Angst, Family, Humor (maybe) :p

Main Cast(s)

Yang Yoseob – BEAST (20 yo)
Yong Junhyung – BEAST (22 yo)
Lee Jaejin – FT Island (17 yo)
Lee Sungmin – Super Junior (24 yo)
Lee Yewon – OC (20 yo)
Park Hyuna – OC (20 yo)

Support Cast(s)

BEAST’s Members

DISCLAIMERS!

Otak saya sedang cerah-cerahnya menulis FF ini, ini original milik saya sendiri, sumpah saya hampir nangis nulis ini ff, dapet banget feelnya pas nulis setiap kata yang menyedihkan* pengaruh lagu yang didengar juga kali ya, pokoknya ini benar-benar ori hasil keringat saya sendiri *loh?, terserah mau bilang ini jelek atau apalah yang penting selamat menikmati, jangan lupa comentnya permirsa :D

THANKS YOU FOR MANY THINGS

“ Ne” jawab Yewon datar

“ Apa yang kau lakukan disini?’ Tanya Hyuna yang sedang bergelayut manja pada Junhyung

“ Kau ingin melihatku? Tsk kau pasti merindukanku, dan menyesal telah memutuskankukan” Ujar Junhyung percaya diri

“ Aniyo, Sedang melihat itu” Yewon menunjuk pangung yang menampilkan sebuah grub yang sedang tampil

“ Siapa yang mengajakmu kesini?” Tanya Junhyung

“ Bukan urusanmu, Permisi aku mau kesana” Jawab Yewon ketus

“ heeeuuhhh, begitukah seharusnya sikapmu jika bertemu dengan orang yang pernah kau cintai?” tanya Junhyung

Yewon berbalik dan memandang dua orang didepannya “ Jadi kau ingin aku seperti apa? dekat-dekat denganmu? Bermanja-manja denganmu? Atau kau ingin aku menonton kalian yang bermesraan disini?

“ hei kenapa kau marah Yewon?” Tanya Hyuna

“ Jadi aku harus bagaimana? Aku hanya mencoba bersikap biasa, mencoba menahan diriku yang ingin dekat dengan Junhyung untuk menjaga perasaanmu, aku tidak ingin kau merasa sakit ketika melihat pacarmu dekat dengan mantan kekasihnya” Jawab Yewon

“ Kenapa kau bersikap seperti ini? Harusnya aku yang marah karena kau yang merebutnya dulu dariku” Bentak Hyuna

“ aku tidak merebutnya, dia yang datang sendiri padaku, berjuang mendapatkan hatiku, aku tidak merebutnya darimu” Yewon tampak semakin kesal

“ Lalu kenapa kau memutuskanku, bukankah harusnya kau beruntung mendapatkanku?” Ucap Junhyung

“ Kau dengar oppa, gadis mana yang tahan ketika kekasihnya masih dekat dengan orang yang dulu dicintainya, bahkan sampai sekarang, walaupun gadis itu bilang dia cemburu padamu, berhentilah menggangguku” Teriak Yewon dengan mata berkaca-kaca

“ aku tidak mengerti jalan pikiranmu Yewon” Junhyung memandang sinis Yewon

“ tentu saja kau tidak mengerti, karena setiap hari kau hanya memikirkan gadis itu, bahkan memandangnya lebih dari kau memandangku, sudahlah aku sudah benar-benar merelakanmu oppa, berbahagialah, bukankah ini yang kau inginkan dari sejak kau SMA dulu, kau dengar Hyuna, pria ini sangat mencintaimu jagalah dia”

“ Hei Yewon, kau kenapa begini” tanya Junhyung ketika Yewon sudah berlari meninggalkan mereka berdua.

Yewon mengeluarkan iphonenya dan mengirim pesan untuk pamannya.

Paman aku diluar, bisakah kau kemari?

“ Ada apa?” Tanya Yoseob yang berada disamping Jaejin, dari tadi mereka menunggu Yewon tapi yang ditunggu malah belum datang

“ Yewon diluar” Jawab Jaejin, dia beranjak menuju keluar dan mendapati sosok Yewon yang sedang berdiri dan tertunduk

“ Kau kenapa?” Tanya Jaejin merunduk memeriksa keadaan Yewon

“ Kau menangis? Ada apa?” Tanya Jaejin lagi, namun tidak ada jawaban apapun dari Yewon

“ Yewon kau kenapa?” Yoseob ikut bertanya dan menatap wajah Yewon

“ Mereka berdua kenapa seperti itu, tidak cukupkah selama ini menyakitiku” Yewon menatap nanar dua namja didepannya

“ Junhyung lagi?” Tanya Jaejin

“ paman apa aku seperti sampah yang sangat menjijikan?” Yewon mulai terisak

“ Tidak, kau gadis baik, kau disini saja ya, aku akan beri dia pelajaran” Jaejin melangkahkan kakinya mencari sosok Junhyung diikuti oleh Yoseob dan Yewon dibelakang

Setelah mencari cukup lama karena keadaan ramai, akhirnya Jaejin menemukan Junhyung bersama 4 orang namja dan seorang Yeogja

“ Junhyung berengsek” Teriak Jaejin

Keempat namja yang bersama Junhyung refleks berbalik dan mendapati seorang namja berpakaian seragam sekolah sedang berdiri menantang

Jaejin melangkah mendekati Junhyung

BUKKKK

Satu pukulan telak mendarat diwajah mulus Junhyung

“ Itu untuk keponakanku, kau dengar itu brengsek” Bentak Junhyung

“ Paman, kenapa kau disini?” Junhyung memegangi pipinya yang terkena pukulan jaejin

“ Berhentilah menyalahkan Yewon atas semua yang terjadi, seharusnya kau yang memikirkan apa yang kau lakukan selama ini padanya, berhentilah menganggunya, tidak puaskah kau menyakitinya, kalian semua membuat hatinya terluka, sudahlah kau sekarang sudah bersama Hyuna gadis genit itu, bukankah itu yang kau mau, terutama kalian semua, berhentilah menganggap Yewon merebut Junhyung dari Hyuna” Teriak Jaejin sambil menunjuk Keempat namja dan seorang yeogja didepannya

“ Dan Ini untuk Yewonku yang sudah kalian buat menderita” Jaejin mengangkat tubuh Junhyung dan mendorongnya kebelakang tepat merobohkan mereka semua

“ paman sudahlah, mereka semua tidak akan mengerti”  Yewon menarik tangan Jaejin

“ Lee Yewon adakah yang ingin kau katakan?” Tanya Junhyung

Yewon berbalik dan menatap Junhyung lekat “ Oppa selamat kau mendapatkan Hyuna seperti yang kau mau, dan kau Hyuna terima kasih sudah menghancurkan hubunganku dengan oppa, kalian semua terima kasih selama ini  mencapku sebagai gadis brengsek”

“ maaf” Ucap Junhyung

“ Tidak untuk kali ini, kau membuat aku kelihatan menjijikan seperti menyembah cinta padamu selama ini, meminta perhatianmu, padahal kau yang memintaku menjadi kekasihmu, kau dengar ini Junhyung, aku benar-benar tulus selama setahun itu, berharap aku bisa membuatmu benar-benar mengantikan posisi gadis itu, tapi bodohnya aku mau melakukan itu, dan sekarang tolong jangan ganggu hidupku lagi, pergilah dari hidupku” Yewon kembali terisak

GREB

Yoseob yang melihat semua kejadian itu menarik tubuh Yewon mendekap gadis itu  didadanya

“ hyung, kau dengar itu? Kalian puas sekarang? Kalian berhasil menghancurkan hatinya, Kau puas hyung mengetahui semuanya sekarang? Sebesar itu dia mengorbankan perasaannya untuk kebahagiaanmu, kau tidak sadar selama ini kedekatanmu dengan Hyuna membuatnya terluka” Yoseob berteriak dan memaki Junhyung yang berdiri didepannya

“ Sudah ayo kita pulang” Jaejin menarik Yewon dan Yoseob pergi dari tempat itu

“ Yewon maafkan aku” Teriak Junhyung

“ Yewon Maaf” lagi-lagi Junhyung berteriak

****

Yoseob Pov

“ Bagaimana perasaanmu?” tanyaku  ketika kami duduk diberanda dan memandangi matahari terbit pagi ini, sejak semalam kami terus duduk disini dan tidak tidur sama sekali

“ Sakit” jawabnya singkat

“ kau lega?” kulirik dia yang sedang duduk memeluk lututnya dan meletakkan dagunya diatas lututnya

Dia menggelengkan kepalanya

“ Aku akan membuatkkan teh untukmu”  aku beranjak dan berjalan kedapur

Sesekali aku memandang keluar memastikan dia masih disana, kulihat saat ini dia sedang menerima telepon dari seseorang  dan wajahnya berubah kesal, ada apa dengannya, telepon dari siapa? Pikirku

GUBRAKKKK

Sebuah suara benda jatuh mengangetkanku dengan cepat aku melangkahkan kakiku kembali keberanda, kulihat Jaejin juga keluar dari kamarnya mendengar suara keras tersebut.

“ Ada apa?” Tanya Jaejin yang kini berjalan disampingku

“ entahlah, Yewon!!” teriakku ketika kami tidak mendapati sosoknya diberanda

“ Miau miau miau” Suara Jaesungwon yang berdiri diujung beranda sedang melihat sesuatu dan iphone milik Yewon tergeletak begitu saja meninggalkan sipenelpon yang sedang memanggil namanya

“ YEWON!!!” Teriak Jaejin begitu dia melongokkan kepala kebawah diujung beranda

“ Yewon, ya tuhan” Kami menemukan sosoknya bersimbah darah dibawah sana, kepalanya terbentur batu dan berdarah.

Pov end

***

FLASHBACK

“ Aku akan membuatkan teh untukmu” Yoseob beranjak dan berjalan menuju dapur

TREETT TREETT TREETT

Iphone Yewon bergetar, ada panggilan masuk, yewon meraih iphonenya yang tergeletak disebelah tubuh Jaesungwon yang sedang tertidur. Tertulis Umma di Layar iphonenya

Dengan riang dia mengangkat telepon dari umma yang dia rindukan selama setahun ini

“ umma aku merindukanmu” Teriak Yewon

“ Umma juga merindukanmu sayang, bagaimana keadaanmu dan Jaejin disana?” Tanyanya

“ Aku dan paman baik, kau tau umma kami punya kucing sekarang” Ucap Yewon riang

“ Sayang ada yang ingin umma katakan, umma dan appa akan….” Dia tidak melanjutkan ucapannya

“ Kalian akan pulang? Kapan? Aku merindukan kalian?” Balas Yewon masih dengan suara riangnya

“ Tidak, kami akan bercerai” Ucapnya lirih

“ Apa katamu? Kalian akan bercerai? Kalian benar-benar ingin mencampakan aku dan oppa, kenapa kalian tega sekali, kau tau yang kurasakan satu tahun tanpa kabar dari kalian, apakah kalian tau aku merasa terbuang disini, merasa terabaikan, merasa tidak berguna, aku sendiri tidak yakin apakah aku masih layak hidup didunia ini” Wajah Yewon berubah marah

“ Maafkan kami, bukan maksud kami meninggalkan kalian, tapi umma dan appa benar-benar tidak bisa bersama lagi”

“ Aku rasa sudah cukup hidupku menderita selama ini” Yewon melangkah gontai menuju ujung beranda yang terbuat dari kayu

“ Sayang jangan bicara seperti ini, aku menyayangimu”

“ Kalian tidak menyayangi aku, jika kalian menyayangiku kalian tidak akan melakukan semua ini padaku, aku rasa tidak ada lagi alasanku untuk hidup” Yewon menjatuhkan iphonenya dan memandang kebawah, jarak antara tempatnya berdiri dengan tanah dibawahnya cukup jauh dan curam

“ Miau miau” Jaesungwon mengelus kaki Yewon

GUBRAAKKKK

Yewon menjatuhkan dirinya kebawah

FLASHBACK END

****

Jaejin Pov

Aku terus saja mondar-mandir disepanjang koridor, berharap ruangan itu pintunya terbuka.

“ Paman bisakah kau duduk dulu, ini minum” Yesoeb menyodorkan segelas teh kepadaku

“ Terima kasih” aku duduk disebelahnya dan meneguk sedikit demi sedikit teh hangatku pemberian Yoseob, kulirik Yoseob dan kulihat wajahnya sangat frustasi

“ Tenanglah, dia kuat” Aku menepuk pundak Yoseobb

CLEKKK

Akhirnya pintu ruang operasi terbuka, beberapa suster dan seorang dokter berseragam hijau dan memakai masker hijau keluar dari ruangan didepan kami

“ Bagaimana keadaannya?” Tanyaku pada dokter didepanku

“ Dia sedang dalam masa kritis, kepalanya terbentur sangat keras dan mengalami geger otak cukup serius, tapi untuk yang lainnya semua baik-baik saja, saat ini dia belum sadar, saya belum bisa memastikan kapan dia akan sadar, tolong kalian ajak dia bicara terus agar otak dan sarafnya merespon dan membuatnya sadar” jelas dokter

“ Apa kami boleh masuk sekarang dokter?” tanya Yoseob yang terlihat panik

“ Silahkan, aku permisi dulu” Dokter itu meninggalkan kami dan segera kami memasuki ruangan serba putih tersebut.

Aku melihat sosok Yewon yang terbaring dengan alat bantu pernafasan yang terpasang dan beberapa monitor yang menunjukan denyut jantungnya. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya

“ Lee Yewon pabo, kenapa kau melakukan ini? Apa kau ingin meninggalkan pamanmu ini sendiri” Aku duduk disamping ranjangnya

“ Yewon maafkan aku, seharusnya aku tidak membiarkan kau sendirian, padahal kau tidak perlu minum teh saat itu” Yoseob nampak berkaca-kaca dia tetap terpaku dipintu masuk

“ Bocah, sudahlah kau tidak perlu seperti itu, ini bukan salahmu”

“ Paman maafkan aku, seharusnya aku menepati janjiku untuk melindungi Yewon” Pipinya mulai basah oleh air matanya sendiri

“ Bocah sudahlah, bukankah kau seorang namja, jika Yewon tahu kau hobi menangis seperti ini, dia tidak akan tertarik padamu” Aku menepuk pundaknya

Dia terisak dengan meletakkan bahunya sendiri sebagai penompang wajahnya.

“Sudahlah, bukankah kata dokter kita harus mengajaknya bicara, bukan menangisinya seperti ini” Dia mulai mengelap air matanya

Aku sekarang yakin bocah ini benar-benar tulus pada Yewon, bahkan dia tidak malu menangis melihat gadisnya sedang terbaring tidak berdaya saat ini. Aku berjanji akan merestuimu dan Yewon nanti ketika dia sadar pikirku.

TREETT TREEET

Iphoneku berbunyi

“ Sungmin” Ucapku ketika menerima telepon dari Sungmin

“ Kalian dirumah sakit mana?” Tanya sungmin dari ujung telepon

“ Apa yang kau katakan, kau tenang saja disana” Aku mencoba menenangkannya

“ Aku dikorea sekarang dan sedang dalam perjalanan, kalian dimana?” Tanyanya lagi kali ini nada suaranya terdengar membentak

“ Rumah sakit Internasional Seoul” Jawabku

Dia memutuskan begitu saja sambungan teleponnya.

15 menit kemudian pintu kamar tempat Yewon dirawat terbuka dan sosok Sungmin muncul dari balik pintu dengan nafas terengah-engah

“ Apa yang terjadi denganmu pabo, cepat bangun, aku membawakan oleh-oleh pesananmu, dan lihatlah ini aku membawa kalung untuk kucing baru paman, kau lihat apa yang tertulis disini? Lee Jaesungwon, apa kau tidak ingin melihat ini dileher kucing kita” Sungmin mengguncang-guncang tubuh Yewon

“ Sudah jangan lakukan itu, kau membuatnya kesakitan, hentikan sungmin” Aku memeluk tubuhnya dari samping dan menghentikan aksi anarkisnya pada Yewon

“ Apa yang terjadi sebenarnya paman?” Tanya Sungmin lagi

Aku mendudukkannya disofa yang berada diruang rawat Yewon, Yoseob terlihat keluar kamar tanpa berpamitan kepadaku “ Ummamu meneleponya, dan yang membuatnya shock, ummamu bilang mereka akan bercerai, dia melompat dari beranda kebawah, aku tidak tahu, kejadiannya begitu cepat”

Pintu kamar terbuka lagi, kali ini Yoseob kembali dengan sebuah kantong besar dan 3 buah gelas putih yang kuperhatikan berisi kopi dan salah satunya berisi susu coklat yang masih mengeluarkan asap

“ Ini, aku tau kalian belum makan atau minum apapun” Katanya, dia menyodorkan gelas berisikan kopi kepada Sungmin dan gelas berisikan Susu coklat kepadaku

“ YA! Bocah, kenapa aku diberi susu coklat” Protesku

” Sudahlah paman minum saja, itu lebih sesuia untukmu” Jawabnya santai

Sungmin tertawa mendengar ucapan  Yoseob

Sepanjang hari kami bertiga mengajak bicara Yewon, walaupun tidak ada reaksi apapun darinya, tapi setidaknya kami terus berusaha untuk membuatnya sadar.

POV end

****

Sudah seminggu Yewon belum juga sadar dari komanya, Jaejin, Sungmin dan Yoseob setiap hari bergantiaan menungguinya dan mengajaknya bicara agar Yewon cepat sadar. Seperti hari ini mereka bertiga sudah ada diruangan Yewon menunggui sosok yang terbaring diatas tempat tidur tanpa perkembangan sedikitpun

“ Yewon, lihat aku membawa Jaesungwon kesini” Jaejin mengeluarkan Jaesungwon dari tasnya

“ Paman, apa yang kau lakukan, dirumah sakit tidak boleh membawa binatang” Protes Yoseob sambil menyembunyikan Jaesungwon kembali kedalam tas ransel milik Jaejin

“ Bocah, apa yang kau lakukan, jangan sakiti kucingku” PLETAK” Jaejin sukses menjitak kepala Yoseob

“ Sudahlah, biarkan saja sibodoh itu berbuat sesuka hatinya, kalau pihak rumah sakit tahu, paling kucingnya akan jadi korban, hahahah” Sungmin yang sedang duduk disamping kiri Yewon tertawa melihat ulah dua namja didepannya

“ Hei paman, yang bocah itu kau bukan aku” Protes Yoseob

“ Cerewet sekali kau bocah” Jaejin menatap sinis Yoseob “ Yewon lihat kalung baru Jaesungwon, cocok sekali untuknya, lihat ini” Jaejin mengangkat tubuh kucingnya kedepan Yewon

Dua namja lainnya hanya tertawa melihat tingkah Jaejin.

****

 

KANTIN RUMAH SAKIT

“ Kau teman Yewon? Sejak kapan kalian berteman?” Tanya Sungmin kepada namja yang duduk berhadapan dengannya

“ Ne, aku temannya sudah lumayan lama aku dekat dengannya dan juga paman cerewet itu, hahahah” Yoseob terkekeh

“ Terima kasih sudah berteman dengan Yewon, aku tau kau orang baik” Ucap Sungmin sambil menyeruput kopi digelasnya

“ Tidak hyung, aku tulus berteman dengannya, dan berjanji akan melindunginya” Yoseob menatap Sungmin lekat

“ Yewon itu kelihatannya saja kuat, tapi sebenarnya hatinya sangat rapuh, hidupnya sudah menderita dari dulu, kau tau kami ini dicampakan oleh orang tua kami, sampai sekarang aku bahkan tidak tahu mereka dimana, kau lihat Yewon koma seperti ini saja mereka tidak peduli, dan Yewonlah yang palig menderita, merasa sangat dicampakkan oleh kedua orang tua kami dan kekurangan kasih sayang” Jelas Sungmin

“ Hidupnya berat, kehidupan cintanya juga berat hyung, kau tau kan?” Tanya Yoseob

“ Ne, kau benar, aku sudah dengar dari paman”

“ Apa dia akan merasa menderita terus hyung? Bagaimana jika kita meminta orang tuamu untuk menemuinya sekali saja, aku pikir itu akan memotivasinya untuk sadar kembali” Usul Yoseob

“ Kau benar, aku akan mencoba menghubungi mereka”

****

Yoseob Pov

Aku merenggangkan tubuhku, lelah sekali rasanya malam ini, aku melirik Yewon yang sedang terbaring

“ Lee Yewon pabo, cepat sadar, ayo kita ke taman bermain lagi, kali ini kau dan aku saja, jangan bawa sibocah itu, hahahah, cepatlah sadar” Ucapku berharap dia bereaksi dengan ucapanku

“ Hei bocah, aku ada disini” Jaejin  melirik sinis kearahku

CLEKK pintu kamar tiba-tiba terbuka, aku dan Jaejin mengalihkan tatapan kami kepintu, menunggu siapa sosok yang akan masuk kedalam

“ Junhyung hyung” gumamku ketika sosok yang masuk kedalam adalah Junhyung

“ Aku kesini untuk minta maaf” Dia melangkah mendekati Yewon

“ Kau lihat hyung, kau puas sekarang? Kau sudah menghancurkannya sampai seperti ini, dia itu sudah menderita kenapa kau membuatnya tambah menderita” Kulihat wajahnya berekspresi sendu

“ Maaf Yewon, aku tidak tahu bahwa kau sangat terluka karena aku, bahkan aku tidak mengerti perasaanmu sama sekali, aku mohon maafkan aku, aku berjanji akan menebus semua kesalahanku” Junhyung berlutut disamping ranjang Yewon

Aku memutuskan keluar kamar dan menarik tangan Jaejin, membiarkan dia meluapkan semua perasaan bersalahnya pada Yewon

Setengah jam berikutnya Junhyung hyung keluar kamar dengan mata merah dan sedikit basah, dia berjalan kearah bangku dan duduk disana, sementara Jaejin sudah pulang 10 menit yang lalu mengantar Jaesungwon pulang, karena dia kelihatan gelisah dari tadi.

Aku mendekatinya “ Kau sudah puas hyung melihat orang yang berkorban untukmu terbaring tidak berdaya disana?” tanyaku

“ Maafkan aku, aku meyadari semua kesalahanku, dan berjanji tidak akan melukainya lagi, dan menjaganya disampingku” Ucapnya lirih

“ Hyung, kau tau? sejak dulu aku selalu mengalah padamu, membiarkanmu merebut mainanku, makananku, dan juga barang-barang berharga yang sangat aku sayangi, tapi kali ini bisakah kau tidak merebut Yewon dari tanganku, aku mohon padamu lepaskan dia dan biarkan dia bahagia hyung. Aku mencintainya dan aku tidak akan menyerahkannya padamu” Aku memukul pelan pundaknya

“ Kau ini, kenapa kau baru bilang sekarang? Aku menunggu kau mengucapkan ini dari dulu, aku tahu kau menyukainya sejak kita sama-sama melihatnya pertama kali, dan aku tau selama setahun ini kau mendekatinya” Junhyung mengacak rambutku

“ Kau tidak marah?” Tanyaku

“ Pernahkah aku marah padamu? Aku lebih rela dia bersamamu dibandingkan namja lain, karena kau pasti akan melindunginya dengan baik”

“ Terimakasih hyung” Dia kembali mengacak rambutku

“ Ayo sana masuk temani dia, buat dia sadar dan tertawa, buat dia bahagia disampingmu” Junhyung melangkah meninggalkanku

Pov end

****

Pintu kamar terbuka, Sungmin yang sedang memandangi Yewon terkejut melihat dua orang yang baru masuk kedalam kamar, wajah mereka terlihat menyesal, ada air mata yang mengenang dikedua mata orang tersebut. Mereka berjalan mendekati Yewon yang terbaring, sementara Sungmin beranjak dari duduknya dan berdiri disamping ranjang.

“Apa yang kalian inginkan, terlambat jika kalian datang saat ini” Ujar Sungmin ketika kedua sosok tersebut kini berdiri sejajar dengannya

“ Yewon, maafkan umma nak, bangunlah nak” Nyonya Lee menggenggam tangan Yewon yang terasa dingin dengan mata yang tidak hentinya mengalirkan cairan bening hangat.

“ Sudahlah, kalian baru datang sekarang? Setelah dia hampir mati? Bahkan kalian tidak ingin berada disampingnya saat dia sekarat” Sungmin menepis tangan Nyonya Lee dari tangan Yewon

“ Kami mengaku salah nak, harusnya kami memperhatikan kalian, melindungi kalian, tapi kami melakukan ini agar kalian bisa mendapatkan apapun yang kalian inginkan” Ucap Tuan Lee tulus

“ Dengarkan aku Tuan Lee yang terhormat, cinta dan kasih sayang orang tua lebih mahal daripada semua uang dan barang-barang mahal yang kalian berikan pada kami, kalian lihat dia? Bukan uang kalian yang dia butuhkan, tapi keberadaan kalian disampingnya. Kemana kalian saat dia mengharapkan kalian datang dihari kelulusannya, kemana kalian saat dia terpuruk oleh orang-orang yang dengan jahatnya menghancurkan hatinya, dimana kalian saat dia merasa tidak ada lagi orang yang benar-benar tulus mencintainya, bahkan dengan polosnya kalian mengabarinya bahwa kalian akan berpisah, apa kalian pernah memikirkan perasaannya? Bahkan kalian tega tidak menghubunginya selama setahun, orang tua macam apa kalian ini, mungkin keputusannya bunuh diri memang tepat, dan aku juga sepertinya akan mengikuti jejaknya” Ujar Sungmin dengan mata merah menahan marah

“ Maafkan umma, maafkan umma, tolong maafkan umma” Nyonya Lee makin terisak

“ aku mohon pada kalian, berubahlah demi Yewon, aku tidak akan membiarkan dia terluka, aku mohon jangan berpisah, aku rela kita jadi miskin dan hidup dijalanan, asalkan Yewon bahagia, asalkan dia tersenyum melihat kita berkumpul dan berada disampingnya, kumohon pada kalian jangan pergi lagi” Sungmin berlutut didepan kedua orang tuanya, suaranya semakin parau dan matanya terus mengeluarkan cairan bening hangat

“ Kami sudah memutuskan untuk tidak berpisah, kami menyayangi kalian, dan kami tidak akan membiarkan kau melakukan hal yang sama seperti Yewon, aku menyesal, aku bukan kepala keluarga yang baik, maafkan aku, bisakah kau memaafkan pria tua bodoh dan jahat ini, masihkah kau menerima aku sebagai ayahmu” Tuan Lee ikut berlutut dan menangis

“ Maaf” Nyonya Lee memeluk kedua namja didepannya dan ikut menangis juga

Sebuah keajaiban terjadi pada Yewon, karena salah satu matanya mengeluarkan setetes air mata yang mengalir menuju bantalnya, dan menyisakan jejak basah disekitar pipinya

“ Lihat, dia menangis, apakah dia bereaksi mendengar ucapan kita” Ucap Sungmin yang menyadari hal tersebut

“ Yewon, kau dengar umma, umma datang sayang dan umma berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi” Nyonya Lee membelai lembut rambut Yewon

****

Dua minggu berlalu, keluarga Lee masih terus setia menunggu Yewon membuka matanya, selalu ada reaksi yang diberikan Yewon sejak orang tuanya datang, terkadang air matanya mengalir, terkadang jarinya bergerak sedikit. Keluarga Lee terus berusaha membuat Yewon menanggapi setiap ucapan mereka.

“ YA! Sungmin aku lapar” Keluh Jaejin kepada Sungmin yang sedang asyik membaca disampingnya

“ SUNGMIN!!! AKU LAPAR!!” Teriak Jaejin ketika Sungmin tidak menanggapi perkataannya

PLETAK

Sungmin mendaratkan buku yang dipegangnya kekepala Jaejin

“ Berisik sekali, kalau kau lapar sana cari makan” Ucap Sungmin

“ Temani aku, aku takut sendirian, ini sudah malam” Jaejin menarik tangan Sungmin

“ Tsk, kadang aku heran, kenapa harus punya paman bocah seperti kau ini” Sungmin menendang Jaejin pelan dan membuat Jaejin sukses terduduk didepan pintu

CLEKK

Pintu kamar terbuka, Yoseob muncul dari balik pintu berwarna putih tersebut

“ Minta dia menemanimu paman” Sungmin menunjuk Yoseob yang baru masuk

Jaejin menarik tangan Yoseob kembali keluar kamar “ Sungmin brengsek, kau akan dapat balasannya pabo” Teriak Jaejin dari luar kamar

Jaejin dan Yoseob melangkahkan kaki mereka menuju sebuah tempat makan didepan rumah sakit. Yoseob melirik jam tangannya, pukul 01:00 pagi, pantas saja rumah sakit sangat sepi, dia melirik Jaejin yang berjalan disebelahnya yang terus saja menguap dan sesekali mengucek kedua matanya yang mulai sayu

“ Kau ngantuk paman?” Tanya Yoseob

Jaejin hanya menganguk dan kemudian mengucek kembali matanya yang semakin sayu

“ayo makanlah” Ucap Yoseob ketika mereka sudah duduk disalah satu meja makan dan dihadapan mereka sudah ada makanan yang dipesan oleh Jaejin. Jaejin tidak menjawab sama sekali.

***

Yoseob Pov

“ Ayo makanlah” Ucapku pada Jaejin yang duduk disebelahku, tapi tidak ada jawaban dari Jaejin sama sekali.

Aku mengalihkan pandanganku kearah samping, dan mendapatinya sedang tertunduk dengan kepala sempoyongan dan mata terpejam

“ Ya ampun bocah ini, tadi dia bilang sangat lapar, kenapa sekarang malah tidur, hei paman bangun ini makanan mu datang” Aku menguncang-guncang tubuhnya

“ Jaesungwon ayo main lagi sama paman” Dia mengingau dan merancu tak karuan

“ Memang bocah” aku mengeluarkan dompetku dan mengambil beberapa lembar uang kemudian meletakkannya diatas meja.

“ Paman ini demi cintaku pada Yewon” Aku menarik tubuhnya dan mengendongnya dipunggungku

Sepanjang jalan dia terus saja mengigau, lucu dan polos sekali, dan kali ini dia terus-terusan memanggil nama Jaesungwon.

“ Paman, apa kau sudah merestui aku dan Yewon? Aku benar-benar mencintainya, aku berjanji tidak akan menyakitinya, apa menurutmu kami serasi? Kaukan pamannya, pasti kau tau bagaimana perasaanya padaku” Ucapku pada sosoknya yang masih tertidur pulas dengan wajah polos tanpa dosa.

CLEEEKKK aku membuka pintu kamar tempat Yewon dirawat

“ Ada apa dengan paman” Tanya Sungmin Hyung ketika aku masuk

“ Dia tertidur” Jawabku dan berjalan kearah Sungmin hyung

“ Letakkan sibodoh itu disini” Sungmin hyung membereskan sofa yang dia duduki dan meletakkan bantal disalah satu sisinya

Aku merenggangkan otot pinggangku

“ Terimakasih” Ucap Sungmin hyung sambil menepuk pundakku

“ Untuk apa?” tanyaku bingung

“ Untuk semua hal yang kau lakukan pada keluargaku, aku tau kau yang menghubungi orang tua kami, dan meminta mereka  untuk datang dan meminta mereka untuk tidak bercerai, terima kasih” Dia menyelimuti tubuh Jaejin yang sudah terbaring diatas sofa

“ Tidak usah sungkan, aku tulus melakukannya demi Yewon, tidurlah hyung, aku akan menjaganya” Ucapku, dia mengacak rambutku dan mengambil posisi diantara kaki Jaejin dan memejamkan maatanya

Aku melanhkah mendekati ranjang Yewon dan menatap wajahnya, semakin kurus, pucat dan ekspresinya datar, tidak ada lagi senyumnya selama dua minggu ini, dan suara ketawanya yang khas tidak lagi kudengar selama dua minggu ini. Ya aku sangat merindukannya saat ini. Aku mengelus pelan kepalanya

“ Apa kabarmu? Kapan kau akan sadar? Aku merindukanmu, salah maksudku sangat merindukanmu” Aku duduk dikursi tepat disebelah ranjangnya

“ Aku merindukan suaramu, senyummu, tawamu, bahkan suara teriakanmu ketika memarahiku,aku merindukan semuanya, kapan kau bangun, aku berjanji akan membawamu jalan-jalan lagi, kali ini ketempat yang sepi, aku tau kau membenci tempat-tempat yang ramai. Kau tau Jaesungwon sekarang sudah bertambah besar, bulunya semakin halus karena paman rajin memandikannya dengan shampomu yang mahal itu, kau pasti kesalkan, ayo bangun marahi pamanmu” aku mengenggam tanganya terasa sedikit hangat tidak seperti biasanya dingin seperti es

“ Lee Yewon, aku menyukaimu, ya sejak aku melihatmu pertama kali, aku masih ingat hari pertama kuliah jam tujuh pagi, kau berjalan sendirian dengan Headphone ditelingamu, kau saat itu benar-benar mempesona, entahlah aku jadi rajin menungguimu diujung koridor menatapmu dari gerbang berjalan menyusuri koridor dan melewatiku yang sedang memandangimu, ayo cepat bangun, lakukan lagi apa yang kau lakukan seperti biasa dan aku akan menungguimu diujung koridor dan memelukmu, kau tidak usah pedulikan lagi perkataan orang-orang yang akan membuat hatimu terluka, karena aku akan menutup telingmu dan juga matamu agar semua hal yang membuatmu sakit tidak lagi kau lihat”

“ Ayo bangunlah, jawablah pertanyaanku, apa kau mau jadi kekasihku, ayo bangunlah” Aku mulai terisak

Aku melihat sebulir air mata mengalir dari matanya, apakah dia mendengarkanku?

“ Lee Yewon, aku tau seberapa menderitanya kau, kesepianmu, beban hatimu, dan juga luka dihatimu, aku akan membuatmu tersenyum tanpa beban dan tertawa sampai semua luka hatimu perlahan sembuh, Aku tau kau masih mencintai Junhyung, tapi aku akan menggantikan posisinya dan membuatmu bahagia, Cuma kau dan aku dan kebahagian” Tangan Yewon mulai bergerak lagi, kali ini dia mencoba membalas genggaman tanganku

“ Sungmin Hyung, Yewon menggenggam tanganku” Teriakku dan membuatnya tersentak

“ Yewon, ayo buka matamu, lihatlah matahari mulai terbit, kau harus lihat” Ucapku lagi mencoba terus membuatnya kembali sadar

“ Yewon, kau dengar oppa? Aku sudah lulus, kita akan tinggal bersama lagi sekarang” Sungmin Hyung sudah berada disampingku

Tubuh Yewon bergetar, kurasakan tangannya semakin kuat menggenggam tanganku, tapi dadanya terlihat naik turun terlihat sesak, suara nyaring dari monitor disamping kiri ranjangnya menunjukkan detak jantungnya semakin melemah.

“ Yewon” panggil Sungmin Hyung

“ cepat tekan tombolnya, panggil dokter” Ujar Sungmin hyung

Aku menekan tombol yang ada berada diatas kepala ranjang Yewon, tombol pemanggil khusus suster dan dokter.

Beberapa menit kemudian Dokter dan beberapa suster masuk kekamar dan mulai memeriksa Yewon.

Aku dan Sungmin hyung diminta untuk keluar, sementara Jaejin masih tertidur pulas diatas sofa.

POV and

****

Tuan dan nyonya Lee nampak berlari kecil disepanjang koridor rumah sakit menuju sebuah ruangan

“ Apa yang terjadi” Tanya tuan Lee ketika mereka sudah berada didepan sebuah kamar yang pintunya tertutup

“ Entahlah appa, tadi dia sepertinya sudah sadar, tapi tiba-tiba kritis” Jawab Sungmin dengan wajah frustasi

“ Dimana pamanmu?” Tanya nyonya Lee melihat sekitarnya mencari sosok Jaejin

“ Dia didalam” Jawab Yoseob yang sedang duduk disalah satu bangku didepan ruangan tersebut

“ Yewon!!!” Sebuah teriakan dari dalam ruangan, dan teriakan itu milik Jaejin, semenit kemudian tubuhnya diseret keluar oleh dua orang perawat.

“ Paman kau sudah bangun” Sungmin mengelus kepala Jaejin

“ Yewon!!!” Teriaknya frustasi

“ Ada apa dengan Yewon” Tanya nyonya Lee mulai panik

“ Dia kritis, dokter didalam sedang memacu jantungnya dengan alat pacu jantung, tapi dia tidak bereaksi sama sekali” Ucap Jaejin dengan mata berkaca-kaca

“ Yewon!” Kali ini Nyonya Lee yang berteriak dan menangis dipelukan suaminya

“ Hyung” Gumam Yoseob tertunduk tepat disebelah Sungmin

“ Tenanglah, kau doakan dia selamat” Sungmin mengelus pelan kepala Yoseob yang tertunduk dan mulai berkaca-kaca

Sementara didalam ruangan dokter masih terus berusaha menyelamatkan Yewon

“ Dokter, detak jantungnya semakin melemah” Ujar salah satu perawat

“ Cepat pacu jantungnya lagi dan terus berikan dia oksigen” Perintah Dokter

To Be Continue

5 thoughts on “[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 4 of 5

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s