My Beautiful Ghost! [CHAPTER 1]

image

*mian. lagi2 sebuah cover yg abal2*

Title: My Beautiful Ghost!

Author: Yoo Jangmi / J.b2utyH:LLER (asiiiiik gue punya nama baruuuu#bletakk)

Genre: Romance, Drama, Fantasy, Comedy (a little bit ~u.u~)

Length: Chaptered

Rating: PG14

Cast:
-SNSD’s Tiffany Hwang
-2PM’s Jang Wooyoung
-Super Junior’s Lee Donghae
-SNSD’s Kim Taeyeon
-SNSD’s Choi Sooyoung
-MBLAQ’s Yang Seungho
-T-Ara’s Hyomin
-SNSD’s Im Yoona
*and other cast find yourself^^*

Disclaimer:
Semua cast (kec.OC) bukan punya author, tapi Seungho itu punya author #jedorrr *wkwkwk* maksudnya cerita punya author.^^

Author’s Note:
heyy ketemu lagi ama gue #plak!! xD
ehm ehm tes tes #jledak!
ini dia lanjutan prolog yang kemarin hehe^^
semoga readers suka dan semoga epep ini laku, selaku epep2 chapterku yg sebelum2nya (Sonbae’s Secret Lover, Chocolate Love) hohoho karena menurut beberapa orang bakat menulisku itu tinggi lho, bisa membawa orang ke dalam cerita hehe, entah menurut readers di sini bagaimana kekeke ^^
dan semoga aja feelnya dapet ye hehe ^^
terus sebenernya inspirasi bukan cuma dari 49 Days aja lho, tapi juga dari lagunya Davichi – To Angel, waktu denger lagu itu author nangis sampe banjir *asli serius ga boong*, jadilah lagu itu author tetapkan sebagai main theme FF ini terutama untuk love story-nya YoonHae di FF ini, coba deh readers download tuh lagu sedih deh bener!! *promosi* #plak
tapi ya ga tau sih readers bakal nangis kagak denger lagu itu, kalo author baru nyampe ref pertama udah nangis *maklum author gampang nangis* #bukk :))

and please…
DON’T BE SILENT READERS AND DON’T BE PLAGIATOR!!!!!!
*#*HAPPY READING ALL!*#* :))

__________________________________________________
Previous: | Prologue |

#CHAPTER 1#
“The Invisible Girl”


“maka kau akan mati” kata Donghae dengan wajah meyakinkan. “ma…mati? jeongmalyo?? seburuk itu kah?” tanya Tiffany. Donghae mengangguk “ya seburuk itu, sekarang pilihannya ada di tanganmu, kau mau hidup atau kau mau mati” ujar Donghae santai, seolah urusan hidup dan mati sudah biasa baginya.

Tiffany terdiam sejenak, dan kembali melihat ke dalam ruangan tempat ia dirawat. “aku mau hidup” ujarnya pelan.
“baguslah, kupikir kau ingin mati” kata Donghae, lalu mengeluarkan setangkai mawar putih dari sakunya.
“yah, bawa ini. Setiap satu kelopak gugur, artinya satu hari sudah berkurang. kau tidak perlu menghitung, karena di kelopaknya akan tertulis sisa harimu” kata Donghae sambil menyodorkan bunga itu pada Tiffany.
Gadis itu mengangguk, dan menerima bunga itu. “apa semua orang yang kau beri kesempatan diberi bunga seperti ini juga?” tanya Tiffany. “ahh tidak juga sih, tapi untukmu ini yang paling cocok. Aku harus pergi, ada jadwal, aku harus menjemput seseorang” kata Donghae dan…

Cling!

Dalam satu kedipan mata ia sudah menghilang. “yah! bagaimana aku bisa pulang? aku juga belum mengerti!!” seru Tiffany, tapi sang penjadwal tidak kembali untuk menjawab pertanyaannya. jadi ia memutuskan untuk pulang sendiri, bagaimana pun caranya

“apa aku harus jalan kaki” gumam Tiffany sambil menyusuri lorong rumah sakit.
“rasanya aneh jadi hantu, tidak ada yang bisa melihatku, aku tidak merasa lelah atau lapar, keren juga sih” batin Tiffany sambil tersenyum dan tanpa disadarinya satu kelopak mawar putih itu sudah gugur…

__________________________________________________

#Sementara itu…

Sebuah truk berhenti di depan sebuah rumah tua. Truk itu mengangkut barang-barang milik penghuni baru rumah itu.

“Jang Wooyoung-sshi, kami harus meletakan ini dimana?” tanya si supir truk pada seorang laki-laki.
“taruh disitu saja, nanti akan kupindahkan sendiri” kata Wooyoung sambil menunjuk beberapa kotak.
Supir truk itu mengangguk dan melanjutkan menurunkan barang-barang dari truk, bersama beberapa tukang angkut lainnya.
Setelah semua beres, truk itu (tentu saja beserta supir dan tukang angkut lainnya) pergi meninggalkan tempat itu.

Wooyoung menghela napas kemudian menatap rumah tua didepannya. “sungguh menyebalkan” gumamnya.

Kemarin, segera setelah pemilik lamanya pindah, haraboji-nya langsung membeli rumah ini, dan menyuruhnya menempatinya dulu selama sebulan. Kata haraboji-nya, beliau masih punya urusan penting di pulau Jeju sampai bulan depan, dan tinggal sendirian di rumah tua bukanlah sesuatu yang pernah terpikir sedikitpun oleh Wooyoung. Ia tidak suka rumah tua.

“Wooyoung-a!!!” terdengar suara panggilan ceria dari sahabatnya Park Hyomin.
Gadis itu berlari ke arahnya lalu menepuk lengannya. “woah, jadi ini rumah barumu?? kelihatan seperti toko barang antik” kata Hyomin sambil ikut menatap rumah tua itu.
“ani, ini bukan rumahku. Ini rumah haraboji, aku cuma disuruh tinggal di sini selama sebulan” kata Wooyoung, lalu ia menengok ke kanan dan ke kiri. “mana Seungho? dia tidak ikut?” tanya Wooyoung, Hyomin langsung cemberut. “huh dia itu sedang dihukum profesor Min di kampus, absensinya bolong-bolong” kata Hyomin kelihatan jengkel. Wooyoung langsung mengangguk mengerti.
“kalau begitu kau bisa bantu aku?” tanya Wooyoung. “bantu apa?” kata Hyomin balas bertanya.
Wooyoung mengangkat salah satu kardus dan tersenyum “bantu aku memasukan barang-barang ini ke dalam” katanya. Hyomin hanya bisa memasang ekspresi datar lalu mengangkat salah satu kardus yang kecil.

Ketika masuk ke dalam, Hyomin langsung bersin-bersin. Padahal baru kosong sehari, rumah itu sudah penuh debu lagi.
“yah, ini sih benar-benar toko barang antik” kata Hyomin sambil meletakan sebuah kardus berisi barang pecah belah.
“ne, haraboji agak sedikit terganggu jiwanya, buat apa ia beli rumah ini” kata Wooyoung, ia benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran haraboji-nya.

Hyomin duduk di sebuah kursi lalu menghela napas, ia lumayan lelah setelah mengangkat banyak kardus, meskipun yang kecil-kecil.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan…

Sssett!

Sekilas seperti ada yang masuk lewat pintu depan. Hyomin bergidik ngeri lalu meyakinkan dirinya sendiri, siang-siang tidak mungkin ada hantu.
“Wooyoung-a, ada yang aneh deh di sini” ujar Hyomin.
Wooyoung menatap sahabatnya dengan tatapan heran “apanya yang aneh?” tanyanya.
Hyomin terdiam sejenak, ia kelihatan memikirkan sesuatu.
“hmm tidak ada, mungkin karena aku tidak suka rumah tua jadi aku agak merasa aneh” kata Hyomin sambil tersenyum.
Wooyoung menggumamkan kata “oh” sambil mengangguk pelan.

“aih sialan!” tiba-tiba Hyomin mengumpat, sampai-sampai Wooyoung yang sedang minum menyemburkan minumannya. “yah, ada apa sih! mengagetkan saja” protes Wooyoung
“ah aniyo, eh aku harus kembali ke kampus, sampai ketemu besok ya, annyeong!” kata Hyomin, lalu berdiri dan melambai pada sahabatnya, setelah itu ia segera kabur (?).

Sekarang Wooyoung sendirian di rumah itu. Bersama tumpukan barang tentunya.
Ia menghela napas, lalu mulai membereskan rumah…

__________________________________________________

#Sooyoung’s Apartment…

Sooyoung duduk di atas tempat tidurnya, sambil memikirkan sesuatu.
Ia menggelengkan kepalanya lalu menggumam “andwae, jeoldae andwae”. Lalu ia menggigit bibirnya. “apakah akan ketahuan? tidak, tidak boleh ketahuan. Tapi apa yang harus kulakukan kalau sampai ketahuan?? eotteokhae?” kata Sooyoung dalam hati, sekarang ia mulai dikejar ketakutan dan rasa bersalah.

Sooyoung menyentuh luka di kepalanya, luka yang sama sekali tidak parah. Tidak sebanding dengan apa yang sedang dirasakan Tiffany yang harus terbaring koma.
“apa yang harus kulakukan? apa yang harus kulakukan supaya tidak ada yang tahu kalau aku yang menabrak mobil keluarganya?? apa aku harus…”
Ketika sebuah pemikiran muncul di kepalanya, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh Taeyeon.

“yah! kenapa kau malah ada di sini? apa kau tidak peduli sedikitpun pada Fany?” seru Taeyeon sambil menghampiri Sooyoung, yang diam saja dan tidak merespon perkataannya.
“yah Choi Sooyoung!!” seru Taeyeon lagi.
“apa yang ada dipikiranmu itu cuma Fany? kau tidak pernah sedikitpun mempedulikanku! sedikit-sedikit Tiffany, kau tidak pernah sedikitpun menganggapku sahabat!” Sooyoung balas berseru.
“tapi sekarang ini Fany sedang…”
“sedang apa? sedang koma? iya aku tahu! terus aku harus melakukan apa? aku harus datang ke rumah sakit dan menangisinya, begitu maksudmu? menangisinya terus tidak akan membuatnya bangun dari koma kan?” kata Sooyoung ketus, lalu ia menarik napas dalam-dalam dan menunjuk pintu. “keluar” usirnya.
Taeyeon pun berdiri, matanya menatap Sooyoung lekat-lekat “tanpa di suruh pun aku akan keluar! Sooyoung-a, asal kau tahu, kau semakin berubah” kata Taeyeon lalu melangkahkan kakinya, keluar dari apartemen Sooyoung.

“ahh semua orang begitu menyebalkan!!” teriak Sooyoung, tanpa menyadari kalau dirinya sendiri saja sudah lebih dari menyebalkan.
Ia mengambil bantal dan menutupi wajahnya dengan bantal.
Tiba-tiba ia teringat pada mobilnya yang lecet-lecet. Mobil hasil tabungannya bertahun-tahun, sekarang lecet hampir di seluruh bagian.
“ahh eotteohkhae” gumam Sooyoung frustasi.

~****~

Taeyeon memutuskan untuk kembali ke rumah sakit tempat Tiffany dirawat.
Selama perjalanan, di taksi, ia melamun memandangi jalanan melalui jendela.
“Sooyoung benar-benar berubah, sebenarnya apa sih yang membuatnya berubah begitu?” pikir Taeyeon, lalu ia menyadari sebuah keganjilan.
Tadi sewaktu ia datang ke apartemen Sooyoung, di tempat parkir ada mobil Sooyoung.
Mobil itu penuh lecet seperti habis menabrak sesuatu atau habis kecelakaan.
“hmm pasti ada yang ia sembunyikan” kata Taeyeon dalam hati.

Sesampainya di rumah sakit, ia langsung pergi ke kamar rawat Tiffany. Disana ada eomma-nya Tiffany, sedang mengajak bicara anaknya.
“Ajumma” panggil Taeyeon sambil masuk ke dalam ruangan. “oh Taeyeon-a, kau sudah kembali” kata eomma-nya Tiffany sambil tersenyum kecil pada Taeyeon, lalu kembali pada anaknya.
“bagaimana keadaan Fany? ada perubahan?” tanya Taeyeon, ia mengambil sebuah kursi dan duduk di sebelah eomma-nya Tiffany. “eobseoyo” kata eomma-nya Tiffany, wanita paruh baya itu mulai menangis lagi.
Taeyeon hanya bisa memeluk eomma-nya Tiffany, yang sudah ia anggap eomma-nya sendiri juga. “aku yakin Fany pasti sembuh, ia akan bangun aku yakin itu” ujar Taeyeon.
eomma-nya mengangguk “ya, semoga saja” …..

__________________________________________________

#malamnya#

Tiffany duduk di pojokan kamar lamanya, ia bingung mau melakukan apa. Seharian yang ia lakukan cuma duduk di sana.
Tapi ia bisa mendengar suara-suara berisik orang yang sedang beres-beres di ruang tengah. Ia juga sudah melihat orangnya tadi siang.

“hmm aku intip ah, dia sudah selesai belum ya?” gumam Tiffany, ia pun berdiri dan berjalan ke pintu yang setengah terbuka.
Dengan perlahan ia keluar dari kamar dan mengintip, si pemilik rumah baru, alias Jang Wooyoung, yang baru saja selesai membereskan seluruh rumah.

“huh akhirnya selesai juga, sekarang aku ingin makan sesuatu. Terpaksa makan ramyeon instan” kata Wooyoung, sambil melepas sarung tangannya, lalu pergi ke dapur.
Tiffany yang mendengar kata ‘ramyeon’ langsung cemberut.
“uh ramyeon!!! enaknya dia bisa makan, sementara aku? merasa lapar saja tidak, mau makan juga tidak bisa” kata Tiffany kesal, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke dapur juga.
Mungkin dengan melihat ramyeon yang dimasak Wooyoung, kerinduannya pada makanan bisa lebih teratasi.

Sesampainya di dapur, ia hanya berdiri diam di belakang Wooyoung yang sedang membuat ramyeon instan itu.
Ternyata melihat makanan malah membuatnya semakin tersiksa.

Beberapa menit kemudian, ramyeon itu matang. Wooyoung mengangkat panci berisi ramyeon itu ke ruang makan, dan meletakannya di meja.
Ia belum juga sadar, sejak tadi Tiffany atau mungkin lebih tepatnya hantu Tiffany mengikutinya terus di belakang.
“ya ampun aku lupa sumpitnya” gumam Wooyoung, ia pun berjalan kembali ke dapur, dan Tiffany yang entah mau bagaimana mengikutinya lagi seperti ekor.

Setelah mengambil sumpit, Wooyoung membalikan badannya dan….

JREEEENG… (?)

Ada Tiffany di belakangnya. Ia langsung menunjuk-nunjuk Tiffany dengan sumpit saking kagetnya. “yah! neon nuguya!!” kata Wooyoung.
Tiffany langsung membulatkan mulutnya saking kaget dan senangnya. “omo, kau bisa melihatku??” kata Tiffany sambil tersenyum. “yah memangnya kamu ini…” Wooyoung menggantungkan kata-katanya dan melihat Tiffany dari atas ke bawah. Tubuh gadis itu transparan seperti…hantu.
“kamu ini…hantu?! yang benar saja sih?? uh pasti aku sudah gila!” kata Wooyoung lalu memukul-mukul kepalanya, tapi ketika ia perhatikan sekali lagi, gadis itu memang transparan.
“aku…aku memang hantu. eh kau benar-benar bisa melihatku? bagaimana mungkin?” kata Tiffany bingung. Wooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia sendiri lebih bingung.
“ok baiklah, sekarang beritahu aku dulu siapa kamu” ujar Wooyoung. “aku Tiffany, kau boleh panggil aku Fany saja. aku pemilik lama rumah ini” kata Tiffany sambil memasang senyum termanis yang ia punya.
“aku Jang Wooyoung, ya bisa dibilang pemilik baru rumah ini. Dan sekarang aku lapar, jadi biarkan aku makan, sambil kau ceritakan padaku bagaimana semua ini bisa terjadi, ok?” kata Wooyoung, Tiffany mengangguk “ok!” katanya, lalu mengekori Wooyoung lagi ke ruang makan.

Mereka berdua duduk di meja makan. Sementara Wooyoung makan ramyeon, Tiffany menceritakan seluruh kejadian, kecuali bagian perjanjiannya dengan Penjadwal.
“jadi kau kecelakaan, lalu koma. Dan tiba-tiba saja rohmu ada di sini, begitu?” kata Wooyoung setelah acara makan ramyeon-nya selesai. Tiffany mengangguk. “mmm, tapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengganggumu kok” kata Tiffany, sambil tersenyum. “baguslah kalau begitu, oh ya setelah ini aku mau tidur, kau mau melakukan apa?” kata Wooyoung.
“nan molla, yang biasanya dilakukan hantu apa?” tanya Tiffany.
sekarang ia bertanya-tanya, apa ia bisa tidur juga? tapi ia tidak merasa lelah.
“aku belum pernah jadi hantu, bisa melihatmu saja aku sudah kebingungan” kata Wooyoung sambil berdiri, ia membawa panci bekas makannya ke dapur, lalu entah melakukan apa di dapur, pokoknya cukup lama.

Sementara itu, Tiffany melamun menatap vas bunga kosong yang terletak di tengah meja makan. Dan ia pun mendapat ide. Diletakannya mawar putih yang sejak tadi ia pegang, di vas itu. Sekarang ia bisa lebih mudah melihat sisa harinya.
“29 hari lagi, bisakah aku menyelesaikan misi itu? bagaimana kalau tidak ada satupun orang di dunia ini yang tulus mencintaiku?” kata Tiffany dalam hati, masih sambil menatap vas bunga itu.

Wooyoung yang hendak pergi ke kamar, tadinya ingin bicara dengan Tiffany sekali lagi, tapi karena kelihatannya gadis itu sedang asik melamun, ia mengurungkan niatnya dan langsung pergi ke kamar.
“ia terlalu cantik untuk jadi hantu”

….

__________________________________________________

#besoknya…

Hari ini Tiffany sendirian di rumah, karena Wooyoung pergi kuliah. Tapi laki-laki itu sudah janji akan pulang sore. Jadi sambil menunggu Wooyoung pulang, ia duduk di meja makan dan memandangi bunga mawar putihnya, satu kelopak telah gugur lagi pagi tadi.
“huh aku bingung, bagaimana ada yang mau mengatakan ‘saranghae’ padaku kalau aku tidak terlihat?” gumam Tiffany, lalu mengerucutkan bibirnya.
“ih dasar Penjadwal bodoh!!! bukannya menjelaskan dulu detailnya, malah pergi begitu saja!!! menyebalkan!!” seru Tiffany, sambil menggoyang-goyangkan kakinya.

“yah! barusan kau mengataiku bodoh?”
Tiba-tiba Donghae muncul begitu saja, entah dari mana dan bagaimana (?).
“oh, kenapa…kau bisa ada di sini?? a…aku bukan bermaksud mengataimu bodoh, hanya saja…” Tiffany menggantungkan kata-katanya, “mwo?” tanya Donghae lagi. “aku tidak mengerti, bagaimana bisa ada yang mencintaiku kalau aku tidak terlihat” kata Tiffany.
“aish masih tidak mengerti juga? kalau begitu ayo ikut aku, biar kuberi contoh” kata Donghae lalu berjalan ke pintu depan, Tiffany pun mengikutinya dari belakang.

“kita pergi dengan cara manual? kenapa tidak pakai cara ajaib saja biar cepat?” tanya Tiffany, sambil memasang ekspresi polos.
“tempatnya tidak jauh” kata Donghae singkat.

Ia menuntun Tiffany ke sebuah mini market, yang memang tidak terlalu jauh dari situ.
Sekarang keduanya berdiri di depan mini market itu.
“sekarang, coba kau lihat perempuan yang berdiri di belakang meja kasir itu” ujar Donghae sambil menunjuk orang yang ia maksud, dari balik dinding kaca mini market yang tembus pandang.
Tiffany menurut dan mulai memperhatikan perempuan itu.

Sebenarnya perempuan itu cantik, hanya saja tubuhnya kurus, wajahnya pucat karena efek kurang tidur malam, rambutnya yang panjang digerai begitu saja. Pakaiannya asal-asalan, ia memakai celana jeans lusuh, jaket biru muda yang kelonggaran, dan sepasang sepatu kets tua berwarna abu-abu putih. Wajahnya tampak murung, seperti tidak ada semangat hidup.
Jika dilihat dari penampilannya, bisa dibilang perempuan itu sama sekali tidak menarik.

“apa pendapatmu tentang dia?” tanya Donghae. Tiffany menggumamkan “mmm” panjang sambil memikirkan sesuatu.
“dia itu…kelihatan kasihan. maksudku, dia cantik tapi…” kata Tiffany, lalu terdiam, ia mau bilang “tidak menarik” tapi tidak jadi.
“ne ne aku tahu, tidak menarik kan? ya memang. dari penampilannya, mungkin orang meliriknya saja tidak. Tapi masih ada setidaknya satu orang yang tulus mencintai perempuan itu” kata Donghae, lalu kembali memandangi perempuan tadi, “yaitu aku” lanjutnya dalam hati.

“benarkah? siapa orangnya?” tanya Tiffany penasaran. “siapa orangnya itu tidak penting, yang penting sekarang kau sudah mengerti belum konsepnya?” kata Donghae, Tiffany memanyunkan bibirnya dan menggeleng.
“aish kau ini…dasar babo” kata Donghae sambil menyentil (?) kening Tiffany.”auh, kok aku bisa merasa sakit?” gumam Tiffany sambil menyentuh keningnya. “tentu saja bisa, karena aku yang menyentil keningmu. Kalau orang biasa menyentuhmu saja tidak bisa, bagaimana mau memukul atau menyentil” kata Donghae, ia cepat-cepat melanjutkan sebelum Tiffany bicara lagi. “yah, dengarkan baik-baik, intinya seperti apapun dirimu, pasti masih ada yang mencintaimu di dunia ini. Jadi meskipun kau hantu dan tidak terlihat, mungkin masih ada yang tulus mencintaimu. Intinya ketulusan, arasseo?”
Tiffany mengangguk “eoh arasseo” ujar Tiffany. Lalu ia menggumam “sebenarnya sih aku masih tidak mengerti” gumam Tiffany. “mwo?!! kau masih tidak mengerti juga?!!” seru Donghae kaget, Tiffany langsung menggeleng “hehehe aniyo, aku sudah sangat mengerti” katanya sambil nyengir.
“awas saja kalau kau masih tidak mengerti. Aku harus pergi, ada yang harus kujemput” kata Donghae, lalu menjentikan jarinya. “eh tunggu jangan pergi dulu, aku mau ikut boleh?” tanya Tiffany. “kau tidak takut melihat orang dijemput?” kata Donghae balas bertanya.
Tiffany langsung menundukan kepalanya, ia baru ingat dirinya sendiri juga sedang berada di antara hidup dan mati, kalau ia melihat orang mati, ia pasti ketakutan. “oh baiklah aku tidak jadi ikut, tapi bisa tidak kau mengantarku ke…” Ketika ia mengangkat kepalanya, Lee Donghae alias sang Penjadwal sudah hilang.
“uh aku ingin ke rumah sakit!!” seru Tiffany frustasi
“ya sudah aku naik bus saja” kata Tiffany lagi, ia pun melangkahkan kakinya ke halte bus terdekat.

Sesampainya di sana, sudah ada sebuah bus yang datang. Tiffany pun cepat-cepat naik ke bus, mengikuti orang lain yang naik.
Ternyata di dalam ada Taeyeon, mungkin mau pergi ke rumah sakit juga.
Tiffany tersenyum dan langsung duduk di sebelah sahabatnya itu.
“Taeyeon-a, bagaimana kabarmu?” tanya Tiffany, ia tahu Taeyeon tidak akan bisa melihat atau mendengarnya, tapi ia tetap menanyakan hal itu.

“aku merasakan sesuatu” batin Taeyeon sambil melihat ke sebelahnya. Disana ada Tiffany, tapi ia tidak bisa melihatnya.
Taeyeon pun menghela napas “ternyata tidak ada apa-apa” gumamnya. Padahal ia merasa ada seseorang di sebelahnya. Ya, memang ada.

Beberapa saat kemudian, bus itu berhenti. Taeyeon pun turun dari bus, diikuti oleh Tiffany dibelakangnya.
Gadis itu terus mengikuti Taeyeon sampai ke rumah sakit, bahkan ikut masuk ke dalam ruang rawat juga.

Di dalam ruang rawat, ada eomma-nya. Seperti biasa sedang mengajak bicara ‘dirinya’ yang terbaring koma. Tiffany mendekati tempat tidur itu, dan melihat dirinya sendiri, setelah itu melihat eomma-nya yang kelihatan sangat tertekan.
Ia hampir saja menangis lagi, tapi tiba-tiba dokter datang dan meminta Taeyeon, beserta eomma-nya juga untuk keluar.

Diluar…

“Taeyeon-a, ajumma mau ke toilet sebentar”  ujar eomma-nya Tiffany. Taeyeon mengangguk pelan.
Sekarang ia sendirian, eh berdua bersama hantu Tiffany di koridor rumah sakit.
“entah kenapa aku merasa ada yang mengikutiku dari tadi” batin Taeyeon sambil melihat ke sebelah kanan dan kirinya. Tapi ia tetap tidak melihat siapa-siapa, persis seperti di bus tadi.
“Taeyeon-a, aku di sini, andai saja kau bisa melihatku” kata Tiffany, ia ingin menyentuh bahu Taeyeon, tapi tidak bisa. Tangannya menembus apapun yang ingin ia pegang, akhirnya ia menyerah.
“huh, geurae, Taeyeon-a, aku pulang dulu ya, jangan lupa makan” ujar Tiffany sambil cemberut, lalu berdiri dan berjalan pergi.
Taeyeon, entah kenapa merasa ada yang bicara padanya, mungkin ini karena ia sangat dekat dengan Tiffany, sampai-sampai ia bisa merasakan keberadaan gadis itu, meskipun tidak dapat melihatnya.
“Fany-ya, kau harus cepat bangun” kata Taeyeon dalam hati, ia memandang langit-langit rumah sakit dan mulai memejamkan matanya.

Tiba-tiba ada yang menepuk pahanya. Ia langsung terbangun lagi saking kagetnya.
Yang menepuk pahanya itu adalah seorang gadis kecil, rambutnya dikuncir dua, dan ia juga memakai syal kotak-kotak pink putih. Anak itu manis sekali.
“eonni, kenapa eonni tidur di sini?” tanya anak itu sambil tersenyum manis, mungkin usianya sekitar enam atau tujuh tahun. “ah tidak apa-apa, mana orang tuamu? kau kesini dengan siapa?” tanya Taeyeon sambil tersenyum.
“aku bersama Oppa-ku, dia sedang beli obat untukku” kata anak itu, kali ini ia nyengir menunjukkan giginya yang ompong.
“oh, siapa namamu?” tanya Taeyeon lagi. “namaku Yang Seungah, kalau eonni?”
“aku Kim Taeyeon” kata Taeyeon.
“nama yang bagus” kata Seungah, sambil duduk di sebelah Taeyeon.
“gomawo, eh ngomong-ngomong Oppa-mu tahu kan kau di sini?” ujar Taeyeon, Seungah menggelengkan kepalanya, kedua kuncirnya ikut bergoyang. “aniyo, dia tidak tahu aku di sini, tapi ia pasti mencariku kok, dia itu menyayangiku terlalu berlebihan, sampai-sampai aku pergi ke kamar mandi saja, ia pikir aku hilang” kata Seungah, Taeyeon tertawa kecil sambil memainkan kuncir Seungah.

“Seungah-ya!!” panggil seseorang. Sontak Taeyeon dan Seungah menoleh ke sumber suara.
laki-laki yang tadi memanggil Seungah, sekarang menghampiri anak kecil itu dengan ekspresi khawatir yang sangat jelas. “yah, kupikir kau hilang, kau kemana saja” tanyanya, Seungah langsung manyun. “aku di sini, bersama Taeyeon eonni. Seungho Oppa terlalu berlebihan!” kata Seungah sambil menunjuk Taeyeon yang duduk di sebelahnya.
“annyeong” kata Taeyeon sambil tersenyum pada laki-laki yang ia tahu bernama Seungho.
“oh annyeong, mian sudah merepotkanmu, Seungah memang sangat nakal, sekali lagi mianhae” kata Seungho. “aniyo, sama sekali tidak merepotkan, ehm aku boleh tahu dongsaeng-mu sakit apa?” ujar Taeyeon lagi.
Seungho menghela napas lalu berkata “ia sakit kanker”
Taeyeon langsung memekik saking kagetnya “kanker? kau serius? anak sekecil ini?” tanya Taeyeon kaget. Seungho mengangguk lalu menggandeng tangan Seungah. “kaja Seungah-ya, oh ya gomawo sudah menemaninya” kata Seungho sambil tersenyum pada Taeyeon. “ne, jalgayo” kata Taeyeon, lalu melambai pada Seungah.
Kedua kakak beradik itu pun pergi meninggalkannya.
“omo, kasihan sekali Seungah, semoga ia segera sembuh” gumam Taeyeon
….

**********************************************************

(singkat cerita) Malamnya…

#rumah Wooyoung#

Wooyoung berjalan menuju pintu depan rumahnya. Ia cukup terkejut melihat pintunya yang terbuka. “eh ada maling ya?” pikir Wooyoung sambil celingak celinguk.

“annyeong!!!” seru Tiffany tiba-tiba dari balik pintu.
“aigoo….ternyata kamu” kata Wooyoung, ia hampir memekik karena kaget, untung ia cepat menyadari kalau di rumahnya ada hantu Tiffany.

“katanya kau mau pulang sore, ini namanya sudah malam!!” kata Tiffany, lagi-lagi mengekori Wooyoung kemana pun laki-laki itu pergi.
“yah, bukannya kau sudah berjanji tidak akan menggangguku, kalau begitu jangan mengikutiku terus! ini namanya mengganggu!” kata Wooyoung. “terus aku mau melakukan apa? yang bisa kulakukan cuma mengikutimu” kata Tiffany, lalu manyun.
“aish, jadi aku ke kamar mandi pun kau tetap mengikuti?” tanya Wooyoung kesal.
Tiffany cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
“ne???!!! oh aniyo!! mana mungkin aku mengikutimu ke kamar mandi, geurae aku akan berhenti mengikutimu” kata Tiffany, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan cepat-cepat kabur ke ruang tengah.

Di sana, ia duduk memeluk lutut, di pojok ruangan.
“huh aku memalukan!!” kata Tiffany. “habis aku bingung harus melakukan apa!! ehm, sekarang cuma dia yang bisa melihatku, apa aku harus membuatnya jatuh cinta padaku?? aih ide macam apa itu mengerikan sekali!!! Tinggal 28 hari lagi, apa yang harus kulakukan!!! ah eotteohkhae!!!” seru Tiffany dipenuhi kebingungan.

“ada apa sih? kenapa teriak-teriak terus??? lama-lama aku jadi takut juga tinggal di sini” kata Wooyoung yang baru datang dari dapur, sambil menghampiri Tiffany yang duduk di pojokan. Lagi-lagi ia membawa sepanci ramyeon instan.
Tiffany menggeleng lemah. “tidak ada apa-apa” katanya pelan, dan sebuah ide tiba-tiba muncul di kepalanya. Tiffany pun berdiri lalu menatap Wooyoung dengan tatapan memelas seperti anak kucing.
“kenapa menatapku seperti itu?” tanya Wooyoung heran bercampur takut.
“boleh aku minta tolong??” kata Tiffany, Wooyoung mengangguk ragu-ragu (?) “bo…boleh, minta tolong apa?” tanyanya.
“tolong bantu aku mendapatkan satu kata ‘saranghae’ yang tulus”

__________________________________________________

#another story#

“Im Yoona-sshi, kau boleh pulang” kata seorang wanita paruh baya, sambil tersenyum.
“ne, kamsahamnida” sahut Yoona datar, ia mengambil tasnya lalu pergi dari mini market itu.

Sejak tadi kepalanya pusing, mungkin karena terlalu lelah dan karena kurang tidur. “dingin sekali” gumamnya sambil meniup-niup tangannya, jaket biru mudanya yang kelonggaran tidak mampu menahan hawa dingin yang menusuk.
“ah sebaiknya aku pakai sarung tangan” katanya dalam hati. Yoona menghentikan langkahnya, dan mengambil sepasang sarung tangan dari dalam tasnya.

Tiba-tiba ada yang memegang bahunya dari belakang. Saking kagetnya ia hanya bisa diam.
“Yoona-ya” panggil seseorang yang memegang bahunya itu.
Yoona langsung mengenali suara itu, tapi ia takut dugaannya salah.
“Oppa?”
……

#To Be Continued….

**********************************************************

#duarrrrr *ditembak readers*
ANCUR + GAJE BANGET YAH????
huhuhu mianhae otak tiba-tiba mentok di tengah2 u.u (chap 1 nya aja gaje begini gimana lanjutannya?)
semoga ga pada kecewa yaa #bukk
tapi ya kalo ga laku, author bakal nyimpen dulu ini FF dan gak akan dilanjutin dulu #dibunuh

oh ya tau ga?? author lagi suka banget sama lagu terbarunya f(x) yang Electric Shock !!!
tuh lagu keren banget deh, terus sama SISTAR – Alone, ini lagu juga author suka banget ampe hampir tiap hari diulang-ulang, hehehe *kok malah curcol* #bletakk

Skip ajalah omongan ga penting ini

ya udah RCL nee

*cling*
#ngilang sebelum dilempar sepatu sama readers#

53 thoughts on “My Beautiful Ghost! [CHAPTER 1]

  1. Huwahai!! Keren thor! Oh ya, posternya gak abal kok! Keren malah! Sampai skrg aku malah gk ngerti cra bikin poster begitu. Emang caranya gmn?

    • huhuhu gomawo ne masih mau bilang ff ancur ini keren u.u
      tapi aku janji deh, chapter lanjutannya bakal lebih bagus ^^

      jinjja keren covernya??? gomawo ne, cara bikinnya imajinasiku + setumpuk effects + setumpuk bokeh + setumpuk lights + setumpuk font lungker2 diaduk jadi satu jadilah tuh cover #digampar
      tapi beneran deh bikinnya ngasal

      P.S: mian baru di reply inet error dari pagi + aku takut ngadepin komennya u.u

  2. Klo di bilang gaje ceritanya kagak gj Cumannya lebih rapiff sonbae secret lover ato Chocolate love gitu. Entahlah Keknya lbh enak di pandang gt.
    Keep on writing y

    • gomawo masih mau baca ff ancur ini yaa u.u

      iya aku juga sebagai author ngerasa emang kurang rapi kok, mian ya u.u

      P.S: mian baru di reply inet error dari pagi + aku takut ngadepin komennya, takut pada ngamuk readernya *lebay’* #bukk

    • huhuhu gomawo udah mau baca ff ancur ini u.u

      beneran bagus? bikin penasaran?? sekali lagi gomawo ya *sampe mau nangis nih*

      iya deh aku bakal lanjut, janji lanjutannya bakal lbih bagus ^^

      P.S: mian baru direply inet error + aku takut liat komennya

  3. sedikit membingungkan #PLAK digampar saeng dah :( , maksud’a greget’a kurang dapet gitu #it’s my feel :) . Tape tetep HWAITING ON WRITING #aku dorong pake turbo jet supaya tetep kenceng nulis’a :)

    • huhuhu iya oppa, aku juga yg nulis ngerasa kok ini ancur banget :'(
      mianhae…

      gomawo udah mau baca juga,
      aku janji deh bakal dilanjut u.u dan lanjutannya bakal lbih bagus

      P.S: mian baru di reply inet error dari pagi sama aku juga takut liat komennya u.u

    • iy ngga ap2…
      klo boleh jujur, author itu salah 1 author fav aq d blog ni. FF nya keren2…
      keep writing n make next nice FF ya…:D

      • hehehe gomawo nee^^
        udah nge favorit-in aku hehe
        aku author baru lho padahal
        *baru sekitar dua bulanan kalo ga salah hehe*

        aku janji suwer wekewer kewer (?)
        lanjutannya pasti lebih bagus^^

    • oh ya?? hehehe download ah ^^

      gomawo ya udah baca ff ancur ini, di part selanjutnya bakal lbih banyak kok yoonhae nya^^

      P.S: mian baru di reply inet error + aku takut komennya jelek jadi takut ngeliatnya u.u

    • huhuhu gomawo masih mau ngasih daebak, masih mau baca ff ini, dan masih mau ini lanjut juga u.u

      aku janji chapter selanjutnya bakal lebih bagus

      iya nanti di lanjutannya bagian yoonhae lebih banyak kok

      p.s: mian baru dibles inet error sama aku takut mau liat komennya

    • hehehe gomawo ne^^ kebetulan aku lagi sedih banget gara2 chapter 1nya gaje begini :’)
      sampe2 kepikiran mau berenti jadi author FF *hah?* #plakk *digampar*

      siip aku juga udah berencana mau bikin FF YoonHae lagi kok setelah ini
      ini aja ada YoonHae nya juga kan hehe
      sekali lagi gomawo ne^^

  4. Waahh .. Ada no’nya author *tunjuk atas*
    Aku sms boleh gak, thor ? :3
    Pokoknya FF ini HARUS lanjut ! Chap 1 nya aja udh bagus banget .. Apalagi chap slnjutnya ^^

    • iya ada ^^
      boleh coba aja, tapi aku lg ga punya pulsa *miskin pulsa*
      kalo mau ngobrol lewat FB juga gpp ^^

      huhuhu padahal tadinya aku mau berenti jd author , tp ga jadi u.u
      karena ternyata masih ada juga yg ngarepin u.u

      tunggu aj ya lanjutannya *itu juga kalo mau* ^^

  5. waw , agak sedih karena denger lagu Davichi yg to angel , emang bener lagunya sedih banget apalagi liat videonya #koqjadingebahasitu? hehehe
    tapi keren Fanficnya , Cover juga cakep , aku tunggu lanjutannya thor
    FIGHTING !

  6. hahahhahaaaa…sungguh malang sekali nasip si Wooyoung, dikintil *bhasa macam apapula ini??* sama hantu, tapi kalo hantunya semanis Fany yahhh ga heran dia betah2 ajah..
    aku suka cerita fantasy seperti ini,
    mungkin ada beberapa bagian yg masih lum bisa kucerna *emang makanan!!!Plakkkkkk..ampoun thor^^*
    tapi overall is Daebakkkkkkk >,<..
    part sel;anjutnya jangan lama2 yahh??? apa alurnya hampir mirip 49Days??

  7. Keren bgt!!!! Bkn keren AJA… ^^
    OMG TaeNy!!! Aq seneng bgt ada mereka!!! :D
    YoonHae!!! Itu malah bikinku tambah ssneng!!! Love Story nya di tonjolin ya…
    Wooyoung sma Fany? Oke jg idenya!!! Daebak!
    Emang Electric Shock tuh Daebak! Daebak! Daebak!
    Ditunggu kelanjutannya… :)

    • hehehe gomawo^^ gomawo banget!!
      padahal chapter 1nya ini menurutku agak gaje^^ hehe

      hohoho gomawo lagi dikasih daebak *joget*
      tapi mian chingu lanjutannya masih lama karena kehabisan ide *otak mentok* #bukk
      nanti setelah beyond the dream pasti dilanjut^^

      ya emang, paling suka sama Sulli hehehe lucu deh Sulli-nya Krystal juga cantik^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s