[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 5 of 5

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 |

Title : Thanks You For Many Things

Author : Kim Daeyang

Length : Chapter

Rating : PG-17

Genre : Romance, Angst, Family, Humor (maybe) :p

Main Cast(s)

Yang Yoseob – BEAST (20 yo)
Yong Junhyung – BEAST (22 yo)
Lee Jaejin – FT Island (17 yo)
Lee Sungmin – Super Junior (24 yo)
Lee Yewon – OC (20 yo)
Park Hyuna – OC (20 yo)

Support Cast(s)

BEAST’s Members

DISCLAIMERS!

Otak saya sedang cerah-cerahnya menulis FF ini, ini original milik saya sendiri, sumpah saya hampir nangis nulis ini ff, dapet banget feelnya pas nulis setiap kata yang menyedihkan* pengaruh lagu yang didengar juga kali ya, pokoknya ini benar-benar ori hasil keringat saya sendiri *loh?, terserah mau bilang ini jelek atau apalah yang penting selamat menikmati, jangan lupa comentnya permirsa :D

THANKS YOU FOR MANY THINGS

Tiiit Tiiittt tiiittt

Monitor pemeriksa denyut jantung semakin berbunyi nyaring seiring dengan menurunnya denyut dari jantung Yewon

“ Satu.. Dua.. Tiga…” Dokter terus memompa jantung Yewon

“ Dokter” Gumam salah satu perawat yang melihat layar monitor semakin menunjukkan garis yang semakin lurus

“ Terus usahakan, lakukan terus, ayo sadar” Dokter kembali memacu jantungnya

“ Ayo sadarlah Lee Yewon, kau pasti bisa” Teriak Dokter ketika untuk kesekian kalinya mencoba memompa Jantung Yewon

Tiiiittt tiiittt tiiiittttttt tiiiittt

“ Dokter detak jantungnya kembali” Teriak seorang perawat ketika menatap monitor tersebut untuk kesekian kalinya

“ Cepat pasok terus oksigen untuknya” Perintah dokter ketika Yewon menunjukkan keadaan kembali stabil

Dokter dan empat perawatnya kemudian tersenyum lega melihat pasien mereka kembali stabil

Yewon berlahan membuka matanya dan menarik nafasnya berrulang kali

“ Bagaimana keadaanmu?” Tanya doter ketika menyadari sosok Yewon telah sadar

Yewon hanya menatapnya dan sesekali menatap sekeliling ruangan tempatnya berada saat ini.

****

“ Bagaimana dokter” Tanya Jaejin ketika Dokter dan beberapa perawatnya keluar dari ruangan tersebut

“ Syukurlah keadaan kritisnya sudah berlalu, dan sekarang dia sudah sadar” Jelas Dokter tersebut

“ Benarkah? Aku ingin melihatnya” Nyonya Lee langsung menerobos masuk kedalam ruangan.

Akhirnya mereka masuk dan mendapati Yewon yang masih terbaring lemah dengan mata terpejam

“ Ya! Dokter itu bohong, Yewon masih belum sadar” Teriak Jaejin ketika melihat sosok Yewon masih memejamkan matanya

“ Paman kau berisik” Sungmin menjitak kepala Jaejin

“ Paman kau keluar saja, kau ini berisik” Ucap Yewon masih dengan mata terpejam

“ Yewon” Nyonya Lee memeluk tubuh lemah yang masih terbaring tersebut

“ Ada apa? kenapa kau disini” Ucap Yewon sinis tanpa membuka sedikitpun matanya

“ Yewon apa yang kau katakan” Sungmin tersentak dengan ucapan adiknya tersebut

“ Maafkan umma, silahkan kau maki saja umma hukum juga umma, tapi umma akan tetap disini, umma akan menebus semua kesalahan umma” Nyonya Lee masih memeluk tubuh Yewon

“ Menyesal?” Tanyanya singkat

“ Sangat, silahkan benci umma, tapi aku tidak akan pergi dari sini walaupun kau memukulku dan membentakku dan mengusirku secara kasar aku akan tetap disini” Ucapnya terisak

“ Tidak akan, aku tidak membencimu ataupun appa, aku mohon jangan campakan aku lagi dan jangan berpisah” Yewon membalas pelukan nyonya Lee dan ikut menangis

“ Maafkan appamu yang bodoh ini Yewon” Tuan Lee ikut memeluk dua sosok didepannya

“ hei kau apa kau tidak mau ikut memeluknya” Tanya Jaejin kepada Sungmin yang berdiri disebelahnya

“ Tidak” Sungmin memeluk tubuh Jaejin “ Aku akan memeluk pamanku tersayang saja, terima kasih sudah melindungiku dan Yewon selama ini” Jaejin membalas pelukan Sungmin

Melihat Yewon sudah sadar kembali, Yoseob merasa lega dan tersenyum menyaksikan pemandangan didepannya, perasaannya tenang dan bahagia, karena berhasil menyatukan kembali keluarga yang hampir pecah ini. Yoseob tersenyum kemudian berbalik dan melangkah meninggalkan keluarga tersebut.

“ Dimana sibocah?” Tanya Jaejin ketika menyadari sosok Yoseob yang sudah menghilang

“ Entahlah, tadi dia berdiri disampingku” Sungmin ikut memeriksa sekelilingnya dan tidak menemukan Yoseob dimanapun.

****

“ Aku pulang”  Teriak Yoseob riang ketika memasuki rumah minimalis milik kedua orang tua angkatnya

“ Selamat datang, ayo kemarilah, kau pasti belum makan” Sambut ummanya dari ruang makan

Yoseob melangkahkan kakinya menuju ruang makan dan menadapati ummanya sedang sibuk menata makanan diatas meja makan

“ Bagaimana keadaanya?” Tanya nyonya Yang sambil masih sibuk dengan aktifitasnya

GREB

Yoseob memeluk ummanya “ Dia sudah sadar, aku bahagia” ucap Yoseob

“ Syukurlah kalau begitu, ayo duduklah makan, bukankah sekarang hatimu sudah lega” Nyonya Yang mendudukkan Yoseob dikursi makan dan menyiapkan piring untuknya

“ Apa aku harus terus disampingnya? Bukankah dia tidak membutuhkanku lagi umma?” Tanya Yoseob

“ Apa yang kau katakan? Bukankah kau mencintainya? Seharusnya kau berada disampingnya terus, Yoseob berusahalah” Nyonya Yang menyemangati anak angkatnya

“ Begitukah? Baiklah aku akan berusaha” Yoseob menyantap makanan yang disediakan oleh ummanya.

****

Pagi ini cuaca sangat cerah, matahari nampak bersinar sangat cerah diiringi semilir angin musim semi yang sedikit dingin. Cahaya matahari yang cerah menembus kaca jendela kamar tempat Yewon dirawat dan jatuh tepat diwajah Yewon.

“ Oppa, aku ingin jalan-jalan keluar” Ucap yewon

“ Kau yakin?” Tanya Sungmin

“ Tentu saja, diluar cerah sekali, sudah lama aku tidak melihat matahari, aku juga ingin menghirup udara segar” Jawab Yewon dengan senyum simpul dibibirnya

“ Baiklah akan kuantar”

Sungmin mengambil kursi roda disudut ruangan dan mengangkat tubuh Yewon dan mendudukkannya dikursi roda tersebut dan mendorongnya melewati koridor rumah sakit menuju sebuah taman di sebelah rumah sakit.

“ Oppa?” panggil Yewon pada Sungmin yang kini sudah duduk disebuh bangku tepat disebelah Yewon yang duduk diatas kursi rodanya.

“ Ne, apa yang kau butuhkan lagi” Sungmin mengelus kepala Yewon pelan

“ Dimana Yoseob? Sejak aku sadar kenapa kau belum melihatnya?” Tanya Yewon

Sungmin melirik dongsaengnya tersebut “ Entahlah aku juga tidak tahu, saat kau sadar dia menghilang begitu saja”

“ Apa dia tidak ingin menemui aku lagi?” Yewon memandang kosong kedepan

“ Kau bicara apa, mungkin dia sedang sibuk”

Beberapa menit kemudian Sungmin melihat sosok yang sedang mereka bicarakan saat ini berjalan pelan dari parkiran, dia mengenakan jeans hitam dan kemeja merah hitam.

“ Kau beruntung, itu dia” Tunjuk Sungmin pada sosok yang sedang berjalan 10 meter dari jarak mereka berada saat ini

Yewon hanya tersenyum melihat sosok tersebut.

“ YOSEOB” Teriak Sungmin dan sukses membuat Yoseob berhenti dan mengalihkan pandangannya kearah suara yang memanggilnya.

Yoseob berjalan kearah Sungmin dan Yewon

“ Anyoeng” Sapanya sopan

“ Anyoeng” Jawab mereka serentak

“ Kemana saja kau?” Sungmin merangkul bahu Yoseob dengan salah satu tangannya

“ Hahaha, aku dirumah saja, sedikit demam” Jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

“ Kau sakit? Apa kau kelelahan? Bagaimana keadaanmu sekarang?” Sungmin menempelkan punggung tangannya dikening Yoseob

“ Aku sudah baik hyung karena itu aku kemari” Jawab Yoseob menepis pelan tangan Sungmin dari keningnya

“ Baiklah, aku pergi dulu, aku lapar” Sungmin meninggalkan Yoseob dan Yewon begitu saja

Sudah sepuluh menit mereka berada disini berdua, namun belum satu katapun keluar dari mulut mereka berdua. Yoseob sibuk memandangi sebuah danau didepannya, sementara Yewon menikmati angin dan cahaya matahari yang menyinari wajahnya.

“ Kau baik-baik saja? Apa masih sakit” Yewon melirik Yoseob yang ada disebelahnya

“ Aniya, aku baik-baik saja, aku sudah lebih baik, kau apa kabar? Senang melihatmu kembali” Yoseob tersenyum

“ Hei senyuman macam apa itu? Tsk kau tidak lihat aku sudah sadar berarti aku sudah baik” Jawab Yewon

“ Aku pikir tidak akan melihatmu lagi” Yoseob tertunduk

“ Kau salah, kau lihat aku disini sekarangkan. Hahaha” Yewon tertawa

“ Kenapa kau tertawa? Aku serius” Protes Yoseob

“ Ne aku tau” Jawab Yewon

“ Apa kau akan melakukan hal seperti itu lagi? Apa kau akan membuat paman dan oppamu khawatir lagi?” Yoseob menatap lekat Yewon

“ Aniya, aku tidak akan sebodoh itu lagi, dari sekian banyak yang membuatku merasa hancur, ternyata masih ada orang yang berada disampingku memberikan semangat padaku, aku tidak akan membuat orang itu khawatir lagi” Ucap Yewon

“ Syukurlah” Yoseobb kembali tersenyum

“ Hei, bisa kau tiupkan mataku, sepertinya ada yang masuk” Yewon mengerjapkan matanya beberapa kali

“ Kau baik-baik saja” Yoseob beranjak dan berdiri didepan Yewon, kemudian bersiap dengan posisi untuk meniup mata Yewon

CUP~

Yewon mendaratkan ciumannya dipipi kanan Yoseob

“ Terima kasih untuk semua yang kau lakukan untukku, terimakasih sudah berada disampingku selama ini, aku rasa sebanyak apapun aku mengatakan terima kasih itu tidak akan cukup, kau tau kaulah orang yang membuatku tidak ingin melakukan hal bodoh yang  aku takut bisa membuatmu khawatir lagi” Ucap Yewon

“ tidak perlu berterima kasih” Yoseob  memegangi pipinya yang mulai panas dan memerah

“ Terima kasih” Ucap Yewon sekali lagi

GREB

Yoseob memeluk tubuh lemah Yewon “ Tidak perlu, aku tulus melakukannya hanya untukmu, aku tidak ingin melihatmu menderita terus, aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan tertawa lagi, buang semua rasa sakitmu, anggaplah kau baru saja terlahir kembali sebagai Yewon yang masih polos dan lugu yang tidak memiliki beban apapun, tersenyumlah Lee Yewon, raihlah kebahagiaan didepanmu, jalanmu yang baru sudah menantimu” Ucap Yoseob

“ Terima kasih, aku tidak tau akan seperti apa hidupku jika kau tidak membawaku ketempat Junhyung oppa waktu itu, dan jika sampai saat ini aku terus membencimu mungkin hidupku tidak akan sebahagia ini lagi” Yewon membalas pelukan Yoseob

“ Maaf untuk semua hal yang kulakukan sehingga membuatmu terluka, maafkan juga Junhyung hyung, dia sudah menyadari kesalahannya, mulailah hidupmu yang baru” Yoseob melepaskan pelukannya

“ Tentu saja, aku adalah Yewon yang berbeda sekarang, Yewon yang sudah punya keluarga yang utuh, bukan Yewon yang terbuang dan terabaikan dan haus belaian orang tuanya, dan juga bukan Yewon yang bodoh yang akan membiarkan orang yang dicintainya pergi begitu saja seperti dulu” Yewon menarik tangan Yoseob yang akan melangkah menjauhinya

“ Aku dengar semua yang kau katakan padaku waktu itu, benarkah kau mencintaiku? Benarkah kau selalu menungguku setiap pagi diujung koridor? Benarkah kau akan melindungiku terus?” Tanya Yewon

“ Jika aku katakan semuanya benar, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membenciku karena telah menghianati Junhyung hyung selama ini?” Tanya Yoseob dengan posisi membelakangi Yewon

“ Aku tidak pernah membencimu selama ini, kau tau? setiap pagi ketika aku berjalan dikoridor aku selalu menemukanmu ditempat yang sama dengan posisi yang sama, dan aku selalu manyukai pagi hari saat aku menemukanmu duduk disana” Yewon tersenyum

“ Benarkah? Apa kau menyadari keberadaanku?” Tanya Yoseob

“ Tentu saja, kau satu-satunya orang yang duduk ditempat yang sama setiap pagi” Yewon tertawa

“ Kau tau Yewon, aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu, dan sekarang aku mencintaimu” Ucap Yoseob

“ Benarkah?” Yewon tersenyum licik

“ kenapa kau tidak percaya?” Yoseob memanyunkan bibirnya

“ Hahaha, tentu saja aku percaya” Ujar Yewon dengan tertawa

“ Kau ini, kenapa selalu membuatku seperti orang bodoh heeuuhh? Tapi aku menyukai itu, hahaha Saranghae Lee Yewon, aku merindukamu” Yoseob kembali memeluk Yewon

“ Nado saranghae nado bogoshipo” Yewon membalas pelukan Yoseob.

****

Satu bulan kemudian

Yoseob berdiri didepan sebuah pintu pagar besar dan menekan bell, beberapa menit kemudian seseorang membukakan pintu untuknya.

“ Masuklah Yoseob, Yewon sedang bersiap-siap” Ujar nyonya Lee

Yoseob berjalan dibelakangnya, melewati ruang tamu menuju ruang tengah, kemudian Yoseob duduk dan memandangi kaca yang tembus pandang menyekat antara beranda dan ruang tengah, memperhatikan seseorang yang sedang bermain disana.

“ Paman kau tidak sekolah” Sapanya ketika dia sudah berada diberanda didepan Jaejin yang sedang duduk dilantai kayu.

“ Kau bocah? Kau tidak lihat aku sudah pakai seragam” Jawab Jaejin yang masih sibuk memberikan makan kucingnya

“ Lee Jaejin, cepat sarapan dan pasang sepatumu, kau tidak lihat sekarang jam berapa?” Teriak Nyonya Lee dari ruang makan

“ Tsk, kenapa wanita itu cerewet seperti Yewon” Gumamnya

“ Sebentar lagi, aku sedang memberi makan Jaesungwon” Jawab Jaejin

“ Kucing saja yang ada dipikiranmu, cepatlah ini hampir jam tujuh kurang, kalau tidak akan kubuang kucingmu” Kali ini teriakan Nyonya Lee lebih kencang

“ Silahkan saja, kalau nuna ingin membuang Jaesungwon, aku akan kabur dari rumah” Balas Jaejin

“ Paman, cepat kau bersiap, nanti kau telat” Ucap Yoseob

“ Tsk” Jaejin menatap sinis Yoseob, Yoseob yang ditatap seperti itu hanya nyegir dan menggaruk kepalanya

“ Jaejin, kalau kau tidak beranjak dari situ juga aku akan memanggil Sungmin kemari” Ancam Nyonya Lee

SEEETTT

Dengan cepat Jaejin menyambar sepatunya dan berlarri kearah dapur kemudian duduk dengan rapi diatas kursi dan menyantap sarapannya.

“ Hebat sekali nama Sungmin hyung itu” Gumam Yoseob

“ Yoseob kemarilah, sarapan bersama” Ajak Nyonya Lee

Yoseob melangkah dan duduk disebelah Jaejin

“ Umma ada apa ribut sekali?” Tanya Sungmin yang baru turun dari kamarnya yang ada dilantai dua

“ Tanya saja pamanmu” Nyonya Lee menunjuk Jaejin dengan bibirnya, dan Jaejin pura-pura tidak peduli dan sibuk memakan sarapannya

“ Kau paman, nanti kucingmu akan kubuang jika kau masih malas sekolah karena kucing itu” Ucap Sungmin dengan pandangan sinis

“ TIDAKKK” Teriak Jaejin histeris

“ Coba saja” Sungmin menjitak kepala Jaejin

****

Yewon dan Yoseob sedang berjalan dikoridor kampus, ketika seseorang menghentikan langkah mereka.

“ Hyung” Sapa Yoseob

“ Aku boleh meminjam Yewon?” Tanyanya

“ Baiklah, aku akan beli minuman dulu” Yoseob pergi meninggalkan Yewon dan orang itu, ia mengajak Yewon kebangku yang ada didepan gedung yang tidak jauh dari tempat mereka berada tadi.

“ Ada apa?” tanya Yewon ketika mereka sudah duduk

“ Aku ingin minta maaf” Ucapnya

“ Junhyung oppa, aku sudah memaafkanmu” Jawab Yewon dengan tersenyum

“ Tsk kenapa aku selalu suka senyummu itu, kau tau itu yang membuatku jatuh cinta padamu saat itu” Junhyung tersenyum melirik Yewon

“ Aku tau, aku juga suka senyummu itu, dan itu juga yang membuatku dulu jatuh cinta padamu” Balas Yewon

“ Kau tau, kau salah jika dulu kau berfikir bahwa aku tidak benar-benar mencintaimu dan lebih mencintai Hyuna, aku benar-benar tulus padamu, kau tau kau orang pertama yang bisa membuatku selalu tertawa dan kau adalah pacar pertamaku” Ucap Junhyung dengan senyumannya

“ Kau juga tau oppa, kau adalah orang pertama yang membuatku tertawa, tersenyum, bahagia dan terluka kemudian menangis” Balas Yewon

“ Aku tau itu, aku benar-benar pria yang jahat bukan? Tapi aku benar-benar tulus ketika aku menyatakan bahwa aku mencintaimu, walaupun jujur kuakui ketika aku bersamamu gadis itu masih sedikit menempati ruang dihatiku, tapi aku jujur padamu kaulah orang pertama yang membuatku menangis ketika kau memutuskan hubungan kita” Junhyung menyelipkan jari-jarinya disela rambutnya

“ Maafkan aku, aku hanya ingin melihatmu bahagia bersama orang yang lebih kau cintai” Yewon memukul pelan pundak Junhyung

“ Maafkan aku, aku tidak tau jika sebesar itu pengorbananmu untukku, aku bodoh melepaskan gadis sebaik kau, tapi kumohon jangan salah paham ketika kau mendengar ini, aku tulus mencintaimu sampai saat ini aku masih menyimpanmu dihatiku, aku masih memajang fotomu didompetku, tapi aku tau waktu tidak bisa kembali, kuharap kau sekarang lebih bahagia, tersenyumlah lebih tulus daripada waktu kau bersamaku, tertawa lebih keras saat ini, buanglah semua lukamu, kuharap Yoseob membuatmu bahagia, dia benar-benar mencintaimu, kau akan bahagia” Junhyung beranjak dari duduknya

“ Terima kasih oppa, terima kasih telah membawanya padaku, terima kasih untuk semua cerita yang menyakitkan itu yang membuatku menemukan orang yang bisa membuatku tersenyum lagi, jagalah Hyuna, kuharap kau juga bahagia bersama orang yang kau cintai, terima kasih”

“ Kau masih sama seperti dulu, tapi kali ini senyummu lebih tulus, aku merindukan senyumanmu itu, Terimakasih dan maaf” Junhyung mengacak rambut Yewon

“ Hei hyung, ada apa ini? Apa kalian menghianatiku” Ejek Yoseob yang baru saja datang

“ Tidak akan, aku pergi dulu, berbahagialah” Junhyung kembali mengacak rambut Yewon dan juga Yoseob

“ Hyung” panggil Yoseob ketika Junhyung sudah semakin menjauh

Junhyung berbalik “ Hei, 2 minggu lagi aku akan bertunangan, kalian pasti datangkan, Yewon ajaklah pamanmu, nanti kukirimkan undangannya” Teriak Junhyung dan kembali melangkah menjauhi dua orang tersebut

“ Kau tidak papa?” Tanya Yoseob memandangi wajah Yewon

“ Ada apa? terus terang saja” Selidik Yewon

“ Hatimu tidak sakit mendengar mereka akan bertunangan?” Tanya Yoseob kali ini dia menjelaskan maksud pertanyaannya

“ Aniya, aku bahagia” Jawab Yewon sambil tersenyum

“ Benarkah chagiya? Aku tidak yakin” Ejek Yoseob

“ Ada apa? kau cemburu?” Selidik Yewon

“ Tidak mungkin, kau sudah jadi milikku, bukankah lebih baik kita juga bertunangan?” Yoseob merangkul bahu Yewon

“ Tentu saja, aku sudah punya kau disini, bukankah itu lebih membuat hatiku bahagia, ayo” Yewon mengandeng tangan Yoseob dan berjalan kembali menyusuri koridor kampus.

Hari lebih terasa menyenangkan ketika kau menemukan kebahagianmu, masa lalu akan selalu menjadi guru yang berharga, dan hargailah orang disampingmu yang selalu memberikanmu semangat.

 

THE END

Baiklah para readers akhirnya ini selesai juga, FF nista ini entahlah semoga kalian semua suka, silahkan coment :D

4 thoughts on “[Freelance Chapter] Thanks You For Many Things – Chapter 5 of 5

  1. Yay! Akhirnya ending… Senengnya.
    Tp entah ato apapun knp aku merasa janggal y? Hm#abaikan!
    Lalu soal Endingnya g da masalah YO…
    Keren.
    Keep on writing

  2. yaaah udah ending ya? aku keasikan baca sampe ga nyadar ini ending -___-
    keren thor!!!! manteb dah ff nya hahaha :D
    semoga nanti author bikin ff ttg beast lagi ya kekeke
    HWAITING!!!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s