Blow By The Wind (#1)

image

Title : Blow By The Wind

Author : Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER)

Genre : Romance, Comedy, Drama

Length : Chaptered / Short Story

Rating : PG13

Cast :
– SNSD’s Im Yoona
– Super Junior’s Lee Donghae
– C.N.Blue’s Lee Jonghyun
– KARA’s Han Seungyeon (Part 2)
*Other casts find them*

Disclaimer:
Semua cast bukan punya author, tapi cerita sekalian sama Jonghyun nya punya author *abaikan bagian terakhirnya*

Author’s Note:
annyeong!!! Tiba-tiba ide untuk bikin ini FF dateng begitu aja pas liat foto burung-burungan kertas di HP *ngapain nyimpen foto gituan?* hehehe, iseng ^^
Biarinlah.

terus waktu lagi bingung milih cast, yang muncul muka Yoong eonni, ya udah jadilah cast nya orang-orang yang diatas itu *nunjuk2*

Bukan maksud nunda My Beautiful Ghost!
Seperti yang udah aku bilang, ide muncul begitu aja, yah buat selingan kan lumayan hehe^^
MBG tetep lanjut kok
oke deh…

+**Happy Reading**+

____________________________________________________

##-+**+( 1 )+**+-##

Daun-daun yang kemerahan, berguguran ditiup angin musim gugur yang dingin.
Musim gugur. Musim yang sangat cocok untuk menulis naskah drama.

Begitulah pemikiran seorang gadis cantik berambut panjang bernama Im Yoona, yang sekarang sedang duduk di dalam kereta sambil mengetik kata demi kata di laptop pink-nya.

“…ia sangat sempurna. Ia memiliki sebuah butik, dan sangat sukses. Hidupnya sangat sempurna, ditambah dengan kehadiran seorang laki-laki yang sangat mencintainya, selain itu…” gumam Yoona sambil mengetik gumamannya itu di laptop.
Selesai mengetik, ia membaca ulang tulisannya dari awal sampai akhir, lalu mengerucutkan bibirnya.
“huh apa-apaan ini? ini terlalu berlebihan! ih!” kata Yoona, ia pun menekan tombol backspace untuk menghapus semua tulisannya.
Yoona menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil menghela napas.
Ia sudah sengaja pergi naik kereta demi menemukan inspirasi, tapi tetap saja ia tidak bisa membuat naskah drama yang menurutnya bagus. Sekarang yang bisa ia lakukan cuma melamun, menatap langit musim gugur yang tampak agak mendung, dari jendela kereta.
Dan tiba-tiba ….

Pluk!!

Sebuah burung kertas jatuh ke atas kepalanya. Yoona mengambil burung kertas itu, lalu celingak-celinguk mencari orang yang mungkin melemparnya.
Tidak ada siapa-siapa. Tentu saja, ia kan sengaja memilih gerbong yang kosong, mana mungkin ada orang lain? atau kah ada orang lain, tapi ia tidak tahu?

Saat Yoona masih dalam keadaan bingung, seorang laki-laki tiba-tiba saja datang, dan mengambil burung kertas itu dari tangannya, tanpa berkata apa-apa.
“yah, burung kertas itu milikmu??” tanya Yoona. laki-laki itu mengangguk “ya, ini milikku” jawabnya singkat.
Yoona langsung berdiri dan melipat tangannya di dada. “kenapa kau melemparnya padaku!! aku ini sedang bingung mencari inspirasi, kau malah melempar burung kertas babo itu ke kepalaku!! mengganggu saja!” omel Yoona kesal, laki-laki itu tidak terima dan langsung membalas. “yah, ini bukan burung kertas babo!! ini benda yang penting bagiku!! lagipula aku tidak melemparnya, burung kertas ini tertiup angin!”

Sekarang mood Yoona benar-benar rusak, ia sama sekali tidak punya inspirasi lagi untuk menulis. Semua itu gara-gara laki-laki yang saat ini berdiri di hadapannya.
Yoona baru saja akan buka mulut lagi, tapi ponselnya berdering. Ia mengurungkan niatnya untuk marah-marah, dan mengambil ponsel dari saku jeans-nya.
tertulis nama “Lee Jonghyun” di layar ponselnya.
“eoh Jonghyun-a, ada apa?” tanya Yoona, pada namchin-nya itu.

“Yoona-ya, mianhae. Aku tidak bermaksud menyakitimu tapi…aku ingin kita putus. Jeongmal mianhae, karena aku tiba-tiba menelpon untuk minta putus. Mianhae Yoona-ya”

Mendengar kata-kata Jonghyun, gadis itu hanya bisa terdiam. Ia menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk bicara.
“eoh, nan gwaenchana. aku sangat mengerti, kalau memang begitu keinginanmu, aku… aku… aku terima saja. ehmm Jonghyun-a, aku sedang sibuk, sudah dulu ya”
Yoona cepat-cepat mematikan ponselnya lalu menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
Ia tidak mengerti apa yang ada di pikiran namchin-nya, eh mantan namchin-nya itu. Bisa-bisanya Jonghyun menelpon untuk minta putus dengannya begitu saja.

Laki-laki pemilik burung kertas, masih berdiri di depan Yoona.
Ia agak heran melihat gadis itu, rasa penasaran pun mendorongnya untuk bertanya.
“ada apa?” tanyanya.
Yoona menghela napas, lalu menatap laki-laki itu. “kau tahu? karena kamu mood-ku jadi rusak! dan barusan saja, namchin-ku memutuskan hubungannya denganku!! jadinya mood-ku semakin rusak!! dan juga…” kata-kata Yoona terputus oleh dering ponselnya. Lagi-lagi Lee Jonghyun. “uh kenapa dia menelponku lagi sih!!!” kata Yoona frustasi.

Melihat Yoona yang begitu frustasi, laki-laki tadi mengambil ponsel Yoona dari tangan pemiliknya dan me-reject telpon masuk itu.
“yah, apa yang kau lakukan?” tanya Yoona.
“tadi kau bilang kalian sudah putus kan?” tanya laki-laki itu. Yoona mengangguk, dan…

Set! (?)

Laki-laki itu melempar ponsel Yoona ke luar jendela.
“YAAAAAAAAH!!!!!” teriak Yoona kesal tingkat akut.
“kenapa kau membuang ponselku!!!!!!!”
Laki-laki itu malah memasang ekspresi tidak bersalah. “tadi kau bilang, kau dan namchin-mu sudah putus, ya sudah buang saja ponselmu supaya dia tidak menghubungimu lagi. Aku ini membantumu, bukannya berterimakasih, malah marah” katanya.
“uhh kan aku bisa ganti nomor nanti!! aku sangat membutuhkan ponsel itu!! pokoknya kau harus tanggung jawab!” kata Yoona sambil cemberut, lalu kembali duduk di depan laptop-nya dan menulis naskah. Tiba-tiba sebuah ide cerita muncul di kepalanya.

“gadis itu seorang pembunuh bayaran, begitu juga dengan namja chingu-nya. laki-laki itu juga seorang pembunuh. mereka berdua…” Yoona mengetik semua yang ada dalam pikirannya. naskah tulisannya, yang awalnya drama romantis, sekarang berubah menjadi drama action.

“mianhae” kata laki-laki tadi, lalu duduk di hadapannya.
Yoona berhenti mengetik, ia menyimpan file-nya dan menutup laptop-nya. Barulah setelah itu ia melihat ke arah laki-laki itu. “kau tetap harus mengganti ponselku!” kata Yoona. Laki-laki itu tersenyum “pasti kuganti. Oh ya, namaku Lee Donghae” kata laki-laki yang ternyata bernama Lee Donghae itu.
“aku Im Yoona” ujar Yoona, sambil membalas senyum Donghae dengan senyuman kecil.

Sekarang keduanya terdiam beberapa saat. Sampai akhirnya Donghae buka mulut. “kau mau pergi kemana?” tanya Donghae.
“tidak kemana-kemana, aku hanya sedang mencari inspirasi untuk menulis naskah drama” kata Yoona, kali ini dengan senyuman yang lebih manis. “mmm kau mau ikut denganku?” tanya Donghae.
Yoona kelihatan berpikir sejenak, lalu mengangguk. “ikut kemana?” kata Yoona balik bertanya.

Kereta yang mereka tumpangi berhenti di sebuah stasiun kecil.
Saat itulah, Donghae berdiri dan mengulurkan tangannya pada Yoona. “ayo, ikut saja dulu. aku bukan penculik kok, tenang saja” katanya sambil tersenyum.
Yoona menyambut uluran tangan Donghae, dan dengan sepenuh hati ia mengikuti kemana pun laki-laki itu membawanya.

Setelah turun dari kereta, Donghae membawa Yoona ke pedesaan kecil di sekitar situ. Di sana suasananya hampir seperti jaman Joseon atau bisa dibilang masih agak kuno.
Masih ada guci-guci besar berisi arak beras atau Makgeolli, orang-orang disitu juga kebanyakan masih memakai Hanbok sebagai pakaian, bahkan juga ada seniman Pansori.

“untuk apa kita ke sini?” tanya Yoona sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. “untuk jalan-jalan, kau juga mungkin bisa menemukan inspirasi di sini” kata Donghae.
Yoona mengangguk mengerti, ia masih melihat ke sekeliling seperti mencari sesuatu, sampai-sampai tanpa ia sadari, ia masih berpegangan tangan dengan Donghae.
Donghae yang sudah menyadari itu juga diam saja, ia malah senang. Entahlah, sejak pertama ia melihat Yoona masuk ke dalam kereta, ia langsung menyukai gadis itu.
“Donghae-sshi, itu ada ayunan, aku mau main ya” kata Yoona sambil menunjuk beberapa ayunan, lalu berlari ke arah ayunan-ayunan itu, tentu saja pegangan tangannya lepas.
Donghae hanya tersenyum, dan berjalan menyusul Yoona.

Sekarang gadis itu kelihatan bahagia, tidak stress seperti di kereta tadi.
Setelah main ayunan, Yoona pergi ke tempat guci-guci besar dan meminta izin untuk mencoba segelas Makgeolli. setelah itu ia menjelajah desa itu lagi kesana kemari, dan Donghae dengan sabar mengikutinya di belakang. Seperti sedang mengurus anak kecil.

***

(Singkat cerita) Sorenya…

Sudah sore, waktu memang berjalan begitu cepat. Sekarang langit musim gugur juga kelihatan semakin mendung, ditambah tiupan angin musim gugur yang dingin.
Mereka harus kembali ke kereta.

“uh dingin sekali” gumam Yoona sambil meniup-niup tangannya, ternyata sweaternya tidak cukup tebal.
“kau kedinginan?” tanya Donghae, Yoona tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “aniyo, nan gwaenchana. lagipula keretanya sudah dekat” ujar Yoona.
“sudahlah jangan bohong” kata Donghae lagi, ia melepaskan mantelnya sendiri dan memakaikan pada Yoona.
Gadis itu cuma bisa diam, pipinya memerah seperti apel sekarang.
“ehm gomawo” kata Yoona pelan sambil menundukan kepalanya.

—–

Sesampainya di kereta, Yoona kembali duduk di hadapan laptopnya dan menulis cerita baru, ia sudah mendapat ide cerita yang bagus.

“menulis lagi? kau tidak bosan?” tanya Donghae sambil duduk di sebelah Yoona.
Gadis itu segera mengangguk “ne, ini adalah hobiku sekaligus pekerjaanku, jadi aku sama sekali tidak bosan” kata Yoona, lalu kembali sibuk mengetik sambil senyum-senyum sendiri membayangkan adegan dalam drama yang sedang ia tulis naskahnya itu.
Donghae hanya diam sambil memperhatikan Yoona mengetik kata demi kata di laptop pinknya.
“ia sangat cantik, meskipun sedikit galak, tapi aku tahu dia baik” kata Donghae dalam hati.

Merasa diperhatikan oleh Donghae, Yoona berhenti mengetik, dan balas menatap Donghae. “kenapa memperhatikanku seperti itu? ada yang aneh?” tanya Yoona. Donghae menggelengkan kepalanya dan tersenyum “tidak ada yang aneh, hanya saja kau sangat…” Donghae menggantungkan kata-katanya sesaat lalu melanjutkan “lupakan saja” katanya pelan, ia pun memalingkan pandangannya ke arah lain.
Yoona memanyunkan bibirnya dan menggumam “aneh”. Ia kembali meletakan jari-jarinya diatas keyboard dan mulai menulis lagi.

Lama kelamaan ia bosan dan inspirasinya mulai luntur. Ia juga sudah mengantuk entah kenapa. “kenapa aku ngantuk ya, baru jam segini” batin Yoona, sambil menguap.
Ia menyimpan file-nya, lalu menutup laptopnya. Setelah itu ia menyandarkan tubuhnya ke kursi dan tertidur, kepalanya bersandar ke jendela.

“Yoona-ya” panggil Donghae sambil kembali melihat ke arah Yoona, tapi ternyata gadis itu sudah tertidur pulas.
Ia pun menyandarkan gadis itu di bahunya lalu tersenyum sendiri.
Untung saja gerbong yang mereka naiki sepi, kalau tidak semua orang akan melihat ke arah mereka.

Kereta yang mereka naiki itu masih akan terus berjalan. Dan baru akan berhenti di Seoul besok pagi, jadi mereka akan berada di kereta itu semalaman.
Sementara Yoona tidur, Donghae membuat burung kertas dari secarik kertas yang entah ia dapat dari mana.
Lalu ia mengambil burung kertas miliknya, dan meletakan burung-burung kertas itu di meja.

Ketika ia sedang membuat satu burung lagi, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia mengambil ponselnya dan membuka lock-nya.
Ada satu sms. Dari orang yang tidak pernah ia duga akan menghubunginya lagi.

from: Han Seungyeon
yah, aku ingin bertemu denganmu, kau ada dimana?

Donghae menghela napas dan mengetik balasan sms.

to: Han Seungyeon
Aku sedang di jalan, belum sampai di Seoul. kalau mau kita bertemu besok saja.

Setelah mengirim balasan sms itu, wajah Donghae tampak seperti baju kusut yang belum di setrika.
Ia sama sekali tidak mengharapkan balasan lagi dari Seungyeon.
Tapi beberapa menit kemudian, datang balasan dari Seungyeon lagi.

from: Han Seungyeon
baiklah, aku akan tunggu sampai besok ^^
jalgayo ^^

“huh kenapa dia menghubungiku lagi” gumam Donghae.
Ia menyimpan ponselnya, lalu menyandarkan Yoona di kursi kereta. Setelah itu ia memakaikan syal putihnya pada Yoona. “Yoona-ya, aku pergi dulu. Aku janji kita akan bertemu lagi nanti” kata Donghae dalam hati sambil tersenyum.

Ia pun berdiri, dan pergi meninggalkan Yoona.

…..

__________________________________________________

Keesokan paginya…

Yoona terbangun dari tidurnya yang pulas. Kereta yang ia tumpangi masih berjalan, tapi sebentar lagi pasti sampai di stasiun. Ia mengedip-ngedipkan matanya, dan membiarkan otaknya loading dulu.
Setelah itu ia baru sadar. Donghae tidak ada. Padahal semalam laki-laki itu masih bersamanya.

“oh ini syal siapa?” tanya Yoona pada dirinya sendiri, sambil menyentuh syal putih di lehernya.
“apa ini…”
Sebuah dugaan muncul di pikirannya, ia cepat-cepat berdiri dan mencari Donghae kemana-mana. Bahkan sampai ke gerbong belakang. Tapi laki-laki itu tidak ada.
“kemana dia?”….

#To Be Continued….

**********************************************************

wkwkwkwk gaje banget yaa.
kan namanya juga inspirasi dadakan hehe^^

tapi semoga aja gak gaje ye, dan seperti yang udah aku bilang My Beautiful Ghost! tetep lanjut hehe
ini cuma selingan aja kok^^
ya udah keep RCL ne^^
bye bye!
*mau peluk Lay dulu* #jeblukk
xD
*oh ya mian kalo kependekan*

46 thoughts on “Blow By The Wind (#1)

  1. ff nya asik thor, wah milih ngelanjutin yang mana nih?? My Beautiful ghost apa Blow by the wind?? *maksa dua2nya*#plakk!!
    keep writing^^

    • hehehe Gomawo^^

      Dua2nya dong dilanjut, lagian kan yg ini pendek gak panjang2 chapternya jadi gantian aja, ntar udah ngepost yg My Beautiful Ghost chap 2 nya, ngepost yg Blow By The Wind chap 2 nya gitu hehe

      tunggu aja kelanjutan dua2nya ^^

  2. Aaa~ suka ceritanya eonnie.. :D
    Keren, Kereenn..!!
    Pkoknya Daebaakk..!! :D
    YoonHae.. :* :)
    Di lanjut ya, secepatnya dtunggu lanjutannya.. :D

  3. waaa,,,, keren bgt ceritanyaa,!! ^^
    lanjut ya eonni…. :D
    *haha joged_electric shock bareng eonni deh! kbetulan suka f(x) jg…. ^,^v
    #plakk !! -,-“

  4. Bagus chingu tapi aku masih bingung, kata nya kereta nya bakalan semaleman buat sampe di seoul, tapi donghae nya pergi.pergi kemana ?bukannya dia mau ke seoul juga ?

  5. bagus thor…
    btw, dirimu terinspirasi dari film kore “HARU” ya??
    itu loh yg scene nya Kim Bum dan Lee Dae Hae..
    iya ga sih…??
    Mianhae, kalo salah ingatan ^^
    yg pasti aku penasaran sama lanjutannya…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s