Slow But Sure [Chapter 1]

 

Author : @HareTa_mi (www.haretami.wordpress.com

Main Casts :

  • Lee Donghae
  • Jung Soo Yeon (jessica)

Support Casts :

  • Super junior members
  • Taeyeon and Yoona
  • Jung il woo (oc)

Genre: romance, conflict, friendship, tragedy, AU

Rate : general

Length : chapter

Disclaimer : Story and cover PURE MINE.

enjoy reading

*^*^*^*^*

My first love

she thinks that I’m too old

she doesn’t even know

Wish that I could tell her what I’m feeling

’cause I’m feeling my first love

Sooyeon pov

Hembusan angin yang sangat tenang menemaniku di tempat yang jauh dari pemukiman ini. aku terdiam lemas sambil menangis meratapi orang yang sudah pergi. Ku bawakan melati putih dan bunga lily kesukaan eomma.

 Sayang sekali dia pergi bukan dengan cara yang baik, tidak dalam ketenangan.

Setiap hari aku selalu berusaha tegar melepas kepergiannya ke tempat istirahat yang abadi itu. Tapi, semakin aku tegar, semakin banyak air mata yang mengalir dari pelipisku.

“Eomma, kenapa kau setega ini, meninggalkanku sendirian di dunia ini. WAEYO? Kenapa… kenapa appa dan eomma harus bercerai? Lalu aku harus kemana sekarang? Kemana? Tidak ada tempat untuk ku di dunia ini!!! hiks…hiks…hiks.. “ :’(

Aku terus menangis dan menangis. Mencengkram rerumputan hijau yang menutupi kuburan eomma. Aku sangat kacau. Mukaku kuyuh dan basah oleh buliran air mata. Seragam sekolahku yang sudah kotor. Rambutku yang tadinya rapi sekarang malah ku acak- acak tidak menentu.

“EOMMA….” aku masih mencoba berteriak di hadapan semua orang yang tidak bernyawa ini.

Akhirnya aku sadar, semakin lama di tempat ini, itu hanya akan menambah masalah untuk jiwaku. Aku pasti tidak akan pernah berhenti menangis kalau masih tetap di sini. Akhirnya aku memilih beranjak pergi meninggalkan eomma yang sudah lebih dulu meninggalkanku.

Aku berjalan menyusuri lautan kuburan menuju pintu keluar di pemakaman umum ini. air mataku sekarang sudah bisa ditahan untuk tidak keluar lagi. Namun, sebuah sengatan merasuki kepalaku. Tiba- tiba saja kepalaku ini seperti disentrum oleh roh jahat di kuburan. Rasa sakit ini tidak bisa kuungkapkan. Sungguh, sengatan tajam ini merasuki bagian vital di dalam kepalaku.

aku terduduk lemas di jalanan kuburan. Memegangi kepalaku yang rasanya mau pecah. Aku pun kembali menangis! Rasa sakit itu benar- benar sulit untuk ku tahan. Kemudian, suara pijakan dari belakang mendekat ke arahku. Aku tidak tau apa itu eomma yang bangkit dari kuburan atau seseorang yang akan menolongku di tengah rasa sakit ini.

“nonna, ghwenchanayo?” Seorang namja berpakaian jas hitam menghampiriku. Entah dia manusia atau malaikat yang jelas wajahnya seperti malaikat. *menurutku sebagai orang yang kepalanya sedang sakit!

“….” mulutku sangat kaku untuk berbicara. Kupikir ini termasuk efek dari rasa sakit yang mendera kepalaku. Aku masih terduduk lemas memegangi kepalaku dengan kedua tanganku. Aku sungguh tidak sanggup berdiri untuk saat ini.

“nonna, apa yang bisa kubantu untukmu?”

Hening. Kemudian ditengah rasa sakit ini. akhirnya aku terjatuh dalam pangkuang savior namja itu. __GELAP__

Donghae pov

“nonna, nonna, yak, kau tidak apa- apa. Ku mohon bangunlah. Jangan pingsan disini!” yeoja yang tadinya merasa kesakitan akhirnya pingsan dalam pangkuanku. Aku tidak tau siapa yeoja ini, tinggalnya dimana dan anak siapa? Namun satu petunjuk yang kudapat adalah dari seragam sekolah yang masih digunakannya. Dia siswa SMA yang sepertinya datang sendirian ke tempat pemakaman.

Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menggendongnya menuju mobilku. Bagaimanapun juga aku harus membantunya agar ia cepat sadar. Aku mendudukkan yeoja ini di dalam mobilku. Kemudian aku langsung melesat pergi ke apartemenku agar dapat memberinya obat- obatan.

*^*^*

Sekali lagi, aku masih harus mengangkatnya ke apartemenku di lantai 7. Tapi untunglah liftnya tidak rusak. Jadi tenagaku tidak terlalu banyak terbuang untuk membantu yeoja ini. kemudian, setelah sampai, aku menidurkannya di tempat tidur kamarku. Ku lepaskan sepatu dan tasnya yang masih terpasang.

Kemudian, aku mengambil handuk kecil membersihkan mukanya. Yap, muka yeoja manis ini sangat kotor dan terlihat habis bersedih. Ku bersihkan muka yeoja manis ini dengan sangat hati- hati. lalu Aku meletakkan kompres di keningnya.

“Yak, nonna kenapa masih belum bangun? Cepatlah sadar?” Aku berbicara kepadanya yang masih tertidur lelap. “Siapa ya namanya???” Aku masih mencari- cari petunjuk tentang identitas yeoja ini. kemudian, terpikir olehku kalau tadi dia membawa tas sekolah.

Segera saja kuraih tas sekolahnya, ku buka isinya. Kemudian aku menemukan sebuah dompet yang tidak terlalu tebal dan tidak ada uangnya. Kartu ATM pun juga tidak ada. Yang ada hanya kartu pelajar dan sebuah foto. di kartu pelajar tertulis namanya  Jung Soo Yeon. Aku pun mengangguk- ngangguk setelah mengetahui identitasnya. Tapi dibagian alamat, ku lihat tidak di tuliskan. Padahal itu bagian yang terpenting agar aku nanti bisa mengantarkannya. Entah kenapa, bagian itu dicoret sehingga tidak dapat ku lihat. Selain itu di bagian nama ayahnya juga dikosongkan.

Aku pun beralih melihat foto di dompet yeoja ini. kuambil foto itu lalu ku pandangi sebaik- baik mungkin.

Memandangi wajahnya menggeram marah ini membuatku sedikit terhibur. Sebuah perasaan tertarik muncul di benakku. Aku masih memandangi wajah yang imut di foto ini. ku bandingkan dengan wajahnya yang masih tidur, ternyata sama indahnya. Aku tersenyum memandangi foto ini. kemudian, aku merasakan sebuah gerakan tangan.

Aku langsung terkejut dan segera menyembunyikan fotonya tadi ke dalam saku celanaku. Aku pun berdiri memandanginya yang sepertinya masih bingung.

yeoja itu memandang ke sekeliling dengan perasaan bertanya- tanya. Kemudian dia menatapku dengan dengan tatapan aneh yang sangat tidak enak. Aku tau pasti dia terkejut karena di bawa oleh orang asing sepertiku.

“apa kau sudah merasa baikan?”

“mwo? Apa maksudmu! Nuguseyo?” ia sepertinya masih ketakutan bersama denganku di dalam satu kamar.

“tadi kau pingsan di pemakaman. Dan aku menolongmu dan membawamu ke sini.”

Tapi, yeoja itu bukannya mengerti tapi malah terlihat mengerutkan keningnya.

“nuguseyo? Kau ajusshi apaan? Sembarangan sekali membawaku ke kamarmu!!!” dia mehadang ku dengan pertanyaan- pertanyaan negatif itu.

“mwo? Aku menolongmu. Seharusnya kau berterima kasih karena sudah ku tolong!”

“apa menolongku? Dasar kau ajusshi tidak bermoral. Melarikan anak orang ke rumahmu. Dan beralasan ingin membantuku???”

Aku sungguh tidak mengerti. Bukankah aku tadi berniat baik ingin membantunya! Tapi sekarang kenapa niat baikku malah di salah artikan?

“yak, kau sudah untung tidak kutinggalkan di kuburan. Aku juga tidak macam- macam kepadamu. Kau itu, siswa SMA yang tidak tau terima kasih, kau itu yang tidak bermoral!” emosiku jadi meluap- luap karena tidak terima dia mencercaiku dengan kalimat- kalimat yang tidak sesuai dengan faktanya itu.

“aah, sudahlah setiap namja selalu berkata sepertimu.” Kemudian yeoja itu beranjak dari tempat tidurku, menjinjing sepatunya, meraih tas dan dompetnya lalu beranjak pergi dari apartemenku.

“yak, kau ini anak siapa? Dasar tidak tau terima kasih!” aku meneriakinya yang pergi tanpa mengucapkan terima kasih. Padahal tadi aku sudah bersusah payah mengangkatnya, tapi yang kudapat malah pemikiran negatif darinya.

“sudah untung kau tidak ku laporkan ke polisi!” teriaknya dari balik pintu masuk, kemudian dia kembali melangkah dan menjauh.

“hah, kalau tahu seperti ini, untuk apa aku membantunya? Ugh…” aku merasa sangat sial hari ini. kebaikan yang kulakukan malah di balas dengan keburukan  Oleh yeoja yang mungkin terlalu manis itu.

Sooyeon Pov

Oh, tuhan terima kasih sudah menyelamatkanku dari ajusshi itu. Untung saja aku cepat sadar dan dia tidak berani macam- macam kepadaku. Aku menarik nafas lega setelah keluar dari lingkungan apartemen elit itu. Berjalan menyusuri jalanan setapak di malam hari dalam kesendirian menuju mini apartemenku.

*^*^*^*^*

Author pov  

Seperti biasa rutinitas siswa SMA pagi hari adalah bersiap- siap dengan semua kelengkapan sekolah. Sooyeon keluar dari apartemennya sambil mengunci pintu. Ia pun pergi menuju stasiun  untuk sampai ke sekolahnya. Tapi jarak stasiun dan apartemennya juga lumayan jauh. Bila naik, bis haltenya malah lebih jauh. Ia pun terpaksa pergi sedikit dini dari normalnya orang ke sekolah. Dan seperti biasa ia melewati kawasan apartemen elit yang semalam di kunjunginya. Em, Maksudnya semalam seseorang membawanya ke tempat itu. Ia memandangi apartemen itu dengan wajah sedikit menggeram. Yang benar saja, ia pasti masih kesal dengan kejadian semalam.

Ia berjalan di samping mobil sport hitam. Kemudian ia tiba- tiba terjatuh karena seseorang di dalam mobil itu membuka pintu. sooyeon pun terjatuh ke aspal tapi untunglah hanya jatuh biasa. Kemudian orang yang ada dalam mobil itu bangkit keluar dan…

“yak, kau ajusshi tadi malam? Apa tidak melihat ada orang yang sedang berjalan!” Sooyeon langsung bangkit dan memaki- maki namja itu.

“hei, kau yang tadi malam. Siswa SMA yang tidak tau terima kasih itu. Seharusnya kau yang tidak berjalan terlalu dekat dengan mobilku.”

“apa kau bilang tidak tahu terima kasih? Bukankah kau yang berani macam- macam kepadaku?”

“ugh sudahlah. Aku kan tidak mengapa- apakanmu. Jadi untuk apa kau marah. Niatku pun juga hanya membantumu kemarin itu!”

“uahhh, sudah lah jangan terus beralasan. Lama- lama disini aku bisa terlambat karenamu! :P ” Sooyeon pun berjalan cepat- cepat menjauhi namja bernama donghae itu.

“ugh, coba saja kalau mulutmu itu bisa diatur sedikit. Pasti aku akan memberimu tumpangan ke sekolah. Dari fotomu aku sudah sangat tertarik kepadamu. Tapi sayangnya sikap mu itu masih harus di perbaiki lagi! T_T” pikir donghae.

“ahhh, sial sial sial. Kenapa aku harus bertemu lagi dengan ajusshi itu? Dan sekarang dia juga membuat kekacauan denganku. Kenapa harus ada orang seperti ajusshi itu???” pikir sooyeon menggerutu.

*^*^*^*^*

Donghae pov

Super Dream Star, perusahaan yang sudah mempekerjakanku sejak aku menyelesaikan pendidikanku di universitas seoul. Presdir Jung il Woo menunjukku sebagai staf manajemen di perusahaannya. Selain itu, di Seoul Magazine Company (SMC) aku juga bekerja setiap sabtu minggu. Kusebut sub job. Di sana aku sebagai fotografer dan artistik. Sub job ku ikuti hanya untuk menyalurkan hobiku dalam mengambil gambar dan penataan artistik.

Pagi ini aku seperti biasa bekerja di SDS company.

“owh, donghae kau sudah datang. Mana yang lainnya?” presdir jung ternyata sudah menunggu di ruang meeting.

“entahlah presdir. Tadi aku pergi sendirian.” Jawabku.

“oh…”

Kemudian presdir beranjak ke arah jendela. Presdir itu memandang ke arah kota melalui jendela besar di ruangan meeting. Aku tau apa yang tengah berkecamuk dalam pikirannya. 2 hari yang lalu mantan istrinya meninggal dunia karena kecelakaan. Diduga kecelakaannya sangat tragis. Sedangkan putri presdir yang tidak ku ketahui bagaimana wajah dan orangnya sekarang juga kabur dari rumah. Presdir sudah beberapa kali mengingatkan ttalnya agar segera kembali ke rumah, namun sayangnya gadis itu lebih menyukai tinggal sendirian di apartemen peninggalan eommanya. Dan Setahuku, presdir sudah 2 tahun bercerai dengan istrinya itu.

Kemudian, kyuhyun, sungmin, hyukjae dan para pekerja lainnya mulai berdatangan ke ruangan meeting. Merasa sudah lengkap akhirnya presdir memulai meetingnya dan aku pun menghidupkan laptop seperti biasa.

*^*^*^*^*

Author pov

Sooyeon akhirnya sampai di sekolah tepat pada waktunya. Di kelas ia melihat taeyeon dan yoona yang sudah datang sedari tadi.

“yak, sooyeon kenapa kau baru datang?”

“ada sedikit masalah tadi pagi!” jawab sooyeon sambil meletakkan tas di mejanya.

“dan semalam kenapa kau juga tidak datang? Bukankah kita di tugaskan untuk mewawancarai BoA oleh direktur siwon ssi?”

“ahh…” sooyeon menepuk jidatnya. Ia benar- benar lupa dengan tugas itu. Lagian tadi malam juga ada insiden tidak menyenangkan pada dirinya.

Sooyeon, Taeyeon, Yoona, tiga siswi SMA yang bekerja sehabis pulang sekolah dari hari senin sampai kamis. Mereka bekerja di perusahaan Seoul Magazine (SM). Lalu, Taeyeon dan Yoona juga tinggal di apartemen tapi masih bersama dengan orang tua mereka. Sedangkan Sooyeon tinggal sendirian di apartemen karena tidak mau balik ke rumah appa-nya yang dari dulu sudah bercerai dengan eomma-nya.

“mianhe… tadi malam ada insiden buruk yang menimpaku!” ujar sooyeon sambil mengingat peristiwa yang pahit baginya tadi malam.

“jheongmalneyo? Ayo cepat ceritakan…” yoona menarik kursinya ke arah sooyeon begitu juga dengan taeyeon.

“janji ya, jangan bilang kepada orang lain!!!”

“ne”

“mmm,  Untunglah insiden itu hanya terjadi padaku, pasalnya aku juga cukup berani menghadapi peristiwa semalam. Coba saja kalau terjadi pada kalian, pasti….”

“ah, ayo cepat ceritakan!!” yoona yang sudah tidak sabar memotong basa- basi sooyeon.

“aratso. Tadi malam seorang ajusshi membawaku ke apartemennya. Dia bilang aku pingsan di pemakaman dan katanya ia ingin membantuku…” sooyeon memulai ceritanya. Yoona dan taeyeon masih menunggu penjelasan selanjutnya.

“geuttae?”

Sooyeon pun menjelaskan hal yang terjadi kepadanya kemarin. Yoona dan taeyoen pun segera menghibur sooyeon agar tidak takut dengan insiden yang sepertinya hanya salah paham itu.

“apa namja itu sudah tua, muda atau bagaimana?” tanya taeyeon

“tidak terlalu tua. Kira- kira 20 tahun ke atas!”

“aish, kalau itu bukan ajusshi namanya, tapi namja muda yang memang berniat baik kepadamu. Kau itu terlalu posesif menanggapi sesuatu. Bukankah belum tentu dia berniat buruk padamu!” jelas yoona mematahkan pendapat Sooyeon.

“tapi itu kan hanya perkiraanku! Siapa tahu dia lebih tua dari 20 tahun.” Bantah sooyeon.

“ngomong- ngomong bagaimana wajahnya menyeramkan, tampan, jelek…”

“ah sudahlah, kenapa kalian jadi menanyakannya. Apa kalian juga ingin di bawa ke apartemennya?!!!” zzzZZZzzZZ   errr

*^*^*^*^*

Jung Il Woo pov

Can you forgive me again

I don’t know what I said

But I didn’t mean to hurt you, my daughter…

Will you back again???…

Jung soo yeon. Sedang apa putriku sekarang? Bagaimana keadaannya? Hidup sendirian di apartemen kecil itu! Kenapa sulit sekali bagimu untuk memaafkan appa mu ini! apakah perceraian aku dan hye ri akhir dari segalanya? Tidak kan! Itu hanya masalah pernikahan yang kerap sekali terjadi pada beberapa pasangan!!! Mengertilah ttal…

Sooyeon, apa kau akan terus bekerja menghidupi dirimu sendiri? Tidak mau kah kau hidup bahagia, tinggal di rumah appa mu, tidak perlu lagi membanting tulang demi membiayai sekolah? Apa kau tidak menginginkan hal itu? Putriku. Aku bukannya appa yang tidak bertanggung jawab. Tapi setiap aku ingin bertanggung jawab sebagai ayahmu, kau malah menghiraukan tanggung jawabku. Sebegitukah dendammu kepada appa mu ini?

Aku terus dihantui oleh pikiran- pikiran tentang ttal ku yang sekarang entah mengapa. Ttal itu sama keras kepalanya dengan eommanya. Di beri kehidupan bahagia saja tidak mau? Dan sekarang, aku malah merasa bersalah setiap harinya karena dia tanggung jawabku!!!

Ingin ku menyewa orang untuk menangkapnya agar kembali ke rumah, tapi hal itu hanya sia- sia belaka. Entah sampai kapan sooyeon akan hidup sendirian? Entah sampaikan kapan ttalku akan terus memusuhiku?…. /-0-\

Author pov

Donghae yang tengah bekerja di Super Dream Star mendapat telefon dari choi siwon, atasannya di SMC.

“yeoboseyo… donghae..”

“ne, yeoboseyo…”

“apa hari ini kau sibuk? Bisakah hari ini kau kemari?”

“tidak terlalu sibuk. Untuk apa? Bukankah jam kerjaku hanya sabtu dan minggu?”

“anio. Ada hal penting yang harus kau lakukan. Nanti ku jelaskan. Yang penting sekarang kau bisa datang atau tidak?”

“baiklah. Aku akan segera ke sana!”

*^*^*^*^*

Donghae memarkirkan mobilnya. Lalu segera berlari menuju lift.

“hm, donghae kau sudah datang!”

“ne…ada apa presdir memanggilku?”

“ada pekerjaan khusus untukmu hari ini. ini juga lumayan penting. Kau harus mencari seorang yeoja SMA untuk dikirim ke Jepang karena kita mendapat tawaran itu. Dia akan di jadikan model, tapi bukan dari kalangan artis, ingat itu. Dan cari yang paling memungkinkan!”

“ah, baiklah. SMA mana yang harus ku datangi?”

“datangi performing arts seoul terlebih dahulu! Aku yakin setidaknya ada satu orang siswi SMA yang memenuhi persyaratan di sana!”

“gwenchana. Apa persyaratannya?”

Siwon pun menyerahkan selebaran kertas yang menjawab pertanyaan donghae barusan. Akhirnya donghae pun segera pergi menjalankan tugasnya.

*^*^*^*^*

Sooyeon Pov

“yak, yak.. semua ayo diam. kita akan kedatangan tamu penting hari ini. jaga sikap kalian.” Guru sastra itu memperingati kami semuanya. Kemudian tamu yang tadinya di sebut- sebut itu pun datang. Dia seorang namja yang memakai jas kerja. Tampak seperti pekerja kantoran yang cukup elegan. Tapi, itu hanya pandangan teman- temanku yang melihatnya. Lain denganku, aku masih belum percaya dengan siapa yang berdiri di depan kelasku. Aku sangat bingung kenapa ia bisa bertamu ke kelasku. Kenapa aku bisa bertemu lagi dengannya???

“annyeong haseyo…”

“ANNYEONG…” jawab seisi kelas penuh semangat kecuali aku. Aku hanya diam dalam kekesalan karena selalu sial dari kemarin.

“wah, oppa itu… tampan sekali..” yoona yang duduk di sampingku malah mengguncang- guncang tubuhku.

“aku tidak percaya. Oppa yang tampan itu bertamu ke kelas kita!” komentar taeyeon yang masih lumayan sadar di bandingkan dengan yoona.

“sooyeon, bagaimana menurutmu?” tanya yoona dengan mata berbinar- binar.

“ddddiaa…..” aku mencoba mengungkapkan siapa sebenarnya namja yang tengah berdiri di depan kelas kami itu.

“ajusshi yang ku ceritakan tadi pagi!”

“MWO?” ujar yoona dan taeyeon bersamaan. Seisi kelas langsung mengalihkan tatapan ke arah kami. Termasuk ajusshi yang bertamu itu.

Ajusshi semalam itu menatapku. Tatapan kami akhirnya saling bertemu.  Anehnya ia tidak menatapku dengan sinis. Tapi malah tersenyum tidak menentu. Entah ada yang salah denganku atau tidak, aku tidak tahu.

“Jae ireuneun Lee Dong Hae Imnida!” ujarnya.

Oh, ternyata namanya  Lee Dong hae. Namun, setumpuk pertanyaan masih berkecamuk di benakku. Ugh, kenapa perasaanku langsung tidak enak semenjak dia datang. Jangan- jangan kedatangannya juga pembawa sial???

“aku dari Seoul Magazine Company….” ehmm,,

“JHEONGMAL?” ujar aku, Taeyeon dan yoona beriringan secara spontan.

“ne… “ jawab namja bernama donghae itu sambil tersenyum geli melihat reaksi kami yang selalu mencari perhatian sedari tadi. Terutama aku. Pasalnya aku juga bekerja di SM Company dan ternyata dia juga. Jadi, aku pasti akan sering bertemu dengannya. Ugh lagi- lagi kesialan hidupku akan terus bertambah!!! Apalagi umumnya penyebab kesialan itu dari kalangan namja, ingat saja appa yang bercerai dengan eomma dan seratus persen telah mengubah hidupku. Lalu sekarang ajusshi yang katanya namanya Lee Dong Hae… ugh, semoga yang kali ini bukan dia pembawa sialnya. Cukup sampai hari ini aku sesial ini.

“aaaaku, juga bekerja di sana….” ujar Taeyeon mengacungkan tangannya.

“aku juga… kami bertiga bekerja di SMC!” ucap yoona sambil menunjuk ke arah aku dan taeyeon.

“oh berarti kita satu kantor. Tapi, aku hanya bekerja sabtu dan minggu!” jelas namja itu memancarkan senyum mautnya kepada seisi kelas.

YES, untunglah dia tidak bekerja dari senin sampai kamis seperti ku. Uagh, aku sedikit lega mendengarnya.

“ugh, sayangnya kami bekerja dari senin sampai kamis. Pantas saja kita tidak pernah bertemu!” ujar yoona kecewa. Namja itu pun hanya tersenyum meresponnya.

“Tujuanku mendatangi performing arts seoul ini adalah untuk mencari siswi yang memenuhi persyaratan, dan nantinya akan di kontrak oleh perusahaan di jepang sebagai model.” Ia melanjutkan penjelasannya.

Donghae pov

“ugh, sayangnya kami bekerja dari senin sampai kamis. Pantas saja kita tidak pernah bertemu!” ujar seorang siswi kecewa. aku hanya tersenyum meresponnya.

“Tujuanku mendatangi performing arts seoul ini adalah untuk mencari siswi yang memenuhi persyaratan, dan nantinya akan di kontrak oleh perusahaan di jepang sebagai model.” Aku melanjutkan penjelasan. Dan mencoba mencari- cari siapa yang cocok dan benar- benar memenuhi persyaratan.

Entah kenapa aku tiba- tiba tertarik pada Sooyeon. Yeoja yang ku tolong kemarin, dan ku tabrak dengan pintu mobil tadi pagi. Aku baru tahu kalau dia ternyata siswi SMA di sini.

Aku tau dia masih kesal kepadaku. Dan aku pun juga tetap kesal karena sampai sekarang dia belum mengucapkan terima kasih atas bantuanku kemarin.

Aku membaca persyaratan yang di berikan atasanku tadi. Ku lirik lagi siswi bernama sooyeon itu, dan aku menemukan sebuah kecocokan antara dirinya dengan tulisan- tulisan pada kertas persyaratan ini.

  1. 1.       Rambut panjang, lurus dan terlihat indah dari luar-dalam
  2. 2.       Bentuk muka sedikit panjang, tidak terlalu oval face
  3. 3.       Kulit putih
  4. 4.       Tinggi diatas 160 cm
  5. 5.       Tubuh ideal
  6. 6.       Bibir kecil manis berwarna cerah ,pink
  7. 7.       Mata tidak terlalu sipit dan juga tidak terlalu besar. Yang pasti indah jika bertatapan dengannya
  8. 8.       Mempunyai daya tarik tersendiri ketika dilihat
  9. 9.       Memiliki kaki yang indah
  10. 10.   ………..

*^*^*^*^*

Author Pov

“mmm,  min seok ssi, bisa ku pinjam siswi mu sebentar. Sepertinya ada yang memenuhi persyaratan!” ujar Donghae kepada guru satra di kelas itu.

“ne, silahkan tunjukkan orang yang anda pilih!”

“itu, siswi yang setahuku bernama Jung Soo Yeon itu.” Donghae menunjuk ke arah sooyeon.

“mwo? Aaaku?” Sooyeon tampak masih ragu dengan arah yang ditunjukkan donghae.

“ne. Namamu sooyeon kan?”

“…”

dari mana dia tahu?” Pikir sooyeon.

“oke. Sooyeon ah silahkan pergi bersama tuan Lee ini. kau akan di jadikan model olehnya!” ujar min seok.

“nuguseyo? Siapa sebenarnya namja ini? namja yang tadi ku panggil ajusshi ini? kenapa tiba- tiba dia langsung memilihku? Apa ada kaitanya dengan yang semalam???” pikir Sooyeon bertanya- tanya.

“kenapa harus aku yang ter…pilih???” Sooyeon berbicara perlahan untuk memastikan hal itu.

“ah, cepat berdiri. Dan pergilah ke SMC itu. Sudah kubilang kau akan menjadi model. SOOYEON!” ujar min seok seraya mendekat ke tempat duduk sooyeon agar dia segera mengikuti donghae.

^*^

Akhirnya sooyeon pun di bawa oleh donghae ke mobilnya kemudian pergi ke SMC.

“silahkan masuk!”

“yak, kau ajusshi semalam. Kenapa sekarang tiba- tiba langsung memilihku?”

“tunggu. Berhenti memanggilku ajusshi. Aku masih 21 tahun! Garis bawahi itu!!!”

“ugh, terserah aku yang memanggil! Ayo, kenapa memilihku, bukankah kau belum tahu siapa aku? Kita belum kenal!”

“jangan ke-ge-er-an. Kau hanya memenuhi persyaratan!”

“dan kau juga paling manis di kelas tadi menurutku!” batin donghae yang terkunci untuk membukakan ungkapan itu.

“aish, dasar kau ajusshi yang sembarangan membawa orang ke apartemennya, dan sekarang juga sembarangan memilih orang yang belum tentu mau di jadikan model!”

“terserah kau mau atau tidak mau. yang aku cari hanya yang memenuhi persyaratan. Masalah itu nanti bicarakan dengan presdirku!”

“tapi,…tapi…”

“apa lagi???” ujar donghae yang sudah mulai kesal karena siswi SMA ini terus saja membantah.

“aku kan bekerja di sana! Dan pastinya presdir choi si won sudah tau denganku!”

“sudah kubilang. Yang jelas sekarang itu yang memenuhi persyaratan dulu!!! Terserah kau sedang bekerja dimanapun!!!” ujar donghae sedikit mengeras.

“ugh…” sooyeon hanya meresponnya dengan sangat kesal.

“satu lagi,masalah tadi malam belum selesai!” ujar donghae kembali membuka pembicaraan.

“apa maksudmu? Apa kau masih belum puas setelah membawaku ke apartemenmu???” tanya sooyeon yang sepertinya salah memahami.

“aishhh, bukan itu nonna Jung. Tapi, kau itu belum berterima kasih kepadaku!!!”

“untuk apa lagi, jelas- jelas kau ajusshi yang berbuat lancang seperti….” ungkapan kekesalan sooyeon langsung terhenti karena donghae langsung memotong.

“yak, apa kau tidak ingat kau pingsan di kuburan???” muka donghae memerah karena emosi.

Sooyeon pun berusaha mengingat yang terjadi pada dirinya ketika di kuburan waktu itu. Pada saat itulah ia sedikit sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“baiklah. gomawo sudah membantu!!!”

“nah, coba saja dari tadi malam kau begitu, pasti tidak akan salah paham sejauh ini!!! apa lagi kau sampai membentak- bentakku” ujar donghae sedikit lega.

Donghae pov

“baiklah. gomawo sudah membantu!!!” hm, akhirnya kau sadar juga dengan niat baikku.

“nah, coba saja dari tadi malam kau begitu, pasti tidak akan salah paham sejauh ini!!!”

Kemudian selama perjalanan kami diliputi rasa hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Aku, seperti tadi malam masih terpesona dengan wajah manisnya. Dia sangat lucu, terutama ketika menggeram kesal tadi. Sama seperti fotonya yang tidak sengaja kuambil tadi malam.

Tapi, dia hanya seorang siswi SMA yang tidak jelas asal- usulnya. Dan dia juga bekerja sehabis pulang sekolah!!! Mmm, kuyakin pasti dia dari kalangan keluarga biasa.

Namun, ada apa dengan diriku? Sejak semalam aku terus memikirkannya sambil memandangi fotonya yang terambil oleh ku itu. Padahal kesannya tidak cukup baik saat bertemu denganku. Tapi kenapa aku malah terlalu baik kepadanya??? Dan kenapa tanganku sangat berat untuk mengembalikan fotonya itu? Kalau tidak ku kembalikan sama saja aku mencuri???

Sooyeon pov

Selama perjalanan dia tampak sangat konsentrasi menyetir. Aku mencoba memalingkan pandanganku ke luar agar dia tidak menatapku dari kaca depan mobilnya.

“ahh, bodoh bodoh… kenapa aku bisa lupa kalau dia itu akan membantuku kemarin??? Kenapa aku malah berpikir macam- macam ketika terbangun di kamarnya???” pikirku sedikit menyesali tindakan cerobohku.

Ugh, tapi tetap saja kalau semalam aku tidak hati- hati pasti dia akan berbuat macam- macam. Itu pasti bisa terjadi. Karena setiap namja pasti punya nafsu tersendiri. T,T

Author pov

“owh, donghae kau sudah datang. Secepat inikah kau menemukan orangnya?” Tanya siwon ketika melihat donghae yang membuka pintu sambil melirik kearah jam dinding.

“ne, aku sudah menemukannya!”

“jeongmal, bawa dia masuk…”

Sooyeon pun masuk sambil menundukkan kepalanya.

“nugu? Siapa yang kau bawa? Sooyeon ah???”

Ujar siwon sedikit terkejut dan yang pastinya sudah diperkirakan sebelumnya oleh donghae dan sooyeon.

“ne. namanya jung soo yeon. Siswi kelas 3 di performing arts seoul. Dan setahuku dia juga bekerja di sini kan?”

“ne. tttapi, kenapa sooyeon yang kau pilih???”

Sooyeon hanya menunduk dan berharap ia bisa menolak tawaran itu. Pasalnya ia tidak mungkin mau dijadikan model, apa kata appa-nya nanti kalau ia rela- relakan difoto hanya untuk mendapatkan uang? Mungkin ia lebih baik bekerja dengan kemampuannya sendiri bukan dengan bentuk mukanya.

“iya memenuhi persyaratan menurutku!”

“dan paling manis di kelas tadi menurutku!” batin donghae untuk kedua kalinya.

“ugh, andhweyo… tidak bisa. Sooyeon tidak bisa di jadikan model!” siwon menatap tidak setuju dengan pilihan donghae.

“Dia kan staf yang lumayan aktif di kantor ini, sooyeon. Siswi biasa menurutku. Latar belakangnya juga tidak jelas. Dan kalau sooyeon modelnya kenapa tidak ku tunjuk saja dia langsung, kenapa harus menyuruh donghae survei ke lapangan dulu! Lagian, tidak mungkin staf manajemen baru ini yang akan ku kirim ke jepang! Dan pasti banyak yeoja SMA yang lebih baik darinya diluar sana!” Pikir siwon.

“waeyo? Bukankah presdir yang menyuruhku tadi? Dan sekarang kenapa…?” donghae mencoba mempertahankan sooyeon agar ia tetap bisa dikirim ke jepang.

“ahnio. Aku mencari siswi sma yang bukan bekerja di kantor ini!” jawab siwon dengan alasan yang masih tidak bisa diterima oleh donghae.

“andhweyo… jangan bilang presdir tidak mau memilihnya hanya karena dia bekerja di sini?”

“memangnya kenapa? Kau tidak tau siapa sooyeon sebenarnya? Hanya mukanya saja yang kebetulan cantik, tapi latar belakangnya sebagai seorang model sangat tidak mendukung! Kau tau itu???”

“ada apa dengan latar belakang? Memangnya model itu harus berasal dari keluarga yang kaya raya? Juga Harus tidak bekerja sepulang sekolah? Apakah itu juga penting???” ujar donghae membela sooyeon agar yeoja itu tetap dijadikan model.

“sekali ku bilang tidak, tetap tidak!!!” ujar siwon mengeras. Sikap yang kurang baik.

yak, apa gunanya dua namja ini saling saling berdebat hanya karena diriku? Dan namja bernama donghae ini, kenapa dia terlalu membelaku agar aku bisa di jadikan model? Memangnya dia siapa? Dan dia juga berani melawan presdir hanya karena aku? Ugh, dari pertama bertemu, memang aku sudah merasakan hawa aneh dengannya!” batin sooyeon

“mianhe, AKU TIDAK MAU!!!” ujar sooyeon menyela di tengah perdebatan antara siwon dan donghae.

“mwo?” donghae kaget mendengar kata- kata itu.

“nah kau lihat sendirikan, dia sendiri tidak mau di jadikan model. Jadi untuk apa lagi kau membelanya!” tukas siwon.

Sooyeon pov

“Arg, sekali lagi aku berpikir memangnya kau siapa? Donghae? Nuguseyo??? Apa hubungan kita? Kenapa kau segitu ingin sekali aku menjadi model dan dikirim ke jepang?” pikirku bertanya- tanya. Banyangkan saja, dia hanya kebetulan membantuku mungkin, saat di tempat pemakaman kemarin sore. Dan tidak sengaja juga bertemu lagi denganku pagi tadi karena dia menabrakku. Dan ternyata bertemu lagi di sekolah. Itu semua hanya kebetulan, tapi mengapa dia terlalu terobsesi denganku? Terlalu mendukungku menjadi model? Ugh, dia seperti sudah akrab saja denganku. Padahal namja itu sama sekali tidak tau siapa aku? Anak siapa aku ini? sifatku?

“atau mungkin dia kasihan melihatku yang harus bekerja sehabis pulang sekolah?” pikirku lagi. Ugh dasar. Kalau memang benar, aku sungguh tidak ingin dikasihani oleh namja itu. Dia hanya tidak tau kalau aku putri presdir di perusahaan dream star yang sekarang sedang tidak ingin pulang ke rumah.

Tapi, kalau aku berpikir lagi, dia tergolong baik sejauh ini, maksudku mau membantu orang yang tidak dikenalinya sama sekali.

Ups, mungkin kata- kata baik untuk donghae terlalu berlebihan, mungkin cukup baik. Itu cukup untuk mengungkapkan kesan yang ditampakkan namja itu.

Donghae Pov

“ugh, sial… aku gagal. Kenapa sooyeon tidak ingin menjadi model? Apa dia tidak tau kalau jadi model pendapatannya akan jauh lebih besar dari pada hanya berkutik di perusahaan majalah ini???” pikirku sedikit kecewa.

Padahal tadinya aku berharap gadis manis itu mau menjadi model, dan pasti akhirnya jam kerja yeoja itu bisa berkurang karena dia sudah menjadi model. Bayangkan saja, jadi model hanya berfoto- foto sebentar, tidak memakan tenaga, waktunya juga tidak terlalu lama, dan yang penting dia pasti tidak kelelahan karena harus bekerja sepulang sekolah di SM company.

Ugh, entah apa masalahnya aku juga tidak tau? Yang jelas aku akan terus mencari tahu siapa sebenarnya gadis manis itu. Yeoja yang membuatku menyisihkan tempat terluas di hatiku untuk didatangi cintanya. Mungkin maksudku latar belakangnya, orang tuanya dan hal- hal penting mengenai dirinya. Lihat saja akan ku cari tahu dan ku kejar gadis yang menampakkan kesan kurang bersahabat saat pertama kali bertemu dengan diriku itu.

Aku yakin, pasti hal itu tidak akan sulit.  Petunjuk penting sudah ku dapat. sekolah dan teman- temannya! Lalu dia juga bekerja di SMC, pasti bagian kordinator karyawan menyimpan data masing- masing karyawan, dengan begitu secepat mungkin aku pasti bisa.

Mobil ku pun melesat di jalanan menuju sebuah caffee untuk menghangatkan hati dan jiwaku.

*^*^*^*^*

Author pov

Malam itu il woo sang presdir masih mengadakan interesting meet dengan para karyawannya.

“jadi rencanaku kita harus bisa mempromosikan band terbaru kita ini secara langsung maupun tidak langsung, dan yang jelas hasil akhir promosi itu tetap sama besar pengaruhnya!!!” tegas il woo mengutarakan rencananya.

“ne presdir. Itu pasti.” Jawab hyukjae setuju.

“aku punya usul presdir?” kata kyuhyun mengacungkan tangannya.

“jeongmal? Silahkan…”

“untuk promosi secara tidak langsung, bagaimana kalau kita bekerja sama dengan seoul magazine company!!!”

“….” presdir tampak memikirkan usulan kyuhyun.

“maksudku, SM Company itu adalah perusahaan majalah terbesar di Korea, majalahnya juga bisa tersebar ke luar negeri dalam satu hari. Selain itu situs resmi untuk majalah di SMC juga ada di internet. Jadi bila band baru kita ini dipromosikan lewat SMC aku yakin pasti band kita ini akan langsung tenar. Bahkan kemungkinan sampai keluar negeripun juga sangat besar!” ujar kyuhyun menjelaskan detail pendapatnya.

“wah, aku sangat setuju. Pemikiran yang bagus, kyuhyun ah!!!” ujar Hyukjae sambil menepuk- nepuk punggung kyuhyun. Yang lainpun juga mengangguk- ngangguk seperti mendapat ide besar menuju kesuksesan tidak ketinggalan sang presdir. Beda dengan Donghae, dia sedikit terlambat untuk merespon ide kyuhyun. Semenjak memulai rapat, donghae hanya melamun memikirkan langkah- langkahnya untuk mencari tahu tentan sooyeon dan cara untuk mendekati yeoja itu. pikirannya masih berkecamuk tentang misteri yeoja yang sama sekali belum berkenalan dengannpikirannya masih berkecamuk tentang misteri yeoja yang sama sekali belum berkenalan dengannya itu.

“gwenchana, kyuhyun ah. Ide yang bagus. Akan kuhubungi pihak di SMC lalu bekerja sama dengan mereka.”

*^*^*^*^*

Berkat kyuhyun meeting malam itu jauh lebih cepat berakhir dari biasanya.

Paginya, il woo segera menghubungi pihak SMC.

“yeoboseyo. Naega jung il woo imnida…”

“owh, ne… il woo ssi …” ujar siwon di balik telefon mengetahui temannya sang presdir di Super Dream star.

“mmm, oke, tuan choi, kita to the point saja. Maksudku menelfonmu adalah aku ingin menawarkan kerja sama dengan perusahaanmu, yaitu perusahaanmu mempromosikan band terbaru kami melalui majalah seoul yang kalian buat!”

“owh, ne.. tidak masalah. Aku tidak akan keberatan kalau kau yang menawarkan kerja sama dengan perusahaanku!”

“mm, baiklah. Bisakah kita bertemu sekarang untuk membicarakannya lebih lanjut?” tanya il woo

“mmm, mianhe. Sore ini aku harus segera berangkat ke Jepang. Tapi, bagaimana kalau kau bertemu dengan salah satu staf ku yang memang sering ku tunjuk untuk mengurus kerja sama dengan perusahaan lain!?!”

“ne. Gwenchana… hm, hari ini perushaan kami lumayan sibuk, jadi mianhe, bisakah staf mu yang mendatangi kantorku?” tanya il woo yang sekarang masih sangat sibuk dengan rencana- rencana promosinya.

“owh, baiklah. Aku akan segera menelfon staf manajemen dan menyuruhnya untuk segera ke datang ke kantormu.!”

“oke, gomawoyo. Semoga kerja sama kita kali ini sukses. Sekali lagi gomawo!”

“cheonmaneyo!”

*^*^*^*^*

                Sooyeon dengan jari- jari panjangnya sore ini menari- nari diatas keyboard computer. Sesaat kemudian, tarian jari- jari itu terhenti karena deringan handphonenya. Setelah beberapa menit berbicara dengan presdir choi si penelfon, sooyeon pun segera beranjak dari meja kerjanya. Iya di minta mendatangi super dream star untuk mendiskusikan kerja sama mereka.

Sebelumnya sooyeon sempat menolak, karena tau saja itu perusahaan appanya. Dan kalau pun ia yang membicarakan masalah kerja sama antar perusahaan itu, pasti ujung- ujungnya akan membicara masalah pribadi. Dan tujuan kedua presdir perusaan pasti tidak akan tercapai, menurutnya.

Namun, presdir choi tetap memaksa. Jadilah sooyeon terpaksa pergi dan menyiapkan dirinya agar focus pada masalah pekerjaan. Ia berjanji pada dirinya, kalau nanti bertemu dengan presdir di SDS, maka mereka tidak akan membicarakan masalah pribadi.

Selang waktu beberapa menit, akhirnya sooyeon sampai juga di perusahaan yang ditujunya. Ia melangkahkan kakinya dan berusaha untuk tidak memikirkan masalah pribadi. Apapun yang terjadi nantinya yang pasti ia harus siap. Apapun anggapan appa tentang dirinya yang bekerja di SMC, untuk membiayai hidup harus bisa di tepisnya.

“tok, tok, tok!!!” sooyeon mengetukkan pintu ruangan appanya dengan sesantai mungkin. Ia mencoba tidak terlalu takut atau gemetaran bertemu dengan appanya.

“ne silahkan masuk!” jawab sebuah suara dari dalam ruangan

Sooyeon pun melangkah masuk, dan presdir yang tengah duduk di dalam ruangan itu untuk menyambut rekan kerjanya langsung terkesiap melihat siapa yang datang….

To be continued…

TADAaa… akhirnya siap juga 1st story  ini,mmm… to all of reader,,,mianhe sebanyak- banyaknya dari author ats crita gaje ini… hahaha,,, apa iya ato gak,,, tpi,,, yg psti critanya kyk ga ada aja ya sisi bagusnya… ff biasa mgkin ya?!?!?
okelah… tlong mklumin ya readers… author jg gatawu ff yg bgus itu gmna mrangkai crita n kata”nya…. Hehehe…
jejak readers harus dtinggalin ya,,, habis ngebaca gaboleh d bawa jejaknya…. Ckckck*Plaaakk ^_^

28 thoughts on “Slow But Sure [Chapter 1]

  1. Lanjutin dong! Lagipula g gj tuh thor, lumayan rapi.
    Ckckck. Cowok emang suka sok jual mahal y! Uda suka masih belagu!
    Keep on writing

  2. Keren thor, alurnya. update sesegera mungkin yah^^
    #puppyeyes.

    numpang promo, mampir ke smfanficsindo.wordpress.com yah, gratis. cuma bayar koneksi.
    *cling! #menghilang

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s