Blow By The Wind (#2)

image

Title: Blow By The Wind

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER)

Genre: Romance, Comedy, Drama

Length: Chaptered / Short Story

Rating: PG13

Cast:
– SNSD’s Im Yoona
– Super Junior’s Lee Donghae
– C.N.Blue’s Lee Jonghyun (ntar muncul lagi part3)
– KARA’s Han Seungyeon
*Other casts find them*

Disclaimer:
Semua cast bukan punya author, tapi cerita asli punya author, plus Jonghyun nya juga boleh
*abaikan*

Author’s Note:
Hello!!! Annyeong!!! ini dia lanjutannya blow by the wind. hehehe, akhirnya author memutuskan untuk nyimpen dulu My Beautiful Ghost nya. Karena ga ada ide sama sekali!!
>_<
#bukkkk *digebukin*
malah ini yang cerah banget idenya wkwkwk ^^

ya udah lah banyak cingcong!! *ntar gue ditimpuk*

+**Happy Reading**+

__________________________________________________
Previous: | ##-+**+(1)+**+-## |

##-+**+(2)+**-##


“kemana dia?” batin Yoona kebingungan. Tidak mungkin kan, kalau Donghae loncat dari kereta?
Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti mencari, dan kembali duduk di kursinya.
“eh apa ini?” kata Yoona kaget saat melihat sebuah burung kertas berwarna putih di atas meja. Ia mengambil burung kertas itu dan memperhatikannya baik-baik. Burung itu berbeda dengan yang kemarin, warnanya saja sudah jelas beda.
“hanya ini jejak yang ditinggalkannya?” kata Yoona dalam hati sambil menghela napas. “aku simpan saja” katanya lagi, ia membuka tasnya dan memasukan burung kertas itu ke dalam tasnya.
Saat itu, ia sama sekali tidak tahu kalau burung kertas itu akan sangat penting nantinya.

Beberapa menit kemudian, kereta yang dinaikinya berhenti di sebuah stasiun. Yoona pun membereskan barang-barangnya, dan turun dari kereta itu.
Meskipun menurutnya terkesan tidak mungkin, ia sangat berharap bisa bertemu dengan Donghae lagi.
Karena entah kenapa, ia merasakan sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan srbelumnya, ketika bersama laki-laki itu.
Meskipun ia belum mengerti perasaan apa itu sebenarnya…

__________________________________________________

#Seminggu kemudian#

Di sebuah cafe…

Han Seungyeon duduk di meja paling pojok, ia menunggu seseorang dengan harap-harap cemas.
Secangkir kopi di mejanya sudah dingin, saking sibuknya menunggu ia sampai lupa meminumnya.

“dia akan datang atau tidak ya?” batin Seungyeon sambil menggigit bibirnya.
Ia tidak begitu yakin orang yang ia ajak bertemu itu akan datang menemuinya. Karena orang itu adalah Lee Donghae, mantan namja chingu-nya, yang ia sangat kenal dan tahu bagaimana sifatnya. Dan menurut pengetahuannya itulah, ia bisa menebak kalau Donghae tidak akan datang.
Tapi ternyata sebaliknya. Laki-laki itu datang, tidak seperti yang ia duga.

Begitu Donghae mendatangi mejanya, Seungyeon langsung tersenyum. Setelah laki-laki itu duduk, barulah ia melontarkan pertanyaan. “Oppa, ani…Donghae-sshi, bagaimana kabarmu?” tanya Seungyeon.
“aku baik” jawab Donghae singkat.
Sekarang keduanya diam, menciptakan suasana yang tidak enak.
“ehm, kau masih suka membuat burung kertas?” tanya Seungyeon lagi, memecah keheningan di antara mereka.
Donghae menghela napas dan mengangguk. “ya, aku masih suka melakukan itu” katanya. “berapa jumlahnya sekarang?” tanya Seungyeon penasaran, ia ingat dulu ia dan Donghae sering membuat burung kertas berdua, seingatnya terakhir kali jumlahnya ada 890 burung kertas, apa sekarang sudah bertambah?
“sekarang jumlahnya sudah 999” ujar Donghae. “wah itu artinya sudah hampir mencapai targetmu kan? kau sudah membuat satu lagi?” kata Seungyeon sambil tersenyum, ia berusaha menghangatkan suasana, tapi Donghae tetap bersikap dingin padanya.
“aku tidak akan membuat yang satu lagi, aku akan menunggu seseorang datang memberikan yang satu itu untukku” kata Donghae, terlintas bayangan Im Yoona di pikirannya. Ia berharap gadis itulah yang akan memberikan burung kertas ke-1000 untuknya.

Seungyeon mengangguk, “begitu ya? ah aku sampai lupa, tujuanku mengajakmu bertemu sebenarnya adalah untuk ini” kata Seungyeon, ia mengambil sebuah map dari tasnya dan memberikannya pada Donghae.
“itu adalah naskah drama terbaru Sutradara Kim, ia memintaku mengurus soundtrack-nya. Jadi, karena menurutku lagu-lagu ciptaanmu bagus, aku ingin memintamu untuk membuat soundtrack-nya, eottae?” kata Seungyeon lagi.

Donghae membuka map itu dan melihat naskah drama di dalamnya. Ia cukup terkejut melihat tulisan di halaman depannya, di situ tertulis:

Title: Blow By The Wind
Written by: Im Yoona

“jadi naskah ini yang ia tulis di kereta waktu itu?” pikir Donghae, sebuah senyum terbentuk di bibirnya.

“geurae, aku akan mengerjakan soundtrack-nya. oh ya, kau mengenal penulis naskahnya?” kata Donghae, sambil memasukan kembali naskah itu ke dalam map.
“ia langsung setuju? tanpa membaca naskahnya? aneh sekali, tidak biasanya. Untuk apa juga ia menanyakan Im Yoona?” kata Seungyeon dalam hati, ia agak heran melihat sikap Donghae yang langsung berubah begitu ia menunjukan naskah drama itu. “ehm ya aku kenal, waeyo?” kata Seungyeon. Donghae menggelengkan kepalanya dan tersenyum “tidak ada apa-apa, oh masih ada yang ingin kau bicarakan?” kata Donghae,
“tidak ada, gomawoyo sudah mau datang menemuiku, kupikir kau tidak akan mau. kalau begitu…jalgayo” ujar Seungyeon, ia kembali memasang senyuman yang manis.
“ehmm kau juga hati-hati. Aku pergi dulu” kata Donghae, lalu pergi sambil membawa map tadi.

Setelah Donghae tidak terlihat lagi, barulah Seungyeon mengatakan isi hatinya. “bolehkah aku menjadi orang yang membawakan burung ke-1000 itu, Oppa?”

***

Sementara itu…

Donghae berjalan sambil menengok ke kanan dan ke kiri, ia mencari sesuatu atau seseorang mungkin.
Ketika itu, tiupan angin musim gugur yang dingin dan agak kencang, menerbangkan burung kertas ke-999 (yang sempat ia buat tadi di perjalanan menuju cafe) ke arah sebuah bangku taman.
Dan dibangku itu duduk seorang gadis berambut panjang, dengan laptop pink di pangkuannya. Siapa lagi kalau bukan Im Yoona.
Donghae pun tersenyum dan cepat-cepat menghampiri gadis itu. Ia benar-benar sangat ingin bertemu lagi dengan Yoona, dan sekarang keinginannya menjadi nyata.

“Yoona-ya, kau masih ingat aku?” tanya Donghae sambil duduk di sebelah gadis itu.
Yoona yang sedang mengetik, sangat terkejut mendengar suara Donghae. Ia berhenti mengetik dan melihat ke arah Donghae.
“omo, Donghae-sshi, eotteohkhae…” kata Yoona kaget.
Setelah seminggu mereka tidak bertemu lagi, sekarang lagi-lagi tiupan angin mempertemukan mereka. Jujur saja, Yoona sangat bahagia entah kenapa.
“gara-gara ini tertiup angin, jadinya aku bertemu denganmu” ujar Donghae sambil memungut sebuah burung-burungan kertas berwarna hijau dari tanah.
“oh begitu ya, ehm bagaimana kabarmu?” kata Yoona.
“aku baik, oh ya naskahmu itu…sebenarnya sih aku belum baca tapi…dari judulnya sepertinya bagus” kata Donghae lagi, lalu menunjukan map berisi naskah drama itu kepada Yoona.
Lagi-lagi gadis itu memekik. “omo kenapa bisa ada padamu??”
“aku ini, song writer untuk soundtrack drama ini. Tidak percaya?” kata Donghae.
Yoona tidak tahu mau berkata apa jadi ia cuma mengangguk.

Setelah cukup lama saling diam, akhirnya Donghae buka suara lagi. “Yoona-ya, aku tidak tahu ini terkesan konyol atau apa, tapi…aku ingin menghabiskan waktu seharian denganmu, boleh?” tanya Donghae sambil tersenyum.
Kata-kata Donghae itu sukses memunculkan rona merah di pipi Yoona. “m..mwo? ah tentu saja boleh, tapi kenapa harus denganku?” ujar Yoona malu-malu.
“karena aku maunya begitu, kaja” kata Donghae. Ia berdiri dari kursinya, dan mengulurkan tangannya, persis seperti waktu di kereta.
Yoona menutup laptopnya, lalu menyambut uluran tangan Donghae sambil ikut berdiri, dan tersenyum.
“boleh aku tahu kita mau kemana?” tanya Yoona.
Donghae kelihatan berpikir sejenak, lalu berkata “ehmm kau suka es krim?”.
Yoona segera mengangguk “tentu saja, aku suka sekali es krim” kata Yoona dengan mata berbinar (?)
“kalau begitu ayo beli es krim” kata Donghae, sekarang Yoona kelihatan bingung. “tapi di sekitar sini tidak ada yang jual es krim” kata Yoona, lalu mengedarkan pandangan ke sekitar taman. Dia tidak melihat ada penjual es krim di sekitaran situ.
“ada, makanya ikut aku dulu” kata Donghae, sambil tersenyum (lagi) “ada di sebelah mana?” gumam Yoona.
Tapi akhirnya ia mengangguk dan ikut bersama Donghae.

****

Laki-laki itu memang tidak membawanya ke tukang es krim, tapi malah ke sekelompok anak yang sedang berjualan es krim. Mungkin dalam rangka acara sekolah.
Begitu melihat Yoona dan Donghae datang, anak-anak yang tadinya cemberut langsung tersenyum bahagia.
“Eonni dan Oppa mau beli es krim? ayolah jebal, beli satu saja supaya kami menang” kata salah seorang anak yang dikuncir dua.
“eoh aku mau beli satu, untuk gadis cantik ini” kata Donghae, lalu melirik Yoona yang sedang menatapnya dengan tatapan apa-apaan-sih-kamu-?

Anak kecil yang dikuncir dua itu langsung mengambilkan satu cup es krim dan memberikannya pada Yoona. “ini harganya cuma 1000 won, karena ini acara sekolah” kata anak itu, lalu tersenyum menunjukan deretan giginya yang putih.
Donghae mengeluarkan dompetnya, dan tiba-tiba saja ia melihat setangkai mawar di meja kios tempat anak-anak itu jualan es krim.
Sesuatu terlintas di pikirannya.
Ia mengeluarkan uang 100.000 won dari dompetnya, dan tersenyum pada anak itu.
“Oppa akan membayar 100.000 won kalau bunga itu boleh untuk Oppa, eottae?” kata Donghae.
Anak yang berkuncir itu melihat ke arah teman-temannya dan mengangguk-angguk.
Ia pun menerima uang dari Donghae, dan memberikan bunganya pada Donghae.
Setelah itu ia menyuruh teman-temannya berdiri dan mereka pun mengucapkan “kamsahamnida!!!” bersamaan.

“sebenarnya kau mau beli es krimnya atau bunganya sih?” tanya Yoona heran, lalu menyendoki es krimnya.
Donghae hanya tersenyum lalu memberikan bunga itu pada Yoona. “johahae, Yoona-ya” katanya.
Yoona langsung tersedak mendengar kata-kata Donghae. “uhuk…uhuk..ehm, kau bercanda kan?” tanya Yoona antara percaya dan tidak percaya. Donghae menggelengkan kepalanya, itu jawaban yang cukup jelas.
“tapi kan…” Yoona pun kehilangan kata-kata, ia terlalu kaget.
“aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu denganmu di kereta, aku memang tidak percaya dengan ungkapan love at the first sight, tapi…buktinya aku mengalaminya sendiri. aku tidak bohong” kata Donghae, berusaha meyakinkan gadis yang berdiri di hadapannya itu mengenai perasaannya.
“mmm terus aku harus menjawab sesuatu begitu?” tanya Yoona, “cukup terima bunganya, itu sudah kuanggap jawaban” ujar Donghae.
Yoona mengangkat tangannya dengan agak ragu-ragu (?) , hatinya mengatakan kalau ia sudah mulai menyukai Donghae, meskipun pertemuan mereka hanya singkat, yaitu satu hari, itupun di kereta.

Tapi akhirnya ia mengikuti kata hatinya, dan menerima bunga itu.
“gomawo Yoona-ya” kata Donghae, Yoona mengangguk sambil tersenyum. Ia cepat-cepat menunduk, takut pipinya yang memerah ketahuan.
“huh, Donghae-sshi, udara semakin dingin, kita pulang saja yuk?” kata Yoona, tiupan angin musim gugur mulai menembus sweaternya. “geurae, dimana rumahmu? biar kuantar pulang” kata Donghae. “rumahku tidak jauh kok dari sini” kata Yoona, sambil kembali menunjukan senyuman.

Donghae meraih tangan Yoona dan memasukan tangan mereka ke saku mantelnya. “kaja!’ ajak Donghae.
Mereka berdua pun berjalan pulang bersama, diiringi tiupan angin musim gugur…

….

__________________________________________________

[Singkat cerita] Beberapa hari kemudian….

[Seungyeon’s House]

Seungyeon duduk di atas tempat tidurnya sambil melamun. Siapa lagi yang dipikirkannya kalau bukan Donghae. Ia juga terus teringat kata-kata Donghae tentang burung kertas ke-1000 itu. Ia ingin menjadi orang yang memberikan burung kertas ke-1000 itu, tapi…kalau ia yang melakukannya, akankah Donghae menerimanya? ia tidak begitu yakin.
Tapi ia merasa ia harus mencoba.

Ia pun berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya. Seungyeon membuka salah satu lacinya, dan mengeluarkan kertas berwarna violet dari dalam laci itu.
Ia duduk di meja kerjanya, dan mulai melipat kertas itu, membentuk burung.
“Donghae-sshi, aku akan memberikan burung kertas ke-1000 untukmu” batin Seungyeon sambil melipat.
“dan pada saat itu, saat aku memberikannya padamu…” batinnya lagi, kali ini ia membuat lipatan terakhir, dan jadilah burung kertas itu.
Seungyeon menatap burung-burungan itu dan tersenyum.
“aku harap kau mau menerimaku kembali”…

****

Sementara itu…

[Yoona’s House]

Yoona memanyunkan bibirnya sambil membaca ulang tulisan di laptopnya. Ia benar-benar kehabisan ide untuk melanjutkan naskah dramanya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan aktivitas menulisnya dan menutup laptopnya.
Sekarang ia mengacak-acak rambutnya lalu menghela napas untuk yang kelima kalinya hari ini.
Tiba-tiba ponsel barunya berbunyi. Ya, tentu saja ponsel baru, karena yang lama sudah dibuang keluar jendela oleh Donghae.
Ternyata ada satu sms, dari Donghae.

From: Lee Donghae
Yoona-ya, kau sedang apa?

“ih kukira ada apa, ternyata cuma menanyakan ini” gumam Yoona, lalu mengetik balasan sms.

To: Lee Donghae
aku sedang tidak melakukan apa-apa, waeyo?

Beberapa saat kemudian datang balasan lagi dari Donghae.

From: Lee Donghae
mmm kalau begitu, kau mau kan membuatkan satu burung kertas untukku? jangan banyak tanya, pokoknya bikin saja, kalau sudah jadi langsung berikan padaku Ok?

Yoona agak penasaran dan sedikit heran membaca sms dari Donghae. Sungguh, itu permintaan yang tidak biasa. Sebuah burung kertas? Sedikit aneh memang, tapi Yoona tetap menyanggupi permintaan itu.

To: Lee Donghae
OK, aku akan coba buat satu ^^
tunggu ya, nanti aku akan datang^^

Setelah mengirim balasan itu, Yoona mengambil kertas putih dan meletakannya di meja. Ia sama sekali tidak tahu cara membuat burung kertas.
Ia mencoba melipat asal sana sini, tapi tidak berhasil membentuk burung. Yang ada kertas itu jadi kusut.
“ahhh eotteohkhae!!!!” seru Yoona frustasi.
Dan sesaat kemudian ia teringat sesuatu.
“ah ya ampun! bodohnya aku, aku kan punya burung kertas yang ditinggalkan Donghae di kereta, kenapa bukan dari tadi?” kata Yoona, ia cepat-cepat melompat (?) dari kursinya, dan mengaduk-aduk tasnya untuk mencari burung itu.
Dan ia menemukannya. “ah untung saja ketemu, sekarang aku harus pergi ke rumahnya” kata Yoona pada dirinya sendiri sambil tersenyum.

“Donghae-sshi, tunggu aku sebentar, aku akan memberikan burung ini padamu”

#To Be Continued…

__________________________________________________

Beh, gaje yaa part duanya???
*aku memang author yang pantas ditimpuk* #bbukkkk xD
masalah kependekan? itu bukan masalah (?) karena cerita ini memang sengaja pendek-pendek, hehehehe

hmmm kira-kira siapa ya, yang ngasihin burung kertas ke-1000 duluan ke Donghae?? Yoona kah? atau Seungyeon?
tunggu part 3, hehehe #bletakkk dorrrr xD
*oh ya mian kalo ada typo dan kawan2*

ya udeh RCL nee ^^
*aku mau peluk Woohyun dulu*
#jedoorrr *dibunuh INSPIRIT*
x))))))

44 thoughts on “Blow By The Wind (#2)

  1. Hehe… Sekali2 jd lawan j haha…
    Aku mendukungmu seungyeon eonnie… Kau harus memberikan burung ke 1000 pd donghae oppa, baru kita liat reaksi yoona#evil smirk.
    Keep on writing

    • wohohoho gak dukung YoonHae yaa wkwkwk tumben ada yg gak dukung YoonHae
      tadinya author jg pengennya bgitu gara2 galau pengen nonton MBLAQ *Seungho!!!!* #dorr
      tapi entahlah gimana jadinya entar huhuhu :D
      gomawo ne udah baca cerita aneh ini^^

  2. Ommona.. makin seru ajah…
    Jebal chingu, yang ngasih burung kertas ke 1000 Yoona ya chingu…^^
    Part 3 nya ditunggu.. jangan lama2 yah chingu..
    aq tak bisa menunggu lagi.. Ahahahaha..

    YoonHAe always..^^

    • jinjja seru??!! WEEEE GOMAWO!!!!! *apa sie teriak2 gaje* wkwkwk #dorr xD

      hmm Yoona atau Seungyeon yaaa??
      doakan author gak galau gara2 MBLAQ, supaya happy end wkwk xDD #jebuurr

      siipp deh secepatnya bakal dipost *lagi semangat2nya dan otak lagi cerah2nya* hehehe tunggu aja ne^^

  3. o.O ceritanya tambah kereenn.. :D
    bkin yg baca heboh sendiri eon.. wkwk.. :D
    10 jempol(?) buat eonnie.. :D
    Pkoknya harus Happy End, Harus YoonHae *maksa
    Dtunggu secepatnya lanjutannya.. :D

  4. Bagus bgt chingu!!Romantis bgt Haeppa nya XD Mudah2an di part 3 yoona dluan trs haeppa dan yoon eon lsg nikah #eh?pcrn dlu!

  5. Waduh thor! bener-bener bikin penasaran sama part selanjutnya :D mending tuh burung kertasnya Yoona sama Seungyeon datengnya barengan :D hahahaha biar haeppa bingung,terus frustasi,habis itu puyeng,terus nyebur ke laut deh *eh :D YoonHae harus bersatu ya thor :D YoonHae Forever deh pokoknya ^^

  6. wah makin keren ni critanya thor
    bikin penasaran deh, yang kasih burungnya yoona kah???
    lanjutin author, ditunggu next partnya :D

  7. Masukin tangan cewe ke mantel cowo itu so sweett. Aku suka :*
    kayanya yg pertama ngasih Yoona deh, walaupun bukan Yoona, dan Seungyeon yang duluan ngasih, tapi aku yakin ngga bakalan di terima sama Donghae, jadi tetep aja yang Yoona yg di terima :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s