Blow By The Wind (#3[END])

image

Title: Blow By The Wind

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER)

Genre: Romance, Comedy, Drama

Length: Chaptered / Short Story

Rating: PG13

Cast:
– SNSD’s Im Yoona
– Super Junior’s Lee Donghae
– C.N.Blue’s Lee Jonghyun
– KARA’s Han Seungyeon

Disclaimer:
Semua cast bukan milik author, but cerita udah pasti milik author

Author’s Note:
annyeong!! inilah part endingnya.
*cepet amat thor?* wkwkwk, ya kan namanya juga short story jadi pendek cuma 3 chapt. Dan di chap ini, selain kisahnya YoonHae, kisahnya Seungyeon juga lebih diceritain, terus juga kedatangan Jonghyun yang tiba2 ganggu lagi ^^

Dan habis ini author bakal comeback (bareng sama author Park Jihyun) dengan membawa FF Beyond The Dream kekeke (ada YoonHae nya lho, main cast lagi ^^) *promote*

ya udah lah langsung aja
this is the end..

…**Happy Reading**…

__________________________________________________
Previous: | ##-+**+(1)+**+-## | ##-+**+(2)+**+-## |

##-+**+(3)+**+-##

[Donghae’s House]

Begitu sampai di depan rumah Donghae, Yoona melihat seorang perempuan (yang ia kenal) berdiri di depan pintu rumah itu.

“Seungyeon-sshi” panggil Yoona sambil tersenyum.
Perempuan itu, alias Seungyeon, membalikan badannya dan balas tersenyum. “oh Yoona-sshi, kau sedang apa di sini?” kata Seungyeon, lalu menghampiri Yoona.
“aku disini untuk…ehmm sebenarnya sih tidak terlalu penting, kau sendiri?” kata Yoona.
“aku…” kata-kata Seungyeon terputus ketika melihat sebuah burung kertas berwarna putih di tangan Yoona.
Otaknya segera menghubung-hubungkan petunjuk yang ia punya. Dan ia pun tahu satu hal.
Meskipun ia datang duluan, tapi sebenarnya ia sudah terlambat.

“aku…baru saja akan pulang, kau mau bertemu Donghae?” tanya Seungyeon.
Yoona mengangguk “mmm aku mau memberikan ini padanya” kata Yoona sambil tersenyum dan menunjukan burung kertas di tangannya.
“oh begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu ya, annyeong” kata Seungyeon sambil berusaha tersenyum. “ne, jalgayo Seungyeon-sshi” kata Yoona ramah, lalu berjalan menuju pintu rumah Donghae.

Seungyeon pun membalikan badannya dan berjalan pergi, dengan hati yang hancur berkeping-keping.
Tapi ia sadar, waktu tidak akan pernah bisa di putar. Kalau dulu mungkin hati Donghae miliknya, tapi sekarang sudah milik orang lain.
Ia terus berjalan sambil menundukkan kepalanya, satu demi satu butir air mata jatuh ke pipinya.

“kenapa harus terjadi padaku?” batin Seungyeon sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.

“Oppa, kenapa orang itu harus Im Yoona?”

Seungyeon sama sekali tidak memperhatikan langkahnya, ia mengikuti kakinya melangkah begitu saja.

“Oppa, kenapa….ah sudahlah Seungyeon-a hentikan semua ini!”

Kakinya membawanya menyeberang jalan. Ia sama sekali tidak melihat, lampu penyeberangan belum menyala.

“geurae, lupakan semuanya. Annyeong……Donghae oppa”

dan….
BLAM!
Sebuah mobil menabrak gadis itu.

Seungyeon pun jatuh pingsan di tengah jalan. Kepalanya mengeluarkan cukup banyak darah.
Si pemilik mobil, yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Jonghyun, segera turun dan menolong Seungyeon. Ia langsung mengangkat gadis itu ke dalam mobilnya dan cepat-cepat melaju ke rumah sakit.

__________________________________________________

[back to YoonHae]

Begitu masuk ke dalam rumah Donghae, Yoona merasa seperti masuk ke dalam studio, atau toko alat musik (?) (*bisa dibayangin kan??-_-*)

Yoona duduk di salah satu sofa lalu berkata “tadi aku bertemu seseorang diluar”
“siapa?” tanya Donghae sambil duduk di sebelah Yoona.
“Han Seungyeon” jawab Yoona singkat.
Seungyeon? kenapa dia kesini” pikir Donghae sambil menatap lantai (?). Yoona memandangi Donghae dengan tatapan heran, “waeyo?” tanya Yoona.
Donghae mengangkat kepalanya, lalu tersenyum pada Yoona “tidak apa-apa, jadi…mana burung kertasku??” kata Donghae, lalu menengadahkan tangannya, meminta burung kertas itu dari Yoona.
Yoona tersenyum dan menaruh burung kertas itu di tangan Donghae. “ini, sebenarnya kan kau bisa membuatnya sendiri” kata Yoona, ia benar-benar penasaran apa alasan Donghae memintanya membuatkan burung-burungan kertas.
“ya memang, tapi aku pernah berjanji pada diriku sendiri, perempuan yang memberiku burung kertas ke-1000, adalah perempuan yang akan aku nikahi nantinya” kata Donghae, ia menatap mata Yoona dan kembali tersenyum. “karena aku ingin perempuan itu kamu, jadi aku menyuruhmu membuatkanku burung kertas itu, sedikit memaksa memang, tapi yang penting janji itu terpenuhi dan sesuai keinginanku” lanjutnya.
Yoona mengangguk mengerti, awalnya ia sedikit kaget waktu Donghae menyebut soal ‘menikah’, tapi setelah laki-laki itu menambahkan kata ‘nantinya’, Yoona malah merasa bahagia (?).

“eh tapi sebenarnya burung itu bukan aku yang buat, aku menemukannya di kereta, itu buatanmu” kata Yoona, mengakui kecurangannya.
“jadi kau curang ya? tapi tidak apa-apa, yang penting kau yang memberikannya padaku” kata Donghae.
“ah ne” ujar Yoona pelan, lalu menundukan kepalanya. Pipinya mulai memerah lagi.
Dulu Jonghyun tidak pernah semanis itu padanya, ini adalah pertama kalinya ada seorang laki-laki yang bersikap seperti itu padanya.

“kau mau makan?” tanya Donghae tiba-tiba. “ne?? ah…tidak usah” kata Yoona pelan. Sekarang keduanya terdiam untuk beberapa saat, dan akhirnya Yoona bicara lagi. “Donghae-sshi, jeongmal gomawo” kata Yoona sambil tersenyum. “gomawo, untuk apa?” tanya Donghae bingung. “untuk segalanya”

__________________________________________________

(singkat cerita) Sorenya…
[Hospital]

Setelah cukup lama pingsan, akhirnya Seungyeon tersadar. Ia membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling. “aku…di rumah sakit?” gumamnya dengan suara agak serak. Kepalanya begitu pusing, dan seluruh badannya terasa sakit.
“kau sudah bangun, mianhae, aku yang menabrakmu. Tapi tenang saja, aku sudah bayar biaya rumah sakitnya” kata Jonghyun, yang sejak tadi duduk di kursi, di pojok ruangan (?), sekarang laki-laki itu menghampirinya dan tersenyum. “kau siapa?” tanya Seungyeon pelan.
“aku…oh ya, namaku Lee Jonghyun, seperti yang sudah kubilang tadi aku yang menabrakmu, dan membawamu ke sini juga” kata Jonghyun.
“Lee Jonghyun-sshi, jeongmal gomawo” kata Seungyeon. Jonghyun mengangguk, meskipun ia agak bingung, kenapa Seungyeon berterima kasih? padahal ia menabrak gadis itu, ya meskipun menolongnya juga.
“eh aku harus pergi ke suatu tempat, kau tidak apa-apa kan kutinggal sendiri?” kata Jonghyun lagi, “ne tidak apa-apa” ujar Seungyeon.
“geurae, kalau begitu aku pergi dulu ya” kata Jonghyun sambil tersenyum lagi, lalu berjalan pergi meninggalkan ruang rawat Seungyeon.

Setelah Jonghyun pergi, Seungyeon mulai mencari-cari sesuatu. Burung kertasnya. Burung kertas yang tidak jadi ia berikan pada Donghae. Ada dimana benda itu? apa sudah terbang ditiup angin?

Seungyeon akhirnya menemukan benda itu tergeletak di lantai rumah sakit. Ia pun berusaha duduk, lalu turun dari tempat tidurnya untuk mengambil benda itu.
Burung kertas berwarna violet itu, kini berhias bercak merah di sayapnya. Sungyeon menatap benda itu dan air matanya mulai mengalir lagi.
Ia duduk di lantai sambil memeluk lutut dan memegang burung kertas itu. Ia merasa lebih baik ia mati ditabrak tadi, daripada harus seperti ini.

Gadis itu menatap burung kertasnya sekali lagi, lalu membuka lipatan-lipatannya. Sekarang burung itu sudah kembali menjadi selembar kertas. “lupakan semuanya Seungyeon-a, lupakan” batin Seungyeon. Jari-jarinya mulai merobek kertas itu, menjadi sobekan-sobekan kecil.

Kemudian ia berdiri, dan dengan susah payah berjalan ke jendela kamarnya yang terbuka.
Ia mengulurkan tangannya, membiarkan angin musim gugur menerbangkan sobekan-sobekan kertas itu.
Seungyeon melihat sobekan-sobekan kertas yang ditiup angin itu, dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap, semua perasaannya pada Donghae ikut terbang ditiup angin. Tapi kenyataannya, melupakan seseorang bukanlah hal yang mudah.

__________________________________________________

(di taman)

Jonghyun menatap layar ponselnya sambil berharap-harap cemas. Ia sedang menunggu balasan sms dari Yoona.
Sebenarnya ia tidak mau lagi mengajak Yoona bertemu, tapi ia harus melakukan satu hal, yaitu mengembalikan barang-barang yang pernah Yoona berikan padanya, atau membuang barang-barang itu bersama dengan Yoona. Pokoknya, ia ingin fokus pada karirnya sebagai sutradara tanpa teringat-ingat pada Yoona lagi. Dan ia merasa, solusi yang tepat adalah menyingkirkan segala yang berhubungan dengan Yoona dari hidupnya.

Beberapa saat kemudian, bukan balasan sms yang datang, tapi Yoona langsung yang datang. Dan sepertinya gadis itu tidak sendiri, tapi ia mendatangi Jonghyun sendirian.
“kau datang dengan siapa?” tanya Jonghyun. Yoona duduk di sebelah Jonghyun lalu menjawab. “seseorang. Ehm jadi, ada apa mengajakku bertemu? bukannya waktu itu kau sendiri yang minta putus??”
Jonghyun menghela napas, lalu menyodorkan sebuah kantong berisi barang-barang dari Yoona. “aku ingin mengembalikan ini” katanya pelan. Yoona memandangi kantong itu lalu tersenyum. “kau tidak perlu mengembalikannya, lebih baik dibuang saja” kata Yoona santai. Jonghyun mengangguk mengerti lalu berdiri. “geurae, aku akan membuangnya kalau memang begitu maumu” ujar laki-laki itu. “ada yang ingin kau bicarakan lagi?” tanya Yoona. Jonghyun menggelengkan kepalanya “tidak ada, oh ya gomawo sudah mau datang, padahal pertemuan ini cuma sebentar” kata Jonghyun, kali ini sambil tersenyum. Yoona mengangguk, lalu berdiri. “kalau begitu aku pergi lagi ya, aku masih ada urusan lain” kata Yoona. “geurae, jalgayo” kata Jonghyun.

Yoona pun membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Donghae yang menunggunya di ujung taman.
“kenapa cepat sekali? dia…mantan namchin-mu itu?” tanya Donghae, ia jadi teringat kejadian di kereta.
“ya memangnya aku harus lama-lama? mmm dia itu mantan namchin-ku” jawab Yoona. “kelihatannya dia bukan nappeun namja, tapi kenapa dia minta putus seenaknya?” kata Donghae. “dia memang baik, kurasa ia minta putus karena ia ingin fokus ke karirnya. ah sudahlah itu masa lalu, masa sekarangku adalah bersamamu. kaja!!” kata Yoona, gadis itu menggandeng tangan Donghae lalu menarik laki-laki itu ikut bersamanya. Donghae hanya tersenyum, kakinya melangkah mengikuti Yoona.
“Yoona-ya, aku harap semua ini bukan sementara”

**********************************************************

#a view months later…

[Donghae’s House]

“happy birthday!!! saengil chukhahae!!!” seru Yoona ceria sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna biru pada Donghae. “apa ini? jangan bilang isinya kecoa” kata Donghae sambil memegang tutup kotak itu. Yoona langsung manyun, dan memukul lengan Donghae. “ih dibuka saja dulu, mana mungkin aku memberimu hadiah kecoa” kata Yoona. Donghae tertawa kecil lalu membuka kotak itu. Isinya memang bukan kecoa, melainkan sebuah syal berwarna biru, polanya persis seperti syal putihnya yang dulu ia berikan pada Yoona.
“kau ingat kan, syal yang di kereta waktu itu, aku membuat ini supaya kita bisa kembaran” kata Yoona, sambil tersenyum.
“hmm begitu ya, aku juga punya sesuatu untukmu” kata Donghae, ia menaruh kotak itu di meja, lalu meraih tangan Yoona dan membawa gadis itu ke halaman rumah.

Diluar sana, ada sekumpulan balon gas yang diikatkan ke pohon. Di ujung tali balon gas itu ada sebuah cincin. Donghae melepaskan balon-balon itu dari pohon dan menyerahkannya pada Yoona.
“Yoona-ya, kau mengerti kan apa maksudku?” tanya Donghae, Yoona mengangguk ragu “eh tapi aku takut salah” ujarnya pelan, pipinya mulai berubah sewarna apel, tapi ia tetap menerima balon-balon itu. “will you marry me? Im Yoona?” kata Donghae sambil tersenyum.
Yoona, saking kagetnya melepaskan balon-balon yang dipegangnya.
Balon-balon itu pun terbang tertiup angin bersama dengan cincinnya juga. “omo, itu…” Yoona memekik kaget, lalu meloncat-loncat berusaha meraih tali balon itu, tapi benda itu sudah terlanjur terbang tinggi. “Donghae-sshi jeongmal mianhae aku tidak sengaja melepaskannya” kata Yoona, “ya sudahlah, itu kan tidak terlalu penting, yang penting kau mau atau tidak?” kata Donghae, Yoona menarik napas dalam-dalam lalu mengangguk, sambil tersenyum.
“gomawo” ujar Donghae singkat, lalu mendekati Yoona memeluk gadis itu.

Meskipun angin sudah meniup cincin itu, angin tidak akan pernah meniup cinta mereka berdua…

-END-

__________________________________________________

I hope this is not a gaje ending *bahasa apa sih?* #plakk wkwkwk.
pendek? ya memang, karena ini ending, so don’t protes wkwkwk
intinya happy end *horee* :D

btw end nya Seungyeon tragis banget gak sih? ya itu semua gara2 pas aku lagi nulis tiba-tiba lagu solonya Seungyeon eonni yg Because Of Love keputer di hp-ku, aku nangis denger tuh lagu, akhirnya si Seungyeon eonni jadi tragis gitu deh #dorrr *ditembak Kamilia* xD

ya udah se gaje apapun ini, RCL ne^^
#kabur sebelum ditimpukin

38 thoughts on “Blow By The Wind (#3[END])

  1. Daebaak..!!
    FF nya seruu.. :D
    Aku suka.. Happy End lagi.. :D
    Buat FF YoonHae lagi ya eon..
    Keep Writing..!! :))

  2. Great banget eon, sebenernya aku udah komen dari tadi, tapi gak kekirim”.

    Akhirnya aku nyerah dulu terus baru komen sekarang.

    Mian ya Eon >.<

    Pokoknya FF ini keren beud, merinding bacanya #Plokk XDD

    Keep Writing Eon ^^

    • hehehe ya iyalah sama Hae masa sama jonghyun ntar ga jadi YoonHae nya wkwkwk #bukk xD

      waa Gomawo.ne^^ kukira gajebo ternyata so sweet yaa hohoho

      eh abis ini ada kok ff yang Beyond the dream itu salah satu main couple nya YoonHae hehe^^

  3. amin amin amin, aku doain di dunia nyata mereka juga bisa sampe nikah,punya anak,punya cucu dan terus bersama.hehe :D
    aku juga mau di lamar seromantis ini, kalo bisa sih lebih *ngayal*
    oya alasan Seungyeon putus sama Donghae kenapa ?

  4. ya allah co cwit banget ^^ bkn senyum2 ndiri uiiii…tp knp yoona eonni bkn cincin’a terbang -_- tp gpp lah,bnr kt author mendig cincin yg dibaw angin dr pd cinta yg dibawa angin ^^

    daebak thor..

    ditunggu FF selanjut’a

    Jangggg ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s