The House

The House

Author:

IloveAJ

Genre:

Mystery, Angst, AU, Sad

Rate:

15 maybe? Soalnya ada bunuh-bunuhan. Hohohoho

Length:

Oneshot, Ficlet

Main Cast:

-Im YoonA

-Song Ahn Mi (OC)

-Lee dong Hae

-Park Hyung Seok

-Park Jin Wan (supir bus (OC))

Other cast:

-Find it by yourself :D

Backsound:

-SHINee – Sherlock

-B2st – Fiction

-Super Junior – Opera

-SNSD – Mr. Taxi

-U-Kiss – Never Land

(wah, gak ada yang nyambung, tapi kayaknya cocok aja. hohoho)

Author’s note:

All casts is belong to god and himself/herself.

But, the story is mine!

No Plagiat, no Siders, No copy without my permission.

Cerita ini pernah di post di blog pribadi author:

http://iloveaj.wordpress.com/

Dan, kayaknya cerita ini super gaje deh… kekeke~

Nah, Happy Reading! ^^

——————————————————————————————————————————————-

01:00 PM

Author pov.

Di sebuah halte bus, tampak seorang yeoja yang sedang bersandar pada tiang sambil memandang jam tangannya dengan kesal.

“Ya, Ahnmi-a lama sekali” gerutu Yeoja bernama Im Yoona itu sambil menghentakkan kaki

Tiba-tiba

“Ya! Yoona-a! Mian telat, sudah menunggu lama?” tanya Ahnmi sambil berlari menuju Yoona

“bukan lama lagi. Aku sudah hampir jamuran nih!” jawab Yoona ketus

“Huuh. Miane miane” kata Ahnmi

“Nae, sudahlah, tuh ada bus! Kajja!” ajak Yoona sambil menarik tangan Ahnmi masuk ke dalam bus.

Di dalam bus, hanya ada 2 orang namja (Donghae dan Hyungseok), 2 orang yeoja (Sandara dan Jessica) dan supir bus yang berwajah menyeramkan.

Ahnmi dan Yoona duduk dibelakang.

“hey, Yoona-a, supir bus itu menyeramkan ya” bisik Ahnmi pada Yoona

Yoona mengangguk. Yoona melirik Namja yang duduk di tengah. Dan yeoja yang duduk di depan

“Ahnmi.. Sebaiknya kita turun saja, disini mencurigakan” bisik Yoona.

Ahnmi mengangguk.

“Ehm, Ahjussi, Mian, saya turun disini, berapa?” tanya Yoona pada supir bus menyeramkan itu.

Supir Bus menyeramkan itu menatap Yoona tajam.

“andwae, sebentar lagi sampai” sahut Supir Bus itu dingin.

mwo? Sebentar lagi sampai? Tapi, tempat kerja kami masih jauh!” Batin Yoona heran

“Yoona-a, apa maksudnya sudah sampai? Bukankah masih jauh?” bisik Ahnmi.

Yoona mengangguk ragu.

“ini semakin mencurigakan” gumam Yoona pelan.

Tiba-tiba bus berhenti di depan sebuah rumah besar nan megah.

“nah, ayo turun, tunggu sebentar ya, setelah ini saya antarkan. Ayo masuk dulu” kata supir bus sambil tersenyum ramah.

Yoona, Ahnmi, Donghae, Hyungseok, Jessica dan Sandara memandang rumah besar nan mewah itu.

Rumah itu tampak mencurigakan di mata mereka.

“Hyungseok, dia tambah mencurigakan” gumam Donghae pelan. Hyungseok yang duduk disamping Donghae menangguk pelan.

Jessica berdiri. Diikuti oleh Sandara, dan akhirnya, semua berdiri, dan berjalan mengikuti Supir bus itu.

Bruk!

Yoona terjatuh karena tersandung sesuatu.

Supir bus, Jessica dan Sandara sudah diluar. Tinggal mereka berempat.

“ah, Gwenchanayo?” tanya Donghae sambil membantu Yoona berdiri.

Ahnmi berjongkok, melihat apa yang menyandung Yoona.

Dia sangat terkejut, ternyata, yang tersandung oleh Yoona adalah… Sebuah shotgun!

Ahnmi mengambil Shotgun itu dengan tangan gemetar.

“mwo? apa itu? Shotgun!? Ke, kenapa Shotgun ada disini?” kata Hyungseok kaget dengan mata terbelalak.

“Sudah kuduga, dia itu mencurigakan!” seru Yoona dan Donghae bersamaan.

Mereka berdua berpandangan salah tingkah.

“siapa yang mencurigakan?” tanya sang supir bus dari belakang. Mereka semua menoleh.

Sang supir bus menyeringai misterius.

Donghae segera menyembunyikan Shotgun tadi di dalam tasnya

“A, Anniyo” jawab mereka berempat bersamaan

“hohoho, Jinjjayo? Kalau begitu, masuklah” kata Supir Bus itu ramah tapi misterius dan menyeramkan.

Donghae mengangguk tenang.

Dia melangkah keluar bus. Entah apa yang dipikirkannya.

Ketiga temannya mengikuti Donghae.

Di dalam rumah.

“lho? dua yeoja tadi mana?” tanya Ahnmi. Supir bus itu tersenyum misterius.

“Mereka berdua sedang berada di tempat yang indah” gumam Supir bus itu, seakan senang karena telah mengirimkan 2 orang tadi ke surga Mereka berempat mengerutkan dahi.

Tempat yang indah?

Donghae membayangkan Lapangan basket, Hyungseok membayangkan tempat tidur dengan bantal yang bertumpuk, Yoona membayangkan butik dengan baju-baju indah, dan Ahnmi membayangkan restoran yang penuh dengan makanan enak…

“sudah, jangan bengong saja, cepat masuk!” suruh supir bus itu.

Mereka berempat masuk sambil manyun. Karena supir bus itu membuyarkan khayalan indah mereka.

Dan… Jeng Jeng!

Di dalam rumah sungguh mengerikan. Dimana-mana banyak bercak darah, seakan telah terjadi perebutan harta sampai mengorbankan nyawa di dalam rumah mewah nan megah ini…

Bagaimana bisa? Padahal luarnya begitu bagus, megah, dan mewah.

Tapi dalamnya? Seakan telah terjadi perang disini… Sungguh bukan rumah yang layak ditinggali…

“hey, bagaimana ini? Gimana nasib 2 yeoja tadi…” bisik Ahnmi pada Yoona.

Yoona menelan ludah.

“Nado molla…. Ssst, rasanya ada bau aneh” bisik Yoona sangaaaat… pelan.

“kenapa bisik-bisik anak-anak manis??” tanya supir bus itu sambil tersenyum misterius

“ah, anniyo ahjussi. Hanya membicarakan profesi masing-masing” kilah Donghae

“oh begitu….. Kalau begitu, apa pekerjaan kalian?” tanya Supir bus itu SKSD

“euhmm… Aku adalah Detektif Polisi di kepolisian pusat” jawab Donghae

“Aku adalah… ehm, aku masih kuliah” timpal Hyungseok

“Aku dan Ahnmi adalah chef di restoran…” sahut Yoona. Ahnmi mengangguk.

“hemm… Yeoja-yeoja, ayo kita ke dapur… Kalian chef kan? Tolong masakkan sesuatu ^^” kata supir bus itu

Yoona dan Ahnmi hanya mengangguk kecil.

“dan, para namja, kalian bisa kemana saja” sahut supir bus itu

Di Dapur…

“Yoona, perasaanku tidak enak” bisik Ahnmi

“Ah, nae, nado” sahut Yoona sambil melirik sekeliling dengan was was

“nah, kalian akan memasak apa anak-anak manis?” Tanya supir bus itu tersenyum sambil menutup pintu. Satu tangannya tersembunyi di balik punggungnya yang tegap dan besar.

“A, apa saja yang bahannya tersedia” jawab Yoona. Dia memberi isyarat menyuruh Ahnmi membuka kulkas.

Saat Ahnmi hampir membuka, pegangan kulkas diraih oleh Supir Bus itu.

“Sudah, biar saya saja yang cek” kata supir bus itu sambil menyeringai seram, seakan ada hal yang tidak boleh diketahui orang lain di dalam sana… Ahnmi mengangguk ragu.

“hmmm, ada sirup strawberry, daging, tomat, sosis, dan apel” gumam supir bus itu.

“tolong bawa semuanya ke meja” kata Yoona pelan.

Supir bus itu merogoh (?) kulkas lalu membawa bahan-bahan tersebut ke atas meja

JLEB!

Supir bus itu menusukkan pisau –yang sedari tadi disembunyikannya di balik punggung− ke meja dapur seperti sedang menusuk seseorang yang dibencinya.

Yoona dan Ahnmi sangat kaget.

“nah, selamat memasak anak-anak manis ^^” kata Supir bus itu sambil berjalan meninggalkan dapur menuju ruang tengah tempat Donghae dan Hyungseok

Di ruang tengah

“ya! Para yeoja tadi lama sekali” gumam Donghae

“hohoho, kau naksir yeoja itu ya??” ledek Hyungseok

“siapa!? Aku Cuma cemas kok” sahut Donghae sambil cemberut

“itu loh, yang jatuh kesandung shotgun” jawab Hyungseok

“siapa yang tersandung shotgun anak-anak manis? Shotgun milik siapa?” Tanya supir bus dari belakang Donghae dan Hyungseok.

Donghae dan Hyungseok kaget bukan main.

“I, itu, wakil inspektur di kepolisian. Shotgun milikku” jawab Donghae berbohong

“oh begitu… Hmm, tolong bilang pada wakil inspektur itu ya, hati-hati..” kata supir bus itu sambil berjalan menuju salah satu kamar.

“ikuti dia” bisik Donghae pada Hyungseok

“mwo? Aku?” Tanya Hyungseok sambil menunjuk dirinya sendiri

“nae. Memang Kenapa?” Tanya Donghae dengan muka polos

“yang polisi kan kau! Kau saja sana!!” bantah Hyungseok

“huh, kalau begitu, ayo bersama-sama!” kata Donghae sambil mengendap menuju kamar yang dimasuki oleh sang Supir Bus.

“OMO!” Pekik Donghae tertahan

“mwo? Ada apa?” Tanya Hyungseok dari belakang Donghae

“I, itu… Ye, yeoja yang tadi…” kata Donghae terbata

“mwo? Yeoja yang menghilang tadi?” Tanya Hyungseok. Donghae mengangguk pelan.

“ada apa dengan mereka??” Tanya Hyungseok. Donghae menelan ludah, seperti telah melihat sesuatu yang mengerikan.

Donghae tidak menjawab, dia mempersilahkan (?) Hyungseok melihat.

“kh…!!” Hyungseok menjerit tertahan melihat dua yeoja (Jessica-Sandara) sudah tewas ditangan supir bus tadi.

Dua Yeoja itu terbujur mati dengan pisau tertancap di punggung masing-masing.

Sungguh mengenaskan, yeoja yang berambut blonde (Jessica) kelihatannya masih hidup walaupun sekarat, namun, yeoja yang satu lagi, yang berambut cokelat (Sandara) sudah tewas mengenaskan. Isi perutnya berantakan kemana-mana (Author merinding ngebayanginnya)

“ukh…” gumam Hyungseok. Dia ingin muntah melihat pemandangan mengerikan + mengenaskan itu…

Donghae menarik tangan Hyungseok untuk kembali duduk di tempat mereka.

“A, Aigoo… Ternyata dia seorang pembunuh!” bisik Hyungseok dengan nafas terengah-engah

“Nae! Kita harus memberitahu yeoja yang ada di dapur dan pergi dari sini! Tapi sebelum itu… Ah, sudahlah” bisik Donghae.

Mereka berdua mengendap-endap menuju dapur.

KRIEEET

Donghae membuka pintu pelan-pelan

KLONTANG!

Yoona menjatuhkan pisau karena kaget akan suara pintu dibuka. Ia mengira itu suara supir bus membuka pintu, padahal itu adalah Donghae

“ng, gwenchanayo??” Tanya Donghae canggung pada Yoona yang masih kaget.

Yoona mengangguk pelan.

Ahnmi menyenggol pelan Yoona.

“ng? ada apa?” Tanya Yoona polos

Ahnmi menggeleng

Yoona memandang Ahnmi heran

“ya, sudahlah, ayo cepat kita pergi dari sini!” kata Donghae pelaaaaaan

“mwo? Pergi dari sini? Waeyo?” Tanya Yoona pelan

“supir bus itu pembunuh!!” jawab Hyungseok sambil melirik sekeliling. Suaranya pelan, namun melengking tajam

“MWO?” Ahnmi dan Yoona kaget

“Sssst!!!” bisik Donghae sambil meletakkan telunjuk di bibir.

Ahnmi dan Yoona menutup mulut mereka masing-masing dengan tangan.

“Ji, jinjjayo??” bisik Ahnmi pelan.

Donghae menangguk

“nae, dia membunuh dua yeoja yang berambut blonde dan cokelat itu” jawab Donghae pelan

“mwo? Jinjja?” Tanya Yoona tidak percaya

“nae, Jinjja!” jawab Hyungseok yang masih merinding

“Kasihan sekali yang berambut cokelat, perutnya disobek, isi perutnya tercecer kemana-mana” lanjut Hyungseok sambil memejamkan mata, berusaha tidak mengingat kejadian mengerikan tadi

“MWO!?” Yoona dan Ahnmi menjerit tertahan.

“Nae, kajja, kita pergi dari rumah ini!” kata Donghae sambil keluar dapur, semua mengikutinya

Di ruang tamu

Saat mereka berempat mengendap-endap menuju pintu… Sang supir bus menyeringai dari belakang mereka sambil menyembunyikan pisau di balik punggungnya

“Mau kemana anak-anak manis?” Tanya supir bus sambil tersenyum.

Mereka  berempat berhenti, menoleh dan tercekat melihat sang supir bus sudah berdiri dibelakang mereka…

Supir bus itu maju beberapa langkah… Mereka berempat mundur beberapa langkah, supir bus itu maju lagi, mereka berempat mundur, namun punggung mereka sudah menyentuh pintu…

Mereka berempat sangat takut.

Donghae diam-diam memegang gagang pintu yang siap dibuka kapan saja.

Namun ia diam saja, sebagai polisi, sudah panggilan jiwa (Jiahh) untuknya mengurusi penjahat sampai tertangkap dan dijebloskan ke penjara… Menurutnya, ada kenikmatan tersendiri dibandingkan kabur dan membiarkan pelakunya berkeliaran… Walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun… Dan satu lagi, ia harus menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, sahabatnya.

Supir bus itu maju… Makin mendekat…

“kalian ini, sudah dibilang diam saja disini! Dan para yeoja, kenapa tidak memasak!? Kalian mau dimasak!? Kesabaranku sudah habis untuk kalian… Kalau saja kalian mau sabar, kalian akan mati dengan cara yang baik.. Tapi, kalau ini yang kalian inginkan… Baiklah…” kata Supir bus itu

mati dengan cara yang baik? Apa-apaan itu?” batin Donghae angkuh

“Siap-siap kalian!!” Supir bus itu mengacungkan pisau yang sedari tadi disembunyikan di belakang punggungnya…

Dia mengayunkan pisaunya menuju mereka berempat, tidak jelas siapa yang akan dibunuh duluan.

Yoona dan Ahnmi memejamkan mata, saat pisau hampir mengenai perut Yoona…

“Kenapa Ahjussi melakukan ini?” tegur Donghae pelan dan tenang…

Supir bus itu menghentikan aksinya. Pisaunya berhenti saat nyaris merobek perut Yoona.

“Kenapa ahjussi melukai orang? Apa ini kemauan ahjussi? Ada alasannya kan? Kenapa ahjussi? Beri tahu aku!” kata Donghae lagi. Tetap tenang dan pelan, namun sekarang nadanya agak memerintah.

KLONTANG

Sang supir bus menjatuhkan pisaunya sampai hampir mengenai kaki Yoona. Tampaknya ia sangat terpukul akan pertanyaan Donghae, seakan-akan ada masa lalu kelam yang ia tanggung dibalik punggungnya yang tegap dan lebar.

Donghae menatapnya nanar.

Yoona menghela napas sedih.

Sedangkan Ahnmi dan Hyungseok menatap langit-langit dengan pandangan kosong, seakan telah melupakan segalanya

Supir bus itu berlutut, kelihatannya ia menangis, meratapi masa lalunya yang kelam, punggung tegapnya yang selama ini menampung semua penderitaannya seakan tak kuat lagi menahan semua tekanan yang dialaminya.

“Aku melakukan ini karena……. Ini pelampiasanku, dulu keluargaku dibunuh adik iparku…. Sejak ditinggal pergi adikku, dia jadi seperti itu, dia membunuh semua keluargaku, menyisakan aku seorang, dan setelah itu ia bunu diri! Itu menyiksaku! Sungguh sungguh menyiksaku! Kenapa tidak ia bunuh aku sekalian!? Aku melampiaskan perasaanku dengan menjadi supir bus, dengan begitu, aku pikir bisa menghilangkan rasa kesepian karena bertemu banyak orang… Tapi…. Itu tidak cukup… Akhirnya…. Akhirnya…” katanya panjang lebar disela isaknya yang memilukan.

Yoona ikut berlutut, mengelus pelan pundak si supir bus itu… Seolah mengerti semua penderitaan yang dirasakan olehnya, tentu saja Yoona melakukan itu dengan mata merah.

“Arraseo Ahjussi… Arraseo…” kata Yoona mulai terisak.

Ahnmi ikut berlutut, ia memeluk Yoona dan supir bus itu, mereka bertiga terisak bersama.

Sementara itu, dua orang namja menatap mereka.

Hyungseok tidak tahan, ia ikut berlutut dan ikut berpelukan dan hanyut dalam perasaan sedih.

Tinggal Donghae yang masih terpaku, dia terlalu ‘man’ untuk ikut dalam kesedihan ini, terlalu ‘man’ untuk ikut berpelukan dan larut dalam haru.

Namun, hati kecilnya sudah tidak kuat menahan gejolak perasaan sedih…

Dengan sedikit terpaksa, ia ikut berlutut, dan memeluk Hyungseok, dan lama kelamaan semuanya saling berpelukan.

————-

“Gomawo anak-anak manis… Dan, Mianhae…” kata supir bus itu lirih sambil memasukan tanganya ke saku.

Donghae terkesiap, dia berdiri, memegang gagang pintu.

“Mianhae? Untuk apa ahjussi?” Tanya Yoona.

Supir bus itu mengeluarkan korek api dari sakunya.

Semuanya terbelalak. Tiba-tiba Yoona teringat bau aneh yang ia cium saat masuk ke rumah ini…

Minyak tanah!!

Semuanya terkesiap. Tiba-tiba, supir bus itu mendorong mereka semua ke luar rumah, mereka tersungkur di jalan.

Supir bus itu berjalan menjauhi mereka, ia berjalan jauh ke dalam rumah, namun mereka masih bisa melihat wajahnya…

Ia menyalakan korek api-nya dengan berlinang air mata…

“Kh! Ahjussi! Apa yang akan kau lakukan!?” seru Yoona khawatir

“Pai paii… Gomawoyo….” Seru Supir bus itu lirih (?) lalu menjatuhkan koreknya.

Lalu…

BLAAAAR!

Rumah megah itu terbakar, bersama seluruh isinya.

“AHJUSSI!!!!!” Seru mereka berempat.

Ahnmi dan Yoona terduduk (entah apa namanya xD).

Tentu saja itu menjadi hari yang tak terlupakan bagi mereka……

~~~~~~~~~~~~~~~~~~THE END~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Huohohoho, Author gaje kembali lagiii~~

Dengan FF Mistery yang gajee~ Author bukannya mau nunda-nunda penyelesaian FF, tapi tiba-tiba dapet ide buat FF ini, ya udah, dibikin deh… Hohoho xD

Segaje-gaje nya ni FF, Kalian harus tetep ngehargain. Kekekeke~

So, Keep RCL Please! :D

24 thoughts on “The House

  1. Kereenn..!!
    FF nya bkin deg”an..
    Ternyata ada sesuatu di balik semua itu(?) wkwk.. :D
    Ohh ya thor, FF I Am segera di lanjut ya.. :)

  2. annyeoooooooooooooong!!
    maaf ya eonnie baru baca… soalnya kemarin ada tes.. jadi gak bisa buka FKI deehh… :)

    wow… sekarang beralih ke pembunuhan niih.. hehehe~
    keren banget lho saeng.. kalo bisa buat lagi yg kayak gini kekeke~
    tapi itu si sandara.. yaampun… ngebayanginnya ngeri bgt.. o,O..
    keep on writing ya… :D

    • Annyeong Eonnieeee!! :D

      Nae, gapapa kok Eon :D

      Hahaha, nae, sebenernya FF ini udah lama kupelihara *?* di lappy, cuma baru sekarang aja di post-nya.

      Hehehe.

      Jinjja? Gomawoo~ ^^

      Iya tuh, aku yang bikin aja ngeri X(

      Nae, Gomawo Eon ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s