Romance City (Part 4)

Title
Romance City

Author
Park Yoo An

Length
Chaptered

Rating
PG-13

Genre
Romance, Drama, Comedy (?)

Main Cast
Yoona – Donghae
Taeyeon – Leeteuk
Seohyun – Sehun
Jessica – Heechul
Suzy – Soohyun
IU – Wooyoung
Sooyoung – Ryeowook

Other Cast
*CARI SENDIRI*

 

SEOHUN

Seohyun memutari kamarnya berkali-kali. Memang dirasa, seperti orang gila. Yeoja itu melangkahkan kakinya memutari kamar sedari tadi dengan arah pandangan mata ke bawah.

Tiba-tiba, Seohyun berhenti dari langkahnya. Tepat didekat ranjangnya, gadis itu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang empuk.

“Omo… Kenapa bisa jadi begini?” tanya Seohyun tak ayal pada diri sendiri. Rona merah muncul di pipi Seohyun saat kejadian tadi sore kembali berputar di otaknya…

Flashback

Seohyun menitihkan air mata. Air matanya mendarat tepat membasahi lembar ujiannya. 55. Itulah nilai yang tercantum di lembarnya.

“Aigoo…” Seohyun menutupi wajahnya dengan lembar ujiannya itu.

“Omma….” rengek Seohyun walau mustahil ommanya akan datang. Ini kan disekolah. Seohyun tidak peduli dengan beberapa anak yang melewatinya dan menganggapnya seperti orang gila : duduk tersungkur di aula sambil menutupi wajah dengan lembar ujian.

Tiba-tiba, seseorang menurunkan lembar ujian yang menutupi wajah Seohyun.

“Sehun-ah?” Seohyun heran saat melihat Sehun yang menurunkan lembar ujian itu dari wajahnya.

“Wae? Kenapa noona menutupi wajah noona dengan lembar ujian seperti itu?” tanya Sehun.

“…” Seohyun memberi isyarat agar melihat nilai yang tertera di lembar ujian itu.

Ketika Sehun melihat nilai yang tertera itu, namja itu hanya tersenyum bermaksud menguatkan Seohyun.

“Gwenchana.”

“Ya! Bagaimana bisa baik-baik saja?”

“Sudahlah! Yang lalu biar saja berlalu.

“Tapi aku takut dimarahi orangtuaku.”

“Begitu ya?”

“Ne. Aku sedih sekali.”

“Lalu bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan?”

“Ne?” Seohyun menatap heran ke arah Sehun.

“Ne. Kajja!” Sehun tidak membiarkan Seohyun menjawab ajakannya. Kalau tidak mau Seohyun menolaknya.

Namsan Tower

“Ya! Hun-ah kenapa kita kesini?” tanya Seohyun.

“Wae? Untuk menghiburmu.” sontak pernyataan Sehun itu membuat semburat merah muncul di pipi pucat Seohyun.

Entahlah, Seohyun merasa senang, bahagia, kaget juga deg-degan.

“Kajja Noona! Kita bersenang-senang!”ajak Sehun bersemangat lalu menarik tangan Seohyun.

Berjam-jam sudah mereka bersenang-senang di Namsan Tower. Walau banyak pasangan-pasangan yang sedang bermesraan disana, namun Seohyun dan Sehun lebih mesra dari mereka. Padahal Seohyun dan Sehun bukan sepasang kekasih. Tapi, bisa dikategorikan sedang dalam PDKT. Haah xD

“Gomawo Hunnie-ah! Aku senang hari ini.” kata Seohyun senang. Seohyun dan Sehun kini sedang duduk di taman samping rumah Seohyun sambil memakan es krim.

“Ne. Cheonma noona.”

“Nona Seo! Nyonya Seo menelepon.” seru pembantu keluarga Seohyun dari kejauhan sana.

“Ne! Aku akan segera kesana.”

Setelah pembantu keluarga Seohyun kembali menuju rumahnya, Seohyun berpamitan dengan Sehun.

“Mianhae Hun-ah, aku harus pergi. Kau juga harus pulang. Sudah petang.” kata Seohyun.

“Ne. Yasudah, aku pulang dulu noona. Annyeong!” kata Sehun kemudian mulai menjauh dari Seohyun.

“Ne Annyeong!” begitu juga Seohyun, yeoja itu juga menjauh dari Sehun dari arah berlawanan. Sehun menuju kiri sedangkan Seohyun menuju kanan.

Setiap 2 langkah keduanya menoleh kebelakang sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Mereka melakukannya sebanyak 3 kali. Hingga akhirnya…

Keduanya berhenti. Sama-sama berhenti. Kemudian cepat-cepat membalikkan badan dan berlari kemudian berpelukkan dan berciuman.

Keduanya bercium petang itu. Cukup lama. Hampir 15 menit mereka berciuman. Awalnya ciuman mereka berlangsung ganas, kemudian perlahan menjadi lembut dan penuh perasaan, namun setelah itu ciuman mereka berlangsung dengan penuh nafsu (?).

Setelah puas dengan ciuman mereka, keduanya melepaskan ciuman dan akhirnya kembali ke rumah masing-masing.

Flashback End

“Hah lebih baik aku tidur saja!”

Ketika Seohyun hendak tidur, tiba-tiba ponselnya berdering. Awalnya dia mengira kalau ada telepon, tetapi ternyata hanya sms masuk. Cepat-cepat Seohyun membukanya smsnya itu.

To : Seohyun Noona
From : Sehun

Annyeong Hyun Noona. Sedang apa?

Seohyun mengetik balasan dengan cepat.

To : Sehun
From : Seohyun Noona

Sedang ingin tidur.

Beberapa detik kemudian terdapat balasan.

To : Seohyun Noona
From : Sehun

Ooo yasudah kalau begitu. Selamat tidur!

Untuk kali ini, Seohyun tidak mengetik balasannya. Perlahan Seohyun mulai menutup matanya dan langsung tidur. Yeoja itu keasikkan menyelami mimpinya.

***
Seohyun membuka matanya perlahan saat merasa silau. Dikerjap-kerjapkannya mata indahnya itu. Mencoba terbiasa dengan sinar matahari.

Tapi tunggu… Dimana Seo? Seohyun mengedarkan pandangannya. Kenapa Seohyun bisa tertidur di bukit? Di bukit yang dipenuhi dengan banyak bunga di musim semi.

“Kenapa aku disini?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri.

“Omo! Dan kenapa aku memakai gaun ini?” tanya Seohyun ketika melihat dirinya memakai gaun putih. Mirip seperti gaun pengantin.

Tiba-tiba dua orang pria menggunakan jas menghampiri Seohyun.

“Nona, kita harus cepat Tuan sudah menunggumu.” kata salah satu dari mereka lantas menarik tangan Seohyun.

“Mwo? Ya! Ada apa? Apa yang terjadi?” pertanyaan Seohyun tidak dijawab sekalipun oleh kedua pria berjas hitam itu.

***
Masih dengan kebingungannya, kini Seohyun ditarik oleh kedua pria itu menuju tempat serba putih. Serta beberapa hiasan bunga melengkapinya.

***
“Apa kau Sehun-ssi, bersedia menerima Seohyun-ssi sebagai istrimu. Dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin?”

“Ne… Saya bersedia.”

“Apa kau Seohyun-ssi, bersedia menerima Sehun-ssi sebagai istrimu. Dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin?”

“Ne… Saya bersedia.”

“Sekarang kalian telah resmi menjadi suami istri. Kalian boleh berciuman.”

Keduanya berciuman. Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan itu.

***
Seohyun masih asik dengan tidurnya. Sambil memeluk boneka teddy bearnya.

Kakinya berada di atas boneka itu. Bahkan, Seohyun mengunyah-kunyah mulut boneka itu.

KRING…

Alarm berbunyi. Seohyun terbangun dan mendapati dirinya sedang mengginggit boneka itu.

“Pprrtt… Kenapa aku menggigitnya?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri.

“Omo!” pekik Seohyun.

“Jadi itu hanya mimpi?”

“Aishh untunglah.”
***

Sehun terlonjak dari tempat tidurnya.

“MWO??” pekiknya.

“Aish ternyata hanya mimpi.” ujar namja itu.

Sehun mengerucutkan bibirnya. Sedikit kecewa kalau tadi ternyata hanyalah mimpi.

“Kukira aku benar-benar menikah dengan Seo Noona. Ternyata! Haish menyebalkan.” umpat Sehun. Ditendangnya tempat sampah dekat meja komputernya hingga banyak kertas yang dibuang disana berceceran.

Sehun berjalan mendekati tempat tidurnya.  Menjatuhkan tubuhnya dan mengingat-ingat mimpinya tadi.

Saat itu, Sehun bangun dari tidurnya. Anehnya, Sehun sedang tidak dikamarnya. Melainkan disebuah taman bunga.

“Mwo! Kenapa aku disini?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

“Lho lho lho! Kok aku pakai baju seperti ini?” heran Sehun saat menyadari apa yang dipakainya. Setelan tuksedo berwarna hitam.

“SEHUN-AH!!” teriak seorang yeoja paruh baya.

“Omma?”

“Ya Sehun-ah! Kenapa malah enak-enakan tidur! Cepatlah! CALON ISTRIMU sudah menunggu!” kata Mr. Oh sambil memukul-mukul lengan anaknya.

“Awh! Appo Omma! Mwo?? Calon istri?” seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja Ommanya katakan. Sehun hanya mampu melotot ke arah Ommanya.

Tiba-tiba, 4 orang bodyguard berbadan tegap dan besar, berkaca mata hitam, berambut hitam mengkilap ala jabrik menarik Sehun dan ranjangnya. Sementara Sehun meronta-ronta dan berusaha menolak.

“YA! Andweyooo! AKU TIDAK MAU MENIKAH!!”

“YA! Turunkan AKU! OMO! AKU SUDAH PUNYA YEOJA YANG TELAH MENGHUNI SINGGASANA DIHATIKU *cielah! Hun Oppa bisa lebay trnyata* kwkwkwkwwk# ! TURUNKAN AKU!!!”

“DIAM!” seru ke-4 bodyguard dengan lantangnya. Membuat Sehun terdiam dan terisak.

Ke-4 bodyguard membawa Sehun menuju altar. Kali ini lebih parah, mereka membawa Sehun seperti sedang membawa sebuah peti mati (?).

Ke-4 bodyguard menurunkan Sehun. Sehun memasang wajah babo dengan melihat-lihat altar itu dan terkejut saat mendapati teman-temannya, keluarganya, gurunya, dan bahkan penjual batagor (?) yang ditemuinya semalam saat namja itu kelaparan.

Kemudian, Sehun terlonjak kaget saat mendapati mempelai wanita yang tengah berdiri sambil tersenyum manis kearahnya. Benarkah? Seohyun? Menikah dengan Sehun? Calon istri Sehun? Whoa! Sehun berharap ini kenyataan. Tapi bukankah mereka masih duduk dibangku SMA? Aish! Sehun tidak peduli yang penting sekarang dia akan menikah dengan Seohyun.

“Apakah anda, Sehun-ssi bersedia menerima Seohyun-ssi sebagai istrimu. Dalam suka maupun duka, senang maupun sedih?” tanya sang pastur kepada Sehun.

Dengan cepat dan senyum yang makin mengembang, Sehun menatap Seohyun sekilas, “Ne! Saya bersedia!”

“Apakah anda, Seohyun-ssi bersedia menerima Sehun-ssi sebagai suamimu. Dalam suka maupun duka, senang maupun sedih?” tanya pastur kepada Seohyun.

Seohyun menatap Sehun. Senyuman manis diwajah Seohyun serta raut cantiknya seketika berubah menjadi tatapan horor bagi Sehun.

“ANDWE! SAYA TIDAK BERSEDIA!!”

Semua orang terlihat terkejut dan cengo (?) melihat adegan saat itu. Terlebih Sehun.

Hahahaha xD itulah mimpi Sehun tadi. Sehun menimpuk wajahnya dengan bantal sekeras mungkin.

“Aku malu…” ucap Sehun sambil terus menimpuk wajahnya dengan bantal.

“Chankaman, apa berarti jika aku bermimpi seperti itu, Seo Noona tidak menyukaiku? AISH!!”

***
YOONHAE

Yoona menutup matanya. Perih jika melihat adegan didepannya. Donghae mencium seorang yeoja bernama Tiffany Hwang. Ingin sekali Yoona menarik Donghae dan menghapus bekas bibir Tiffany di bibir Donghae. Namun, itu semua tidak mungkin bisa dilakukannya.

“CUT! Good Job! I LIKE IT YEAH!!” seru Shindong, sutradara untuk drama terbaru Donghae.

Donghae dan Tiffany melepaskan ciuman mereka. Keduanya saling membungkuk dan tersenyum.

“Kamsahamnidah.” kata mereka berdua.

Tiffany, yeoja itu mengedarkan pandangannya. Pencariannya berhenti saat melihat namja tinggi sedang berdiri tak jauh dari sutradara.

“Siwon Oppa!!” pekik Tiffany. Tiffany berlari menuju namja yang bernama Siwon itu.

Kembali ke YoonHae. Donghae berjalan menuju kearah Yoona. Dilihatnya Yoona menutup matanya rapat-rapat. Hal itu membuat Donghae heran dan mengerutkan kening.

Didekatinya yeojanya itu. Kemudian diciumnya satu persatu kelopak mata yeoja itu.

“Ya, buka matamu Yoongie…” ucap Donghae lembut pada Yoona.

Perlahan, Yoona membuka matanya. Yeoja itu menghembuskan nafasnya lega.

“Akhirnya… Berakhir sudah…” ujar Yoona.

“Mwo?”

“Adegan ciuman kalian.”

***

YoonHae kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Yoona. Canda tawa menghiasi perjalanan mereka.

I lost my mind…
Neoreul jeongmal naseulttae…

Dering HP Yoona berbunyi. Tanda sebuah panggilan masuk.

Ketika Yoona membaca nomor yang tertera di layarnya, Yoona mengkerutkan keningnya.

“Yeoboseyo. Appa?”

“Yeoboseyo! Whoa! Anak Appa yang cantik. Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Appa sendiri? Kapan Appa pulang? Bogoshipo…”

“Appa baik-baik saja. Nado bogoshipo Yoongie. Besok Appa akan pulang. Jadi tenanglah!”

“Wha! Jincha? Akhirnya.”

“Ne, eummm… Yoongie, bolehkah Appa bertanya sesuatu?”

“Ne. Apa itu Appa?”

“Kudengar kau berkencan dengan Donghae. Apa itu benar?” sontak pertanyaan Appanya itu membuat Yoona salah tingkah dan meronalah pipinya.

“A-app-appa, bagaimana k-kau ta-ta-hu?” tanya Yoona terputus-putus.

“Hahahaha xD Tentu saja Appa tahu! Hmmm, Appa merestuimu Yoong.”

“Ne? Jeongmal? Appa merestuinya. Whoa gomawo gomawo Appa!” Yoona kegirangan. Membuat Donghae yang duduk disebelahnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah manis yeojanya itu.

“Ne, cheon Yoong… Ooo, bisakah aku bicara dengan Donghae? Kau sedang bersamanya kan?”

Yoona mengerutkan dahinya. Bagaimana Appanya bisa tahu Donghae sedang bersamanya?

“Ne Appa.” Yoona langsung mengangguk mengiyakan dan memberikan HPnya kepada Donghae.

“Yogiyo Oppa. Appa ingin becara denganmu.

“Yeoboseyo, Mr. Im? Annyeong haseyo…”

“Ne, Annyeong haseyo Donghae-ah. Bagaimana kabarmu?”

“Saya baik-baik saja Mr. Im. Bagaimana denganmu?”

“Nado. Aku baik-baik saja. Donghae-ah, bolehkah aku memberi janji padamu?”

Donghae merasa ada sesuatu yang aneh. Senyuman yang tadi menghiasi wajahnya, kini perlahan menurun hingga menimbulkan ekspresi datar di rautnya.

“Apa itu?”

“Aku ingin kau berjanji, tolong cintailah Yoona setulus hatimu. Jangan pernah kau sakiti dia. Jika Yoona menangis, hanya kaulah namja yang boleh mengusap air matanya selain aku. Jika Yoona bersedih, kau harus menjadi namja pertama yang boleh menghiburnya selain aku. Kumohon, jagalah Yoona. Aku mempercayakannya padamu. Dan aku berikan Yoona padamu jika sudah saatnya nanti aku tidak ada.” Donghae terdiam mendengar ucapan Mr. Im. Betul, Donghae merasa ada yang aneh dan janggal. Donghae merasa ada bad feeling yang menyelimutinya.

“Ne, Mr. Im. Aku berjanji.” jawab Donghae pada akhirnya.

Percakapan Donghae dan Yoona cukup lama. Yoona sendiri sudah bosan dan memilih bermain bersama iPadnya.

“Habis ini, kau kuantar kau pulang.” ujar Donghae sambil menyerahkan HP Yoona kepada yeoja itu.

“Oppa, aku ingin menginap ke rumah Seohyun lagi.” pinta Yoona.

“Geurae kalau begitu.”

Donghae menghidupkan kembali mesin mobilnya yang tadi sempat dimatikannya karena bertelepon dengan Mr. Im.

***
Keesokan harinya.

Ponsel yang dipegangnya jatuh begitu saja. Yeoja itu hanya mampu menatap kosong. Tersirat kesedihan dan ketidak relaan disana. Perlahan-lahan, air mata mulai membendung di mata indahnya. Tubuhnya gemetar. Tampak sedang menahan tangis. Dipejamkannya matanya itu. Berharap itu semua bukanlah kenyataan. Air mata yang tadi membendung kini jatuh menelusuri pipinya.

Tangisannya pecah saat itu juga. “Appa…” Yoona mengumandangkan Appanya berbarengan dengan tangisannya.

“Unnie, waegeurae?” tanya Seohyun panik.

Yoona membuka matanya. Dilihatnya sepupunya itu sedang menatapnya penuh khawatir.

“Hiks hiks hiks… Seo…” Yoona memeluk Seohyun. Seohyun yang kebingungan hanya mampu membalasnya dengan mengelus punggung yeoja dihadapannya itu.

“Waegeurae Unnie?” tanya Seohyun sekali lagi.

“A..a..app…appa….. Nae…appa…” tangisan Yoona semakin mengencang.

“Wae? Ada apa dengan Appamu? Ada apa dengan Im Ahjussi?” tanya Seohyun.

“A..ppa…” belum selesai Yoona dengan kalimatnya, pandangannya seketika buram. Keseimbangannya hilang. Yoona pingsan.

***
“Kenapa Yoona bisa pingsan Seohyun-ssi?” tanya Donghae yang kini sedang duduk disamping Yoona yang tengah tergeletak di ranjangnya.

“Nan… Mollayo…” jawab Seohyun. Seohyun merasa ada sesuatu hal yang buruk yang menimpa Yoona. Suaranya pun hampir tercekat. Bahkan sedari tadi yeoja itu meremas-remas tangannya dan badannya bergemetar.

“Ada apa denganmu Seohyun-ssi? Kenapa kau gemetar seperti itu?” tanya Donghae pada Seohyun.

“Aku… Aku merasa ada sesuatu hal yang buruk Donghae-ssi.” jawab Seohyun.

Bomi oneun sorri teullimyeon…
Geotji pingil ttara keoroyo…

Sebuah panggilan masuk di ponsel Seohyun. Seohyun cepat-cepat mengangkatnya.

“Wae Omma?”

“Seo…hiks hiks hiks…” didengarnya suara Omma Seohyun yang terisak.

“Wae Omma? Kenapa Omma menangis?”

“Pamanmu, hiks, dia kecelakaan,” mendengar itu, Seohyun menutup mulutnya. Air mata seketika langsung meluncur turun. Jadi, ini yang membuat Yoona menangis? Dan shock? “Dan sekarang… Ahjussimu… Hiks… Dia meninggal.” air mata semakin deras menuruni pipinya.

“Omma…” hanya itu yang mampu keluar dari bibir Seohyun.

“Ne. Sudah Seohyunnie. Omma dan Appa akan segera mengurus kematian ahjussimu. Annyeong.”

Telepon itu sudah ditutup oleh Mrs. Seo.

“Donghae-ssi…” panggil Seohyun.

“Wae? Gwenchana?” tanya Donghae saat melihat pipi yeoja itu bersimbah (?) air mata.

“Aku tahu kenapa Yoona pingsan.”

“Ne? Kau tahu? Apa?”

“Ahjussi… Hiks hiks… Meninggal…” mata Donghae membesar saat itu juga.

“M.mmwo?” Donghae seakan tidak percaya.

“Shhh… Appa…” igau Yoona dalam tidurnya.

Sontak Donghae dan Seohyun semakin mendekat kearah Yoona.

“Yoongie, chagiya… Kau tak apa?” tanya Donghae. Suaranya bergetar.

“Unnie…” suara Seohyun-pun tak kalah bergetar.

Perlahan, Yoona mulai mengerjapkan matanya. Sesaat setelah itu, air mata meluncur kembali dari matanya.
***

Yoona masih enggan meninggalkan makam ayahnya. Yeoja itu memeluk nisan appanya. Dibelakangnya, tampak Donghae, Seohyun, Taeyeon, Leeteuk, Suzy, Soo-hyun, Wooyoung, Ji Eun, Sehun, Sooyoung dan Ryeowook.

“Appa… Kenapa kau meninggalkanku?” gumam Yoona.

“Yoong, kajja kita pulang.” ajak Donghae.

“Ne, Unnie, jangan seperti ini.” bujuk Suzy.

“Unnie, relakan Appamu.” bujuk Ji Eun.

“ANDWEYO!” teriak Yoona setelah mendengar bujukan kekasih dan sahabatnya.

Semua orang disitu hanya bisa melotot tak percaya.

“Unnie, kalau kau seperti ini bagaimana ahjussi bisa tenang? Kau harus merelakannya Unnie!” pekik Seohyun. Sehun yang ada disebelahnya, memegang tangan Seohyun untuk menenangkan amarah Seohyun.

“Andweyo! AKU TIDAK BISA MERELAKAN APPA!” tangisan Yoona semakin keras.

“Unnie…” Seohyun menangis.
***
Sudah 1 minggu sejak kepergian Mr. Im. Tapi, Yoona tak kunjung kembali seperti biasanya.

“Yoong…” panggil Donghae.

Tak ada jawaban.

“Yoona…” panggil Donghae lagi.

Yoona tak bergeming. Terus saja yeoja itu dengan wajah pucat dan bibir kering, dan arah mata lurus kebawah memandangi secangkir susu yang mungkin sudah basi dengan tatapn kosong.

“Im Yoona.” panggil Donghae sekali lagi.

Perlahan bola mata Yoona mulai bergerak. Bergerak menatap Donghae. Matanya tampak lelah mengingat sudah 3 hari Yoona tidak bisa tidur.

“Yoong, kumohon jangan seperti ini.”

“Waeyo Oppa? Apa yang akan kau lakukan jika kau berada diposisiku?”

“Yoong, kencan kita yang terakhir kali itu, saat Appamu meminta untuk bertelefon denganku, dia menyuruhku untuk menjagamu, jika saatnya ahjussi sudah tidak ada. Dari awal aku sudah merasakan sesuatu buruk yang datang. Dan nyatanya, feelingku itu terbukti.” Yoona tercengang mendengar ucapan namjanya itu.

“Lalu?” Yoona bertanya.

“Kau tidak boleh menangis. Jika kau menangis Appamu tidak akan tenang.”

Yoona menundukkan kepalanya. Berusaha merenungkan ucapan Donghae barusan. Benar juga. Harusnya Yoona tidak bersedih. Dia harus merelakan Appanya.

Senyuman mulai menghiasi wajah Yoona kembali. Senyum pertama kali yang menghiasinya setelah kematian appanya.

Yoona mendongakkan kepalanya. Menatap namjanya itu.

“Oppa, buat aku terhibur. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu berdua saja selama seharian.” kata Yoona. Yeoja itu langsung kabur menuju kamar mandi.

Donghae hanya bisa melihat cengo (?) kearah Yoona.

“Omo, kenapa cepat sekali yeoja itu bisa tersenyum kembali?” tanya Donghae pada dirinya sendiri.
***

TAETEUK & SOOWOOK

Angin pagi agak siang (?) itu membelai lembut pipi Taeyeon. Yeoja itu tengah duduk sambil menyenandungkan sebuah lagu cinta untuk sang namja yang ditunggunya sejak 2 jam yang lalu. Tunggu, 2 JAM! Omo!!

Tapi, Taeyeon tetap menyanyi dengan penuh perasaan. Sambil menunggu Leeteuk.

Hingga tiba saatnya, Taeyeon berhenti ditengah jalan saat menyanyi.

“Ahhhh, aku sudah kehabisan nafas. Oddiyeo Teukkie Oppa?” kesal Taeyeon.

Diedarkannya pandangannya diseluruh penjuru taman. Nihil. Tak ditemukannya namjanya itu. Diedarkannya lagi. Pandangannya berhenti di satu titik. Dimana Taeyeon melihat pemandangan yang dirasanya lucu dan sangat menarik untuk ditonton.

2 anak kecil. 1 yeoja dan 1 namja. Yeoja kecil sedang duduk dikursi sambil tertunduk malu. Sedangkan namja kecil bertekuk lutut dihadapannya sambil menyodorkan sebuah seikat bunga mawar putih serta cokelat berbentuk hati.

“Sulli-ah, would be my yeojachingu? You know now right? That I love you so much. I love you since our first meet. This, white rose, I want you know that my love for you is devout. It’s holy. Like this white rose. And this chocolate. You make me crazy, you know? Until my heart become brown like this chocolate. Red become brown. Because you always make my heart palpitate. Finally it’s become brown.” *uwa mianhae, author pake english. Ni saya kasih indonya kalau kalian gg ngerti* #Sulli-ah, maukah kau menjadi namjachinguku? Kau tahu sekarang kan? Bahwa aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita. Ini, mawar putih, aku ingin kau tahu bahwa cintaku padamu tulus. Ini suci. Seperti mawar putih ini. Dan cokelat ini. Kau membuatku gila, kau tahu? Sampai hatiku menjadi cokelat seperti cokelat ini. Merah menjadi cokelat. Karena kau selalu membuat hatiku berdebar. Akhirnya ini menjadi cokelat.# kekeke aneh ya?

Taeyeon tak bisa menahan tawanya saat itu. Hingga akhirnya…

“Buahahahahahahahahaha xD” Taeyeon tertawa terbahak-bahak saat itu juga. Sambil jari telunjuknya menunjuk-nunjuk kearah sepasang yeoja dan namja kecil itu tadi.

Seisi taman melihat aneh kearah Taeyeon. Terlebih kedua pasangan kecil tadi. Mereka merasa ditertawakan oleh Taeyeon.

“Apa dia gila?”

“Kenapa dia tertawa seperti itu?”

“Ayo pergi dari sini. Aku takut disini ada orang gila.” itulah bisik-bisik seluruh pengunjung.

Tawa Taeyeon tak kunjung berhenti. Malahan tawanya itu semakin keras dan menjadi-jadi.

Sampai-sampai, Taeyeon tidak sadar kalau Leeteuk sudah duduk diujung kursi yang sama diduduki Taeyeon.

“Ya!” pekik Leeteuk yang sudah tidak tahan dengan sikap Taeyeon.

Taeyeonpun terlonjak kaget dan mengelus dadanya. Kemudian menatap Leeteuk.

“Oppa, sejak kapan kau disini?” tanya Taeyeon dengan tampang babonya.

“Sejak kau tertawa seperti orang gila.” jawab Leeteuk agak ketus.

“Hahahah xD wae Oppa?”

“Ani, kenapa kau tertawa seperti itu? Apa ada yang lucu?” tanya Leeteuk.

Taeyeon mengkerutkan dahinya. Yeoja itu kembali terkikik mengingat kejadian tadi.

“Oppa, mau tahu?”

“…” Leeteuk mengangguk.

“Sini Oppa…” Taeyeon mengisyaratkan Leeteuk agar mendekat.

Didekatkannya bibirnya pada telinga Leeteuk. Membisikkan sesuatu.

“Muahahahahaha xD” kini, Leeteuk yang tertawa terbahak-bahak.

Taeyeon tersenyum melihat tingkah Leeteuk. Yeoja itu kini ikut-ikutan tertawa.

“Aduh…aduh.. Oppa…” rintih Taeyeon sambil memegangi perutnya.

“O.o… Waeyo? Taeyeon?” Leeteuk kepanikan.

“Aniyo Oppa. Hanya saja, perutku sakit karena tertawa.” jawab Taeyeon polos sambil meringis.

“Haha xD. Lucu sekali… Ckckckck, anak kecil jaman sekarang.”

“Ne Oppa. Anak kecil jaman sekarang sudah berani pacaran. Hmmm…”

Sementara kedua sejoli itu bermesraan. 2 makhluk tiba-tiba datang…

“Oppa, siapa nanti nama yang akan kau berikan pada agi kita?” tanya yeoja bertubuh tinggi kepada suaminya. Ya, yeoja itu Sooyoung. Dan suaminya, Ryeowook.

“Eumm… Nama? Ck… Aku tidak tahu. Bagaimana menurutmu?” tanya Ryeowook.

“Aish Oppa, aku kan bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya padaku?” tanya Sooyoung kesal.

“Geurae geurae. Bagaimana kalau Suho? Untuk namja.” usul Ryeowook.

“Suho? Eummm… Baiklah. Lalu bagaimana kalau Sulli, untuk yeoja?” usul Sooyoung.

“Sulli? OKE… Aku setuju.” ujar Ryeowook.

Kembali ke TaeTeuk. Sejoli Taeteuk melihat pasangan Soowook sedang berjalan-jalan ditaman.

“Ryeong!” panggil Leeteuk dari kejauhan. Membuat pasangan Soowook menoleh.

“Youngie!” dari kejauhan sana, Taeyeon melambai kearah Sooyoung.

“Kemarilah! Bergabung dengan kita!” ajak Leeteuk.

“Aniyo, kalian berdua saja. Kami tidak ingin mengganggu kalian.” kekeh Ryeowook.

“Ne, kami tidak ingin mengganggu kalian.” ujar Sooyoung.

“Yasudah.” ucap Leeteuk. Kedua sejoli itu kini kembali seperti semula.

“Oppa, aku ingin main ayunan.” ucap Sooyoung.

“Geurae. Kajja.” Ryeowook menggandeng tangan istrinya itu.

Merekapun menuju ayunan di dekat seberang sana.

Sooyoung duduk di ayunan itu. Sedangkan Ryeowook mendorong ayunan Sooyoung dengan pelan.

“Ryeowook Oppa, mianhae…” ucapan Sooyoung itu membuat Ryeowook menghentikan dorongannya. Ryeowook berjalan menuju hadapan Sooyoung. Namja itu berlutut dihadapannya dan memegang tangan yeoja itu.

“Wae? Kenapa kau meminta maaf?” tanya Ryeowook.

“Karena… Hiks Oppa…” Sooyoung terisak. Setetes air mata sudah turun menuruni pipinya.

“Ya,Sooyoungie jangan menangis. Jebal…” dengan cepat tangan Ryeowook mengusap pipi Sooyoung.

“Oppa, aku salah. Dulu, waktu aku menikah dengan Oppa, aku sangat membencimu. Dan saat itu aku mencintai seorang namja. Kyuhyun Oppa. Berulangkali kau bilang Kyuhyun Oppa tidak setia padaku dan dia juga tidak tulus mencintaiku. Awalnya, aku marah saat kau mengatakannya Oppa. Tapi, sejak kejadian 2 hari lalu, aku jadi sadar, perkataanmu benar. Aku benar-benar membencinya. Aku minta maaf Oppa. Jeongmal mianhae. Aku juga sadar, kalau… Takdir membawaku padamu. Sampai akhir, aku berjanji akan mencintaimu.” ucapan panjang lebar Sooyoung yang dibarengi dengan isakannya itu, membuat Ryeowook tersentuh. Air mata bahkan sudah membendung di mata namja itu.

“Gwenchana. Syukurlah, kau sudah sadar. Memang, apa maksudmu dengan kejadian 2 hari yang lalu?”

“Waktu itu…” Sooyoung mulai menceritakan.

Flashback

Sooyoung berjalan menyusuri jalanan pagi itu. Yeoja itu berjalan sendirian sambil membawa beberapa kantong belanjaan di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya membawa payung agar melindungi dirinyaa dari rintik-rintik air hujan yang turun pagi itu. Ya, tentu saja yeoja itu takut kalau-kalau dia terkena air hujan, sakit, maka bayinya yang akan bermasalah.

1 langkah… Sooyoung menghirup udara disana.
2 langkah… Sooyoung menghembuskan nafasnya perlahan.
3 langkah… Senyuman mulai menghiasi wajah yeoja itu.
4 langkah… Diedarkannya pandangan yeoja itu keseluruh penjuru arah.
5 langkah… DEG… Yeoja itu berhenti disatu titik.
Yeoja itu tak bergerak. Omo, apa benar yang dilihatnya kali ini : Kyuhyun sedang berjalan mesra dengan seorang yeoja. Kyuhyun membelai pipi yeoja itu. Sedangkan yeoja itu menggandeng tangan Kyuhyun mesra.

“Oppa!” pekik Sooyoung. Sooyoung berjalan cepat menuju kearah Kyuhyun dan yeoja itu.

Hingga sesaimpainya Sooyoung dihadapan namja itu…

PLAK! Sooyoung menampar Kyuhyun. Yeoja yang bersama Kyuhyun hanya bisa melotot tak percaya dan mengelus pipi Kyuhyun.

“Ya! Siapa kau?” tanya yeoja itu kepada Sooyoung.

“Oppa, kenapa kau bersama yeoja ini? Siapa dia?” tanya Sooyoung. Sooyoung tidak menggubris pertanyaan yeoja itu.

“Aniya, hey! Siapa kau? Aku tak mengenalmu.” elak Kyuhyun.

“Mwo? Oppa…” mata Sooyoung berkaca-kaca. Bibirnya bergetar saat mengucapkan katanya barusan.

“Aish! Agassi aku tidak mengenalmu. Lebih baik kau enyah saja! Hush hush…” Kyuhyun mengusir Sooyoung. Bersama dengan yeoja itu, Kyuhyun berjalan melewati Sooyoung yang masih menangis itu.

Kini, Sooyoung sadar bahwa Kyuhyun tidak benar-benar mencintainya.

Flashback End…

“Syukurlah… Akhirnya kau menyadarinya.” ucap Ryeowook lega.

“Ne.” Sooyoung mengangguk kencang. “oppa, aku ingin USG.” pinta Sooyoung.

“USG?” senyuman terulas di bibir Ryeowook. “Geurae.” namja itu meraih tangan istrinya. “Kajja…”

Akhirnya, SooWook beranjak dari tempat itu.

Kembali ke TAETEUK

“Oppa, aku bosan.” kata Taeyeon sambil memanyunkan bibirnya.

Bagi Leeteuk, itu sangatlah imut!

“Bosan? Lalu kau mau apa?” tanya Leeteuk. Tangannya bergerak merangkul pundak yeoja disampingnya.

“Apa ya? Bagaimana kalau, kita main gombal-gombalan aja?” mata Leeteuk membulat seperti ini O.o.

“hah?” Leeteuk tak percaya.

“Ne, itu kan asyik Oppa!!” Taeyeon tepuk tangan kegirangan.

Leeteuk tampak berpikir mempertimbangkan permintaan yeojanya itu.

“Aishh… Shireoyo!” tolakan Leeteuk sontak membuat Taeyeon melotot kearahnya dan cemberut.

“Oppa!!” pekik Taeyeon.

“Taeyeon!” Leeteuk balas memekik.

Sementara yang dipekiknya, berkali-kali kaget.

“Oppa! Aku membencimu!” kata Taeyeon sebelum akhirnya pergi meninggalkan Taeyeon.

“Silahkan! Kau sendiri yang salah. Sudah tahu aku tidak suka main yang begituan. Ckckck…” cerocos Leeteuk sendiri di taman itu tanpa menyadari kalau Taeyeon sudah pergi.

“Begini saja…” saat Leeteuk membalikkan badannya, dia kaget karena tidak mendapatkan Taeyeon di sampingnya.

“Tae? Taeyeon? Tae-tae? Taeng? Taengoo? Dimana kau?” Leeteuk celingak-celinguk mencari keberadaan Taeyeon.

“Aishh! Yeoja itu…” gerutu Leeteuk sambil mengacak-acak rambutnya.

Akhirnya, namja itu beranjak dari tempat itu dan mencari Taeyeon. “taeyeon!” itulah nama yang berulang-ulang kali diucapkan Leeteuk selama pencariannya.

“Taeye…” ucapan Leeteuk menggantung saat Leeteuk melihat Taeyeon sedang bersama dengan segerombolan namja yang kekar, berbaju hitam dan bermotor hitam pula. “Omo! Jincha! Taeyeon-ah!!!” pekikan Leeteuk sukses membuat Taeyeon menoleh. Namun setelah itu, Taeyeon menolehkan kepalanya tanda dirinya acuh kepada namja itu.

“tae!” Leeteuk mengejar Taeyeon. Namun, Taeyeon tetap acuh dan meninggalkan tempat itu. Sementara Leeteuk terus mengejarnya dan memanggil kekasihnya itu.

”Taeyeon-ah…” Leeteuk mempercepat larinya. Sementara Taeyeon yang menyadarinya, kini berlari mencoba menghindari Leeteuk.

”GYA!” pekik Taeyeon saat menyadari Leeteuk yang sudah semakin dekat dengannya.

Saat Taeyeon melihat sebuah kebun, lekaslah Taeyeon masuk ke perkebunan itu.

***
Saat Taeyeon memasuki kebun itu, mulutnya menganga selebar pintu kamar saat melihat banyak pohon peach yang tertanam (?) disana.

”Omo, banyak sekali peachnya.” gumam Taeyeon.

”Taeyeon!” suara Leeteuk.

”Omo, bagaimana ini? Haruskah aku sembunyi?” Taeyeon kepanikan. Diedarkannya pandangan yeoja itu. Tampak sedang mencari tempat persembunyian untuknya. Dan, matanya menangkap sebuah truk. Taeyeonpun segera bersembunyi di balik truk itu.

”Huh, akhirnya aku menemukan tempat persembunyian.” lega Taeyeon. ”Tapi tunggu!” raut wajah Taeyeon menjadi serius dan babo (?). ”Kenapa aku malah bersembunyi dari Leeteuk?” JDAK! Aneh! ”Aish! Kenapa hanya karena masalah tadi aku malah jadi seperti ini?” gerutu Taeyeon. BABO! ”Aish, kau kekanak-kanakan Kim Taeyeon.” desis Taeyeon.

Akhirnya, dengan berkacak pinggang, Taeyeon keluar dari persembunyiannya. Yeoja itu mencari Leeteuk. Namun…

BRUK.

”Mianhae.” ujar Taeyeon meminta maaf kepada seorang namja bertubuh tegap. Saat Taeyeon melihat wajah namja itu… Omona. Taeyeon bengong saat menatap namja itu.

‘Omona, namja ini tampan sekali. Lebih tampan dari Leeteuk Oppa.’ batin Taeyeon. ‘Aish! Kenapa kau malah seperti ini?’ umpat Taeyeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara namja tadi heran kenapa Taeyeon menggelengkan kepalanya.

”Wae?” tanya namja itu.

Entah demi apa, menurut Taeyeon, suara itu sangatlah… SEXY.

‘YA JAUHKAN PIKIRAN ITU TAEYEON’ Taeyeon kembali mengumpat dalam hati..

”Aniyo. Nan, gwenchana… Hehe.” Taeyeon meringis lalu cepat-cepat ngacir dari tempat itu.

***
”Oppa! Leeteuk Oppa!” panggil Taeyeon.

”Oppa, odi…” Taeyeon menggantungkan katanya saat melihat Leeteuk sedang duduk berdua bersama seorang YEOJA.

”OMO! OPPA!!” pekikan Taeyeon sontak membuat Leeteuk dan yeoja yang berdua dengannya menoleh.

”AISH!” Taeyeon akhirnya meninggalkan tempat itu.

”Omo! Taeyeon-ah! Jangan salah paham.” teriak Leeteuk.

”Mianhae, Fanny-ah. Sepertinya, kekasihku salah paham. Annyeong! Aku harus pergi dulu!”

”Ne Oppa gwenchana.”

***
Leeteuk mengikuti Taeyeon diam-diam. Ternyata Taeyeon kembali ke taman tadi. Yeoja itu menangis. Leeteuk yang melihatnya hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

”Dasar!” gumam Leeteuk. Leeteuk berjalan ke arah Taeyeon yang kini sedang duduk di rumput taman itu.

Tanpa Taeyeon sadari, Leeteuk sudah duduk disampingnya. Namun, Taeyeon masih larut dalam kekesalan dan kecemburuannya.

”Oppa! Kau jahat! Apa tadi yang kulihat? Kau bersama seorang yeoja? Aishh! Nappeundeum… Aku membencimu! Aku memben…” ucapan Taeyeon terpotong akibat bibir yeoja itu dengan tiba-tiba sudah dikunci oleh bibir seorang namja.

Ya, Leeteuk mencium Taeyeon. Dilumatnya lembut bibir Taeyeon. Awalnya, Taeyeon meronta-ronta. Namun akhirnya, Taeyeon membalas lumatan namjanya itu.

Keduanya tampak tenggelam dalam ciuman itu. Tanpa mereka sadari, seorang yeoja melihat kejadian itu dari balik pohon. Jelas tersirat tatapan yeoja itu yang gelap, penuh kebencian, kekecewaan, dan kesedihan disana.

Akhirnya, yeoja itu memutuskan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan TaeTeuk yang masih tenggelam dengan ciuman mereka.

***
SOOWOOK

SooWook melihat kearah layar dengan bahagia.

”Nah, Nyonya Kim dan Tuan Kim, ini adalah kepala bayi kalian. Ini tangannya. Ini kakinya.” kata dokter sambil menunjukkan bagian-bagian tubuh janin Sooyoung di layar.

Sooyoung tersenyum mendengar dokter itu.

***
Sepulang dari USG. Sooyoung dan Ryeowook memutuskan untuk pulang.

Namun, saat perjalanan pulang itu, sesuatu yang tak diinginkan terjadi…

”Oppa…” panggil Sooyoung.

”Ne?” balas Ryeowook.

”Eummm… Kenapa aku merasakan firasat yang buruk Oppa?” tanya Sooyoung.

”Ne? Aku pikir…” Ryeowook menggantungkan katanya. Jika diakui, memang Ryeowook juga merasakan firasat yang buruk. ”Ne, aku juga.” ucap Ryeowook akhirnya.

”Oppa, apa sebaiknya kita berhenti dulu? Aku benar-benar merasa tidak nyaman.” pinta Sooyoung.

”Geurae. Bagaimana kalau kita ke coffee cafe?” tawar Ryeowook.

”Ne.” jawab Sooyoung menyetujuinya.

Akhirnya, mereka berhenti di coffee cafe.

***
Baik Sooyoung maupun Ryeowook mengabaikan secangkir kopi didepan mereka. Keduanya tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Kalut.

Baik Ryeowook dan Sooyoung merasakan feeling yang tidak enak. Dari tadi Ryeowook terus memandang kopi itu namun tidak juga kopi itu diminumnya. Sooyoung terus merapatkan kedua tangannya. Tangannya terus mengucurkan keringat. Jantungnya pun berdetak kencang.

”Oppa…” panggil Sooyoung.

”Wae?” bukannya malah menoleh kearah Sooyoung, namja itu malah menolehkan kepalanya ke arah jendela. Ke arah jalanan yang ramai.

”Sudah tenangkah?” tanya Sooyoung. Yeoja itu mengikuti arah pandang Ryeowook.

”Belum.” jawab Ryeowook singkat. Namja itu mengambil secangkir kopi yang sedari tadi belum sempat disentuhnya. Disesapnya perlahan kopi itu.

”Kajja. Kita pulang.” ajak Ryeowook. Namja itu sudah berada disamping Sooyoung, berdiri.

***
Masih sama. Keduanya masih kalut. Ryeowook menyetir mobilnya dengan hati-hati. Karena firasat buruk itu semakin membuatnya takut. Namun, saat dari arah berlawanan, sebuah truk tangki kehilangan kendali. Sehinga…

BRAK!! Truk tangki itu menabrak mobil Ryeowook dan Sooyoung. Kecelakaan beruntunpun terjadi. Mulai dari mobil SooWook, kini merambat (?) hingga mobil-mobil dibelakangnya ikutan kecelakaan.

Lalu… DUAR!
Truk tangki itu meledak. Sehingga banyak mobil yang terkena juga rusak berat. Termasuk mobil Sooyoung.

***
Seoul International Hospital

Akibat kecelakaan beruntun itu, banyak mengakibatkan ratusan korban terluka dan puluhan lainnya tewas.

Mr. Choi, Mrs. Choi, Mr. Kim dan Mrs. Kim tengah berjalan dengan tergesa melewati lorong rumah sakit itu.

Sedari tadi Mrs. Choi dan Mrs. Kim tak henti-hentinya menangis.

***
Lutut Mr. Choi dan Mrs. Choi melemas. Mengetahui ke adaan putrinya yang mengenaskan. Sooyoung, mengalami koma. Seluruh tulang bawahnya nyaris hancur. Sedangkan Mr. Kim dan Mrs. Kimpun tak kalah sakitnya, melihat putra mereka, Ryeowook dengan luka bakar akibat ledakan truk tangki tadi.

Sementara 1 yang dicemaskan mereka. Janin Sooyoung. Mereka berharap janin Sooyoung masih selamat. Walau tak mustahil kalau janin Sooyoung baik-baik saja.

***
”Om…omma…” desah Ryeowook. Mr. Kim dan Mrs. Kim berlari mendekati putranya.

”Ryeong, kau sudah sadar?” tanya Mr. Kim.

Sementara yang ditanya hanya mengangguk pelan.

”Omma, Appa… Dimana istriku? Dimana Sooyoung?” tanya Ryeowook.

Mr. Kim dan Mrs. Kim hanya diam.

”Dimana dia? Antarkan aku. Aku ingin bertemu dengannya.” pinta Ryeowook.

***
Ryeowook menatap nanar keadaan istrinya. Jadi benar, feeling buruk itu memang terbukti.

”Sooyoungie… Chagi-ya…” panggil Ryeowook. Sementara Mrs. Choi dan Mr. Choi menangis melihat keadaan mereka.

”Mianhae. Ini salahku.” rutuk Ryeowook.

”Aniyo Ryeowook-ah. Kau tidak salah. Itu kecelakaan. Tidak ada yang salah.” ujar Mr. Choi, ayah Sooyoung.

”Omma, Appa, Ommoni, Abboji, aku ingin dipindahkan bersama dengan Sooyoung. Bolehkah?” pinta Ryeowook.

”Ne.” akhirnya mereka menyetujui permintaan Ryeowook.

***
HYUNZY

”Oppa…” seru Suzy di lorong rumah sakit.

Soo-hyun, langsung menoleh ke arah Suzy.

”Suzy-ah!” Soo-hyun melambai ke arah Suzy agar Suzy mendekatinya.

Suzy berlari kecil menuju Soo-hyun.

”Waeyo Oppa?” tanya Suzy kepada Soo-hyun.

Soo-hyun mengelus kepala Suzy sebentar, ”Aku harap, kau baik-baik saja saat mendengar ini.” kata Soo-hyun. Raut namja itu sulit diartikan.

”Waeyo Oppa?” tanya Suzy. Gadis itu merasa ada sesuatu.

”Jadi, eumm.. Kim Ryeowook dan Choi Sooyoung kecelakaan.” PYAR! Hati Suzy seakan pecah berkeping-keping. Mengetahui kabar sepupunya yang kecelakaan.

”Ne?” tanya Suzy tak percaya.

”Ne. Ryeowook-ssi mengalami luka bakar akibat truk tangki yang meledak. Diduga truk tangki itu mengalami rem blong. Hingga akhirnya, tabrakan beruntun, lalu meledak. Sedangkan Sooyoung-ssi, tubuh bagian bawahnya nyaris hancur. Dia harus istirahat dan banyak mengonsumsi protein, vitamin d dan kalsium untuk memulihkan kakinya. Sedangkan janinnya, kami masih belum berani memeriksanya.” terang Soo-hyun panjang lebar kepada Suzy. Sementara Suzy, yeoja itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tanda dia tidak percaya. Matanya sudah beruraian air mata.

”Oppa… Aku ingin menemui mereka.”

***
Setelah menemui SooWook, Suzy dan Soo-hyun memutuskan untuk pergi. Tujuan mereka kali ini adalah rumah Soo-Hyun.

”Oppa… Aku gugup.” kata Suzy.

”Waeyo? Kau kan hanya akan kukenalkan kepada orangtuaku. Kenapa harus gugup?”

”Iya aku tahu. Tapi, aku takut nanti orangtuamu tidak menyukaiku.” kata Suzy jujur.

”Tenanglah…” Soo-hyun mencoba menenangkan yeojanya itu. Digenggamnya tangan yeoja itu.

***
”Oppa!” seru Suzy sambil menahan Soo-hyun agar tidak memasuki rumahnya.

”Waeyo?” tanya Soo-Hyun.

”Aish! Bukankah sudah kubilang tadi? Huh? Aku takut…”

”Tenanglah, orangtuaku itu baik.”
Akhirnya, dengan berat hati Suzy menuruti Soo-hyun memasuki rumah namjanya itu.

***
DEG! Jantung Suzy seakan ingin keluar saat memasuki rumah Soo-hyun. Ayahnya, Kim Yesung tampak sangat dingin. Bahkan, kelihatannya Kim Yesung tidak memperdulikannya. Sedangkan ibunya, Kwon Yuri, ah bukan! Sekarang Kim Yuri, kini sedang memarahi adik Soo-hyun, Kim Keybum.

”Kau duduk disini saja. Arra?” perintah Soo-hyun.

”Oppa, jangan tinggalkan aku.” pinta Suzy sambil terus menggenggam tangan Soo-hyun.

”Haha xD kau ini.” gemas Soo-hyun sambil mengacak-acak rambut Suzy.

”Appa, Omma, Dongsaeng, aku ingin mengenalkan bidadariku!” seruan Soo-hyun sontak membuat seluruh manusia di rumah itu menoleh dan mendekat ke arahnya.

”Ooo… Jadi kau?” tanya Kim Yuri sinis.

JDUAR! Bagai dibom meriam, ternyata ibunya Soo-hyun sesinis ini?

Suzypun mencoba tersenyum seikhlasnya. ”Ne, Ahjumma…” jawab Suzy dengan nada manis.

”Omona!” pekik Kim Yuri tiba-tiba. Yuri kemudian langsung mendekati Suzy.

”Aigoo… Tak kusangka putraku akan mendapatkan yeojachingu. Hmm… Kau taukan, dia tidak pernah memiliki yeojachingu sebelumnya. Kau itu sangat beruntung! Soo-hyun itu tampan. Jadi, kau memang yeoja yang beruntung. Tetapi, mungkin kutukanlah yang membuat Soo-hyun sulit dapat pacar. Hahaha xD” cerocos Yuri pada Suzy.

JDEAK! Suzy tersenyum selebar-lebarnya. Tadi awalnya sinis. Sekarang, OMG! SulPer (sulit dipercaya)!

”Aigoo…aigoo…aigoo…” Yesung tiba-tiba sudah berada dibelakang Suzy.

Suzypun menyunggingkan senyumnya kepada Yesung.

”Omona, unyu unyu begini!” kata Yesung sambil mencubit-cubit pipi Suzy. Gemas.

Sementara Suzy hanya melotot dan menatap heran ke arah Yesung. Tunggu dulu, bagaimana kalau Yuri nanti marah?

”Ahaha xD Tak apa Suzy. Begitulah suamiku. Dia akan senang, histeris dan hyperaktif jika melihat yeoja cantik. Tapi, aku tak pernah khawatir kalau Yesung akan berpaling dari yeoja lain selain aku. Karena akulah yeoja paling cantik di matanya.” Yuri kembali bercerocos. Soo-hyun menanggapi Ommanya dengan tertawa terbahak-bahak.

”Hehe…” Suzy nyengir. Astaga! Kehidupan rumah tangga macam apa ini?

***
”Terimakasih Oppa.” ucap Suzy seraya keluar dari mobil Soo-hyun.

”Ne. Kau suka? Hehe, mianhae, keluargaku memang seperti itu.”

”Hahaha xD tak apa Oppa.” Suzy tertawa mengingat kejadian tadi selama di rumah Soo-hyun. Keluarga yang unik.

”Yasudah, kau harus segera tidur. Arraseo?”

”Ne Oppa! Arraseo…” Suzy berjinjit dan mencium bibir namja itu.

”Annyeong Oppa!” kata Suzy lalu memasuki rumahnya.

***
HEESICA

”Aigoo! Aku tidak bisa menyelesaikan tugas ini!” rutuk Jessica dikamarnya. Yeoja itu memukul meja belajarnya tanda dia sedang kesal.

”Aigoo! Kim Heechul! Kau telah membuatku kesal.” bisik Jessica pada dirinya sendiri.

”Omma!!!” pekik Jessica.

Drap drap drap… Derap kaki itu semakin mendekat dan…

CKLEK…

”Waeyo Sica-ah?” tanya Mrs. Jung.

”Omma, boleh aku keluar sebentar?” tanya Jessica.

”Untuk apa?” tanya Mrs. Jung.

”Aku ingin menanyakan soal ini kepada Heechul songsaenim.” jawab Jessica.

”Kenapa tidak lewat telepon atau sms saja?”

”Aish! Omma, aku tidak akan mengerti jika hanya lewat telepon atau sms. Ne, boleh ya?” tanya Jessica.

”Baiklah. Tapi jangan pulang larut.”

***

TOK TOK TOK…
Jessica mengetuk pintu rumah Heechul.

“Aish! Lama sekali!” umpat Jessica.

TOK TOK TOK
Jessica kembali mengetuk. Namun kali ini lebih keras.

“AISHH! AKU SUDAH TIDAK SABAR!!” akhirnya Jessica mengetuk pintu itu dengan keras namun kali ini dengan buku-buku yang dibawanya. Hingga Jessica tidak sadar, Heechul yang sudah membukanya terkena timpukan (?) buku-buku Jessica.

“YA YA YA! JESSICA JUNG!” pekik Heechul.

“Omona!” Jessica tersadar (?) “Hehehe mianhae songsaenim…” kata Jessica nyengir dan meminta maaf.

“Aish! Kau ini! Ada apa?” tanya Heechul masih agak marah.

Sementara Jessica mencibirnya.

“YA! Kau mencibirku ya?” tanya Heechul.

“Aniyo songsaenim… Itu tadi, anu… eum,,, bibirku sakit!” jawab Jessica bohong.

“Ada apa?” tanya Heechul lagi.

“Aku tidak bisa mengerjakan tugas darimu songsaenim.” kata Jessica.
Namun, Heechul hanya diam saja menatap Jessica.

“Songsaenim?” tanya Jessica.

“Aishh kenapa diam saja?” gerutu Jessica.

Jessica sendiri bingung kenapa Heechul diam. OOO! Ternyata.

“Heechul Oppa.” kata Jessica,

“Nah begitu dong! KAJJA!” Heechul menarik Jessica menuju rumahnya.

***
Mereka sudah menyelesaikan 28 soal dari 30 soal. Artinya, 2 soal lagi mereka akan selesai. Namun, ditengah-tengah Heechul menjelaskan soal nomor 29 pada Jessica, Jessica malah sudah terlelap.

“Nah! Sudah mengerti kan?” tanya Heechul. Namja itu menoleh ke arah Jessica.

‘Aigoo… Kenapa kau malah tidur Jessica?” desah Heechul.

***
*mian ya HeeSicanya dikit? Soalnya yang minat juga dikit. jadi inspirasinya juga dikit. Mianhae! kalo mau Heesicanya dipanjangin, makanya komentarnya juga yang banyak OK #plak#*

MILKY

“Oppa… serius mau ke wahana ini?” tanya Ji Eun meminta kepastian kepada namjachingunya. GILA! Ke Horror House? Jam segini? Jam setengah 12? Cuman berdua? Eh?

“Aishh sudahlah… Kajja!” Wooyoung menarik tangan Ji Eun.

Sesampainya di gerbang horror house, keduanya langsung disambut dingin oleh kedua penjaga yang berpenampilan seperti malaikat pencabut nyawa.

Pintu horror house terbuka dengan sendirinya. Aura dingin mulai menusuk. Terdapat bau amis yang diyakini mereka adalah bau darah. Juga bau kemenyan (?) yang terasa sedap (?) itu.

“oppa…” suara Ji Eun bergetar. Yeoja itu memeluk lengan kekasihnya.

“Tenanglah…” ucap Wooyoung menenangkan. Suara namja itu tak kalah bergetarnya dengan Ji Eun.

Suara burung hantu membuat keduanya terlonjak kaget. Ji Eun mengedarkan pandangannya ke arah jendela. Dan… BLASH! Tiba-tiba hantu perempuan berada disampingnya.

“OPPA!!” pekik Ji Eun.

“ARGHH!” Wooyoung berteriak. Akhirnya mereka berlari ketakutan.

Keduanya terus berteriak karena ketakutan saat bertemu dengan hantu-hantu disana. Mulai dari Ji Eun yang hampir dihisap darahnya oleh vampire (?), Wooyoung yang dipeluk (?) oleh kuntilanak, bertemu dengan kedua anak kecil, bertemu zombie, bertemu mummy, melewati ladang tulang belulang (?), dikejar hantu yang berupa tulang, bersembunyi dari troll gunung *cielah harry potter ini mah*, berlari dari kejaran dementor *hhaha xD kok bawa-bawa harry potter sih?*, hingga akhirnya bertemu dengan tuyul yang berhasil membawa kabur uang gopek mereka berdua (?).

“Hahh! Oppa! Aku tidak mau kesana…” ujar Ji Eun saat mereka sudah keluar dari horror house.

“Ne! Aku juga…” balas Wooyoung.

Wooyoung mengedarkan pandangannya pada roller coaster yang tampak menegangkan itu.

“Ji Eun-ah…” panggil Wooyoung seraya menggoyang-goyangkan tangan Ji Eun.

“waeyo Oppa?” tanya Ji Eun.

“…” Wooyoung menunjuk roller coaster itu. Ji Eun mengikuti arah telunjuk Wooyoung. Dan… mulutnya menganga selebar gajah (?).

“KAJJA!” ajak Wooyoung bersemangat.

***
Keduanya kini sedang bersiap untuk menaiki wahana Roller Coaster.

“Oppa, demi apa kalau sampai aku jantungan, aku akan memakanmu!” pekik Ji Eun.

Roller coasterpun sudah berjalan.

Jeritan-jeritan pun dikumandangkan oleh siapa saja yang menaiki roller coaster itu. Termasuk jeritan merdu (?) dari pasangan milky couple.

“OPPA AKU INGIN MENYAMPAIKAN SESUATU PADAMU!!”  teriak Ji Eun.

“NE? APA ITU?”

“OPPA, KALAU NANTI AKU SAMPAI MENINGGAL KARENA MENAIKI ROLLER COASTER INI…”

“HUSHH! JANGAN BICARA SEPERTI ITU!”

“KALAU AKU SAMPAI MENINGG…”

“SUDAH KUBILANG JANGAN BERBICARA SEPERTI ITU!”

“AISHH DENGARKAN DULU OPPA!!”

“BAIKLAH…”

‘KALAU AKU SAMPAI…”

“EMMMPPPPPPP…” mulut Wooyoung dibekap oleh Ji Eun agar Wooyoung tidak memotong pembicaraannya lagi.

‘KALAU AKU SAMPAI MENINGGAL KARENA MENAIKI ROLLER COASTER INI, AKU INGIN MENYAMPAIKAN SESUATU PADAMU SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT. AKU SANGAT MENCINTAIMU. YA! SARANGHANDA OPPA! AKU MENGATAKAN INI, KARENA NANTI AKU TAKUT AKU TIDAK BISA MENYAMPAIKAN KATA ‘SARANGHAE’ PADAMU, KALAU AKU TEWAS SEKETIKA KARENA MENAIKI ROLLER COASTER INI.”

Wooyoung tertegun mendengar teriakan panjang lebar kekasihnya itu.

‘SEGITU CINTANYA KAU PADAKU?” tanya Wooyoung sesudah Ji Eun melepaskan bekapannya.

‘NE!!”

Wooyoung tersenyum penuh arti.

***
To Be Continued

HUA!! Maaf ya? Kok kesannya ini malah jelek!
Hehe, oiya, maaf kalo ada couple lain yang kurang panjang. Maaf banget! Soalnya, author udah keburu janji mau publish part 4nya sesudah ukk. Ya, jadinya begini, saya gak mau dibilang mengingkari janji. hehe,

Oiya, buat yang HeeSica, aku minta maaaaaaaaaaaffffff banget! Habisnya yang comment tentang HeeSica dikit banget sih!! Hehe, maaf ya kalo ada yang kurang panjang. hehe, GOMAWO BUAT YANG UDAH BACA FFQ!! ^^

39 thoughts on “Romance City (Part 4)

  1. wuidihh, rada mual pas baca bagian Seohun #Plok# XDDD

    Oh iyaaa… Namja yang tabrakan sama taeng itu sapa siih??? Siwon ya?? #Plakk, sotoy# XD

    Ngakak pas bagian Milky Couple XDD

    Mereka kocak banget! XD

    oh iya, Thehun lebe! XD

    Udahh deh, Keep Writing naee~ ^^

  2. aku sampe kayak orang gila pas baca ff ini kadang nangis kadang ketawa… bahakan aku uda di cap sebagai orang gila baru sama kakak ku aduhh tapi ff nya bagus banget lanjut ya eonnie okok

  3. Aaaaa……. Kalo bisa SooWook nya dibuat oneshoot sekalian ajaaa……… xD

    Disini g ada cerita SunSun couple yah?? ._.

    Cepet bikin part 5 nya ya thoor….. (Y)

    • iya…
      Dijadiin oneshoot? saya sih rencananya juga gitu. Tapi nanti nunggu ffnya ini selesai. setelah itu, setiap couple saya pisah dan saya jadiin oneshoot. oneshoot mereka dari romance city nanti masih saya tambah sedikit adegan. :D Setuju gak?

  4. kasian Yoona nya. Donghae oppa harus terus ngejaga Yoona eonni ya, tepati janji oppa.okok ?sabar ya Yoona eonni. Fighting ! :) tapi sebenernya aku aga lupa cerita YoonHae sebelumnya ._.
    TaeTeuk lucu banget marahannya.wkwk :D tapi siapa yeoja yg ngeliatin TaeTeuk penuh benci itu ?jangan jangan Fany
    SooWook udah baikan,tapi kecelakaan. Firasat SooWook bener banget
    ciieee HyunZy udah mulai serius di kenalin ke orang tuanya.wkwk YulSung bodor banget, awalnya dingin eh tau taunya, rumpi deh.;D
    HeeSica nya pendek :(
    Milky couple, aku sebenernya bingung,kenapa mereka dibilang Milky couple ?kan namanya Wooyoung sama Jieun ?wkwk bodor pasti lucu waktu mereka berdua teriak terus lari apalagi Wooyoungnya, mukanya kan santai :D

    • haha ne…
      awalnya saya jga bingung kok wooyoung sm jieun bs dipanggil milky. eumm mungkin karena sama-sama punya kulit susu kali ya? *sotoy*

      hehe, ne mianhae heesicanya pendek. habisnya yg comment tntng heesica dikit…

      eum bukan kok. bukan tiffany. tiffany mah sodara leeteuk dstu…

      gomawo udh comment! ^^

  5. Author part 5-nya blm ada ya ? aduuh aku penasaran sama soowook, taeteuk jg..

    bdw, boleh tau gag yg nyanyiin lagu MY J itu siapa? gomawo.

    semoga cepet selesai part 5-nya.. keep writing thor, hwaiting..

  6. ya ampuun.. gk bisa ngebayangin dah kalo IU tereak puanjang banget kayak gitu. hahah..
    love milky couple.
    mbak author nya kok lama gk di update Romance City nya??

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s