Chapter 1 : EXO PLANET

EXO PLANET

Title            : EXO PLANET (chapter 1)

Author        : @KAIisMINE  (FF titipan ini)

Main Cast  : Park Nara(OC)

Kim Jong in a.k.a Kai

Do Kyung Soo a.k.a Dio

Cast           : Park Chanyeol, EXO’s member

Genre        : Romance(maybe), friendship, mistery

Length       : Chapter

Rating        : PG 13

***

disclaimer :

this FF is not mine yaaa… ini FF titipan temen aku yang ngebet banget minta aku buat ngepost-in FF nya ._.v

monggo dilihat, dikomen, dan di like, tapi sekali lagi ini bukan FF karya diri saya :)

happy reading :))

***

Park Nara POV

“nara! Ireona!” kata seseorang dengan mengayunkan telapak tanganya didepan mataku.

“eh?”

Dengan segera aku terperanjat dari lamunanku, dan kulirik seseorang disampingku.

wae?” tanyaku dengan wajah polos

aigo! Ini sudah waktunya pulang! Kajja.”

Dengan segera Hyuri merapikan buku-bukuku yang berserakan dimeja dan memasukkannya kedalam tas abu-abuku.

“sudah tidak usah, aku bisa sendiri.”

“ya sudah” ucapnya dengan wajah sedikit dilipat.

“sudah kau duluan saja, Younghwa, Hye Eun dan Hyera sudah menunggu bukan? Aku bisa menyusul.”

Tanpa aba-aba gadis berambut panjang bergelombang itu berlari sambil menggembungkan pipinya. Huft~ aku masih memikirkan kejadian kemarin sore di mana Chanyeol oppa bermain sulap(sepertinya) dengan mengeluarkan api dari jari telunjuknya.

*flashback

Aku berjalan kekamarku yang terletak dilantai 2, dengan perutku yang kenyang setelah makan malam bersama appa dan eomma juga Chanyeol oppa yang sudah lebih dulu naik kekamarnya yang tak jauh dari kamarku. Dengan iseng atau bisa dibilang sengaja aku mengintipnya dari balik celah pintu kamarnya. Aku tersentak saat sesuatu berwarna merah kebiruan memancar dari jari telunjuknya, itu api..

omo! Oppa! Lakukan sekali lagi” teriakku yang langsung masuk kekamarnya tanpa mengetuk pintu.

“ya! Kau tidak sopan! Seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu!” bentak oppa dengan wajah sedikit gelisah dan sama kagetnya seperti aku.

“oppa.. aku tidak mencoba mangagetkanmu, ini reflek oppa.” Kataku sambil menjulurkan lidah.

“tapi oppa, kenapa kau begitu kaget? Ayo lakukan lagi sulapmu itu. Setelah itu ajari aku.” Kataku dengan wajah aegyo ku.

“tetap saja tidak sopan, aku juga reflek. Siapa yang tidak kaget ketika melihat yeoja buruk rupa sepertimu tiba-tiba muncul dari balik pintu dan berteriak kegirangan. Hahaha” ucap Chanyeol oppa yang berhasil membuatku kesal.

ani, aku tidak akan mengajarimu. Ini sulit, butuh trik ‘rahasia’. Jangan bilang pada siapapun, ini adalah kejutan untuk pertunjukan ku besok saat kelulusan.” Jelasnya dengan menekan pada kata ‘rahasia’.

arraso” kataku sedikit kecewa dan pergi.

*flashback end

 

‘Dasar aneh’ batinku dan beranjak pergi dari kelasku yang sudah seperti ruang hantu tempat uji nyali ini. Aku berjalan melewati koridor sekolah yang masih ramai sambil sesekali menengok kekanan dan kiri berharap melihat wajah tampan dio oppa.

“Park nara!” panggil seseorang dari belakang.

“ah! Oppa. Annyeonghaseyo.” Sapaku pada seorang namja yang baru saja aku harapkan.

annyeonghaseyo. Oh, ini oppa mu menitip ini. Katanya tasnya terlalu berat jadi dia menitip ini agar kau bawa pulang.” Sapanya juga sambil mengacak-acak rambutku. Dia memberiku setumpuk buku tebal kelas 12, tentu saja itu milik oppaku.

“ha?! Dio oppa katakan pada Chanyeol ini kali terakhirnya dia menitipkan bukunya pada ku. Katakan juga, gunakan lockernya itu untuk menyimpan buku! Aku bukan locker barjalan!” kulipat wajahku dan membawa buku-buku sialan itu.

“haha, arraso. Hati-hati, maaf aku tidak bisa membantumu. Aku dan oppamu ada rapat osis untuk kelulusan besok jadi dia akan pulang sore. Annyeong Nara” dia menarik ujung-ujung bibirnya, itu senyuman yang selalu membuatku ikut tersenyum saat melihatnya.

annyeong oppa” kubalas senyumannya dan segera menghampiri ke4 temanku yang sudah menunggu di pintu gerbang.

***

Kuhempaskan tubuhku ke-ranjang berotif bunga, ‘aku lelah’ batinku dan mengambil hp di dalam saku seragam sekolahku. Kulihat foto seorang namja yang tersenyum dan di sampingnya ada seorang yeoja yang juga tersenyum, itu aku dan Dio oppa. Aku menyukainya tanpa diketahui siapapun, terkecuali 4temanku itu. Aku sudah memendam perasaan ini cukup lama, bahkan bisa dibilang sangat lama. Aku merasa Dio oppa menyukaiku tapi dia belum pernah mangatakannya padaku, jadi kemungkinan besarnya dia hanya menyukaiku sebagai dongsaengnya. Foto itu aku ambil saat ulang tahunku ke16, tepatnya 3 bulan lalu. Teman-teman Chanyeol oppa memang tampan-tampan Baekhyun oppa, Tao oppa, dan Jong Dae oppa. Tapi dari mereka hanya Dio oppa yang menarik hatiku, dia baik dan perhatian. Senyuman terulas dibibirku saat mengingat Dio oppa, bagaimana tidak? Wanita mana yang tidak malu saat ia mengingat laki-laki yang disukainya, itu memang konyol tapi itulah kenyataanya.

*next day

Jjilleodo pihanbangul annaoldeut wanbyeokhan arreumdaum~

Kulirik hp ku yang ku atur alarm tepat pukul 5.30 pagi. Lagu di alarm itu adalah salah satu lagu boyband binaan SMent yang sekarang sedang booming. Bagaimana tidak? Semua personilnya nyaris sempurna! Tidak ada yang jelek. Beginilah keseharian fangirl, tiada hari tanpa lagu boyband favoritenya. Hahaha

“oppa ayo bangun! Ini hari spesialmu!” kataku mengetuk pintu kamar chanyeol oppa.

“apa yang sedang kau lakukan?” kata seseorang dekat tangga dengan roti bakar memenuhi mulutnya.

“eh? Mimpi apa aku semalam? Aku tidak salah?” aku terkekeh geli melihat oppaku dengan mulut menggembum itu.

“ah sudah, mandi sana. Aku harus berangkat lebih pagi. Masih ada bagian aula yang masih harus aku urusi untuk kelulusan nanti” kata chanyeol oppa sambil menatap aneh rambutku.

“wae?” kataku sambil melihat kearah rambutku dan menyisirnya dengan jari-jariku.

“chanyeol kajja, aku sudah mendapat pesan dari Tao dan Jong Dae.” Kata seseorang menaiki tangga, tidak salah lagi! Suara itu..

“oh, annyeong Nara. Ehp….” sapa Dio oppa sambil menahan tawa. Aku langsung tertunduk malu saat senyum manis Dio oppa menahan tawa(?)

“aku mau mandi dulu” kataku yang langsung lari memasuki kamar.

Pipiku memerah seperti buah chery yang siap menjadi hiasan cake! Benar saja! Rambutku acak-acakan! Betapa malunya aku.. segera kuseret handuk sambil berjalan lesu kekamar mandi.

**

Aku menatap takjub pertunjukan para kakak kelasku itu. Mereka sangat hebat, dance cover mereka hampir serupa girlband SNSD!

“wah~ liat mereka, benar-benar bidadari sekolah kita” bukk tangan Younghwa mendarat tepat dipuncak kepala Sehun.

“kalau begitu jadikan mereka semua yeoja chingumu dan kita putus sekarang juga!” bentak Younghwa pada Sehun.

“ya! Sudahlah jangan berisik.. kalian kekanak-kanakan sekali.” Kataku pada pasangan kekasih gila itu.

Acara kelulusan oppaku atau bisa dibilang wisuda sudah selesai. Meskipun aku hanya duduk manis menjadi perwakilan kelas, aku cukup lelah. Aku berniat untuk tidak mengikuti acara keluarga untuk merayakan kelulusan Chanyeol oppa dan pergi untuk membeli alat sekolahku yang sudah habis dan rusak.

“annyeong Hyera~ HyeEun~ Hyuri~ younghwa~” kataku melambaikan tangan dan pergi dari hadapan anak-anak gila itu.

**

Aku berjalan sendiri melewati lahan kosong yang agak jauh dari rumahku. ‘astaga apa saja yang aku beli hingga aku pulang sesore ini’ batinku, tanpa sengaja ekor mataku melihat sesuatu yang terlihat seperti ‘petir’ tapi sinarnya lurus sejajar dengan tanah. ‘tunggu, itu bukan hantu kan?’ aku semakin penasaran saat jarakku semakin dekat dengan sumber cahaya tadi. Tak kusangka, kejadian yang lebih mengejutkanku tiba-tiba terjadi. Angin lembut membelai pipiku dan rambutku yang tidak aku ikat ini berayun searah hembusan angin, tapi daun-daun yang terbawa angin itu berhenti. Bisa dikatakan ‘melayang’ aku melangkah ke arah daun-daun itu. Ku ambil daun itu, baru sedikit kusentuhkan ujung jari telunjukku daun itu kembali berayun diudara terkena sapuan angin. ‘ani, aku tidak boleh lama-lama disini. Aku..’ tak sampai beberapa detik tubuhku berguncang hebat. Aku berlari dengan gontai menjauh dari lahan kosong dengan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi.

“eomma…” panggilku lemas di ruang keluarga.

“astaga! Nara. Wae gurae? Appa! Appa! Cepat kemari! Nara pucat!” eommaku yang terlihat sangat hawatir dan shock itu mamanggil appa dengan memegang pundak tubuhku yang sejak tadi sudah jatuh lemas.

“eomma, lepaskan kaos kakinya. Chanyeol! Cepat bantu appa!” appa mencoba menggendongku kekamar.

“dia belum pulang.” Kata eomma yang segera lari kearah telpon rumah, sepertinya ia menelpon dokter.

Sungguh tenagaku sudah habis untuk berlari tadi, entah apa ini. Tapi setelah kejadian itu nafasku terus menerus berpacu dengan detak jantungku yang tak kalah cepat dari langkah kakiku yang berlari.

***

Setelah diberi nasehat dokter, oppa menarik selimut menutupi tubuhku. Dia tersenyum khawatir melihat keadaanku ini. Aku hanya tersenyum dan menatapnya seakan berkata ‘gwenchana oppa’. Chanyeol oppa segera mematikan lampu kamarku dan menyalakan lampu tidur.

“mianhae nara. Tidurlah yang nyenyak”

“eh? op..” belum sempat aku melanjutkan kalimatku, oppa sudah menutup pintu kamarku.

“apa maksudnya?” aku bertanya pada langit-langit kamarku. Dan dengan perlahan kelopak mataku menyerah pada rasa kantuk akibat obat tadi.

*next morning

Jjilleodo pihanbangul annaol~

Dengan cepat ku tekan tombol asal di hpku dan beranjak dari ranjangku untuk mandi. Kutatap kaca dikamar mandi ‘wajahku biasa saja, hidungku tidak mancung, kulitku tidak terlalu putih. Huft~ namja mana yang ini menjadikanku yeoja chingunya?’ aku terkekeh geli menyadari nasip sialku ini. Operasi pelastik? Itu sangat mudah! Bahkan uang tabunganku dapat membayar 8x operasi pelastik. Tapi aku tidak pernah berfikir jauh untuk melakukannya, aku hanya butuh namja yang bisa menerimaku apa adanya. Dengan begitu aku bisa percaya padanya sampai aku meninggal nanti. Yah itu hanya cuplikan cerita manis dari gadis mungil yang sering melamun berharap ada seorang pangeran tampan dimana mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. ‘itu mustahil Nara~ Dio oppa sudah cukup, tak butuh pangeran berkuda lagi’ kuusap tubuhku dengan handuk lembut.

Kupejamkan mataku dalam-dalam mencoba menerawang apa yang akan terjadi hari ini, tentu tidak bisa. Hahaha. Aku sudah agak baikan setelah meminum obat dari dokter tadi malam.

“palliwa, aku akan mengantarmu kesekolah. Kau tahukan sekarang aku seorang pengangguran?” tatap Chanyeol oppa dengan bangga.

“kau bangga pada dirimu sekarang? iist! Puaskanlah dirimu dengan libur panjang yang membosankan!” kataku tak mau kalah dengannya dikuti desisan mengejek.

“sudahlah, siapa yang tak mau memiliki supir tampan seperti oppamu ini? Belum lagi kau tidak usah membayar supir tampan ini” chanyeol oppa menarikku dan melingkarkan tangan kanannya dileherku.

“appo! Lepaskan oppa! Rambutku berantakan. Eomma! Oppa nakal~!” teriakku dan segera lari kebawah untuk sarapan.

***

Setibanya dikelas, suasana riuh tak seperti biasanya menyambutku. ‘apa yang mereka bicarakan?’ batinku sambil berjalan menuju singgasanaku (?)

“kau tahu?” tanya Hyera padaku

“tentu tidak!” jawabku dengan menjulurkan lidah padanya

“timeline twitterku penuh dengan orang-orang yang membahas alien! WordPress, tumblr, facebook juga. Dan lebih menyebalkannya mereka juga sedang membahasnya!” Hyera melirik sekumpulan orang gila itu yang tak lain adalah Sehun, Lay, Hyuri, Hye Eun dan Younghwa.

“ha? Lay? Sejak kapan dia ikut menjadi gila?”

“itu karena pengaruh Sehun”

“aku mendengarnyaaa!” teriak Lay dan Hye eun hampir bersamaan.

“memang ada kabar apa?” tanyaku menghampiri sekelompok anak gila itu.

“tidak ada, hanya saja kami membahas kejadian 30 tahun dan 2 tahun yang lalu.” Jawab younghwa menatapku aneh.

“memang 2 tahun lalu kenapa? 30 tahun juga? Hey! Kenapa kau menatapku seperti itu?!”

“ya! Jika punya jejaring sosial urusi mereka agar kau tidak terlalu tertinggal berita” Sehun mencela, aku hanya menatapnya garang (?)

“30 tahun, tepatnya 1982 semua planet tata surya berada dalam satu garis lurus! Dan 2 tahun lalu tahun 2010, matahari, merkurius, venus, bumi, mars dan saturnus juga terletak pada satu garis lurus. Nah…”

“lalu? Itu hal yang biasa saja.” Potongku saat hye eun menjelaskan.

“oleh karena itu Nara dengarkan dulu penjelasanku pabo! Nah, tahun 2040 besok kejadian yang sama seperti tahun 1982 akan terulang. Kau tahu kami menunggunya! Karena pada tahun 1982 itu dikabarkan ada serangan besar-besaran makhluk asing di Danau Baikal danau terluas seRusia itu. Tapi selain tahun 2040 ada berita entah hoax atau tidak bulan oktober nanti merkurius, bumi, yupiter dan uranus juga berada dalam satu garis lurus.”

“lalu apa bagusnya?”

“perhatikan nara! Planet-planet tadi berpola, kau mengerti?” sela hyu ri.

“oh! Sebentar merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus. Iya benar! Bisa di ibaratkan dengan kalimat ‘iya, tidak, iya, tidak’ wah menarik. Lalu?”

“kami harap suatu yang menarik terjadi. Terutama di segitiga bermuda/stonehenge. Kau tahu bukan bahwa tempat itu dikatakan sebagai tempat persembunyian alien?”

“ne! Tapi aku sudah tidak begitu tertarik, aku lebih tertarik dengan dio oppa. Eh” kataku frontal.

“hah! Kau ini, itu dia di depan pintu. Dio oppa mu itu.” Sindir lay

“mwo depan pintu?!” tanyaku kaget, segera aku berbalik dan melihat ke arah pintu kelas. Dan.. nihil! Lay berbohong -_-

“lay! Mati kau ditangan jablay~!” kataku menyumpahinya.

“Lay, Sehun kenapa kalian diam saja saat membahas alien tadi? Kalian tidak berkomentar, hanya mencela nara.”

“eh?” balas mereka hampir bersamaan.

“tidak apa-apa bukan? Lebih baik mendengarkan. Betulkan lay?”

“ne! Kami pendengar yang baik” jawabnya. Kalimat itu seperti ‘alasan’ kedengarannya.

“kalian aneh..” kulihat mereka yang sedang memasang wajah aneh.

Bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi, membuat anak-anak kelasku berlari ketempat duduknya masing-masing.

***

‘syukurlah ulangan kimia diundur minggu depan’ batinku. Aku tidak ada rencana untuk siang ini. Jika ke4 temanku itu tidak mengajakku ke mall, maka aku akan pulang dan setibanya dirumah aku hanya dibully oleh oppaku itu.

“nara, kami ada les. Jadi untuk membeli alat percobaan phisics besok, kau yang membeli. Ini uang dan sedikit tip untukmu. Kami pergi dulu! Pai pai~” sekejap Hye eun sudah menghilang entah kemana.

Sial! Kenapa harus aku?! aku segera mengirim pesan singkat untuk chanyeol oppa berharap dia mau menemaniku belanja.

To: oppa ^^

Oppa, temani aku membeli sesuatu. Ini penting jika tidak awas kau!

Ku klik ‘send’ dan berjalan menuju pintu gerbang.. sudah 10menit aku menunggu, tapi oppaku belum datang juga.

“Nara! Disini!” panggil seorang namja dari sebrang jalan.

“oppaku mana oppa?”

“dia ada perlu, aku yang akan menggantikannya. Tidak apa-apa bukan?”

“ah ne! Tentu!” jawabku dengan perasaan amat sangat senang.

Aku masuk dalam mobil Dio oppa, mobilnya sangat harum khas dengan aroma tubuh Dio oppa yang lembut. Aku menyukai aroma tubuhnya, sangat menyukainya. Aku gugup, sungguh! Ini pertama kalinya aku semobil dengan Dio oppa hanya berdua. Biasanya selalu ada Chanyeol oppa, dan aku duduk disampingnya. Kugigit bibir bawahku, kebiasaanku saat aku gugup. Kulihat dari ekor mataku Dio oppa mendekat, hah? Untuk apa? Segera kulihat dio oppa semakin mendekat, wajahnya! Dia tidak tersenyum, sungguh dia terlihat amat cool! Aku menutup mataku, aku takut dan entah apa yang aku takuti.

klik

“nah, selesai. Jangan lupakan sabuk pengamanmu.”

“eh?” segera kubuka mataku dan menyadari bahwa aku belum memakai sabuk pengaman.

gomawo oppa” aku memukul-mukul kepalaku ‘iss! Betapa bodohnya aku?!’

“sudahlah, aku akan melakukannya lain kali. Ini belum saatnya.” Ucapnya sambil tersenyum dan melirik bibirku.

DEG!

Apa dio oppa tau apa yang ada dipikiranku? Oh tuhan, tamat riwayatku! Pasti pipiku sudah sangat amat merah! Sungguh! Aku malu! Betapa tidak? Dia namja yang aku sukai!

“eh?” kataku berpura-pura tidak tahu.

“itu..” kata Dio oppa dan menunjuk bibirnya sendiri.

DEG

Tuhan! Mati aku sekarang! Jantungku berdetak terlalu cepat, ini lebih cepat dari dentuman mesin penumbuk.. Dio oppa menjalakan mobilnya.

“apa yang akan kau beli?”

“nara-ssi? Apa yang akan kau beli?”

“oh. Mian oppa, hehe aku akan membeli beberapa kertas lakmus dan emm sebentar kulihat notebookku.” Aku terbangun dari lamunanku, aku dibuat malu lagi. Sial!

“baiklah.”

**

Kami tiba disebuah pusat perbelanjaan yang bisa dibilang ‘cukup besar’, setelah memarkirkan mobilnya dio oppa membukakan pintu mobil untukku.

“gomawo oppa.” Kuperlihatkan senyumku padanya.

“sudah menjadi kewajibanku.” Dia membalas senyumanku, seperti biasa. Senyumannya itu bagaikan badai.

“eh?”

ani.. hehe, kajja.”

Setelah berbelanja Dio oppa menggandengku kesebuah café dan mempersilahkanku duduk. Kami memesan beberapa cake dan tentunya kopi.

“oppa, kau akan melanjutkan kemana?”

“kuliah? Entahlah, menurutmu?”

“KIST? Hayang? Atau Konkuk? Mungkin Korea University?”

“entahlah, aku juga tidak begitu pandai seperti chanyeol.”

fighting oppa! Aku akan selalu mendukungmu!” ucapku sambil mengepalkan tangan.

“kau ini..” Dio oppa mengacak-acak rambut dipuncak kepalaku seperti biasa.

***

Aku sangat amat lelah dan sedih tetapi juga senang, aku mengingat kejadian tadi saat bersama Dio oppa. ‘itu hal aneh atau biasa saja? Bagaimana bisa ia melakukannya?’ sederet pertanyaan melintas di kepalaku.

*flashback

Aku sudah berada ditempat parkir dan hendak berlari menuju mobil Dio oppa, tapi sesuatu terjadi begitu cepat. Aku tak menyadari bahwa ada mobil tepat disamping saat aku menyebrang.

“nara! Awas!”

Seseorang yang sepertinya Dio oppa menarikku keblakang dengan cepat, dan karena Dio oppa mendorongku tubuhnya menjadi tidak seimbang dan..

Bukk!

Aku segera melihat arah suara itu. Dio oppa!

“oppa!” aku berlari mendekatinya, dio oppa terlontar sejauh 2 meter

“oppa..” air mataku sudah berkumpul diujung mataku, aku melihat dio oppa. Dia sedikit bergerak.

gwenchana nara.” Senyuman tersimpul di bibir manisnya.

“oppa, ayo kerumah sakit.” Dio oppa mencoba berdiri, aku membantunya.

“aku tidak apa-apa, bukankan mobil itu tidak melaju cepat? Ini hanya lecet sedikit.”

Beberapa orang sudah mulai mengerubungi kami, pemilik mobil itupun bertanya pada dio oppa, tapi dio oppa berkata bahwa ia baik-baik saja.

*flashback end

Baiklah mungkin aku bisa menerima bahwa mobil itu tidak melaju cepat. Tapii.. Dio oppa terlontar sejauh 2 meter!

 

Do Kyung Soo a.k.a Dio POV

Kulihat langit-langit kamarku dan mengingat kejadian tadi, bagaimana khawatirnya Nara saat aku tertabrak mobil tadi. Aku tersenyum mengingat ekspresi wajah sedihnya, apa dia menyukaiku? Kuharap begitu. Tapii.. ‘Kyung soo! Sadarlah! Nara tidak akan mungkin mau menerimamu jika dia sudah tau siapa kau sebenarnya!’ aku hanya bisa menutup mataku dan mencoba mencari celah untuk mengetahui siapa aku sebenarnya. Ku ambil telponku dan menelpon Jong Dae hyung.

yoboseo?”

“hyung ini aku. Kyung soo.”

“oh, wae Kyung soo-ah? Kau ada masalah?”

“kurasa Nara mulai curiga.”

“curiga? Wae?”

“dia melihatku tertabrak mobil, kau tahu kan hyung aku memiliki ellement itu..”

“gwenchana kyung, akan sampai kapan kita menyembunyikannya? Tapi kau mengelak bukan?”

“tentu hyung! Hyung, aku mencintainya.. tapi aku takut dia akan meninggalkanku jika dia mengetahui siapa aku.”

“cinta sejati tak akan melihat siapa kau ini. Percayalah.”

“gomawo hyung.”

Aku menutup telepon dan tak sampai 5menit hp ku bergetar. Ku angkat telepon, ‘siapa ini? Bukankah ini kode amerika?”

“yoboseo?”

“…”

“oh! Kapan kau akan kemari?”

“….”

“minggu depan ne. Akan kujemput kau besok dibandara.”

*2weeks later

Park Nara POV

“kau libur bukan? Kau sudah ujian?”

“ne oppa, wae?”

“jemputlah temanku dari Amerika besok.”

“temanmu? Siapa?”

“tak perlu tahu. Kau haya perlu membawa papan ini, mereka ada dua orang. Yang satu sangat tinggi dan yang satunya agak hitam. Ara? Besok pagi aku ada urusan, jadi kau yang menjemputnya.” Kata chanyeol oppa sambil memberiku papan bertuliskan nama.

“ne, kau mau tes masuk universitas? Lalu aku naik apa?”

“ini. Gunakan baik-baik.” Chanyeol oppa melempar kunci mobilnya.

omo! Tumben oppa? Jinjja aku boleh memakainya?”

“ne~ sudah tidur sana.”

“gomawo oppa” kataku mengecup pipinya dan berlari menuju kamar.

“ya! Kau ini!”

Kata chanyeol oppa tak ku hiraukan. ‘Kira-kira seperti apa wajah mereka?’ gumamku sambil menatap serangkaian huruf alfabet di papan ukuran 30×20 cm ini.

TBC

A/N : 

Huaaah~ annyeong! BIG Thanks for reading semua J ini fanfic pertama saya yang castnya exo. Jadi maaf kalau kurang bagus atau bahkan ga bagus dan membosankan ._.v

Readers udah tau kan siapa dua orang itu? ;) sekali lagi maaf kalau ada kata2 yang gak jelas atau aneh atau jelek T.T

Buat readers jeongmal gumawo yang udah baca ff ini.

3 thoughts on “Chapter 1 : EXO PLANET

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s