Beyond The Dream [CHAPTER 2]

image

CHAPTER 2 : My Cute Slave

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: My Cute Slave

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) & Park Jihyun

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– EXO-K’s Oh Sehun
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*

*Cameo in this chapter:
– EXO-K’s Byun Baekhyun
– Boyfriend’s Jo Kwangmin
– Boyfriend’s Jo Youngmin

Disclaimer:
Semua cast dalam cerita, kecuali OC bukanlah milik duo thor, tapi cerita asli punya kita.

Duo thor’s Note:
annyeong semuanya!!! inilah dia chapter 2 *semangat 75* *hah?* #plakkk xD
wkwkwk ada yang menunggu kah lanjutannya??? ada yang penasaran kah?? *hiks* harapannya sih ada, supaya ini FF ngaco bisa lanjut dan semakin baik di setiap chapternya. Maklum, kita berdua bukan penulis profesional hehehe *sedikit lebay*
so we need your comments^^
ya udah, DON’T BE SILENT READERS AND DON’T BE PLAGIATOR!!!

*Happy**Reading*

________________________________________________________
Previous: | TEASER | CHAPTER 1 |

#CHAPTER 2#

“yah Jung Soojung, ayo kita taruhan!!” seru Jinri.
Krystal memicingkan matanya lalu berjalan menghampiri Jinri. “taruhan apa?” tanyanya.
Jinri tersenyum. “taruhan. Minggu depan ada ujian bergrup, lulus atau tidaknya ditentukan oleh hasil voting orang yang menonton street performance kita. Aku ingin kita bersaing jumlah voting, yang lebih banyak hasil votingnya yang menang” kata Jinri panjang lebar. “lalu taruhannya apa?” tanya Krystal lagi. “yang kalah…ehmm…akan menjadi budak yang menang” kata Jinri, ia merasa yakin bisa menang, makanya membuat taruhan seperti itu.
Krystal melipat tangan di dada sambil tersenyum “kau berani sekali ya menantangku. geurae, aku terima, tapi kalau kau kalah jangan nangis ya” kata Krystal, lalu membalikan badannya dan pergi.
“huh tunggu saja aku akan menang” kata Jinri dalam hati.

Sekarang ia melangkahkan kakinya ke kantin. Tentunya untuk mencari anggota grupnya.
Sesampainya di kantin, Jinri mencari-cari anggota pertama yang cocok dan ia pun memilih Park Sunyoung sebagai anggota pertama.
Sunyoung memiliki suara yang sangat bagus, tapi dia pemalu dan culun. Sedikit yang tahu kalau ia berbakat.

“Sunyoung-a” panggil Jinri sambil duduk di sebelah gadis itu. Sunyoung yang sedang makan roti hampir tersedak karena kaget. Ia segera meminum segelas air. Setelah itu barulah ia membalas sapaan Jinri. “oh annyeong Jinri-ya” katanya sambil tersenyum. “kau sudah punya grup untuk ujian minggu depan?” tanya Jinri. Sunyoung menggeleng “belum, kau sendiri?” kata Sunyoung balas bertanya. “aku juga belum, bagaimana kalau kita berdua membentuk grup?” usul Jinri.
Sunyoung memainkan ujung seragamnya sambil menundukan kepalanya. “Jinri-ya, aku mau tapi…aku ini pemalu. Sebenarnya sudah dua kali ada yang menawariku debut, tapi karena kadar malu-ku yang berlebihan aku menolak, aku benar-benar babo” kata Sunyoung malu-malu. Jinri langsung membulatkan mulutnya saking kagetnya. Ia sangat ingin debut sampai audisi sana sini meskipun tidak lulus, tapi gadis di sebelahnya ini, ditawari debut sampai dua kali malah menolak. “omo, sayang sekali kau menolaknya” ujar Jinri.
Sunyoung mengangkat kepalanya lalu tersenyum. “sebenarnya aku tidak mau debut bukan karena itu saja tapi juga karena orang itu” kata Sunyoung, gadis itu menunjuk seorang laki-laki yang duduk di meja seberang. “maksudmu Kim Donghyun? yang pindahan dari Amerika itu?” tanya Jinri sambil melihat ke arah Donghyun yang sedang mengobrol dengan dua temannya.
Sunyoung menganggukan kepalanya, pipinya mulai memerah. “omo, kau menyukainya?!” kata Jinri setengah (?) memekik. “ne, tapi diam ya, jangan bilang pada orang lain” ujar Sunyoung. Jinri mengangguk sambil tersenyum.

“Jinri-ya, kau sudah punya grup?” tanya Minho yang tiba-tiba datang entah darimana bersama Hoya. Mereka berdua duduk di hadapan Jinri dan Sunyoung.
“memangnya satu grup anggotanya berapa?” tanya Sunyoung, “harusnya enam” jawab Hoya. “kalau begitu kalian gabung saja dengan kami” kata Jinri sambil tersenyum. Minho dan Hoya mengangguk setuju.
“berarti sekarang kita butuh dua orang lagi” kata Sunyoung. “bagaimana kalau kita ajak Hwayoung?” usul Jinri, yang sukses membuat teman-temannya terkejut. “Ryu Hwayoung maksudmu? kau yakin?” tanya Hoya, Jinri mengangguk. “ne, aku akan mengajak Hwayoung. Tunggu sebentar ya” kata Jinri.
Gadis itu berdiri dari kursinya, lalu berjalan menuju meja tempat Hwayoung duduk, ia sedang mendengarkan lagu dengan headset merahnya seperti biasa.

“Hwayoung-a!” panggil Jinri ceria. Hwayoung melepas headsetnya lalu menatap Jinri dengan tatapan heran. “kau memanggilku?” tanyanya datar. Jinri mengangguk, “ne, Hwayoung-a, aku ingin kau masuk ke grupku untuk ujian minggu depan. Kau mau kan??” pinta Jinri. “kau serius? atau kau sedang mengerjaiku?” tanya Hwayoung lagi, tanpa senyum atau semangat. Kelihatannya ia benar-benar depresi (?). “tentu saja aku serius, ayolah kau mau kan??” Jinri terus berusaha membujuk Hwayoung. “tapi…bukannya di sekolah ini tidak ada yang ingin berteman denganku? ya..maksudku…” Hwayoung menggantungkan kata-katanya, ia ingin menolak, tapi ia bisa merasakan Jinri tulus ingin jadi temannya, lagipula mereka juga teman sekamar.
“baiklah, aku mau” ujar Hwayoung, akhirnya setuju. “jinjja?? ah gomawo, sekarang kau duduk denganku di sana ya” kata Jinri senang, ia meraih tangan Hwayoung dan mengajak gadis itu duduk di mejanya bersama Sunyoung dan yang lainnya.

“annyeong Hwayoung-a!” sapa Sunyoung, ketika Hwayoung duduk di sebelahnya. “annyeong” kata Hwayoung pelan sambil tersenyum kecil. Sebenarnya ia sangat bahagia mendapat teman untuk pertama kalinya setelah hampir dua tahun sekolah di sini. “waa ternyata kalau tersenyum Hwayoung jadi kelihatan cantik, ya kan?” kata Hoya sambil tersenyum pada Hwayoung. Jinri mengangguk setuju. Hwayoung diam saja, tapi senyum mengembang lagi di bibirnya. “lalu sekarang satu orang lagi siapa?” tanya Minho, yang lainnya diam saja memikirkan siapa yang bisa dijadikan anggota grup yang terakhir.
“ehm aku boleh gabung di sini? kelihatannya seru” kata Donghyun, yang sekarang berdiri di sebelah meja mereka sambil nyengir. Jinri tersenyum dan mengangguk, sementara Sunyoung cepat-cepat menundukan kepalanya karena malu.
Donghyun pun duduk di sebelah Minho lalu bertanya. “kalian sedang membicarakan apa?”
“kami sedang membicarakan ujian minggu depan, oh ya kau saja yang jadi anggota grup kami yang terakhir” kata Minho, lalu menatap Donghyun dengan tatapan yang seolah berkata  “eottae?”
Donghyun kelihatan menimbang-nimbang sejenak lalu mengangguk “ok, ngomong-ngomong kalian sudah ambil formulirnya??” kata Donghyun. “belum, eh Sunyoung-a, kau saja yang ambil ya” kata Jinri sambil menyikut Sunyoung. Sunyoung mengangguk lalu berdiri dari kursinya dan pergi ke ruang guru untuk mengambil formulir.

Beberapa menit kemudian gadis itu kembali dengan wajah yang penuh kekagetan (?). Ia duduk di sebelah Jinri dan meletakan kertas formulir di tengah-tengah meja. “coba tebak apa temanya” kata Sunyoung sambil menunjuk tulisan di kertas formulir.
“temanya anak-anak?? ini serius?” kata Minho setengah tidak percaya. “tema ujiannya anak-anak, berarti lagu seperti apa yang harus kita nyanyikan?” kata Jinri sambil mengetuk-ngetukan telunjuknya ke meja. “tentu saja lagu dan gerakannya harus menarik perhatian dan disukai anak-anak, karena yang voting anak-anak” ujar Hwayoung sambil memikirkan lagu yang cocok. “yang pasti lagunya harus ceria, ya kan?” kata Hoya, yang lainnya mengangguk. “bagaimana kalau Gomsemari?” usul Sunyoung, tapi karena tatapan bingung dari teman-temannya ia langsung menarik kembali usulnya itu. “Loving Ice Cream??” kali ini Minho yang memberi usul. Jinri langsung manyun. “maksudmu lagunya As One?? memangnya ada dance-nya??” tanya Jinri, Minho diam saja, ia juga merasa lagu itu kurang cocok. “Roly Poly saja” kata Donghyun. “ehm ya sepupuku yang berusia lima tahun sangat menyukai lagu itu, lagi pula lagunya ceria dan gerakannya lucu” kata Donghyun lagi. Jinri tersenyum dan mengangguk setuju. “eh tapi…” Minho mau menolak tapi semua temannya sudah setuju untuk memakai lagu Roly Poly. Akhirnya ia setuju juga. “baiklah itu artinya grup kita akan pakai lagu Roly Poly!!” seru Jinri. “kostum biar aku yang urus ya” kata Sunyoung sambil tersenyum, ibunya tukang jahit, makanya ia mau mengurus kostumnya.
“oke, kalau begitu semuanya aja aja hwaiting!!” seru Jinri, diikuti seruan “hwaiting!!” dari yang lainnya.

__________________________________________________

#Sementara itu di ruang latihan…

“kita akan pakai lagu apa??” tanya Jiyeon sambil memainkan rambutnya.
Sekarang ia dan yang lainnya, bersama Park Soyeon yaitu guru mereka, sedang berkumpul membicarakan ujian minggu depan.
“tema ujiannya anak-anak kan?? berarti kalian harus pakai lagu yang menarik dan disukai anak-anak” kata Soyeon sambil memegang formulir ujian.
“menurutku lagunya juga harus…”
“ceria!” kata Yoona dan Donghae bersamaan, menyambung kata-kata Woohyun.
Semua menatap ke arah mereka berdua. Yoona pun cepat-cepat menundukan kepalanya.
“ehm kita pakai lagu Sunset Moon bagaimana??” usul Gikwang. “yah, memangnya ada lagu Sunset Moon??” kata Krystal heran sambil menatap Gikwang. Gikwang nyengir lalu berkata “maksudku Sunset Glow, lagunya Lee Moonsae”
“oh lagu itu, kenapa kita tidak pakai versi remake-nya Big Bang saja? menurutku lebih keren, dan ada rapnya kan? jadi Gikwang oppa bisa rapping” kata Jiyeon. “yah sejak kapan aku bagian rap?? biar Woohyun saja!!” seru Gikwang tidak terima sambil menunjuk Woohyun. “Hyung, aku ini main vocal” kata Woohyun datar. “kalau begitu Donghae hyung” kata Gikwang lagi. “aku…sebenarnya lebih tertarik jadi second main vocal” kata Donghae.
“geumanhae! (berhenti), ya sudahlah kita pakai versi lamanya saja” kata Soyeon lalu mengambil bolpen, dan mengisi formulir ujian.
“Saem, dance-nya bagaimana?” tanya Krystal, Soyeon menyelesaikan mengisi formulir lalu menatap Krystal sambil tersenyum. “urusan itu tanyakan pada Ailee sebagai guru dance kalian. Sekarang aku harus pergi sebentar, kalian latihan sendiri dulu ya” kata Soyeon, ia meletakan kertas formulir di lantai, lalu berdiri dan berjalan menuju pintu ruang latihan.

Begitu keluar, seorang murid laki-laki menghampirinya sambil tersenyum. “annyeonghaseyo Park Soyeon sonsaeng” katanya. Soyeon tersenyum seadanya (?) lalu berkata “ah ne, annyeonghaseyo, kau siapa ya?”
“aku Yong Junhyung. saem, aku ini fans berat sonsaengnim” kata Junhyung. Soyeon hanya terdiam.
Tak lama kemudian, datang Taeyeon dengan wajah kesal. “yah Yong Junhyung! sekarang kan kau ada kelas, sedang apa kau di sini??” tanya Taeyeon, lalu melihat ke arah Soyeon. “omo, kau itu sonbae-ku di sekolah dulu kan??” kata Taeyeon pada Soyeon. “eoh, Kim Taeyeon, akhirnya kau jadi guru di sini, cita-citamu jadi penyanyi tidak kesampaian ya?” kata Soyeon, sambil tersenyum menyindir, lalu melihat jam tangan. “omo waktuku padat, aku pergi dulu ya, Kim Taeyeon sonsaengnim” kata Soyeon lagi, lalu berjalan pergi. “ih…dari dulu sampai sekarang masih sama saja, menyebalkan!” gumam Taeyeon, lalu menarik tangan Junhyung, memaksa muridnya itu ikut bersamanya ke kelas.

Sementara itu, di dalam ruang latihan, Krystal sedang membagi bagian menyanyi.
“omo, aku cuma dapat sedikit?? kau ini bagaimana sih!!” protes Jiyeon, Krystal meletakan bolpennya lalu memelototi Jiyeon. “yah disini main vocal perempuannya aku! tentu saja bagianku lebih banyak, masih untung kau dapat bagian meskipun hanya sebaris!” kata Krystal jutek, sikap menyebalkannya mulai keluar. Jiyeon manyun lalu mengadu pada Yoona. “eonni, harusnya eonni yang membagi suara, Soojung egois!” kata Jiyeon.
Yoona merebut partitur dari tangan Krystal lalu memperhatikan partitur itu. Ia mengambil bolpen dan melingkari dua bagian lagi. “ini aku tambah bagianmu di awal dan di tengah” kata Yoona, Krystal menatapnya dengan tatapan memprotes. tapi Yoona tidak peduli.
Selesai membagi suara, mereka berenam melakukan gunting-batu-kertas untuk menentukan siapa yang pergi mengumpulkan formulir. “ih kenapa aku yang kalah sih!!” seru Krystal kesal, yang lainnya mengeluarkan batu dan ia sendiri mengeluarkan gunting. “ya sudah sana kumpulkan formulirnya” kata Woohyun sambil memberikan formulir itu pada Krystal. Gadis itu menyambar kertas formulir dan berjalan ke pintu sambil manyun.

***

Sesampainya di depan ruang guru, Krystal melihat dua baris antrian murid yang begitu panjang, ia menghela napas dan ikut mengantri. Di sebelahnya berdiri Choi Minho yang akan mengumpulkan formulir juga. “rupanya sang malaikat dari neraka ada di sini, kau sedang apa? mau mengumpulkan formulir?” kata Minho. “yah! berhenti menyebutku seperti itu! tentu saja aku mau mengumpulkan formulir” kata Krystal, ia mengambil permen karet dari saku seragamnya dan mulai mengunyah permen karet. “yah, kalau kau mengunyah permen karet seperti itu kau jadi tambah kelihatan jutek” kata Minho lagi. “terus memangnya ada hubungannya denganmu??!” tanya Krystal setengah berseru. “memang tidak ada hubungannya, tapi kalau kau bersikap jutek begitu, anak-anak tidak ada yang mau melihatmu, mereka akan langsung kabur. Mereka pasti lebih suka yang bersikap manis seperti Jinri” kata Minho lalu tersenyum. “kata siapa aku tidak bisa bersikap manis? aku bisa kok bersikap manis , lihat saja nanti” kata Krystal penuh keyakinan (?) masih sambil mengunyah permen karet. “hmm kalau seorang Jung Soojung bisa bersikap manis, kurasa aku akan menarik kata-kataku soal ‘malaikat dari neraka’ itu” kata Minho sambil melangkahkan kakinya maju ke depan mengikuti antrian. Krystal ikut maju lalu berkata “kau janji ya, kalau aku bersikap manis kau akan menarik kata-katamu itu!”.
Minho hanya mengangguk.

Setelah urusan mengumpulkan formulir beres, Krystal pergi ke lokernya untuk mengambil sepatu.
Dan tiba-tiba saja….

BYURRR!!

Ada yang menyiramkan dua ember air sedingin es padanya. Sekarang seluruh tubuhnya basah dari atas sampai bawah. “yah!!! siapa yang melakukan ini??!” teriak Krystal.
“omo uri gongju (tuan putri), kasihan sekali nasibmu, hahahaha” kata Hyuna sambil tertawa. “omo Hyuna-ya, lihat sekarang ia menatap kita dengan mata indahnya itu!! ia kelihatan seperti kucing marah ya” sambung Hara. “mew!” kata Hyomin sambil meniru gaya kucing mencakar dengan tangannya. Semua yang ada di koridor pun ikut tertawa.
“yah ! sekali lagi aku tanya, siapa yang melakukan ini?!!” seru Krystal lagi.
“kami yang lakukan” kata seorang murid tahun pertama yang memakai kaus bertuliskan “I’m Krystal Haters”. Di sebelah gadis itu berdiri dua orang murid tahun pertama juga, tapi memakai seragam.
Krystal menghampiri anak itu lalu menatapnya dengan tatapan kesal. “yah kau anak kecil, kau benar-benar…”
“benar-benar apa?” tantang anak bernama Song Ahnmi itu sambil balik menatap Krystal. “yah kami bukan anak kecil, kami ini Trio Pengusir Setan” kata Oh Sehun salah satu dari tiga anak itu. “mwo? jadi maksud kalian aku ini setan!!!” kata Krystal antara kaget dan emosi. “ya…mirip sih” kata Byun Baekhyun salah satu dari Trio Pengusir Setan itu juga. Lagi-lagi semua orang di koridor tertawa. Bisa dibilang semua murid di sekolah itu membenci Krystal.
“yah! memangnya kau pikir kau yang terbaik? lihat saja ujian minggu depan, Jinri sonbae pasti menang!” kata Ahnmi sambil menunjuk tulisan di bajunya. “kita semua dukung Choi Jinri!!! ya kan semuanya!!” seru Baekhyun, diikuti anggukan dari semua orang di koridor. Krystal menanggapinya dengan tersenyum. “ya terserah kalian mau bilang apa, aku akan tetap mengalahkan Choi Jinri” kata Krystal cuek. “uh dasar nenek sihir” gumam Sehun. “apa kau bilang?!” tanya Krystal. “nenek sihir!” ulang Sehun setengah (?) berseru.

“yah Soojung-a!! ayo kita latihan!! kau sedang apa sih” panggil Gikwang sambil menghampiri Krystal yang basah kuyup. “aku tidak sedang melakukan apa-apa, kaja” kata Krystal. “eh tapi kenapa kau basah?” tanya Gikwang. “ish itu tidak penting! ayo pergi dari sini!” kata Krystal lalu menarik Gikwang. “aduh, pelan-pelan kakiku belum sembuh betul! eh ngomong-ngomong yang pakai kaus Krystal Haters itu siapa?” kata Gikwang lagi sambil mengikuti Krystal. “itu anak kelas 1 aku tidak tahu namanya. memangnya kenapa? kamu naksir?” kata Krystal ketus. Gikwang tersenyum, “nado molla, tapi dia manis sih” kata Gikwang. Krystal berhenti berjalan lalu memelototi Gikwang “yah, kalau kau suka padanya, berarti kau juga Krystal Haters!” kata Krystal sambil menunjuk-nunjuk (?) Gikwang. “ya aku tidak menyukainya kok” ujar Gikwang “bagus!” kata Krystal, ia pun kembali berjalan ke ruang latihan, diikuti Gikwang di belakangnya.
__________________________________________________

#seminggu kemudian#

[Jalanan]

“Jinri-ya, aku benar-benar harus pakai rok rempel-rempel seperti ini?” tanya Hwayoung sambil menunjuk rok rempel birunya. “ya, biar kita kelihatan lucu!” kata Jinri, sambil meletakan sebuah CD di atas speaker (yang mereka pinjam dari appa-nya Jinri).
Hwayoung manyun tapi tetap menurut.
“ayo kita mulai saja!” kata Sunyoung setelah meletakan kotak dengan tulisan :
‘Tolong Pilih Kami ^^ [masukan nama di kotak ini]’

“ok! Hoya, nyalakan musiknya” kata Jinri setengah berbisik. Hoya mengangguk dan menyalakan musiknya.
Begitu musik dinyalakan, banyak sekali anak-anak (beserta orang tuanya) datang berkerumun mengitari mereka. Daerah itu memang dekat taman kanak-kanak dan kebetulan ini hari anak. Ternyata Roly Poly memang cukup menarik perhatian.

“eodi kkaji watna tto eodi sumeotna mame deureo watna, na na na na na. I like you!”

Anak-anak itu langsung ikut menyanyi begitu Jinri mengawali lagu. Kelihatannya mereka berhasil.

Sementara itu di sebuah cafe di dekat situ, anak-anak kelas satu sedang mengadakan tebak-tebakan siapa yang akan menang, Krystal atau Jinri.
“sebenarnya sih, logikanya Krystal pasti menang, dia kan artis” kata Youngmin sambil menggigiti sedotan (?) “ya, tapi kita kan tetap dukung Jinri sonbae, lagipula menurutku Jinri sonbae pasti menang” kata kembarannya, Kwangmin sambil menyikut Youngmin. “sudahlah pokoknya kita dukung Jinri sonbae” kata Ahnmi, menghentikan pertengkaran tidak pentingnya si kembar.
“eh lihat, mereka sudah selesai. kira-kira berapa banyak suara yang mereka dapat?” kata Baekhyun sambil menunjuk ke arah grup Jinri yang sudah selesai, dan sekarang sedang mengumpulkan suara.

“jeongmal kamsahamnida!” seru mereka bersamaan setiap ada anak yang memasukan kertas berisi nama ke kotak itu.

“Hwayoung-a, berapa jumlah yang kita dapat?” tanya Jinri, saat kerumunan sudah bubar. Hwayoung yang masih menghitung dibantu Minho menjawab “aku baru menghitung sampai 150”
“sedikit sekali” kata Sunyoung kelihatan kecewa. “menurutku itu lumayan banyak” ujar Hoya, lalu melihat ke arah Jinri yang kelihatan semangat sekali. Mata gadis itu tampak berbinar-binar.
“nah sudah selesai! semuanya ada 250 suara!” kata Hwayoung sambil tersenyum. “huh bagiku itu tidak sebanding dengan aku yang rela berkorban melakukan dance Roly Poly ini” kata Minho sambil cemberut, “memangnya cuma kamu saja yang melakukannya” kata Jinri, lalu memukul kepala Minho dengan kotak CD. “sudahlah, sekarang kita makan di restoran mie milik appa-nya Jinri saja yuk!!” ajak Sunyoung. Yang lainnya setuju, mereka pun pergi ke sana sambil membawa speaker pinjaman dan masih memakai kostum.

__________________________________________________

[Krystal’s Group]

“Soojung-a, kau sudah selesai menghitung belum??” tanya Jiyeon sambil menghampiri Krystal yang sibuk menghitung jumlah suara yang mereka dapat. “belum, nanti juga kuberitahu jumlahnya, sudah sana jangan mengganggu” kata Krystal, lalu lanjut menghitung. Jiyeon cuma manyun dan pergi menjauh dari Krystal.
“yah, waktu itu kamu taruhan dengan Jinri kan?” tanya Woohyun pada Krystal. “eoh memangnya kenapa?” kata Krystal balik bertanya. “hadiahnya boleh untukku?” kata Woohyun, Krystal tersenyum dan mengangguk “tentu, ambil saja hadiahnya” katanya. “memangnya hadiahnya apa?” tanya Woohyun penasaran. Krystal menyelesaikan menghitung lalu berkata. “hadiahnya Choi Jinri”
“mwo!!?? hadiahnya Jinri? apa maksudmu?” kata Woohyun kaget, “ya, kemarin Jinri bilang, taruhannya yang kalah menjadi budak yang menang, jadi dia hadiahnya. tapi, belum tentu kita yang menang sih” kata Krystal, meskipun sebenarnya ia yakin ia menang. Woohyun mengangguk mengerti “hmm sepertinya asik juga” pikirnya.

Sementara itu, Yoona sedang duduk di pinggir jalan (?) sambil melamun. Ia senang juga melakukan street performance seperti tadi, seumur hidupnya ia belum pernah melakukan itu. “kau sedang apa?” tanya Donghae, tiba-tiba datang dan duduk di sebelahnya. “aku tidak sedang melakukan apa-apa” jawab Yoona, lalu berdiri “Krystal sudah selesai, kita harus kembali ke sekolah” lanjutnya lalu berjalan pergi, menghampiri Krystal dan yang lainnya.
“aish sampai kapan sih dia mau bersikap seperti itu?” gumam Donghae sambil menendang batu. Lama-lama ia kesal juga menghadapi Yoona yang seperti itu, apa ia harus menyerah saja?
“Oppa!! ayo pulang!” panggil Jiyeon sambil tersenyum. “oh ne!” Donghae menyahut panggilan Jiyeon lalu berjalan menyusul gadis itu dan yang lainnya.

**********************************************************

Besok sore…

Sore ini, Taeyeon baru saja menempel hasil tes kemarin di mading, sekarang semua anak kelas dua sudah berdesak-desakan untuk melihatnya.
Jinri juga ikut berdesak-desakan untuk melihat hasil tes kemarin.
begitu melihat angka milik grupnya Krystal, ia langsung cemberut dan hilang semangat.

“omo 251 suara. Dia menang. aah hancurlah aku!!” kata Jinri ketika sudah keluar dari kerumunan siswa. Ia berjalan menuju lokernya sambil menundukan kepala dan tiba-tiba ia melihat ada yang berdiri menghalangi jalannya. Jinri mengangkat kepalanya dan mendapati Krystal ada di hadapannya.
“chukhahae!! kau kalah!!! hahaha” kata Krystal sambil tertawa puas. “huh, iya aku tahu aku kalah” kata Jinri tanpa semangat. “hmm kalau begitu sekarang kau adalah….eh tunggu sebentar, kemarin aku terlanjur janji pada Woohyun untuk memberikan hadiah taruhan padanya, itu artinya kau akan jadi pesuruhnya Woohyun selama sebulan. Kalau begitu, have a nice day with Nam Woohyun” kata Krystal penuh kemenangan, lalu pergi meninggalkan Jinri sambil tertawa. “mwo? Nam Woohyun? aku harus jadi…ahhh sialan!!” kata Jinri kesal sambil menghentak-hentakan kakinya.

“yah Choi Jinri” panggil Woohyun sambil menepuk bahu gadis itu dari belakang. Jinri berbalik dan menghela napas. “ne, kau mau menyuruhku apa saja boleh, asal jangan suruh aku loncat dari gedung” kata Jinri sambil cemberut. “geurae, kalau begitu ikut aku keluar sekolah, dan belikan aku makanan” kata Woohyun, ia meraih tangan Jinri dan menarik gadis itu ikut dengannya. “eh keluar sekolah?? tapi itu kan melanggar aturan??” kata Jinri, tapi Woohyun tidak peduli dengan kata-katanya dan tetap mengajaknya keluar.

“YAH NAM WOOHYUN!!!” seru Jinri.
Sekarang mereka sudah berada di luar pagar sekolah. “neo michigesseo????!!! (kau gila??)” kata Jinri sambil menarik tangannya dari pegangan Woohyun. “aku tidak gila, aku lapar” kata Woohyun lalu kembali menarik Jinri pergi bersamanya.

__________________________________________________

Malamnya…

Donghae berdiri di depan pintu kamar Yoona dan mengetuk pintu itu. Ia berharap hari ini Yoona tidak akan membanting pintu seperti waktu itu.
Beberapa menit kemudian, pintu dibukakan oleh Jiyeon.
“oh oppa, kenapa ke sini? mencari Yoona eonni??” tanya Jiyeon. Donghae mengangguk “iya, dia ada kan?” kata Donghae. “dia ada kok, tapi dia bilang dia tidak mau membuka pintu kalau oppa yang datang. Sebentar ya, aku paksa dia keluar” kata Jiyeon, lalu masuk ke dalam.
Sesaat kemudian, Jiyeon kembali sambil menarik Yoona. Ia mendorong Yoona keluar, dan langsung mengunci pintu.
“Jiyeon-a!! yah!! buka pintunya!! Jiyeon-a!!” seru Yoona sambil mengetuk-ngetuk pintu itu.
“aku sudah tidur!!” seru Jiyeon dari dalam.
“tidur tapi bisa menjawab” gumam Yoona antara heran dan kesal (?)

“Yoona-ya, aku mau pergi mencari Woohyun, dia belum kembali dari sore, kau mau ya temani aku?” kata Donghae to the point. Yoona membalikan badannya dan bersandar pada pintu kamar. “pergi saja sendiri, kenapa harus bersamaku?” katanya. Donghae menghela napas lalu berkata “geumanhae Yoona-ya, aku sudah lelah menghadapi sikapmu”
“kalau begitu menyerah saja! berhenti mendekatiku terus! yah Lee Donghae, kita sudah putus sejak setahun yang lalu. Lupakan saja semuanya” seru Yoona, lalu ia melanjutkan “jigeumeun, neo anjohandago! (sekarang aku tidak menyukaimu lagi), aku sudah membuang jauh-jauh semua perasaan itu”
“geuraeyo?? geurae, aku juga akan berusaha melupakanmu kalau begitu, jaljayo…Im Yoona” ujar Donghae, ia menghela napas lagi dan meninggalkan Yoona.
Yoona terdiam lalu jatuh terduduk di lantai, sekarang ia memukul-mukul kepalanya sendiri sambil menggumam “nan baboya, jeongmal baboya!”
“bisa-bisanya aku sebodoh itu. kenapa aku bilang aku tidak menyukainya lagi?? dasar Im Yoona babo!” katanya dalam hati, lalu tiba-tiba ia teringat pada mimpinya. Mimpinya ingin menjadi penyanyi terkenal, ia juga teringat pada perjuangannya untuk debut dulu.
“geurae Im Yoona, demi mencapai itu semua. demi karirmu, lupakan perasaanmu! abaikan saja hatimu!”

***

Donghae berjalan kembali ke kamarnya, ia masuk ke dalam kamarnya lalu melempar diri ke tempat tidur, setelah itu ia menutup wajahnya dengan bantal.
Ia teringat masa-masa trainee, sebelum mereka semua debut. Waktu itu semua begitu menyenangkan, tapi sekarang begitu debut, semuanya banyak berubah.
“huh kenapa harus seperti ini?”

__________________________________________________

Sementara itu…
[di depan pintu masuk sekolah]

Jinri memukul-mukul pundaknya yang pegal sambil cemberut. Dari sore tadi, Woohyun menariknya sana-sini.
“aish pintunya sudah dikunci” kata Woohyun, rasanya ia ingin menendang pintu itu.
Mendengar kata-kata Woohyun, Jinri langsung duduk di depan pintu lalu menghela napas. “ini semua gara-gara kamu, badanku sakit-sakit karena kelelahan, dompetku kosong, dan sekarang kita terkunci diluar. huh malang sekali diriku” kata Jinri, lalu bersin. “lihat, aku juga terkena flu karena terlalu lama berada di luar, malam-malam begini tanpa jaket atau sweater. neo jeongmal nappeun namja” kata Jinri lagi.
Woohyun duduk di sebelah Jinri. “mianhae” katanya singkat. Jinri diam saja, gadis itu bersin-bersin lagi. “salahmu sendiri membuat taruhan itu, sekarang kau sendiri yang kalah” kata Woohyun lagi. “yah, aku cuma kalah satu poin” kata Jinri. “meskipun cuma satu poin, tetap saja kau kalah” kata Woohyun. Jinri menghentak-hentakan kakinya lalu berseru “eomma!!! tolong aku!!” seperti anak kecil.
Woohyun hanya memandanginya dengan pandangan heran dan bingung.

Sekarang keduanya terdiam, dan sibuk dengan lamunan masing-masing. Tiba-tiba Jinri tertidur, kepala gadis itu jatuh (?) ke bahu Woohyun. “ish, anak ini kenapa tidur sih” gumam Woohyun kesal, tangannya sudah bersiap untuk menyingkirkan kepala gadis itu, tapi ia mengurungkan niatnya dan membiarkan Jinri tidur di bahunya.

***

#Keesokan paginya…

“yah! Kenapa kalian tidur disini?! cepat bangun!!” seru Park Jungsoo sambil menepuk-nepuk bahu kedua muridnya, Jinri dan Woohyun, yang tertidur di depan pintu masuk sekolah.
Keduanya terbangun, dan langsung duduk tegak saking kagetnya melihat kepala sekolah mereka. “yah kalian berdua berdiri!” kata Park Jungsoo lagi.
Jinri dan Woohyun pun cepat-cepat berdiri. “pasti semalam kalian keluar melewati jam malam ya?” tanyanya. Jinri dan Woohyun mengangguk pelan. “kalau begitu kalian tidak boleh masuk kedalam sampai istirahat makan siang!” kata Kepala sekolah Park Jungsoo tegas lalu masuk ke dalam sekolah, meninggalkan mereka berdua. “sonsaengnim!!!!” panggil Jinri dengan suara agak serak, tapi tidak ada respon dari dalam. “neo ttaemuniya!!!” kata Jinri sambil menunjuk Woohyun yang berdiri tidak terlalu jauh darinya. Wajah gadis itu menandakan ia akan menangis. “eoh na ttaemune! aku juga tahu ini salahku, sudahlah, uljimara!” kata Woohyun.

Ketika itu, sebuah mobil berwarna hitam datang dan parkir di halaman sekolah. Seorang pria berkaca mata turun dari mobil itu lalu menghampiri Woohyun dan Jinri.
“permisi, saya mau tanya apa kalian mengenal Choi Minho?”
….

#To be Continued….

**********************************************************

Beh makin gaje ya?? atau makin seru?? *bagus deh kalo seru* hehe

mian kalo ada typo, dan kawan-kawan. Dan aku juga udah berusaha untuk munculin semua request cameo. Kecuali untuk Kyuhyun, munculnya part 3 ok??
seperti yang udah dibilang diatas, kami bukanlah penulis profesional, so pasti sedikit aneh *agak lebay dikit* :D
ada cast yang gak / belum muncul? ya gantian munculnya ne^^ kecuali trio gosip bakal selalu muncul, dan beberapa cast lainnya juga ada yg agak sering muncul. Yang penting main cast muncul semua ^^ hehe

sedikit info untuk cover, foto yang lebih gedenya itu ganti-gantian couplenya. part 1 kan udah Woohyun-Sulli, sekarang Yoon-Hae, nah nanti Min-Stal ^^ terus aja gantian gitu^^

ya udah RCL ne^^
*sekali lagi mian kalo gaje*
CLING!
#ngilang ke rumah Kyu #bukkk dorrr xD

35 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 2]

  1. seru banget Eon! Sumpah seru banget *O*

    Kyaaa~ Daebakk Eon!!!!!!!! Ten Thumbs Up!!! XDDD

    Kyaa!! Gikwaaaaaaaaaaang!! #Plakk Gaje XDDD

    Yah, Yoona gimana sih, aduhh >.<

    Wahaaa~ Trio Pengusir setan lucu XDDDDDDDDDDD

    Wahahaha~ Siapa tuh yang nyari Minho? o.O

    Lanjut ne Eon, penasaran banget XDD

    Keep Writing ^^

  2. FF.nya daebak eon!! ^^
    Dan entah knapa aq paling suka sama couple Woohyun-Jinri..
    Heheee.. Seru deh mereka berantem+adu mulutnya..
    saling jatuh hati bru tau rasa tuh.. *disumpahin*
    Ehh… Donghae oppa kasian.. Dicuekin mulu..

    • waa gomawo!!! ;D

      waa aku juga suka sama couple Woohyun-Jinri *memang mereka couple yang paling utama sih di sini, baru Yoon-Hae sama Min-Stal^^*
      hehehe memang kok ntar kualat si woohyun *?* wkwkwk xD

      ya memang kasian bgt itu si Donghae wkwkwk tapi ntar gak kasian lg kok wkwkwk xD

      tunggu ne lanjutannya^^

  3. Daebak! Makin seru aja….!!!
    Syukur deh Krystal yg menang.. Saya selalu dukung group Krystal! Sebenernya saya jg Aff(x)tion sma Krystalized loh! :D
    Donghae kasihan.. :( YoonA gk bsa jujur sma dirinya sendiri sih… :(
    Lebih baik dri sebelumnya… ! Jjang!
    Ditunggu chapter 3 nya ya…

    • waa gomawo :D

      hohoho aku juga sama^^
      tapi tenang, ntar Krystal berubah kok gara2 minho hohoho xD

      huhuhu iya memang kasian si donghae karena yoona nya terlalu ambisius huhuhu u.u
      tapi ntar balikan kok kkk~

      waa bagus deh kalo gitu^^ kirain gaje :D

      siip tunggu ne seperti biasa gak akan lama ^^ hehe

    • hehehe GOMAWO NE :D

      hmm setiap couple harus dibagi rata chingu momentnya *udah kayak apa aja dibagi rata* wkwkwk jadi semua sama banyak biar adil ^^ kan couple utama ada 3 , tapi ntar coba dibanyakin deh ^^

      siip deh gak akan lama kok^^
      tunggu ne :D

    • hehehe yup ada roly poly (one of my favorite songs^^)
      hehe gomawo ne^^

      Jiyeon ama Hwayoung?
      [sedikit bocoran ne, hehe]
      Jiyeon itu suka sama Minho, tapi Minho suka sama Krystal (one sided crush *hiks*) jd gak dpt couple #plakk
      kalo Hwayoung, dia suka ama Hoya, tapi Hoya sempet suka sama Jinri (lagi2 one sided crush *hiks*) tapi nanti terakhirnya Hoya kan udh ngerelain Jinri gitu *cielah* jd mulai mau sama Hwayoung gitu jadi mendinglah dari Jiyeon wkwk :)

  4. Fiuh untunglah hwa-ku dpt couple #plak
    Ksian jg jiyi…
    Tp endingny tetep dpt couple kn?

    Mian bnyk tanya… Ekekek
    Pnasarn napa hwayoung kok depresi… Apa ntr kmbaranny bkal nongol?
    Skli lg mian bnyk tnya… Hihihi

  5. makin gaje wkwkwkwk XD gx kok,seru…cuma yah itu,YH moment dikit bnget hahaha
    mslahnya hnya satu…aq gx kenal pra mmbernya slain:
    Jung SooJung,Lee Gikwang,Lee Donghae,Im Yoona,Park Jiyeon,Choi Jinri,Choi Minho kkkk

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s