Ficlet : Harvest Goddess

Story by : Park Yoo An

Cover by : http://sasphire.wordpress.com (gomawo sekali lagi!! oiya kalo ada yang mau req cover ff, bisa request ke http://sasphire.wordpress.com)

Pernah dipublish : egaarista.wordpress.com, exoshidaefanfic.wordpress.com, dll.

Title

Harvest Goddess

Author

Park Yoo An

Length

Oneshoot/Ficlet

Genre

Romance

Rating

PG

Cast

Kai

Yoona

Other Cast

Seohyun

Sehun

Chen

Siwon

Pagi ini, Kai, nama seorang penggembala di dunia Fairytale ini, sedang mencabuti rerumputan disekitar kerajaan. Bulir-bulir keringat mulai meluncur menuruni kulit coklat namja itu. Sambil bersiul-siul ceria, guna menghibur suasana Kai.

Kai mengusap dahinya dengan lengannya. ”Sehabis ini aku harus memetik bunga di taman. Aigoo, pasti akan sangat capek. Bayangkan saja luas taman yang hampir menyamai setengah luas bulan itu. (?)”

”Kai-ssi!” panggil seorang namja dari gerbang kerajaan. Sontak, Kai menoleh. Dilihatnya Chen, putra mahkota kerajaan itu tersenyum kearahnya.

”Ne. Wae Chen-ssi?” tanya Kai.

”Bisakah kau kemari sebentar? Aku ingin berbicara sesuatu padamu.” suruh Chen.

Dengan cepat dan sigap, Kai meninggalkan rumputnya tadi dan menuju kearah Chen.

Setelah sampai dihadapan sang putra mahkota, Kai membungkukkan badan 90 derajat. Sedangkan Chen membalasnya dengan menundukkan kepala 45 derajat (?).

”Jadi begini, karena kau sudah banyak bekerja keras di kerajaan, aku punya sesuatu untukmu.” mendengar perkataan Chen tadi, mata Kai berbinar-binar. Namja itu memikirkan apa yang akan diberikan Chen untuknya. Emas? Koin? Intan? Atau mungkin, obat untuk ibunya yang sedang sakit? Entahlah, Kai hanya mencoba menebaknya.

”Sesuatu yang kumaksud adalah, setelah kau selesai mencabut rumput-rumput disini, kau harus mengurus ladang bunga fairytale.”
JDAK! Bagai ditampar dengan puluhan beton. Hanya itu? Cih mwoya! Ingin sekali Kai mendengus kesal.

”Ne.” kata-kata yang mampu diucapkan Kai demi menutupi kekesalannya.

”Geurae. Sudah selesaikah?”

”Sudah. Hanya aku perlu membuangnya.”

”Oo, yasudah kalau begitu buanglah. Dan ini…” Chen menyodorkan sesuatu kepada Kai. Kunci emas ladang bunga fairytale. ”kunci ladang bunga fairytale.”

Perlahan, dengan tangan bergetar Kai meraih kunci tersebut. Lalu, Chen pun pergi.

Kai memasukkan kunci yang dipegangnya ke sakunya.

***
Setelah selesai dengan mencabut rumput, kini Kai sedang dalam perjalanan menuju ladang bunga fairyland. Kalian tahu jaraknya? Jauuuhhh sekali! Namun, Kai tidak akan mengecewakan putra mahkota Chen. Dia akan terus berjalan menuju ladang bunga fairyland dengan senang hati dan tentunya senyuman yang terus mengembang di wajah tampannya #awas Oppa! Kalo senyum terus nanti dikira orang gila! Wkwkwkw #plak#.

Setelah pengorbanan Kai menuju ladang itu selesai sudah, namja itu lega karena sekarang dihadapannya sudah berdiri pintu besar ladang bunga fairyland.

”Omo! Seumur-umur aku baru melihat pintu sebesar ini.” Kai terkagum-kagum dengan pintu ladang bunga fairyland. Kepalanya mendongak. Berusaha mengira seberapa tinggi pintu itu.

Akhirnya, setelah puas melihat pintu itu (?), Kai memasukkan kunci emas di lubang kunci pintu yang super besar itu.

CKLEK… Pintu taman terbuka dengan sendirinya setelah Kai memutar kunci itu.

Sinar di ladang menerpanya. Anginnya berhembus membelai tubuh Kai. Bahkan, semerbak harumnya bunga menyambutnya. Namun, tiada yang lain selain yang satu itu membuat Kai tidak bisa mengalihkan pandangannya. Harvest Goddess. Kai ingat kalau setiap musim semi di fairyland, di ladang bunga fairyland akan terdapat Harvest Goddess. Hanya sedikit orang yang pernah bertemu dengan Harvest Goddess.

Menurut cerita yang pernah didengar Kai, Harvest Goddess adalah seorang dewi yang selalu memetik bunga di ladang bunga fairyland ketika musim semi. Harvest Goddess adalah dewi yang ramah, cantik, baik hati, dan… Ah pokoknya semua yang baik berpihak padanya..

Ahhh, Kai benar-benar tidak bisa memalingkan pandangan dari harvest goddess.

Merasa ada seseorang, harvest goddesspun menoleh dan tersenyum kearah Kai.

”Omo… Neommu yeppo…” gumam Kai. Entah kenapa saat harvest goddess tersenyum padanya, jantung Kai berdetak 100 kali lebih cepat.

Harvest goddess kemudian bergerak kearahnya. Ya, bukan dengan cara berjalan tapi mengambang di udara. Sekilas, Kai tampak ngeri karena harvest goddess tidak menyentuh tanah.

”Annyeong! Yoona-ssi imnida. Aku Harvest Goddess! Putri dari Flower Goddess Seohyun dan Sea Lord Sehun.” (?) *mian cmn saya ngawur*. Kata Yoona, nama harvest goddess itu sambil tersenyum manis kearah Kai.

Jantung Kai berdetak 100 kali lebih kencang.

“Eummm siapa namamu?” tanya Yoona. Sementara yang ditanya hanya melongo melihat kecantikan Yoona.

“Hey!” ujar Yoona berusaha menyadarkan Kai dari lamunanya. Namun, Kai tetap melongo melihatnya.

“Ada apa dengan namja ini?” gumam Yoona yang merasa heran dengan Kai.

“Aishh, ada dengan dia? Huh lebih baik aku memetik bunga saja.” gumam Yoona. Akhirnya Yoona berlalu dari Kai.

Sadar kalau Yoona sudah pergi, Kai tersadar dari lamunanya dan mengejar Yoona.

“Ya! Chankaman! Yoona-ssi.” teriakan Kai kontan membuat Yoona menoleh dan tersenyum.

“Namaku Kai! Kim Jong In. Kai.” ucap Kai. Namja itu tersenyum pada Yoona.

Kalau tadi Kai yang berdebar jantungnya, kini gantian Yoona yang berdebar.

‘Omo, seumur hidup baru kali ini aku melihat namja setampan ini. Bahkan dia lebih tampan dari Dewa Kejujuran Siwon.’ batin Yoona.

“Yoona-ssi?” Kai menyadarkan Yoona dari lamunanya.

“Ah, ne… Jadi Kai-ssi. Sedang apa kau kesini?” tanya Yoona lembut.

“Aku? Aku disuruh memetik bunga disini. Kau?” tanya Kai balik.

Yoona mengerucutkan bibirnya imut. “Babo! Tentu saja aku memetik bunga disini. Ini kan musim semi.”

“Oh ne… Kau benar.”

***
Sejak perkenalan itu, Kai jadi sering pergi ke ladang bunga fairyland. Selagi masih musim semi, Kai memanfaatkan waktu agar bisa bertemu dengan Yoona. Karena setelah musim semi nanti, Yoona tidak akan terlihat lagi.

“Yoona-ah!” teriak Kai dari pintu ladang bunga.

“O Kai!!” seru Yoona sambil melambai ke arah Kai.

Kai pun berlari ke arah Yoona. Dilihatnya Yoona sangat cantik hari ini. Yeoja itu memakai dress putih dengan corak bunga. Tampak yeoja itu membawa keranjang berisi bunga-bunga yang sudah dipetiknya.

“Yoona-ah, jadi, besok kau sudah tidak terlihat lagi?” tanya Kai kepad Yoona.

“Ne.” ucap Yoona sedih.

“Ooo…”

“Ya, besok sudah musim panas. Jadi, aku tidak akan terlihat lagi.” kata Yoona.

“Ooo..”

“Eumm… Kai-ah” Yoona meletakkan keranjang bunganya dekat ayunan.

“Wae?” Kai menoleh ke arah Yoona.

Dilihatnya ekspresi goddess itu yang sedih. Mata Yoonapun berkaca. Lalu, setetes air mata jatuh dan mengenai baju Yoona. Air mata itu langsung berubah menjadi mutiara (?). Kai yang melihatnya, kini kagum.

“Yoona-ah… Kenapa kau menangis?” tanya Kai. Namja itu kini menyentuh pipi Yoona yang basah karena air mata. Diusapnya pipi Yoona. Sementara air mata yang telah jatuh kini berubah menjadi mutiara.

“Aku…aku sedih…” ucap Yoona sambil sesenggukan.

“Wae?” tanya Kai yang masih sibuk dengan urusannya mengusap pipi Yoona.

“Setelah ini, kita tidak akan bertemu lagi.” ucap Yoona.

Sebenarnya, Kai juga sedih akan hal itu.

“Ne, nado. Aku juga sedih. Karena aku…” Kai tidak melanjutkan kalimatnya. Namja itu tertuntuk. Berusaha menahan air matanya.

“Wae? Karena apa?” tanya Yoona. Yoona memegang wajah Kai. Dilihatnya mata namja itu berkaca-kaca.

“Maaf jika aku mengatakan ini. Tapi,, saranghaeyo.” ucapann Kai sontak membuat air mata Yoona berhenti sesaat. Namun setelah itu, air mata mulai jatuh lagi. Diiringi dengan senyuman bahagia di wajah cantiknya.

“Ne? Kau serius kan?” tanya Yoona.

“Ne. Kenapa? Kau tidak suka? Mianhae.” Kai meminta maaf. Namja itu menyeka air mata Yoona.

TES… Kali ini, air mata Yoona tidak berubah menjadi mutiara. Kai jadi heran sendiri.

“Aniyo. Nan haengbokhae. Nado. Saranghaeyo Kai-ah…” ucap Yoona.

Kai yang mendengarnya bahagia. Namja itu bahagia. Mereka berpelukan saat itu. Keduanya enggan melepaskan pelukan.

***
Hari sudah petang. Namun Kai masih tetap di ladang bunga fairyland. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Yoona sebelum Yoona benar-benar pergi. Dan akhirnya, saat itu tiba…

“Gomawo Kai.” ucap Yoona.

Keduanya berdiri di tengah-tengah ladang.

Matahari mulai terbenam. Kai menghembuskan nafasnya pelan. Ini saatnya,,,

“Matahari sudah hampir terbenam. Besok sudah musim panas.” ujar Yoona sedih.

Mereka berdua mengamati matahari itu.

1 detik…
2 detik…
3 detik…
Matahari sudah terbenam.

“Mianhae Kai. Aku harus pergi. Saranghae. Jeongmal saranghaeyo. Kumohon tunggulah aku 1 tahun lagi.” ucap Yoona.

Yoona merapatkan jarak antara dirinya dan Kai. Yeoja itu berjinjit. Nafas mereka memburu saat jarak wajah mereka tak kurang dari 1 cm. Hidung mereka sudah menempel. Dapat dirasakan oleh mereka masing-masing nafas yang dihembuskan mereka.

CHU~ Mereka berciuman. Baik Yoona dan Kai sama-sama menumpahkan air mata. Air mata kebahagiaan. Mereka saling memanggut bibir satu sama lain.

Tubuh Yoona mulai terangkat ke atas. Goddess itu mengambang diudara. Mereka terpaksa mengakhiri ciuman mereka. Sebelum pergi, Yoona mengucapkan kata “Saranghae. Goodbye! Tunggu aku!” dan tubuh Yoona berubah menjadi kelopak bunga yang akhirnya tertiup angin.

Ya, Yoona sudah pergi. Kai menangisi kepergian Yoona. Apa Kai bisa menunggu Yoona selama satu tahun?

***
1 tahun kemudian.

Dengan semangat, Kai berlari menuju ladang bunga fairyland. Dibukanya pintu besar disana. Diedarkannya pandangannya di seluruh penjuru arah. Mencari keberadaan goddess itu. Tiba-tiba, mata Kai menangkap sesuatu. Sekumpulan kelopak bunga yang beterbangan dan akhirnya berubah wujud menjadi Yoona. Ya, itu Yoona.

Kai tersenyum senang melihat Yoona sudah kembali. Begitu juga Yoona yang tersenyum ke arah namja itu. Keduanya berlari. Berlari menyusuri banyaknya bunga-bunga disana. Dan, mereka berpelukan. Melepas rindu satu sama lain.

“KAI AKU KEMBALI!” teriak Yoona senang sambil terus berpelukkan.

Yoona menarik kepalanya (?) dan chu~ mencium bibir Kai.

***
Mianhae, jelek yah? kependekan yah? hehe, jeongmal mianhae…

4 thoughts on “Ficlet : Harvest Goddess

  1. Daebak! Saya suka bgt critanya!!!
    Ngomong” Seohyunnya mna??? ^^ ( Atau jgn” saya yg kurang teliti? ) cma disebutin doang, gk ngomong..
    Dan.. Perasaan cakep Siwon dripada Kai… Hehehe… XD
    Keep writing ya… :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s