REMEMBER chapter 2

 

Main Cast :

Kevin Woo

Soohyun

Hyuna

G.NA

 

Other Cast :

Yoseob

Jonghyun

Aj

Dongho

Onew

Key

Tiffany

Seohyun

 

Genre :

Sad – Romance (?), Fantasy

 

Author :

Bayu Navanto

 

Length :

Chapter

 

Rating :

PG 13

 

Desclaimer :

Semua cast yang ada di fun fiction ini adalah artis yang berbakat, sifat-karakter para cast di dalam fanfic ini mungkin berbeda dengan sifat-karakter para cast yang sesungguhnya.

 

Author Note :

Fun Fiction ini muncul di otak aku ketika aku mendengarkan lagu Remember (U-KISS) tetapi secara keseluruhan sedikit berbeda dengan isi kandungan dari lagu tersebut. Aku berharap setelah kalian membaca fanfic ini aku berharap kamu dapat meninggalkan komentarnya. Dan juga aku membuat fanfic ini tidak memandang marganya maka jangan heran kalau ada cast yang di ceritakan menjadi satu keluarga tetapi marganya berbeda.

Previous on Remember ep1

 

”tadi ada ribut-ribut apa?”

tanya Kevin yang pura-pura tidak tahu apa yang sedang di ributkan

 

”ah untung kamu tidak mendengarnya, itu cuman masalah biasa, ada urusan lain?, kalau tidak tolong tinggalkan aku sendiri”

ucap Soohyun

 

“baik kalau begitu jaga kesehatannya hyung jangan sampai sakit, hyung bahagia akupun bahagia”

ucap Kevin

 

Soohyun yang mendengarkannya hanya tersenyum sedih.

 

 

*****REMEMBER chapter 2*****

 

Ke esokan harinya Kevin hanya bersikap seperti biasanya, selalu ceria dan membuat kehebohan di rumah.

 

“bi, bibi dimana baju sekolah aku, kemarinkan aku suruh bibi untuk jemur bajunya dimana sekarang bajunya”

teriak Kevin

 

“ada apa teriak-teriak Kevin?”

tanya Soohyun

 

“ini hyung aku lagi cari baju sekolah aku?”

ucap Kevin

 

“bukannya itu baju sekolah kamu yah?”

ucap Soohyun sambil menunjuk tempat beradanya baju sekolahnya Kevin

 

“wah bi sudah ketemu, jangan di cari lagi yah, sudah ketemu nih”

teriak Kevin

 

“huuh, Kevin jadi anak kok ceroboh amat yah, jelas-jelas baju ada di situ kenapa kamu membuat onar, ya Tuhan kenapa aku mempunyai adik yang seceroboh seperti Kevin, apa dosaku”

ucap Soohyun

 

“jadi, hyung malu punya adik seperti aku ini?”

tanya Kevin

 

“bukan seperti itu, tadi aku bercanda saja, jangan terlalu di ambil hati”

jelas Soohyun

 

“ah sudahlah bilang aja malu punya adik seperti aku, sebaiknya hyung keluar deh aku mau ganti baju dulu”

ucap Kevin

 

“yah kok marah, gawat nih, bisa-bisa rumah bakalan hening sunyi sepi nih gak ada kehebohan lagi”

ucap Soohyun sambil keluar dari kamar Kevin

 

 

 

di tempat makan

 

“ada apa Soohyun, tadi Kevin sudah ketemu bajunya”

tanya ayah

 

“sudah”

ucap Soohyun dengan nada sedikit kesal karena masalah kemarin

 

“kenapa nadanya seperti itu, kenapa masih di ingat-ingat lupakan sajalah”

ucap ayah

 

“ah sudahlah aku lagi gak mau bahas itu lagi, bikin hati marah saja”

ucap Soohyun

 

lalu Kevinnpun datang menuju tempat makan

 

“masak apa hari ini?”

tanya Kevin

 

“em kamu sudah datang, cuman ada ini saja pembantu sedang cuti untuk beberapa hari”

ucap ayah

 

“ooohh, gak apa lah!”

ucap Kevin

 

mereka bertigapun makan bersama, seusai makan Soohyun dan Kevinpun pergi untuk berangkat sekolah, saat sedang ada di perjalanan, Soohyun merasa ada yang aneh karena tidak ada ocehan dari Kevin.

 

“lagi ada apa kamu hari ini, tumben-tumbennya gak bersemangat?”

tanya Soohyun

 

“gak ada apa-apa, oh iya nanti jangan jemput aku, aku ada acara lagi sepulang sekolah”

ucap Kevin

 

“acara apa?, pulangnya sampai malam tidak?”

tanya Soohyun

 

“bukan urusan hyung, yang jelas nanti aku tidak usah di jemput”

ucap Kevin

 

merekapun sampai di depan pintu gerbang sekolah tempat Kevin bersekolah.

 

“sekolah yang pandai, jangan sampai mengecewakan keluarga”

ucap Soohyun

 

“hah yah, sampai jumpa!”

ucap Kevin sambil berlalu masuk ke dalam sekolahan

 

Soohyunpun melanjutkan perjalanannya pergi kesekolahnya.

 

“Kevin tunggu!”

teriak Tiffany

 

“yah, oh kamu Tiffany, ada apa?”

tanya Kevin

 

“tadi itu siapa?”

tanya Tiffany

 

“siapa?”

tanya balik Kevin

 

“yah tanya malah balik tanya, tadi yang mengantar kamu berangkat sekolah, itu siapa?”

ucap Tiffany

 

“oh dia, dia hyung aku, emangnya kenapa?”

ucap Kevin

 

“oppa?, jadi dia oppa kamu, waah boleh minta nomor ponselnya nggak?”

ucap Tiffany

 

“hah, nomor ponsel, ah buat apa lebih baik minta nomor ponsel aku aja, aku juga gak kalah tanpannyakan dengan hyung aku!”

ucap Kevin

 

“ih, kalo nomor ponsel kamu mah aku udah punya, bilang aja gak mau kasih dasar pelit, Kevin yang pelit”

ucap Tiffany

 

 

 

Tiffanypun pergi meninggalkan Kevin karena Kevin tidak mau memberi nomor ponsel kakaknya.

 

“yah, orang aneh, hah wanita itu memang aneh sulit untuk ditebak”

ucap Kevin

 

 

 

di sekolah Soohyun

 

“hi broo, how are you?”

ucap Key

 

“gayanya, sok keebarat-baratan luh”

ucap Soohyun

 

“haiya, sekarang jamannya era globalisasi broo”

ucap Key

 

“era globalisasi!, ah sudah lah aku mau ke kelas, ribet ngurusin kamu”

ucap Soohyun

 

“jiah, dia malah pergi, pertanyaan saja belum dijawab”

ucap Key

 

“how are you????, apa kata itu salah, apa yang salah, aku cuman bilang, hai broo how are you, kenapa dia malah sewot yah?”

gumam Key sambil menuju ruang kelas

 

 

teeeeetttt………..tteeeeeetttt bunyi bel masuk sekolahpun berdering.

Soohyun dan kawan-kawan sudah ada di dalam kelas dan gurupun masuk untuk memulai pelajaran belajar-mengajar. Saat ini adalah jadwalnya matematika, Key yang paling bosan dengan pelajaran itu hanya bisa tidur-tiduran karena paling bosan dengan pelajaran itu.

 

“hi Key, parah luh dia itu guru tergalak, kamu berani-beraninya tiduran, mau ngajak perang sama itu guru apa? Kalau iya jangan bawa-bawa aku, ngeri! Ngebayangin aja sudah takut, besar nyalinya luh”

tegur Yoseob

 

“hah biarin, paling cuman di tegur, terus disuruh ngepel toilet dah, paling cuman itu, kalau itu mah aku bisa kecil!”

ucap Key yang menyepelekan teguran Yoseob

 

“huft, terserah lah, yang jelas jangan bawa-bawa aku kalau kamu kena hukuman”

ucap Yoseob

 

“yah-yah aku tau!”

ucap Key

 

 

“baik, kalau begitu saya akan bertanya”

ucap guru sambil melihat siswa-siswanya

 

setelah guru berbicara seperti itu semua siswa hanya bisa menundukan kepala karena takut kalau di tunjuk, guru masih malihat-lihat siswa yang mau dia tanyai, saat melihat Key yang sedang bersantai, guru itupun langsung menunjuk Key.

 

“ok Key, tolong jawab pertanyaan saya!”

ucap guru

 

“yes….. Hahaha rasain luh di tanya sama guru ganas serigala domba, siap-siap dimarahin dah”

gumam Yoseob kepada Key

 

“baik bu, pertanyaannya apa?”

ucap Key dengan santainya

 

“berapa hasil dari ‘sin 90 derajat dikali 50 dibagi dua dikali 4’ ?”

ucap guru

 

“mudah bu seratus kan”

ucap Key

 

“yah betul, tumben kamu bisa menjawab pertanyaan saya”

ucap guru

 

“yah begitulah”

ucap Key

 

“baik sampai disini saja pertemuan kita kali ini, selamat siang”

ucap guru

 

“siang”

ucap semua siswa

 

“wah kamu tumben bisa menjawab pertanyaan dari guru tadi”

ucap Yoseob

 

“hah biasa”

ucap Key

 

“wah Key hebat, bisa menjawab pertanyaan dari guru ganas serigala domba”

ucap para wanita di kelas tersebut

 

“hah jangan seperti itu, aslinya saya pandai, jadi jangan terkesima sebegitunya yah”

ucap Key yang berbangga hati

 

“paling itu cuman kebetulan aja, pas ngeliat angka seratus terus kamu jawab aja sesuai angka yang kamu lihat, iya kan”

ucap Soohyun

 

“ussstttttt jangan bilang-bilang itu tadi emang cuman kebetulan aja, kok kamu bisa tahu sih?”

ucap Key lirih

 

“hah, sudah aku tebak, cuman kebetulan”

ucap Soohyun

 

“hai sob, gimana?”

sapa Aj

 

“gimana apanya?”

tanya Yoseob

 

“itu kita main footsal, kamu bisakan Soohyun, sudah lama nih kita gak main lagi”

ucap Aj

 

“emm, ok nanti aku usahakan”

ucap Soohyun

 

“yeah gitu dong”

ucap Yoseob

 

“footsal, lebih baik kita pergi ke mall terus ngegodain cewek-cewek disana dah, pasti seru”

ucap Key

 

“huuu….. Key-Key, playboy sekali kamu, kamu mau ikut tidak?”

tanya Aj

 

“ya-lah aku ikut”

ucap Key

 

 

 

di sekolah Kevin.

 

Saat jam istirahat Kevin sedang duduk termenung, Hyuna yang kebetulan sedang lewat depan kelas Kevin melihat, kevin sedang duduk termenung itu, dia langsung menghampirinya.

 

“hi Kevin, what happen, kenapa duduk termenung seperti itu?”

tany Hyuna

 

“eh nuna, enggak ada apa-apa kok”

ucap Kevin

 

“kamu bohong, kamu pasti sedang  ada masalah, iyakan”

ucap Hyuna

 

“cuman masalah kecil gak begitu amat kok”

ucap Kevin

 

“yah masalah sekecil apappun kalau di bagi dengan sahabat mungkin dapat meringankan beban kamu, ayo ceritakan apa masalah mu nanti kalau bisa aku kasih solusinya!”

ucap Hyuna sambil merangkul pundak Kevin

 

“enggak lah sekarang juga sudah baikan”

ucap Kevin

 

lalu Donghopun masuk

 

“Kevin ay………o kita…..”

ucapan Dongho terhenti begitu melihat Kevin sedang bersama Hyuna

 

“maaf, kalau aku ngeganggu, silakan dilanjutkan ceritanya, aku pergi saja”

ucap Dongho

 

“kenapa mau pergi lagi pula aku mau keluar kok, silakan berbicara, dah”

ucap Hyuna sambil keluar dari kelas

 

“itukan nuna Hyuna, ada apa dia kesini?”

tanya Dongho

 

“gak ada apa-apa kok”

ucap Kevin

 

“ngomong-ngomong kamu tadi mau bilang apa?”

tanya Kevin

 

“oh iya ayo kita makan Jonghyun sudah nunggu kita di kantin tuh”

ucap Dongho

 

“ok ayo!”

ucap Kevin

 

mereka pergi menuju kantin sekolah, saat sedang di tengah perjalanan Kevin melihat ada segerombolan laki-laki yang sedang menggoda seorang wanita, Kevin yang melihatnya langsung menghampiri mereka.

 

“hi Kevin, mau kemana jalan kekantin bukan kesitu”

ucap Dongho

 

tetapi Kevin tidak menggubrisnya, dia terus saja berjalan menuju gerombolan laki-laki tadi.

 

“hi, ada apa ini?”

ucap Kevin

 

“wah-wah ada pahlawan kesiangan nih, mau ngapain bocah tengik”

ucap laki-laki tersebut

 

“kenapa kalian mengganggu wanita itu?”

tanya Kevin

 

“terus masalah gitu buat kamu?”

ucap laki-laki tersebut

 

“jangan gangguin dia dong dia itu wanita, kecil sekali nyali kalian”

ucap Kevin

 

“wah ada yang nantangin kita nih”

ucap laki-laki tersebut

 

lalu merekapun berkelahi, Kevin melawan 4 laki-laki itu, saat ditengah perkelahian itu, ada guru yang melihatnya lalu guru tersebut melerainya.

 

“ada apa ini?”

tanya guru

 

merekapun berhenti berkelahi

 

“kalian itu sudah besar, kalian berempat kenapa kalian terus membuat onar, sekarang kalian keruang guru”

ucap guru

 

“hah nanti lah”

ucap laki-laki terasebut

 

“SEKARANG JUGA”

bentak guru

 

lalu mereka pergi ke ruang guru, Dongho yang melihatnya langsung menghampiri Kevin

 

“kamu gak apa-apa Kevin?”

tanya Dongho

 

“gak apa-apa kok cuman luka sedikit, ayo kita kekantin nanti Jonghyun marah gara-gara nungguin kita kelamaan”

ucap Kevin

 

“tapi, luka mu itu?”

ucap Dongho

 

“gak apa-apa nanti juga sembuh ayo cepat ke kantin aku juga sudah lapar nih”

ucap Kevin yang langsung pergi menuju kentin

 

“ok, tunggu aku dong jangan nyelonong gitu”

ucap Dongho

 

 

 

di kantin

 

“Hah dimana lagi dua laki-laki itu?”

ucap Jonghyun

 

“hai Jonghyun, maaf lama, ada masalah sedikit”

ucap Kevin

 

“nah ini dia dua laki-laki yang aku tunggu dari tadi, eh Kevin muka kamu kenapa? Kaya habis berantem?”

tanya Jonghyun

 

“yah begitulah”

ucap Kevin

 

“begitu gimana?”

tanya Jonghyun

 

“begitu berantem maksudnya iya kan Kevin”

ucap Dongho

 

“Kevin berantem, ah gak percaya, muka se unyu-unyu dan imut-imut dalm tanda petik kata wanita yah, kok bisa berantem?”

ucap Jonghyun

 

“iyah beneran berantem, kamu gak ngelihatnya sih dia ngelawan empat sekaligus loh”

ucap Dongho

 

“wah hebat tuh terus gimana, siapa yang menang?”

tanya Jonghyun

 

“seri”

ucap Dongho

 

“seri??? Maksudnya apa?”

tanya Jonghyun

 

“maksudnya di tengah perkelahian itu guru datang melerainya, terus membawa ke empat laki-laki tadi ke ruang guru dah, kan seri gak ada yang kalah dan juga gak ada yang menang”

ucap Dongho

 

“ooohh begitu”

ucap Jonghyun

 

“jadi makan tidak kita kali ini? Bahas itu mulu, aku saja sudah tidak mau memikirkan itu lagi”

ucap Kevin

 

“eh jadi dong, aku sudah menunggu kalian dari tadi”

ucap Jonghyun

 

lalu merekapun memesan makanan.

 

 

 

 

 

************************

 

 

 

 

 

jam pelajaranpun usai baik di sekolahannya Soohyun maupun Kevin, Kevin yang begitu mendengar bel sekolah berbunyi begitu bersemangat untuk pulang, saat sedang di halaman sekolah, Kevin di panggil oleh seorang wanita

 

“tunggu sebentar”

ucap wanita tersebut

 

“yah, ada apa yah?”

tanya Kevin

 

“terima kasih”

ucap wanita tersebut

 

“terima kasih? Terima kasih buat apa?”

tanya Kevin

 

“terima kasih sudah menolong aku tadi dari ke empat laki-laki hidung belang”

ucap wanita tersebut

 

“oh gak usah berterima kasih lagi aku ikhlas kok ngelakuinnya”

ucap Kevin

 

“sekali lagi berterima kasih yah, oh iya perkenalkan nama saya Seohyun”

ucap Seohyun

 

“oh nama saya Kevin, senang bertemu dengan dengan kamu”

ucap Kevin

 

“senang juga bertemu dengan kamu Kevin”

ucap Seohyun

 

“kalau begitu aku pergi dulu yah ada urusan, see you”

ucap Kevin

 

“ok see you”

ucap Seohyun

 

 

 

lalu Kevin pergi, ternyata Kevin pergi ke pemakaman ia berziarah kemakam ibunya.

 

 

“hi, ibu apa kabar mu disana”

ucap Kevin

 

“sudah lama sekali aku tidak kesini, rasanya aku kangen sekali dengan ibu andai saja ibu masih hidup, aku ingin mendekap ibu, ingin bercanda, bersendagurau, mencicipi makanan ibu, di suruh ikut ibu untuk belanja, di suruh membersihkan rumah, dapur, aku rindu dengan masa-masa itu tapi sayang sekarang itu cuman tinggal kenangan manis yang tidak akan aku lupakan”

ucap Kevin terseduh sedih

 

ternyata Soohyunpun pergi makam ibunya.

 

“Kevin ternyata kamu mau kesini”

sapa Soohyun

 

 

“yah begitulah, aku ingin menengok ibu, sudah lama aku tidak menengok ibu, mungkin ibu kesepian menunggu aku untuk datang menemaninya”

ucap Kevin

 

“hi ibu apa kabar”

ucap Soohyun sambil menaruh bunga

 

“sekarang kami berdua sudah besarkan bu, pasti ibu senang melihat kita sudah besar dari SANA, sekarang kami sudah tumbuh menjadi laki-laki yang tampan bukan, hehe, andai saja ibu selalu ada di sisi kami untuk melihat perkembangan kita, pasti hidup kami akan lebih komplit, aku datang kesini juga ada maksudnya bu, aku mau curhat bolehkan, bolehlah”

ucap Soohyun

 

Kevin yang mendengarkannya menjadi sedih

 

“aku juga bu, aku kesini juga mau curhat, bolehkan?”

ucap Kevin

 

“kamu juga mau curhat?, kalu begitu siapa duluan?”

tanya Soohyun

 

“suit saja biar adil”

ucap Kevin

 

“ok, ide bagus”

timpal Soohyun

 

lalu merekapun melakukan suit, ternyata yang menang adalah Kevin.

 

“ok, aku duluan yah”

ucap Kevin

 

“hati aku sedang gundah bu?”

ucap Kevin

 

“aku bingung harus memulainya darimana, karena banyak sekali kegundahan yang sedang berada di dalam hati ini bu”

ucap Kevin sambil memegang dada Kevin.

 

 

Bersambung………..

To Be Continued.

7 thoughts on “REMEMBER chapter 2

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s