Time Machine (Jessica[painfull race])

Title
Time machine

(Jessica)

Length

“Drabble”

Rating
pg.13

Genre
sad,romance, Tissue warning

Author
27rinmiumiu

CAST/Main Cast

Jung Jessica – SNSD

Lee Donghae – Super Junior

Disclaimers

seluruh cast adalah milik tuhan…, tetapi ceritanya hanya milikku..

untuk mendapatkan feel yang sempurna.. dianjurkan untuk mendengarkan lagu ‘time machine’

Author Note

Ini salah satu dari ceritaku… fresh from my computer… ini adalah drabble beruntun(?) bertemakan Time machine yang ceritanya dikembangkan melalui MV Girls’ Generation sendiri yang berjudul ‘Time Machine’.. setiap member punya Drabble ini masing2..^^

one of my fanfic..^^ allright cerita ini adalah 100% murni karanganku sendiri…, ingat ya.. no silent reader.., no copycatz.., and happy reading…^^

***

(TIME MACHINE)

Jessica POV

‘Mengapa? Mengapa harus terjadi salah paham sebesar ini?, saat ia akan mengalami kejadian seperti itu??  Dan… kenapa penyesalan selalu datang di akhir cerita..??’ sekarang tak ada lagi yang bisa kulakukan. Menangis? Bahkan aku merasa air mataku sudah habis karena kejadian satu tahun lalu.

Kejadian yang membuatku menyalahkan diriku dan menangis seperti mayat hidup hampir setiap harinya. Jika saja aku tak memulai pertengkaran saat ia akan segera meninggalkan dunia ini. Mungkin rasa penyesalanku tak akan begitu dalam dan menyakitkan.

“donghae-oppa.. mianhaaeyo..” satu tetes air mata meluncur dari pelupuk mataku. Ya.. air mata.. selalu datang membawa penyesalan, penyesalan yang tak ada akhirnya bagiku.

Flash back

Namaku adalah Jessica jung.. pasti sebelum kalian mengenalku lebih daalam.. kalian akan bertanya kenapa namaku jessica. Itu karena.. aku bukan sepenuhnya bangsa Korea. Aku adalah campuran dari Korea dan Amerika. Hidupku tak begitu menarik.., setiap hari hanya menjalani aktivitas yang sangat biasa bagi kebanyakan orang…

Bekerja sebagai sekertaris di hotel terkemuka ternyata tak menimbulkan sesuatu yang berbeda.. tetap saja aku merasa kesepian. Sebenarnya jika aku dan adikku tak bertengkar.., mungkin ia.. krystal jung.. masih tinggal di apartemen ku.

Aku tak begitu akrab dengan orang sekitar. Karena mereka tak mengerti jalan pikiranku. Sampai.. ada seorang pembalap tampan yang memasuki hotel kami. Pertamanya aku tak begitu tertarik karena aku pikir ia akan merangkul banyak wanita.. kau tau apa maksudku kan?? Ya.. playboy..

Tetapi aku salah.. saat jamuan ia tampak sangat pendiam. Pandangannya bagaikan es abadi yang tak bisa dicairkan. Ku pikir ia sama sepertiku. Hanya.. tampaknya aku lebih kesepian dibanding dirinya.

***

Dengan senampan cocktail aku menghampirinya dan tamu lainnya. Untuk menyuguhkan minuman segampang itupun aku harus dilatih selama 2 tahun. Karna perusahaan ini menginginkan segala sesuatu yang sempurna.

Tetapi kurasa jamuan kali ini tak berjalan lancar bagiku.. karena terlalu memperhatikan wajahnya yang ternyata super tampan dari dekat. Aku tak sengaja tersandung dan minuman itu jatuh tepat di jasnya dan membasahi namja cool itu. Ya.. meskipun aku juga terkena percikan minuman itu.

‘good job sica.. sekarang kau merusak imagmu sendiri.. bahkan sebelum kau mengetahui namanya..’ aku mengutuk diriku sendiri karena melakukan kesalahan itu.

“secertaryu Jung!” bentak suara yang setiap hari kudengar. Ya.. chajangnim..

“apa yang kau lakukan di hadapan tamu penting kita hah!” chajangnim yang sedang memakai jas lengkap dengan dasinya itu menatap marah kearahku. Dan aku hanya bisa memejamkan mataku. “m..minanhamnida..” ujarku pelan sambil masih dalam posisi terjembab.

“gwenchana chajangnim.. aku bisa mengurusnya..” ujar nam.. changkaman.. namja itu?. Sekarang ia menatapku dan mengulurkan tangannya. Akupun dengan ragu meraihnya. Dan ia membantuku berdiri.

***

“jadi namamu jessica jung?” tanyanya sambil membersihkan jasnya. “n..ne” aku mengangguk. Namja itu tersenyum kearahku. “wae?? Kau pikir aku akan marah karena kejadian kecil seperti ini?” ujarnya lembut. “Lee donghae..” ia menjulurkan tangannya sambil tersenyum. “j..Jung so yeon..” aku menjabat tangannya pelan.

“tanda pengenalmu bilang kau Jessica Jung??” ia menatap bingung tanda pengenalku. “oh hehe..” yang barusanku sebut itu adalah nama korea ku..” aku terkekeh. “nama koreamu? Berarti kau bukan orang korea asli??” tanyanya dengan satu alis terangkat. “ne.. aku campuran Korea-Amerika..” terangku.

“oh.. geurae..” ia mengangguk tanda mengerti. “sebenarnya aku tak terbiasa berbicara seperti ini dengan orang lain..” ujarku pelan. “mwo? Jinja? Nan nado..” katanya dengan ekspresi terkejut.

“kalau begitu.. mulai sekarang bagaimana kalau kita menjadi teman??” tawarnya. ‘hah..! yang benar saja.. ada namja tampan yang mengajakmu berteman lebih dekat.. apakah aku berani menolaknya??’ batinku gembira. “ne..^^” aku tersenyum cerah. Dan ia seperti.. membeku.. hehehe.. apa ini pertanda..?

***

3 bulan berlalu..

Aku dan donghae oppa sudah semakin dekat.. sering sekali ia datang dan menculikku(?) ditengah jadwal kerjaku untuk makan siang.., atau sekedar berjalan-jalan dan membeli ice cream..

Sekarang sudah hampir jam 7 malam.. dan aku belum mendapat telfon maupun sms darinya.. ‘ini aneh..’ batinku lalu melanjutkan menandatangani segala macam surat-surat dan proposal. Tiba2..

~Geobi naseo shijakjocha an hae bwatdamyeon
Geudaen tudeoldaeji mara jom
(G.G)
Jujeohamyeon gihweneun modu neoreul bikyeoga
Gaseum pyeogo nawabwara jom
T.R…

segera kuangkat handphoneku.

“yeobuseyo? Oppa..! waegurae?” tanyaku antusias. “jessica-ya.. bisakah kau datang ke taman biasa..?” di seberang sana donghae oppa berbicara. “onje(kapan)??” tanyaku sambil menutup file-file yang berada di atas meja kerjaku. “sekerang juga.. ppalliwa..!” katanya. lalu.. TLIT! Handphone diputuskannya.

***

Aku berjalan di taman yang sepi sambil mengenakan jacket tebal berwarna soft pink milikku. “aisshh.. donghae oppa.., kau dimana sih??” timpalku. Dan tiba-tiba.. sebuah papan besar dihiasi lampu-lampu yang berkilauan. Muncul didepanku. Lampu itu bertuliskan. ‘JESSICA SARANGHAE!!’ karena tak percaya aku membekap mulutku. Lalu namja yang sangat familiar muncul dengan se-bucket bunga lily. “oppa.. kau..” aku hampir menangis. “ne.. sica-ya.. would you be my girlfriend..?” ia berlutut dan memberiku sebucket bunga. “oppa… yes.. yes.. I do..” aku berseru bahagia. Donghae oppa pun menyerahkanku bunga itu. Karena tak peduli.. aku melempar bunga itu dan langsung memeluknya.

“donghae oppa..” kataku di dalam pelukannya.

“aisshh jessica! Kenapa kau melemparnya..?” canda donghae oppa.

Akupun melepas pelukannya dan tertawa. “hehehe..” tetapi donghae oppa menatapku tenang. Akupun terdiam, tetapi tiba2..

CHU<3~!

Kami menjalin hubungan selama 3 tahun lamanya… tetapi karena jadwalnya yang padat. Satu per satu masalah menghampiri kami.

***

“oppa.. kau bilang kita akan merayakan anniversary kita.. tetapi mana janjimu oppa! Setiap kita mau bertemu.. kau pasti bilang ada jadwal urusan dan lain lain..!” aku memandangnya marah. “jessica! Kau kan tau aku ini sibuk..” katanya sambil memandangku tajam. “oppa..! apa kau sudah tak menganggapku lagi?? Fine.. mulai sekarang kita tak usa berhubungan lagi.. kurasa sudah cukup aku belakang ini aku kesepian karenamu..” aku pergi meninggalkan donghae oppa yang masih membeku di tempat.

***

2 minggu berlalu sekarang dikabarkan ia dekat dengan seorang model..

Hatiku terasa sangat hancur.. meskipun aku sendiri yang meminta hubungan kami diakhiri..

Untuk melepas stress akupun meminta cuti beberapa hari.

***

“huff.. sepi sekali..” ujarku lalu duduk di depan televisi dan menyalakannya.

‘Breaking news!’

“pembalap terkenal lee donghae, hari ini mengalami kecelakaan yang parah di arena balapannya.., kejadian naas ini diperkirakan karena ia tak berkonsentrasi penuh saat balapan berlangsung.. sekarang ini keadaannya sedang kritis.. inilah dia reporter kim yang sedang berada di rumah sakit tempat pembalap lee donghae sedang koma..”

Aku tertegun ditempat. “donghae oppa.. neo.. waegurae.. hiks.. hiks..” akupun langsung bersiap secepat mungkin dan mengebut dengan mobilku ke rumah sakit yang disebutkan pembawa berita itu.

***

“kamar V.I.P. Lee donghae??” kataku dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes.

“ruang 273..” kata suster itu.

Akupun berlari ke kamar yang dituju. Saat sampai aku melihat ke ruangan yang dilapisi kaca dan menangis…, menangis melhat donghae oppa terbujur lemah dengan beberapa lukanya.

“oppa.. hiks hiks..” aku menangis di depan ruangannya. Seorang dokter menghampiriku. Tetapi aku tak menggubrisnya. “apakah anda rekannya?” tanya dokter itu. Aku mengangguk lemah. “silahkan dekati pasien dulu.. lihat keadaannya dan ajak ia bicara.. mungkin pasien bisa tersadar..” kata dokter itu.

Akupun memasuki ruang donghae oppa dan duduk di sampingnya.

***

“oppa.. ini hiks.. jessica.. oppa.. cepatlah sadar.. hiks..hiks.. oppa mianhae.. hiks..” aku menangis.. dan menangis lagi.. setetes dua tetes.. membasahi wajahnya.

“jessica.. apakah… itu… kau…” erangnya. “ne.. oppa hiks.. ige.. jessica eo…” aku menggenggam tangannya. “jessica.. maafkan oppa ya… telah membuatmu menangis..” donghae oppa meraih pipiku dan menghapus air mataku. “anio.. oppa.. aku yang maaf… telah.. hiks.. membuatmu khawatir.. hiks..” aku menangis lagi. Ia menatapku sambil tersenyum lemah. “jessica.. ya.. kau tau..?? berpisah denganmu itu adalah hal paling menyakitkan bagiku.. dan sebenarnya.. model itu.. hanya untuk menutupimu kabarmu dari publik.. supaya kau tak lebih terluka..” ujar donghae oppa sambil terus mengenggam tanganku.

“jessica.. tolong berbahagialah dengan orang lain.. jangan teteskan airmatamu untukku.. karena aku tak bisa melihatmu menangis.. jessica saranghae..” itulah kata-kata donghae oppa sebelum heart rate monitor berbunyi memekakan telinga.

Flash back end..

Aku menangis sekali lagi di dalam mobilku yang terparkir di depan arena balapan.. dimana donghae oppa.. menyerahkan seluruh nyawanya..

 

If I’m able to meet you passing through time and space
Even if it’s heading to
The same conclusion, I’m sure
There won’t be any regrets remaining..

 

Donghae oppa…

Mianhae..

Gomawo…

Saranghae…

 

 

THE END

 otte?? banyak typo ya?? mian.. ><

kalo sudah baca tolong comment ya??

kalo yg udah komen/like..

ini dia… bonus.. :)

hae oppa…

Sica Eonnie….

SeoKyu…

SiFany..

Segitu aja ya…

tunggu yg selanjutnya..

“Time Machine (Sunny[Sungmin’s Rain])”

Coming Soon… :)

31 thoughts on “Time Machine (Jessica[painfull race])

  1. Daebak! I Love it!
    Perkembangan dri crita yg sebelumnya…
    Ditunggu yg bwt Sunny…
    Eh, klo Jessica sma Donghae, YoonA sma sapa??? Siwon??? Itu Tiffany!
    Akh! Gk usah dipikirin…
    Keep writing ya…

    • gomawo… :D
      iya deh.. habis ini sunny.. :)
      kalo jessica sama donghae.. berarti ya mau gak mau yoona sama kibum..
      kalo ini udah pasti.. karena aku ngefans bgt sama SiFany.. :)

      ne… i will keep writing..

    • mwo? jinja?? hehehe.. merinding ya??
      gomawo gomawo gomawooo :D

      nee i will keep writing.. :)
      tunggu sunny version ya.. :)

  2. Keren keren banget thor..
    Huwaaa TaeTeuk ajah bagus apalagi HaeSica..

    Donghae oppa kenapa harus meninggal?? Mangkannya jgn kepikiran Sica trus dong.. *plakklupakan*

    Love this Pairing :-D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s