Oh My Shanghai Boy Part 1

Main Cast : Kris (Wu Yi Fan) EXO-M

Genre : Romance, Angst

Rated : G

Length : Chapter

Disclaimer : I’m comeback with Baek JangMi’s story but isn’t with Youngmin again. I have a new story hmm.. I hope you enjoy, guys ! Let’s read my story and don’t be a silent readers ! ^^*

Summary : Wu Yi Fan is an exchange student who had just come to Korea and Baek JangMi accidentally discovered in his travels.Jangmi was wonder what her feel, he feels Wufan too cold for her. What can they do ? Just following this story, check out guys ! Gamsahamnida ^^

“Wo ai niiiiiii gegeeeee…..,” teriakku.

“Mwo?” dia pun bingung dengan perkataanku tadi, “barusan kamu bilang apa? apa kau sudah gila?” nampaknya ia masih bingung.

“Mianhe gege, tapi aku benar-benar mencintaimu. Apa kau tidak merasakannya?” tanyaku yang makin membuatnya bingung.

“Sudahlah, berhenti dengan membuatku bingung. Atau mungkin… membuatku makin tersudut dengan cintamu, Jangmi.”

Oh Tuhan, tolong aku…. Ottokhaji??? Kenapa dia berkata seperti itu padaku????

“Changkamanyo! Gege, tapi aku benar-benar menyukaimu. Aku memberimu waktu, untuk tau dan mengenalku. Bolehkah?” aku terus memohon padanya. Aku seperti orang bodoh saat ini hmm.. hanya demi dia.

“Arra,” jawaban singkatnya membuatku semakin penasaran.

Dia pergi menjauh, meninggalkan aku sendiri, “besok aku kerumahmu, gege!”.

Entah mengapa aku begitu mencintainya, dia selalu membuatku terkagum dan tentu penasaran dengannya.

Flashback

“Jeogiyo..,” panggil seseorang dibelakangku.

“Ah ne?” jawabku.

“Jeogiyo, aku ingin pergi ketempat ini. Apa kau tau dimana tempatnya?” ternyata orang ini sedang menanyakan jalan padaku.

“Hmm.. aku tau. Dan kebetulan aku mau ke arah sana, apa kau ingin pergi bersamaku?” walaupun ragu, tapi entah mengapa aku malah mengajak orang asing ini pergi bersama.

“Oh, okay!

Kami pun berjalan bersama, dan aku selalu berpikir bahwa orang ini tinggi sekali. Atau hanya aku saja yang terlalu pendek? Ah sial! Itu membuatku minder untuk mengatakannya.

“Waeirae? Apa ada yang salah?” tanyanya.

“Ah? Aniyo. Aku hanya sedang berpikir,” entah mengapa aku sangat gugup saat jalan disampingnya.

“Oh, begitu. Baiklah.”

Aigoooo… selain tinggi, orang ini dingin sekali! Aku kira dia baik hati, ternyataaaa! Sombong sekali dia, kalau saja aku tidak dipanggilnya tadi. Aku juga malas berurusan dengan orang ini.

“Ayo naik!” ajakku untuk masuk kedalam subway. Dia pun tidak berkata-kata lagi, hanya mengikutiku.

Aku memilih duduk paling belakang dan dia ada disamping ku. Dia memberi jarak padaku dan aku tau, kami sama-sama orang asing.

Aku melihat ke sekelilingku. Dia menghadap ke jendela terus. Entah mengapa, aku seperti mengagumi nya.

Ya~! Jangan ngawur, tetap fokus pada tujuan awalmu. Dia orang asing, Jangmi.

“Ah, kita sudah sampai. Ayo turun!” ujarku.

“Ne,” kami berdua turun dari subway.

“Itu! Itu tempat yang kau cari, selamat beraktivitas. Annyeongi jumuseyo~” aku meninggalkannya. Tugasku selesai sudah bersama orang asing itu.

“Changkamanyo!” dia menarik lenganku.

“Ne?” aku kaget dan melihat tangannya ada di lenganku.

“Namaku Wu Yi Fan tapi kau bisa memanggilku Wu Fan, ah.. senang bertemu denganmu,” dia pun menjulurkan tangannya.

“Wu Yi Fan? Kau bukan asli dari Korea? Aku Baek Jangmi, senang juga bertemu denganmu,” aku menyalaminya dan aku benar-benar kaget dengan caranya menyapa.

Dia benar-benar bukan orang Korea, tapi bahasa Korea nya lumayan untuk pendatang.

“Wae? Kau bingung?” aku hanya mengangguk dengan ekspresi membingungkan.

Ah, okay. Next time I will tell you! Bye..,” dia pergi begitu saja. Aku pun berbalik badan dengan ekspresi bingung.

Dia itu seorang foreigner? Tapi namanya saja menunjukkan bahwa dia orang China. Aaaah… baru pertama kali saja sudah membuatku bingung. Apalagi bertemu di kemudian hari?!

“Aniyaaaaa!” teriakku di sebuah taman kosong dan ku percepat langkahku karena takut ada orang yang mengiraku sudah gila.

***

“Jangmi ya~ kau sudah melihat transkrip nilaimu? Hari ini sudah bisa diambil di tata usaha,” ujar Hyeri.

“Oh, arraseo. Ayo kita kesana untuk melihatnya!” ajakku.

“Mianhe Jangmi, aku sudah mengambilnya. Dan aku harus pergi ke ruang dosen hari ini.”

“Gwenchana Hyeri sshi~ kalau begitu aku duluan ya..,” aku pun tersenyum padanya dan segera ke ruang tata usaha.

Di Ruang  TU

“Jeogiyo songsaenim, aku ingin mengambil transkrip nilai atas nama Baek Jangmi.”

“Ne, changkaman. Aku akan mengambilnya,” aku hanya tersenyum disertai anggukan.

Sembari aku menunggu, aku duduk di koridor yang memang sudah disediakan tempat duduk. Aku hanya bermain hp untuk menghilangkan kejenuhanku karena aku yakin yang meminta transkrip nilai hari ini bukan hanya aku.

“Maaf songsaenim, bolehkah aku meminta lembar untuk mahasiswa baru?” seseorang sedang berbicara dengan staff TU tapi aku tak melihatnya.

“Oh kau mahasiswa baru? Atau pertukaran?” tanya staff TU.

“Saya mahasiswa pertukaran dari Kanada,” jelasnya.

“Ne, silahkan isi ini. Jika sudah, kembalikan kepada saya”.

“Baiklah songsaenim, gamsahamnida.”

Terasa seseorang tengah duduk disampingku, mungkin mahasiswa tadi yang duduk disampingku karena terdengar suara kertas yang sedang dibolak-balik.

Hebat sekali dia, mahasiswa pertukaran dari Kanada. Bagaimana bisa dia memilih Korea sebagai tujuannya? Aku jadi penasaran.

Aku menengok kearahnya dan melihat bagaimana wajahnya. Pastinya dia pintar dan fasih dalam berbahasa Inggris. Namun sayang wajahnya tertutup sebagian.

Lalu aku mengintip apa yang ia tulis, dia memilih jurusan arsitektur. Kelas arsitektur tepat berada di sebelah kelas ku yaitu kelas desain grafis. Wah, ternyata aku bisa sering-sering melihat bule ini. Ini membuatku jadi senyum-senyum sendiri, aku begitu malu jadinya.

“Baek Jangmi jurusan desain grafis?” teriak staff TU.

“Ne,” aku bangun dan menghampiri jendela TU.

“Waaaah nilaiku bagus-bagus! Dan tugas akhirku…. yeeeaaaaay!!! Aku berhasil dapat nilai A!!!!” teriakku yang membuat orang-orang kaget dan bingung.

“Jweisonghamnida,” ucapku sambil membungkuk. Aku sungguh malu. Aku pun berlari saat itu juga.

Author’s POV

“Jeogiyooo!!!” mahasiswa pertukaran itu berusaha memanggil Jangmi. Tapi, Jangmi berlari sudah terlalu jauh.

Ternyata, dia melihat gantungan hp Jangmi yang terjatuh. Mungkin Jangmi tidak sadar bahwa gantungannya terlepas. Mahasiswa itu pun mengambilnya dan menyimpannya untuk dikembalikan.

“Songsaenim, aku sudah menyelesaikannya. Lalu apalagi yang harus ku lengkapi?” tanya mahasiswa itu.

“Siapa namamu? Dan apa jurusanmu? Ini untuk data kartu perpustakaan mu,” jelas staff TU.

“Cheoneun Wu Yi Fan imnida. Aku memilih jurusan arsitektur, songsaenim,” jawabnya.

“Ne, baiklah. Jika kau merasa ada yang kurang, kau bisa melakukan administrasi selanjutnya disini.”

“Algaseumnida, songsaenim. Kalau begitu saya permisi,” ia pun membungkuk dan pergi dari ruang TU.

Mahasiswa bernama Wu Yi Fan itu berjalan menyusuri koridor. Ia terus saja memegangi gantungan hp Jangmi yang berbentuk boneka itu.

“Ini terlihat begitu lucu,” celetuknya sambil terus memandangi boneka itu.

Jangmi? Apa dia wanita yang ku temui waktu itu? Namanya juga sama, Baek Jangmi hmm… namanya bagus. A thousand rose.

Seseorang tengah sibuk seperti mencari sesuatu. Semua koridor ia telusuri.

“Kamu mencari ini?” sebuah gantungan hp berbentuk boneka itu disodorkan didepan mata seseorang itu.

“Ah? Itu dia. Gamsa…,” kata-katanya terhenti saat wanita itu melihat siapa dihadapannya. Wu Yi Fan hanya tersenyum memberikan tanda padanya.

“Wu Fan sshi~?” matanya terbelalak masih tidak percaya.

“Ne, annyeonghaseyo Jangmi ya~,” sapanya pada orang yang ada dihadapannya.

“Bagaimana mungkin kau ada disini dan mengembalikan gantungan ini pula?” Jangmi mengangkat gantungannya.

“Mungkin takdir,” dia pun berjalan pergi meninggalkan Jangmi.

“Mwo? Takdir?” Jangmi terlihat berpikir keras, “Gamsahamnida, Shanghai boy!” teriaknya begitu tau Wu Fan sudah pergi meninggalkannya. Wu Fan hanya mengangkat tangannya dan terus berjalan lurus.

Jangmi’s POV

Aneh! Dia selalu begitu padaku? Apa semua foreigner akan seperti dia? Atau memang sifatnya yang aneh? Baru datang lalu pergi. Hmm….

“Eh? Changkamanyo! Apa dia mahasiswa pertukaran itu?” aku tambah bingung dibuatnya.

***

Apa aku terlalu pagi? Tidak juga. Tetapi kenyataannya disini memang masih sepi. Aku tak suka masuk kelas disaat sepi seperti ini, tentunya karena aku penakut. Jadi aku memutuskan untuk tetap di koridor kelas.

Bruk!!!

“Aigooo~,” bunyi itu mengagetkanku, “nuguseyo?” aku melihat ke koridor sebelah.

“Wu Fan????” teriakku melihat dia ada disini.

“Ah, annyeong Jangmi sshi~ mianhe jika membuatmu terkejut,” jawabnya santai.

“Annyeong Wu Fan sshi~ ne, gwenchana. Hanya saja membuatku sedikit takut,” muka ku nampaknya memerah karena rasa malu ku.

“Takut? Apa yang kau takuti?” sepertinya ia mulai penasaran.

“Aniya… Aniya… Nan mollayo, lupakanlah!” senyum miris kini terpaut diwajahku.

Ottokhaji? Rasanya aku tidak tau harus bersikap apa. Ini membuatku merasa canggung, oh Tuhan… ottokhaji?

“Duduklah! Mungkin akan sedikit santai,” tiba-tiba ia menghancurkan lamunanku.

“Ah ne, gomawo.”

Aku duduk dan memandangi nya yang sedang membaca buku. Aneh sekali orang ini, mengajakku berbincang namun ia terus saja berkutik dengan bukunya. Ini makin membuatku canggung.

Tuk….Tuk….Tuk….

Ini membuatku merasa bosan. Apa yang harus dilakukan dengan posisi seperti ini? Aku hanya bisa memainkan detak sepatuku. Untuk menghilangkan kesan sunyi dalam ruangan ini.

“Annyeongi jumuseyo Wu Fan sshi~,” aku bangkit dan mengucapkan salam perpisahan padanya. Entahlah, ini terlalu membosankan bagiku.

“Eh? Dui bu qi! (Maaf!)” dia menarik tanganku lagi.

“Wei shem me? (Kenapa?)” aku membalasnya dengan bahasa mandarin. Lalu dia tertegun dan melonggarkan tangannya dari lenganku.

“Wo she…. (aku….),” dia terlihat sedang memikirkan kalimat berikutnya.

Mwo?! Apa yang ingin kau katakan, Wu Fan sshi~?! Aku sedang bingung dengan pikiranmu dan caramu menyampaikan sesuatu…

“Wo she….. (aku…..)”

To Be Continue..

P.S. : Okay guys, this is another my fanfiction and for the first time I use EXO-M’s leader. Maaf ya kalo ff nya kurang memuaskan tapi aku berharap ff ini bisa dilanjutkan kkk~~ Yang didalam kurung itu arti dari bahasa mandarinnya ya. Tolong berikan kritik dan saran kalian karena semua itu sangat membangun untuk kedepannya, chingudeul ! Please comment and don’t be a silent reader !!! Gamsahamnida^^

Wanna meet me ? See my wordpress page at My Juliette Ginger Hair ^^*

6 thoughts on “Oh My Shanghai Boy Part 1

    • hahaha gomawo ferrinaaaa ^^ iya sengaja biar berasa gitu waktu bacanya kkk~ oh ternyata kurang panjang ya aku kira kepanjangan hahaha :D siiiip ditunggu yaaaw :)))

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s