Beyond The Dream [CHAPTER 3]

image

CHAPTER 3 : Love Starts Here

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: Love Starts Here

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) & Park Jihyun

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– EXO-K’s Oh Sehun
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*

*Cameo in this chapter:
– Super Junior’s Cho Kyuhyun

Disclaimer:
Semua cast bukan milik duothor, tapi cerita asli punya kita ^^

Duothor’s Note:
Hello!!! Annyeong, everybody!! *treak* ini adalah chapter 3 nya!!!
masih ada yang mau baca lanjutan ff ini gak yaa?? gak? ya udah gpp, kita bakal tetep terusin meskipun sedih *lebay lagi* #plakk xD wkwkwk
ya udah ah, daripada banyak cing cong ngalor ngidul
**Happy Reading**
-Don’t be siders and plagiator!!-

____________________________________________________________________________________________________
Previous: | TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 |

#CHAPTER 3#

“permisi, saya mau tanya, apa kalian mengenal Choi Minho?” tanya pria itu. Jinri segera menganggukan kepalanya. “ne, ajeosshi ini siapa?” kata Jinri.
“saya ini…pokoknya saya ingin bertemu dengannya. Bisa tolong antar saya ke dalam?” kata pria itu lagi. “tapi…” Jinri melirik Woohyun, dan laki-laki itu cuma memandangnya seolah berkata “antarkan saja, kita bisa sekalian masuk”
“ne, ayo kami antar ke ruang guru” kata Jinri pada pria berkaca mata sambil tersenyum.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam gedung sekolah. Setelah mengantar pria tadi ke ruang guru, Woohyun dan Jinri pergi ke kamar masing-masing.

____________________________________________________________________________________________________

[another story]

Sunyoung membawa setumpuk kertas kecil-kecil berbentuk panah di tangannya sambil berjalan menuju loker Donghyun. Rencananya hari ini ia mau menyatakan perasaannya, tapi secara tidak langsung.
Sunyoung menempelkan kertas pertama di loker, lalu di tangga, bahkan di tempat sampah (?) sehingga membentuk runtunan petunjuk. Kalau Donghyun melihat ini, dan mengikuti petunjuknya dengan benar, ia akan menemukan (?) Sunyoung di kolong meja kantin (?). Kalau orang lain yang melihat, tamatlah riwayat Park Sunyoung (?). gadis itu akan malu sampai mati.
“omo itu dia!” pekik Sunyoung dalam hati, ia langsung cepat-cepat lari ke kantin, menempel panah terakhir di meja kantin, lalu bersembunyi di kolong meja itu.

Beberapa menit kemudian, Sunyoung mendengar suara langkah kaki, berjalan mendekati meja tempat ia sembunyi. “andwae, anida, hajima!! pokoknya jangan dia!!” batin Sunyoung sambil memejamkan matanya. Jantungnya berdetak cepat sekali.
“Sunyoung-a, kau sedang apa dibawah meja?” tanya Donghyun sambil berjongkok.
Sunyoung langsung membuka matanya karena kaget, “hah mwo? a..aniyo, a…aku…aku..” Sunyoung terdiam begitu melihat kertas-kertasnya ada di tangan Donghyun. Baiklah, ini artinya laki-laki itu sudah membaca semua petunjuk-petunjuk pendek darinya. “ini..kamu yang buat?” tanya Donghyun sambil menunjukan kertas-kertas itu. Sunyoung mengangguk pelan.
“mianhae Sunyoung-a, tapi…aku tidak merasakan seperti apa yang kau rasakan” kata Donghyun lagi. “ne? maksudmu apa?” tanya Sunyoung pelan, gadis itu menggenggam ujung baju seragamnya, ia bersiap untuk ditolak. “ya itu…aku menyukaimu tapi…sebagai..chingu” kata Donghyun. “chi…chingu? ah geurae, gwaenchana. sebagai chingu juga tidak apa-apa, lupakan saja kejadian hari ini” kata Sunyoung lalu merebut kertas-kertas itu dari tangan Donghyun. “annyeong!” kata Sunyoung lagi, ia keluar dari kolong meja, dan kabur (?).
Donghyun berdiri lalu menatap satu lembar kertas yang tersisa di tangannya. “apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” pikir Donghyun, ia mengangkat bahu lalu pergi meninggalkan kantin.

Setelah Donghyun pergi, Sunyoung kembali ke kantin dan duduk di meja favoritnya. Ia meletakan kepalanya di atas meja. “ahh eotteohkhae!!!!” gumam Sunyoung sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
“Park Sunyoung haksaeng, haksaeng” kata seseorang sambil menepuk lengan Sunyoung. Gadis itu mengangkat kepalanya dan memandangi orang yang duduk di hadapannya. “kau siapa?” tanya Sunyoung lesu. Orang itu tersenyum lalu mengeluarkan kartu nama. “aku Cho Kyuhyun dari JJ Entertaiment, aku mau menawarimu debut” kata orang bernama Cho Kyuhyun yang sepertinya berumur tidak terlalu jauh dari Sunyoung. “debut? dashi? omo, kenapa semua orang menawariku debut?? di sini kan masih banyak murid lain” kata Sunyoung sambil manyun. “guru-guru di sini bilang, kau murid yang berbakat. Lagipula sepertinya kami akan  mengeluarkan salah satu artis kami, jadi kami mungkin butuh pengganti” kata Kyuhyun lagi, berusaha membujuk Sunyoung supaya mau debut.
“eh tunggu, tadi kau bilang…kau dari JJ Entertaiment? siapa yang akan dikeluarkan?” tanya Sunyoung, ia benar-benar penasaran. “yang akan dikeluarkan sebenarnya ada dua kemungkinan, tapi aku tidak akan memberitahu sebelum kau mau debut” kata Kyuhyun. Sunyoung manyun lagi lalu berseru “yah ajeosshi!!!”
“yah aku belum setua itu kenapa kau panggil ajeosshi??” protes Kyuhyun, Sunyoung berdiri lalu memaksa Kyuhyun pergi. “kalau begitu Oppa, pergi saja dari sini aku tidak mau debut” usir Sunyoung.
“geurae! geurae! aku akan pergi” kata Kyuhyun kesal sambil merapikan pakaiannya lalu pergi.
____________________________________________________________________________________________________

di sisi lain kantin yang sepi…

Minho duduk di salah satu meja kantin dengan wajah kusut. Tadi Taeyeon memanggilnya, katanya ada yang ingin bertemu dengannya. Ternyata orang itu appa-nya.
Sekarang pria berkaca mata itu duduk di hadapannya, sejak tadi mereka berdua diam saja.
“pulanglah, eomma-mu khawatir” ujar Tuan Choi, memecah keheningan. “shireo” jawab Minho singkat tanpa sedikit pun melihat ke arah appa-nya. “sejak umur 12 tahun kau kabur dari rumah, apa kau tidak ingin pulang?” kata Tuan Choi lagi. “sudah kubilang, aku akan pulang setelah appa menyetujui mimpiku, tapi appa tidak pernah melakukannya, itu artinya aku tidak akan pernah pulang!” balas Minho, nada bicaranya mulai seperti orang marah. Ia benci appa-nya. Sejak kecil ia benci pada appa-nya, karena satu hal. Appa-nya tidak menyetujui mimpinya untuk jadi penyanyi. Appa-nya lebih suka ia jadi penerus perusahaan keluarganya yang sangat besar yang bahkan membuka cabang di beberapa negara lain, daripada ia berdiri di atas panggung dan memegang microphone. Ia masuk ke Byeol Art School juga dengan usahanya sendiri. Tanpa sedikit pun dukungan dari keluarganya kecuali eomma-nya.
“Choi Minho! sekarang appa sedang memberi perintah padamu! pulang sekarang juga!!” kata Tuan Choi mulai emosi. “aku tidak peduli! terserah appa mau bilang apa aku tidak akan pernah pulang!” bantah Minho, ia berdiri lalu pergi dari kantin.

“dasar tua bangka sialan” Minho mengumpat dalam hati sambil berjalan menuju lokernya. Begitu sampai di depan lokernya, ia melayangkan pukulan keras ke pintu loker itu. Memang lokernya tidak penyok sedikit pun, tapi suaranya itu berhasil mengagetkan Hoya yang sedang mengambil sepatu di loker. “yah, kau kenapa? ada sesuatu yang terjadi?” tanya Hoya, satu-satunya orang (setelah pemilik rumah yang ia tumpangi) yang tahu identitas aslinya. “tadi si tua itu datang, ia menyuruhku pulang” kata Minho pelan. “si tua…maksudmu appa-mu??” kata Hoya. Minho mengangguk. “yah, bersyukurlah sedikit kau masih punya orang tua lengkap, nasibmu lebih baik dariku. Oh ya berhentilah memanggilnya si tua” kata Hoya, ia berkata begitu karena ia yatim piatu. Sejak bayi ia diurus oleh appa-nya Jinri, jadi sampai sekarang ia tinggal di rumah Jinri dan ikut bekerja di restoran mie milik keluarga Jinri. Itulah sebabnya ia sangat dekat dengan Jinri dan diam-diam menyukai gadis itu.

“huh terserah kau sajalah, intinya aku benci si tua itu” kata Minho lagi sambil kembali memukul lokernya. “yah geumanhae, sekarang kita ada kelas, kaja!” ajak Hoya sambil tersenyum, Minho menghela napas lalu mengambil sepatunya dari loker dan pergi ke kelas bersama Hoya.

____________________________________________________________________________________________________

Siangnya…

|JJ Entertaiment|

“jadi…bagaimana kelanjutan masalah ini, sajangnim?” tanya asisten Han. Tuan Jang mengerutkan dahinya, ia sedang berpikir keras. Kenapa masalah semacam ini bisa terjadi, dan bagaimana solusinya. “eh…coba kau ulangi lagi laporanmu” kata Tuan Jang. “begini, laporan ini mengenai dua artis kita, Im Yoona dan Lee Gikwang. anda mau dengar yang mana dulu?” kata asisten Han, “aish, laporkan saja dulu milik Lee Gikwang” kata Tuan Jang kesal. “kenapa aku punya asisten babo seperti ini” pikir Tuan Jang.
“baiklah. Kemarin dokter yang merawat Gikwang di rumah sakit Seoul waktu itu mengirim laporan tertulis pada saya. Katanya, cedera di kaki Gikwang tidak sesederhana perkiraannya. Setelah ia periksa lagi, cedera itu ternyata cukup parah. Dan ia bilang…Gikwang tidak akan pernah bisa naik ke atas panggung lagi. Ia harus berhenti, karena kaki kanannya tidak memungkinkan untuk melakukan dance” asisten Han melaporkan semuanya. Tuan Jang mengangguk mengerti lalu berkata “lanjutkan milik Im Yoona”
“menurut grafik perkembangan, ehm terutama dari girl group kita Angel, Im Yoona memiliki nilai terendah. Kemampuannya biasa saja dan sepertinya tidak berkembang banyak. Berbeda dengan Jiyeon dan Soojung yang meningkat pesat. ia sangat potensial untuk dikeluarkan, atau dialih profesikan menjadi aktris, atau digantikan posisinya dengan orang lain yang artinya sama dengan dikeluarkan” kata asisten Han menyelesaikan laporannya. “ya, ya, berarti itu solusinya. salah satu harus di keluarkan. Gikwang…atau Yoona” ujar Tuan Jang. Ia pria yang baik, dan tidak suka menyakiti perasaan anak-anak asuhnya, tapi ia juga harus memikirkan kelanjutan managementnya ini. Jadi keputusan itu terpaksa ia ambil.
“ehm asisten Han, telpon Im Yoona, suruh ia datang ke sini” kata Tuan Jang sambil menunjuk telepon di meja. “ne sajangnim” kata asisten Han. Pria itu mengangkat gagang telepon dan menghubungi Yoona.

Sekitar setengah jam setelah ditelpon, Yoona datang. Ia masuk ke ruangan Tuan Jang dan duduk di hadapan pria itu. “kenapa aku dipanggil ke sini?” tanya Yoona. Tuan Jang menghela napas lalu berkata. “Yoona-ya, ayo kita berandai-andai. Andaikan saja…ehmm…ada satu orang yang harus keluar dari management ini, siapa yang kau pilih? Lee Gikwang…atau dirimu sendiri?”
Sekarang Yoona merasa seperti ditusuk ribuan pisau. Kenapa Tuan Jang bertanya hal semacam ini padanya? apakah ia akan dikeluarkan dari JJ Entertaiment??
“ini…aku…kurasa aku tidak bisa jawab” ujar Yoona pelan. Tuan Jang mengangguk, ia mengerti betul bagaimana perasaan Yoona sekarang. “kalau begitu kita bicara soal kenyataan sekarang” kata Tuan Jang. Ini dia. Rasa takut mulai menghantui Yoona. “ada laporan mengenai Lee Gikwang, menurut dokter cedera di kakinya itu ternyata parah. Dan ia tidak akan pernah bisa naik ke panggung lagi. kau mengerti kan maksudku?” kata-kata Tuan Jang itu berhasil membuat Yoona memekik kaget. “mwo? tapi ia kelihatan baik-baik saja. Bahkan beberapa hari yang lalu ia melakukan street performance bersama kami dan tidak ada masalah dengan dance-nya. ia juga tidak terlihat stress atau kesakitan” kata Yoona kaget. “kau tahu kan seperti apa Lee Gikwang? ia selalu menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Ia kelihatan ceria, tapi mana kita tahu kalau ia merasakan sakit selama ini?” ujar Tuan Jang, Gikwang adalah trainee atau anak asuh pertamanya. Jadi ia sangat mengenalnya. “dan kau, menurut grafik kemampuanmu tidak ada kemajuan, itu artinya kau…” “itu artinya aku akan dikeluarkan” sambung Yoona. Tuan Jang menghela napas “tapi aku masih belum memutuskan siapa yang akan keluar. Kau atau Lee Gikwang” kata Tuan Jang.
“aku tidak ingin keluar, tapi tidak mungkin kalau aku mengorbankan orang lain. Apalagi kalau orang itu Gikwang. Aku tidak sejahat itu, oh eotteohkhae” batin Yoona, tangannya gemetaran karena gugup, takut, dan berbagai perasaan lainnya.
“sajangnim, boleh aku saja yang memilih?” tanya Yoona, Tuan Jang terdiam sebentar, lalu mengangguk. “tentu, beritahu aku kalau kau sudah bisa memutuskan, sekarang kembalilah ke sekolah” kata Tuan Jang.
Yoona berdiri dan membungkuk hormat, setelah itu ia keluar dari ruangan Tuan Jang.

Begitu keluar dari gedung JJ Entertaiment, barulah ia menangis. Menangis sambil berjalan ke sekolah. Ia tidak peduli orang-orang menatapnya dengan heran.
Tiba-tiba seseorang memayunginya dari salju yang turun, dengan payung berwarna putih. Siapa lagi kalau bukan Lee Donghae. “Yoona-ya, kau sedang apa di sini?” tanya Donghae, “mianhae, soal yang kemarin malam. aku tidak bermaksud bilang begitu” lanjut Donghae. Yoona mengangguk pelan “nado mianhae, geurigo…..gomawo” ujar Yoona. “Gomawo? untuk apa?” tanya Donghae. “untuk….untuk semuanya. Karena aku rasa aku akan pergi, jadi aku perlu mengatakan itu” jawab Yoona pelan, ia mulai menangis lagi. “pergi? pergi ke mana? yah uljima” kata Donghae, ia agak bingung kenapa tiba-tiba Yoona seperti itu. “mimpiku, karirku semuanya sudah hancur. Semuanya sudah hancur. Sekarang apa yang harus kulakukan? naega eotteohkhae? eotteohkhaeyo, oppa?” kata Yoona sambil menundukan kepalanya dan menangis sesenggukan, tanpa sadar ia sedang memanggil Donghae dengan sebutan lama yang tidak pernah ia gunakan lagi. Donghae menghapus air mata Yoona lalu berkata “uljimara, sekarang ceritakan padaku dengan jelas, apa yang terjadi”

____________________________________________________________________________________________________

[Back to school]

“Minho-ya tadi appa-mu bilang apa? kau baik-baik saja kan?” tanya nyonya Choi sambil memperhatikan wajah anaknya yang kusut. “aku baik-baik saja, eomma jangan berlebihan. Eh…appa tahu aku disini dari eomma?” kata Minho. “ah aniyo, eomma tidak pernah memberitahunya, mungkin dia mencari tahu sendiri” kata nyonya Choi, sejak dulu ia tahu keberadaan anaknya, tapi mereka berdua sekongkol melawan tuan Choi. “kalau begitu, sekarang eomma sedang apa di sini?” tanya Minho, nyonya Choi langsung tersenyum. “eomma ke sini, karena ingin…”
Tiba-tiba saja Krystal datang (entah dari mana) dan langsung duduk di sebelah Minho. “aish dia sedang apa disini?” pikir Minho. “annyeonghaseyo, joneun Jung Soojung-imnida” kata Krystal sambil tersenyum. “ah ne, kau siapa? temannya Minho?” tanya nyonya Choi, antara bingung, kaget tapi senang (?) melihat Krystal. “ne” jawab Krystal singkat sambil tersenyum. “lihat ini Choi Minho. Aku sedang bersikap manis, akan kubuktikan padamu kalau aku bisa bersikap manis! hihi” pikir Krystal, lalu melihat ke arah Minho dengan tatapan ‘perhatikan-ini-baik-baik’
“omo, kau sangat cantik, manis dan sopan juga. kau sudah lama berteman dengan Minho?” kata nyonya Choi sambil tersenyum, sepertinya ia sangat menyukai Krystal. “aniyo omoni, belum terlalu lama. tapi ia sangat ramah, baik, sopan, ah jinjja gongja gateun namja (benar-benar seperti pangeran)” kata Krystal berlebihan sambil tersenyum manis, sukses membuat nyonya Choi tersenyum senang, tapi membuat Minho tersedak. “ia memanggil eomma dengan sebutan omoni, dia pikir dia yeochin-ku?” kata Minho dalam hati sambil terbatuk-batuk. “aigoo, Minho-ya, gwaenchanayo?” tanya nyonya Choi. “gwaenchana” kata Minho pelan sambil tersenyum seadanya. “ah geurae, eomma pulang dulu ya. Soojung-a, tolong awasi anak ini ya” kata nyonya Choi lalu berdiri dan pergi dari situ. “jalgayo omoni!!!” seru Krystal ramah.
“yah Jung Soojung! apa yang kau lakukan barusan?!” kata Minho, segera setelah eomma-nya pergi. Krystal tersenyum pada Minho “aku? aku sedang bersikap manis. Seperti yang kau bilang waktu itu. oh ya, jangan kira aku tidak tahu siapa kamu” kata Krystal, lalu melanjutkan. “pewaris tunggal Jinju Corporation, tuan muda Choi Minho. yah, kau orang kaya, sedang apa kau di sekolah bobrok ini?”
Minho menghela napas lalu berkata “aku disini sedang mengejar mimpi” Krystal langsung menatapnya dengan tatapan bingung. “mengejar mimpi?” tanya Krystal. “ne, memangnya kau sendiri tidak punya mimpi” kata Minho. “tentu saja aku punya. Aku ingin jadi aktris, tapi aku malah jadi anggota girl group. Benar-benar tidak sesuai dengan impianku” kata Krystal pelan, ia begitu menyukai akting, tapi keadaan memaksanya debut dalam girl group. Meskipun bukan itu keinginannya. “jadi waktu itu kau memang sengaja menghancurkan karirmu sendiri atau apa” kata Minho lagi, mengingat berita tentang Krystal yang merusak kamera wartawan. “tentu saja tidak! yah neon baboya! mana mungkin aku menghancurkan karirku sendiri. yang waktu itu aku emosi, kau tidak tahu bagaimana rasanya dikejar wartawan hampir setiap hari” kata Krystal, lalu gadis itu menundukan kepalanya.

“Minho-ya!!!” terdengar suara Jiyeon memanggil Minho. Krystal langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke sumber suara. Ia melihat Jiyeon sedang melambai pada Minho dari jauh sambil tersenyum manis. Minho juga balas tersenyum. Krystal diam saja sambil menatap Minho dengan tatapan kesal, atau mungkin…cemburu?
“ish kenapa aku harus kesal??!! apa aku…ah maldo andwae!!! mana mungkin aku menyukai Minho” kata Krystal dalam hati. Ia cepat-cepat mengalihkan pandangannya. “yah kau kenapa?” tanya Minho. “tidak apa-apa” kata Krystal sambil manyun. “Soojung-a” panggil Minho. “ne? kau memanggilku apa barusan? Soojung-a?” tanya Krystal kaget, tidak biasanya Minho memanggilnya begitu. Atau ia saja yang tidak sadar? “ya, memangnya kenapa? tidak boleh aku memanggilmu seperti itu? atau kau lebih suka dipanggil ‘malaikat dari neraka’?” kata Minho lalu tertawa. “yah Choi Minho!!!”

********************************************************************************************************************

~[singkat cerita]~
(Sunday evening)

Hari ini hari minggu. Sekolah sangat sepi, apalagi sore-sore begini. Karena di hari minggu, semua siswa diberi kesempatan untuk keluar sekolah seharian sampai pukul 21:00 alias jam malam. Jadi, ada yang pergi jalan-jalan ada yang pulang ke rumah, dan lain-lain.
Tapi Hwayoung berbeda, tadinya ia berencana menghabiskan hari ini di rumah sakit, hanya saja Sunyoung mengajaknya pergi ke bioskop untuk menonton film sedih, jadi ia tidak jadi ke rumah sakit. Ketika ia sedang mengambil sesuatu di lokernya, tiba-tiba Jiyeon berlari ke arahnya.
“yah, kau Ryu Hwayoung kan?” tanya Jiyeon. Hwayoung mengangguk. “ne memangnya ada apa?” tanya Hwayoung bingung. “tolong aku, aku…” belum sempat Jiyeon menjelaskan, tiga orang perempuan datang sambil membawa beberapa butir telur. “omona” pekik Jiyeon kaget, lalu bersandar pada loker. “wah Park Jiyeon juga punya haters? bukannya cuma Krystal yang punya?” pikir Hwayoung sambil memandangi tiga perempuan yang membawa telur. “yah Park Jiyeon, rasakan ini!” seru salah satu dari perempuan itu.
Jiyeon memejamkan matanya, bersiap-siap terkena lemparan telur, tapi tiba-tiba seseorang datang melindunginya dari lemparan telur itu. “yah pergi dari sini!” kata laki-laki yang menolong Jiyeon pada tiga perempuan tadi. Mereka pun pergi. Sekarang Jiyeon membuka matanya dan terbengong-bengong melihat laki-laki di hadapannya. “oh kau siapa?” tanya Jiyeon. “padahal aku harap Minho yang sedang menolongku ternyata bukan” batin Jiyeon. “aku? kau tidak kenal aku? aku Lee Joon siswa kelas 3” katanya sambil tersenyum. “oh…mian tapi aku tidak mengenalmu, ah tapi gomawo, ehm apa aku harus panggil sonbaenim?” kata Jiyeon. “tidak panggil sonbae juga tidak apa-apa” kata Lee Joon lagi.
“Lee Joon sonbae!! aku mau ke bioskop bersama Sunyoung dan yang lainnya. sonbae mau ikut?” tanya Hwayoung yang sejak tadi hanya menonton. “ya sudah kalau tidak mau” karena sonbae-nya itu diam saja, Hwayoung segera menutup lokernya dan berjalan pergi. “eh tunggu Hwayoung-a!! kita pergi bersama!” seru Joon pada Hwayoung, lalu ia kembali pada Jiyeon “Jiyeon-a, aku pergi dulu ya, nanti aku ingin bertemu denganmu lagi, annyeong!” katanya lalu pergi menyusul Hwayoung.
“oh annyeong…” kata Jiyeon setengah bingung (?) sambil mengangkat tangannya dan melambai pelan. “lama-lama di sini semakin menyenangkan!!!” batin Jiyeon sambil tersenyum. Sekarang ia membuka pintu lokernya dan menemukan sebatang cokelat dibungkus kertas pink metalic. Di atasnya di tempel sebuah memo. Jiyeon mencabut memo itu lalu membacanya.

To: Park Jiyeon
From: your secret lover

Aku tahu kau sangat suka cokelat, jadi aku membelikan ini untukmu. Have a nice sunday!!
*J*

“uh dia cuma meninggalkan inisial J, siapa dia?” gumam Jiyeon, ia mengambil cokelat itu dari lokernya dan membuka bungkusnya. “terserah deh yang penting aku suka cokelat”
….

____________________________________________________________________________________________________

Sementara itu di ruang musik…

Yoona menghabiskan hari minggunya melamun di ruang musik. Memikirkan siapa yang sebaiknya keluar dari JJ Entertaiment. “Yoona-ya, kau sudah mengambil keputusan?” tanya Donghae, yang sejak tadi duduk di sebelahnya. Yoona menggelengkan kepalanya sambil menatap piano di hadapannya. Yang ia inginkan adalah tidak usah ada yang keluar, tapi itu tidak bisa.
“sepertinya memang aku yang harus keluar” batin Yoona. “ya, memang aku yang harus keluar” batin Yoona lagi, tapi kali ini ia yakin, ia sudah memutuskan. Ia akan pergi, dan membiarkan Gikwang tinggal. “Aku sudah memutuskan…” kata Yoona pelan, “aku yang akan keluar” lanjutnya. “waeyo? apa kau tidak bisa memikirkan solusi lain?” tanya Donghae. Yoona menggelengkan kepalanya lagi. “tidak ada solusi lain, lagipula setelah aku tidak jadi artis lagi, hidupku akan lebih tenang” kata Yoona. Gadis itu berdiri lalu melanjutkan “aku harus ke JJ Entertaiment sekarang”
“tunggu dulu Yoona-ya, kalau kau pergi kita akan sulit bertemu” kata Donghae sambil ikut berdiri. “jangan lakukan, jebal Yoona-ya, pikirkan dulu solusi yang lain” kata Donghae lagi. Yoona mengusap air matanya yang mulai mengalir, “mianhae, tapi…aku harus melakukannya” kata Yoona, ia menarik napas dalam-dalam, dan berjalan menuju pintu ruang musik. Gadis itu membuka pintu dan keluar dari situ.
Sekarang ia bersiap untuk melepaskan semuanya.

____________________________________________________________________________________________________

[another story]

“yah Nam Woohyun!!! kau ini sebenarnya mau mengajakku kemana sih??” omel Jinri sambil menggosok-gosokan tangannya yang kedinginan. “aku mau ke Hongdae” kata Woohyun. “aku mau pulang!!!” rengek Jinri “pulang? ke rumahmu maksudnya?” tanya Woohyun, Jinri mengangguk. “ini kan hari minggu, tidak bisa ya jadi pesuruhnya libur sehari?? hari iniii saja, aku ingin bertemu appa-ku. Woohyun-a, jebal, aku mau pulang” pinta Jinri sambil memasang ekspresi seperti anak hilang (?). “mana bisa begitu” gumam Woohyun. Tiba-tiba ia mendengar suara berisik-berisik. “aish fans sasaeng” gumamnya lagi. Ia meraih tangan Jinri dan menarik gadis itu. “kaja Jinri-ya!”
“eh kemana? jangan menarik tanganku!!! jangan lari-lari, yah Nam Woohyun!!”‘ seru Jinri, meskipun bingung campur kesal (?), kakinya tetap berlari mengikuti Woohyun.
Laki-laki itu mengajaknya bersembunyi dibalik pepohonan (?). “yah kenapa kita sembunyi di sini?” bisik Jinri. “kau tahu fans sasaeng kan?” kata Woohyun, Jinri mengangguk. “kalau begitu diamlah, barusan beberapa dari mereka melihatku, aku tidak mau dicakar atau…ehh membayangkannya saja aku tidak mau” kata Woohyun lagi, sambil sesekali mengintip. “memangnya kau sudah pernah di serang fans sasaeng??” tanya Jinri. “belum sih, tapi aku pernah dikirimi paket” jawab Woohyun “kaja, mereka sudah tidak ada” Woohyun meraih tangan Jinri dan mengajaknya keluar dari persembunyian.
“sekarang kita ke rumahku yuk!! aku benar-benar ingin pulang!!” kata Jinri sambil manyun. Woohyun menghela napas, udara dingin menyebabkan napasnya terlihat seperti kepulan asap putih. “baiklah, lagipula aku juga kedinginan” kata Woohyun akhirnya mengalah.

***

Sesampainya di rumah Jinri, mereka masuk ke dalam restoran mi yang ada di lantai bawah, rumah Jinri ada di lantai atas.
“Appa!!!” panggil Jinri sambil berlari ke dapur, sementara Woohyun langsung duduk di salah satu kursi.
“appa kemana?” gumam Jinri sambil berjalan kembali ke depan, lalu duduk di sebelah Woohyun. “ada apa?” tanya Woohyun yang melihat Jinri manyun. “appa tidak ada” jawab Jinri pelan.
“Jinri-ya!!” panggil Hoya, tiba-tiba keluar dari belakang dan menghampirinya. “wah kau pulang? sayang sekali ajeosshi sedang pergi mengantar pesanan” kata Hoya, lalu ia melihat ke arah Woohyun. “oh jadi appa pergi, lama atau tidak??” kata Jinri. Hoya duduk di sebelahnya lalu menjawab “ehm lumayan lama sih”. Jinri mengangguk mengerti, lalu ia terdiam karena menyadari suatu hal. Ia sedang duduk diantara Woohyun dan Hoya. “yah, dia sedang apa di sini? kau tinggal bersamanya?” tanya Woohyun, kelihatan santai tapi sebenarnya tidak sesantai itu. (?)
“ne, sejak kecil Hoya tinggal disini. memangnya kenapa? yah jangan berpikir yang macam-macam! aku hanya menganggapnya oppa tidak lebih” kata Jinri, sebenarnya buat apa juga ia menjelaskan apa hubungannya dengan Hoya? memangnya Woohyun siapa?
“Jinri-ya, apa tidak bisa lebih dari oppa?” kata Hoya dalam hati, sambil memperhatikan Jinri dan Woohyun. Entah kenapa ia merasa Woohyun adalah saingannya.
“ish memangnya aku peduli apa hubunganmu dengannya” kata Woohyun. Jinri langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “oh iya benar juga! kenapa aku sampai menjelaskan begitu padanya?? aduh memalukan!!! apa aku mulai menyukai si sombong ini?” batin Jinri, sekarang ia berusaha membantah perasaannya itu, tapi kenyataannya memang ia mulai menyukai Nam Woohyun.

____________________________________________________________________________________________________

Sementara itu…

Minho duduk di depan rumahnya sambil membawa sepanci ramyeon dan sumpit. Bukan rumahnya sebenarnya, tapi rumah milik temannya. Ia hanya menumpang, alias menyewa satu kamar.
“Hyung, aku tidak akan bisa bayar uang sewa dulu” kata Minho, lalu memakan ramyeonnya. “gwaenchana. yah, kau benar-benar tidak mau pulang? kau punya keluarga kaya begitu, bukannya lebih enak di rumahmu sendiri?” kata Seungho yang duduk di sebelah Minho. “aku tidak akan pernah pulang. Menurutku di rumah hyung lebih enak” kata Minho. Seungho diam saja, lalu bertanya lagi. “Minho-ya, bagaimana dengan sekolahmu itu?” tanya Seungho. “sekolahku? biasa saja. Oh ya Hyung, aku…sedang menyukai seseorang” kata Minho, ia menghabiskan ramyeon-nya dan meletakan panci itu di sebelahnya. “siapa?” tanya Seungho penasaran. Minho tersenyum, “ehm dia sedikit galak kadang-kadang. Tapi justru itu aku menyukainya” kata Minho. “aih seleramu memang aneh, ingat teman SMP-mu yang galak itu kan?” kata Seungho sambil tersenyum jahil. Minho diam saja.
“oh geu yeojaga nuguya?(siapa perempuan itu?)” tanya Seungho sambil menunjuk ke pagar. “yeoja?” Minho melihat ke pagar, dan ia langsung tersedak. Meskipun memakai mantel pink tebal dan syal serta topi, Minho bisa mengenali itu Krystal. Gadis itu melihat ke arah Minho, lalu tersenyum dan melambai sambil menggumamkan kata “annyeong”. Minho berjalan ke pagar rumah, untuk menemui Krystal. “yah bagaimana kau tahu ini tempat tinggalku?” tanya Minho. “aku ini pintar, aku bisa tahu apapun yang ingin kutahu. Oh ya, aku ke sini untuk menagih janjimu” kata Krystal sambil tersenyum. “janji apa?” tanya Minho lagi. Krystal langsung cemberut dan meletakan tangannya di dada. “omo, neomu neomu apa (sakit sekali), Choi Minho lupa kalau ia berjanji padaku untuk menarik kata-katanya, uh sedih sekali” kata Krystal dengan nada bicara dan gaya yang di dramatisir. “oh janji itu. ne, aku menarik kata-kataku soal ‘malaikat dari neraka’ itu, ih” kata Minho. Ia sedikit ngeri (?) melihat Krystal. “geurae, gomawo!’ kata Krystal sambil tersenyum. “kalau begitu sekarang cepat pergi sana!” kata Minho, lalu membalikan badannya dan pergi ke dalam rumah. “yah!! kenapa kau mengusirku begitu saja!! yah!!” seru Krystal kesal sambil menggoyang-goyangkan pagar. Tapi Minho tidak keluar lagi. “uh dasar. ah telpon Yoona eonni saja, aku butuh teman cerita” gumam Krystal, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Yoona. Tapi tidak diangkat. Sampai lima kali ia mencoba tapi tetap tidak di angkat. “huh kenapa sih semua orang begitu menyebalkan!” kata Krystal, akhirnya ia menelpon Jiyeon. “eoh Jiyeon-a, aku ingin cerita, jangan kemana-mana ya? tunggu aku”

____________________________________________________________________________________________________

[back to Jinri]

“yah sekarang sudah jam 20:00, kalian tidak kembali ke sekolah?” tanya Hoya sambil menunjuk jam. “oh iya, eh kau sendiri bagaimana?” kata Jinri. Hoya tersenyum, “aku akan kembali besok, bersama anak-anak kelas satu, sudahlah kau pergi saja bersamanya” kata Hoya. Begitu mendengar kata-kata Hoya, Woohyun langsung berdiri dan meraih tangan Jinri. Pertanda kalau ia akan menarik-narik gadis itu lagi. “geurae, kalau begitu kami pergi dulu. Kaja Jinri-ya” kata Woohyun sambil menarik Jinri.

“kenapa sih kamu ini hobinya menarik tangan orang!” seru Jinri, ketika mereka sudah ada di luar restoran. Woohyun berhenti berjalan lalu menatap Jinri lekat-lekat “karena sekarang ini kau adalah pesuruhku sampai sebulan kedepan, jadi terserah padaku, kau mau kutarik-tarik atau apapun” kata Woohyun. Jinri cemberut lalu berseru lagi “tapi aku tidak mau dianggap pesuruh!”
“yah, apa kau menyukaiku? makanya bicara seperti itu” tanya Woohyun, sukses membuat pipi Jinri memerah. “aku…aku…ah begini saja, kalau andaikan saja aku ini menyukaimu? apa yang akan kau lakukan?” kata Jinri, lalu menundukan kepalanya.
Bukannya menjawab, Woohyun malah melepaskan tangannya “aku tidak bisa diajak berandai-andai” katanya, lalu berjalan duluan meninggalkan Jinri. “yah Nam Woohyun!! tunggu sebentar” seru Jinri, Woohyun pun menghentikan langkahnya.
“Woohyun-a, naneun…”

#To Be Continued….
********************************************************************************************************************

beh chapter ini..
Gaje + Kepanjangan yaaa????
semoga aja gak gaje ne^^
and semoga juga makin seru dan banyak yang suka *ngarep*
ya udahlah gak banyak yang pengen diomongin, langsung aje RCL ne^^
aye tunggu bareng abang Junhyung #plakkkk xD

33 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 3]

  1. Huwaaa udh terbit(?) chapter 3-nya…
    Ksian si jiyi, ngarep dtlongin minho, eh yg dateng mlah joon… Wkwkwk
    si hoya jg ksian cm d anggep oppa… Hiks T.T *geje*
    mau ampe brpa chapter thor?

  2. Yah.. Donghae kasihan amat, pas deket sama Yoona lagi ee Yoona malah mau dikeluarin -_-.. Cepet dipost lanjutannya ya author :D

    • wkwkwk iya dong gue gtu yg milih ( ?) meskipun bbrapa couple agak ngehayal dan ngaco *lirik Woohyun-Sulli* #plakk xD

      jinjja suka??? WAA GOMAWO!! *tereak bareng tomcat* xD
      siip deh tunggu ne, seperti biasa aku gak pernah lama klo ngepost wkwk :D

  3. Gereget bnget deh sma hubungannya Woohyun & Jinri..
    Woohyun.nya songong amat sihh.. *ngegetok Woohyun*, ntar Jinri direbut Hoya, bru tau rasa tuhh..
    Hihiii… Kisah Minstal.nya lucu deh.. Minho suka tuh.. Sma Krystal, tp masih smbunyi2..
    Hehee…
    Update soon..!!^^
    Keep writing..~

    • hohoho aku aja yg nulis geregetan sama mereka (?) wkwkwk
      waa jgn digetok *woohyun kan suamiku* #plakk xD
      hehe memang ntar si Woohyun bakal tau rasa kok (?) xD *dihukum sm author woohyun-nya* haha

      hmm memang tuh si minho hehe, makanya si Krystal jd bingung, sebenernya tuh si minho ska ama dia apa ama jiyeon (?) hehe xD

      siip deh, tunggu ne gak akan lama just like usual hehe
      gomawo udh baca ne^^

  4. Yes! Akhirnya Kyu! :D
    Yoona jgn keluar. Mending Gikwang aja! :p
    YoonHae jjang! Makin keren!
    Aneh, Luna gk mw debut? Dan mungkin J itu Joon. Mungkin…
    Yes! Minstal!
    Telat ya? Hehehe…

  5. Annyeong , aq kmbli lg ke blog FKI , udh lama gk buka2 blog nhe coz modem qu hbz pulsa *gak nanya* ,
    hal yg pertama x ku cari di blog nhe adlh lanjutan dri beyond the dream ,
    This is nice ff , coz part selanjutnya udh di post * krn aq yg plng telat baca* aq cuman mw ninggalin jejak and gk mw jdi SIDERS ,
    oh ea , ff My Beautiful Ghost.a di lanjutin kan ?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s