Beyond The Dream [CHAPTER 4]

image

CHAPTER 4 : I Think I Have To Forget You

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: I Think I Have To Forget You

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) & Park Jihyun

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– EXO-K’s Oh Sehun
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin

Added new (minor) cast:
– RaNia’s Xia / Jang Jinyoung

image

(as Mr.Jang’s daughter)

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*
*other Kpop stars as cameo*

Disclaimer:
Semua cast bukan punya duo thor, tapi kita punya ceritanya ^^

Duo thor’s Note:
Hello yeorobeun!!! akhirnya ni FF aneh (?) udah nyampe part 4. *loncat2* ada yang masih mengharapkan kelanjutannya??? gak? ya gak apa-apa. #bukk
Chapter 4 ini sedikit terinspirasi dari lagu “I Will Forget You” by C.N.Blue ^^ (cuma Jonghyun doang sebenernya sih) hehe ^^

karena gak tau mau bikin note apa lagi jadi ya udahlah:
Don’t be siDers and Don’t be plagiator!!!
**Happy Reading**

____________________________________________________________________________________________________
Previous:| TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 |

#CHAPTER 4#

“Woohyun-a naneun…” Jinri terdiam sejenak, ia tidak begitu yakin ia harus melanjutkan kalimatnya. “katakan, atau jangan?” pikir Jinri.
“yah Choi Jinri, kalau kau tidak mau mengatakan apa-apa…”
“johahae, Woohyun-a” Jinri segera memotong kata-kata Woohyun.
Mendengar pengakuan Jinri, Woohyun membalikan badannya dan menghampiri Jinri. “mwo? barusan kau bilang apa? yah, dengarkan ini baik-baik, gadis babo sepertimu…”. Lagi-lagi Jinri memotong. “ya aku tahu, kau tidak menyukai gadis babo sepertiku, ya kan? Woohyun-a, aku sama sekali tidak memintamu membalas perasaanku, aku menyukaimu, itu urusanku. Hatiku adalah milikku, terserah padaku siapa yang aku sukai, terserah padamu juga kau menyukaiku atau tidak” kata Jinri. “kenapa dia selalu memotong kata-kataku” gumam Woohyun, lalu ia melanjutkan. “baguslah kalau kau sadar diri, jadi aku tidak perlu menyuruhmu untuk berhenti berharap banyak, karena aku sudah bersumpah, selamanya tidak akan menyukai seorang Choi Jinri”
Jinri hanya mengangguk, “arasseo” katanya pelan. “aku mau ke sekolah. terserah kau mau melakukan apa” kata Woohyun, lalu pergi meninggalkan Jinri lagi.
yah Nam Woohyun, kenapa kau sejahat itu? tidak bisa kau menolakku baik-baik?”

********************************************************************************************************************

[Besoknya]
Byeol Art School…

“hello semuanya!!! Kim Hyuna membawa gosip baru!!” seru Hyuna sambil naik ke atas kursi kantin (?). “yah, memangnya Kim Taeyeon sonsaeng tidak menegur rokmu yang kependekan itu?” kata Byunghun sambil menunjuk rok Hyuna. Sohyun yang duduk di sebelahnya langsung menyikutnya sambil manyun. “hey, siapa yang menyuruhmu memperhatikan rokku?? lagipula aku memakai ini sejak kelas satu jadi kependekan, kalau beli baru hanya akan jadi pemborosan” kata Hyuna, lalu turun dari kursi dan menarik-narik roknya. “bukannya kau memang beli yang ukuran kecil??” celetuk Jiyoung. Hyuna cuma menanggapi dengan melotot. “yah, lupakan saja roknya Hyuna, sekarang siapa yang mau dengar beritanya?” kata Hyomin, “kita punya dua berita lho” sambung Hara. “yup, kalian mau dengar yang mana dulu? satu datang dari JJ Entertaiment, dan yang satu lagi datang dari sekolah kita” kata Hyuna. Tidak satupun menanggapi. “aigoo!!! kalian semua masih hidup kan??? asal kalian tahu saja aku ini sampai mengaduk-aduk (?)Google semalaman untuk dapat gosip terbaru ini, hargai sedikit saja, yang kali ini gratis kok” kata Hyuna lagi, begitu mendengar kata gratis mereka langsung menyahut. “kalau begitu kami mau dengar yang dari sekolah dulu” kata Junhyung mewakili semua.
“Kim Hyuna sonbae!!” seru Ahnmi dan kedua temannya. (*masih inget Trio Pengusir Setan? wkwk*) “kami boleh ikut dengar?” tanya Ahnmi. “oh tentu saja” kata Hyuna sambil tersenyum. Ahnmi balas tersenyum lalu duduk di salah satu bangku kantin bersama kedua temannya, Baekhyun dan Sehun.

Sementara itu di kursi yang agak kebelakang, Hwayoung dan Sunyoung sedang memperhatikan sikap Jinri yang agak berbeda.
“Jinri-ya, gwaenchanayo??” tanya Hwayoung, ia heran melihat Jinri diam saja dan terlihat tanpa semangat. Padahal biasanya, kalau Hyuna sudah memulai acara (?) gosipnya, Jinri yang paling semangat.
“gwaenchana. memangnya aku terlihat seperti orang sakit ya?” tanya Jinri sambil tersenyum. “aniya, tapi kelihatannya kau semalam tidak tidur” kata Sunyoung. “ah ne, semalam aku memang tidak tidur, karena membuat sesuatu” kata Jinri lalu menundukan kepalanya. “ada apa sih sebenarnya?” tanya Hwayoung lagi. Jinri menggelengkan kepalanya, “tidak ada apa-apa” ujarnya. “geojitmal” kata Sunyoung, yang merasa sesuatu sedang terjadi pada sahabatnya.

“nanti siang, akan ada kelas gabungan! jadi kita akan belajar bersama Krystal dan yang lainnya, ditambah lagi yang mengajari kita adalah Ailee, atau mungkin harus kita panggil Lee Yejin sonsaeng, karena Lee Hyukjae sonsaeng akan mengajar kelas 1 hari ini dan Kim Hyoyeon sonsaeng mengajar kelas 3, jadi beginilah nasib kita murid kelas 2” kata Hyuna, memulai gosipnya. “waa kelas 1 akan diajar oleh Lee Hyukjae sonsaeng” kata Sehun tiba-tiba. “memangnya kenapa?” tanya Baekhyun bingung. “ingat kan, terakhir kali Lee Hyukjae sonsaeng masuk ke kelas kita?” kata Sehun lagi, kali ini sambil mengingat kejadian semester lalu. “bencana pokoknya” bisik Ahnmi.
“dan gosip keduanya adalah…” kata Hyuna lagi. “Im Yoona sudah resmi keluar dari JJ Entertaiment” sambung Hyomin. “jinjja??? waeyo??” tanya Sohyun sambil mengangkat tangannya. “kami juga tidak tahu, mereka tidak menceritakan permasalahannya di internet” kata Hara. “eh tunggu sebentar ada satu lagi!!” seru Hyuna sambil melihat ke layar ponselnya. “barusan Jang Seokho menulis sesuatu di website-nya, rencananya Nam Woohyun akan comeback stage, tapi entahlah ini masih rencana” kata Hyuna, lalu menunjukan ponselnya sebagai bukti. “mwo? Woohyun mau comeback? bukannya masalah yang waktu itu belum selesai?” kata Jinri, begitu mendengar nama Woohyun disebut, ia langsung bereaksi. “aigoo Choi Jinri, sejak tadi kau diam saja. Begitu kami membicarakan Nam Woohyun kau bersuara. Ada apa memangnya? kau menyukainya?” kata Byunghun, sebenarnya bermaksud bercanda, tapi Jinri menanggapinya berbeda. Karena suasana hatinya yang tidak enak karena ditolak kemarin malam. “aniyo, aku tidak menyukainya” bantah Jinri sambil menundukan kepalanya lagi.
“yah semuanya ayo masuk kelas!! barusan sudah bel” seru Sunyoung.
Semuanya pun bubar dan menuju kelas masing-masing.
____________________________________________________________________________________________________

[Class]

“yah ige mwoya!!!” seru Taeyeon kesal sambil menatap wajah murid-muridnya yang tampak kusut semua. “kalian semua ini kenapa sih? sepertinya setiap…” ketika Taeyeon sedang bicara, seseorang memotong. “permisi, aku boleh masuk?” tanya Yoona yang sekarang sedang berdiri di depan pintu kelas.
“wah, apa yang dilakukannya di sini?” bisik Hyomin pada Hyuna yang berdiri di sebelahnya. “dia kan sudah dikeluarkan dari JJ Entertaiment. Otomatis dia pasti pindah kelas” kata Hyuna.
“oh kenapa kau ke sini? ini kan bukan kelasmu” kata Taeyeon bingung. “aku pindah kelas, karena sekarang aku sudah keluar dari JJ Entertaiment jadi…, sekarang aku ikut kelas biasa” kata Yoona sambil tersenyum kecil. “ah geuraeyo, kalau begitu masuklah” kata Taeyeon.
Yoona melangkahkan kakinya masuk ke kelas itu. Kelas yang terasa asing baginya, tanpa teman-temannya, tanpa Donghae. Ya, semuanya sangat berbeda. Tapi inilah jalan yang ia pilih, ia akan memulai semuanya dari awal lagi.

****

[Ruang latihan]

Tidak seperti biasanya, hari ini di ruang latihan hanya ada lima orang. Tapi mereka semua tidak heran, karena mereka semua tahu Im Yoona sudah keluar dari JJ Entertaiment, dan mengikuti kelas biasa mulai hari ini.
“hana…,dul…,set…,net….mana Yoona?” tanya Soyeon, saat ia sedang menghitung jumlah muridnya. “Yoona eonni kan sudah keluar” kata Jiyeon sambil manyun. “ah iya aku lupa” ujar Soyeon, lalu ia melihat ke arah Donghae. “kenapa wajahmu itu?” tanya Soyeon pada Donghae. “tidak apa-apa” jawab Donghae pelan sambil menatap lantai. “sebenarnya aku agak bingung, kenapa Yoona dikeluarkan?” kata Gikwang. Ia memang belum tahu apa yang terjadi pada dirinya, sampai-sampai Yoona mengalah dan memilih keluar. “Oppa, itu karena…” Jiyeon baru saja akan membeberkan semuanya, tapi Krystal cepat-cepat menyikutnya, memberi tanda kalau ia harus diam.
“sudahlah, sekarang kita mulai saja” kata Soyeon sambil tersenyum. “Jiyeon-a, ingat ini baik-baik, Gikwang hyung tidak perlu tahu tentang kakinya, arasseo?” bisik Woohyun pada Jiyeon, Jiyeon hanya mengangguk pelan. “ini perintah sajangnim” sambung Krystal, Jiyeon mengangguk lagi “arasseo” kata Jiyeon pelan. “huh tapi itu tidak adil, harusnya Gikwang oppa tahu, memangnya kaki siapa yang sakit?” batin Jiyeon tidak terima, tapi mau bagaimana lagi. Tuan Jang menyuruh mereka semua merahasiakan itu, karena ia takut Gikwang jadi stress kalau tahu.

“Park Soyeon-sshi” panggil Ailee dari depan pintu ruang latihan. “oh Lee Yejin-sshi, ada apa?” tanya Soyeon sambil menghampiri Ailee. “kelas gabungannya di percepat, jadi aku mau membawa mereka semua” kata Ailee. “oh baiklah kalau begitu” kata Soyeon mengerti.
Ailee pun menjentikan jarinya “follow me” katanya singkat. Mereka berlima langsung mengikuti Ailee ke kelas tempat Taeyeon sedang mengajar.
“saem, maksudnya kelas gabungan bagaimana sih?” tanya Jiyeon bingung. “maksudnya kalian akan digabung dengan kelas biasa” jawab Ailee.
“berarti akan ada Jinri di sana” kata Woohyun dalam hati, sambil menghela napas. Sebenarnya ia merasa lebih baik tidak bertemu gadis itu sampai lima tahun kedepan (?), sampai Jinri dan dia juga melupakan masalah semalam. “yah, kau kenapa?” tanya Krystal. “tidak apa-apa. Soojung-a, kebiasaanmu makan permen karet sudah hilang ya?” kata Woohyun. Krystal langsung melotot dan memukul Woohyun sekeras-kerasnya. “aku kan cuma tanya” kata Woohyun kesal. “hey tetap saja itu bukan urusanmu!” balas Krystal. “eh bagaimana kabarmu dengan Jinri?” tanya Krystal lagi. Mendengar nama Jinri, ekspresi Woohyun langsung berubah. “Jinri? ng…entahlah” ujar Woohyun. “yah, kau menyukainya kan?” kata Krystal sambil menyikut Woohyun.
Sekarang mereka berdua berjalan paling belakang dan asik mengobrol berdua. “aniyo, mana mungkin aku menyukai perempuan seperti Jinri” jawab Woohyun, “geojitmal! aku ini mengenalmu sejak kau masih trainee imut-imut (?) sampai kau jadi penyanyi sok keren, jadi aku bisa tahu cuma dari ekspresimu itu!” kata Krystal, sambil lagi-lagi menyiksa (?) Woohyun, kali ini dengan sentilan tepat di kening laki-laki itu. “kau sendiri ada sesuatu kan dengan Choi Minho” balas Woohyun sambil tersenyum. “hey! shut your mouth!” seru Krystal, tanpa sadar ia mengucapkan kata ‘mouth’ menjadi ‘mouseu’. Mungkin karena gugup atau kesal, lidah Korea-nya muncul (?). “yah, ini di Korea, pakai bahasa Korea!” kata Woohyun sambil menunjuk-nunjuk lantai. Krystal cuma diam saja sambil manyun.

Sekarang mereka semua sudah sampai di depan kelas. Begitu mereka masuk, semua yang ada di dalam langsung terkejut, tidak terkecuali Taeyeon yang sedang mengajar. “ehm jwesonghajiman, ini belum waktunya kelas gabungan, geuraeseo, kalian sedang apa di sini?” kata Taeyeon sambil meletakan kedua tangannya di pinggang. “oh Kim Taeyeon sonsaeng tidak tahu ya? kelas gabungannya dipercepat, jadi jamnya ditukar” kata Ailee sambil tersenyum. “oh geuraeyo” kata Taeyeon pelan, lalu mengambil partiturnya dan meremas partitur itu “huh lama-lama aku pasti dipecat” gumam Taeyeon kesal, lalu pergi meninggalkan kelas itu.
“Ok everybody, now listen to me!” seru Ailee. “pertanda buruk” bisik Hara, Hyuna mengangguk setuju. “tadinya aku mau memakai tema dance couple hari ini, tapi sepertinya akting lebih keren” kata Ailee lagi. “mwo!!! akting?!!” seru hampir semua anak di kelas itu. “ya akting, kenapa kalian harus sekaget itu? begini ya, maksudku adalah…”. Selama Ailee menjelaskan, dibelakang Yoona malah sibuk mengobrol dengan Donghae. Seharusnya ia tidak boleh mengobrol di kelas, tapi ia begitu senang bisa satu kelas lagi dengan laki-laki itu walau cuma satu jam pelajaran. “Yoona-ya, kau masih mau jadi penyanyi lagi?” tanya Donghae, Yoona menggeleng “aniyo, bahkan tujuanku berada disini bukan untuk kembali menjadi penyanyi” kata Yoona sambil tersenyum, benar-benar kelihatan seperti tanpa beban. “lalu kenapa kau masih di sini?” tanya Donghae lagi. “karena oppa, ng…aku boleh panggil oppa seperti dulu lagi kan?” kata Yoona, Donghae terdiam sejenak, ia kelihatan sedang memikirkan sesuatu. “boleh, tapi janji satu hal padaku, jangan pulang ke Busan, ok?” kata Donghae lalu mengacungkan kelingkingnya, Yoona tersenyum dan menautkan kelingkingnya pada kelingking Donghae. “ne, yaksokhae. ah tapi kenapa oppa bisa punya pikiran kalau aku akan pulang ke Busan? padahal aku tidak pernah bilang begitu” ujar Yoona agak heran, bahkan di otaknya tidak sedikitpun terpikir untuk pulang ke Busan. “entahlah, aku takut setelah kau keluar, kau berpikir untuk pulang ke Busan. Tapi kau tidak berpikir begitu kan?” kata Donghae sambil menatap Yoona dengan tatapan bertanya-tanya (?), Yoona hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “sekarang aku memang tidak terpikir untuk pulang ke Busan, tapi aku tidak tahu nantinya, mianhae oppa, mungkin aku tidak bisa berjanji padamu 100%” batin Yoona.

Di sisi lain kelas, Jinri terus-terusan menatap lantai. Ia benar-benar malu harus bertemu Woohyun lagi, setelah tadi malam ia dengan nekatnya menyatakan perasaannya dan dengan sadisnya (?) Woohyun menolaknya begitu saja.
Dan saat ini Nam Woohyun berdiri tepat di sebelahnya, kelihatannya laki-laki itu juga tidak memperhatikan Ailee dan dua murid yang ada di depan kelas. “yah Choi Jinri” panggil Woohyun tiba-tiba. “ne, ada apa?” sahut Jinri masih sambil menatap lantai. “aku sudah membebaskanmu” kata Woohyun. “ne? maksudmu apa?” tanya Jinri bingung. “aish jinjja baboya. maksudku masalah taruhan itu, lupakan saja” kata Woohyun lagi, Jinri membulatkan mulutnya dan mengangguk mengerti. “ah jadi maksudmu sekarang aku bukan pesuruhmu lagi?” kata Jinri, “ya, dan satu lagi, kejadian kemarin malam..lupakan saja semuanya”
“mwo? neodo baboya? yah, memangnya kau pikir semudah itu melupakan…” Jinri baru saja akan marah-marah, tapi Ailee menghampiri mereka berdua dan memotong kata-katanya. “Nam Woohyun, Choi Jinri, siapa yang bilang kalian boleh mengobrol di kelas? Sekarang kalian berdua…GET OUT!” kata Ailee lalu menunjuk pintu kelas. Woohyun cuma menghela napas dan tanpa protes keluar dari kelas, diikuti Jinri dibelakangnya. “ok, ayo kita lanjutkan lagi”

____________________________________________________________________________________________________

[JJ Entertaiment]

Di dalam ruangan Tuan Jang sekarang terjadi keributan besar. Keributan besar itu bersumber dari seorang gadis, usianya sama dengan Krystal, rambutnya panjang sepinggang, yang sekarang sedang berdiri di depan meja Tuan Jang sambil mengomel. “pokoknya aku tidak mau! aku mau debut solo!” seru gadis itu sambil melipat tangannya di dada. “aduh, tidak bisa, kau harus debut bersama grup Angel dulu, nanti kalau kau ingin solo…”. Kata-kata Tuan Jang itu segera dipotong oleh teriakan gadis itu. “APPA JAHAT!!!!”
“aigoo Jinyoung-a, jangan teriak-teriak begitu!! ini di kantor, bukan di rumah!” kata Tuan Jang sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Jang Jinyoung, gadis itu menatap appa-nya dengan tatapan kesal, ia sangat galak, jutek dan bisa dibilang kejam bahkan tidak punya hati (?), lebih parah dari Krystal. Rencananya, Tuan Jang ingin anaknya ini masuk ke grup Angel sebagai pengisi posisi Yoona, hanya saja posisi leader beralih dipegang oleh Krystal, bukan Jiyeon, karena meskipun Jiyeon lebih tua dari Krystal tapi Jiyeon lebih kekanak-kanakan. dan menurut Tuan Jang, Krystal lebih cocok jadi leader. Tapi anaknya ini tidak mau menurut dan bersikeras ingin debut solo. Karena kehabisan cara membujuk, akhirnya Tuan Jang memakai cara terakhir. Pemaksaan. Ia mengambil ponsel dan menelpon asistennya, beberapa menit kemudian asisten Han datang. Begitu melihat Jinyoung, pria itu langsung kelihatan lesu (?).
“asisten Han, bawa anak ini ke Byeol Art School, sekarang” perintah Tuan Jang. “ne sajangnim” kata asisten Han sambil membungkuk hormat. Setelah itu ia menghampiri Jinyoung “Jang agasshi, ayo ikut saya” katanya hati-hati. Jinyoung menatap Appa-nya dan asisten Han bergantian, lalu berkata “geurae aku akan ikut, tapi appa, kalau appa mengacaukan hidupku aku akan kembali ke Amerika!”. Jinyoung mengambil tasnya, dan ikut ke Byeol Art School bersama asisten Han.

~***~

[Back To School]

Kelas baru saja selesai sekitar 15 menit yang lalu. Krystal dan Jiyeon pergi ke loker bersama, dan mereka sama-sama menerima pesan di pintu loker dengan isi:

Ditunggu di kantin, jam 11:00
-Han Jaewan-

“kenapa asisten Han bisa memberi pesan ini? memang dia ada di sini?” kata Krystal sambil membuka pintu lokernya. “nado molla, pokoknya kita harus ke kantin jam sebelas” kata Jiyeon, lalu ia menatap Krystal dengan tatapan bingung. “Soojung-a, kau sedang apa?” tanya Jiyeon, sambil memperhatikan Krystal yang sedang melihat nama di setiap loker lain. “aku sedang mencari loker Minho” kata Krystal. “loker Minho? apa Soojung juga menyukainya? ah andwae! itu tidak boleh terjadi!” batin Jiyeon sambil menggelengkan kepalanya, lalu membuka lokernya sendiri. “oh ada cokelat lagi!” pekik Jiyeon senang, untung saat itu di situ sedang sepi, jadi ia tidak disangka gila atau apa. Ia mengambil cokelat itu dan melihat pesan yang ditulis diatasnya.

to: Park Jiyeon
from: the same person as yesterday
Jiyeon-a, kalau kau ingin tahu siapa aku, datang saja ke kantin, aku ada di sana sedang duduk di meja pojok.
*J*

Jiyeon manyun lalu meletakan cokelatnya di loker lagi. “huh lagi-lagi cuma inisial” gumamnya.

Sementara itu, Krystal masih sibuk mencari loker Minho. “ok baiklah barisan ini, ada Choi Heeyoung, Choi Jinri, Choi…” Krystal terhenti di salah satu loker disebelah loker Jinri. Ia membaca nama itu antara percaya tidak percaya (?) “Choi Minho?”
“yah kau sedang apa di depan lokerku?” tanya Minho tiba-tiba dari belakangnya. Saking kagetnya Krystal, cepat-cepat menempelkan badannya pada loker. “mwo?? naneunyo?? naneun…”. Krystal pun memutar otak mencari alasan yang tepat. “ehm aku mendengar suara-suara kupikir itu bersumber dari lokermu, tapi setelah didengarkan…ternyata tidak ada apa-apa” kata Krystal sambil tersenyum salah tingkah. “aduh alasan bodoh apa itu?? kenapa kau bisa berubah menjadi bodoh di depan laki-laki ini sih?!!” omel Krystal dalam hati. “kalau begitu sekarang minggir, aku mau mengambil sesuatu” kata Minho. Krystal membalikan badannya, “shireo” katanya singkat.
“Soojung-a bukannya tadi kau bilang kau sengaja mencari loker Minho, kenapa sekarang kau cuma berdiri menghalanginya seperti itu?” tanya Jiyeon polos. “yah Park Jiyeon!!!!” seru Krystal kesal sambil mengepalkan tangannya. Minho diam saja sambil tersenyum.
“uh aneh. Eh Minho-ya, aku ingin beli buku nanti sore, mau tidak mengantarku?” kali ini Jiyeon bertanya pada Minho. “ehm tapi aku…” Minho menggantungkan kata-katanya, lalu berpikir “kasihan kalau kutolak, tapi…ayolah Choi Minho, kau bukan playboy!!! kau menyukai Soojung, ya sudah jangan kasihan pada Park Jiyeon”
“eh itu nanti sore aku sudah janji pada Jinri untuk membantunya mengerjakan PR bahasa Jepang, mianhae” lanjut Minho, “ah begitu ya, gwaenchana. Aku bisa pergi sendiri atau dengan Yoona eonni. Ehm aku mau ke kantin ya, Soojung-a, nanti kau menyusul ya” kata Jiyeon sambil tersenyum manis lalu berlari (?) ke kantin.
“yah, kau benar-benar akan mengerjakan PR dengan Jinri? atau kau terlalu kasihan pada Jiyeon, makanya berbohong?” tanya Krystal sambil cemberut. “bukan urusanmu! sekarang minggir dari lokerku!” kata Minho, “shireo! sebelum kau jawab pertanyaanku, atau aku akan teriak dan memberitahu semua orang siapa kau sebenarnya!” kata Krystal lagi, lalu ia menarik napas dalam-dalam bersiap untuk teriak. “yah semuanya Choi Minho itu adalah….mmm”. Minho cepat-cepat membekap mulut Krystal dengan tangannya “yah sekali lagi kau berani teriak, aku akan menerormu (?) seumur hidup” kata Minho, lalu melepas bekapannya. “yah! disini tidak ada siapa-siapa, buat apa kau panik?” kata Krystal sambil menunjuk ke sekeliling koridor yang kosong. “eoh, kau benar di sini tidak ada siapa-siapa” kata Minho, sambil maju satu langkah. “geu…geuraeseo?” kata Krystal gugup, ia ingin mundur tapi dibelakangnya ada loker. “geuraeseo, minggir dari situ!” kata Minho, Krystal cuma cemberut sambil menggeser badannya, menyingkir dari depan loker Minho. “huh menyebalkan” gumam Krystal. “kalau begitu aku mau menyusul Jiyeon saja” kata Krystal, ia menendang loker seseorang entah loker siapa lalu berjalan pergi. “eh tunggu sebentar Soojung-a” panggil Minho sambil meraih tangan Krystal. “ne, apa? oh ya lepaskan tanganku!” kata Krystal, juteknya mulai keluar lagi. “karena di sini tidak ada siapa-siapa, aku mau mengatakan sesuatu padamu” kata Minho, Krystal diam saja, jadi ia melanjutkan. “Soojung-a, naneun neol…naneun neol…., ah lanjutannya kapan-kapan saja”
“mwo?? yah neo jinjja….huh” kata Krystal kesal, ia menarik tangannya dari pegangan Minho dan melanjutkan berjalan ke kantin. “aish baboya! cuma satu kata ‘johahae’ kenapa susah sekali sih mengatakannya??” kata Minho memarahi dirinya sendiri sambil memukul pintu loker.

~***~

Sesampainya di kantin, Krystal langsung menuju salah satu meja, dimana Jiyeon, asisten Han, dan seorang gadis seusianya alias Jang Jinyoung duduk. Ia duduk di sebelah Jiyeon dan langsung bertanya tanpa basa-basi. “siapa dia?” sambil melihat ke arah Jinyoung. “ini Jang Jinyoung, anaknya sajangnim. Ia adalah member baru dalam grup kalian. Jadi sekarang posisi leader, kau yang pegang Jung Soojung” kata asisten Han, berhasil membuat Jiyeon terdiam saking kagetnya, sementara Krystal bersikap seolah ia tidak kaget. “member baru? hmm…baiklah, terus ada apalagi?” kata Krystal. “tidak ada aku hanya mengantarnya dan memperkenalkan dia pada kalian. aku pergi dulu” kata asisten Han, pria itu berdiri dan meninggalkan mereka bertiga.
“ish jadi ini Jung Soojung, atau yang orang-orang sebut..Krystal. Biasa saja” ejek Jinyoung sambil memandangi Krystal dengan pandangan meremehkan. “yah Jang Jinyoung! kau member baru jangan seenaknya, baru datang sudah menghinaku, dengar ya…” belum selesai Krystal bicara, Jinyoung memotongnya dengan lebih judes dan kejam (?). “hey, shut your mouth! yang jangan seenaknya itu kamu, memangnya kau pikir kau siapa? anak orang kaya bukan, anak presiden juga bukan. Kau cuma penyanyi bermodal keberuntungan, yang menerima kebaikan appa-ku. yah, memangnya kau tidak tahu apa itu JJ Entertaiment? JJ means, Jang Jinyoung! jadi, management itu milikku juga. Jadi bersikap baiklah, atau aku akan membuangmu dari JJ Entertaiment. You such an ugly loser girl!” kata Jinyoung, lalu mengangkat tangannya dan membentuk huruf L, seolah berkata ‘loser’.
“Soojung-a, sudah jangan dibalas lagi” kata Jiyeon sambil menarik-menarik tangan Krystal. Krystal menarik napasnya dalam-dalam. Ia tidak menyangka ada yang lebih kejam dan galak dari dirinya. “kenapa? tidak bisa bicara lagi? fine, aku mau cari kamarku saja!” kata Jinyoung jutek. Jinyoung membawa tasnya, lalu pergi dari kantin menuju asrama. “where the hell is she come from?!!” umpat Krystal dalam hati, rasa kesalnya sudah sampai pada puncaknya. Hari ini, ia baru merasakan kata-kata pedas dari Jinyoung, tapi nanti, ia akan merasakan perlakuan mengerikan (?) dari anak bosnya itu.

********************************************************************************************************************

[singkat cerita] malamnya…

Malam ini, saat kebanyakan murid sudah tidur, Yoona berencana untuk menemui Krystal. Ia menemui gadis itu malam-malam supaya tidak ada yang mendengar atau menonton. Belum sampai di kamar Krystal, ia berpapasan dengan Donghae, yang sepertinya akan pergi ke kamarnya. “Yoona-ya!’ panggil Donghae, Yoona berhenti berjalan dan tersenyum “ne. oh kita mengobrol nanti ya, sekarang aku mau ke kamar Soojung sebentar” ujar Yoona. “ok, aku tunggu di ruang latihan saja ya” kata Donghae sambil tersenyum. Yoona mengangguk, lalu melanjutkan perjalanannya.

Sesampainya di kamar Krystal, ia meng-sms gadis itu supaya keluar, dan beberapa saat kemudian, pintu kamar dibuka oleh Krystal. “eoh, waeyo eonni?” tanya Krystal dengan suara seperti orang bangun tidur. Sepertinya ia sudah tidur, dan barusan terbangun oleh sms Yoona. “ah mianhae, aku pasti mengganggumu ya? tidak ada apa-apa sih, aku hanya mau bilang chukhahae, kau sekarang leader grup yang baru kan?” kata Yoona sambil tersenyum kecil. “ah ne, keunde eonni, ada satu masalah” kata Krystal. “ehm masalah apa?” tanya Yoona agak penasaran. “Jang Jinyoung, anak sajangnim, sekarang adalah anggota baru grup Angel, ia seperti setan. Aku benar-benar tidak suka padanya” kata Krystal, sambil cemberut. “ah geu Jang Jinyoung, dia itu sama saja sepertimu, hanya saja dua atau tiga kali lipat lebih kejam darimu. Aku sudah pernah bertemu dengannya tahun lalu, dia memang mengerikan” ujar Yoona. Krystal memegang tangan Yoona lalu menatap eonni-nya itu. “eonni, aku mohon kembali lagi ya, kita bertiga seperti dulu lagi, eoh?” pinta Krystal, tapi Yoona tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “aku tidak bisa Soojung-a, aku tidak bisa kembali lagi, lagipula aku…aku sudah memutuskan untuk berhenti jadi penyanyi, dan aku rasa sejak aku keluar dari JJ Entertaiment, rasanya aku lega, seperti semua bebanku sudah terangkat, jadi kau lanjutkan saja karirmu dan hadapi Jinyoung dengan cara lain, jangan balik membentaknya” kata Yoona, lalu melepaskan tangan Krystal dari tangannya. “eonni, kenapa eonni bilang begitu? jangan bilang…. eonni mau pergi?” tanya Krystal. “aku…awalnya tidak mau pergi tapi…sore tadi bibiku yang di Busan telpon dan ia bilang appa sakit jadi, mungkin aku akan pulang ke Busan. tapi Soojung-a, jangan katakan soal ini pada Donghae, ok?” ujar Yoona, Krystal mengangguk pelan. “kalau begitu sekarang aku pergi dulu ya, tidur saja lagi, jaljayo Soojung-a” kata Yoona lagi. Ia membalikan badannya dan melangkahkan kakinya, tapi Krystal memanggilnya lagi. “eonni, aku mohon jangan pergi ke Busan, kasihan Donghae oppa” kata Krystal, Yoona diam saja dan melanjutkan berjalan.

Ia sendiri tidak mau pulang ke Busan tapi keluarganya memaksa. Padahal ia sudah berjanji pada Donghae kalau ia tidak akan pergi, jadi apa yang harus ia lakukan sekarang?
Sambil berjalan menuju ke ruang latihan, ia terus memikirkan hal itu.
Ketika ia sampai, Donghae sedang berdiri di depan pintu ruangan itu. Yoona tersenyum dan cepat-cepat menghampirinya. “oppa, kenapa berdiri di luar?” tanya Yoona pelan. “pintunya sudah dikunci, ini kan sudah lewat jam malam” kata Donghae. “oh, terus kenapa oppa mengajakku bicara malam-malam begini?” tanya Yoona lagi. “emm kenapa ya, nado molla. Tapi aku rasa lebih enak kalau malam” jawab Donghae sambil tersenyum. “mmm yang mau dibicarakan apa?” lagi-lagi Yoona bertanya, Donghae mengacak-acak rambut gadis itu lalu berkata “kau ini banyak tanya, seperti sedang mengintrogasi saja, mau ganti profesi jadi polisi?”
“ah oppa, aku kan cuma bertanya” kata Yoona sambil cemberut dan merapikan rambutnya. “Yoona-ya, sebenarnya aku cuma mau mengatakan satu hal” ujar Donghae sambil memasukan tangannya ke saku celana. “apa itu?” kata Yoona, ia harap Donghae bukan mau memintanya jadi pacarnya lagi, bukannya tidak mau, tapi ia takut kalau ia harus melanggar janji. “ayo kita mulai dari awal lagi” kata Donghae, sukses membuat Yoona merasa seperti di sambar petir, sesuatu yang tidak ia harapkan, malah terjadi. “tapi aku…” Yoona menundukan kepalanya dan menatap lantai. Ia tidak tahu bagaimana harus menjawab. Donghae meraih tangan gadis itu “tidak perlu jawab sekarang juga tidak apa-apa, aku akan menunggu” kata Donghae, “ne, kalau begitu aku akan jawab nanti saja” kata Yoona pelan, masih sambil menatap lantai. “kaja, aku antar ke kamarmu, kalau kita di sini terus bisa dihukum” kata Donghae lagi, Yoona hanya mengangguk pelan. Sekarang Donghae menatap gadis itu sekali lagi dengan tatapan bingung, “Yoona-ya, aku harap feeling-ku salah, tapi…kurasa kau mulai bersikap aneh lagi”
….
____________________________________________________________________________________________________

[Besoknya]

Jinri berjalan ke loker Woohyun sambil membawa sesuatu. Ia mendekati loker itu dan membuka pintunya. Tapi setelah itu ia menutupnya lagi. “lebih baik langsung kuberikan saja, sekalian aku mau mengatakan sesuatu padanya” batin Jinri, ia pun berjalan menyusuri koridor sekolah, lalu pergi ke kantin, ke ruang latihan bahkan ke ruang musik dan gudang (?), tapi ia tidak menemukan Woohyun. Sampai akhirnya entah kenapa ia terpikir untuk pergi ke belakang sekolah. Di belakang itu ada taman kecil, dia sendiri biasanya suka duduk di situ kalau ada masalah.

Dan ternyata perkiraannya benar, Woohyun ada di sana. Sedang duduk sendirian sambil menatap langit, entah apa yang dipikirkannya. Jinri menarik napas dalam-dalam dan menyemangati dirinya sendiri . “Jinri-ya, kau harus berani!” katanya dalam hati, lalu ia menggumamkan kata “hwaiting” dan berjalan menghampiri Woohyun.
“Woohyun-a!” panggil Jinri sambil duduk di sebelahnya. Woohyun langsung tersadar dari lamunannya, “eoh, ada apa?” katanya pelan. “a..aku mau mengatakan sesuatu padamu” kata Jinri. “katakan saja”
“Woohyun-a, mulai sekarang aku janji tidak akan mengganggumu lagi, aku juga tidak akan bicara padamu lagi atau muncul di hadapanmu lagi. Jadi kau jangan khawatir, aku tidak akan peduli lagi kau mau menyukai siapa atau kau mau membenci siapa, aku juga…akan berusaha untuk tidak menyukaimu lagi” kata Jinri sambil menundukan kepalanya, “Jinri-ya jangan menangis! uljima Jinri-ya!” perintah Jinri pada dirinya sendiri sambil menahan tangis. “kenapa kau tiba-tiba mengatakan ini? memangnya aku pernah menyuruhmu untuk menjauh dariku?” tanya Woohyun. “aniyo, tapi…aku rasa ini yang terbaik, supaya kita bisa melupakan kejadian waktu itu, seperti yang kau inginkan” kata Jinri masih sambil menatap tanah dan mengayun-ayunkan kakinya. Sekarang keduanya diam, dan suasananya jadi semakin tidak enak. Akhirnya Jinri memutuskan untuk buka suara lagi. “Woohyun-a, aku juga punya sesuatu untukmu” kata Jinri lalu membuka lipatan syal berwarna biru yang dipegangnya sejak tadi. Ia membuat itu semalaman, sampai tidak tidur sedikitpun. “ini, kalau kau pergi kemana saja kau harus memakainya. Selain karena sekarang cuaca sedang dingin, ini juga bisa menghindari fans sasaeng”. Jinri memakaikan syal itu pada Woohyun lalu tersenyum “ternyata aku pintar, warna biru sangat bagus. eh tapi kalau kau tidak mau kau boleh membuangnya, atau terserah kau saja mau diapakan” katanya lagi. “yah Nam Woohyun, kau benar-benar babo!” kata Woohyun dalam hati, ia sendiri tidak mengerti, kenapa ia selalu menyia-nyiakan semua yang ia punya? Mulai dari karirnya sampai Choi Jinri.
“Jinri-ya, maksudku lupakan semuanya itu bukan seperti ini tapi…” belum selesai ia bicara, Jinri segera memotong. “terserah apa katamu tapi, ini keputusanku. Aku mau ke kelas” kata Jinri, lalu berdiri dan berlari meninggalkan taman itu.

ia bilang ia mau ke kelas, tapi sebenarnya ia mencari tempat sepi. Tempat dimana ia bisa menangis sepuas-puasnya. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di ruang siaran radio sekolah. Disitu sepi karena sekarang belum ada pengurus radio yang baru, yang biasa memakai ruang siaran ini hanya beberapa guru saja. Jinri duduk di salah satu kursi, lalu melamun, menatap kosong ke tembok dihadapannya.
“Jinri-ya, kau sedang apa di sini?” tanya Hoya, ia akan ke ruang musik sambil membawa gitar, kebetulan ia lewat ruang siaran, dan pintunya terbuka. Ia penasaran dan masuk ke dalam, ternyata ada Jinri di situ. “oh Hoya, aku kira siapa. Aku sedang duduk” kata Jinri, Hoya duduk di hadapannya lalu bertanya. “kau kenapa? pasti gara-gara si babo itu ya?”. Yang ia maksud ‘si babo’ itu adalah Woohyun, dan Jinri tahu itu. “Hoya, jangan sebut Woohyun babo. Dia bukan babo, dia cuma agak sombong dan menyebalkan” kata Jinri, meskipun sudah ditolak mentah-mentah (?), ia masih saja membela Woohyun. “dia memang babo, sudahlah Jinri-ya, lupakan saja orang seperti dia” kata Hoya. “ya Hoya benar, harus lupakan” batin Jinri, ia memandangi gitar yang sedang di pegang Hoya, tiba-tiba saja ia ingin melakukan sesuatu. “Hoya, aku ingin…menyanyikan sebuah lagu, lagu favoritku, kau tahu kan?” ujar Jinri. Hoya terdiam sejenak lalu mengangguk. Ia meletakan gitarnya pada posisi yang benar, dan tidak sengaja menyenggol sesuatu, yang ternyata menyebabkan microphone-nya menyala dan bisa membuat semua orang di sekolah mendengar lagu apapun yang akan dinyanyikan Jinri. Tapi ia biarkan saja dan mulai memetik senar gitarnya.

[I Will Forget You, originally sang by C.N.Blue’s Jonghyun]

Geureol geomnida ijeul geomnida
Oneulbuteo nan geudaeran saram
Moreuneun geomnida hanbeon deo bonjeok
eomneun geomnida
Gireul geotdagado seuchinjeok eomneun

Gwaenchanseumnida ijeosseumnida
Bappeun ilsange haengbokhajyo
Geunsahae boineun saramdo mannago

Sarangi da geureochyeo
Shigani gamyeon huimihaejyo
Gieokjocha hal sudo eobgetjyo oh
Sarangi gamyeon tto dareun sarangi
Dashi olgeomnida kkok geureol geomnida
Jigeumeun apado jogeumman jinamyeon
Amul geomnida
Geureol geomnida ijeul geomnida
Nado geureol geomnida

Eoryeopjin anhayo
Oneulman apeumyeon
Modeun ge ichyeojil geomnida
Dallajin ilsange eosaekhal ppunijyo

Sarangi da geureochyeo
Shigani gamyeon huimihaejyo
Gieokjocha hal sudo eobgetjyo, geureochyeo

Sarangi gamyeon tto dareun sarangi
Dashi olgeomnida kkok geureol geomnida
Jigeumeun apado jogeumman jinamyeon
Amul geomnida
Geureol geomnida ijeul geomnida
Nado geureol geomnida

Modu jioul geomnida
Kkot geureol geomnida

Sarangi gamyeon tto dareun sarangi
Dashi olgeomnida kkok geureol geomnida
Nunmuri heulleodo jogeumman jinamyeon
Useul geomnida
Geureol geomnida
Ijeul geomnida
Sangcheoga amul deut
Geureol geomnida geureol geomnida
Ijeul geomnida

____________________________________________________________________________________________________

Sementara itu diluar…

Semua orang cukup terkejut karena tiba-tiba mereka mendengar Jinri menyanyi di radio sekolah. Bahkan guru-guru. “omo padahal Jinri biasanya di kelas tidak pernah sebagus ini” kata Taeyeon sambil mendengarkan baik-baik. “ya memang sih suaranya tidak termasuk istimewa, tapi….aku bisa merasakan feel didalam lagunya” kata Hyoyeon terkagum-kagum. “ia sangat menjiwai, kira-kira untuk siapa dia menyanyi? Kim Taeyeon sonsaeng, memangnya Jinri punya pacar?” kata Hyukjae, Taeyeon mengangkat bahu “aku tidak tahu, mungkin saja” katanya.

~***~

[kantin]

Hwayoung menangkupkan kedua tangannya sambil mendengar suara Jinri, sekarang ia malah bertanya-tanya, siapa yang main gitarnya? “Hwayoung-a, sekarang Jinri pasti sedang menangis, dengar saja suaranya bergetar seperti orang menangis” kata Sunyoung sambil ikut-ikutan menangis, seperti trio gosip yang juga sedang sesenggukan (?) di meja pojok. “eoh, tapi kenapa dia menangis, dan kenapa juga ia menyanyikan lagu ini?” kata Hwayoung bertanya-tanya. “dia pasti menyanyi untuk seseorang” ujar Sunyoung, sambil mengelap wajahnya yang basah dengan lengan seragamnya. “menyanyi untuk seseorang, untuk siapa?”. Hwayoung mencoba menghubungkan kejadian kemarin, sikap Jinri yang aneh dan sebagainya. “Sunyoung-a, aku tahu dia menyanyikan lagu ini untuk siapa” kata Hwayoung lagi, “oh oh siapa?” tanya Sunyoung penasaran.
“ia menyanyi untuk….”…

#To Be Continued…
____________________________________________________________________________________________________

[I Will Forget You (eng.trans) *hope you understand the meaning of this song^^*]

I will forget you. Starting today,
I don’t know you. I have never seen you.
We never even walked pass each other.
I’m okay. I forgot everything. I’m happy with my busy life.
I’ve met a great person too.

Love is always like this. It fades away after some time.
Can’t even remember it

When love goes away, another love comes again. It definitely will.
Even if it hurts now, it will hear a little later.
It will forget. I will too.

It’s not difficult. I will forget everything after today.
I’m just getting used to my changed life

Love is always like this. It fades away after some time.
Can’t even remember it

When love goes away, another love comes again. It definitely will.
Even if it hurts now, it will hear a little later.
It will forget. I will too.

I will erase everything.
I definitely will.

When love goes away, another love comes again. It definitely will.
Even if tears fall now, I will smile a little later.
I will forget you, Just like a wound heals…
I will. I will. I will forget you.

********************************************************************************************************************

hey yo readers yang saya cintai *apasih* #plakk
mian agak telat buat chapter ini hehe *sibuk* #bukk
oh ya lagu yang itu, aku harap readers ngerti meaningnya meskipun gak tau lagunya *yang nonton drakor Heart String pasti tau* wkwkwk :D
Mian juga kalo gaje or banyak typo *i’m not feeling well* hehehe
ya udah meskipun gaje aneh dll keep RCL ne^^
*bow*

32 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 4]

  1. pas Jinri nyanyi lagu itu, jadi keingat sama scene di Heartsring..!! Ikut sedih..
    Pasti dy nyanyiin itu untuk Woohyun..
    gara2 Woohyun sih yg sok gak peduli.. kasiian Jinri kan? Huuuuu… -___-
    Next part.nya dtunggu..
    Keep writing..~

    • hohoho benar itu scene yang paling mengesankan bagi aku juga makanya aku comot (?) sedikit
      wah jinjja ikut sedih?? padahal aku kira feelnya gak dapet :)

      hmm ya maybe untuk Woohyun wkwk
      iya tuh si Woohyun minta digetok *dukk#getok Woohyun*
      :D

      sipp deh tunggu ne :D gomawo nee :D

  2. Akhirnya keluar juga :D hehehehe..
    Yaaah… Pas mau YoonHae bersatu eh malah keluarganya Yoona nyuruh dia pulang ke busan >< huhuhu T-T gak tau apa aku lagi seneng :( hehehehe… Nasibnya donghae kasihan mulu -___-.. semoga tambah tabah ya dia ^^
    Lanjut yaa author! cepet dipost next partnya okeee? :D aku suka FF ini ^^

  3. Eonnie, pas bagian Sulli rasanya nyesekkk banget X(

    Duh, Gikwang kasiaaaan bangeeet… Oh nooo TT.TT

    Secret Admirer-nya Jiyeon itu Joon kan? :D

    Yah, Minho payah ah! *jitak Minho* masa mau ngomong Johahae aja gabisa?? Iiish *gigit Minho, biar ketularan virus sarap* XDD

    Kalo baca pas bagian Sulli ngasih syal ke Woohyun rasanya jadi inget sebuah FF yang bener-bener bikin nyesek >.<

    Pokoknya bagus banget Eon! d^^b

    Ten Thumbs Up! *??*

    Lanjut ne Eonnie :D

    • oh ya nyesek?? berarti feelnya dapet yak?? kirain gak lho *poor sulli* #plakk

      iya gikwang emang kasian #bukk *authornya sangat kejam* #dibunuh reader

      hohoho 100 buat saengie pinter deh xD

      hehehe iya kan si Minho tuh disini ceritanya rada labil (?) antara Soojung sama Jiyeon wkwkwk jadi kyk gitu #digampar Minho xDD

      oh yaa, aku ngambil scene itu dari drakor lho hehe, tapi kasian bener dah si sulli *author jahat* #plakk

      Gomawo!!! :D
      wah darimana aja tuh jempol *?* wkwkwk #plakk xD

      siip deh tunggu ne ^^

  4. YoonA balik dong… :(
    Jinyoung kurang ajar! Bsa”nya dia gituin saudaraku!!! #plaaakkk
    Aduh Jinri sama Wooyoung knp gk jadian aja sih??
    Ditunggu ya next chappienya!

  5. UNNI ITU SI XIA BEGITU BANGET YA *tereak pake toa pa ustad* #plakkkk *ditabok unni*
    tapi aku seneng akhirnya si xia muncul juga hihihihi :D

    kasian banget ya tuh sii jinri., aku aja yang baca ampe nangis 1 danau (?)

    lanjutkan unni aku udah kaga sabar woy!!! #plakkk *digampar unni lagi*

    • wkwkwk kemane aje lo*kumat* #plakkk
      iya emang gitu karakternya wkwkwk #digampar Xia xD

      waa masa?? wkwk berarti feelnya dapet yee kirain kagak lho ;)

      siip deh, eh saeng kamu OL facebook gak? mau minta pendapat hehe
      *secara kita kan duothor paling kece sedunia* #plakk wkwk :D

      eh itu foto baekhyun boleh kuambil gak? *knp nyambung ke baekhyun?* #bukk jedorr

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s