Someone Like You [4th Story/END]

Author : @HareTa_mi ( http://www.haretami.wordpress.com )

Casts : Donghae, Yoona, Kyuhyun, Seohyun, Donghwa, and others.

Genre : Romance, hurt, AU, Happy Ending

Rate : Parental Guide

Disclaimer: Story and Cover PURE MINE [TT]

Flashback : “aish… chagi cepat sedikit!” seohyun berteriak di telingaku dan aku tau teriakan itu untuk kyuhyun. Aku tentu saja tersentak dari tangisanku. Ia mengatakan ‘chagi’. Aku terdiam tidak lagi mengeluarkan air mata.

Aku masih menimbang- nimbang apa yang sebenarnya ku rasakan saat ini. dari dulu aku sudah merelakan kyuhyun dengan seohyun dan meskipun aku juga tidak berharap menjadi istrinya.

Iya, masalah ku sebenarnya adalah ibuku. Bagaimana ini? kyuhyun tidak punya kembaran dan tidak ada yang wajahnya mirip dengan namja evil ini. tidak ada juga yang sejahil dia. Dan tidak ada namja lain yang menarik oleh ibuku!

Aish… berjuta- juta orang di dunia ini kenapa tidak satupun yang seperti dirimu CHO KYUHYUN!

Yoona Pov

Aku terus memberontak dalam hatiku. Mulutku terkunci rapat untuk mengatakan hal ini pada seohyun.  

Aku menundukkan kepalaku dan berusaha tenang. Apapun yang terjadi aku tidak mau tau lagi. Aku tidak ambil pusing, terserah bagaimana hidupku ke depan. Kalau aku harus bunuh diri kenapa tidak?

Lagian, menikah seperti permintaan ibuku tidak akan bisa ku penuhi. Aku tidak mencintai satu pun pria di dunia ini dan di luar sana juga tidak ada yang tertarik untuk menjagaku!

“Lee Dong Hae” ujar kyuhyun tiba- tiba dan aku langsung menegakkan kepalaku.

Kenapa dia bisa tau?
aish, babo… donghae kan dokter terkenal di seoul karena ketampanannya! Tentu saja banyak yang kenal dengannya! Pikirku lagi dan berusaha tidak berpikir melenceng.

“aish… tunanganmu itu! seharusnya ia dari dulu bisa merawat ibumu dan dirimu.” Ujarnya lagi tanpa memikirkan perasaanku sedikitpun. Ia sama sekali belum tahu bagaimana kepastian dari kalimatnya.

“dari mana kau tau namanya?” ujarku menghadangnya karena terlalu banyak kesalahan yang di perbuatnya sejak datang ke korea kemarin.

Bahkan dari dulupun ia selalu bermasalah denganku.

“tadi kami bertanya di lobby rumah sakit tentang tunanganmu. Setelah kyuhyun sebutkan ciri- cirinya dan dia dokter di bagian apa, ternyata namanya Lee Dong Hae” jelas seohyun dan aku semakin tercekat. Lidahku, mulutku, kulitku, bahkan tubuhku mati rasa mendengar hal itu.

Bagaimana caraku menebus semua ini kepada namja itu, donghae?

Padahal aku sudah berjanji akan menjelaskannya kepada kyuhyun tapi apa?

“memangnya apa yang kalian tanyakan kepada petugas rumah sakit?” tanyaku lagi karena aku yakin kondisi saat ini semakin memburuk dengan kehadiran dua manusia yang bukannya menenangkanku tetapi malah menambah beban saja. Terutama pria yang tengah menyetir ini, aish cho kyu hyun!

“permisi kami dari amerika. Kami mencari pasien yang terkena virus XP. Dia punya anak perempuan bernama im yoon ah. Dan kami mencari ruangan seorang dokter yang menangani pasien virus XP tersebut dan juga tunangannya im yoon ah! Itu yang kami kataan tadi. Dan ternyata petugas rumah sakit sedikit heran ketika ku akhiri kalimatku!” jelasnya sambil berdehem dan kembali melanjutkan.

“tanpa ba-bi-bu lagi akhirnya petugas itu memberi tahu kami kalau dokter yang tengah menangani virus XP hanyalah Lee Dong Hae. Tapi ia bilang dokter tersebut tidak pernah memberi tahu orang- orang di kantor tentang pertunangannya dengan putri pasien…”

“hentikan… ini semua konyol!” ujarku keras tidak tahan lagi dengan omongan kyuhyun yang sungguh bertele- tele.

“memangnya kapan aku berkata kalau dia tunanganku?” ujar ku keras sehingga ia dengan spontan menginjak rem. Mobilnya terhenti sehingga semua orang yang ada di dalam mobil ini jadi tersungkur ke depan. Tapi untunglah ada seatbelt sehingga tidak ada masalah.

“kyuhyun ssi, kau sungguh keterlaluan! Gara- gara omonganmu yang hanya asal menebak donghae jadi marah- marah kepadaku. Aku bukan tunangannya. Pacaran saja kami tidak pernah. Dan aku bertemu dengannya hanya karena dia dokter yang mengobati ibuku. Dan malam tadi yang menarikku masuk ke mobilnya adalah donghwa, kakaknya yang kenal baik denganku!” jelasku tidak sanggup lagi.

“jadi, chagi kau bilang mereka sudah bertunangan?” seohyun juga terkejut mendengar penuturanku. Ia tampak meminta pertanggung jawaban kepada suaminya.

“yoona ya, mianhe…” ujar kyuhyun pelan tanpa menatapku.ia tetap menatap jalan dan sekarang mobilnya sudah bergerak perlahan. Sejujurnya aku ingin turun tapi sms dari donghwa terus saja berdatangan sehingga aku tidak punya pilihan lain.

~*~

Donghae Pov

Aku sampai di lantai paling dasar di bangunan besar yang menampung semua orang –orang sakit ini. tadinya aku sudah datang ke kamar ibu yoona karena ku pikir dia masih disana, dan sialnya lagi seorang suster mengatakan kalau mereka sudah pergi.

Aku teringat untuk menelfon yoona agar dia segera datang kesini, mengingat aku juga menyimpan nomor handphone-nya dari data- data keluarga pasien yang ku dapat. tapi aku langsung mengurungkan niatku karena beberapa hal yang tidak bisa ku jelaskan di saat- saat seperti ini. aku yang tampak habis lomba maraton sekali lagi harus berlari menuju basement tempat dimana aku memarkirkan kendaraanku.

Aku menutup pintu mobilku dengan keras dan untung saja tidak menimbulkan masalah baru. Dengan sigap aku langsung keluar dari basement ini dan tidak lupa menekan layar GPS di mobilku. Aku segera memasukkan nomor handphone im yoon ah untuk melacak keberadaannya.

Detik berikutnya aku tepaksa memperlambat laju mobilku karena nomornya lagi- lagi tidak terlacak untuk saat sekarang karena jaringan ke nomornya sedang sibuk. Kemudian, Terdengar bunyi tit tit tit yang menandakan ada pemberitahuan di layar GPS ini. dari sana terlihat jelas 10 menit yang lalu Yoona mengangkat telefon saat ia sedang berada di sebuah cafe.

Aku memperbesar tampilan layar GPS tersebut dan terlihat jelas letak cafe tersebut yang tidak terlalu jauh dari sini.

~*~

Author Pov

Donghwa dari tadi terus saja mondar- mandir di lantai dasar rumah sakit. Sekarang ia malah berdiri di ambang antara ruang dalam dan luar. Ia berdiri di pintu dan terus menatap jalan dengan hati yang sangat resah.

“yoona ya, mianhe… aku tidak tau sebelumnya kebenaran dari perkataan kyuhyun” ujar seohyun sambil menepuk- nepuk bahu sahabatnya. Kyuhyun hanya diam mengutuki kesalahannya. Ia tampak tidak ingin lagi berbicara karena takut ada lagi masalah yang akan di perbuat oleh mulutnya.

“sudahlah…” ujar yoona sedikit masam karena tampak garis muka kesal yang terus ditampilkannya sedari tadi.

“tapi,” ujar kyuhyun tanpa disangka- sangka oleh siapapun. Karena yoona dan seohyun berpikir kalau kyuhyun sudah menyadari kesalahannya dan tidak ingin lagi banyak bicara. Tapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.

“kau tidak menolak tentunya jika menikah dengan dokter tampan bernama Lee Dong Hae itu!” ujar kyuhyun lebih parah dari yang sebelumnya. Padahal cukup kata- katanya di rumah donghae tadi pagi itu untuk membuat yoona kesal dan sekarang, bukannya malah berhenti tapi ia semakin mengacaukan pikiran yoona.

“haa… ne, ne… aku juga setuju kalau seandainya dokter itu melamarmu dan kalian menikah. Dan yoona, pasti hal itu sangat unik karena suamimu seorang dokter begitu juga dengan dirimu. Kita punya suami yang sama- sama bekerja sebagai dokter!” ujar seohyun yang sekarang jadi mendukung perkataan suaminya. Padahal detik sebelumnya ia lumayan marah dengan suaminya yang asal mengarang situasi.

“itu pun kalau dia mau denganku…” ujar yoona menunduk dan ia tidak lagi marah. Wajahnya sangat lemas jika ada seseorang yang mengatakan tentang dokter itu. yoona tampak mulai pasrah dengan keadaannya. Ia tidak tau harus mencari kemana lagi. Entah donghae mirip dengan kyuhyun ia tidak dapat membandingkan keadaan itu sekarang. Mungkin soal pekerjaan memang sama, dan masalah ia orang baik atau tidak, ya mungkin bisa di loloskan di daftar orang yang lumayan baik untuk ukuran orang yang belum lama dikenal. Kalau masalah ibunya, mungkin ibunya bisa saja menerima donghae yang juga sudah mengobatinya selama ini. masalah yoona sendiri, ya… ia sudah tidak mau ambil pusing lagi. Semuanya mungkin ia serahkan kepada tuhan yang kalau memang donghae jodohnya, dan sedikit mendekati kyuhyun seperti tipe ibunya. ya, sekarang yoona hanya menunggu tentang takdir yang akan berpihak baik kepadanya atau sebaliknya.

“tapi, barusan… kenapa kalian berpelukan?” tanya kyuhyun yang kurang konsistenuntuk bertanya.

“ahhh… tanda- tanda apa kalau begitu? Memangnya selama ini ada, dokter yang menenangkan keluarga pasiennya dengan memeluk tubuh keluarga pasien seperti itu?!” tambah seohyun sedikit menggoda.

“aku tidak tau!” cetus yoona.

“ah, ayo lah, im yoon ah hari ini kau bersikap baiklah kepadanya! Kau harus ingat ini permintaan ibumu!” kyuhyun tersenyum jail ke arah yoona dan akhirnya ia pun mematikan mesin mobilnya. Tampak mereka sudah sampai di basement rumah sakit.

Yoona tampak terpaku dengan kalimat terakhir temannya. Permintaan ibunya? permintaan terakhir! Ya, semua itu sekarang tergantung pada dirinya, donghae dan sang pencipta. Kecuali muncul seseorang yang sangat mirip dengan kyuhyun (sifat dan pekerjaanya) dan tiba- tiba menyatakan cintanya kepada yoona sebelum ibunya benar- benar pergi. (?)

Ah, ahni. Itu terlalu mustahil untuk terjadi.

“im yoon ah,” panggil donghwa sambil melambai- lambaikan tangannya. Namja itu tampak berlari ke arah yoona.

“ah, bukankah itu lee dong hae?” tanya kyuhyun menatap yoona.

“aish.. ahni. Itu kakaknya , donghwa. Babo” sergah yoona dan kemudian ia langsung menatap donghwa mengisyaratkan langsung saja menjelaskan mengapa memanggilnya.

“jeongmal mianhe” ujar donghwa tertunduk dan yoona tidak kalah terpaku. Apakah artinya semua ini?

~~**~~

Donghae sampai di cafe yang di carinya melalui GPS tadi.

“im yoon ah” teriaknya kepada seorang yeoja yang duduk membelakangi. Dan dari belakang tampak yeoja itu mirip sekali dengan yoona.

“ayo, ikut denganku…” ujar donghae dan ia langsung menghentikan apa yang dilakukannya. Ups…

“ah, mianhe. Aku salah orang” ujar donghae sedikit malu kemudian ia langusung mencari yoona ke setiap sudut ruangan. Tapi hasinya nihil. Yoona sudah pergi dan tidak mungkin masih ada di cafe itu.

“ah, sial… dia ternyata sudah pergi.” Gerutu donghae sambil mengacak rambutnya.

Two weeks later ~~

Yoona Pov

Aku sudah membulatkan tekad-ku sekarang. Aku tidak akan menetap di korea. aku memilih ikut dengan kyuhyun dan seohyun ke amerika. Meskipun hal ini sedikit aneh, tapi aku tidak akan tinggal di rumah kyuhyun dan seohyun. Aku akan memulai kehidupan baruku di sana. Hidup sendiri tanpa ibuku meskipun ia menemaniku dari atas sana tapi tetap saja aku sendirian di dunia nyata. 2 minggu sudah cukup bagiku untuk melupakan semua yang ada di korea. aku akan melupakan kehidupan masa laluku. Aku akan melupakan ibuku yang sudah pergi. Melupakan teman- temanku dan melanjutkan sekolah kedokteran di amerika. Aku akan melupakan donghwa dan donghae. Dua orang yang sangat baik tapi berakhir menyedihkan untukku.

Hanya donghwa yang datang ke acara pemakaman ibuku waktu itu. donghae tidak tampak sedikit pun dan tidak pernah lagi bertemu denganku. Jangankan akan menyatakan cintanya atau melamarku, menemuiku saja ia tidak pernah lagi. Mungkin ia merasa gagal atau berasalah karena tidak bisa menyelamatkan ibuku.

Aku cukup terpuruk dengan keadaan itu. seharunya donghae atau donghwa bisa membantuku untuk tetap tinggal di korea. tapi, nyatanya aku memang tidak memiliki daya tarik sedikitpun. Mereka tidak menyukaiku dan itu tidak akan mungkin terjadi. Mereka baik padaku karena kebetulan waktu itu aku butuh. Hanya sebatas itu dan mungkin hanya untuk menunjukkan sikap saling membantu sesama.

“yoona ya, kau yakin akan pergi sekarang juga?” tanya kyuhyun lagi ketika ia membantu menaikkan semua koperku ke dalam bagasi mobil sewaannya.

“ne” ujarku yakin tanpa keraguan. Tidak akan ku tunggu disini. Donghae tidak akan datang. Semua itu mustahil, semua itu tipuan!

“apa ada lagi yang ketinggalan?” tanya seohyun memastikan.

Author Pov

“ahni”

“baiklah, ayo kita pergi”

Mobil mereka pun melesat menuju bandara incheon.

“aw… tinnnnn” kyuhyun langsung menekan klakson mobil dalam- dalam dan menginjak rem sekuat tenaganya karena tiba- tiba saja ada seseorang di depan mobilnya. Ia kembali berhenti sedangkan yoona dan seohyun hampir tertunduk ke depan karena rem mendadak.

“mianhe” ujar namja itu kemudian membuka hoody mantelnya dan sekarang wajah tampak dengan jelas.

“kkkau” ujar kyuhyun pelan.

“maaf, aku mengganggu perjalanan kalian” ujar donghae sopan dan yoona langsung keluar.

“ada apa?”

“kau akan pergi?”

“ne”

“baiklah. Jaga dirimu baik- baik. Maaf aku tidak bisa hadir saat pemakaman ibumu! Aku kebetulan di panggil atasanku ke amerika, ada sedikit urusan waktu itu!” ujar donghae datar dan cukup sedih dengan kepergian yoona.

“aku akan pergi ke amerika bersama kyuhyun dan seohyun. Terima kasih sudah berusaha mengobati ibuku selama ini! Baiklah aku pergi, selamat tinggal!” ujar yoona cepat dan kembali masuk ke dalam mobil. Yoona pun mengisyaratkan kyuhyun untuk segera berangkat menuju bandara.

Fiuhhh…

Hembusan angin yang kencang langsung menerpa wajah donghae ketika mobil yang di bawa kyuhyun melesat pergi meninggalkannya. Namja itu masih berdiri kaku di depan rumah yoona. Ia tidak habis pikir kalau yoona seketus itu. Ia yakin yoona masih marah dengannya, tapi mau bagaimana lagi! Mungkin ia pergi ke amerika karena ia ingin hidup tenang dan bahagia di saja.

~~**~~

Donghae Pov

Sekarang apa? Benarkah aku tidak suka dengannya? Tidak sedikitpun aku memiliki perasaan kepadanya? Tanyakupada hatiku karena sampai sekarang kakiku tidak beranjak dari jalanan di depan rumah yoona. aku masih memegang kunci mobilku yang mobilnya ku parkir tidak jauh dari rumah yoona. aku merasa kakiku ingin sekali berlari dan mengejar yoona. Tapi, seperti ada sebuah paku yang berhasil menyatukan kakiku dan jalanan aspal. Aku tidak tau apa yang harus ku perbuat.

Ah, ayolah Lee Dong Hae, kau akan membiarkannya pergi? Lalu permintaan ibunya?

Aku tersentak kaget ketika mengingat ibunya. Permintaan ibunya! Itu permintaan terakhir? Dan bagaimana dengan diriku sekarang?

~~**~~

Author Pov

Donghae memacu kendaraannya mengikuti jalan yang menuju ke bandara internasional incheon. Ia merasa tubuhnya kurang seimbang karena sedari tadi ia sering rem mendadak dan tubuhnya juga terhuyung kesana- kemari gara- gara kecepatan mobil yang selalu di tambahnya.

Donghae sampai di incheon dan ia langsung berlari terhuyung- huyung di tengah manusia- manusia yang sibuk menarik koper mereka. Namja itu terus mempertajam sudut matanya agar ia bisa menemukan yoona sebelum gadis itu benar- benar terbang ke amerika.

Kemudian donghae teringat kalau salah seorang temannya memegang jabatan yang cukup penting di perkantoran bandara incheon. Dengan setengah berlari, namja itu langsung masuk ke pintu kantor yang sebenarnya hanya boleh di masuki oleh pegawai. Donghae langsung menemui temannya, Rin Yuan.

“Yuan Ah” seru donghae dengan nafas yang sedikit tersenggal- senggal.

Sesaat yeoja yang di panggil yuan itu langsung menengadah ke sumber suara.

“Lee Dong Hae?” tunjuknya ke arah namja yang tadi memanggilnya.

“cepat bantu aku! Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya lebih panjang. Kau harus membawaku ke ruangan info suara dan biarkan aku mengumumkan sesuatu karena aku mencari seseorang di bandara ini!” jelas donghae to the point dan Rin Yuan langsung mengerti dengan situasi ini. Dengan segera ia mengisyaratkan temannya untuk mengikutinya ke ruangan sound system.

“berbicaralah” perintah yuan dan donghae langsun meraih microphone itu. Ia menatap yuan dan berusaha mengucapkan terima kasih melalui tatapannya. Yuan hanya menunggu apa yang akan di katakan temannya.

“IM YOON AH, AKU LEE DONG HAE. AKU MENCARIMU, MENIKAHLAH DENGANKU!”

Semua orang yang sibuk berlalu lalang di lingkungan bandara langsung menfokuskan telinga mereka begitu sebuah suara mulai di lantunkan dari arah speaker. Aktivitas semua orang di tempat itu seakan terhenti dengan perkataan donghae yang menghentikan ruang dan waktu. Donghae mengakhiri kalimatnya dan seketika orang- orang yang berlalu- lalang di bandara kembali sibuk dengan urusan mereka. Meskipun ada sebagian yang masih bertanya- tanya tentang siapa itu im yoon ah? Siapa lee dong hae? Dan kenapa meminta seseorang untuk menikah di bandara seperti ini?

Yoona mematung dirinya begitu ia mendengar dengan jelas dan suara itu juga tidak asing lagi di telinganya. Namanya keluar dari speaker diiringi dengan nama sesosok lee dong hae. Yoona tau persis itu suara lee dong hae, tapi benarkah ini? Donghae sampai memintanya untuk menikah di tempat seperti ini? Semua orang ada disini. Orang penting sekalipun kemungkinan ada disini. Orang luar negeri, turis- turis yang berjalan- jalan ke korea mendengar hal semacam ini? Semua orang mendengar namja bernama lee donghae meminta yeoja bernama im yoon ah untuk menikahinya?

Ah, konyol dan memalukan sekali. Pikir yoona masih tetap tidak percaya kalau donghae melamarnya melalui sebuah mikrophone di center info, bandara internasional incheon. Padahal tadi sebelum ia pergi namja itu menemuinya tadi, dan mengapa tidak mengatakannya sedari tadi?

“APA- APAAN INI?” teriak yoona keras dan semua orang langsung menoleh melihatnya. Yoona langsung menunduk dengan sekarang merasa begitu malu. Ia yakin, pasti semua orang berpikir kalau gadis yang bernama im yoon ah, yang baru saja di serukan namanya melalui alat pengeras suara tadi adalah dirinya.

~~**~~

EPILOG

3 years Later

“im yoon ah!” seru seorang yeoja yang tampak tersenyum manis ke arahnya. Gadis yang di panggil yoona membalas senyuman dan pelukan dari yeoja itu. Kemudian dari arah yang sama dengan yeoja yang menyerukan nama yonna tadi datang seorang namja tinggi tegap sambil menggendong seorang anak.

“kyu?” panggil yoona sambil melepaskan pelukannya dari seohyun.

“Cho Yu Rin” gumam seorang namja yang berwajah sangat cerah di samping yoona.

“Yurin ah, ini Donghae Adjushi dan Yoona Adjhuma! Ayo, bersalaman.” ujar kyuhyun kemudian mendekat ke arah yoona dan donghae. Namja itu menurunkan gadis kecil yang di panggil Cho Yu Rin oleh donghae tadi. Kemudian dengan sopan gadis itu mencium tangan yoona dan donghae.

“annyeong, adjushi, adjhuma!” sapa gadis yang tingginya hanya 2 kaki orang dewasa itu sambil membungkukkan setengah badannya.

“annyeong Yurin, kau sudah besar ya!” balas yoona sambil memasang senyum tulus dan bahagia melihat wajah Cho Yu Rin.

“eomma, bukankah eomma mengatakan kalau aku akan mendapatkan teman atau adik kecil ketika kita pindah ke korea? Mana dia?” tanya Yurin ke arah seohyun dan ia masih sibuk menerobos setiap orang yang berlalu- lalang untuk membuktikan omongan ibunya.

“ah, eomma kan tidak bilang sekarang! Hanya kemungkinan!” balas seohyun apa adanya kemudian ia langsung menatap donghae dan yoona.

“kalian berdua! Ini sudah 3 tahun” erang seohyun jengkel dan kyuhyun mencoba mengejar Yurin yang dari berlari kesana- kemari.

“ah, masalah itu. Mungkin tahun ini!” jawab donghae ringan dan ia langsung menggaruk kepalanya karena memang biasanya ia akan bersikap seperti itu.

“ne, kau kan tau aku juga jadi dokter dan donghae oppa juga. Jadi kami memutuskan fokus karir untuk 3 tahun ini. Dan setelah itu, semuanya akan kami rencanakan!” ujar yoona tetap santai dan tersenyum sekilas ke arah suaminya, Lee Dong Hae.

“ah, padahal aku sudah janji mengenalkan Yurin seorang teman yang juga anak dari dokter di korea!” timpal kyuhyun sedikit melemas dan sekarang ia sudah menggendong Yurin agar tidak berlari- lari lagi.

~~**~~

12 Years Later

“Lee Dong wook, Chukkae!” teriak sebuah suara dari gadis SMP yang menyandang tasnya dan berlari ke arah siswa bernama Yoonhee.

“ah, noona. Gomawoyo” balas dongwook sambil membungkukkan badannya ke arah Yurin.

“kajja, kau harus mentraktirku es krim!” pinta yurin sambil memandang amplop yang di pengan dongwook. “itu pasti hadiah atas kemenanganmu dalam lomba menulis tadi kan?” timpal Yurin sambil menyeringai .

“ah, noona tau saja. Ayo, mumpung appa dan eomma-ku di luar negeri jadi tidak apa- apa makan es krim sekali- sekali!haha, kajja! ” ajak dongwook kemudian ia berjalan bersama Yurin menuju kedai es krim.

Yurin, 3 tahun lebih tua darinya. Yurin sekarang sudah hampir menamatkan pendidikannya di SMP sedangkan Dongwook baru saja memulai pelajaran di sekolah menengah pertamanya.

Meskipun terpaut usia 3 tahun, tapi mereka tetap akrab dan berteman baik. Terlebih karena orang tua mereka yang juga akrab sedari dulu.

~~**~~

Tulisanku, Lee Dong Wook

“Cara Appa melamar Eomma”

……………….

__Penghargaan untuk karya paling unik dan kreatif__

Yoona dan donghae saling bertatapan ketika mereka selesai membaca cerpen buatan anak mereka yang mendapatkan juara pertama di sekolahnya. 1 minggu setelah perlombaan itu, barulah yoona dan donghae dapat membaca karya anak mereka yang katanya banyak disukai guru- guru dan temannya di sekolah.

“eomma, appa, bagaimana? Apa kurang romantis?” tanya Dongwook ringan tanpa perasaan berdosa atau setidaknya membuat orang tuanya menjadi malu.

“DONGWOOK, KAU MENDAPATKAN PENGHARGAAN PERTAMA UNTUK CERITA SEPERTI INI!”

“hehe, nde! Mungkin aku akan menyatakan cinta kepada Yurin noona dengan cara yang sama nanti!” jawab Dongwook sambil tertawa tipis ke arah orang tuanya.

“YAK, LEE DONG WOOK,” teriak yoona dan dongwook sudah berlari ke kamarnya sebelum ia di pukul ibunya karena cerpen asal- asalan yang dibuatnya.

“DONGWOOK!!!” tambah donghae dengan ekspresi yang jengkel tetapi sesaat kemudian ia langsung tertawa bersama yoona.

“kita booking Yurin untuk Dongwook besar nanti,haha”

^_^

_END_

Epilognya menlenceng? Terlalu cepat alurnya? ne, mianhamnida! ^^

Oh ya, maaf cuman sampe 4 chapt, krna ide awalnya ini oneshoot loh, tpi ga mgkin 40 pages d jdiin satu ^^, hehe dan donghwa’s side? Hm, dari awal donghwa itu cuman cameo tapi terlanjur banyak di kasih peran sampe” ada yg bilang ini cinta segitiga juga!

Oke, sampe disitu ceritanya. WRITER BLOCK IN THIS STORY NOW. L

Hm, terima kasih untuk readers setia yang sudah baca ini dari awal sampai akhir. Meskipun tidak semuanya yang bisa berkomentar atau ngasih saran yah mau gimana lagi, memang hanya sebagian yang merasakan kalau membuat ff itu tidak mudah. ‘O’

Hm,Gomawo, untuk readers yang bermurah hati memberikan kritikan dan kadang- kadang salah ketik bilang “keren” selama ini! Hehe, ^^v Karena, tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain membaca komentar- komentar readers yang menenangkan perasaan author dan bikin semangat lagi!. Hihihi ^^

Oke, mari lanjut ke ff Slow But Sure. dan author juga mw meneruskan utang- utang ff yang lama- lama jadi numpuk di wp author,, hehe ^^

__JEONGMAL GHAMSAHAMNIDA__

17 thoughts on “Someone Like You [4th Story/END]

  1. hahaha lucu sekali dongwook
    penasaran ma cerita yg dibuat dongwook >,<
    nice ff thor
    ditunggu karyamu yg lain ;)

    • hehe lucu ya? beneran? kkkkhhh,,
      hm, rncana iya sh author mw buat sdkit crpen yg d buat dongwook itu, tpi byangan author readers smua psti udh tw inti isi tulisan dongwook itu apa, jd d byangin aja y. hehe, :D
      gomawoyo udh baca dan komen
      pengganti S.L.Y ini ada Slob But Sure ^_^

  2. wkwk masa orang di booking.haha :D
    tapi ada yang aku ngga ngerti, ko tadi ada Yoonhee, salah ketik ya. Aku jadi bingung ^^
    sequel pas nikah sampe punya anak nya dong.hehe :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s