PROTECT MY GIRL chapter 3

PROTECT MY GIRL

Main cast :

Nickhun
Victoria
Leeteuk
Seohyun
Kang Sora
Jung Yong Hwa

                 

Other Cast :

Donghae
Yang Yeosob
Lee Gikwang
Kevin Woo
D.O (EXO-K)
Chanyeol (EXO-K)
L (Kim Myeongsoo)
Taecyeon
Yoona
IU
Suzy
Kyuhyun
Choi Minho
Krystal

                                  

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : PG-15

Desclaimer :

semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

Author note :

yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

“bagaimana mereka sudah pergi?” tanya Victoria lirih, “sudah” ucap Nichkhun lalu dia membuang satu bungkus sampah lagi ke tempat sampah dan mengenai Victoria lagi, “heh, gak lihat apa ada orang disini?” bentak Victoria, “lihat, memangnya kenapa?” tanya Nichkhun, “kenapa kamu membuang sampah kesini?” ucap Victoria, “lho inikan tempat sampah, berarti saya membuang sampahnya disini, iya kan?” timpal Nichkhun, Victoriapun terdiam dan melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan sampah, “bener juga yah, eh tapi gak begitu juga kali caranya” ucap Victoria, “maksud mu?” tanya Nichkhun, “kamu kan lihat aku di sini setidaknya kamu tunggu aku keluar dari sini sebelum kamu membuang sampah!” jelas Victoria, “Siapa suruh mengumpat disitu salah sendiri” ucap Nichkhun, “isshh” gumam Victoria memicikan matanya dan menghentak-hentakan kakinya, “ah sudahlah aku sedang tidak punya waktu berdebat dengan kamu, aku masih banyak kerjaan” ucap Nichkhun membalikan badannya

“heh tukang sampah” teriak Victoria kepada Nichkhun, Nichkhun yang mendengarnya menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, “kamu sendiri apa?, tong sampah!” ucap Nichkhun sambil tersenyum sinis dan kembali masuk ke dalam restorant, “heh tunggu du…..” ucapan Victoria terpotong karena dia mendengar ponselnya berdering, “halah siapa lagi nih” ucap Victoria mengambil ponselnya, di layar ponsel tertera nama L oppa, dia langsung mengangkatnya, “yeoboseyo” ucap Victoria mengangkat pangilan, “kamu dimana kenapa lama sekali?” ucap L di seberang sana, “oh iya ini aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana, tunggu sebentar, sebentar lagi juga mau sampai” balas Victoria, “ok, aku tunggu” timpal L lalu menutup teleponnya, “hah, awas saja tukang sampah, tunggu saja pembalasannya” gumam Victoria sambil meremas-remas kedua tangannya.

*********************************

Nichkhun kembali ke restorant dengan memasang muka lesu, “kenapa oppa?” tanya Suzy sambil memiringkan kepalanya, Nichkhun tidak membalasnya, dia malah pergi ke toilet

“bagaimana makanannya enak?” tanya Seohyun memasang muka manis, “wah tampannya namja satu ini, membuat hati ku melt, oh Tuhan, apakah dia malaikat yang ‘KAU’ turunkan untuk menemani ku?” ucap Sohyun dalam batin, “Seohyun?, ada apa?” tanya Yong Hwa membuyarkan lamunan Seohyun, “ah enggak” ucap Seohyun menggelengkan kepalanya, “toilet dimana yah?” tanya Yong Hwa, “toilet? ntu-tuh di sana” ucap Seohyun sambil menunjuk-nunjuk kearah toilet, “memangnya mau ngapain?” tanya Seohyun, “mau makan” balas Yong Hwa, Seohyun yang mendengarnya begitu kaget, Yong Hwa yang melihat ekspresi Seohyun itu tersenyum, “ya mau cuci tangan lha, itu hanya bercanda” ucap Yong Hwa sambil tersenyum, Seohyun yang melihat Yong Hwa tertawa itu terkesima sampai melongo, “aku ke toilet dulu yah” ucap Yong Hwa pergi ke toilet

**********

“kamu sudah selesai?” tanya Seohyun, “sudah, emm kamu ada waktu?” tanya Yong Hwa, “waktu, oh aku akan mempunyai banyak waktu untuk kamu seorang” ucap Seohyun terkesima, Yong Hwa tersenyum “gaja!!!” ucap Seohyun meraih tangan Seohyun, “mau kemana????” tanya Seohyun, lalu mereka berdua pergi ke sebuah taman, “Seohyun, sejak pertama berjumpa dengan mu hatiku begitu berdebar-debar saat berada di sisimu” ucap Yong Hwa, “Yong Hwa-ah aku juga demikian ingin rasanya aku dapat memandangimu, memelukmu erat-erat selamanya” balas Seohyun, lalu mereka berdua berpelukan mesra.

“Seohyun???, kamu tidak apa-apa?” tanya Yong Hwa melambai-lambaikan tangannya di depan muka Seohyun, sontak Seohyun kaget, “ah enggak, enggak apa-apa kok” ucap Seohyun mati gaya, “ah ternyata itu hanya hayalanku saja” batin Seohyun, “emm sekarang sudah terlalu siang, aku ke kantor takut ketahuan sama manager personalia bisa tamat riwayatku” ucap Yong Hwa sambil melihat jam tangannya, “oh iya, lain kali mampir lagi yah” jawab Seohyun, “oh ne” timpal Yong Hwa pergi keluar dari restoran, “ahhh….” gumam Seohyun sambil memberantaki rambutnya, “kamu terlalu banyak menghayal Seohyun, makannya susah cari namja” lanjut Seohyun

***********************************

“wah sering-sering dong direktur makan siang diluar seperti ini” ucap Gikwang yang keluar dari salah satu restoran bersama Leeteuk, “ok, tapi gaji mu di potong yah” timpal Leeteuk, “yah kalau begitu lebih baik tidak usah” balas Gikwang, lalu mereka pergi ke mobil, saat di perjalanan menuju lokasi mobil, Leeteuk di tabrak oleh seorang anak kecil yang lari, “maaf tuan, maafkan saya” ucap anak tersebut sambil menundukkan kepalanya, “Yeun Se kamu tidak apa-apa?” tanya seorang wanita seumuran Leeteuk, “jangan lari-lari dong” lanjut wanita tersebut, “maafkan Yeun Se tuan, dia tidak sengaja”, “ah tidak apa-apa” ucap Leeteuk tersenyum, “lain kali dengarkan apa kata eomma mu yah” lanjut Leeteuk sambil mengusap-usapkan kepala anak tersebut, “tapi tuan” ucap wanita tersebut terpotong, “sudah tidak apa-apa” potong Leeteuk yang langsung masuk mobil dan pergi menuju gedung BN company, “hah tuh kan gara-gara kamu, seongsaengnim dianggap eomma kamu, masih perawan begini dianggap sudah mempunyai anak” ucap Sora merapikan rambutnya, “tapi seongsaeng suka kan, punya anak sepertiku?” ucap anak tersebut, Sora menghela nafas, “sudah ayo kita kembali ke sekolah, jam istirahat sudah habis” balas Sora, lalu mereka berduapun pergi ke sekolah.

******************************

“sekretaris Jung habis darimana saja?” tanya sekretaris Park, “oh sekretaris Park saya pikir siapa, habis cari direktur tapi belum ketemu juga” jawab Yong Hwa, “emm ngomong-ngomong ada apa mencariku?” lanjut Yong Hwa, “oh tadi sekretaris Jung di panggil oleh presdir” jawab sekretaris Park, “di panggil presdir?” ucap Yong Hwa kaget, “ada apa presdir mencariku?” lanjut Yong Hwa, “entahlah” jawab sekretaris Park, “kalau begitu aku ke ruangan presdir dulu yah” ucap Yong Hwa yang langsung pergi ke ruang presdir.

****************************

“Selamat siang presdir” sapa Yong Hwa masuk kedalam ruang presdir, “silakan duduk” timpal presdir, “ada apa presdir mencari saya?” tanya Yong Hwa, “seperti biasa, kamu sudah menemukan direktur mu?” tanya presdir, “maaf, saya masih belum berhasil menemukan direktur” jawab Yong Hwa sambil menundukan kepalanya, “oh sudah aku tebak” balas presdir, “apa kamu lelah dengan pekerjaan ini?” tanya presdir, seketika itu pula Yong Hwa bagaikan disambar petir setelah presdir berkata seperti itu pikiran yang ada di benak Yong Hwa adapa pemecatan, “tidak presdir” ucap Yong Hwa gugup, “tidak usap gugup, saya tidak akan memecat karyawan segiat seperti mu” ucap presdir lalu tertawa kecil, Yong Hwa menghela nafas dia merasakan angin segar meniup otaknya memadamkan api ketakutan, “apa ada lagi?” tanya Yong Hwa, presdir menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya, “kalau begitu saya permisi terlebih dahulu, saya mau melanjutkan pekerjaan saya” ucap Yong Hwa meninggalkan ruangan presdir.

******************************

Yong Hwa duduk menyandarkan tubuhnya ke kursi kerjanya, “apa tadi itu direktur?” gumam Yong Hwa mendengak keatas dan menggeserkan kursi kerjanya ke kanan-ke kiri

# FLASS BACK #

saat Yong Hwa sedang membasuh mukanya di wastafel, dan saat sedang mengelap mukanya dan melihat ke cermin dia tanpa sengaja melihat seorang pria keluar dari salah satu pintu toilet yang ada, tetapi sayangnya Yong Hwa tidak melihatnya begitu jelas karena pria tersebut memakai topi

# FLASS BACK END #

“ah masa direktur bekerja seperti itu, memangnya dia merelakan semua fasilitas yang telah direktur terima?” ucap Yong Hwa berusaha menyangkal apa yang dia pikirkan, “hah lebih baik untuk memastikannya, nanti sehabis kerja aku datang ke restoran itu saja” lanjutnya, lalu Yong Hwa melanjutkan pekerjaannya

*****************************

“hah akhirnya sudah sore, saatnya kita santai” ucap Donghae membentangkan kedua tangannya, “heh oppa, bersih-bersih dulu, baru santai leha-leha” ucap Suzy, “ah kamu Suzy, pintar sekali kalau merusak suasana gembira” keluh Donghae cemberut, “ih marah, kekanak-kanakan” gumam Suzy, “aku pulang dulu, masih ada acara” ucap Nichkhun sambil membenarkan posisi tas ranselnya itu, “heh Nichkhun beres-beres dulu, jangan main nyelonong pulang gitu, aku aja di tergur sama nih-nih yeoja satu ini” ucap Donghae sambil melirik kearah Suzy, Suzy yang melihatnya memanyunkan bibirnya ke arah Donghae, “ah silakan kalau masih ada acara biar Donghae oppa yang membereskan ini semua” ucap Suzy, Donghae yang mendengarnya melongo, “gomawoyeo” balas Nichkhun lalu dia berlalu pergi ke luar restoran, “eh oppa untuk kali ini bersihin sendiri yah, aku juga ada urusan, jadi mau pulang cepat, semangat, HWAITING!!!” ucap Suzy pergi menyusul kepergian Nichkhun, “heh Suzy cepat kembali” teriak Donghae, “OGAH” ucap Suzy yang langsung lari secepat mungkin, “huh, awas kamu Suzy, tiada hari esok untukmu, tunggu saja nanti” gumam Donghae hambil mententengkan tangannya di pinggang, akhirnya Donghae membersihkan restoran itu sendirian, beberapa puluh menit kemudian akhirnya Donghae selesai memberereskan restoran tersebut. “akhirnya kelar juga, waktunya santai” ucap Donghae menutup pintu restoran, disaat Donghae akan melangkah kakinya pulang tiba-tiba ada mobil datang, ternyata itu adalah mobil Yong Hwa, “direktur tunggu sebentar” ucap Yong Hwa mendekati Donghae, “yah ada apa?” tanya Donghae membalikan badan, “oh maaf saya salah orang” ucap Yong Hwa, “oh tidak apa-apa” jawab Donghae lalu pergi meninggalkan Yong Hwa sendirian, “tuhkan bukan direktur, hah ternyata sia-sia datang kemari” gumam Yong Hwa, ternyata Donghae mendengarkan apa yang di ucapkan Yong Hwa tetapi dia tidak menanggapinya.

**********************

“hah, capeknya hari ini, setelah pulang langsung bersantai ria dah, hah” ucap Donghae berjalan menuju apartementnya, dari kejauhan terdapat seorang wanita sedang membawa barang-barang bawaannya yang besar-besar, sampai – sampai dia terjatuh, sontak Donghae yang melihatnya langsung lari mendekatinya untuk menolong wanita tersebut. “wanita itu tidak boleh membawa barang seberat ini!” ucap Donghae menolong wanita tersebut, “gomawoyeo atas bantuannya” ucap wanita tersebut, “cheonmaneyo, eh perkenalkan Donghae imnida” balas Donghae, “Yoona imnida” timpal Yoona, “mau dibawa kemana barang sebanyak ini, habis pindahan yah?” tanya Donghae, “yah, saya baru pindahan, dan barang ini mau di bawa ke apartement ini!” balas Yoona menunjukan salah satu pintu apartement, “apartement ini?” tanya Donghae yang masih membawa barang bawaan Yoona, “iyah memangnya kenapa?” tanya Yoona, “ah enggak berarti aku dan kamu sebelahan dong, karena apartement aku di sini” ucap Donghae sambil menunjuk apartemennya, Yoona hanya menganggukkan kepalanya saja dan membulatkan mulutnya, “yeah, ada Yeoja yeppo di sebelah, dapat aku godain nih, siapa tau dia jodoh ku” gumam Donghae dalam hati, dan sambil tersenyum, Yoona yang melihatnya kebingungan, “kamu kenapa Donghae-ah?” tanya Yoona, “ah enggak, enggak ada apa-apa” jawab Donghae yang terbangun dari dunia imajinasinya.

“gomawoyeo sudah bawa barang bawaan ku” ucap Yoona, “sama-sama, kalau begitu aku pamit pulang yah, see you” timpal Donghae, Yoona hanya melambaikan tangannya dan tersenyum.

Di saat Donghae mau masuk kedalam apartementnya dia melihat Suzy berjalan tertunduk menuju apartementnya, Donghae yang penasaran lalu menghampiri Suzy untuk membuat pembalasan atas perbuatannya tadi saat di restoran, “heh Suzy” teriak Donghae menghampiri Suzy, saat Donghae membalikkan tubuh Suzy dia mendapati Suzy sedang menangis, Donghae yang melihatnya jadi mengurungkan niatnya untuk membuat pembalasan kepada Suzy, “kamu kenapa?” tanya Donghae, Suzy tidak membalasnya dia hanya tertunduk sambil menangis, “hey-hey, jangan menangis dong kan jelek dilihatnya” ucap Donghae menghibur Suzy sambil mengelap air mata  Suzy dengan tangannya, “kamu kenapa, ayo bicarakan” tanya Donghae sekali lagi, “aku….. Aku oppa” ucap Suzy sambil menangis, “kamu kenapa?” tanya Donghae kebingungan, “aku, aku………………………..”

To be continued…………………………..

6 thoughts on “PROTECT MY GIRL chapter 3

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s