PROTECT MY GIRL chaptue 4

PROTECT MY GIRL

Main cast :

Nickhun
Victoria
Leeteuk
Seohyun
Kang Sora
Jung Yong Hwa

                 

Other Cast :

Donghae
Yang Yeosob
Lee Gikwang
Kevin Woo
D.O (EXO-K)
Chanyeol (EXO-K)
L (Kim Myeongsoo)
Taecyeon
Yoona
IU
Suzy
Kyuhyun
Choi Minho
Krystal

                                  

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : PG-15

Desclaimer :

semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

Author note :

yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

 

“heh Suzy” teriak Donghae menghampiri Suzy, saat Donghae membalikkan tubuh Suzy dia mendapati Suzy sedang menangis, Donghae yang melihatnya jadi mengurungkan niatnya untuk membuat pembalasan kepada Suzy, “kamu kenapa?” tanya Donghae, Suzy tidak membalasnya dia hanya tertunduk sambil menangis, “hey-hey, jangan menangis dong kan jelek dilihatnya” ucap Donghae menghibur Suzy sambil mengelap air mata  Suzy dengan tangannya, “kamu kenapa, ayo bicarakan” tanya Donghae sekali lagi, “aku….. Aku oppa” ucap Suzy sambil menangis, “kamu kenapa?” tanya Donghae kebingungan, “aku, aku dikeluarkan dari sekolah” ucap Suzy menundukan kepalanya sambil menangis, “hey jangan nangis dong, ayo masuk kedalam apartement dulu, kita bicarakan didalam” ajak Donghae

 

 

 

“memangnya kenapa, kamu sampai dikeluarkan dari sekolah itu, padahal kamu susah payah untuk masuk ke sekolah itu kan?” ucap Donghae, “itu karena, aku belum membayar biaya administrasi selama 3 bulan” jawab Suzy yang terus menunduk, “Suzy, jangan menangis terus yah, nanti muka manis mu ilang lho!” ucap Donghae berusaha menghibur hati Suzy, “terus aku harus bagaimana?, aku bingung” ucap Suzy, “besok kita bahas ini di restoran yah untuk memecahkan masalah ini” ucap Donghae, “hah, sudah malam jangan nangis terus nanti matamu bengkak, sudah sana tidur, aku juga mau tidur, jangan nangis lagi yah!” ucap Donghae sambil berjalan pergi

 

 

 

****************

 

 

 

Ke esokan harinya, banyak orang-orang sedang berkumpul di salah satu taman di Seoul, ternyata disana sedang ada street performence, dua orang laki-laki sedang menunjukkan bakat menarinya di depan khalayak umum dengan di iringi back sound *EXO-K History* D.O dan Chanyeol unjuk kebolehan, semua orang-orang yang melihatnya ikut larut dalam iringan music yang upbeat itu sehingga para penonton ikut menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama lagu tersebut, tak luput mereka juga melemparkan uang kepada dua laki-laki tersebut yang sedang menunjukan aksi kebolehannya itu, D.O dan Chanyeol sukses menggemparkan seluruh taman terbukti banyak uang yang terkumpul oleh aksinya tersebut, “dapat berapa kita kali ini?” tanya Chanyeol sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil, “hah cuman dapat sedikit” keluh D.O , “memangnya dapat berapa?” tanya Chanyeol, “dapat 1200 Won” jawab D.O tertunduk, “yah itu hanya cukup untuk bayar kos-kossan dan makan kita doang” ucap Chanyeol duduk di samping D.O, “hah kita mencari uang lagi dari mana?” tanya Chanyeol sambil minum air mineral, “kita harus kerja paruh waktu” ucap D.O santai, Chanyeol yang kaget menyemburkan air yang ada di dalam mulutnya, “kamu gila apa?” ucap Chanyeol kaget, “yah, aku memang sudah gila, aku gila karena susah untuk mencari uang untuk membayar administrasi sekolah yang mahalnya minta ampun” jawab D.O sambil memandang ke langit, “tapi kalau ketahuan pihak sekolah kalau kita bekerja paruh waktu, bisa-bisa kita di drop out” sambung Chanyeol, “maka dari itu kita harus mencari tempat kerja dimana tidak dijangkau oleh pihak sekolah” timpal D.O

 

***********

 

Nichkhun, Seohyun, Donghae, dan Suzy sekarang sedang menggerombol berkumpul di salah satu meja di restoran, “kenapa kamu bisa seperti itu?” tanya Nichkhun, “yah! itu karena masalah administrasi” jawab Suzy, “bukannya kamu di gaji setiap bulannya, kenapa bisa kamu tidak membayar biaya administrasi?” tanya Nichkhun, Seohyun yang mendengarnya memicikkan matanya ke arah Nichkhun seraya memberi tahukan bahwa perkataannya itu seharusnya tidak di ucapkan, “gaji ku tidak cukup untuk membayar itu semua” jawab Suzy yang kali ini menggeletakkan (?) kepalanya ke meja, Nichkhun yang melihatnyapun mengikuti tingkah Suzy, “minta aja gaji mu dinaikkan!” ucap Nichkhun santai, Seohyun yang mendengarnya menjitak kepala Nichkhun, “aww sakit Seohyun-ah” ucap Nichkhun bangun dari sandarannya sambil memegang kepalanya yang di jitak oleh Seohyun, “kamu boleh meminjam uang dari aku!” timpal Donghae, “yah kamu juga boleh meminjam uang dari ku” lanjut Seohyun, “aniyo!!!, aku tidak akan merepotkan kalian” jawab Suzy, “emmm ok, kalau kamu tidak mau itu, aku mau menaikkan gaji mu” ucap Seohyun, Suzy, Donghae dan Nichkhun yang mendengarnya kaget, “eeiittsss tapi gak semudah itu aku menaikkan gaji mu” ucap Seohyun yang kali ini di ikuti oleh senyuman penuh makna, “kamu harus bisa menggaet pegawai baru, kamu bisa?” lanjut Seohyun, “ya! aku bisa!” ucap Suzy semangat, “ok sekarang masalah sudah terpecahkan lanjut bekerja ada konsumen datang” ucap Seohyun, “Gaja!!!!” ucap semuanya semangat

 

****************

 

sementara itu di BN Company sedang diadakan rapat koordinasi, “presdir kenapa direktur Nichkhun belum kembali bekerja?, kalau seperti itu bagaimana perusahaan ini dapat maju” tanya seorang staff, “untuk itu sekretarisnya sedang mengusahakan untuk secepatnya menemukan dia” jawab presdir, “maaf menurut saya pembahasan ini menyimpang dari apa yang kita rencanakan sebelumnya” ucap Leeteuk berusaha mendinginkan suasana, “ah iya!” ucap para staff, rapatpun dilanjutkan, sementara itu di ruangan sekretaris, Yong Hwa menyandarkan kepalanya ke atas meja, dia begitu frustasi untuk menemukan direkturnya itu, “hai sekretaris Jung kamu kenapa?” tanya Gikwang, “oh kamu, ya! Kamu pasti sudah tau tanpa aku jawab!” ucap Yong Hwa mengangkat kepalanya lalu menundukkan kepalanya, “kasihan” ucap Gikwang meledek sambil menggelengkan kepalanya, “aisshh kau ini” jawab Yong Hwa memicikkan matanya.

 

*****************

 

“nah sekarang kalian sudah tahukan, kalau begitu kerjakan tugas ini ok” ucap L, “baik Seongsaengnim” jawab murid, L lalu keluar dari bedeng tempat dia mengajar, di luar terlihat Victoria sedang memperhatikan anak-anak itu sedang mengerjakan tugas dari L, “hai” sapa L, “eh L oppa” ucap Victoria, “kamu ngapain disitu?” tanya L, “ohh, ini ingin lihat L oppa ngajar anak-anak itu” ucap Victoria sambil melihat ke arah anak-anak yang ada di dalam bedeng

 

 

 

Victoria duduk disalah satu bangku, “nih” ucap L sambil menjulurkan tangan kanannya yang membawa segelas kopi, “gomawo” ucap Victoria mengambilnya, lalu L-pun duduk di samping Victoria, L meminum kopi itu lalu menghela nafas, “kamu tidak minum?” tanya L melirik kearah Victoria, Victoria hanya menundukan kepalanya, “kamu ada masalah? Ayo ceritakan saja” ucap L, “oppa” ucap Victoria melihat wajah L, “yah ada apa?” jawab L, “oppa kenapa sih mau mengajr anak-anak itu?” tanya Victoria, L yang mendengarnya tersenyum “jawabannya simple” ucap L, “apa?” tanya Victoria penasaran, “ingin melihat mereka pintar” ucap L melihat ke arah padang rumput ilalang, “hah sudah waktunya kembali mengajar, kamu mau ikut mengajar?” tanya L, “hah?, aku? Memang bisa?” tanya Victoria, “ya jelas bisalah, gaja!!!?” ucap L, lalu mereka berdua kembali ke bedeng tempat mereka akan mengajar.

 

*****************

 

Nichkhun sedang bersandar merenung di tempat loker, “kasihan Suzy, dia masih muda tetapi harus putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan” ucap Nichkhun, Donghae akan mengambil kentang dan wortel di gudang tanpa sengaja melihat Nichkhun sedang bersandar di depan loker, “hey Nichkhun kenapa kamu bersantai, banyak pelanggan, dari pada kamu bersantai kaya gini gak jelas, mending bantu aku mengambil kentang dan wortel di gudang, Gaja! Jangan bersanatai terus” ucap Donghae, Nichkhun tidak menjawabnya dia hanya membuntuti Donghae dari belakang.

 

***************

 

Kang Sora sedang berjalan sendirian di trotoar sambil menundukan kepalanya, “hah, ternyata begini menjadi seorang guru magang, dikit-dikit kena omelan, begini salah, begitu salah gak ada yang benar” gumam Sora, tanpa disadari, dia di buntuti oleh 3 orang namja hidung belang, “hai, yeoja yeppo!” ucap salah satu dari mereka, Sora menghentikan langkahnya lalu berbalik kebelakang, “ne ada apa?” ucap Sora, “wah yeoja kita kali ini cantik sekali yah” ucap namja itu sambil bergerak mendekati Sora, Sora mulai merasakan hawa tidak enak, Sora mundur satu langkah, “hey, mau kemana, ayo temani oppa-oppamu ini yang sedang kedinginan” ucap Namja itu, “kalian mau apa?” tanya Sora mundur satu langkah lagi, “ayo lah” kini mereka bertiga sudah mengelilingi Sora, “tolong!!!”teriak Sora, lalu ada mobil yang berhenti di tepi jalan, ternyata itu adalah mobil Leeteuk, Leeteuk melihat Sora sedang dikelilingi oleh pria hidung belang itu menghampiri mereka, “heh, kalian ini tidak punya nyali yah, beraninya hanya sama perempuan saja, kalau berani ayo, lawan aku” tantang Leeteuk, “wah-wah-wah ada pahlawan kesiangan nih, Gaja!!!!!” ucap namja tersebut lalu mereka mulai berkelahi, Leeteuk berhasil mengalahkan 3 namja hidung belang tersebut walaupun ada luka di sana-sini di muka Leeteuk, “kamu tidak apa-apa?” tanya Leeteuk menghampiri Sora, “aku tidak apa-apa” jawab Sora, “syukurlah” jawab Leeteuk

 

 

 

Sora dan Leeteuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman kota, “sini aku obati” ucap Sora yang mau memasang plester, “aww” rintih Leeteuk, “sakit yah?” tanya Sora, “ah lumayan, oh iya bagaimana keadaan anakmu?” tanya Leeteuk, Sora kaget “ah mungkin ada kesalah pahaman”, “kesalah pahaman apa?” tanya Leeteuk, “anak kecil yang waktu itu menabrak kamu itu bukan anak aku, dia salah satu murid aku” jelas Sora, “ohh syukurlah” gumam Leeteuk, Sora yang mendengarnya melihat ke arah wajah Leeteuk, “ah jadi kamu seorang guru, oh iya kita belum kenalan naneun Leetuk imnida” ucap Leeteuk, “Kang Sora imnida” lalu mereka berjabat tangan.

 

*******************

 

“hah Seohyun-ah aku mau bicara sebentar bisa?” tanya Nichkhun, “oh bisa memangnya ada apa?” tanya Seohyun, “jangan disini bicaranya lebih baik di luar saja, lalu mereka pergi ke luar restoran

 

 

 

“jadi ada apa?, apa yang mau kamu bicarakan?” tanya Seohyun, “aku, aku memutuskan untuk mengundurkan diri” ucap Nichkhun, “MWOOO!!!!!” Seohyun kaget, “kenapa kamu mau keluar dari restoran ini, apa gaji kamu kurang?” tanya Seohyun, “bukan karena itu” ucap Nichkhun, “lalu apa?” tanya Seohyun, “aku tidak bisa mengatakannya” balas Nickhun, “tapikan kamu itu virtual dari restoran ini, kalau kamu keluar maka restoran ini sepi?” ucap Seohyun berusaha membujuk, “kan ada Donghae-ah dan Suzy-ah” ucap Nichkhun, “tetapi kan….” ucap Seohyun terpotong, “gak ada tapi-tapian aku jamin dengan keluarnya aku tidak akan membuat bisnis kamu bangkrut” ucap Nichkhun memotong ucapan Seohyun, Seohyun hanya menundukan kepalanya, lalu Seohyun kembali ke dalam restoran, sedangkan Nichkhun dia pergi ke tempat telepon umum.

 

 

 

 

 

“eh, kenapa kamu tidak mencari direkturmu itu?” tanya Gikwang, “emangnya gak capek apa mencari kesana kemari gak jelas” timpal Yong Hwa, “mana aku tau” ucap Gikwang ngeledek, Yong Hwa bangun dari tempat duduknya dan mau memukuli Gikwang tetapi saat mau memukul Gikwang tiba-tiba ponsel Yong Hwa berdering, “hah siapa lagi, ganggu orang mau menganiaya orang saja” ucap Yong Hwa, Gikwang menghela nafas karena dia tidak jadi dipukuli oleh Yong Hwa, “yeoboseyo” angkat Yong Hwa, “sekretaris Jung” ucap orang di seberang sana, “rasa-rasanya aku kenal dengan suara ini, ah ini direktur” batin Yong Hwa, “sekretaris Jung, halo apa ada disana?” tanya Nichkhun, “ah direktur” ucap Yong Hwa, “direktur?” gumam Gikwang yang mendengar perkataan Yong Hwa, “ya! Ini aku” jawab Nichkhun, “direktur, direktur itu kemana saja, asal direktur tahu aku mencari direktur sampai kepelosok-pelosok daerah di negeri ini” oceh Yong Hwa, Nichkhun yang mendengarkan ocehan Yong Hwa menjauhkan gagang telepon umum satu jengkal karena penging mendengarkan ocehan sekretarisnya itu, “sudah ngomelnya” tanya Nichkhun, “hehe sudah” ucap Yong Hwa cengengesan, “cengengesan(?) cepat jemput aku di culture square in Yeouido park, tiga menit dari sekarang telat satu detik aku akan tidak kembali lagi” ucap Nichkhun yang langsung menutup telepon, Yong Hwa yang mendengarnya langsung bergegas keluar menjemput direkturnya itu, Gikwang yang melihatnya kebingungan. tanpa sengaja Leeteuk melihat Yong Hwa keluar dengan terburu-buru, lalu Leeteuk bertanya kepada sekretarisnya “sekretaris Lee, ada apa dengan sekretaris Jung?, kenapa dia keluar dengan tergesa-gesa?”, “saya kurang paham direktur, setelah dia menerima telepon dia langsung keluar dengan terburu-buru” jawab Gikwang, “telepon?” gumam Leeteuk, “iya kalau tidak salah nguping, katanya dari direktur Nichkhun” ucap Gikwang, “Nichkhun?” ucap Leeteuk kaget, “ne” jawab Gikwang singkat

 

*************

 

Nichkhun sudah sampai di culture square in yeouido park, dia melihat jam tangan, lalu ada sebuah mobil sedan berhenti tepat di depan Nichkhun, “direktur, direktru tidak apa-apa?, kemana saja selama ini direktur?, aku mencarimu selama ini!” oceh Yong Hwa, Nichkhun yang mendengarnya menutupi telinganya dengan kedua tangannya, “aishh sudah jangan ngoceh terus, sekarang kita pergi ke butik” ucap Nichkhun yang masuk kedalam mobil, “butik?” gumam Yong Hwa yang ikut nyusul masuk kedalam mobil, “kenapa kita ke butik, kenapa tidak langsung ke kantor” tanya Yong Hwa, “Kamu ini, di tinggal aku sebulan saja sudah cerewetnya minta ampun, gimana kalau aku tinggal setahun bisa jadi tukang gosip nih” ucap Nichkhun, “direktur ini!” ucap Yong Hwa, “ya, habisan kamu nyerocos terus, kamu gak lihat aku cuman pake t-shirt dan celana oblong doang, pakaian seperti ini mau ke kantor, jangan gila?” ucap Nichkhun, “ohh” ucap Yong Hwa, “ishh” gumam Nichkhun, setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di sebuah butik, Nichkhun mulai memilih-milih jas, kemeja, dasi dan celana, setelah itu dia menjajalnya, “wah direktur terlihat tampan dengan menggunakan ini” puji Yong Hwa, “dari dulu kali tampannya” ucap Nichkhun, Yong Hwa yang mendengarnya sedikit kesal, lalu mereka pergi ke kasir, “berapa semuanya?” tanya Nichkhun, “5000 won” ucap Kasir, “sekretaris Jung bayarkan” ucap Nichkhun ke arah Yong Hwa, “aku?, kenapa harus aku?” tanya Yong Hwa, “kalau tidak mau juga tidak apa-apa aku akan pergi lagi” ucap Nichkhun, “ehhh, jangan, baik aku yang akan bayar berapa tadi?” ucap Yong Hwa, “5000 won” ucap kasir, “mwoo, semahal itu?” ucap Yong Hwa kaget, “gak mau, ya udah gak apa-apa, lagi pula aku tidak memaksa” ucap Nichkhun, “ehh iya-iya ini uangnya” ucap Yong Hwa mengeluarkan uang dari dompetnya, “gamsahamnida” ucap kasir, “ne cheonmaneyo” balas Nichkhun, Yong Hwa hanya bisa tertunduk, lalu mereka pergi ke gedung BN Company.

 

************

 

di gedung BN Company saat ini sedang lengang karena memang sedang jam istirahat, sebuah mobil berhenti tepat di loby gedung ternyata itu mobil yang membawa Nichkhun, seorang receptionist melihat Nichkhun masuk kedalamm gedung, “eh-eh-eh itukan direktur Nichkhun?” ucap salah seorang receptionist kepada rekan kerjanya, “ah iya itu direktur Nichkhun” balas rekan kerjanya, lalu mereka berdiri dan menundukan kepala tanda menghormati saat Nichkhun lewat, salah seorang staff yang baru kembali dari kantin perusahaan melihat Nichkhun masuk kedalam lift, “bukannya itu direktur Nichkhun, wah berita besar nih” ucap staff tersebut dan langsung mengambil ponselnya dan mengabari staff lainnya mengenai kedatangan direktur Nichkhun, sontak semua keryawan satu gedung gempar olehnya.

 

**************

 

Nichkhun sudah sampai di tempat kerjanya, dia sedang berkeliling mengitari ruangan yang ia tinggal selama sebulan terakhir ini, “ternyata tidak ada yang berubah dengan desain ruangan ini” gumam Nichkhun, tiba-tiba pintu ruangan Nichkhun di gebrag(?) sontak Nichkhun kaget.

 

 

 

Bagaimana? Tambah aneh yah(?), mian post’a agak lama #siapa yang tanya *abaikan, abis nunggu feel nulis’a kembail setelah pergi kondangan(?) halah author tambah ngaco, aku harap setelah membaca post ini dapat berkomentar ya :) ” GAMSAHAMNIDA

2 thoughts on “PROTECT MY GIRL chaptue 4

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s