Absolute Formula (Chapter 2)

Absolute Formula

Tittle                : Absolute formula (Chapter 2)

Author             : yolk-ed bacon (nama baruu)

Genre              : math-fic, school life, teenager, AU

Rating              : teenager

Length             : Chaptered

Cast                 :

–          Oh Sehun

–          Shin Ah Hyun

Other cast       : revealed soon :)

***

Annyeonghaseyo :*

Ketemu lagi setelah lumutan akibat bertapa selama liburan ini-_-

Mianhae bgt FF-nya lama netes, abis selama liburan otak stuck ketinggalan di jogja(?)

Belom lagi sekarang saya lagi MOS di SMA, doakan saya baik-baik saja ya ceman-ceman~~

Okedeh..

HAPPY READING ALL (~’0′)~

***

There’s simple equation, where a+ b= c2

It’s an absolute formula, you can’t deny

***

            “kalau sunbaenim mau mengajariku, dan aku berhasil mendapat nilai lebih dari 70, maka sebagai rasa terimakasihku aku akan mengabulkan apapun yang sunbae minta. Bagaimana?”

–         Shin Ah Hyun

“dengan atau tanpa aku ajari, nilaimu pasti akan tetap sama. jelek!”

–         Oh Sehun

———- Absolute Formula Chapter 1 ———-

***

 

◦ Absolute Formula Chapter 2 

Ah Hyun POV

            aku menatap lemah selembar kertas yang ada ditanganku. Ingin rasanya aku meremas kertas hasil ulanganku ini, tapi sebuah tangan mencegahku untuk melakukan hal tersebut.

Chukkaeyo..” Nara tersenyum tulus kepadaku. Aku menoleh ke arahnya lalu membalas senyumnya.

Bukan, bukan karena aku harus mengabulkan permintaan sunbaenim, aku ingin meremas kertas ini. Bukan juga karena aku mendapatkan nilai lebih dari 70, Nara memberi ucapan selamat. Tapi…

Nilai yang tertera pada lembar jawab ulanganku hanya 67,5. Satu soal lagi maka aku akan mendapat nilai 70. Nilai yang cukup, bahkan sangat baik bagiku tapi aku menginginkan nilai yang lebih dari ini. Terlebih, Sehun sunbae sudah mengajariku materi ini kemarin.

“sudahlah, memandangi kertas itu juga tidak akan mengubah nilaimu menjadi 100.” Nara menepuk pundakku memberi semangat, aku menghela nafasku berat. Selalu saja kalimat itu yang ia ucapkan di saat seperti ini. Ya meskipun aku tahu, itu memang benar.

Tanpa kuperdulikan tatapan Nara padaku, aku melangkah pergi meninggalkan kelas dengan gontai. Sekolah sudah berakhir, sah-sah saja bukan kalau aku pulang? Lagipula aku masih ada bimbingan dengan Sehun sunbaenim, dan tentu saja jadwalku untuk menyerahkan hasil ulangan ini padanya.

Haruskah aku melaporkannya? –a

***

Author POV

“hanya 67.5?” Sehun memandang takjub selembar kertas di genggamannya. Ia tak habis pikir, apa yang salah dengan cara pembelajarannya pada Ah Hyun. 2 hari bukanlah waktu yang sangat singkat hanya untuk belajar materi logaritma tingkat dasar.

“….” Ah Hyun hanya terdiam tanpa berniat menjawab pertanyaan atau apapun yang keluar dari mulut sunbae-nya itu. Ia mendekap lututnya sendiri dan menyandarkan punggungnya di sebelah samping kursi yang di duduki Sehun.

Sehun melirik ke arah Ah Hyun yang ada di sampingnya, menatap nanar gadis yang sedang duduk termangu menghadap arah berlawanan dengannya. Ia hendak meminta penjelasan, tapi tentu saja Ah Hyun tidak merasa di perhatikan karena kepalanya sedang tidak menghadap Sehun.

“baiklah, sekarang apa maumu? Bukankah aku harus memberimu apa yang kau mau. Malhaebwa, eo..” perintah Sehun pada Ah Hyun. Tapi lagi-lagi gadis itu tidak berkutik. Sehun curiga apa gadis ini masih hidup atau sudah mati, tak bergerak atau bersuara apapun. Ditendangnya punggung Ah Hyun yang bisa dijangkau oleh kakinya, Ah Hyun oleng, lalu terjatuh ke arah samping.

“YAA!” teriak Ah Hyun. Akhirnya gadis aneh ini bersuara juga, pikir Sehun.

“cepat katakan apa maumu!” Sehun menatap sengit Ah Hyun yang juga menatap sengit ke arahnya karena telah menendang Ah Hyun tanpa perasaan. Di pengangnya bagian tubuhnya yang sekiranya terasa sakit. Sehun tertawa kemenangan di dalam hati. Setidaknya ini adalah cara yang efektif untuk membuat Ah Hyun bicara lagi walau harus berteriak._.

“tidak ada..” jawab Ah Hyun lemah. Mendadak ia teringat lagi nilai ulangannya yang jelek. Ia mengalihkan pandangannya ke arah tumpukan buku di depannya. Tidak lagi menatap tutor matematika-nya itu.

“benar tidak ada?” tanya Sehun memastikan. Ia menatap takjub ke arah Ah Hyun, takjub karena biasanya gadis-gadis akan minta macam-macam bila di tawari sesuatu, gratis.

“…” Ah Hyun menggeleng. Sehun menghela nafasnya berat. Sepertinya ia harus melakukan sesuatu. Ia naik ke kamarnya. Entah apa yang akan ia lakukan.

“Sunbae! Kenapa kau malah pergi aish…” Ah Hyun merutuki dirinya sendiri. kenapa ia tadi tidak bilang saja ‘aku ingin diajari saja olehmu dengan benar sunbae’ seperti niatnya dulu. tapi tadi Ah Hyun malah hanya menggeleng. Tidak salah kalau sunbaenya itu sekarang pergi meninggalkannya. Meninggalkannya ke kamar .-.

***

            “sudah cepat naik!”

Ah Hyun berpikir dua kali, ah tidak tiga kali untuk menuruti perintah sunbaenya itu naik ke motor. Ya, Sehun mengajaknya ke Lotte World. Mungkin karena Sehun tak tega melihat wajah patah semangat Ah Hyun.

Bukan masalah ia takut naik motor, atau tidak mau naik motor dengan Sehun. tapi lebih ke apa yang sedang ia kenakan. T-Shirt bergambar Angry Birds versi betina saja tanpa jaket. Ia tahu, angin tidak baik untuk tubuhnya, karena naik motor tanpa memakai jaket itu berpotensi membuat tubuhnya masuk angin, terlebih lagi sekarang sedang awal musim semi. Udara masih agak dingin.

“sudahlah cepat! Mau sampai kapan kau melamun terus?” teriakkan Sehun membuatnya tersadar, lalu cepat-cepat memakai helm yang tadi Sehun berikan padanya dan naik. Tidak ada waktu untuk protes, karena ia tahu itu tidak sepantasnya dilakukan.

Motorpun melaju. Mau tidak mau Ah Hyun harus berpegangan pada jaket yang Sehun kenakan. Terlalu canggung untuk berpegangan pada pinggul Sehun.

Terlalu riskan untuk dilakukan…..

***

Ah Hyun POV

sudah kuduga akan seperti ini. Tubuhku merasa sangat dingin karena terus-terusan diterpa angin jalanan. Aih, inilah alasan mengapa aku tidak suka naik motor. Persetan dengan Sehun sunbae yang mengendarai motornya terlalu cepat. Angin yang menerpaku seolah-olah menamparku dengan hawa dinginnya.

Dan kami sudah sampai di taman hiburan. Aih apa bagusnya tempat seperti ini? Hanya berisi bermacam permainan yang tak penting dan menakutkan. Bagaimana bisa orang-orang menyebut tempat semacam ini mengasyikkan? Yang ada tempat ini akan memperburuk mood-ku.

Sunbae mengisyaratkan padaku agar aku mengikutinya dengan gerakan dagunya. Aku mengekor di belakangnya dengan malas. Sebenarnya apa tujuannya mengajakku kemari?

“cepatlah! Kau lelet sekali.” Ia berhenti berjalan, menghampiriku lalu menarik lengan kaosku agar aku berjalan lebih cepat.

“Sunbae lepaskan! Kaosku bisa rusak dipegang oleh tanganmu.” Aku menyingkirkan tanganknya dari bajuku. Sekarang ia malah menarik tanganku. Catat! TANGANKU.

Astaga bagaimana kalau Jiyeon sunbae atau temanku melihatnya. Mereka bisa salah presepsi tentangku dan sunbae.

***

            “Ah Hyun-a.. bukalah matamu.. kau tak akan melihat hantu di sini.” Kata Sehun sunbae yang duduk di depanku. Kami sedang berada di dalam bianglala, yang bisa dibilang cukup besar dan tinggi.

“gotjimal! Aku melihat hantu!” kataku horor ketika aku membuka mata. Tubuhku merinding karena bianglala ini sudah mulai naik. Aku takut ketinggian.

“eoddiseo?” tanya Sehun sunbae panik. Ia mengedarkan pandangnya ke segala arah.

“kau hantunya..” cibirku dengan suara yang lemah, tapi sepertinya masih bisa di dengar oleh Sehun sunbae.

“dasar setan!” umpatnya.

“setan? kau mengumpat dirimu sendiri, sunbae?” lucu sekali.

“aishh.. dasar!”

***

            “Aku lelah…” aku mendudukan diriku ke bangku yang ada di sepanjang taman ini. Lalu menarik tangan Sehun sunbaenim untuk duduk juga. Bagaimana tidak lelah? Hampir separuh dari semua wahana di sini sudah kami coba dan naiki. Dia gila karena memaksaku sesukanya, menaiki wahana yang ada sangkut pautnya dengan ketinggian. Dan kalian tahu, itu membuatku mual.

“baiklah kita istirahat dulu.” katanya, lalu duduk di sampingku.

“hey, kau mau balon?” tawarnya padaku saat matanya menagkap objek penjual balon, kukira.

“apa sunbaenim pikir aku masih TK? Untuk apa balon seperti itu.”

“ya hanya menawarimu saja, hanya mengantisipasi kalau-kalau kau menangis merengek minta dibelikan balon bila aku tak menawarimu. Lagipula kau kan masih kecil, pendek dan jelek, jadi wajar saja kalau kau membawa balon di tempat seperti ini.” Jawabnya diplomatis tapi sedikit mengejek.

“sunbae ini mengejekku atau bagaimana sih? Aku tidak pendek! Kau saja yang terlalu tinggi!” aku berdiri lalu berjalan meninggalkan sunbae yang masih duduk santai. Terserah apa katanya.

Ketika aku sudah berjalan agak jauh, Sehun sunbae baru berlari mengejarku. Saat ia sudah berada di sampingku, aku merasakan ada sentuhan dingin di kulit tanganku. Aku mengalihkan pandanganku ke bawah, rupanya Sehun sunbae menempelkan isotonik dingin ke tanganku. Pantas saja.

Eh, ini untukku? aku menatap Sehun sunbae penuh tanya, seolah ingin bertanya ‘apa ini untukku?’. ia hanya mendelikkan dagunya, aku rasa ia menjawab ‘iya’. Aa.. such a care boy :3

“sudah cepat minum, tenanglah aku tak menaruh racun di dalamnya.” Perintahnya, aku menurut. Sambil berjalan aku menegak isi botol isotonik itu hingga tersisa separuhnya saja. Sehun sunbae menatapku takjub, aku balas menatapnya dan ia membuang muka canggung, pura-pura meminum isotoniknya sendiri.

Ah tidak, kurasa ia memang berniat meminum isotoniknya sampai habis.

***

Author POV

Kini mereka –Sehun dan Ah Hyun- Sedang menunggu giliran untuk naik bugee jumping, entah apa yang membuat Sehun betah menyiksa Ah Hyun dengan memaksanya naik ke wahana yang selalu berhubungan dengan ketinggian.

Dan bukan Sehun namanya kalau ia tidak berhasil membuat Ah Hyun ‘bertekuk lutut’ dan mau menaiki permainan semacam ini. Hanya dengan ancaman-aku tak mau mengajarimu matematika lagi kalau kau tidak mau naik ini-Ah Hyun lebih baik menurut daripada ia harus susah-susah mencari tutor baru, belum lagi ia hanyalah seorang yang di ‘traktir’ oleh tutor menyebalkannya ini.

Tinggal satu orang lagi di depan mereka maka Ah Hyun dan Sehun akan segera menakhlukkan bugee jumping ini. Ah Hyun terus menatap sengit ke arah Sehun. berusaha mengurangi ketegangannya, sementara yang di tatap malah hanya bertingkah bodoh seolah tidak ada sesuatu yang terjadi.

Tapi bisa Ah Hyun tebak, pasti sekarang sunbae-nya ini sedang tertertawa penuh kemenangan dalam hati.

Ketika safety equipment sudah terpasang dengan baik dan Sehun mulai menampakkan seringai kemenangannya pada Ah Hyun, maka dalam hitungan detik bugee jumping ini akan melemparnya ke atas, menurunkannya lagi, lalu melambungkannya lagi dengan semena-mena. Kalau benda ini bukan benda mati, pasti setelah ini Ah Hyun akan membunuh benda ini secara kejam. Namun sayang, benda ini mati.

Ini benda mati.

Benda ini lagi-lagi menghempaskan tubuh Ah Hyun ke udara, sekejap perutnya terasa melilit, badannya berputar di angkasa, dan ada saat di mana ia merasa seperti ribuan kupu-kupu terbang di perutnya. Kepalanya pusing. Yang bisa ia dengar sekarang hanyalah debaran jantungnya yang terlampau keras, bahkan pekikan girang Sehun di sebelahnya sana tidak bisa terjangkau oleh telingannya.

Satu-satunya yang menjadi fokusnya saat ini adalah, kapan operator ini akan berhenti melambungkan dirinya, dan membiarkan ia turun, bernafas, dan melanjutkan hidupnya dengan baik.

***

            “Sunbaenim, aku pusing.” Keluhnya saat Ah Hyun hendak turun dan menemui Sehun yang sudah menunggu di bawah. Ia berjalan sempoyongan. Ia terhuyung, namun dengan sigap Sehun menangkapnya sebelum Ah Hyun terjatuh.

Ah Hyun tidak perduli dengan skinship yang terjadi di antara mereka. Toh ini bukan skinship yang membuat orang berfikiran macam-macam, karena sekarang Ah Hyun sedang pusing.

“sunbae..” panggil Ah Hyun.

Matanya menangkap sosok yang familiar dimatanya. Siapa. Ah Hyun tidak tahu, hanya saja sosok itu membuatnya secara refleks memanggil tutor yang sedang memapahnya menuju bangku terdekat.

“Istirahat lagi dulu..” kata Sehun ketika mereka sudah duduk di bangku.

“mianhae..” kata Sehun lagi. Ah Hyun membulatkan matanya, lalu menengok ke arah Sehun. untuk apa Sehun meminta maaf padanya? Pikir Ah Hyun.

“Aku tidak menjadi tutor yang baik bagimu, belum bisa membantumu mewujudkan tujuanmu, mungkin aku membingungkan.” Kata Sehun, dirinya seolah bisa membaca pikiran Ah Hyun dengan baik.

“sunbaenim, mianhae… tidak menjadi murid yang patuh, susah mengerti apa yang kau ajarkan, dan selalu menyusahkanmu.” Sehun mengusap puncak kepala Ah Hyun ketika Ah Hyun menyelesaikan kalimatnya. Sehun tersenyum ke arah Ah Hyun.

Ini pertama kalinya Sehun menunjukkan senyum manisnya dihadapan Ah Hyun. Dan kalau boleh jujur, sunbaenya kali ini terlihat sangat tampan.

“kau tahu bilangan positif dan negatif, kan?”

Ah Hyun mengangguk, hatinya sedikit dongkol. Sehun seolah meremehkannya, mana mungkin ia tidak tahu bilangan positif dan negatif, murid SD pun tahu bilangan itu.

“positif ditambah postif pasti hasilnya akan positif, negatif ditambah negatif pasti hasilnya akan negatif, lalu bila positif ditambah negatif maka hasilnya…..?” secara tidak langsung Sehun meminta Ah Hyun untuk melanjutkan kalimatnya yang ia potong.

“bisa positif, bisa negatif.” Jawab Ah Hyun singkat.

“tepat!”

Sehun menatap mata Ah Hyun.

“kalau aku bilangan positif dan kau negatif, maka hasilnya terserah padamu.”

Ah Hyun mengerutkan dahinya, tak mengerti dengan apa yang barusan Sehun katakan.

“kalau kau ingin hasil yang positif, maka kurangi jumlah negatif yang kau miliki, dan aku akan membagi positif milikku denganmu. Mengerti?”

Ah Hyun tidak menjawab, hanya mengaggukkan kepalanya. Apa yang dikatakan Sehun untuknya sepenuhnya benar, dan ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh kata-kata Sehun tadi.

“ Sudah sore, tunggu di pintu gerbang sana. Aku akan mengambil motorku dulu, arra?” Sehun berkata sambil bangkit dari duduknya. Ia berlari ke arah utara, menuju tempat parkir pasti. Sementara Ah Hyun berdiri lalu melangkah ke arah selatan, menuju tempat yang diinstruksikan oleh Sehun.

***

            Dinginnya kota Seoul di sore menjelang malam hari membuat Ah Hyun harus memeluk dirinya sendiri saat ia dibonceng Sehun tadi. Kini ia mengulurkan helm yang tadi ia pinjam dari Sehun, berniat mengembalikan helm itu pada pemiliknya.

Sehun merapikan rambut Ah Hyun yang acak-acakan saat melepas helm tadi dengan jari-jarinya. Ah Hyun hanya menunduk, ia memeluk helm itu, tak lagi mengulurkannya.

“mana helm-ku?”

Ah Hyun salah tinggkah, lalu menyerahkan helm itu pada sang pemilik. Ia sedikit menahan helm itu dalam tangannya, dengan ragu-ragu ia membuka suara.

“sunbaenim, putuskan hubunganmu dengan Jiyeon sunbae..”

TBC or END?

32 thoughts on “Absolute Formula (Chapter 2)

  1. TBC! Jangan END! #maunya. Aku, sebagai Shin Ah Hyun (nama boleh namaku, tapi ttp aja ni ff gak bakal bnr2 jadi bagian dari biografi-ku TOT ), tidak setuju jika ff ini END! Karena.. Karena.. Udah kebawa arus author.. #innocent :3
    gomawo kak dini~ aku buka twitter, lgsg dpt mention-an dr kakak.. Ahahai~ #terbang dari atas gedung SME.
    LANJUT KAK!! *wink

  2. tbc aja deh hohoho
    eeee ah hyun ksian amat, tnggal dkit lgi 70.. puk puk semangka kekek
    ah hyun knpa tba” mnta sehun putus? 0_0
    lanjut y :)

    • wkwkw :) diusahain cepet tapi author masih punya utang ff ‘fate or..’ *nahloh , sekarang juga lagi sibuk MOS sama tahun ajaran baru di SMA *curcol
      makasih udh baca+komen

  3. uwaaaaa neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu johahae!!!!! *banyak amat neomu-nya* #plak xD

    huwaa jangan END harus lanjuut eonni (?) aku mau baca lagiii (?) *gelar demo(?)* #dibunuh author xD

    paling suka kalo cast ceweknya OC :3
    *gak tau kenapa* wkwk
    i’ll always wait for the next chapter ;)
    hwaiting eonni!!! <(^O^)9

    *P.S: eonni author FF What Is Love bukan?? :3*

  4. Woww !!
    Kalimat terakhir Ah Hyun bikin syok kekekee~
    Tentu aja TBC thor,, mana boleh END ditengah2 gini ==’
    Aku seneng setengah mati akhir.a chap 2 muncul juga >00<

  5. tesssst-teeessst… LANJUT-LANJUT-LANJUT *DemoMintaLANJUUUT*
    ceritanya bagus thor.. part 1nya mana? hhehe.. Langsung part slnjutnya aja dee.. *Mohon diPublish secepatnya ya thor, biar gk bikin penasaran.. Khamsa..

  6. jangan end # nanti hidupku jg jd end lhoh thor * halah , apa ini … hehehe ~ yang pasti jangan end thor.. d tunggu next chap nya ya :D ,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s