Beyond The Dream [CHAPTER 6]

image

CHAPTER 6 : Why

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: Why?

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) & Park Jihyun

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– EXO-K’s Oh Sehun
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin
– RaNia’s Xia / Jang Jinyoung

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*

*Cameo in this chapter:
– INFINITE’s Lee Sungyeol
– EXO-K’s Kai
– T-Ara’s Qri

Disclaimer:
Semua cast bukan punya duothor, tapi cerita punya kita asli!

Duothor’s Note:
Annyeong!!! inilah dia (?), 5 chapter lagi sebelum end *hiks* #plakk xD
Mian itu covernyaaa u.u *males bikin, males ngedit* #plak jadinya author masang foto selca-nya Sulli ama Krystal aja kekeke~ *dengan sedikit editan*
terus mulai dari sekarang di akhir setiap chapter bakal ada sesi “Little Window” yang isinya ngasih tau main cast + karakternya yang bakal ada di Season 2, dan at last sedikit peringatan:

Don’t be SiDers or Plagiator (or two of it-____-)
—-»Happy Reading«—-

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Previous:| TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5 |

#CHAPTER 6#

“mwo??!!” pekik Krystal kaget. Satu sisi dalam dirinya mengatakan ia harus menerima tawaran itu. Ini yang diinginkannya sejak dulu, mimpinya, yaitu akting. Tapi sisi lain dalam dirinya mengatakan ia tidak bisa menerimanya. Ia punya sesuatu dan seseorang yang tidak ingin ia tinggalkan di Korea. “apa aku bisa bertanya dulu pada management-ku??” tanya Krystal, tangannya sudah siap menyambar ponselnya yang ada di meja. “tentu saja” kata pria tadi sambil tersenyum.
Pria ini datang dari Amerika, lebih tepatnya dari sekolah akting itu. Ia tertarik pada Krystal setelah melihat akting gadis itu di beberapa MV.

“ne sajangnim, ini aku, Soojung. Aku mau tanya tentang sesuatu, ada yang menawariku sekolah akting di Amerika, apa aku boleh pergi? ya maksudku aku masih agak ragu”
kata Krystal, ia menunggu jawaban dari tuan Jang sambil menggigit bibirnya. Sepertinya tuan Jang juga agak bingung.

“eh kalau kau ragu, kau tidak perlu pergi. Lagipula aku memutuskan bulan ini kau dan grupmu mulai aktif lagi. Oh ya, minggu depan kau dan Jiyeon diundang ke radio, ada Qri T-Ara dan yang lainnya, wajib datang”

“ne?? tapi kan…ah sudahlah. Sajangnim, jadi aku harus bagaimana? tawaran ini harus kuterima atau tidak??” tanya Krystal lagi.

“ikuti saja kata hatimu Soojung-a, oh ya jangan lupa acara radionya minggu depan, sore hari” Setelah mengatakan itu, Tuan Jang memutuskan sambungan.

“aih sajangnim, sajangnim!! ih kenapa ditutup sih!” kata Krystal sambil cemberut.
“jadi bagaimana, Soojung-sshi??” tanya pria itu sambil memandangi Krystal. “eh bisa anda jelaskan lebih lanjut??” pinta Krystal.

Mereka pun mengobrol selama hampir satu jam. Setelah semuanya jelas, Krystal memutuskan untuk mempertimbangkannya dulu. Orang itu setuju dan menyerahkan mapnya pada Krystal, setelah itu ia pamit dan pergi dari situ.

“yah, kau mau, sekolah akting di Amerika??” Minho yang sejak tadi menonton dalam diam, akhirnya bicara. “siapa yang bilang aku mau?! aku belum memutuskan” kata Krystal. “bukannya kau bilang kau sebenarnya ingin jadi aktris? Ini kesempatan bagus kan?” kata Minho, Krystal hanya diam sambil menatap selimutnya. Ia bimbang. “ehm Minho-ya, aku masih mau dengar lanjutannya” kata Krystal, mengganti topik pembicaraan. “lanjutan apa?” tanya Minho, seolah ia tidak tahu apa yang Krystal maksud. “kata-katamu yang itu, yang ‘naneun neol…’ lanjutannya apa?” kata Krystal. Minho menghela napas panjang (?) dan berkata “aku sudah lupa lanjutannya”
“mwo??!! kau serius??!!” seru Krystal antara kesal dan kaget. “ya serius, aku lupa” kata Minho dengan penekanan yang jelas pada kata ‘lupa’, membuat Krystal rasanya ingin mengeluarkan otak (?) laki-laki itu dan mencari lanjutan kalimatnya. “kau benar-benar jahat, aku ini sedang sakit, kau masih saja mengerjaiku! Ayolah Choi sajangnim, lanjutkan kalimatnya!!!!” kata Krystal memaksa. “Soojung-a, aku rasa aku tidak akan pernah melanjutkan kalimat itu” ujar Minho sambil menatap mata Krystal. “waeyo??” tanya Krystal “karena percuma” jawab Minho singkat. “ih sudahlah cepat katakan! kau mau aku mati penasaran ya?? kalau sampai itu terjadi aku akan menghantuimu!!!” kata Krystal, kali ini sedikit mengancam. “ah geurae, lanjutannya itu cuma satu kata, huruf awalnya J, sekarang kau tebak saja sendiri” kata Minho. “oh my gosh, Choi Minho!! katakan sekarang atau kubunuh (?) kau!!” seru Krystal kesal, sukses membuat Minho menyerah dan akhirnya mau memberitahu kelanjutannya. “johayo, Soojung-a” kata Minho. “ne??” tanya Krystal antara percaya dan tidak percaya “seorang Choi Minho menyukai perempuan sepertiku?? apa mungkin? padahal kelihatannya ia sangat membenciku” batin Krystal, sekarang jantungnya berdetak cepat sekali seperti orang habis lari mengelilingi lapangan (?), ia menunggu Minho bicara lagi, tapi laki-laki itu tidak kunjung bicara, jadi akhirnya ia yang bicara.

“Minho-ya, kalau kau menyukaiku, lalu Jiyeon bagaimana? kupikir kau menyukainya, maksudku…”

“Soojung-a, aku tidak pernah menyukai Jiyeon. Aku memang….ya kata orang-orang aku ini baik pada siapa saja, jadi aku baik pada Jiyeon karena aku memang baik, sama seperti sikapku pada Jinri. Mengerti kan maksudku?” jelas Minho.

Penjelasan itu malah membuat Krystal menatap tajam (?) ke arahnya. “jadi itu juga berlaku padaku?! jadi kau tidak benar-benar menyukaiku?! kau hanya bersikap baik, seperti sikapmu pada orang lain?! begitu maksudmu?!” kata Krystal ketus. Minho menepuk keningnya lalu menghela napas “bukan begitu maksudku Soojung-a, maksudku itu…aduh lupakan saja. Intinya, aku menyukaimu, terserah kau percaya atau tidak, terserah kau menyukaiku atau tidak” kata Minho, ia berdiri dari kursinya dan membalikan badannya, bersiap untuk pergi dari kamar itu. “yah kajima!” kata Krystal. Begitu Minho berbalik dan melihat ke arahnya, Krystal memalingkan wajahnya ke arah jendela lalu berkata “nado joha…maybe?”
“kalau begitu jangan melihat ke jendela, katakan lagi sambil melihatku” kata Minho, Krystal pun melihat ke arah Minho tapi tidak mengatakan apa-apa, ia hanya diam.

“yah wae useo?? (kenapa tersenyum)” kata Krystal sambil manyun, melihat Minho yang tersenyum karena melihat ekspresinya. “tidak apa-apa, gomawo Soojung-a” kata Minho, Krystal malah kelihatan bingung sekarang. “gomawo? buat apa?” tanya Krystal bingung. Lagi-lagi Minho menepuk keningnya dan menghela napas “terserahlah”

***

Sementara itu, di depan pintu kamar rawat Krystal, Jiyeon sedang berdiri sambil menyaksikan sekaligus mendengarkan semua itu. Ia hanya diam sambil mundur selangkah demi selangkah menjauhi pintu itu. “ani Jiyeon-a, kau seharusnya ikut senang. Soojung itu sahabatmu. ayo Jiyeon-a, jangan sedih!! jangan sampai juga kau membenci Soojung hanya karena masalah seperti ini! yap! berhenti menangis!” kata Jiyeon dalam hati sambil menepuk-nepuk dadanya. Ia sedang berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Awalnya, ia berniat menjenguk Krystal, tapi sekarang ia memutuskan untuk kembali ke sekolah.

—–»Sesampainya di sekolah«—–

Jiyeon langsung berjalan ke lokernya dan menyandarkan kepalanya ke pintu loker. Setelah itu ia menangis sepuasnya.
Memang seperti ini seorang Park Jiyeon, setelah ia menangis sepuasnya ia akan merasa lega dan dengan otomatis (?) hatinya akan sembuh.

Disela-sela ia menangis, tiba-tiba seseorang menyodorkan sebatang cokelat dari belakangnya. “uljima, Jiyeon-a” kata orang itu.

Jiyeon menghapus air matanya dan berbalik.
Lee Joon, sonbae-nya itu sedang berdiri di depannya. Ketika Jiyeon melihat ke arahnya, laki-laki itu tersenyum. “waeyo? ayo ambil cokelatnya kenapa bengong?” kata Joon sambil kembali menyodorkan cokelat di tangannya pada Jiyeon. Jiyeon mengulurkan tangannya dan mengambil cokelat itu dengan ragu (?). “gomawo. ah sonbae, bukannya aku ini terlalu percaya diri atau apa, tapi aku mau tanya, apa selama ini yang mengirim cokelat dan surat-surat padaku itu sonbae??” kata Jiyeon. Joon kelihatan berpikir sejenak lalu mengangguk. “ne, itu aku. Waeyo? apa itu menganggumu? kalau begitu aku akan berhenti mengirim cokelat” ujar Joon sambil tersenyum lagi. “aniya bukannya begitu, aku sangat senang mendapat cokelat dari sonbae, jeongmal gomawo. Semua cokelat dan surat-surat dari sonbae itu sangat menghiburku, sekali lagi gomawo” kata Jiyeon, ia menunjukan senyumnya yang paling manis untuk meyakinkan Joon kalau ia senang. “bagus kalau kau senang, cokelat bisa menghilangkan stress, tapi kalau terlalu banyak kau bisa gendut, jadi mulai besok aku akan mengirimimu buah-buahan saja” kata Joon sambil mengacak rambut Jiyeon. “aih sonbae!!” keluh Jiyeon sambil kembali merapikan rambutnya.
Joon hanya tertawa melihat ekspresi Jiyeon. Baginya, yang penting sekarang gadis itu sudah bisa tersenyum lagi.

***

(another story)

“omo apa ini??!” pekik Sunyoung sambil mencabut kertas di pintu lokernya, lalu membaca isinya.

I think i love you, Miss Park Sunyoung ^^
– Kim Donghyun –

“ah pasti ada yang sedang menjahiliku, huh mana mungkin, waktu itu kan dia sudah bilang, ia hanya menyukaiku sebagai chingu” gumam Sunyoung, ia menghela napas dan meremas kertas itu, lalu melemparnya ke tong sampah.

“siapa bilang ada yang menjahilimu? itu memang aku yang buat”
Tiba-tiba Donghyun muncul (?) dan berdiri di sebelahnya. Sunyoung memekik kaget dan cepat-cepat mengambil kertas tadi dari tong sampah. “jadi ini bukan lelucon? tapi bagaimana bisa? waktu itu kau bilang…”

“ya memang, tapi entah kenapa lama kelamaan aku menyukaimu” kata Donghyun sambil tersenyum. “ini bukan sekedar manner atau apa kan? aku tahu kau dari Amerika, dan aku tahu kebiasaanmu yang penuh manner itu. Kalau kau melakukan ini hanya karena merasa tidak enak padaku, aku tidak mau” kata Sunyoung sambil menyilangkan tangannya di dada. “aniyo, this is serious Park Sunyoung-sshi” kata Donghyun. “jinjja?” tanya Sunyoung, Donghyun mengangguk.

Sunyoung hanya tersenyum lalu menundukan kepalanya, pipinya memerah. Kalau di situ tidak ada orang lain, ia akan meloncat-loncat sambil teriak-teriak saking senangnya.

“oh ya Sunyoung-a, aku sangat mengagumi suaramu, ini serius juga. Dan ngomong-ngomong soal suaramu yang bagus itu….kau mau debut bersamaku?” tanya Donghyun, Sunyoung langsung mengangkat kepalanya dan berseru “ne??!! debut??!!! kenapa tiba-tiba mengajakku debut?”
“karena aku ingin berada di panggung yang sama denganmu. Sebaiknya kau cepat temui Kim Taeyeon sonsaeng, ia sedang mendata murid-murid yang akan debut” ujar Donghyun lalu menunjuk ke arah lorong (?) yang menuju ruang guru. “ah jinjja??! kalau begitu aku harus pergi! bye bye!!” kata Sunyoung, ia melambaikan tangannya lalu berlari (?) ke ruang guru.

***

“sonsaengnim!!!!!” seru Sunyoung sesampainya di ruang guru.

Taeyeon yang sedang mengetik sontak menghentikan kegiatannya itu lalu menatap Sunyoung. “ne Sunyoung-a, adau apa?” tanya Taeyeon. “sonsaengnim, kali ini tekatku sudah bulat. Aku mau debut!” kata Sunyoung penuh semangat.

Mendengar kata ‘debut’ keluar dari mulut Sunyoung, membuat Taeyeon heran. Setahunya, Sunyoung sudah berkali-kali ditawari debut tapi selalu menolak.

“debut? kau sungguh-sungguh mau debut?” tanya Taeyeon. Sunyoung mengangguk. “kalau begitu aku akan memasukan namamu, tunggu sebentar ya” kata Taeyeon, lalu melakukan sesuatu di komputernya. “Ok, kau sudah terdaftar, tinggal tunggu pengumumannya, akan ditempel sebentar lagi” kata Taeyeon lagi sambil tersenyum. “aaaa sonsaengnim!!! jeongmal kamsahamnida!!” kata Sunyoung senang, gadis itu melompat-lompat lalu meninggalkan ruang guru.

“aneh, kenapa tiba-tiba ia mau debut?” gumam Taeyeon. “Kim Taeyeon sonsaeng, inilah yang disebut the power of love” kata Ailee tiba-tiba. “mwo?” tanya Taeyeon bingung. “aduh!! the power of love!!! kekuatan cinta, seperti kata orang, cinta bisa merubah segalanya” kata Ailee sambil menunjuk Sunyoung dan Donghyun yang sedang mengobrol di dekat ruang guru. “ah itu maksudmu” ujar Taeyeon lalu mem-print (?) daftar nama murid yang terpilih untuk debut.

“Kim Taeyeon sonsaeng, boleh aku saja yang menempelnya??” tanya Soyeon sambil mengulurkan tangannya, meminta lembaran kertas di tangan Taeyeon. “oh tentu” kata Taeyeon singkat sambil menyerahkan kertas itu pada Soyeon. “kamsahamnida” kata Soyeon sambil tersenyum lalu berjalan dengan anggunnya ke pintu. “dasar sombong!” kata Taeyeon sambil manyun.

***

Sementara itu di depan papan mading sudah banyak murid berkumpul. Mereka sudah dengar soal debut itu, dan semuanya sangat semangat menunggu pengumuman.

“kalau aku berhasil debut, aku ingin jadi aktor” kata Byunghun “kalau begitu aku jadi lawan mainmu saja” kata Sohyun, berhasil membuat Byunghun sakit perut (?). “kalau aku ingin jadi penyanyi solo yang…wow” kata Hyuna sambil memasang pose sexy (?), Hara langsung menoyor kepalanya dan berkata “aku ingin debut bersama girlband saja”
“kalau aku ingin jadi aktris action!!! shoo! shoo! (?)” kata Hyomin sambil membuat pistol dengan tangannya dan berpura-pura menembak. Kedua sahabatnya langsung menatapnya dengan tatapan heran “ehh lupakan saja” kata Hyomin sambil tersenyum salah tingkah.

“hmm aku rasa aku tidak ingin debut, aku ingin jadi guru saja, kalau kau?” kata Hwayoung sambil menyikut Jinri yang berdiri di sebelahnya. “hmm aku ingin debut, tapi aku tahu kemampuanku biasa-biasa saja, jadi mungkin aku akan mencari mimpi yang lain” kata Jinri sambil tersenyum. Hwayoung diam saja, terkadang kata-kata Jinri bisa membuatnya merinding entah kenapa.

“annyeong semuanya” sapa Soyeon. “annyeonghaseyo sonsaengnim” kata semua yang ada di situ.
“sonsaengnim, oneureun jeongmal yeppeuda!!(hari ini sangat cantik)” seru Junhyung, diikuti teriakan “huuu” dari teman-temannya. “gomawo fans” kata Soyeon sambil tersenyum, lalu menempel kertas pengumuman di papan mading. “silahkan kalian lihat sepuasnya, aku harus pergi, see you!” kata Soyeon sambil melempar senyum lagi dan berjalan pergi.

Begitu Soyeon pergi, semua murid segera berhamburan ke papan mading untuk melihat isi kertas pengumuman itu.
“waa Jinri-ya, disini ada namamu!!” seru Hwayoung semangat. “jinjja?? eodi??” pekik Jinri, ia pun mencari-cari namanya dan menemukannya di urutan ketiga setelah Minho dan Hoya.

“waa daebak! aku harus memberitahu…” Sekarang kata-kata Jinri terputus karena tiba-tiba kebingungan mendatanginya. Siapa yang harus ia beritahu duluan? Hoya? atau Woohyun?
“kau mau memberitahu siapa? Nam Woohyun? atau Hoya?” tanya Hwayoung sambil memandangi Jinri dengan tatapan heran. “aku harus memberitahu…siapa?” kata Jinri bingung.
“geurae, Woohyun harus duluan” batin Jinri mantap. Ia pun pergi meninggalkan Hwayoung untuk mencari Woohyun. Dan begitu ia pergi, Hoya malah datang.

“kenapa banyak yang berkumpul di sini?” tanya Hoya. “itu gara-gara kertas pengumuman itu, isinya daftar nama murid yang akan pergi debut. Oh ya kau juga terdaftar” kata Hwayoung lalu menunjuk kertas pengumuman itu. “wah jinjja?!” kata Hoya antara kaget dan senang. “mmm chukhahae” kata Hwayoung sambil tersenyum. “eh sekarang Jinri ada dimana?” tanya Hoya, “Jinri? ia pergi mencari Nam Woohyun” kata Hwayoung. “Nam Woohyun? ssh apa sih bagusnya seorang Nam Woohyun dimata Jinri?” kata Hoya dalam hati, ia melihat kertas pengumuman itu sekali lagi dan tersenyum “setidaknya aku akan debut bersama Jinri. Lagipula, mereka tidak ada hubungan khusus kurasa”

***

“Woohyun-a!!” seru Jinri sambil menghampiri Woohyun yang sedang sibuk dengan sesuatu di dalam lokernya. “eoh ada apa?” tanya Woohyun tanpa sedikitpun melihat ke arah Jinri. “aku baru dapat sesuatu” kata Jinri sambil tersenyum. “dapat apa?” tanya Woohyun lagi. “namaku ada di daftar murid yang akan debut!!! waaa rasanya aku mau melayang” kata Jinri sambil merentangkan tangannya lalu meloncat-loncat seperti anak autis (?). “geuraeyo? chukhahae” kata Woohyun singkat dan sangat cuek. Jinri berhenti meloncat lalu memukul lengan Woohyun. “kau jahat! dasar sombong! menyebalkan!” kata Jinri sambil manyun. “yah biar saja aku menyebalkan, sombong dan lain sebagainya, masih lebih baik daripada kamu yang autis” kata Woohyun dengan penekanan pada kata ‘autis’

Jinri diam saja lalu bergeser (?) beberapa langkah ke lokernya sendiri. Ketika ia membuka pintu lokernya, ratusan lembar surat dan sampah juga beberapa barang-barang aneh berjatuhan dari lokernya. “ige mwoya” kata Jinri sambil memandangi benda-benda itu. Ia benar-benar shock melihat isi lokernya itu.

“ya ampun” kata Woohyun dalam hati. Sebagai seorang entertainer, ia tahu betul apa itu. Itu yang disebut dengan teror dari fans sasaeng. “Jinri-ya, gwaenchana?” tanya Woohyun, Jinri mengangguk pelan masih sambil memandangi benda-benda yang berserakan di lantai itu. “Woohyun-a, ini…ini apa?” kata Jinri sambil menunjuk tumpukan surat dan sampah di lantai. Woohyun pun berjongkok dan mengambil salah satu surat. Isinya ancaman, hinaan dan lain sebagainya. “apa isi suratnya?” tanya Jinri. “kau tidak perlu lihat. Ini tidak penting, biar aku yang buang semuanya” kata Woohyun, lalu mengumpulkan semua surat itu dan membuangnya. Ia juga membereskan semua sampah dan barang-barang lainnya.

“apa aku punya haters?” tanya Jinri lagi. “aniya, kau tidak punya haters” kata Woohyun sambil tersenyum. “lalu yang tadi itu apa?” kata Jinri heran. “yang tadi itu….sudahlah lupakan saja. Sekarang kita pergi jalan-jalan yuk, eottae?” kata Woohyun. “mwo? Jalan-jalan? eh hari ini kan masih pelatihan, kita tidak boleh keluar dari sekolah” ujar Jinri. “memang tidak boleh, tapi peraturan memang untuk dilanggar, kaja!” kata Woohyun sambil meraih tangan Jinri dan menarik-narik gadis itu seperti biasanya. “eh, yah Nam Woohyun!!! jangan tarik-tarik!!!”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Siangnya…
[JJ Ent.]

Tuan Jang mendengarkan laporan dari asisten Han tentang kelakuan anaknya di sekolah sambil mengerutkan dahi. Ia tidak menyangka anaknya separah itu. “ehh lalu apa Jinyoung punya teman?” tanya tuan Jang. “sayang sekali ia tidak punya teman, sajangnim. Oh ya terakhir kali aku dengar, kemarin ia telah memberikan telur mentah pada Soojung, dan itu cukup jadi masalah” kata asisten Han dengan wajah sok serius. tuan Jang hanya menganggukan-anggukan kepalanya.

“appa!!!” seru Jinyoung sambil menghambur masuk ke ruangan appa-nya tanpa mengetuk. “ada apa Jinyoung-a” kata tuan Jang sabar. “katanya appa meminta seseorang untuk mengawasiku? siapa dia? mana orangnya?” tanya Jinyoung. “ah iya sebentar lagi dia pasti datang” kata tuan Jang.

“permisi” kata Yoona dari depan pintu ruangan tuan Jang. “masuklah” kata tuan Jang. Yoona pun masuk ke dalam ruangan tuan Jang dan menghadap mantan bos-nya itu.

“kau sudah mengenal anakku kan?” kata tuan Jang, Yoona melihat ke arah Jinyoung yang sedang menatapnya dengan tajam, lalu berkata “ne, aku sudah mengenalnya” kata Yoona sambil tersenyum. “kau tahu, Jinyoung ini punya masalah sikap, aku ingin kau mengawasi sikapnya dan mengajarinya bersikap baik” kata tuan Jang. “mwo?! jadi maksud appa aku akan diekori oleh Im Yoona?? aish shireoyo!!” tolak Jinyoung sambil melipat tangannya di dada. “kau lihat sendiri kan? makanya itu aku membutuhkan bantuanmu” kata tuan Jang sambil menunjuk Jinyoung dengan jempolnya. “baiklah aku akan bantu” kata Yoona.

Sekarang ia melihat ke arah Jinyoung dan tersenyum “Jinyoung-a, kaja kita kembali ke sekolah” kata Yoona lalu mengulurkan tangannya. Jinyoung memukul tangannya dan berjalan duluan. Yoona hanya menghela napas lalu pamit pada tuan Jang, setelah itu ia menyusul Jinyoung.

“Jinyoung-a” panggil Yoona sambil menangkap tangan Jinyoung. “hey lepaskan aku!” seru Jinyoung. “Jang Jinyoung, appa-mu sudah menitipkanmu padaku, sekarang kau tanggung jawabku, ayo kita ke sekolah” kata Yoona, ia menarik Jinyoung keluar dari gedung JJ Entertaiment.

Sesampainya di luar, ia bertemu Donghae yang sepertinya juga baru keluar dari gedung itu. “oh oppa, sedang apa di sini?” tanya Yoona. “aku habis mengembalikan CD” kata Donghae sambil tersenyum, lalu ia mengalihkan pandangannya pada Jinyoung. “dia bukannya anak sajangnim?” tanya Donghae. Yoona mengangguk “ne, sajangnim menyuruhku mengawasinya” kata Yoona. “hmm berarti sekarang kau punya tanggung jawab, itu artinya kau tidak akan pergi ke Busan lagi kan?” kata Donghae, “ne? tentu saja tidak, aku…”
“hey! jangan pacaran di depanku! aku mual melihatnya” kata Jinyoung sambil manyun lalu menarik tangannya dari pegangan Yoona dan berjalan pergi.

“yah Jang Jinyoung!!” panggil Yoona, ia hendak mengejar Jinyoung tapi Donghae menahannya. “biarkan saja dia, dia tidak akan kabur kemana-mana kok, dia pasti kembali ke sekolah” kata Donghae, sambil menatap mata Yoona, berusaha meyakinkan gadis itu. “geurae, dia tidak akan hilang” ujar Yoona.

“Yoona-ya, aku ingin sesuatu” kata Donghae. “ingin apa?” tanya Yoona penasaran. “aku ingin makan es krim” kata Donghae sambil tersenyum. Yoona tertawa kecil lalu bertanya lagi “kenapa harus bilang padaku?”
“karena ada satu masalah. Aku tidak bawa dompet” kata Donghae sambil menggaruk kepalanya. “oh baiklah aku saja yang traktir, tapi…” Yoona menggantungkan kata-katanya sambil tersenyum jahil. “tapi apa?” tanya Donghae. “tidak apa-apa, kaja!” kata Yoona ceria, “tapi apa? beritahu aku dulu!” kata Donghae memaksa. “hmm tapi oppa harus menyanyi untukku sambil main gitar di lapangan sekolah” kata Yoona, lalu tertawa “aniya aku cuma bercanda, kaja” katanya lagi. “aku akan melakukannya untukmu, kalau kau memang menginginkannya, Im Yoona”

****************************************************************************************************************

(singkat cerita) One week later
[radio station]

“ayo Soojung-a cepat!” kata Jiyeon sambil menarik Krystal yang tidak mau masuk ke ruang siaran. “shireo, kau saja yang masuk” kata Krystal sambil manyun.

Seperti yang sudah dijadwalkan, hari ini mereka berdua diundang ke acara radio. Dan Krystal sebenarnya malas datang ke sini. Entah kenapa.

“ih Soojung-a, kata sajangnim kita harus…”
“ne ne arasseo!! ayo masuk!” kata Krystal lalu melangkah masuk ke ruang siaran, diikuti oleh Jiyeon.

“annyeonghaseyo” sapa Qri sambil tersenyum. “annyeonghaseyo” Jiyeon balas menyapa, ia menyikut Krystal, yang diam saja. “oh annyeonghaseyo” kata Krystal. “kalian duduk saja dulu, siarannya lima menit lagi” kata Sungyeol sambil tersenyum dan menunjuk dua buah kursi kosong di ruangan itu. Jiyeon dan Krystal mengangguk lalu duduk di kursi masing-masing. Qri langsung menyuruh mereka bersiap-siap.

“ayo kita mulai sekarang saja” kata Kai sambil menutup pintu ruang siaran, lalu duduk di kursinya dan memakai headphone-nya.
“annyeonghaseyo yeorobeun…” Setelah Kai membuka acara, sekarang giliran Qri yang bicara “hari ini bintang tamu kita adalah dua member dari girl group yang sudah beberapa bulan ini hiatus (?), yaitu Jiyeon dan Krystal” kata Qri sambil tersenyum pada Jiyeon dan Krystal. “annyeonghaseyo” kata Jiyeon dan Krystal bersamaan.
“Jiyeon-sshi, aku mau tanya sesuatu, apa sebenarnya alasan kalian hiatus?” tanya Sungyeol pada Jiyeon. “itu karena ada sedikit masalah, tapi sekarang semuanya sudah beres” kata Jiyeon sambil tersenyum.

“Ok, sekarang kami buka line telponnya, kalau ada yang ingin…oh sudah ada satu telpon” kata Qri, lalu mulai bicara pada si penelpon “yoboseyo?”

“hai, aku fansnya Krystal, aku punya beberapa pesan untuknya” kata si penelpon itu.

“oh ne, silahkan katakan pesanmu” ujar Qri.

“Pesanku, kau harus bersikap baik dan sopan, kau juga harus menghilangkan kejutekanmu itu, jangan sampai ada satu telur lagi pecah di kepalamu”

Krystal yang mendengar itu langsung berdiri dari tempat duduknya karena emosi. “hey you dead meat!! kau pasti Jang Jinyoung! ayo mengaku saja, tidak usah pura-pura jadi fans-ku! kau sengaja kan ingin menggangguku!” seru Krystal kesal.

“aigoo, Krystal-sshi” kata Qri kaget  “Kai-sshi, cepat matikan line telponnya” kata Sungyeol. Kai mengangguk dan cepat-cepat mematikan line telpon itu. “yah! cepat sambungkan lagi line telponnya!!! aku belum selesai marah!” omel Krystal sambil menunjuk-menunjuk. “sudahlah hentikan Soojung-a” ujar Jiyeon sambil menggoyang-goyangkan tangan Krystal. “shireo!” kata Krystal sambil manyun. “kalau begini acara harus diundur” kata Qri. “lusa datang lagi ke sini ok? sekarang kalian boleh pulang” kata Kai. Jiyeon mengangguk “kamsahamnida, tto mianhamnida” kata Jiyeon lalu memegang tangan Krystal dan menarik gadis itu keluar dari ruang siaran.

——>

[diluar gedung]
“Soojung-a, kenapa kau marah-marah begitu? kau kan tahu seluruh Korea bisa mendengar siaran tadi” kata Jiyeon. “mianhae Jiyeon-a, habisnya orang itu membuatku emosi” kata Krystal sambil memilin-milin ujung rambutnya. “ah sudahlah, kaja kita harus ke sekolah sebelum jam malam” ajak Jiyeon sambil tersenyum, Krystal membalasnya dengan tersenyum kecil.
Mereka pun memanggil taksi dan kembali ke sekolah.

***

[di Sekolah]

Hwayoung terus mondar-mandir di kamarnya sambil sesekali melihat jam tangannya. “aduh Jinri kemana sih?? kenapa dia belum kembali ke sekolah??” gumam Hwayoung khawatir. masalahnya sekitar satu setengah jam lagi, adalah jam malam. Kalau Jinri terlambat, bisa gawat. “kenapa kau tidak mencarinya saja?” usul Jiyoung yang sedang memeluk boneka teddy bear besar miliknya. “oh benar juga , kalau begitu aku keluar sebentar ya” kata Hwayoung. Ia memakai sweater lalu keluar dari kamarnya.

Di koridor ia bertemu Hoya. “Hoya, kau sudah bertemu Jinri hari ini?” tanya Hwayoung. Hoya menggeleng “belum, aku juga sedang mencarinya” kata Hoya. “kalau begitu ayo kita cari bersama, mungkin dia pulang ke rumahnya” kata Hwayoung, Hoya mengangguk setuju.
Mereka berdua pun memutuskan untuk menyelinap keluar sekolah melewati gerbang belakang. (*ps: jangan ditiru ini mabal namanya #plakk*)

“rumah Jinri tidak jauh kan?” tanya Hwayoung sambil mengeluarkan dompetnya, kalau-kalau mereka butuh ongkos bus. “tidak terlalu jauh kok, jalan kaki juga bisa” kata Hoya, lalu ia menunjuk selembar foto yang jatuh (?) dari dompet Hwayoung. “itu fotomu?” tanyanya.

Hwayoung memungut foto itu, dan memasukannya lagi ke dompet “aniya, ini saudara kembarku Hyoyoung. Sebenarnya yang ingin masuk art school itu Hyoyoung, tapi ia sakit lalu meninggal, jadi aku menggantikannya untuk mewujudkan keinginannya” ujar Hwayoung sambil tersenyum.

***

Tidak terasa sudah cukup lama mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di depan restoran mi milik appa-nya Jinri.
“ini rumahnya kan? kalau begitu ayo kita masuk dan tanyakan apa ada Jinri” kata Hwayoung, kakinya sudah melangkah, tapi belum sampai ke pintu depan restoran, Hoya menarik tangannya.
“jangan masuk” katanya singkat. “oh waeyo?” tanya Hwayoung bingung. “karena ia sedang bersama ‘seseorang’ , kalau kita masuk, kita hanya akan mengganggu” kata Hoya sambil melihat kedalam restoran dari luar. “waeyo Jinri-ya? kenapa harus dia?”….

#To Be Continued…

****************************************************************************************************************

huaaa tisu mana tisu hiks *author nangis karena epepnya gaje* #plak u.u
mian yaa gaje abis epepnya soalnya author lagi sakit jadi otak sedikit mumet (?) >
Janji deh di chapter selanjutnya, momen setiap couple bakal ditambah *terutama YoonHae(karena dikit amat tadi *nunjuk2*) + bakal dipanjangin lagi per chapternya *soalnya menurut author ni chap agak kependekan*
suer janji dehhh kalo author gak nepatin, reader boleh kok ngegetok author #pletokk xD
eh tau gak author itu joha banget sama yang namanya Day By Day – T-Ara !!! DAEBAK!!
Jiyeon daebak, Hyomin daebak, Dani daebak, T-Ara daebak!!! *Queen’s nya kumat xD*
hehe RCL ne *bow* I’m waiting until the end (?) xD
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

—–»Little Window«—–
*Special by J.b2utyH:LLER :D*

– I Wanna Be…? –
[sequel of Beyond The Dream]

~ Annyeong!! hari ini, author akan me-reveal *jiah* 2 main cast pertama untuk FF I Wanna Be…? a.k.a Beyond The Dream Season 2. OK langsung aja ini dia!! check it out!! :D

– EXO-K’s Byun Baekhyun –

image

[Character]: Dia anak dari pemilik bakery yang cukup besar di Seoul. Ia punya bakat yang luar biasa, namun belum berkesempatan debut. Ia baik, beberapa orang bilang ia sering sok keren, terkadang konyol (?), kalau marah yang ia lakukan hanya diam dan bersikap sedingin mungkin, beberapa bilang ia agak sombong, dan yang jelas ia merasa dan tahu kalau ia berbakat ^^

– Shin Minhwa (OC) –

image

[Character]: Seorang gadis biasa dari keluarga biasa-biasa. Kemampuan menyanyinya sangat pas-pasan. Tapi ia punya kadar percaya diri yang sangat tinggi dan berusaha keras untuk masuk ke Byeol Art School dengan cara apapun. Ia polos, ceroboh, bodoh (?), dan punya selera fashion yang buruk. Ia bekerja sana-sini untuk membayar hutang eomma-nya yang sangat banyak. Sementara appa-nya entah kemana (?)

~ OK , that’s all for now :D , next i will reveal two other main cast^^ , eottaeyo??? ~
*J.b2utyH:LLER*

29 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 6]

  1. Eonnie, mian ya, aku ga komen di chapter 5.
    Soalnya gak kekirim-kirim u,u

    Uwweh, foto Baekhyun-nya ga keliatan, padahal penasaran X(
    Iya eon, Chapt yang ini kependekan #dor

    Chapter selanjutnya di panjangin ya XD

    Itu Wowoh (Woohyun) Baek banget dah XD

    Itu beneran Jinyoung ya? yang telpon ke radio? XDD

    Uweh, Baekhyun sok keren XD

    Penasaran deh sama cerita ttg Baekhyun XD

    Keep Writing Eon ;)

  2. O.O jd hwa masuk byeol art school krn gntiin hyoyoung… Mulai dket neh hwayoung-hoya… Wkwkwk dketin lg thor… Kekeke

    aku jg suka bngt Day by Day… Part rappny hwa bner” keyen… MV-ny is real science-fiction drama… Gkgkgk

  3. Katany dia sndri yg nulis lirik rapny… Kyaaa #plak
    kalo aku malah merinding dnger suara flute-ny… Tp kadang bengong jg tiap liat akting jiyi di MV-ny… Wkwkwk

    ditunggu thor chapter 7-nya… =D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s