Bittersweet | Chapter 1

Tittle :

Bittersweet Chapter 1

Author :

Choi Shinri a.k.a Ririw

Main Cast :

Im Yoona as Lee Yoona

Cho Kyuhyun

Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Support Cast :

Lee Jinki a.k.a Onew as Yoona brother

Kwon Yuri

And other

Genre :

Romance,Family,Angst

Rating :

PG-13

Length :

Chapter

Disclaimer :

This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Poster by

J.Joker , jeongmal gomawo eonni buat poster yang waw ini *.*

Backsound :

Super Junior KRY & Sungmin – Bittersweet , Super Junior – Daydream , Super Junior – A ‘Good’ Bye

Author’s Note :

Anyeonghaseyoo^^,ini emang bukan ff pertama aku tapi ini ff bergenre angst pertama aku. Jadi mian klo nantinya malah gaje,terlalu bertele-tele atau ngebosenin. Di chapter 1 mungkin belum terlalu muncul penderitaan (?),baru awal dari penderitaan (?). Buat yang nggak suka,nggak usah baca. Buat para plagiator,pleasee jangan sembarang copas,meskipun ff aku jelek tapi hargai aku yang udah susah ngebuat ff ini. Juga buat siders,segera bertobatlah (?) tinggalkan komentar kalian setelah baca. Mian untuk typo yang (mungkin) ada.FF ini pernah aku publish di sini dan di sini juga di blog lainnya. Sekian cuap-cuap author (?),silahkan dibaca. Happy reading all^^

P.S : Di sini umur Yoona dan Seohyun sama. Onew,Yuri dan Kyuhyun juga sama tapi 2 tahun lebih tua dari Yoona dan Seohyun. 

Bittersweet Chapter 1


Seorang gadis tengah berdiri di depan sebuah kelas. Di dalam kelas tersebut murid-muridnya masih lengkap dengan seorang guru yang masih betah berdiri di depan kelas sambil terus berbicara sepuasnya tak mempedulikan bel yang sudah berbunyi 5 menit yang lalu.

Gadis yang berparas cantik,manis dan wajah yang polos itu mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai. Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Sesekali ia membuang nafasnya kasar,ia sudah bosan. Murid-murid yang melewati koridor depan kelas tersebut menyapa gadis kelas X itu. Ia mendapat sapaan hampir dari seluruh murid yang melewati koridor tersebut. Hanya beberapa yang tak menyapanya.

Gadis itu merupakan murid yang terkenal di sekolah tersebut. Meskipun ia belum genap satu tahun bersekolah di sana,ia baru kelas X. Bersahabat dengan murid-murid yang terkenal juga,adik dari ketua vocal club,anggota dance club juga anggota vocal club dan segudang prestasi yang ia raih meskipun merupakan murid yang terbilang baru. Dan jangan lupa juga dengan segudang prestasi yang dibawanya ketika SMP.

Anyeong Yoona-ssi,kami pulang duluan ya”sapa dua orang siswi yang melewatinya,Yoona melemparkan senyum manisnya dan kedua siswi itu berlalu melewati Yoona.

“Hufh”Yoona menghembuskan nafasnya lagi. Ia menyesal menuruti perintah oppanya untuk mengantarnya pergi sepulang sekolah,entah untuk membeli apa tau pergi ke mana.

“Aku lupa hari ini kelas Jinki oppa adalah Fisika yang berarti Lim seonsaengnim mengajar di kelasnya”Yoona menepuk jidatnya.

“Mengapa mereka harus sekelas sih?”Yoona mendesah kesal.

Jinki dan kedua sahabatnya Yuri dan Kyuhyun satu kelas yaitu kelas XII-IPA 1. Ya,sahabat-sahabatnya adalah sahabat oppanya juga. Sahabatnya adalah sunbaenya sendiri,ia terlalu malas dekat dengan seangkatannya yang rata-rata seumuran dengannya. Ia merupakan gadis yang tak mudah dekat dengan orang lain.

Yoona terus melirik jendela,rasanya ia ingin menyumpalkan sepatunya kepada seonsaengnim yang satu itu. Ia memang tidak mengenal karena memang seonsaengnim itu tidak mengajar di kelas X,tapi ia cukup tahu karena ia sering menunggu Jinki dan kedua sahabatnya.

Setelah hampir 20 menit,akhirnya sang guru membereskan semua barang miliknya dan keluar dari kelas. Semua murid yang ada di dalam kelas keluar dengan wajah kusut,sudah pelajaran fisika,waktu yang ngaret itu membuat mereka pusing.

“Ayolahh,aku bosan”Yoona menyilangkan tangannya di depan dada ketika Jinki,Yuri dan Kyuhyun keluar bersamaan.

“Ah aku lupa,dongsaengku yang paling manis ini menungguku”Jinki mulai merayu Yoona yang marah.

“Aku bosan tahu”Yoona mengerucutkan bibirnya.

“Aku juga bosan dengan seonsaengnim itu”Yuri ikut menimpali.

“Menyebalkan,kita lebih berapa menit tadi?”Kyuhyun melirik jam tangannya.

“20 menit”jawab Yoona pendek.

“Sudahlah dia memang menyebalkan”Jinki mendahului mereka semua berjalan.

“Tunggu oppa”Yoona mengikuti Jinki.

“Oh ya weird kenapa kau tidak pulang dengan teman seangkatanmu? Setiap hari kau selalu menunggu kami atau kalau tidak dijemput supirmu itu”Kyuhyun menyenggol pelan bahu Yoona ketika sampai di parkiran,Yoona memutar bola matanya.

Oppa bicara padaku?”Yoona menoleh ke arah Kyuhyun dengan tampang polosnya.

“Tidak,dengan supirmu. Ya denganmu,siapa lagi sih weird di sini?”Kyuhyun melirik Yoona yang sekarang menggembungkan pipinya,ia paling tak suka dipanggil weird.

“Sayangnya namaku bukan weird”Yoona segera menambahkan lagi ketika Kyuhyun sudah membuka mulutnya,”Dan nama panggilanku juga bukan itu”

“Oh ayolah”Kyuhyun mulai menaik turunkan alisnya untuk menggoda Yoona,”Jawab pertanyaanku”

“Aku sudah sering mengatakannya kan?”Yoona mendelik kesal kepada Kyuhyun.

“Sekarang kita kemana?”tanya Yuri.

“Pulang”jawab Jinki.

“Kukira kita pergi dulu”Yoona tambah kesal dengan jawaban Jinki karena ia harus menunggu lama. Tahu begini ia sudah memutuskan pulang dengan supirnya yang bisa ia telefon untuk menjeputnya dari tadi.

“Aku juga tidak tahu,appa menyuruh kita pulang cepat dan appa menunggu kita di rumah”ucap Jinki.

“Kenapa tidak bilang dari tadi tahu begini”Yoona menggembungkan kedua pipinya.

“Kalau begitu aku pulang duluan Onew-ah”Yuri pamit untuk pulang,Onew,nama panggilan Jinki.

“Aku juga,aku duluan ya”Kyuhyun pun pergi dan berjalan menuju mobilnya yang terpakir dekat dengan mobil Onew.

“Ayo kita pulang”Onew memasuki mobilnya diikuti Yoona.

Mobil milik Yuri pergi meninggalkan parkiran sekolah yang luas tersebut diikuti mobil milik Kyuhyun. Onew baru menyalakan mesinnya kemudian mobilnya juga pergi meninggalkan parkiran yang sudah sepi itu.

“Sebenarnya ada apa sih oppa?”tanya Yoona.

“Ada apa? Maksudnya apanya?”Onew malah balik bertanya tanpa melepaskan pandangannya dari jalan raya,fokus menyetir.

“Mengapa appa menyuruh kita pulang cepat? Biasanya appa yang pulang malam,dia kan selalu pulang jam 7 malam”ucap Yoona.

Oppa juga tidak tahu,appa bilang ia sudah ada di rumah dan sedang menunggu kita”jelas Onew,Yoona ber-o panjang.

“Mungkin appa punya kejutan untuk kita?”Yoona kemudian berseru senang sambil memandang Onew.

“Mungkin”

“Tapi tunggu,hari ini bukan ulang tahun oppa ataupun ulang tahunku”Yoona kemudian berpikir sejenak.

“Kejutan tak perlu harus selalu di hari ulang tahun kan?”Onew melirik Yoona sebentar.

“Iya sih,tapi aku masih penasaran oppa”Yoona masih tak puas dengan jawaban yang ia dapatkan.

“Simpanlah rasa penasaranmu dulu Yoong”Onew memutar setir bermaksud untuk berbelok ke arah kanan.

“Oh ya,tumben sekali kata-katamu bijak oppa? Biasanya kau hanya ingat ayam”Yoona dengan iseng menggoda Onew.

“Sialan kau”Onew menjitak pelan kepala Yoona dengan sebelah tangan sementara tangan lain masih memegang setir.

“Apa kepalamu terbentur?”Yoona masih belum puas menggoda Onew

Shut up”ucap Onew,Yoona tertawa terbahak-bahak atas ucapan Onew.

***

Appa,kami pulang”teriak Yonna ketika memasuki rumah.

“Akhirnya kalian pulang”Mr. Lee menghampiri Yoona dan Onew,”Ini Yoona dan Jinki,seperti yang aku ceritakan tadi”Mr.Lee meberbicara sambil melirik 2 orang yeoja yang duduk di sofa.

“Siapa itu appa?”Yoona menunjuk dua orang yeoja yang tengah duduk di sofa ruang tamu rumah mereka. Yoona menunjuk dengan sangat terang-terangan,membuatnya seperti tidak sopan.

“Kalian pergi mandi dan ganti baju,ini sudah sore kan?”ucap Mr. Lee tanpa memarahi Yoona yang menunjukkan sikap tidak sopan yang tentu sangat tidak ia sukai.

“Tapi…”Yoona enggan untuk beranjak sebelum Mr. Lee memberikan jawaban.

“Ayo cepat mandi,ini sudah jam 4 sore”Mr. Lee terus menyuruh kedua anaknya untuk mandi.

Ne appa”Onew pun berjalan dan menarik Yoona,”Ayo”

Kemudian mereka berdua meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju tangga. Kamar mereka berdua berada di lantai dua rumah itu. Yoona pun masih memasang wajah penasarannya.

“Siapa mereka oppa?”Yoona bertanya kepada Onew.

Oppa juga tak tahu”jawab Onew.

“Lalu apa hubungannya dengan semua ini? Oh…”tiba-tiba Yoona seperti mengingat sesuatu.

“Apa?”Onew menoleh kepada adiknya yang memiliki otak pintar.

“Jangan-jangan…”Yoona balas menoleh ke arah Onew.

“Apa? Jangan menakutiku”ucap Onew paranoid.

“Jangan-jangan itu yang dimaksud appa dulu”Yoona menatap Onew seolah menyuruh Onew untuk mengingat sesuatu.

“Maksudmu perkataan appa kemarin lusa yang kuanggap bercanda”Onew menaikkan sebelah alisnya.

“Itu juga yang ada di pikiranku,maksudku appa berkata seperti menjurus ke sana”ucap Yoona.

“Menjurus ke “calon” eomma baru?”Onew mengatakan dengan takut-takut,pasalnya ketika appa mereka bebicara itu,ia dan Yoona ngambek pada appa mereka karena tak setuju.

“Kau pintar oppa”Yoona kemudian langsung tertunduk lesu.

“Yeah”

“Aku tak mau”Yoona kemudian berlari menuju kamarnya.

***

“Yoona,Jinki,ayo turun. Kita makan malam”teriak Mr.Lee dari tangga.

“Ne appa”teriak Onew dan Yoona menjawab dengan kompak.

Mereka berdua turun dan memasuki ruang makan. Mereka sedikit terkejut,dua orang yeoja tadi masih ada dan sekarang mereka sedang duduk manis. Yoona sedikit mendelik kesal kepada mereka,kemudian berlalu dengan cuek dan duduk di kursi seberang seorang yeoja yang lebih muda. Onew berubah menjadi dingin dan dengan cueknya duduk di sebelah Yoona.

Mereka berdua tak berbicara sepatah katapun. Mengucapkan salam saja tidak,suasana ruang makan itu hening. Hanya terdengar dentingan sendok,itupun hanya sesekali. Mr.Lee yang merasa tidak enak mulai memecah keheningan di sana.

“Jinki,Yoona,kenalkan ini Seo Joo Hyun dan itu eommanya. Kalian bisa memanggilnya Seohyun dan…”kalimat Mr.Lee terputus ketika bingung menyampaikan kepada anaknya yang sebenarnya,bahwa ia akan menikah lagi.

Onew dan Yoona acuh tak acuh dengan ucapan Mr. Lee. Mereka tetap melanjutkan makannya,Mr. Lee tahu sebenarnya mereka mendengarkan hanya mereka memasang tampang cuek mereka saja.

“Apa?”tanya Onew acuh memandang sebentar appanya kemudian kembali makan.

Appa…”Mr. Lee seperti bimbang untuk mengatakannya kepada kedua anaknya.

Appa menikah lagi,itu yang appa mau katakan pada kami kan?”ucap Onew dengan nada suara yang semakin meninggi,Yoona hanya melengos menanggapi ucapan Onew.

Ne itu”Mr. Lee seperti dapat membaca pikiran Onew dan Yoona yang kesal dengan rencana appa mereka.

Appa pernah mengatakannya dulu kepada kalian dan ini calonnya”Mr. Lee masih berusaha tersenyum meskipun tanggapan kedua anaknya itu dingin.

“Oh begitu”Yoona menanggapinya pendek,sebenarnya ia sudah ingin berteriak-teriak marah karena ia tak setuju.

Appa akan menikah minggu depan”ucap Mr.Lee,”Appa sudah menyiapkan semua persiapannya jauh-jauh hari dan mereka berdua akan tinggal disini mulai sekarang”

“A…apa? Minggu depan? Dan mereka akan tinggal disini?”Yoona menatap appanya tak percaya,Mr. Lee mengangguk.

“Seohyun seumur denganmu Yoona,hanya saja dia lahir di bulan yang berbeda denganmu. Dia akan sekolah di sekolah kau dan Jinki”lanjut Mr. Lee.

“Kenapa appa tak bilang sejak lama pada kami?”tanya Onew dengan nada sengit.

Appa…”Mr. Lee kehilangan kata-kata.

Appa hanya mencari waktu yang tepat?”Onew kembali berbicara dengan nada sengitnya.

“Alasan lama”Yoona menimpali.

“Kenapa kalian seperti itu? Mana sopan santun kalian?”Mr. Lee berusaha menasehati Yoona dan Onew. Ia merasa tak enak pada Seohyun dan eomma Seohyun,ia tidak memarahi kedua anaknya karena memang ia jarang memarahi anak-anaknya bahkan tak bisa memarai mereka.

“Aku sudah kehilangan sopan santun sekarang”Onew mulai menaikkan volume suaranya.

Ne,itu semua karena appa,dia dan dia”Yoona menunjuk appanya,Seohyun dan eomma Seohyun bergantian.

“Yoona”Mr. Lee menegur Yoona.

Wae? Appa mau memarahiku? Appa yang tak pernah memarahiku akan memarahiku karena mereka?”Yoona mulai memasang nada sengitnya tak jauh berbeda dengan Onew,juga kata mereka yang sedikit ia tekankan sambil mendelik ke arah Seohyun dan eommanya.

“Yoona”Mr.Lee meninggikan volume suaranya,ia tak mau sifat anaknya seperti ini. Ini bukan Yoona,Yoona anak yang manis,pintar dan sopan yang ia kenal.

“Aku kecewa pada appa”Onew meninggalkan meja makan dan keluar dari ruang makan. Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga.

“Aku juga kecewa pada appa”Yoona mengikuti Onew,sebelum ia keluar ia berbalik sebentar.

“Jangan harap aku menyetujui appa,meskipun kalian sudah menikah aku tak akan pernah menganggap mereka”Yoona berteriak dan menunjuk Seohyun dan eommanya.

Yoona kemudian berlari ke kamarnya,ia mengeluarkan tas ranselnya. Ia memasukkan baju-baju miliknya dan baju seragamnya,hal itu juga dilakukan Onew. Mereka akan menenangkan diri mereka sejenak,mereka ingin pergi dari rumah sejenak. Mungkin mereka akan kembali lagi setelah appa mereka melangsungkan pernikahan. Yoona juga memasukkan buku-bukunya secara acak,ia bisa mengambil sisanya nanti,itu yang ada di pikir oleh Yoona.

Di kamar Onew,Onew juga mengambil tas ranselnya. Memasukkan baju-bajunya dan baju seragamnya. Ia juga memasukkan buku tulis dan pelajarannya secara acak,ia sudah sangat marah pada appanya. Melebihi ketika appanya berbicara pada mereka soal calon istrinya kemarin lusa.

Onew keluar dari kamarnya diikuti Yoona,”Kau juga pergi?”tanya Onew.

Ne,aku ingin menenangkan semuanya dulu oppa”kemudian tak ada sepatah kata pun lagi yang keluar dari mulut mereka.

Onew turun terlebih dahulu dengan tas ransel di punggunya,ia turun dengan terburu-buru. Diikuti Yoona yang juga terdapat tas ransel di punggungnya. Onew menyambar kunci mobil miliknya yang tergantung di gantungan di bawah tangga yang khusus untuk gantungan kunci mobil. Kemudian berjalan ke ruang tamu untuk pergi,di ruang tamu sudah ada Mr. Lee,Seohyun dan eomma Seohyun.

“Jinki kau mau kemana?”tegur appanya.

“Pergi”Onew menghentikan langkahnya sebentar dan menjawab dengan dinginnya.

“Kemana? Ini sudah malam”Mr. Lee mulai melembutkan nada bicaranya.

“Kemana saja”Jinki melengos kemudian pergi keluar dari rumahnya,tak lama kemudian suara mobil yang meninggalkan halaman rumah.

Sementara itu Yoona masih mengatur nafasnya di bawah tangga,di depan gantungan kunci-kunci mobil. Ia memperhatikan kunci mobil yang selalu dipakai supirnya untuk mengantar-jemputnya. Ia sebenarnya bisa menyetir,tapi eommanya selalu berpesan. Dulu,3 tahun yang lalu sebelum eommanya meninggal,ia selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak menyetir sebelum umur mereka 17 tahun atau lebih dari itu.

“Aku berani membantah pesan eomma?”Yoona masih ragu untuk mengambil kunci mobil tersebut.

“Tak ada cara lain”kemudian Yoona menyambar kunci mobil tersebut dan pergi menuju ruang tamu.

“Yoona”Mr. Lee kembali menegur anaknya.

Wae?”Yoona melirik ayahnya sinis.

“Kemana? Ini sudah malam Yoona”

“Aku tahu”Yoona mendengus kesal.

“Jawab appa,kau mau kemana?”

“Itu terserahku”kemudian Yoona pergi keluar,tak lama kemudian kembali terdengar suara mobil yang meninggalkan halaman rumah.

Eomma”ucap Seohyun sambil melirik eommanya,ia masih agak kaget dengan sikap penolakan dari Yoona dan Onew yang ditunjukkan secara terang-terangan. Eomma Seohyun hanya menoleh dan mengelus-elus rambut Seohyun.

***

Eomma”ucap Yoona lirih sembari terus menyetir.

“Aku tak mau ada pengganti”ucap Yoona,”Eomma aku hanya ingin kau,bukan orang lain”

Yoona memutar setirnya,ia berbelok dan berhenti di depan sebuah gerbang. Gerbang menuju pemakaman keluarganya. Ia tak peduli dengan malam yang sudah menguasai langit. Ia menekan klakson mobilnya,bermaksud menyuruh penjaga pemakaman keluarganya itu untuk membukakan gerbang tersebut. Tak lama kemudian gerbang tersebut terbuka,penjaga itu membungkuk sopan.

Yoona memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobilnya itu. Ia berjalan menuju undakan tangga yang tak jauh darisana. Ia menaiki undakan tersebut dan sampailah ia di sebuah hamparan tanah yang luas,ia berjalan menuju sebuah makam yang sudah ia hafal. Makam itu berada di dekat makam halmeoni dan harabeoji dari appanya yang juga sudah meninggal ketika ia kecil.

Eomma bogosippo”Yoona duduk di sebelah makam tersebut.

Eomma tahu? Appa mencari eomma baru”Yoona mulai bercerita dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Aku tak mau,hanya ada eomma. Aku tak mau eomma,aku takut appa akan melupakanku dan aku takut ia akan mulai memperhatikan anak dari yeoja itu”Yoona menundukkan kepalanya,bulir-bulir airmatanya mulai berjatuhan.

“Aku tak mau,aku juga tak mau kehilangan appa”lanjut Yoona dengan suara yang bergetar,”Eomma,andai eomma kembali. Aku tak mau appa nanti lebih memerhatikan mereka daripada aku”

Eomma tahu,selama ini aku selalu takut akan hal itu. Ternyata semuanya sekarang terjadi”Yoona menghapus airmatanya kasar,tapi airmatanya kembali keluar,”Aku selalu takut akan hal itu selama 3 tahun terakhir ini. Setelah eomma pergi meninggalkanku”

“Setiap malam aku memikirkan hal ini”Yoona mulai sesegukan karena tangisnya yang tak kunjung berhenti,”Aku selalu memikirkan hal apa saja yang akan terjadi setelah itu selanjutnya”

“Aku selalu takut dengan hal yang akan terjadi itu,aku takut nanti anak yeoja itu,Seohyun,merebut semuanya”

“Aku mulai menutup diriku setelah eomma pergi,aku tak mudah dekat dengan orang lain”

Eomma tahu kan? Sejak kecil aku dan Onew oppa dekat dengan Yuri eonni dan Kyuhyun oppa?”

“Sampai sekarang pun begitu,dulu sebelum eomma pergi. Aku juga memiliki teman yang lain,tapi setelah itu. Aku berusah menutup diriku,aku hanya iri eomma. Aku iri dengan mereka,ketika aku berjalan-jalan di taman. Aku melihat yeoja yang sebaya denganku sedang berjalan-jalan dengan keuda orangtua mereka”

“Aku iri dengan teman-teman sekelasku yang selalu membicarakan eomma mereka. Mendengarkan mereka bercerita tentang apa yang selalu mereka lakukukan dengan eommanya,seperi menceritakan kejadian di sekolah kepada eomma mereka. Menceritakan perasaan mereka pada eommanya”

“Aku selalu iri dengan mereka yang dibangunkan oleh eommanya setiap pagi. Aku iri dengan mereka yang memakan sarapan yang disiapkan oleh eomma mereka bukannya oleh Kim ahjumma sepertiku”

“Aku iri eomma”Yoona kembali tertunduk dalam,pundaknya bergetar.

Yoona terus menangis,kemudian ia kembali mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Ia pun pamit pada eommanya kemudian berbalik pergi. Ia menuju mobilnya,ia melajukan mobilnya dan meninggalkan pemakaman keluarganya itu.

Air mata itu masih keluar dari mata indah milik Yoona. Ia sekarang pergi menuju rumah Yuri. Itu tujuan terakhirnya,karena rumah Kyuhyun hanya 5 blok dari rumahnya. Tak lucu jika ia pergi ke rumah Kyuhyun dan juga pasti Onew pergi ke rumah Kyuhyun.

Eonni”Yoona langsung memeluk Yuri ketika ia masuk ke kamar Yuri. Di bawah,pintu dibukakan oleh Go ahjumma,pembantu rumah Yuri,ia hanya tersenyum berusaha menyembunyikan air matanya kemudian menuju kamar Yuri yang juga terletak di lantai dua.

“Yoong,kau kenapa?”Yuri masih bingung dengan Yoona sekarang,dia datang dengan airmata yang mengalir dari matanya dengan pipi yang juga basah oleh airmata.

Appa…”Yoona sesegukan.

“Kenapa Yoong”Yuri mengelus-elus rambut Yoona.

Appa ingin…”Yoona masih belum bisa mengendalikan ucapannya,”Appa mengenalkanku dan Onew oppa pada…calon istri barunya”

“A…apa?”Yuri menatap Yoona tak percaya.

TBC

Nah udah bersambung (?) *kayak sinetron aja*,ini ff kan menurut reader semua? Gajekah? Jelekkah? Anehkan? Terlalu bertele-tele? Pokoknya mian ya klo jelek,meskipun bukan ff pertama,tapi aku ini masih amatiran -__-. Komentarnya author tunggu banget,apalagi likenya :3. Gomawo banget yang udah mau baca,komentar apalagi yang nge-like ^^.

14 thoughts on “Bittersweet | Chapter 1

  1. Ceritanya bagus!
    Kasian ma Onew n Yonna…. Pasti mreka sakit hati sdh bgt!!! #gw juga :'(

    Tp Seo n eommanya juga jd merasa bersalah… TT_TT

    Btw lucu jg… Si Onew larinya ke Kyu, Yonna larinya ke Yuri…. :) hehehe

    Ok deh! Lanjut terus bacanya…..
    Thanks ya Author.. ^^

  2. Annyeong. . . Wahh seru ni jln crita’a, kasian seo sma emma’a blm d anggep, yoona masa g da tmn seangktan’a sma skali ksian. Next

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s