[Ficlet] 떠나지마

image

Title: 떠나지마 (Don’t Leave)

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER)

Genre: Romance, Drama, Fantasy

Length: Ficlet

Rating: PG13

Cast:
– SNSD’s Im Yoona (as the Gumiho / Nine-tailed fox)
– Super Junior’s Lee Donghae (as Prince Lee Donghae)
– SNSD’s Choi Sooyoung (as the Assassin)
Other cast:
– SHINee’s Choi Minho (as Sooyoung’s asistant)
– T-Ara’s Lee Ahreum (as princess Lee Ahreum»Donghae’s sister)
*find yourself*

Disclaimer:
All cast not mine, but the story pure mine!!

Author’s Note:
Annyeong!! ini FF terpikir begitu saja. Entah kenapa tiba-tiba author ngebayangin Yoona jadi gumiho atau siluman rubah berekor 9. Ternyata cocok hehehe jadilah FF ngawur nan gaje ini XD
kekeke…ya udah HAPPY READING NE…(^^)

Backsound: T-Ara – Don’t Leave
(meskipun sebenarnya ga ada nyambungnya ama ini ff, tapi menurut author cocok^^)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

– Joseon Era –

“Gongjanim, Lee gongjanim, Lee Donghae gongjanim” panggil Kasim Han, berusaha membangunkan tuannya, Lee Donghae yang tertidur pulas dengan kepala di atas meja.

Beberapa saat kemudian, Donghae terbangun. Ia mengerjapkan matanya lalu melihat ke arah Kasim Han. “sekarang sudah siang?” tanyanya. Kasim Han mengangguk.

“ya ampun seharusnya aku pergi berburu, aku terlalu asik bermimpi” gumam Donghae, kalau mengingat mimpinya, ia akan langsung tersenyum.

Sudah bertahun-tahun ia hanya memimpikan seorang perempuan yang tidak ia kenal. Perempuan cantik berambut panjang dan memakai hanbok putih itu, selalu muncul di mimpinya, tak peduli tidur siang atau malam. Ia selalu ingin mencari perempuan itu. Karena senyuman perempuan itu, tatapan mata perempuan itu, semuanya membuatnya jatuh cinta pada perempuan yang belum pernah ia temui itu.

“aku ingin pergi berburu sekarang” kata Donghae, Kasim Han mengangguk dan pergi untuk mempersiapkan kuda dan lain sebagainya. Setelah semua siap, Kasim Han kembali untuk menjemput Donghae.

***

[forest]

Begitu sampai di hutan yang tidak terlalu jauh dari istana itu, Donghae langsung masuk ke dalam hutan dan menjelajah sendirian. Di tengah hutan, matanya menangkap sesosok perempuan berambut panjang dan berhanbok putih, yang ada dalam mimpinya. Perempuan itu sedang duduk di bawah pohon sambil melamun.

Donghae tersenyum bahagia, sambil berjalan menghampiri perempuan itu. Akhirnya ia berhasil menemukan yang ia cari.
Ketika Donghae berdiri tepat di depan perempuan itu, perempuan itu segera berdiri dan tersenyum. “Gongjanim” katanya pelan. “sebenarnya siapa kamu?” tanya Donghae sambil memandangi perempuan itu. “namaku Im Yoona” jawab Yoona. “Im Yoona?” kata Donghae, Yoona mengangguk “ne”
“apa kita saling mengenal?” tanya Donghae lagi. “animnida Gongjanim, kita tidak saling mengenal” kata Yoona sambil menggelengkan kepalanya. “lalu bagaimana kau bisa muncul dalam mimpiku? bukan hanya sekali atau dua kali, tapi setiap aku tidur” kata Donghae bingung.

Mendengar kata-kata Donghae, raut wajah Yoona berubah menjadi takut dan khawatir. “Gongjanim, aku harus pergi” kata Yoona, ia segera membalikan badannya, tapi Donghae meraih tangannya, mencegahnya untuk pergi.

“walaupun kita hanya sering bertemu dalam mimpi, tapi aku jatuh cinta padamu Im Yoona” kata Donghae. Yoona menghela napas, lalu menarik tangannya dari pegangan Donghae.

“hajimayo Gongjanim, jangan jatuh cinta padaku. Kau tidak boleh jatuh cinta padaku” ujar Yoona.

“tapi kenapa?” tanya Donghae heran. Bukannya seharusnya Yoona senang, seorang pangeran jatuh cinta padanya?

“karena aku bukan manusia” kata Yoona, lalu membalikan badannya, dan menatap Donghae lekat-lekat. “nan gumiho-da (aku gumiho)” lanjutnya.

“aku tidak percaya, buktikan padaku kalau kau memang gumiho” kata Donghae. “baiklah aku akan buktikan” kata Yoona, menyanggupi permintaan Donghae.

Yoona memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam. Entah apa yang dilakukannya, tiba-tiba ekor rubah muncul satu persatu dibelakangnya. Sampai akhirnya ada sembilan buah ekor rubah berwarna putih.

Donghae melihat pemandangan itu, antara percaya dan tidak percaya. “apa benar, perempuan cantik yang ada di hadapanku ini, benar-benar siluman rubah berekor sembilan?” batin Donghae, setahunya, gumiho adalah makhluk yang jahat, namun cantik, dan suka memakan hati manusia. Terutama laki-laki.

Tapi perempuan yang ada di hadapannya saat ini tidak terlihat jahat. Yoona tampak begitu baik hati, seperti cheonsa.

“geuraeseo Gongjanim, janganlah jatuh cinta padaku, karena gumiho sepertiku tidak pantas untukmu. Meskipun sebenarnya, aku juga menyukaimu, karena itu aku masuk ke dalam mimpimu. Jeongmal mianhaeyo” kata Yoona, sambil kembali menyembunyikan ekor-ekornya.

“aku tidak peduli siapa dirimu, aku tidak peduli kau gumiho atau setan sekalipun” kata Donghae. “jeongmalyo?” tanya Yoona. Donghae tersenyum lalu meraih tangannya. “ne, jeongmal”

***

Tanpa sepengetahuan Donghae, adiknya, Ahreum mengikutinya ke dalam hutan. Dan adiknya itu menyaksikan semuanya. “apa itu? orabeoni, bersama gumiho? andwae, ini tidak boleh! aku harus lapor!” kata Ahreum dalam hati. Ia mengangkat hanbok-nya yang kepanjangan, lalu berlari meninggalkan hutan.

Begitu sampai di pinggir hutan, seorang perempuan dan seorang laki-laki menghalangi jalannya. Ahreum pun terkejut dan jatuh terduduk di tanah.

Perempuan yang menghalanginya itu menghampirinya lalu berjongkok. “Lee Ahreum Gongjunim, aku tahu kau habis melihat sesuatu, katakan apa yang kau lihat!!” kata perempuan itu sambil menatapnya dengan tajam.

“aku….aku tidak melihat apa-apa” kata Ahreum gugup. “kau bohong” kata perempuan tadi, ia meraih tangan Ahreum dan memaksa Ahreum berdiri.

“Sooyoung agasshi, lebih baik langsung saja, kalau terus bertanya padanya, dia tidak akan pernah berkata jujur” kata asisten dari perempuan bernama Sooyoung itu.

“eoh kau benar, Minho-ya tahan anak ini!” kata Sooyoung, lalu menyerahkan Ahreum pada asistennya.

“dimana gumiho-nya?” tanya Sooyoung pada Ahreum. “aku tidak tahu” jawab Ahreum sambil menggelengkan kepalanya. “kau tidak tahu ya kami ini apa? kami ini assassin, kami bisa membunuhmu sekarang. Cepat katakan di mana gumiho itu?!” kata Sooyoung mengancam.

Ahreum yang ketakutan pun akhirnya memberitahu Sooyoung, dimana ia melihat gumiho itu. “ia ada di tengah hutan” kata Ahreum pelan.

Sooyoung tersenyum lalu melihat ke arah Minho. “urus dia!” perintahnya singkat, lalu berjalan duluan masuk ke dalam hutan.

Begitu Sooyoung sudah tidak terlihat, Minho melepaskan tangan Ahreum. Ia mengeluarkan pedangnya, lalu menggores kaki perempuan itu dengan pedangnya. Sampai-sampai hanbok yang dipakai Ahreum ikut sobek.

Ahreum kembali jatuh terduduk di tanah dan menangis kesakitan.
“masih untung aku tidak membunuhmu” ujar Minho datar, lalu pergi menyusul nona-nya.

***
***

“ternyata tidak terlalu jauh” gumam Sooyoung sambil memperhatikan Yoona yang sedang berbicara dengan Donghae. “agasshi, itu gumiho-nya?” tanya Minho, Sooyoung mengangguk “ne, itu dia, kaja kita temui dia” kata Sooyoung sambil tersenyum licik (?).

Ia mengeluarkan pedangnya, lalu berjalan menghampiri Yoona dan Donghae, diikuti Minho di belakangnya.

“omo benar-benar hari yang cerah ya” kata Sooyoung. Berhasil mengejutkan Yoona dan Donghae. “kau siapa?” tanya Donghae. “aku tidak ada urusan denganmu Gongjanim, urusanku dengan dia!” kata Sooyoung sambil menunjuk Yoona.

“Yoona-ya, ayo kita pergi dari sini” kata Donghae sambil memegang tangan Yoona. “oh sayang sekali, terlalu terlambat untuk kabur” kata Sooyoung, ia memberi isyarat pada asistennya untuk mengurus Donghae. Sementara dirinya, menghampiri Yoona dan mengikat gadis itu pada batang pohon.

“apa yang kau inginkan?” tanya Yoona. Sooyoung tersenyum berkata “aku ingin nyawamu”
“kalau begitu ambil! tidak perlu menyakiti Gongja” kata Yoona sambil menangis.
“tapi itu tidak bisa, kalau aku mengambilnya, kalian berdua akan mati. Tapi kalau aku membunuhnya dulu, lalu mengambil nyawamu, kau tidak akan mati, tapi berubah menjadi seekor rubah. Dan aku lebih suka pilihan yang kedua, maka dari itu, seharusnya kau sadar, gumiho tidak boleh jatuh cinta!” kata Sooyoung sambil tersenyum.

“agasshi, harus kuapakan dia sekarang?” tanya Minho, ia telah berhasil mengalahkan dan melukai Donghae, sampai laki-laki itu sekarang duduk di tanah dan terlalu lemah untuk melawan.

“sekarang giliranku” kata Sooyoung, ia berjalan menghampiri Donghae lalu mengangkat pedangnya dan tanpa belas kasihan (?), ia membunuh laki-laki itu dalam satu tusukan.

“andwae!!! jangan lakukan itu kumohon!!” jerit Yoona sambil menangis. Tapi seberapa pun ia memohon, Sooyoung sudah membunuh Donghae.
“ani, aku masih bisa menolongnya, asalkan aku bisa lepas dari ikatan ini” batin Yoona, ia pun berusaha melepaskan tali yang mengikatnya, tapi tali itu sangat kuat. Ia hanya akan bisa memotong tali itu dengan pisau.

Tiba-tiba Minho menghampirinya dan berbisik “jwesonghaeyo, aku terpaksa melukai Lee Gongja”
“apa maksudmu?” tanya Yoona pelan. Minho tidak menjawab, ia malah memotong tali yang mengikat Yoona dengan pedangnya. “lakukanlah apa yang harus kau lakukan” kata Minho, lalu pergi dari situ, karena ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. “kamsahamnida” ujar Yoona.

Setelah lepas dari ikatan itu, Yoona menghampiri Sooyoung yang sedang membersihkan pedangnya. Ia memegang bahu perempuan itu. Sooyoung terkejut, namun entah kenapa ia tidak bisa bergerak.

“selamat tinggal Sooyoung agasshi” kata Yoona pelan, lalu ia menggumamkan sesuatu seperti mantra. “apa yang kau lakukan?!!” seru Sooyoung. “mian, tapi aku harus melakukannya demi orang yang kucintai” kata Yoona, ia mengangkat tangannya dari bahu Sooyoung, dan perempuan itu pun terjatuh ke tanah.

Sekarang di tangannya, Yoona menggenggam sebuah bola nyawa putih, yang diambilnya dari Sooyoung. Ia melepaskan bola itu ke udara, lalu menghampiri Donghae yang tergeletak tak bernyawa dan penuh luka.

“Gongjanim, aku akan menolongmu. Kau tidak boleh pergi, kau harus bertahan” kata Yoona sambil menggenggam tangan Donghae, dan memindahkan nyawa yang dimilikinya.

Seketika tubuhnya memudar dan memudar, sampai akhirnya ia berubah menjadi bulu-bulu halus, dan terbang ditiup angin.

“Lee Donghae Gongjanim, meskipun aku harus pergi saat ini, aku akan selalu berada dalam mimpi-mimpimu, dan aku yakin kita akan bertemu lagi di kehidupan yang lain”

#The End#

Ket»
– Gongja(nim) : Pangeran
– Gongju(nim) : Puteri
– Gumiho : siluman rubah berekor sembilan
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

a kind of menghayal XD wkwkwk
dan gaje abis *hiks* u.u ngegantung pula #dorrr
tapi tenang, author bakal bikin sequelnya, tapi settingnya di masa modern, alias ‘kehidupan yang lain’ yang diomongin sama si Yoona itu hehe :D
RCL ne :D *bow*

21 thoughts on “[Ficlet] 떠나지마

  1. Wahhhh… Daebak..
    Jarang banget nemu fanfic yoonhae yg kayak gini.. Sequelnya ditunggu ya chingu..

    Yoonhae nya happy ending yah.. Gak rela deh kalo yoona sama donghae pisah..
    Fighting..^^

  2. “Lee Donghae Gongjanim, meskipun aku harus pergi saat ini, aku akan selalu berada dalam mimpi-mimpimu, dan aku yakin kita akan bertemu lagi di kehidupan yang lain”

    I like the ending dialog. Noumu joahae. Seseorang pernah bilang sama aku, di dalam perputaran inkarnasi, semua berubah, wujudmu, orangtuamu, nasibmu, hidupmu. Tapi hanya ada satu yang tak pernah berumah, yaitu jodohmu. Hanya hal itu yang tak bisa dipisahkan, dan tak jua bisa diciptakan. Kamu hanya memiliki satu pasangan hidup di setiap kehidupanmu. Dan akan bertemu dengannya lagi di kehidupan yang akan datang.

    Ah, benar-benar berharap kehidupan mereka selanjutnya akan menjadi baik. Untuk authornya, terima kasih atas suguhannya. ^^

  3. Wah Keren :D aku suka FFnya … :D jarang2 bisa jumpa FF yang Fantasi kayak gini :D
    mekipun hanya khayalan tapi keren :D
    Thor , ditunggu sequelnya :D jangan lama-lama ya :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s