Beyond The Dream [CHAPTER 7]

image

CHAPTER 7: Sick Of Hope

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: Sick Of Hope

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) (*because this chapter is purely my idea ^^*)

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– EXO-K’s Oh Sehun
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin
– RaNia’s Xia / Jang Jinyoung

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*
*other Kpop stars as cameo*

Disclaimer:
Cast (kec.OC) bukan milik author but this is purely my storyline ^^

Author’s Note:
Annyeong !!! helo helo!! *toa is on*
ini dia chap.7 nya!! huh makin deket ke akhir wkwk :D
Chap ini agak terinspirasi dari lagu Lee Kichan – Sick Of Hope (DH2 OST) kekeke~ karena lagu itu benar-benar mengekspresikan perasaan seorang Lee Howon (Hoya) di FF ini *hiks* u.u *kecian* #plak dan itu cover saya lagi2 males ngedit jadinya kayak gitu wkwk.
oh ya penasaran gak, kenapa author kepikiran bikin couple Woohyun-Sulli?? #gak u.u jadi tuh, author ngeliat mereka berdua MC bareng di Inkigayo (bareng Lee Jongsuk juga sih*ganggu si Jongsuk* #plak)

image

keliatannya cocok gitu, jadinya author bikin couple kekeke XD, padahal tadinya mau TaeLi, tapi Tae gak cocok jadi songong #plak XD. dan JENG JENG JENG (?) ternyata udah 2 bulan sejak author debut(?) di sini ( May, 7th 2012) *hiks terharu* :’D #bukk gomawo buat readers yang udah baca epep saya selama ini hehehe :D *pidato dah jadinya* #plak
Oh ya seperti janji author waktu itu chap ini DIPANJANGIN!!! :D ~~

ya udahlah gak lama2 lagi langsung aja:
Don’t Be Siders and Don’t Be Plagiator …. Happy Reading!!

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Previous: | TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5 | CHAPTER 6 |

#CHAPTER 7#


Dalam perjalanan kembali ke sekolah, Hwayoung terus memandangi Hoya yang sedang menunduk, dengan tatapan heran. Di depan restoran mi tadi, mereka hanya melihat Jinri, Woohyun dan appa-nya Jinri sedang mengobrol. Menurut Hwayoung itu adalah hal biasa, tapi kenapa sikap Hoya berubah 180 derajat setelah melihat itu?

“benar-benar aneh. Apa Hoya menyukai Jinri? astaga Ryu Hwayoung kenapa kau baru sadar sekarang? ternyata selama ini aku terlalu berharap” batin Hwayoung, ia teringat di hari pertama semester dua, hanya Hoya yang peduli padanya. Dan di hari pertama kalinya ia punya teman, Hoya berkata kalau ia tersenyum, ia terlihat cantik. Ternyata semua itu tidak lebih dari ‘perhatian seorang teman’
“geunyang chingu” batin Hwayoung lagi, lalu melihat ke langit malam. Ada bulan sabit disana.

“Hwayoung-a, apa Jinri pernah cerita soal Nam Woohyun padamu?” tanya Hoya, memecah lamunan Hwayoung. “ne? oh Nam Woohyun? hmm lumayan sering, seperti ia pernah bilang kalau ia sempat jadi fansnya Woohyun, hmm apa lagi ya?? ah ia juga pernah cerita soal perasaannya pada Woohyun, tapi kalau seperti apa hubungan mereka aku tidak tahu” kata Hwayoung, yang sebenarnya adalah bohong besar.

Ia tahu, tapi tidak mau memberitahukannya pada Hoya. Satu alasan, ia berusaha menjaga perasaan ‘teman’nya itu. Tapi ia yakin, sebenarnya Hoya sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu (*human’s heart is ribet wkwk*)

Hoya hanya tersenyum getir “aku begitu menyukainya, tapi ia selalu melihat orang lain” gumam Hoya.
“nado, Howon-a, aku begitu menyukaimu, yang kau lihat selalu orang lain, bukan aku”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[tomorrow]

(kantin)

Krystal menatap selembar kertas di atas meja sambil memegang bolpoint-nya, dengan pegangan yang kelewat erat. Kertas itu adalah isi map yang diberikan pria di rumah sakit waktu itu, yaitu formulir pendaftaran acting school di Amerika. Ia cuma tinggal tanda tangan dan ia pun terdaftar, tapi hanya untuk menandatangani itu, Krystal sampai duduk berjam-jam di kantin.

“baiklah, ini mimpimu! kau bisa! kau pasti bisa! hal su isseo! hal su isseo!” batin Krystal sambil mendekatkan ujung bolpoint-nya pada kertas. Hampir saja ia menuliskan tanda tangannya, mulutnya menggumamkan isi hatinya. “hal su eobseo (tidak bisa)”.

“aku tidak bisa melakukannya!! aaa jeongmal wae!!!” seru Krystal frustasi. Diletakannya bolpoint-nya, dan ia mulai melamun. Mengingat hari pertama ia datang ke Byeol Art School, ia disambut dengan lirik lagu ejekan dari Minho, taruhan dengan Jinri, disiram air, bertemu seorang Jang Jinyoung yang lebih parah darinya, lalu ia tidak sengaja memecahkan telur mentah di kepalanya sendiri, masuk rumah sakit, acara radio yang kacau dan sebagainya.

Semua kejadian-kejadian itu memang tidak ada yang menyenangkan, tapi ia merasa semua itu adalah bagian penting dari hidupnya.

“malaikat dari neraka” gumam Krystal sambil tersenyum, tiba-tiba panggilan lama dari Minho untuknya itu muncul di otaknya. Baginya, panggilan aneh (?) itu telah membuat banyak perubahan dalam dirinya.

Sekarang ia tidak terlalu mudah emosi seperti dulu, kejutekannya juga sudah berkurang, bahkan sekarang ia tahu apa itu cinta. panggilan ‘malaikat dari neraka’ itu membuatnya sadar. Ia cantik, tapi kalau hatinya tidak cantik percuma saja.

Dan semua memori itu, membuatnya semakin berat untuk pergi. “apa yang harus kulakukan?” gumam Krystal, lalu menghela napas.

“yang harus kau lakukan adalah, menandatangani formulir ini” kata Minho yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.

“mwo? tapi kenapa?” tanya Krystal bingung. “karena ini mimpimu. Soojung-a, percayalah kau tidak akan menyesal setelah menandatangani ini” kata Minho sambil tersenyum dan menyerahkan bolpoint pada Krystal.

Gadis itu mengambil bolpoint itu, dan dengan tangan bergetar, ia menulis tanda tangannya di kertas formulir itu.

“ah eotteohkhae?? aku benar-benar melakukannya!! ah tapi…” Krystal memekik kaget, menyadari apa yang dilakukannya. Ia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis. Dulu ia tidak akan pernah bersikap seperti ini.

“yah wae ureo??(kenapa menangis)” kata Minho sambil menyingkirkan tangan Krystal dari wajah gadis itu. “yah Choi Minho!! kau bodoh? polos? atau pura-pura bodoh dan polos??!! aku tidak mau melakukan itu!! walaupun sebenarnya aku mau, tapi…”

“Soojung-a, go to your dream” ujar Minho santai sambil tersenyum, seolah-olah ia tidak peduli kalau Krystal harus pergi ke Amerika untuk waktu yang sangat lama.

“neon baboya!! kenapa malah tersenyum?!!” kata Krystal sambil memukul Minho. “lalu aku harus apa? masa aku harus menangis? buat apa?” tanya Minho. “bukan begitu tapi….jangan tersenyum seperti itu!!!” protes Krystal, lalu menutupi lagi wajahnya dengan kedua tangannya.

“dasar aneh, sudahlah sekarang aku mau ke ruang guru, tadi Kim Hyoyeon sonsaeng memanggilku” kata Minho sambil berdiri. “kau mau kemana?! diam di sini!” kata Krystal sambil menarik tangan Minho.

Minho pun kembali duduk di sebelahnya, dan Krystal juga melanjutkan menangis (?).
“Soojung-a, kau tidak boleh menangis. Kau harus pergi sambil tersenyum. Kalau tidak orang akan berpikir kalau kau akan dijual” kata Minho. “dasar babo!! menyebalkan!! kau tidak mengerti apa yang kurasakan!!”seru Krystal kesal, tidak peduli berapa pasang mata yang sekarang menatap ke arah mereka karena bingung.

“justru karena aku mengerti Soojung-a, makanya aku bersikap seperti ini, pura-pura tidak dengar, pura-pura tidak melihat, pura-pura tidak tahu. Supaya kau mau pergi” kata Minho dalam hati, ia menghapus air mata Krystal lalu tersenyum lagi. “yah aku baru tahu malaikat dari neraka bisa menangis, sudahlah uljima Soojung-a”

Krystal hanya diam. Ia tidak memprotes atau marah. Ia hanya menatap Minho dengan kedua matanya. “jeongmal gomawo tto mianhae” kata Krystal pelan, lalu ia cepat-cepat melanjutkan “karena sudah mendukung mimpiku”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

#Sementara itu….

“Choi Jinri, Lee Howon, Park Sunyoung, Kim Donghyun….kemana Minho?” tanya Taeyeon sambil meletakan selembar kertas di meja. “ia bilang ia harus mengurus sesuatu” kata Donghyun. Taeyeon mengangguk mengerti lalu menunjuk kertas di atas meja. “ini adalah kontraknya, kalian baca dulu baik-baik. Kalau kalian setuju, kalian akan….ehh pergi dari sekolah ini untuk mengikuti training, dan seperti yang kalian tahu setelah training ada sesuatu yang disebut debut” kata Taeyeon.

“sonsaengnim” kata Hoya tiba-tiba. “ne?” “maaf tapi, aku tidak mau debut” kata Hoya, lalu berdiri dan pergi meninggalkan ruang guru.

Melihat itu, otomatis Jinri berdiri dan pergi menyusul Hoya. Tapi sesampainya di luar, ia tidak melihat Hoya. “kemana dia? cepat sekali perginya. eh tunggu…dia pasti di sana!” pikir Jinri, ia memutuskan untuk pergi ke balkon sekolah.

***

[balkon]

“Hoya!” panggil Jinri sambil menghampiri Hoya, yang ternyata memang pergi ke balkon sesuai dengan perkiraannya.

Hoya tidak menyahut panggilannya, dan bersikap seolah ia tidak peduli ada Jinri di situ. “Hoya, aku…” belum sempat Jinri bicara panjang lebar, Hoya segera memotong. “Jinri-ya, tinggalkan aku sendiri”

“Aku cuma mau tanya kenapa kau tidak mau debut? waktu kecil dulu kau bilang kau harus jadi orang terkenal apapun yang terjadi, kenapa sekarang kau tidak mau debut?” kata Jinri, ia tidak menghiraukan kata-kata Hoya yang mengusirnya barusan.

“itu dulu, dulu adalah dulu, sekarang adalah sekarang. Jinri-ya, aku berkata begitu saat aku belum tahu kalau orang tuaku sudah meninggal. Aku berniat mencari mereka, tapi kenyataannya mereka sudah meninggalkanku. Kenapa semuanya meninggalkanku?” kata Hoya, lebih bertanya pada diri sendiri di akhir kalimat.

“siapa yang bilang semuanya meninggalkanmu?? aku tidak meninggalkanmu. Aku…”

“tidak ada yang bilang. Itu kenyataan, semua meninggalkanku. Orang tuaku, mimpiku, dan kau juga” ujar Hoya lalu menghela napas. “aish sudahlah, kau terlalu polos dan babo untuk mengerti hal ini. aku mau ke kelas” lanjut Hoya, ia menatap Jinri sesaat dan membatin “aku sudah lelah berharap Jinri-ya, mengharapkanmu melihatku, yang jelas tidak mungkin, cuma membuatku sakit hati”

Ia pun menghela napas, dan melangkah pergi dari balkon, meninggalkan Jinri yang masih terdiam karena kaget dan bingung(?). “apa dia marah padaku? tapi kenapa? Jinri-ya, neo jinjja baboya!” kata Jinri dalam hati sambil menggigit bibirnya.

Sekarang ia memutuskan untuk pergi ke lokernya saja, karena ia tidak mau kembali ke ruang guru, ataupun ke kelas.

***

Sesampainya di loker, ia langsung membuka pintu loker itu dan lagi-lagi ia menemukan setumpuk surat di dalam lokernya. Hanya saja tidak sebanyak sebelumnya.

“hmm sebenarnya apa isi surat-surat ini? waktu itu Woohyun tidak mau memberitahuku” pikir Jinri sambil menyobek salah satu amplop. Di dalam amplop itu, terdapat selembar kertas bertuliskan ancaman-ancaman, dan hinaan yang sangat kasar, bahkan ada juga surat yang ditulis dengan darah dan lain sebagainya (*it’s a fact in Korea *lirik fans sasaeng#dorr*)

Jinri yang ngeri melihatnya langsung membuang semua surat itu ke tong sampah. Ia masih belum mengerti apa maksud dari surat-surat itu dan siapa pengirimnya.

“Jinri-ya, barusan yang kau buang itu surat?” Tiba-tiba(?) Jiyeon berdiri di sebelahnya dan bertanya padanya. “ah ne, aku sebenarnya tidak mengerti apa maksud surat-surat itu, aku juga tidak tahu siapa yang mengirim” kata Jinri.

Jiyeon memiringkan kepalanya seperti sedang berpikir. “Jinri-ya, itu surat terror dari fans sasaeng, entah bagaimana caranya, mereka pasti tahu apa yang dilakukan idolanya, termasuk siapa yang sedang dekat dengan idolanya. Mungkin itu dari fansnya Woohyun” kata Jiyeon.
“mwo? fans sasaeng?” tanya Jinri kaget. Jiyeon mengangguk. “mmm aku juga pernah dapat yang seperti itu, Krystal juga pernah, apalagi Yoona eonni, sewaktu gosipnya dengan Donghae oppa tersebar, banyak sekali kiriman-kiriman aneh datang untuknya” kata Jiyeon, kejadian itu terjadi sekitar setahun yang lalu, Jiyeon masih sangat mengingatnya.

“jadi begini ya, kalau punya hubungan dengan artis? aku tidak pernah menyangka seburuk ini” batin Jinri sambil menatap lantai. “keunde Jinri-ya, kau tenang saja, mereka tidak akan berani macam-macam selama kau punya Nam Woohyun, hehe” kata Jiyeon sambil tersenyum. Jinri tersenyum kecil dan membatin lagi. “ne, selama aku punya Nam Woohyun, kalau tiba-tiba aku tidak punya lagi? apa yang akan mereka lakukan? membunuhku kah?”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[another story]

“Jinyoung-a, kau sebenarnya ingin kemana?? aku lelah mengikutimu!!” seru Yoona sambil memukul-mukul kakinya yang pegal. “kalau lelah, tidak perlu mengikutiku, eonni” kata Jinyoung, terdengar mengejek saat mengatakan ‘eonni’

“sabar Im Yoona, kalau kau tidak kuat lagi tinggal telpon Jang sajangnim” batin Yoona. “Jinyoung-a, bagaimana kalau kita makan sesuatu?” usul Yoona sambil berusaha memasang senyum terbaiknya. Jinyoung berhenti berjalan dan melipat tangannya di dada. “hmm boleh, makan apa?” tanya Jinyoung. “sesuatu yang hangat, sup mungkin. Atau kau punya ide yang lain?” kata Yoona.

Saat ini ia sedang berusaha mendekati Jinyoung lewat makanan. Pada anak kecil usia 5 tahun , ini akan berhasil, tapi pada Jinyoung? entahlah.

“aku mau yang dingin! aku mau es krim!” kata Jinyoung sambil membetulkan letak syalnya. “dihari sedingin ini? euh aneh!” pikir Yoona. “baiklah, kau mau es krim? ayo kita makan es krim!”

***

(kedai es krim)

Jinyoung sudah mulai kesal menunggu pesanannya yang belum datang. Ia terus menggoyang-goyangkan kakinya, sambil manyun.

Ketika pelayan datang membawa pesanannya, ia sudah hampir menyemprot (?) pelayan itu dengan kata-kata pedasnya, tapi Yoona menginjak kakinya, dan tersenyum pada si pelayan.

“apa-apaan sih!!” kata Jinyoung kesal. “aku di sini untuk merubah sikap burukmu, jadi setiap kau akan meledak aku akan mencegahnya” ujar Yoona sambil tersenyum. Jinyoung mendengus kesal dan memakan es krimnya.

Setelah menghabiskannya, Jinyoung memesan lagi beberapa mangkuk. Sampai-sampai Yoona tidak habis pikir, seberapa besar kapasitas perut seorang Jang Jinyoung. Ia juga mulai bosan menunggu gadis itu makan es krim.
Ia pun mengambil ponselnya dan meng-sms Jiyeon, tapi gadis itu tidak membalas, akhirnya ia meng-sms Donghae.

To: Lee Donghae
from: Im Yoona
oppa, selamatkan aku.

Beberapa menit kemudian, datang balasan dari Donghae.

from: Lee Donghae
menyelamatkanmu dari apa?

to: Lee Donghae
from: Im Yoona
dari kebosanan. Dan Jang Jinyoung.

from: Lee Donghae
baiklah, kau ada dimana?

to: Lee Donghae
from: Im Yoona
di kedai es krim tempat kita biasa makan es krim, oppa cepat datang ya, aku benar-benar bosan. Sekalian juga bantu aku mengawasi Jinyoung ^^

from: Lee Donghae
ok, kau tunggu saja sebentar ya, aku sedang berada di JJ Ent bersama Gikwang, jadi tidak terlalu jauh dari situ.

Yoona menghela napas lega dan memasukan kembali ponselnya ke tas. “Jinyoung-a, kau mau makan berapa mangkuk lagi?” tanya Yoona. “sampai aku merasa puas, oh ya eonni, aku membawa dompet yang salah, dompet itu kosong, jadi eonni yang bayar es krimnya ya” kata Jinyoung sambil tersenyum seolah tidak punya salah, dan melanjutkan makan es krim.

“mwo?” pekik Yoona dalam hati, ia cepat-cepat mengecek dompetnya dan isi dompet itu benar-benar pas-pasan. “tenanglah Im Yoona, Donghae oppa akan datang ke sini dan mungkin dia bisa membantuku membayar semua itu” batinnya.

Beberapa menit kemudian, datang sms dari Donghae.

from: Lee Donghae
Yoona-ya mianhae, Park sonsaeng menyuruhku kembali ke sekolah sekarang. Nanti kita bertemu di sekolah saja ya

“mati aku” gumam Yoona. “eonni, ayo kita kembali ke sekolah” kata Jinyoung sambil berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari kedai itu.
“eh Jinyoung-a, tunggu sebentar!” kata Yoona, ia berlari ke kasir dan membayar semua pesanan Jinyoung. Setelah itu ia cepat-cepat menyusul Jinyoung.

***
***

(school)

Selama perjalanan kembali ke sekolah, Jinyoung mengerjai Yoona dengan berbagai macam cara. Jadi sesampainya di sekolah, wajah Yoona benar-benar kusut, baru sehari ia mengawasi Jinyoung, ia sudah tidak kuat.

“sajangnim, aku tidak sanggup, aku berhenti” kata Yoona pada tuan Jang melalui telpon.

“tapi Yoona-ya…”

“sajangnim, aku benar-benar tidak bisa, jwesonghamnida”

“baiklah, aku mengerti, katakan pada Jinyoung, selesai jam sekolah ia harus menghadapku”

“ne, sekali lagi jeongmal jwesonghamnida sajangnim”

Selesai menelpon tuan Jang, Yoona menghela napas dan menatap Jinyoung. “ok Jinyoung-a, kau puas? aku sudah berhenti, sekarang terserah kau mau melakukan apa, aku mau pergi ke ruang latihan!” kata Yoona, lalu melangkah pergi.

Jinyoung hanya mengangkat bahu dan pergi ke lokernya.
“ada apa dengannya? huh strange korean people, hey wait i’m korean too! whatever” pikir Jinyoung.

Ia membuka pintu lokernya, sambil menggumam. Tidak sadar ada orang di sebelahnya. “apa aku separah itu? menurutku sikapku biasa-biasa saja dan tidak bermasalah, lagi pula…”

“hey Miss Jang Jinyoung or whatever, dengar ya, sikapmu itu biasa tapi catat dan garis bawahi ini; di Amerika. Kalau di Korea, sikapmu itu sudah kelewatan!” kata Lee Byunghun sambil merangkul Jinyoung. “yang seperti ini namanya juga biasa, kalau di Amerika. Tapi kalau di Korea, ini namanya kurang ajar” kata Byunghun lagi.

Jinyoung menyingkirkan lengan Byunghun, lalu menunjuk laki-laki itu. “yah Lee Byunghun dengar ya…”
“weits call me L.Joe” kata Byunghun memotong. Jinyoung memutar bola matanya dan melanjutkan “terserahlah, dengar ya, kau tidak usah sok pintar seperti itu! aku juga tahu hal-hal semacam itu! dasar stupid!!”
“kalau kau tahu, kenapa tidak berubah?! dasar freak!” balas Byunghun, lalu menjulurkan lidahnya.

“apa aku harus merubah sikapku?” kata Jinyoung dalam hati, lalu mengambil buku yang pernah diberikan oleh teman appa-nya, dari dalam loker. Buku itu berjudul, “Start With ‘Thanks’ & ‘Sorry‘”. Ia menatap buku itu, dan mengangguk. Ia memutuskan untuk merubah sikapnya mulai hari ini.

***

#Sementara itu di ruang latihan….

Yoona duduk bersandar pada dinding sambil melamun. Ia benar-benar bad mood hari ini. Bukan hanya karena Jinyoung, tapi juga karena Donghae.

“Yoona-ya!!” panggil Donghae sambil tersenyum dan masuk ke dalam ruang latihan. Ia duduk di sebelah Yoona, dan tersenyum lagi. “aku mencarimu kemana-mana ternyata kau ada di sini, bagaimana hari pertamamu dengan Jinyoung?” kata Donghae, Yoona tidak merespon. Gadis itu hanya manyun sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. “Yoona-ya” kata Donghae lagi. “aku sedang kesal! sudah ah jangan ganggu aku!” kata Yoona, masih sambil manyun.

Donghae hanya tersenyum, lalu mengeluarkan jurus sogokan (?). “kau mau cokelat?” tanya Donghae, “shireo!!” kata Yoona kesal. “kau mau boneka?” tanya Donghae lagi. “shireo!! oppa, sudahlah aku tidak bisa disogok!!” kata Yoona ketus.

“lalu bagaimana caranya supaya kau memaafkanku? aku harus menyanyi di tengah lapangan? atau aku harus…”

“oppa tidak harus melakukan apa-apa, aku sudah memaafkanmu” kata Yoona, sambil tersenyum kecil.

“hmm karena kau sudah mengerjaiku, kau harus dihukum” kata Donghae. “dihukum? dihukum apa?” tanya Yoona bingung. “tutup matamu” kata Donghae, Yoona menurut dan menutup matanya.

Sekarang jantungnya berdebar cepat sekali, menunggu apa yang akan Donghae lakukan. Ia sudah menduga Donghae akan menyentil keningnya, atau menjitak kepalanya, atau mencubit pipinya. Tapi yang terjadi, laki-laki itu malah mencium pipinya.

Sontak Yoona membuka matanya dan memukul Donghae. “kyaaa oppa!!!! ini di sekolah!!!!” seru Yoona. “memangnya kenapa kalau di sekolah? disini kan tidak ada orang lain” kata Donghae, lalu tertawa melihat wajah Yoona yang memerah.

“tetap saja ini di sekolah!!! harusnya tidak boleh melakukan hal semacam itu !!” kata Yoona sambil menutupi wajahnya yang memerah.

“Yoona-ya” panggil Donghae, Yoona menurunkan tangannya dan menyahut “ne?”
“aku suka melihat wajahmu merah seperti itu” kata Donghae jahil lalu tertawa lagi. Yoona hanya manyun, tapi jujur, sebenarnya ia sangat senang. ^^

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[JJ.Ent]

“sajangnim, sebelum aku kembali ke sekolah, aku ingin menanyakan sesuatu” kata Gikwang. “tentu, apa itu?” kata tuan Jang. “aku merasakan keanehan pada kakiku, sekarang aku tidak bisa latihan dance lebih lama dari 3 jam, kalau lebih dari 3 jam, kakiku sakit. Sajangnim, ada apa dengan kakiku?”

Mendengar pertanyaan Gikwang, tuan Jang hanya bisa menghela napas, lalu mengambil sebuah map kuning. “Ini kau baca di sekolah saja, ini mengenai kakimu, maaf menyembunyikannya darimu selama ini” kata tuan Jang, ia sendiri merasa, suatu saat Gikwang pasti akan menyadari ada yang salah pada kakinya. Dan saat itu adalah sekarang.

Gikwang menerima map itu, lalu berdiri dan membungkuk hormat “sajangnim, aku pergi dulu” kata Gikwang. “ne, hati-hati” kata tuan Jang. Setelah Gikwang meninggalkan ruangannya, ia menghela napas lagi dan menggumam “kuharap kau akan baik-baik saja setelah melihatnya.

—-

Gikwang berjalan ke halte bus sambil memegang map di tangannya dengan erat. Ia memutuskan untuk duduk di halte, dan membaca isi map itu sekarang. Ia benar-benar ingin tahu apa yang terjadi padanya.

Ia duduk di sebelah seorang gadis, yang memakai mantel berwarna biru muda putih, yang sedang memakai headset, kepalanya juga menunduk, wajahnya jadi tidak terlihat. Padahal sebenarnya ia mengenal gadis itu.

Gikwang membuka map itu perlahan dan mengeluarkan isinya. Ia menarik napas dalam-dalam dan membaca apa yang tertulis dalam laporan kesehatan itu.

Selesai membacanya, kertas-kertas itu berjatuhan dari tangannya, sementara ia hanya menatap kosong. Berusaha untuk tidak mempercayai isi laporan itu.

“omo ini apa?” kata si gadis bermantel biru, (yang ternyata Ahnmi) sambil memungut kertas-kertas milik Gikwang. Ahnmi melihat ke sebelahnya dan memekik “sonbae! ada apa?” tanya Ahnmi.

“aku hancur, hidupku hancur, selamanya mimpiku hancur” kata Gikwang. “oh memangnya ada apa?” tanya Ahnmi, tapi sonbae-nya itu tidak menjawab. Maka ia membaca isi laporan kesehatan milik Gikwang, setelah itu ia baru mengerti.

“sonbae, aku juga sama. Pita suaraku bermasalah(?), sekarang aku tidak bisa menyanyi lagi, yang bisa kulakukan hanya rapping, karena itu aku memutuskan, aku mengganti mimpiku, yang awalnya menjadi penyanyi, sekarang aku ingin menjadi rapper” kata Ahnmi, membagi kisahnya pada Gikwang, berharap laki-laki itu tidak stress dan putus harapan hanya karena masalah pada kakinya. “memangnya bisa seperti itu?” tanya Gikwang sambil menatap Ahnmi. “tentu bisa, kalau sekarang sonbae tidak bisa melakukan dance lagi, sonbae masih bisa menyanyi, sonbae bisa menjadi penyanyi lagu ballad misalnya” kata Ahnmi sambil tersenyum.

Melihat senyuman gadis itu membuatnya ikut tersenyum. “gomawo, sudah menghiburku” katanya. Ahnmi mengangguk lalu mengangkat tangannya “sonbae hwaiting!!!”

****************************************************************************************************************

(singkat cerita)
#Sunday evening…

Hari ini, seperti hari-hari minggu lainnya, sekolah sangat sepi. Woohyun juga sudah punya rencana, meskipun bukan rencana yang sepenuhnya menyenangkan. Tapi ia melakukan itu demi kebaikan Jinri.

“ne sajangnim, aku setuju dengan rencana comeback itu” kata Woohyun, ia sedang berjalan menuju perpustakaan sekolah, sambil berbicara dengan tuan Jang lewat telpon.

“baiklah kalau kau setuju, tapi itu artinya kau harus menghentikan kegiatanmu di Byeol Art School, kau tidak akan menyesal?”

“animnida, justru itu bagus, kalau aku harus meninggalkan sekolah ini” kata Woohyun, mengingat rencananya.

“ok, aku tunggu kau besok di kantor”

“ne arasseo” Woohyun mematikan ponselnya. lalu masuk ke dalam perpustakaan.

Disana, ada Jinri sedang tertidur di depan komputer. Sepertinya, gadis itu habis mengetik sesuatu.
Woohyun duduk di sebelahnya dan membaca tulisan di layar komputer. “wah ige mwoya?” gumam Woohyun.

“yah apa yang kau lakukan!! jangan baca itu!” Jinri tiba-tiba terbangun, dan merebut mouse dari tangan Woohyun. Setelah itu ia menyimpan file-nya.

“memangnya kenapa??” tanya Woohyun heran. “itu..itu proyek novelku yang pertama. Aku sebenarnya masuk dalam daftar murid yang akan debut, tapi karena Hoya tiba-tiba menolak untuk debut, aku juga tidak mau debut, ia juga sepertinya marah padaku. Dan hari ini aku tidak ada kegiatan, Sunyoung dan Donghyun kemarin berangkat training, huh akan sangat lama aku tidak melihat mereka. Sementara Hwayoung, ia pergi entah kemana hari ini, jadi aku iseng-iseng menulis ide-ide di otakku, setelah kulihat, ternyata bagus dijadikan novel” kata Jinri panjang lebar. Woohyun hanya mengangguk lalu tersenyum. “jadi sekarang kau ingin jadi penulis?” tanya Woohyun, Jinri mengetuk-ngetukan telunjuknya ke meja sambil berpikir sejenak. “hmm kurasa begitu, tapi aku belum yakin” kata Jinri.

“Jinri-ya, kau ingin jalan-jalan? kemana?” tanya Woohyun. “jalan-jalan??? aku mau!! aku ingin naik bus keliling kota bersamamu” kata Jinri semangat. “mwo?! yah mana bisa aku naik bus, nanti semua orang di bus mengerubungiku, mana aku tahu kalau ada fansku” kata Woohyun kaget, lalu menyilangkan kedua tangannya “kalau naik bus, NO!”

“huh dasar sombong! padahal kan aku ingin sekali naik bus keliling kota” kata Jinri sambil manyun. “geurae, kalau kau mau ayo kita naik bus” kata Woohyun, akhirnya mau menuruti permintaan Jinri. “Jinjja??? waaa kau baik sekali!!! gomawo!!” seru Jinri histeris (?), lalu berdiri dan meloncat-loncat.

Woohyun pun berdiri, dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku mantelnya. “yah kau mau tidak? palli kaja!” kata Woohyun, Jinri berhenti meloncat dan menghampiri Woohyun “kaja!!”

~*—*~

[BUS]

Jinri dan Woohyun memilih tempat paling belakang dan dekat jendela. Tempat paling belakang, karena penyamaran yang dipakai Woohyun hanya syal dan topi saja. Jadi mereka duduk di paling belakang supaya tidak terlalu mencolok.
—-

Bus itu melaju di kota Seoul selama berjam-jam. Dan selama itu, Woohyun hanya diam saja, sementara Jinri melihat jalan dari jendela. Namun lama kelamaan ia mengantuk dan akhirnya tertidur. Dan persis seperti dulu (*chap.2*), kepala gadis itu jatuh begitu saja ke bahunya.

Tapi kali ini Woohyun membiarkannya. Sekarang yang ia pikirkan adalah, bagaimana caranya mengatakan hal yang harus ia katakan pada Jinri.

Beberapa menit kemudian, Jinri terbangun lagi dan bertanya. “Woohyun-a, busnya belum berhenti kan?”
“tentu saja belum” jawab Woohyun singkat. “huh baguslah” ujar Jinri sambil tersenyum, ia pun kembali melihat ke jendela.

“Jinri-ya, apa kau punya permintaan lagi?” tanya Woohyun, Jinri melihat ke arah Woohyun lalu menggeleng. “aniyo, aku tidak punya permintaan lain lagi” kata Jinri, lalu menyentuh dadanya sendiri.

“aneh kenapa perasaanku tidak enak” batin Jinri.

“Kalau begitu, ini adalah yang terakhir. Jinri-ya, uri geumanhaja”…

#To Be Continued…

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Jiah… hiks hiks mana tisuuuuu *gaje lagi epepnya author nangis lagi* #plakk u.u
semoga cukup panjang yaa :)
dan mian banget chap ini isinya ngegalau, hiks *kecian Jinri* #plakk
oh ya lupa, *tepok jidad* itu artinya yang dibilang si Woohyun:
uri geumanhaja = kita putus saja

huaaaa #dorr mian yaaa tetep RCL yaaa aku tunggu *bow*
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

—–»Little Window«—–
*Special by J.b2utyH:LLER :D*

– I Wanna Be…? –
[sequel of Beyond The Dream]

~Annyeong!!! ini dia the next 2 main cast of Beyond The Dream Season 2 / I Wanna Be…? kkkk~
kali ini author bakal me-reveal dua main cast lagi^^ penasaran gak siapa?? #gak *hiks* #dorrr u.u
udah lah, ini dia check it out! :D

– EXO-K’s Oh Sehun –

image

[CHARACTER]: Ia adalah anak dari seorang sutradara yang terkenal di Korea. Satu-satunya sahabat Baekhyun. Ia ceria, suka bercanda, dan meskipun kemampuannya tidak seluar biasa sahabatnya, ia tetap percaya suatu saat nanti ia akan debut, dan pergi ke Hollywood (?). Ia paling suka menyamar (terutama jadi pencopet*?*)

– Kim Hani (OC) –

image

[CHARACTER]: Seorang gadis kaya yang jatuh miskin karena kebangkrutan perusahaan Appa-nya. Ia sangat sombong, pemarah, dan merasa dirinya diatas segalanya, karena kemampuan menyanyinya. Ia masuk ke Byeol Art School dengan tujuan ingin debut dan kembali kaya, cita-citanya yang sebenarnya adalah menjadi violist, dan ia punya seorang adik bernama Kim Dani (T-Ara new member)

~ OK that’s it!! next i will reveal two other main cast!! :D , eottaeyo?? gimana nih empat main cast pertama?? menarik gak?? #gak u.u *author ngilang*~

25 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 7]

  1. kyaaaaaa ^^ author daebak ,thor ini kan bulan puasa jgn nangis thor ntar btal Puasa nya ck~ xD
    lanjut thor

  2. “nado, Howon-a, aku begitu
    menyukaimu, yang kau lihat selalu orang lain, bukan aku”

    Huweee sabar ya eonnie… *getok hoya*
    suwer ane mau mewek baca kalimat di atas thor… T.T
    Si woohyun napa malah mau putus? Gara” fans sasaeng ya?

  3. waaa…..suka eonni^^
    jadi lngsung pngen dngerin lagu sick of hope d.mp3>.<

    rencana kpn eonni sekuel k.2 kluarr??
    ps:chapter.x masi kurang panjang eonni #PLAKK

  4. Aigoo…
    Sedih bgt..
    Lnjut dong thor..
    Oh ya kok pemeran yeoja d season 2 nya karangan aja sih…
    Kan bnyak korean star lainnya jg…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s