Beyond The Dream [CHAPTER 8]

image

CHAPTER 8 : Catch The Dream

Title: Beyond The Dream
Sub-Title: Catch The Dream

Author: Yoo Jangmi (J.b2utyH:LLER) (*again, this chap is only my idea u.u*)

Genre: School, AU, Friendship, Drama, Teen Romance

Length: Chaptered

Rating: T

Main Cast:
– f(x)’s Krystal Jung / Jung Soojung
– INFINITE’s Nam Woohyun
– Beast’s Lee Gikwang
– Super Junior’s Lee Donghae
– SNSD’s Im Yoona
– T-Ara’s Park Jiyeon

– f(x)’s Sulli / Choi Jinri
– SHINee’s Choi Minho
– INFINITE’s Hoya / Lee Howon
– T-Ara’s Ryu Hwayoung
– f(x)’s Luna / Park Sunyoung
– Boyfriend’s Kim Donghyun

Other Cast:

– MBLAQ’s Lee Joon
– MBLAQ’s Yang Seungho
– 4minute’s Kwon Sohyun
– Beast’s Yong Junhyung
– Teen Top’s L.Joe / Lee Byunghun
– KARA’s Kang Jiyoung
– KARA’s Goo Hara
– 4minute’s Kim Hyuna
– T-Ara’s Hyomin
– RaNia’s Xia / Jang Jinyoung

~The Teachers~
*SNSD’s Kim Taeyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Eunhyuk / Lee Hyukjae (as Dance teacher)
*SNSD’s Kim Hyoyeon (2nd Dance teacher)
*Ailee (as Dance teacher)
*T-Ara’s Park Soyeon (as Vocal teacher)
*Super Junior’s Leeteuk / Park Jungsoo (as Principle)
*and other teachers*
*other Kpop stars as cameo*

Disclaimer:
Semua cast bukan punya author, but storyline MINE!

Author’s Note:
Annyeong!! entah kenapa saengieku si Park Jihyun lagi ga ada ide buat epep katanya, jadi mulai dari chap.7 kemaren sampai last chap, authornya Yoo Jangmi ajaa ok???!! hehehe :D
Oh ya di chap ini, ada the transformation of Ryu Hwayoung *lha apaan nih? emangnya Hwa transformers?* kkk~ bukan gitu, jadi selama ini kan author nyeritainnya hwa rambutnya panjang, dan sekarang jadi pendek *nunjuk cover* hihi :D
dan di chap ini ngegalaunya udah agak berkurang, tapi masih ada sedikit #plak oh ya, Luna & Donghyun gak muncul lagi mulai chap ini, si Wowoh juga kayaknya, *malah lebih ke Sulli-nya*, begitu juga Krystal (lha apa ini cast pada ngilang wkwk) tenang, cast yang author hilangin itu, akan muncul lagi dichap sebelum akhir dan akhir (10 & 11) hehe :D.
ya udah deh segitu dulu, dan ga bosen2nya saya ingetin : don’t be siders don’t be plagiator!!!

*–HAPPY READING!!–*

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Previous: | TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5 | CHAPTER 6 | CHAPTER 7 |

#CHAPTER 8#

“Jinri-ya, uri geumanhaja” kata Woohyun, rasanya ia ingin memukul dirinya sendiri karena mengatakan itu. Ia tidak mau mengatakan ini, tapi kalau Jinri bersamanya, gadis itu tidak akan pernah tenang dan akan selalu diterror oleh fans sasaeng. Jadi, ini adalah keputusan yang terbaik.

“ne? kau bilang apa? Woohyun-a, aku tidak suka bercandaan yang tidak lucu seperti ini” kata Jinri tenang, ia cukup berhasil menyembunyikan rasa panik dan takutnya.

“ini serius Jinri-ya, kita putus saja” kata Woohyun. “apa salahku? aku terlalu kekanak-kanakan? aku terlalu polos dan babo? atau karena aku orang yang biasa-biasa saja? apa aku menyebalkan dan mengganggu?” tanya Jinri sambil berusaha menahan supaya tangisnya tidak pecah di depan Woohyun.

“kau tidak salah apa-apa” jawab Woohyun singkat. “lalu kenapa?”
“karena aku tidak tahan melihatmu diganggu oleh fans sasaeng” kata Woohyun sambil menatap lantai bus.

“aku tidak peduli pada fans sasaeng, aku tidak peduli mereka menggangguku seumur hidup! aku benar-benar tidak peduli, Woohyun-a” kata Jinri, lalu menengadahkan wajahnya ke atas, supaya tidak ada yang mengalir dari matanya.

“aku peduli. Mungkin kau baru satu atau dua kali menerima terror dari mereka, tapi kalau lebih lama lagi kau akan tertekan, Jinri-ya, aku tidak mau itu terjadi. karena itu, lebih baik sampai di sini saja”

Bus yang mereka naiki, akhirnya berhenti di salah satu halte. Woohyun tidak bicara lagi, ia memakai topinya dan turun dari bus. “Woohyun-a, tunggu sebentar!” kata Jinri sambil mengikuti laki-laki itu turun dari bus.

“Woohyun-a, aku…” Jinri meraih tangan laki-laki itu, tapi Woohyun langsung menyingkirkan tangannya. “hiduplah yang baik, lupakan saja yang pernah terjadi sejak hari pertama aku datang ke sekolah” kata Woohyun, lalu memanggil taksi dan pergi, meninggalkan Jinri, menangis di pinggir jalan.

Lagi-lagi kata itu. Lupakan. satu kata yang sangat Jinri benci. “kenapa kau selalu menyuruhku untuk melupakan?? kenapa kau senang sekali menyuruhku melupakanmu? nappeun baboya!!”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[school]
(Hwayoung’s room)

Hwayoung duduk di depan cermin sambil menatap dirinya sendiri. Atau mungkin menatap kosong. Lalu Ia membuka kuncir rambutnya dan membiarkan rambutnya yang panjang sepinggang tergerai.

Entah apa yang sedang ia pikirkan, ia membuka laci meja, dan mengambil gunting. Kalau ada yang melihatnya saat ini, pasti ia dikira akan melakukan bunuh diri, karena wajahnya yang begitu datar tanpa ekspresi seperti orang stress.
Tapi nyatanya bukan bunuh diri yang akan ia lakukan.

Ia mengambil sedikit demi sedikit  dari rambutnya, dan memotongnya. sampai akhirnya rambutnya menjadi pendek.

“rasanya benar-benar lega” gumam Hwayoung sambil tersenyum kecil. Eomma-nya pernah mengatakan padanya, kalau sedang stress, jalan terbaik adalah potong rambut. Dan ia rasa itu terbukti.

“apa yang kau lakukan??!!” pekik Krystal, yang baru saja masuk ke kamar. Ia kaget melihat kumpulan rambut di lantai. “oh Soojung-a, aku…aku habis memotong rambutku” kata Hwayoung, sambil menunjuk rambutnya yang sekarang pendek, hebatnya ia berhasil memotongnya dengan rapi.

“ah tapi kenapa? kau tidak sayang pada rambut panjangmu itu?” tanya Krystal sambil berjalan menuju ranjangnya, yang sekarang ia relakan berbagi bersama Jiyoung.

“ehm ya memang sayang, tapi setelah memotong rambutku rasanya stress-ku terangkat” kata Hwayoung. Krystal yang sudah berbaring, kembali duduk dan menatap Hwayoung. “apa aku juga harus coba melakukannya?” tanya Krystal. “kenapa? memangnya kau sedang stress?” kata Hwayoung heran, “hmm ya kurasa, seharusnya aku tidak stress, besok aku akan berangkat ke Amerika untuk sekolah, dan selama bertahun-tahun mungkin aku tidak akan pulang ke Korea. tapi…entahlah, huh urusan cinta memang merepotkan!” kata Krystal.

Beberapa saat kemudian pintu kamar dibuka, tampak Jiyeon dan Jinri masuk ke dalam kamar. “annyeong, aku mengantarnya ke kamar karena kupikir ia sakit, wajahnya pucat sekali” kata Jiyeon, sementara Jinri diam saja. Gadis itu langsung naik ke ranjangnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“kurasa ia butuh potong rambut juga” kata Krystal sambil bertopang dagu. Ia memandangi Hwayoung, lalu Jiyeon, lalu Jinri yang tersembunyi di balik selimut. “setidaknya sebelum aku pergi aku ingin berteman dengan mereka, jalan-jalan bersama seperti remaja lainnya. Tapi apa mereka mau?” kata Krystal dalam hati.

“yah bagaimana kalau kita jalan-jalan?” kata Krystal, disambut oleh senyuman dan anggukan dari Jiyeon. “ayo!! kita nonton band di Hongdae!!” kata Jiyeon semangat. “yah! mana bisa nonton band di Hongdae” protes Krystal sambil manyun, lalu ia beralih pada Hwayoung. “Hwayoung-a, kau ikut ya?” ajak Krystal, Hwayoung tersenyum kecil dan mengangguk ragu (?).

Sekarang Krystal melihat ke arah Jinri, akhir-akhir ini ia jarang bicara dengan Jinri, yang merupakan musuh lamanya(?). “Jinri-ya, kau juga harus ikut ok?” kata Krystal.

“kalian pergi saja, aku tidak mood pergi ke mana-mana” kata Jinri lemah dari balik selimut.
Krystal pun berdiri dan menghampiri ranjang Jinri. Di ambilnya selimut yang menutupi tubuh Jinri, dan dipaksanya gadis itu untuk duduk. “yah! neo wae geurae?!(kenapa kau seperti ini)” tanya Krystal, terdengar sedikit membentak.

“Soojung-a aku tidak mau bertengkar! sudahlah kalau kau mau pergi, pergi saja!” kata Jinri sambil menangis. Krystal memegang bahu Jinri dan menatap gadis itu lekat-lekat. “yah Choi Jinri, aku tidak tahu apa masalahmu, tapi Jinri-ya, besok aku akan pergi, sebelum pergi aku ingin kita jadi chingu, ayolah Jinri-ya, hari ini saja, untuk aku, singkirkan dulu masalahmu, aku ingin jalan-jalan denganmu” kata Krystal, Jinri terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk.

Krystal tersenyum senang dan langsung berseru dengan semangat “kaja!! kita ke Hongdae!”

“yah tadi kau bilang tidak mau ke Hongdae?!!” kata Jiyeon sambil manyun, Krystal menjulurkan lidahnya, lalu berkata “tadi aku tidak mau, sekarang aku mau, ayo!!” Ketika melihat wajah Jinri dan Hwayoung, Krystal langsung berkacak pinggang “yah ayolah!! jangan stress begitu, Hwayoung-a, Jinri-ya, ayo senyum, aku akan pergi besok, kalian tidak kasihan padaku?” omel Krystal, Hwayoung dan Jinri pun saling pandang dan tertawa kecil, Jiyeon dan Krystal jadi ikut tertawa.

Akhirnya Krystal mengerti apa yang diinginkan tuan Jang, dan kenapa bosnya itu memasukannya ke Byeol Art School. Tuan Jang ingin, ia yang sangat egois dan sombong ini, belajar mengenai kehidupan, belajar mengerti orang lain, belajar berteman, belajar mencintai, belajar berbagi, dan yang lainnya.

Dan hari ini, Krystal merasa ia sudah menerima semua pelajaran itu, dan menjadi orang yang lebih baik.

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[tomorrow]
@ Incheon International Air Port…

Krystal terus menggoyang-goyangkan kakinya karena bosan menunggu. Pesawatnya di delay satu jam lagi, dan itu benar-benar membuatnya ingin menonjok operator bandara(?).

Beberapa saat terdengar pengumuman, ternyata si (?) pesawat tidak jadi di delay, dan akan berangkat sekarang. Krystal pun menghela napas lega, dan berdiri sambil memegang pegangan kopernya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

from: President Choi babo (?)
Soojung-a, mian aku tidak bisa mengantarmu ke bandara, tapi aku janji saat kau pulang nanti, aku akan menjemputmu, meskipun tidak tahu kapan. Oh ya, jal gayo Soojung-a, hidup yang baik, makan yang baik, tidur yang cukup, jangan sampai sakit, hmm apa lagi ya? kurasa cukup. Oh ya, nal itjima (jangan lupakan aku), aku juga selalu berharap mimpimu tercapai, annyeong Soojung-a.
p.s: i’m always waiting here, dareun yeoja eobseo (*tidak ada perempuan lain*)

Krystal bingung antara ingin tersenyum, dan ingin menangis membaca sms dari Minho. Ia sampai tidak tahu mau membalas apa.

to: President Choi babo
ne sajangnim, aku akan selalu ingat pesanmu ^^
tunggu saja, poster filmku akan muncul di bioskop Hollywood sebentar lagi hehe :D
annyeong Minho-ya.
p.s: pulanglah ke rumahmu, jangan kabur lagi.

Setelah mengirim sms itu, Krystal menarik kopernya, dan melangkahkan kakinya. Pergi menuju mimpinya.

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

from: Angel from the Hell (Soojung)
ne sajangnim, aku akan selalu ingat pesanmu ^^
tunggu saja, poster filmku akan muncul di bioskop Hollywood sebentar lagi hehe :D
annyeong Minho-ya.
p.s: pulanglah ke rumahmu, jangan kabur lagi.

Minho membaca balasan dari Krystal sambil menghela napas. “ia menyuruhku pulang? hmm…” pikir Minho, dulu ia tidak akan mau di suruh pulang oleh siapapun.

Tapi kali ini, ia memutuskan untuk pergi ke rumah Seungho, dan mengambil barang-barangnya, setelah itu ia akan pulang ke rumahnya. Sesuai permintaan Krystal.

***
***

Sesampainya di rumah Seungho, ia melihat temannya itu sedang bicara dengan dua orang pria berjas hitam, yang Minho tahu, adalah orang suruhan appa-nya.

“si tua itu pasti ingin memaksaku pulang lagi” kata Minho dalam hati, sambil menendang sebutir kerikil, untuk melampiaskan kekesalannya. Ia menarik napas dalam, dan berjalan masuk ke halaman rumah.

“yah kalian sedang apa di sini?!” seru Minho, dua pria tadi langsung menghampirinya lalu membungkuk hormat. “sajangnim menyuruh kami menjemput anda” kata salah satu dari dua pria itu.

“geurae, aku mau ambil barang-barangku dulu” kata Minho, lalu masuk ke dalam rumah. Seungho langsung mengikutinya dan menyerbunya dengan pertanyaan.

“yah kau benar-benar mau pulang? bukannya kau bilang appa-mu tidak mendukung mimpimu? yah!” kata Seungho.
“ya hyung, aku serius mau pulang! ini permintaan seseorang” kata Minho sambil memasukan barang-barangnya ke tas.

“Hyung, aku harus pulang, uang sewa yang belum kubayar akan kubayar nanti” pamit Minho sambil mengangkat ransel besarnya, dan berjalan keluar. “yah Choi Minho!! aish anak itu benar-benar aneh”

—-

Minho membiarkan orang suruhan appa-nya memasukan tasnya ke bagasi mobil. Sementara ia berdiri di samping salah satu orang suruhan yang lain.
“Choi sajang tidak ikut?” tanya Minho, sejak tuan Choi datang ke sekolah waktu itu, Minho tidak pernah memanggil appa-nya itu dengan sebutan appa lagi.

“animnida, beliau ada di kantornya sekarang” jawab pria itu. “kalau kau bertemu dengannya nanti, sampaikan pesanku padanya” kata Minho, lalu tersenyum. “aku ingin jadi sutradara”
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

[school]

Hwayoung memakai headset merahnya dan berjalan melalui koridor. Ia hendak pergi ke kantin.

Selama ia berjalan, semua orang memandanginya dengan berbagai macam tatapan. Ada yang kaget, heran, bingung dan lainnya. Sepertinya mereka menyadari perubahan drastis Ryu Hwayoung. Mulai dari rambutnya, sampai sikapnya.

Hwayoung ingin memilih salah satu meja yang agak memojok, tapi tidak ada meja pojok yang kosong. Hanya ada satu, dan itu pun ada Hoya yang duduk. Laki-laki itu membawa headset biru yang bentuknya persis dengan miliknya.

Hwayoung tersenyum dan berjalan ke meja itu. Ia duduk di hadapan Hoya, lalu melepas headsetnya. “annyeong!!” sapa Hwayoung sambil melambai kecil.

“oh Hwayoung-a, aku rasa ada yang berbeda denganmu” kata Hoya sambil menujuk rambut Hwayoung. “ah ini, kemarin aku memotongnya, kelihatan aneh ya?” kata Hwayoung.

Hoya tersenyum kecil dan menggeleng. “aniya, sama sekali tidak aneh. yeppeuda” ujarnya. “yah, jangan mengatakan hal seperti itu padaku” protes Hwayoung. “kenapa?” tanya Hoya heran.

“karena itu akan membuatku berharap lagi” jawab Hwayoung dalam hati, tapi ia tidak mengucapkan jawabannya itu. Ia diam saja, menunggu Hoya mengganti topik.

“eh Jinri mana? hari ini aku tidak melihatnya” kata Hoya, lagi-lagi yang ia tanyakan adalah Jinri. “eh Jinri, ia sedang sibuk mengetik sesuatu di perpustakaan” kata Hwayoung sambil menunjuk tanpa arah, bermaksud pada perpustakaan.

Sekarang keduanya diam, menciptakan suasana yang aneh. Hwayoung yang merasa tidak enak, memutuskan untuk bicara. “Hoya, kau…masih menyukai Jinri?” tanya Hwayoung.

Hoya agak terkejut mendengar pertanyaan Hwayoung. Ia tidak menyangka Hwayoung tahu soal itu. “aku sedang berusaha tidak menyukainya lagi” jawab Hoya

“kalau begitu, tidak bisakah sekali saja kau coba untuk melihatku?” kata Hwayoung, “oh my god Ryu Hwayoung, apa yang kau katakan barusan?!! aduh memalukan!” kata Hwayoung dalam hati, sekarang ia jadi gugup menunggu jawaban dari Hoya.

“Hwayoung-a, mungkin tidak sekarang, tapi nanti aku akan coba untuk mulai melihatmu” ujar Hoya, berhasil membuat Hwayoung menunduk sedalam-dalamnya (?) karena malu. “ah Howon-a, kata-kataku tadi jangan dianggap serius, aku cuma bercanda” kata Hwayoung masih sambil menunduk. “aniyo Hwayoung-a, aku akan benar-benar mencoba untuk melihatmu” kata Hoya berusaha meyakinkan Hwayoung kalau ia bukan hanya memberi harapan saja.

Hwayoung mengangkat kepalanya dan menatap Hoya dengan tatapan bertanya-tanya. “jinjjara?” tanyanya. Hoya mengangguk dan mengulurkan tangannya, lalu mengacungkan jari kelingkingnya. “yaksok?”

Hwayong pun menautkan kelingkingnya, dan tersenyum “yaksokhae” katanya.

“Hwayoung-a!! aku mencarimu kemana-mana ternyata kau ada di sini” Tiba-tiba Jinri datang bersama Jiyeon dan duduk di sebelahnya. Hwayoung cepat-cepat menarik tangannya dan tersenyum salah tingkah pada Jinri. “oh Jinri-ya, ada apa mencariku?” tanya Hwayoung.

Jinri melihat ke arah Hoya lalu ke Hwayoung. “tidak apa-apa, aku ingin mengobrol saja” kata Jinri. “Hoya mianhae, aku mengatakan ini karena kurasa kau marah padaku” kata Jinri, kali ini pada Hoya.

“aniyo, aku tidak marah padamu, waktu itu aku sedang kesal” kata Hoya sambil tersenyum. “jinjja?? ah gomawo” kata Jinri lega.
Setelah Jinri dan Jiyeon yang datang, sekarang banyak sekali yang berdatangan ke meja itu, tentunya bersama trio gosip sekolah. “kenapa jadi kesini semua?” kata Hwayoung dalam hati sambil menundukan kepalanya.

“hey semuanya, kita punya sedikit gosip” kata Hyuna “dan juga usul” kata Hyomin sambil tersenyum, tapi senyumnya langsung hilang begitu Jinyoung menyenggolnya. “yah! siapa sih yang menyenggolku?!!” seru Hyomin kesal. Ia melihat ke belakang dan mendapati Jinyoung berdiri di belakangnya. “kau yang lakukan?!” tanya Hyomin, Jinyoung baru saja akan meledak, tapi ia teringat kata-kata di buku yang ia baca. “start with sorry, then thank you”

“mianhae, aku tidak sengaja. boleh aku bergabung dengan kalian?” kata Jinyoung. Semua yang disitu langsung bengong saking tidak percayanya.

“wah Jang Jinyoung bisa minta maaf?” kata Hara kaget. Jinyoung diam saja. “baiklah kau boleh bergabung” kata Hyuna. Jinyoung pun duduk di sebelah Jiyeon dan berkata “gomawo” Dan itu membuat semuanya tercengang lagi.

“baiklah, langsung ke gosipnya, hari ini semua guru rapat bersama kepsek Park, jadi sekolah bebas!” kata Hyuna sambil tersenyum. “dan aku ada usul, bagaimana kalau kita semua jalan-jalan??” kata Hyomin.

“waa aku setuju!” seru Byunghun, “kalau begitu aku juga setuju” kata Sohyun lalu mengedipkan sebelah matanya pada Byunghun.
“Junhyung-a, kau punya plastik?” tanya Byunghun pada Junhyung yang berdiri di sebelahnya. “untuk apa?” tanya Junhyung. “aku mau muntah”

Setelah semuanya setuju, Hyuna menyuruh mereka pergi ke kamar masing-masing dan mengganti baju. Setelah itu mereka harus berkumpul lagi di kantin.
—-

beberapa menit kemudian…

Sekarang semuanya sudah berkumpul lagi di kantin. Hyuna mengadakan voting mereka ingin pergi kemana. Ada yang bilang Myeongdong, ada yang bilang Hongdae, ada juga yang ingin ke Hangang, bahkan Lotte World.

“baiklah kita kunjungi semuanya saja!” seru Hara, “dasar babo! tidak bisa begitu! pilih satu!” kata Hyomin sambil menoyor kepala temannya itu.

“yang dekat saja tidak bisa? masalahnya aku ada job menyanyi sore nanti, kalau pergi terlalu jauh nanti aku terlambat” kata Jiyeon, akhir-akhir ini, banyak yang menawarinya job menyanyi, entahlah, mungkin ini artinya ia bangkit kembali.

“bagaimana kalau kita makan di restoran mi appa-ku saja? aku yang bayar” kata Jinri sambil nyengir. “makan? boleh juga, setelah itu kita ke mall!!” kata Hyuna. Karena semua setuju, mereka pun berangkat ke rumah Jinri, untuk makan gratis (?)

***

*another story*

– kelas –

“mwo?? tapi kenapa??” pekik Yoona, ketika mendengar kata-kata bibinya melalui telepon.

“karena nenekmu sudah tua, ia bilang taman kanak-kanak itu tidak ada yang mengurus”

“tapi kenapa harus sekarang?!!” protes Yoona.

Hari ini lagi-lagi bibinya memintanya pulang ke Busan. Kali ini alasannya, tidak ada yang mengurus taman kanak-kanak kecil milik neneknya. Kalau yang seperti ini alasannya, ia akan di tahan di sana untuk waktu yang lama.

“aish Yoona-ya, sudahlah menurut saja!!!! besok kau harus sudah ada di sini!” setelah mengatakan itu, bibinya memutus sambungan.

“eh bibi!!! kenapa diputus” kata Yoona, ia memasukan ponselnya ke saku seragam, lalu bertopang dagu. “ini artinya aku dipaksa” kata Yoona dalam hati.

“yah, kenapa melamun di sini?” tanya Donghae sambil berjalan masuk ke dalam kelas. Ia lalu duduk di sebelah Yoona dan bertanya lagi. “aku tanya, kenapa kau melamun?”

“oh oppa, aku tidak sedang melamun, aku sedang berpikir” kata Yoona, lalu menghela napas. “memikirkan apa? atau memikirkan siapa?” tanya Donghae lagi.

“aku memikirkan…ehm itu…aku…ah sudahlah oppa tidak usah tahu!” kata Yoona sambil manyun. “kenapa aku tidak boleh tahu?” kata Donghae. “ih oppa jangan banyak tanya!! aku sedang pusing” kata Yoona sambil manyun.

“baiklah aku diam, tapi aku akan tetap menemanimu di sini” kata Donghae sambil tersenyum.

“ah eotteohkhae?? lagi-lagi aku harus mengatakan soal pulang ke Busan pada Donghae oppa. haranim, apa yang harus kulakukan? lebih baik aku jujur, atau lebih baik aku pergi diam-diam?” batin Yoona.

“oppa, aku mau mengatakan sesuatu, maksudku aku ingin berandai-andai” kata Yoona. “berandai-andai? maksudmu?” tanya Donghae bingung.

“andaikan aku harus pulang ke Busan, apa yang akan kau lakukan?” tanya Yoona, sekarang rasanya ia ingin bersembunyi di balik selimut, ia tidak siap (?) mendengar reaksi Donghae.

“Yoona-ya, aku lebih suka kalau kau tidak usah pergi” kata Donghae, lalu menatap Yoona lekat-lekat. “jangan ajak aku berandai-andai seperti ini lagi” katanya.

“tapi oppa, kalau sungguhan bagaimana??” tanya Yoona lagi.

“apa maksudmu?” kata Donghae, “maksudku aku benar-benar pulang ke Busan, dan besok” kata Yoona, dan segera melanjutkan “bibiku memaksa, aku tidak mau tapi…”

“apa benar-benar harus?” tanya Donghae, berharap Yoona menjawab tidak. Tapi gadis itu mengangguk “ya, harus” jawab Yoona singkat.

Donghae menghela napas dan berpikir sejenak. “baiklah, aku tidak boleh egois. ia punya keluarga juga” pikir Donghae.

“tidak apa-apa, pergilah. Tapi satu syarat” kata Donghae. “apa itu?”
“izinkan aku mengantarmu ke sana” kata Donghae lagi, sukses membuat Yoona terdiam, mungkin karena kaget (?).

“kenapa diam saja? boleh kan aku mengantarmu?” kata Donghae sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Yoona. Gadis itu mengangguk pelan “ne oppa, jeongmal gomawo”

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

(singkat cerita) Besoknya…

“PENDAFTARAN UNTUK GURU MAGANG DIBUKA”

tulisan itu terpampang di depan ruang guru. Taeyeon baru saja menempelnya satu jam yang lalu, dan sekarang Hwayoung dan Jinri sudah berdiri di depan mejanya.

“sonsaengnim, kalau aku sudah lulus nanti, apa boleh aku jadi guru magang di sini?” tanya Hwayoung. Taeyeon berpikir sejenak, tapi akhirnya ia tersenyum dan mengangguk. “tentu boleh, asal kau memenuhi syarat” kata Taeyeon.

“kalau begitu, sonsaengnim simpan saja dulu dataku ini, jadi aku sudah melamar duluan” kata Hwayoung sambil menyerahkan sebuah map merah pada Taeyeon.

Taeyeon menerima map itu dan tertawa kecil. “ya ampun, kau betul-betul serius ingin jadi guru magang di sini?” kata Taeyeon. Hwayoung mengangguk. “ne sonsaengnim, aku harap aku diterima, kami pergi dulu. Annyeonghigeseyo!” kata Hwayoung lalu menggandeng tangan Jinri, dan pergi dari ruang guru.

“tentu, asal hasil ujianmu nanti bagus” gumam Taeyeon, sambil mulai membaca data-data Hwayoung.
—–

Jinri dan Hwayoung berjalan bersama ke loker mereka sambil mengobrol. Mereka membicarakan ujian kenaikan kelas yang tinggal beberapa bulan lagi.

“kau yakin lulus?” tanya Hwayoung. “tentu saja” kata Jinri sambil tersenyum. “oh ya Hwayoung-a, kenapa kau ingin jadi guru magang di sini?” tanya Jinri. “hmm entahlah aku merasa itu cocok untukku” kata Hwayoung.

Sesampainya di depan lokernya, Jinri memegang pintu loker itu dengan ragu-ragu. Ia takut saat ia membuka loker itu, setumpuk surat akan beterbangan dari dalamnya. Tapi ketika ia membukanya, loker itu bersih tanpa sampah.

“wah, begitu aku putus dengan Woohyun, kiriman surat itu berhenti” batin Jinri antara percaya dan tak percaya. Seolah ajaib, semuanya cepat sekali berubah. Ketika ia memulai hubungannya dengan Woohyun, hampir setiap hari kiriman surat berdatangan. Dan begitu mereka putus, kiriman itu berhenti.

“Jinri-ya, wae geurae?” tanya Hwayoung bingung, melihat Jinri membisu di depan lokernya.
“ah aniya, gwaenchana” kata Jinri pelan.

“Choi Jinri!” Terlihat Hyukjae menghampiri muridnya itu sambil membawa dua kantong plastik putih. “kau bisa tolong aku, ini buangkan sampah ke tempat sampah di belakang sekolah” kata Hyukjae sambil tersenyum dan menyerahkan dua plastik itu pada Jinri. Setelah itu ia langsung pergi.

“eh? sonsaengnim!! ini apa?” kata Jinri bingung. Ia menatap dua plastik di tangannya, lalu melihat ke arah Hwayoung. “Hwayoung-a, aku buang sampah sebentar ya” kata Jinri. “eoh, aku tunggu di sini” kata Hwayoung.
—-

*dibelakang sekolah*

Setelah membuang sampah, Jinri berjalan-jalan (?) sebentar di belakang sekolah. Ketika melihat tembok belakang gedung sekolahnya, ia teringat hari pertama Woohyun datang ke Byeol Art School, mereka dihukum mengecat tembok berdua.

“kenapa aku masih mengingatnya? Jinri-ya, ia menyuruhmu melupakan semuanya, kalau begitu lupakan!” kata Jinri dalam hati. “ah lebih baik aku segera kembali ke Hwayoung” gumam Jinri, ia melangkahkan kakinya, dan tiba-tiba seorang laki-laki mencegatnya.

Laki-laki itu memakai topi, jaket warna putih, dan syal. Karena tertutupi topi dan syal, wajahnya tidak jelas.

Jinri pun mencopot sepatunya (?) sebagai senjata, lalu bertanya. “kau siapa?”

“ini aku” jawab laki-laki itu. “aku…aku siapa?” tanya Jinri panik. pikiran macam-macam sudah muncul di otaknya.

Akhirnya laki-laki itu, mencopot syal dan topinya. Dan ternyata dia adalah…

#To Be Continued…
****************************************************************************************************************

huaa lagi2 author butuh tisu *mewek* hiks gaje lagi epepnyaaaaa mianhae!! :(
semoga gak banyak typo dan gak terlalu mengecewakan yaa *kependekan jugaa* #plakk
tetep pada mau RCL kan??? RCL yaaa *bow sedalemnye*

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

—–»Little Window«—–
*Special by J.b2utyH:LLER :D*

– I Wanna Be…? –
[sequel of Beyond The Dream]

~Annyeong!!!! ini dia!! author bawa (?) dua main cast lagi!! wkwk pengen liat kan? *gak* #dukk XD
Just check it out!!

**INFINITE’s L / Kim Myungsoo**

image

[Character]: Ia selalu bersikap dingin dan jarang bicara pada orang lain kecuali yang sangat dekat dengannya. Ia adalah murid pindahan dari sekolah lain. Ia juga tidak pernah memikirkan soal cinta, yang ada di otaknya cuma berlatih dan berlatih. Itu membuatnya tidak punya banyak teman, karena menganggapnya sombong. Tapi sebenarnya ia baik.

**miss A’s Bae Suzy**

image

[Character]: Anak dari kepala sekolah Byeol Art School yang baru. Ia punya banyak haters di sekolahnya karena ia di cap sebagai ‘Miss Perfect’. (*Minhwa sangat iri padanya^^*) Selain itu, ia seorang penari balet yang hampir berangkat ke Eropa, tapi gagal karena cedera di kakinya, jadi Appa-nya memasukannya ke Byeol Art School.

~ok that’s for now!! two other main cast coming next!! eottaeyo?? XD~
*J.b2utyH:LLER*

32 thoughts on “Beyond The Dream [CHAPTER 8]

  1. Kyaaa mami hwa-ku potong rambut, jd inget baek hee… Wkwkwk

    perasaan couple pling awet itu YoonHae deh… Wakakak

    siapa tuh cowok yg nyegat si jinri?

  2. Pulang school langsung bca ni ff…
    Beyond the dream tuh ff pertama yg ku bca…
    Jd ska deh smpai skrg…
    Soalnya keren bgt nih ff….
    Banyakin minstal nya dong thor…
    2ne1 CL gx ada ya d season 2…???
    Lanjutannya d tunggu thor…

      • mwo?? d.chap 10 minstal bru kluarr??
        yg 9 gg ada donk eonni T.T….favorite q dstu emang minstal,,
        cocok bngett….eonni pernah liat wktu yg d.king of idol gg???
        wahhh…<3<3<3 bngett dehh
        q bkall te*p tnggu eonni…U.U

        ps:klo cm flashback gpp dehh..yg byakk tp yah #pasangmukamelas -___-

  3. Bagus !! Keren !! Perfect FF !!
    Lanjutannya jgn klamaan Eon !!
    Ye !! Di Beyon he Dream 2 , dua orng main cast.a itu Yg aq Suka .. Banget !!yaitu : Myung Soo oppa ma Suzy Eonnie ,
    Ntar mereka ber2 jdi couple ya ,*klw gk jdi couple , pliss eon , jdikan mrka berdua couple ya..ya..ya..(smbil ngeluarin gya aegyo + pupple eyes aq)*
    Ohh , iy eon , beyond the dream 1 ampe brp chapter ?

  4. Annyeong author.
    Aku reader baru di sini. Salam kenal!

    Aku udh baca FF ini dr part 1, tp blm sempet comment. Maklum, aku buka ny lwt hp dan pulsa terbatas.

    Aku suka bngt sm FF buatan author. Malah, ini jd FF favoritku. Jln cerita ny jg bagus. Itu yg nyamar Woohyun ya? ^_^

    Pokokny daebakkk!!!
    Di tunggu next part ny ya … :)

  5. aigoo, aku baca FF ini ngebut dari part 1.
    FF nya keren banget,aku suka deh :)
    thor di part selanjutnya banyakin scene nya hwayoung-hoya nya ya????
    soalnya aku suka sama couple ini.wkwkwk

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s