Wrong Number

Wrong Number

Author  : @HareTa_mi a.k.a Pak Hae Yeol

Casts     :

  • Park Haeyeol [author or OC]
  • Wu Fan Kris [EXO]
  • Tao, baekhyun, chanyeol [supporting casts]

Rate       : General

Length : oneshot 

Disclaimer: cerita ini murni pemikiran author Karena memang ada sedikit pengalaman seperti cerita ini tapi di fanfic ini tentunya di lebih- lebihkan biar feel effectnya kesampaian. Dilarangcopas, plagiat, bashing, dan yang merasasilent readersgausahbacaceritaini! TT

Warning :

~~**~~

To           :  Changmin Oppa 

Changmin Oppa, ku mohon aku butuh seseorang untuk mendengarkan curhatanku. Aku tidak tahan oppa. Ku mohon balas sms ini!

Setelah berpikir beberapa detik untuk mengirim sms itu haeyeol akhirnya menyentuh layar yang bertuliskan send di iphone-nya.

‘hm, semoga nomor ini aktif’ pikir haeyeol seketika sambil menunggu balasan sms dari nomor yang ia pikir adalah nomor baru shim chang min.

Titit,titit, you have a new message~~

“gege, iphone-mu!” teriak tao dari dalam kamar. Kris yang sedang asyik menonton di depan televisi langsung terperangah dari tontonannya, drama city hunter >.<

“nde, tolong bawakan kesini.” Teriak kris tanpa beranjak sedikitpun dari tempat duduknya.

“aish… ambil sendiri. Sudah untung ku beritahu ;p” gerutu tao dari dalam kamar tetapi akhirnya ia tetap keluar untuk membawakan iphone kris.

“ah, thanks,” kris pun langsung menyambar iphone-nya di tangan tao dan sejenak meninggalkan cerita drama yang sekarang tengah mengisahkan tentang paman berkaki panjang, sebutan oleh kim nana kepada jaksa kim. *:p apa hubungannya sama ff ini (?)#authorngacopart1 -__-

Beberapa detik kris membaca sms yang masuk ke nomornya dan ia cukup terperangah membacanya. Chanyeol dan baekhyun yang juga sedang terbawa oleh cerita drama sekarang beralih kepada kris.

“hyung, ada apa?” tanya chanyeol sambil mengintip layar iphone kris.

“aishhh… jangan mengintip!” sergah kris sambil mendorong chanyeol hingga jatuh ke tubuh baekhyun.

“arghh… park chan yeol, yeolie berkaki panjang, kau itu berat tau!” erang baekhyun dan secara mendadak memberi chanyeol gelar baru yang terinspirasi dari drama city hunter. -__- *yeolie berkaki panjang  (ˇ_ˇ”)

Dan sekarang kris malah beranjak ke kamarnya sambil menutup pintu. Ia meninggalkan sesi drama favoritnya dan tao hanya bisa menggeleng polos tidak mengerti.

“kenapa gege tidak menonton lagi?” tanya tao polos tapi ia malah mengarahkan pertanyaan kepada chanyeol dan baekhyun.

“aish… kau ini. Tentu saja ada sms dari pacarnya makanya ia langsung ke kamar dan menutup pintu!” jawab chanyeol asal tebak dan langsung di susul dengan anggukan setuju dari baekhyun.

“oh…” respon tao datar. v(‘.’ )v

ChangminOppa, ku mohon aku butuh seseorang untuk mendengarkan curhatanku. Aku tidak tahan oppa. Ku mohon balas sms ini!

‘ah, sepertinya yeoja yang mengirim sms ini salah nomor! pikir kris singkat dan ia pun langsung menyentuh beberapa kata di iphonenya

-maaf, ku pikir kau salah nomor!-  tulis kris di kotak balasan tetapi ia malah terdiam lagi memikirkan sesuatu.

‘aish… kenapa aku tidak mengambil kesempatan saja? Jarang- jarang ada yeoja yang mau sms-an denganku!’  pikir kris lagi dan pada akhirnya ia menentuh layar clear dan mengetik tulisan yang baru.

-ini aku balas sms-mu. Mungkin kau bisa curhat sekarang!-

*send*

Sedikit berbohong memang, tetapi entah kenapa kris benar- benar yakin kalau yeoja yang salah nomor itu bisa menjadi temannya. Walau hanya lewat sms tapi mungkin saja lumayan. Entahlah begitu pikir kris yang memiliki insting kuat seperti wajahnya. (︶︿︶)

“ini_aku_ balas_sms_mu. Mungkin_kau_ bisa_curhat_sekarang”

Setelah mendapat balasan dari nomor yang di tuju  haeyeol malah mengeja setiap kata yang tertera di layar iphonenya.

“aneh, biasanya gaya bicara changmin oppa tidak seperti ini!” ujar haeyeol berbicara sendiri kemudian ia mengetik balasan selanjutnya.

To : changmin oppa

baiklah oppa, kau tau hari ini aku sial lagi. Lagi. Lagi. Kenapa? Setiap hari harus ada hari sial? Dan kenapa setiap hari- hariku namanya hari sial? Arghhh… bisakah di ga nti menjadi hari keberuntungan? Hah, oppa tau tidak, tadi di kelas aku bertengkar lagi. Berdebat lagi. Dengan namja itu. yah, namja itu. lawan debatku. Ia terus mengoceh melawan setiap perkataanku. Padahal aku hanya ingin damai dengannya. Tapi kenapa ia selalu salah mengartikan maksudku? Tidakkah dia mengerti? Masalahsedikitsajaselaluiaperdebatkan!

Kris menerima balasan selanjutnya dan ketika melihat panjang pesan  yang melebihi satu paragraf itu, ia hanya bisa melongo bingung tidak paham.

‘hm, yeoja ini… benar- benar… argh, kenapa ia langsung mengetik sms panjang lebar seperti ini?’ pikir kris kemudian ia kembali membaca pesan yang menurutnya lumayan panjang itu.

‘hah, bertengkar? Berdebat?’

Membaca pesan itu benar- benar membuat kris kembali dalam sorotan kejadian biasa yang ia alami di sekolah. –haeyeol-

Ya, yeoja itu. yeoja paling menyebalkan dalam hidup kris dan tentunya bagi haeyeol, kris juga menyebalkan. Kris mulai berpikir sepertinya masalah yang dihadapi oleh orang yang salah nomor ini mungkin bisa diartikan sama dengannya.

Bagaimana tidak, ini memasuki tahun ketika kris di Performing art seoul dan ia selalu dapat bagian satu lokal, grup, bahkan ada rencana kalau ia juga akan debut bersama haeyeol. *band campuran. Tapi untuk saja kris sudah debut bersama exo jadi penderitaan panjangnya tidak akan berlanjut. Ya, kris dan haeyeol benar- benar musuh sejati dan diketahui sampai ke seluruh penjuru P.A.S. setiap mereka bertemu mereka selalu bertengkar, berdebat, dan tidak ada kata diam ketika mereka sudah saling bertatap. Masalah kecil saja selalu mereka ributkan dan di tambah lagi semenjak kris sudah debut duluan, tentunya haeyeol semakin membenci kris karena bisa- bisanya namja itu mengalahkannya. Yang jelas mereka berdua tidak bisa diam dan selalu menjadi sorotan publik sekolah dimanapun mereka bertengkar, tepatnya berdebat.

Reply

-Ah, jangan berbicara seperti itu. belum tentu setiap hari kau bisa sial selalu. Cobalah berpikir lebih positif dan tidak menganggap sial semua hal yang terjadi padamu! –

Balas kris apa adanya karena ia sedikit kebingungan. Sebenarnya ia juga memiliki masalah yang sama dan tentu saja nomor yang salah masuk ke iphone-nya ini adalah orang yang cocok untuk berbagi curhat. Kemungkinan, kalau dia mau!

‘ah, sebaiknya aku jujur dulu. Mudah- mudahan dia mau saling curhat denganku walau hanya lewat sms’

Kris pun kembali mengetik balasan selanjutnya.

To : unknown number

-oh ya sebelumnya aku minta maaf. Dari tadi kau salah nomor TT. Aku bukan changmin ‘oppa’. Bukan oppa t4 curhatmu! Tapi aku bisa menjadi pembaca curhatanmu lewat sms jika kau masih mau melanjutkan. Aku yakin, kita bisa berteman lewat sms!-

*send*

Setelah menunggu untuk beberapa saat akhirnya balasan kedua masuk dan haeyeol kembali mengeja kalimat balasan itu. ia mengangkat alis dan kerutan di keningnya semakin bertambah.

‘apa ini bukan changmin oppa?’ pikir haeyeol tersentak karena ia mendapatkan nomor changmin, oppa yang ia kenal lewat jejaring sosial, seorang bintang halyu, dan sangat baik padanya. Ia mendapat nomor baru changmin dari beberapa fanspage yang kata fans lainnya ini nomor yang benar. -__-

Tapi, selama ini sejak haeyeol sering berkirim surat dengan changmin ini bukanlah gaya bahasa changmin. Changmin yang di kenal haeyeol sangat menyebalkan juga tetapi haeyeol selalu butuh changmin sebagai temannya. Entahlah, meskipun beda umur beberapa tahun tapi haeyeol merasa sangat nyaman berteman dengan changmin karena saking menyebalkannya dia.(–˛ — º)

Dan beda dengan kris, teman sekelasnya dan selalu membuatnya sial. Namja yang menurut haeyeol sangat sombong, angkuh, muka yang sangat dingin, dan ‘sok’ tebar pesona. Terutama semenjak kris debut bersama exo, haeyeol semakin sering memperdebatkan masalah- masalah kecil dengan kris dan akhirnya mereka bisa bertengkar atau tepatnya ‘main pukul- pukulan’ seperti anak kecil di sekolah.

Tittt…

Cukup lama haeyeol terperenggut oleh pikirannya sampai akhirnya datang lagi sms selanjutnya yang ia yakini masih dari nomor yang sama.

Dengan cepat ia menyentuh layar bertuliskan open untuk melihat apa lagi yang akan di katakan oleh nomor yang ia yakini adalah nomor barunya changmin itu.

____________

Satu detik, dua detik, tiga detik, sampai detik- detik berikutnya hingga 5 menit setelah haeyeol membaca balasan itu dan ia masih melongo membentuk segi oval dari mulutnya.

“GYAAA, WRONG NUMBER! KENAPA  PEMILIK NOMOR INI TIDAK BILANG DARI TADI?”

Haeyeol berteriak keras tidak dapat mengendalikan dirinya sampai appa dan eommanya sekarang sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.

“wae?” tanya mrs. Park pelan dengan raut muka aneh menatap anaknya yang tampaknya sedikit aneh karena dari tadi ia mendengar suara- suara tidak jelas dari kamar putrinya.

“ah, eomma- appa… ahni- ahni. Gwencana!” jawab haeyeol tergagap  sambil mengibas- ngibaskan tangannya.

Sontak orang tua kedua orang tua haeyeol langsung menaikkan bahu mereka kemudian menurunkannya lagi secara bersamaan.

~~***~~

Reply

-yak, salah nomor. Mianhe. Aku tidak tau. Jeongmal mianhe. Maaf aku sudah berceloteh panjang lebar tadi. Sungguh, ini memalukan! Tapi, berteman? Hm, mungkin itu ide yang bagus! –

*send*

Sejenak jantung haeyeol  mulai berdetak normal lagi karena ketakutannya akan hal memalukan ini mungkin bisa sedikit terhapus karena opininya. Tepatnya instingnya, entah kenapa ia yakinsekali kalau orang di seberang itu entah namja atau yeoja, hm.. mungkin saja ia tidak tipe orang yang suka mempermalukan orang lain atau menceritakan sms memalukan ini kepada temannya. Mungkin! Hm, semoga ^^

Tittt,

Kris menerima balasan dari haeyeol cukup lama karena  tau sendiri haeyeol sudah menghabiskan waktu untuk melongo, berteriak, dan mengeja setiap kalimatnya dulu sebelum ia mengirim pesan. Ia tidak mau salah bahasa lagi apalagi salah nomor. Tapi, ternyata sudah terlanjur dan beruntung kesalahannya bernasib baik.

Setelah membaca balasan dari haeyeol, kris dengan cepat mengetik sms selanjutnya meskipun ia masih terkikik karena yeoja di seberang merasa malu karena salah nomor.

Reply

-hm, tidak apa- apa. Tidak masalah. Kalau begitu sebagai intro awal aku seorang namja!- balas kris singkat.

Tittt,

Hanya satu detik, balasannya langsung sampai ke iphone haeyeol dan yeoja itu tampak sudah tidak sabar ingin membaca balasan berikutnya.

Haeyeol pun mengangguk- ngangguk sedikit kegirangan karena ini bisa menjadi kesempatannya untuk dekat dengan seorang namja. Berhubung changmin sekarang sedang sibuk dan ia juga butuh orang untuk berbagi kesal tentang kris, yah.. ini yang namanya kesalahan yang membawa keberuntungan J

Reply

-oh seorang namja ternyata. Aku, tentu kau sudah tahu karena aku bilang di sms pertama tadi aku mengetik kata oppa. Yeoja.hm..  Oh ya aku bisa memanggilmu dengan sebutan apa?-

*send*

Kris menerima balasan dari haeyeol dengan cepat dan tentunya ia tersenyum karena benar dugaannya kalau orang di seberang itu adalah seorang yeoja. Ya, tentu saja di korea hanya seorang yeoja yang memanggil oppa terhadap namja!

Sejenak kris berpikir apakah ia harus memperkenalkan siapa ia sebenarnya, maksudnya haruskan ia mengatakan kalau ia dari member exo?

Hm, apa hal itu akan menimbulkan masalah?

Reply

-panggil saja aku namja berkaki panjang ^_^

*send*

Pada akhirnya kris pun memutuskan untuk tidak mengungkapkan siapa ia sebenarnya. Karena ia yakin jika ia mengatakan ia adalah kris dari exo, leader exo-m, hm pasti hal itu akan menimbulkan masalah. Ia yakin sekali.

-Namja berkaki panjang-

Ya, tentu saja kris terinspirasi panggilan itu dari drama city hunter yang setiap hari tidak pernah ia lewatkan. Berhubung ia juga termasuk namja tinggi jangkung, jadi panggilan itu mungkin cocok untukmendeskripsikan sedikit tentang dirinya.

Butuh beberapa lama untuk mencerna panggilan ‘namja berkaki panjang’ bagi haeyeol. Ia merasa hidup di dunia drama karena ini persis sama seperti drama city hunter. Bedanya hanya di city hunter itu istilahnya ‘paman berkaki panjang (ajusshi berkaki panjang)’ dan di dunia sms-nya ‘namja berkaki panjang’!

“hm, mungkin ia memang namja yang tinggi jangkung!” gumam haeyeol sambil menyunggingkan seulas senyum dan kemudian ia beralih ke menu kontak untuk menukar nama changmin oppa menjadi namja berkaki panjang. ^_^

To : namja berkaki panjang

Oh, haha… aku tau kau terinspirasi dari drama city hunter. Kalau begitu kau bisa memanggilku ‘hare’ karena itu diambil dari istilah jepang yang sama maksudnya dengan kata sunnyJ

*send*

Kris berdecak membaca balasan dari haeyeol. Ternyata dunia ini begitu sempit dan begitu banyak kebetulan yang terjadi. Ia dan haeyeol tampaknya memiliki masalah yang sama dan sama- sama butuh seseorang orang yang juga mengalami masalah yang sama agar bisa mengerti dengan masalah yang sebenarnya dan dimana titik kekesalannya. Dan yang kedua haeyeol juga penikmat drama city hunter dan tentu saja mereka bisa bercengkrama seputar drama itu.

Seperti yang dilakukan haeyeol, kris beralih ke menu contact dan memasukkan nomor haeyeol dengan nama Hare. *hihi author ngeksis dikit. Untung ga haretami author buat… kekekeh :D

~~**~~

Malam menjelang semakin larut dan waktu tidur sudah berlalu sedari tadi. Dua orang yang jika dilihat dari sudut pandang mereka, mereka baru sajaberkenalan sedangkan yang sebenarnya terjadi mereka sudah kenal sangat lama. Haeyeol dan kris sama- sama tidak intro terlalu banyak apalagi menyebutkan alasan mereka. Entah kenapa dua insan yang sekarang terbawa oleh dunia sms itu sama sekali tidak sadar kalau masalah yang mereka bicarakan adalah masalah mereka sendiri.

Kris tidak mau mengenalkan siapa ia sebenarnya karena bisa jadi kalau hare dalam pandangan kris adalah fans-nya. Dan itu masih alasan yang wajar. Sedangkan haeyeol, memang sudah dasarnya bersifat individualis dan ia tidak terlalu ingin orang lain banyak tahu tentang dirinya. Sebatas perkenalan singkat dan langsung pada intinya, berbagi curhat menurut haeyeol itu cukup.

To : namja berkaki panjang

-hm, kau tau tidak namja yang menyebalkan disekolahku itu tidak pernah mau mengalah dan ia selalu saja ingin beradu mulut denganku. Bahkan masalah kecil denganku selalu berusaha di perpanjangnya!-L

Curhat haeyeol setelah sebelumnya ia mengatakan kalau umurnya 18 tahun dan kebetulan mereka seumuran jadi sangat matching untuk saling berbagi.

Reply to : Hare

ah, hare, kenapa begitu banyak kesamaan di antara itu. kau tau aku juga ingin mengatakan hal yang sama. Di sekolahku, seorang yeoja yang paling tinggi diantara yeoja lainnya, dan ia juga tidak kalah menyebalkan mungkin sama menyebalkannya dengan teman-mu yang menyebalkan itu. benar, ia selalu melawan perkataanku bahkan ketika aku sudah mau berdamai ia masih teguh pendirian dan tidak mau mengalah sedikitpun. Aku, bingung kenapa temanku dan temanmu itu memiliki kesamaan yang sangat mirip. Bahkan kalau kita pertemukan mereka berdua mungkin sifat mereka bisa100% sama!XDXD-

Sekarnag giliran kris yang mengoceh panjang lebar karena selama ini ia tidak pernah ingin mengatakan kepada orang lain kalau ada yeoja yang benar- benar mengganggu kegiatannya di sekolah.

Haeyeol menerima pesan dari kris, dan seperti obrolan panjang mereka sebelumnya mereka memang memiliki masalah yang sama, makanya mereka bisa langsung akrab begitu saja hanya dengan lewat sms.

Tapi, sekali lagi di garis bahawi itu hanya melalui sebuah pesan tidak langsung. Dan bagaimana jadinya nanti jika mereka berdua sadar? Mereka tau yang sebenarnya? Apakah pertemanan mereka akan masih berlanjut? Atau mereka malah saling bermusuhan karena merasajijik karenasudah berteman melalui sms?

~~**~~

:::Kringgg:::

Bell sekolah berbunyi dengan nyaring dan seketika suasana kelas yang tadinya tenang sekarang berubah menjadi berisik oleh siswa- siswa yang akhirnya menimbulkan suara bahagia karena jam istirahat akhirnya datang juga.

“haeyeolie, kau tidak ke kantin?” tanya hyomin yang melihat haeyeol yang akhir- akhir selalu sibuk dengan iphone.

“hm, tidak aku masih kenyang. Kau duluan saja ya!” ujar haeyeol sekilas kemudian kembali mengarahkan pandangan ke iphone-nya.

“argh, memang apa yang akhir- akhir ini selalu kau lakukan dengan benda itu? aku lihat di manapun kau berada sekarang kau selalu sibuk dengan iphone-mu!” tanggap hyomin sedikit jengkel namun tetap dengan sorotan menyelidiknya.

“biasa. Aku hanya sedang berbalas pesan dengan temanku! Kau duluan saja, nanti makanan di cafetaria habis di lalap yang lain!” sergah haeyeol cepat tapi dari nadanya ia seperti mengusir hyomin.

“aish kau ini. Ya sudah!” hyomin pun beranjak pergi dengan perasaan yang masih malas dengan sikap haeyeol akhir- akhir ini.

“hyung, ayo kita makan ke cafetaria!” ajak suho di sudut tempat duduk kris dan tentu saja haeyeol yang sedang asyik dengan iphone-nya mendengar hal itu.

‘hah, ternyata namja itu juga masih disini!’ pikir haeyeol sambil memanyunkan sedikit bibirnya.

“kau duluan saja sana. Aku masih mau disini!” ujar kris dan tanpa basa- basi lagi suho pun langsung pergi karena ia tidak bisa menahan laparnya sedari tadi.

Kris duduk di pojok kelas sebelah kanan dan itu di tempat paling belakang. Sedangkan haeyeol juga di pojok paling belakang tapi di bagian kiri ruang kelas. Alasannya, krisdanhaeyeoladalahnamjadanyeojatertinggi di kelasmereka.

Setelah haeyeol sadar hanya tinggal ia dan kris yang ada di dalam kelas, ia langsung mengarahkan tatapan paling jelek ke arah namja itu.

“apa?” tanya kris menyadari haeyeol yang menatapnya tajam dari tempat duduknya.

“peniru” gumam haeyeol dan kris yang mendengarnya hanya bisa berdecak. Memangnya hanya haeyeol sendiri apa yang boleh memainkan iphone dan tinggal di kelas? Pikir kris merasa sangat jengkel dengan arti tatapan haeyeol.

“KENAPA, KAU SELALU MENGIKUTI APA YANG KU LAKUKAN. KAU TAU 1 BULAN TERAKHIR KITA SELALU BERDUA DI KELAS DAN SAMA- SAMA MEMEGANG IPHONE. DAN KENAPA KAU TIDAK HENTI- HENTINYA MENIRUKU?” bentak haeyeol mereka selalu melakukan hal yang sama dengan kris akhir- akhir ini.

“YAK, APA URUSANMU. TERSERAH APA YANG KULAKUKAN DENGAN IPHONE-KU MEMANGNYA HANYA KAU SEORANG YANG BOLEH BERMAIN IPHONE DI JAM ISTIRAHAT DI DALAM KELAS. LAGIAN, SIAPA JUGA YANG MENIRUMU. AKU MEMANG SEDANG ASYIK BERKIRIM PESAN DENGAN TEMAN BARUKU! :P ” balas kris tidak kalah keras tapi untungnya hanya mereka yang  ada di dalam kelas jadi tidak ada orang yang lain yang merasa terganggu dengan pedebatan mereka.

“teman baru? AKU JUGA SEDANG BERKIRIM PESAN DENGAN TEMAN BARUKU, KENAPA KAU JUGA? HAH? DASAR PENIRU!”

“YAK, SIAPA YANG MENIRUMU. AKU BERKIRIM PESAN DENGAN TEMANKU, BUKAN DENGANMU. JADI MASALAH BUAT LO? *^^v*HAH?”

~~**~~

Seperti biasa kris dan haeyeol selalu melewati hari- hari mereka berdua di dalam kelas. Melakukan kegiatan yang sama, saling berkirim pesan meskipun mereka tidak sada kalau yang selalu mereka bicarakan lewat sms adalah mereka sendiri.

From :namja berkaki panjang

Hm, sepertinya hubungan pertemanan kita lewat sms lumayan baik!

 

From : hare

Ne. dari kalimatmu kau sepertinya orang baik. Aku senang sekali.Karena selama ini aku selalu kesulitan dalam berteman.

 

From :namja berkaki panjang

Oh begituya. Ku harap pertemanan kita tidak akan pernah putus. Oh iya, kalau boleh aku ingin sekali melihatf otomu?

 

From : hare

Foto? Bagaimanaya?Bagaimana kalau ternyata aku ini jelek dan buruk rupa?

Hm…… Tapi, bagaimana kalau kau duluan yang mengirim fotomu?

 

From : namja berkaki panjang

Jelek dan buruk rupa? Ah tidak mungkin. Di dunia ini tidak ada orang yang jelek. Fotoku? Hm, bagaimanaya? Akutakutmengirimfotokukepada orang lain!

 

From: hare

Takut?Wae?Aku tidak akan menyebarkanfotomu. Lagian, aku hanya ingin melihat wajahmu, itu saja!

Kris berpikir sejenak, tidak mungkin ia mengirimkan fotonya. Apajadinyakalau hare tau iadari member exo?

Sedangkan haeyeol juga tidak mau mengirimkan fotonya karena sifatnya yang terlalu privat tetapi entah kenapa perasaannya mengatakan kalau namja di seberang sana itu ‘lumayan’. Mungkin kalau melihat fotonya saja ia bisa langsung suka tapi, yah begitulah. Haeyeol yang tidak dapat di mengerti dan selalu mempunyai alasan tersendiri.

From :namja berkaki panjang

Bukan begitu. Aku Takut karena sebuah alasan. Tidak bisa kujelaskan. Tapi, 

Haeyeol membaca balasan dari namja berkaki panjang-nya tapi kalimat itu terhenti dan tentu saja ia tidak bisa menebak lanjutannya.

to :namja berkaki panjang

tapi apa?

Tanya haeyeol bingung dan kris masih berusaha memikirkan jalan keluarnya.

From :namja berkaki panjang

Hare, mungkinkah kau berpikir kalau aku ingin bersamamu. Maksudku bisakah kita berteman di dunia nyata?Pertemanan kita selama ini tidak langsung dan terbilang aneh.Dan mungkinkah kita bisa bertemu?

Haeyeol berpikir sejenak membaca sms dari namja berkaki panjang .sebenarnya ada benarnya juga perkataan namja itu, pertemanan lewat sms itu tidak akan abadi. Dan untuk bertemu?Apakah haeyeol akan bilang iya?

Kris sudah berpikir berulang kali dan pada akhirnya ia memutuskan lebih baik jelaskan semuanya kepada teman yang ia panggil hare itu. Siapa tahu hare cantik dan ia dapat gebetan baru?

Argh, dasar pikiran laki- laki! T_T

~~**~~

Seperti malam- malam sebelumnya, haeyeol adalah tipe yeoja yang tidur larut malam tetapi anehnya bangunnya lumayan cepat. ia sudah berbaring di atas ranjang tetapi matanya tidak bisa tertutup dan pada akhirnya ia memilih meraih iphone-nya untuk meng-sms temannya, namja berkaki panjang.

‘apa dia sudah tidur?’ pikir haeyeol sejenak sebelum ia menyentuh layar bertuliskan send. ‘mungkinkah aku menganggunya?’ pikir haeyeol sedikit galau tapi pada akhirnya ia memutuskan lebih baik di coba saja. Hm…

To : namja berkaki panjang

Hei, kau sudah tidur?

Tittt,

Kris sibuk bermain angry birds di iphone-nya dan ketika itu sebuah sms datang yang tentunya dari haeyeol.

From : hare

Hei, kau sudah tidur?

“hm, tampaknya ia butuh teman!” gumam kris dengan seulas senyum di bibirnya kemudian ia segera mengetik balasan kepada haeyeol tepatnya kepada hare.

From : namja berkaki panjang

Belum. Mau ku temani? Bagaimana kalau kita bertemu di cafe?

Haeyeol mengecut bibirnya. Ia bingung dengan ajakan dari  namja berkaki panjang. Bertemu?

Ini sudah tengah malam, mana mungkin!

To: namja berkaki panjang

Tentu. Tapi bertemu tengah malam seperti ini? Apa masih ada cafe yang buka?

Balas haeyeol masih tampak kebingungan apakah ia harus yakin dengan orang yang hanya di kenalnya melalui sebuah kesalahan nomor?

‘hm, sebenarnya tidak masalah juga jika sudah tengah malam seperti ini. Toh aku juga sering belanja atau duduk- duduk di taman malam- malam seperti ini jika tidak mau tidur. Tapi, untuk bertemu dengan namja itu? apa aku yakin? Entahlah aku merasa aneh saja. Sebagian hatiku benar- benar ingin melihat wajah namja yang selama ini selalu memberikan solusi atas masalahku dan juga berbagi banyak cerita denganku. Dan sebagian hati yang lainnya merasakan keganjalan yang amat sangat aneh!’

Titt,

Kris langsung membaca balasan dari hare dan dengan yakin ia mengetik kalau mereka bisa bertemu di kafe Loujjhosst, dekat taman kota!

Cukup lama  haeyeol berpikir sampai akhirnya ia menuruti perasaannya yang penasaran, aneh, dan juga tidak sabar melihat seperti apa namja berkaki panjang itu. seberapakah tinggi badannya? Tampankah? Dermawan? Baik? Ramah?

~~**~~

~kafe Loujjhosst _00.15 KST~

Tengah malam di kota seoul memang tidak seperti pandangan orang- orang awan. Malam- malam seperti itu ternyata masih sangat ramai dengan pejalan kaki, kendaraan dan aktifitas di pasaran tampaknya masih ada. Beruntungnya cafe yang di tawari oleh si namja berkaki panjang tidak jauh dari apartemen haeyeol dan ia cukup berjalan kaki menuju ke sana. Sedangkan kris, juga memilih berjalan kaki tanpa penyamaran. Menurutnya exotic tidak akan menyadari kehadirannya tengah malam seperti ini di tengah kota.

Haeyeol datang lebih dahulu dan mengambil tempat duduk di dekat jendela seperti anjuran si namja berkaki panjang. Beberapa menit berselang kris datang ke kafe dan langsung mengalihkan pandangan ke arah tempat duduk di dekat jendela. Naasnya, ia malah bertatapan dengan yeoja itu. yah, HAEYEOL.

Kris berjalan ke tempat duduk di dekat jendela yang mana hanya haeyeol satu- satunya yeoja yang duduk di tempat itu.

Haeyeol pun sadar ada seseorang yang mendekat ke arahnya dan ia mulai berpikir mungkin itu si namja berkaki panjang. Dan naasnya lagi, ia malah melihat kris. Manusia paling menyebalkan di dalam dunianya.

“KENAPA KAU ADA DISINI?” “KENAPA KAU ADA DISINI?”

Kris dan haeyeol berbicara bersamaan dengan tatapan penuh menyelidik dan juga terkejut.

“KAU, KENAPA LAGI MENGIKUTIKU KESINI? TIDAK HENTI- HENTINYA YA MENJADI PENGUNTITKU?” bentak haeyeol bangkit dari duduknya. Ia menatap kris murka karena bisa- bisanya namja menyebalkan ini menggagalkan first meet-nya dengan namja berkaki panjang.

“YAK, SIAPA YANG MENGIKUTIMU. DASAR KE GE-ER-AN. AKU ADA JANJI DENGAN TEMANKU DISINI!” sergah kris dengan nada yang cukup tinggi dan berhasil menambah sorotan dari sudut- sudut kafe. Beberapa orang memperhatikan mereka dan tentunya orang- orang tersebut sudah bisa menebak apa masalah namja dan yeoja itu. –kris dan haeyeol-

“AKU JUGA ADA JANJI DENGAN TEMANKU DI TEMPAT INI. KENAPA KAU JUGA HARUS MEMBUAT JANJI DI TEMPAT INI?” bentak haeyeol semena- mena karena tidak siang, malam, pagi, sore ia selalu saja sial karena kris!

“YAK, TERSERAH AKU INGIN JANJI DIMANA DENGAN TEMANKU. APA URUSANMU? LAGIAN, INI KAFE KESUKAANKU!”

“kafe kesukaan?” gumam haeyeol pelan menyadari kalau si namja berkaki panjang juga mengatakan kalau tempat favoritnya di kafe Loujjhosst, kafe khas belanda.

“KAU INI, DASAR! INI JUGA TEMPAT FAVORIT TEMANKU!” haeyeol bertambah geram karena kenapa selalu saja banyak kebetulan antara hidupnya dengan kris?

“YAK, TERSERAH TEMPAT FAVORIT TEMANMU ATAU TIDAK. YANG JELAS AKU SUDAH MEMBUAT JANJI DI KAFE INI!”

Haeyeol pun menurunkan bahunya, rasanya sangat lelah berdebat dengan kris tapi sikap egois yang mengharuskannya untuk tidak pernah mengalah kepada namja menyebalkan itu.

“hm, kalau memang ada janji disini, mana coba temanmu itu?” tanya kris setelah sedetik yang lalu suasana mendadak hening.

“kau juga, mana temanmu?” tanya haeyeol balik kemudian ia meraih iphone-nya untuk meng-sms si namja berkaki panjang.

To : namja berkaki panjang

Hei, aku sudah menunggu di kafe Loujjhosst. Ayo cepat datang!

Titt,

Tepat setelah haeyeol mengirim pesan kepada namja berkaki panjang iphone kris langsung berbunyi.

Haeyeol menatap kris aneh. Wae? ‘kenapa bisa?’

From : hare

Hei, aku sudah menunggu di kafe Loujjhosst. Ayo cepat datang!

Kris mengerutkan dahinya. ‘hare sudah datang? Yang mana orangnya? Aku juga sudah datang! Tapi seingatku kafe Loujjhosst hanya ada satu disini. Ya, hanya ini!’ pikir kris bingung setengah mati. Ia melihat ke sekeliling dan tidak ada yeoja yang duduk sendirian di kafe itu. semua pengunjung kafe datang berpasangan atau segerombolan keluarga. Tidak ada yang datang seorang diri!

“hm, memangnya siapa teman yang kau tunggu?” tanya kris tiba- tiba karena tersadar akan satu hal. Selama ini ia dan hare hanya sebatas sms tidak pernah telfonan karena hare selalu beralasan malas. Selain itu setiap kesialan yang diceritakan hare bersama teman laki- lakinya juga hampir mirip dengan yang dialami kris bersama haeyeol? Apa mungkin…

“kau sendiri?” haeyeol balik bertanya lagi karena sekarang pikirannya sama persis dengan apa yang dipikirkan kris.

“kau ini, aku tanya malah balik bertanya!” “kalau begitu dalam hitungan ketiga kita berbarengan!” pinta kris meskipun ia sedikit gugup jika ternyata dugaannya benar.

“oke,”

“hana….dul… set…”

“namja berkaki panjang” “hare”

Kris dan haeyeol menjawab nama teman yang mereka tunggu bersamaan dan keduanya sama- sama membulalakkan mata bahkan bola mata mereka tampak ingin keluar dari sarangnya.

“NAMJA BERKAKI PANJANG?” teriak kris dan disusul dengan  lengkingan suara haeyeol.

“HARE?”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

~~**~~

Kejadian di kafe belanda beberapa minggu yang lalu itu masih terasa segar dalam ingatan keduanya. Sekarang mereka kembali bertemu di kafe yang sama dengan status pertemuan antara haeyeol dan kris.  Malu sangat menerpa keduanya pada saat itu. siapa yang bisa menyangka hal itu bisa terjadi?

Teman yang selalu di gunjingkan haeyeol kepada namja berkaki panjang adalah kris sendiri yang memberi gelar namja berkaki panjang kepada dirinya sendiri. Dan begitu juga sebaliknya, kris berkata tentang haeyeol kepada hare yang sebenarnya hare itu haeyeol sendiri. Argh, gila! Memang moment yang sangat langka, di luar dugaan, dan penuh dengan kebetulan.

Entah apa yang merubah mereka, semenjak itu keduanya menjadi pendiam mengingat apa yang telah mereka bicarakan lewat sms. Mereka saling memberi solusi atas masalah mereka. Haeyeol jadi merasa aneh dengan dirinya. Bisa- bisanya ia mengalami kejadian seperti itu. dan tentu hal itu juga di rasakan oleh kris.

“hm, haeyeol ah?” panggil kris menatap haeyeol yang sedari tadi diam mematung. Mereka sekarang duduk berhadapan di kafe Loujjhosst tanpa status yang jelas tentang lanjutan dari kejadian beberapa minggu yang lalu.

“ne,” haeyeol mengangkat kepala dan menatap kris.

“kita,”

“eoh..”

“berteman…”

“HAHAHAHA… :D :D”

Untuk pertama kalinya dua insan itu tertawa lepas bersama mengingat kejadian 1 bulan belakangan ini yang mereka alami.

“dasar namja berkaki panjang :p”

__END__

Hm, gimana- gimana? FEELNYA BENAR- BENAR GA DAPAT kan?.AUTHOR, KECEWA L

OKE Gals & guys, give your opinion please!!!

Oh ya, ini cerita genrenya apa ya? Author sih mikir comedy dikit, tapi apa kesampaian feelnya? *enggak lah yawww! Oke, friendship?!

Terus apa ini gantung? Author bingung aja ngebuat end-nya gimana. Karena kalau boleh jujur selama buat ff itu author paling galau kalau sudah buat bagian ending. Susah banget mutusinnya karena beberapa ide berdebat dalam naluri author!?! *jiaah :p

Dan, seandainya ada yang mikir gantung, coba deh di jelasin di bagian mana yang gantungnya, dan sebaiknya dibuat seperti apa? Komen panjang- panjang ga masalah kok! Karena, biar kedepannya beberapa tahun lagi ff ini bisa di remix! *plaak XDXD hehe, ^^v

Kalo ga gantung, hm… syukur deh. Author lega J

Apa lagi ya?

Hemm, ga usah basa- basi. Seperti biasa yang ngerasa udah baca tinggalin donk komennya.apa sulitnya sih ngasih komentar? Anggap aja komentar kalian itu upah buat author? Jadi sulit gitu, huh?

Atau, ada kendala untuk komen? Coba donk, di cari solusinya! Plisss, author ngemis komen banget ini! Karena setiap ff author itu selalu mayoritas sidders dan minoritas good readers! L*dilihat dari statistik!  Sedih banget lho rasanya L :’( :’(

Dan, terakhir terima kasih banyak juga buat readers yang selalu tinggalin komentar setelah membaca. Saranghaeyo<3 :* ^_^

Oh ya satu lagi autho pengen bilang jeongmal mianhe atas cerita yang author rasa tidak memuaskan ini :::

35 thoughts on “Wrong Number

  1. Seru thor…
    Gx gantung kok…
    Mian.. Tp da yg bkin risih td…
    Yg tulisannya d gabung2 gtu….
    Jujur bkin risih…
    Bwt ff nya… Gmna ya…???
    Ksh tw gx ya…??
    Daebak thor..!!!!!

    • jinjayo??
      hm ,tulisan yang gabung itu ya, nado mianhe, author juga ga tw gmna bsa bgtu, mngkin karena tranformasi word 2010 ke 2007 terus ke wp, mngkin kli !! hehe,
      tpi, sekarang udh author perbaiki, makasih ya udh ngingetin, :)
      wahh, jeongmal gomapseumnida chingu ^_^

  2. lucu kok chingu!! XD apalagi waktu mereka ketemuan XD cocok kok pake genre komedi *aku kan ahli komedi wkwkwwk* XD dan menurut aku gak terlalu gantung kok, malah kalo ditambah sequel entar ceritanya jadi lari(?) kemana mana, kalo yang kayak gini itu cukup segini justru lebih mantep gitu *ngomong apasih?* #plak ada beberapa typo sih tapi ga apa2 keep writing yaa
    eh itu yg di cover bukannya Ahreum T-Ara #nah loh *gue salah liat gak?*

    • weh, jinjjayo?
      hm, jd bisa nih ya dmsukin genre komedi? hm, oke lah klw emang begitu kata spesialisnya.. hehe XDXD

      hm.. iya sih g gantung sbenarnya, aku cman mw mnarik perhatian readers.. *plaaak, author kurang perhatian haha, :D

      typo, hehe biasa!

      ahreum… hm begini deh nasib haeyeol jadi kembarannya ahreum, jd orang nyangkalnya begituuu terus!!! haghahag,,
      ne, itu ahreum *pinjam mukanya ^^

      ohya
      thanks udah baca unni :)

  3. HAHAHA yaampun! ‘Namja berkaki panjang’ hahaha~ kamu ada-ada aja! aku suka Kris disini di buat begitu.. abis dia kalau di foto-foto terlihat selalu misterius dan menakutkan (?) hahahah~ nice one haretami ;)

  4. Nice ff thor ^^
    paling seneng banget kalo nemu ff yg castnya kris.. Soalnya aku kris biased <3 *gak ada yg nanya*

    gak gantung kok, tp tdnya berharap endnya mereka jadian =.=" haha gpp sih ini udah bagus banget kok
    keep writing and hwaiting ^0^

    • hihi, sma donk author kn juga kirss biased :)
      hm, sbnarnya author juga mkir sblmnya gmna klw mrka jadian aja gitu, tpi klw diliat- liat trkesan cepat juga klo lgsung jdian, jd brtman dulu, mdah”an entr author bisa buat kelanjutannya hehe, *cmn kalaw ^^
      oke, thanks ya ^_^/

  5. lhah, hanyeol sama kris jadi oon gitu??? :o , masa nggak nyadar” sih… duh… tapi ceritanya bagus, komedinya juga dapet,, cuma mnurutku author rada kejam aja,, mbuat mereka jadi oon gitu… hehehe , bercanda thor … wkwk :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s