PROTECT MY GIRL chapter 6

 

PROTECT MY GIRL

 

 

 

Main cast :

 

Nickhun

Victoria

Leeteuk

Seohyun

Kang Sora

Jung Yong Hwa

 

 

                 

 

 

Other Cast :

 

Donghae

Yang Yeosob

Lee Gikwang

Kevin Woo

D.O (EXO-K)

Chanyeol (EXO-K)

L (Kim Myeongsoo)

Taecyeon

Yoona

IU

Suzy

Kyuhyun

Choi Minho

Krystal

 

                                  

 

 

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

 

Author : Bayu Navanto

 

Length : Chapter

 

Rating : PG-15

 

Desclaimer :

semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

 

Author note :

yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

 

“hah oppa memang kaki kijang, larinya cepat banget, awas aja kalau ketemu nanti aku bejeg-bejeg bau tau rasa” oceh Victoria “hah capek banget” keluh Victoria menunduk dan memegang lututnya, tiba-tiba ada dua orang laki-laki mendekati Victoria, Victoria mengangkat kepalanya dia begitu kaget melihat kedua laki-laki tadi, Voctoria mundur satu langkah lalu dia berbalik badan, dia kaget setengah mati ketika dia berbalik badan ternyata juga ada dua laki-laki berperawakan besar, “nona, ayolah, tuan sudah menunggu di rumah” ucap salah satu dari mereka berlima, “aku gak mau pulang kalau sikap appa masih seperti dulu, aku gak mau” ucap Victoria, “tapi nona, tuan sudah berubah” ucap salah satu pria tersebut, “GAJIMA!!!!!!” ucap Victoria dengan nada sedikit keras, Victoria bersikap mengambil aba-aba untuk lari, dia menunggu waktu yang tepat untuk melarikan diri, dan saat empat bodyguard suruhan appanya itu sedikit lengah Victoria langsung mengambil kesempatan itu dengan lari sekencang-kencangnya, “eh nona jangan lari nanti kami bisa di marahi tuan lagi!” teriak bodyguard tersebut sambil mengejar Victoria, tetapi sayang kaki kecil Victoria tidak dapat diajak kompromi kakinya mulai terasa pegal hingga akhirnya dia tersandung dan tersungkur di trotoar jalan, “aduh!!!” rintih Victoria, “aduh kenapa kaki ku terasa sakit sekali ayolah aku bisa mati kalau tertangkap orang suruhan appa” ucap Victoria memohon, lalu ada seseorang yang menariknya masuk kedalam semak-semak lalu menutup mulut Victoria, “hah……. Hahh…., dimana nona Victoria, ayo cepat cari” ucap bodyguard.

 

 

**********************

 

 

Suzy berjalan sendirian menyusuri jalan setapak menuju kos-kosan, “siapa yang mengasih uang sebanyak ini yah?” gumam Suzy bertanya – tanya sambil memegang amplop tadi, “kenapa dia tahu kalau aku lagi butuh uang, apa yang memberiku uang adalah ibu peri, ah babo Suzy-ah 2012 masih percaya dongeng cinderela, baboya” ucap Suzy,

 

 

“Chanyeol gemana dong ayolah kamu setuju ideku tadi, kalau kita tidak bisa mengumpulkan uang dalam waktu satu bulan bisa-bisa kita di drop out” bujuk D.O , “tapi kalau kita kerja, dan kita ketahuan oleh orang sekolahan kita juga akan di drop out, jadi cari aja Solusi yang lain” balas Chanyeol sambil berjalan menyusuri jalan setapak, Suzy yang tidak sengaja mendengarnya ingat dengan perkataan bos Seohyun, “baik aku akan menaikkan gaji mu tapi dengan syarat kamu harus bisa mencari pegawai baru”, Suzy lalu tersenyum manis penuh makna

 

 

“hah ayolah Chanyeol itu pilihan satu-satunya” ucap D.O yang masih berusaha membujuk Chanyeol untuk menyetujui idenya itu, lalu mereka berdua dikagetkan oleh seorang yeoja yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka, “hwaa…” ucap D.O dan Chanyeol kaget bersamaan, Suzy tersenyum manis, “nuna ini siapa, setan yah?” tanya D.O , Suzy yang mendengarnya langsung memasang muka marah, dia memicikkan matanya menuju D.O , D.O yang melihatnya ketakutan dan bersembunyi di balik punggung Chanyeol, “kamu sih asal bicara, makannya kalau ngomong itu di pikir dulu” bisik Chanyeol, “maaf kami nuna, kami tidak bermaksud mengejek nuna” ucap Chanyeol, Suzy lalu memasang muka manis kembali, “perkenalkan aku Suzy imnida” ucap Suzy memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya, “Chanyeol imnida” balas Chanyeol yang lalu berjabat tangan, “eh, D.O cepat perkenalkan diri kamu” bisik Chanyeol kepada D.O, D.O lalu keluar dari balik punggung Chanyeol, “joneun D..D..D.O imnida” ucap D.O gugup, “jangan gugup aku tidak marah kok, bukan salah kalian, aku yang seharusnya minta maaf karena membuat kalian kaget” ucap Suzy, “oh iya tadi aku tidak sengaja mendengar kalau kalian sedang mencari pekerjaan” lanjut Suzy, “ah iya” balas D.O, “enggak, itu tidak benar” timpal Chanyeol, “kenapa ada dua opsi? Yang benar yang mana? Tolong jelaskan!” tanya Suzy, “sebenarnya begini nuna, kami itu sedang membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah, jadi kami mempunyai rencana untuk bekerja paruh waktu, tapi sayangnya peraturan di sekolah kami melarang siswa-siswinya untuk bekerja, jadi kami bingung mau berbuat apa untuk mendapatkan uang” jelas D.O, “ooh jadi itu permasalahannya, kalian kerja aja di tempat nuna bekerja, disana jauh dari area sekolahan manapun terus jarang ada orang-orang sekolahan yang datang kebanyakan orang kantoran jadi kalian tetep aman dan aku jamin kalian tidak akan ketahuan sama orang sekolahan” ucap Suzy, “oh iya kalau kalian memang berminat ini alamatnya” lanjut Suzy yang memberikan kartu alamat restoran, “aku pergi dulu yah, semoga kalian membuat jawaban yang benar” ucap Suzy lalu pergi meninggalkan mereka berdua

 

 

“bagaimana Chanyeol, kamu setuju tidak untuk bekerja paruh waktu, kata nuna tadi jarang ada orang sekolah yang datang jadi kita amankan?” tanya D.O, “hah, baiklah, aku setuju dengan ide gila mu itu” ucap Chanyeol, lalu mereka melanjutkan perjalanannya.

 

 

*********************

 

 

*back to semak-semak (?)

 

“ah lepasin, kamu siapa? Kenapa kamu berani-beraninya menarik-narik tangan orang” ucap Victoria, “kamu seharusnya berterima kasih dengan aku, karena aku, kamu dapat berhasil lolos dari kejaran renternir” ucap Nichkhun, “kamu…… Kamu bukannya orang yang waktu itu? si tukang sampah iyakan?, heh tukang sampah siapa yang di kejar – kejar sama renternir memangnya aku berhutang sama siapa, aku ini anak orang kaya, jangan salah pikir” ucap Victoria, “stop, tolong hentikan menyebut nama aku dengan sebutan tukang sampah, aku punya nama” ucap Nichkhun, “panggil aku Nichkhun, bisa?” lanjut Nichkhun, Victoria yang melihat ekspresi wajah Nichkhun yang kelihatan sedang memikul beban berat hanya bisa menganggukkan kepalanya, “bagus kalau begitu aku mau pergi silakan lanjutkan aktivitas mu” ucap Nichkhu berdiri lalu keluar dari semak-semak dan menuju mobil yang di parkir di tepi jalan, Victoria masih keheranan dengan ekspresi wajah Nichkhun, tiba-tiba ponsel Victoria berdering, “ah oppa Myeongso memanggil” ucap Victoria melihat layar ponsel, “yeoboseyo, ada apa Myeongso oppa?” ucap Victoria, “kamu diaman, kamu tidak kenapa-napa kan?” tanya Myeongso, “aku tidak apa-apa kok, sekarang aku sudah ada di rumah” ucap Victoria berbohong, “apa?? Aku  menunggumu dari tadi disini sampai di gigitin nyamuk kamu malah sudah ada di rumah kenapa tidak mengabari oppa kalau kamu sudah sampai di rumah?” oceh Myeongso, “mian oppa aku tidak sempat” balas Victoria, “aishhh!!!” ucap Myeongso yang langsung memutuskan telepon.

 

 

************************

 

 

“apa, kenapa kamu tidak berhasil kembali membawa Victoria?” bentak appa Song, “maaf” ucap salah satu bodyguard, “aishh” gumam appa Song

 

 

**********

 

 

“angin di taman ini sejuk yah” ucap Leeteuk menatap Sora sambil tersenyum, “ya! Memang sejuk tapi kalau kelamaan di sini bisa masuk angin” ucap Sora, “Kang Sora, apakah kamu percaya yang namanya impian?” tanya Leeteuk, Sora menganggukkan kepalanya “ya! Aku percaya itu, karena kesuksesan itu berawal dari mimpi atau angan – angan yang ingin di capai”, “ahh, dinginnya” lanjut Sora, Leeteuk lalu melepaskan jaznya dan memakaikannya ke Sora, “Leeteuk oppa, memangnya oppa kenapa bertanya seperti itu?” tanya Sora, “ah tidak apa-apa” ucap Leeteuk, “hah hari sudah malam mari kita pulang, aku antar kamu pulan yah” ucap Leeteuk, “ah tidak usah, nanti malah merepotkan” ucap Sora, “aniya, tidak merepotkan kok, gaja!” ucap Leeteuk, lalu mereka berjalan berdua menuju rumah Sora

 

 

*********************

 

 

di stasiun kereta api Seoul kepadatan sengat terasa banyak orang yang hilir mudik kesana-kemari melakukan aktivitasnya masing-masing, ada seorang perempuan manis yang turun dari salah satu kereta api yang baru saja tiba di stasiun, “akhirnya tiba juga di Seoul” ucap IU, “tapi aku harus kemana ini? Kekanan apa ke kiri?” lanjut IU sambil menggaruk-garukkan kepalanya, lalu dia melihat ada seorang laki-laki yang kelihatannya kenal betul dengan daerah Seoul, “ah sillyehamnida” ucap IU, “ne, ada apa?” balas laki-laki tersebut, “perkenalkan aku IU, aku pendatang baru di sini bisa kasih tahu kemana arah menuju alamat ini” ucap IU sambil menunjukan kartu alamat, “ah maaf aku sedang sibuk silakan tanya sama yang lain saja” ucap Laki-laki tersebut, IU hanya memanyunkan bibirnya saja, dia kemudian bertanya kepada orang lain dan akhirnya dia tahu kemana arahnya dia harus pergi

 

IU menunggu bus yang datang di halte bus, beberapa saat kemudian buspun datang dia masuk kedalam bus dan memilih duduk di belakang, bus akan berjalan tetapi di luar ada seorang laki-laki yang lari mengejar bus, “tunggu….tunggu aku!!!!!” teriak laki-laki tersebut, bus pun akhirnya berhenti, “hah tirima kasih” ucap laki-laki tersebut masuk kedalam bus, dia duduk di samping IU, IU yang melihatnya jadi kaget, “kamu, kamu bukannya orang yang tadi di stasiunkan?” tanya IU, “ah iya, maaf tadi aku tidak bisa membantu karena aku harus buang air besar segera” balas laki-laki tersebut, “oh iya aku lupa, perkenalkan aku KyuHyun imnida” ucap Kyuhyun memperkenalkan diri, “ada keperluan apa kamu datang ke Seoul?” tanya Kyuhyun, “aku mau meneruskan sekolahku di sini, karena sekolah ku yang dulu bangkrut jadi akhirnya aku pindah kemari” jawab IU, “oohh” gumam Kyuhyun

 

***************

 

ke esokan harinya di BN Company

 

“Nichkhun sajangnim, sekarang kita ada rapat” ucap Yong Hwa, “ah, baik terima kasih” balas Nichkhun menundukan kepalanya, “sajangnim tidak apa-apa? Apa sajangnim sakit kalau sakit lebih baik kita ke dokter segera” ucap Yong Hwa, “ah, aku tidak apa – apa, jangan terlalu berlebihan, aku hanya sedikit gugup, maklum sudah lama aku tidak menghadiri rapat” ucap Nichkhun, “oh kalau begitu saya permisi dahulu masih ada tugas” ucap Yong Hwa

 

 

* ruangan Leeteuk

“Leeteuk sajangnim sekarang ada jadwal untuk rapat” ucap Gikwang, “oh, terima kasih” ucap Leeteuk, “ah sekretaris Lee, apa Nichkhun akan menghadiri rapat ini?” tanya Leeteuk, “ya! Nichkhun sajangnim akan menghadiri rapat dan mempresentasikan proposal kerjanya” ucap Gikwang, “oh, ok” ucap Leeteuk

 

 

rapatpun di mulai, Nichkhun maju ke depan dan mulai mempresentasikan proposal kerjanya

 

“selamat pagi semuanya” ucap Nichkhun menyapa semua orang yang ada di ruang rapat, “baik di sini saya akan mempresentasikan proposal saya, proposal yang saya buat ini adalah proposal untuk membuat sebuah sekolah taraf internasional” ucap Nichkhun, “apa, sekolah? Kenapa sekolah bisnis yang di jalankan oleh perusahaan ini tidak ada sangkut pautnya dengan dunia pendidikan, kenapa malah menyusun proposal gila ini” ucap Manager Goo, “bukankah BN Mall juga awal-awal perencanaannya banyak yang tidak setuju, tapi apa sekarang malah BN Mall menjadi pemasukan terbesar ketiga di perusahaan ini, bukan tidak mungkin dengan sekolah BN juga akan menyusul keberhasilan BN mall” sanggah Nichkhun

 

“sekolah, perencanaan pembuatan sekolah, di sekolah ada guru, ah…” batin Leeteuk, “aku setuju dengan usulan proposal dari Nichkhun sajangnim, “apa??” ucap kaget para semua staff yang hadir karena biasanya Leeteuk paling terdepan untuk menolak semua perencanaan yang di buat oleh Nichkhun

 

“tapi kenapa, kenapa Leeteuk sajangnim menyetujui proposal yang di ajukan Nichkhun sajangnim?” tanya manager Goo, “menurut aku proposal yang dibuat oleh Nichkhun sajangnim itu sangat tepat” balas Leeteuk, “apa?” ucap Meneger Goo, suasana rapatpun menjadi bising, “semuanya diam!!!” bentak Presdir, “Nichkhun, kenapa kamu malah mengajukan proposal seperti ini, apa kamu pikir ini perusahaan adalah sebuah permainan belaka?” tanya Presdir, “kenapa, itu karena suatu bangsa yang besar itu di dasari dari warganya yang kuat, kokoh dan  tentunya cerdas, bukankah semua orang yang ada di ruangan ini adalah orang-orang yang berbakat, cerdas serta giat, cerdas yang di dapat adalah dengan belajar, belajar dimana?, pastinya belajar di sekolah, sekarang kita coba memutar balikan fakta atau situasi, bagaimana atau apa jadinya jika perusahaan ini berisikan orang-orang yang tidak berpendidikan apa jadinya perusahaan ini, apa perusahaan ini akan semaju seperti sekarang ini?” jelas Nichkhun, “benar juga, baik aku menyetujuinya” ucap Presdir, staf yang hadir jadi bingung, “Presdir, kenapa presdir menyetujuinya apa perusahaan ini tidak bangkrut?” tanya meneger Goo, “tunggu, saya belum selesai bicara, saya menyetujuinya tapi dengan syarat” ucap Presdir, “syarat??” ucap semua orang yang hadir bertanya-tanya, “ya! Syaratnya itu Nichkhun sajangnim harus mendapatkan investor yang banyak untuk proyek ini” balas Presdir, “mendapatkan investor yang banyak?” tanya Nichkhun, “ya! Kenapa tidak bisa, kalau tidak bisa maka saya tidak akan menyetujuinya” balas Presdir, “baik saya terima itu” timpal Nichkhun.

 

 

**********************

 

 

Suzy mondar-mandir, bolak-balik melihat keluar restoran, dia sepertinya sedang menunggu seseorang, sampai dia di tegur oleh Donghae, “Suzy-ah kamu kenapa bolak-balik kaya setrika aja?, memang ada yang kamu tunggu?” tanya Donghae, ” ah, oppa, iya, ada yang aku tunggu” balas Suzy, “siapa?” tanya Donghae, “gaji ku naik” ucap Suzy tersenyum lalu berjalan menuju dapur, “gaji naik?” gumam Donghae, “apa maksudnya?” tanya Donghae, “Donghae-ah kenapa kamu ngalamun di situ, ayo cepat kerja, kalau kaya gitu terus nanti gaji mu akan aku potong” ucap Seohyun, “ya! Aku setuju kalau gaji Donghae oppa di potong, lebih baik buat aku aja” ucap Suzy yang melongok dari pintu dapur restoran, “isshhh” gerutu Donghae, “kamu juga Suzy, kalau kerjaan kamu tidak berres juga akan aku potong” ucap Seohyun, “Mwoo!!! Di potong?” ucap Suzy kaget, “hahahahahahaha, rasain tuh” ucap Donghe tertawa, “isshh” gerutu Suzy memiccikkan matanya dan melempar sayur sawi kearah Donghae, dan ternyata sawi itu tepat mendarat di muka Donghae, “aduh…….” ucap Donghae, “Suzy, kamu ini” ucap Donghae kesal sambil berjalan menuju dapur Suzy yang melihatnya langsung masuk kedalam dapur, belum sampai di depan pintu dapur Donghae di cegat oleh Seohyun, “kamu lupa perkataan ku barusan?” tanya Seohyun, “ingat kalau main-main gajimu akan aku potong 75 persen” ucap Seohyun, Donghae yang mendengarnya menghela nafas dan menundukan kkepalanya, dia akhirnya melanjutkan pekerjaannya mengelap meja yang masih berantakan, “hah nasib-nasib, kamu diama sebenarnya Nichkhun, kenapa kamu gak datang kemari, capek ngehadapin Suzy sendirian perlu ada bala bantuan untuk peperangan ini” batin Donghae

 

Seohyun masuk kedalam dapur, “Suzy” ucap Seohyun, “ne, ada apa?” tanya Suzy, “kamu antarkan pesanan ini seperti biasa” ucap Seohyun, “mwo, aku lagi kenapa gak Donghae oppa saja, kenapa aku terus, capek ngadepin orang kaya dia” ucap Suzy, “kalo tidak mau ya tidak apa-apa aku tidak memaksa, tapi konsekuensinya adalah gaji kamu di potong 80 persen” ucap Seohyun devil smile, Suzy yang mendengarnya langsung menyambar bungkusan pesanan dan langsung pergi ke rumah Taecyeon, tak beberapa lama kemudian Suzy sudah tiba di rumah Taecyeon, saat Suzy tiba di rumah Taecyeon, Taecyeon sedang melakukan lompat tali di halaman rumahnya, Suzy yang melihatnya terperanga di buatnya, dia tidak menyangka kalau orang yang dia benci malah daapat terlihat begitu menawan, “ah sudah datang yah, tunggu yah aku ambil uang dulu” ucap Taecyeon saat melihat Suzy, Taecyeon kembali membawa uang dan saat melihat tingkah Suzy yang terdiam bagai patung dia menjadi kebingungan “Suzy-ah ada apa, hallo?” ucap Taecyeon melambaikan tangannya di muka Suzy, Suzy menggelengkan kepalanya, “aisshh, awas tangannya” ucap Suzy terbangun dari lamunannya dan menampik tangan Taecyeon, “issshhss, kasar amat nih uangnya, gomawo” ucap Taecyeon tersenyum, Suzy yang melihatnya menjadi salah tingkah.

 

**********************

 

IU sedang berjalan-jalan di sekitar taman kota, dia sedang menikmati pemandangan taman tiba-tiba ada seorang pria memanggil IU, “IU-ah” teriak pria tersebut dan mendekati IU, IU membalikkan tubuhnya, IU memperhatikan secara seksama tubuh pria tersebut, “kamu siapa?” tanya IU, “aku, kamu lupa?, itu bekal gimbab” ucap pria itu, “gimbab?” gumam IU

 

 

To Be Continued………………

 

 

Mian yah kalau post’a kelamaan, karena aku sendiri entah kenapa lagi gak dapat feel sama sekali untuk membuat fanfics, ini juga sedikit di paksakan untuk membuatnya, jadi kalau ngaco, ngelantur, gak jelas mohon di maklumi yah :) *author lagi ilfeel* banyak pikiran :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s