PROTECT MY GIRL chapter 7

copyright by Bayu Navanto

PROTECT MY GIRL

Main cast :

Nickhun
Victoria
Leeteuk
Seohyun
Kang Sora
Jung Yong Hwa

                 

Other Cast :

Donghae
Yang Yeosob
Lee Gikwang
Kevin Woo
D.O (EXO-K)
Chanyeol (EXO-K)
L (Kim Myeongsoo)
Taecyeon
Yoona
IU
Suzy
Kyuhyun
Choi Minho
Krystal

                                  

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : PG-15

Desclaimer :

semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

Author note :

yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

 

IU sedang berjalan-jalan di sekitar taman kota, dia sedang menikmati pemandangan taman tiba-tiba ada seorang pria memanggil IU, “IU-ah” teriak pria tersebut dan mendekati IU, IU membalikkan tubuhnya, IU memperhatikan secara seksama tubuh pria tersebut, “kamu siapa?” tanya IU, “aku, kamu lupa?, itu bekal gimbab” ucap pria itu, “gimbab?” gumam IU

 

“ya, gimbab apa kamu sudah lupa?” tanya pria tersebut

 

*flash back*

 

di smp Chunda *author ngarang* sekarang sedang jam istirahat, seperti biasa dia pergi menuju taman sekolah untuk makan bekal yang di bawanya, ya! IU memang terbiasa makan di taman sekolah yang sedikit sepi karena teman-temannya selalu makan di kantin yang harus membayar 20 won per porsi itu, IU saat itu tidak memiliki uang saku yang cukup untuk makan di kantin, IU duduk di salah satu kursi – meja yang ada di taman itu, dia mulai membuka kotak bekalnya itu, setelah IU membuka kotak bekalnya dia hanya menghela nafas, “ya! Walaupun cuman sup rumput laut tapi tidak kalah enaknya kok dengan makanan yang ada di kantin sana” ucap IU berusaha menghibur diri, IU memakan sesendok rumput laut tersebut setelah dia menelannya dia menundukan kepalanya, “ah, eomma, aku bosan makan rumut laut setiap hari” keluh IU, dari kejauhan terlihat seorang namja sedang mencari sesuatu, dia melihat kearah IU berada diapun menghampiri IU, dan saat tepat berada di dekat IU, dia menyapa IU, “annyeong haseyo” ucap Namja tersebut, IU menaikkan kepalanya dan melihat orang yang menyapanya, “ne annyeong haseyo” balas IU, “boleh aku duduk di sini?” tanya namja tersebut, “silakan aja” balas IU, “gamsahamnida” timpal namja itu, dia menaruh suatu bungkusan di meja lalu duduk di hadapan IU, namja itu membuka bungkusan itu, dan ternyata itu adalah sebuah kotak bekal makanan yang berisikan gimbab, “kamu juga bawa bekal sendiri, kenapa kamu tidak makan di kantin seperti kebanyakan murid” tanya IU melihat namja itu yang sedang memulai makan gimbabnya, “emm” gumam namja itu menelan gimbab yang dia makan “iya, itu karena aku lebih suka makanan yang di bawa dari rumah ketimbang makannan yang ada di kantin, lebih higienis, apa lagi buatan tangan eomma sendiri” balas namja lalu memakan satu gulung lagi gimbab yang ada di kotak bekalnya, IU yang melihatnya terheran-heran, ” emm, kenapa gak dimakan bekalnya?” tanya namja itu, “kalau mau bicara makanannya di telan dulu nanti tersendak lho?” nasihat IU, “oh iya lupa, perkenalkan, Kevin imnida” ucap Kevin memperkenalkan dirinya, “Lee Ji Eun imnida” ucap IU, “tapi panggil aku IU aja biar lebih mudah” lanjutnya, “ah, ok IU, eh tapi kenapa gak dimakan tuh sup rumput lautnya?” tanya Kevin sambil menunjuk ke arah bekal yang dibawa IU, “ah, ini, aku sudah bosan makan ini terus” ucap IU, “bosan? Ah bagaimana kalau kita tukaran aja? Tukaran bekal gituh? bagaimana?” ucap Kevin, “emm ide yang bagus, ok kita tukaran makanan” balas IU sambil tersenyum merekapun bertukar bekal satu sama lain

 

*flash back end*

 

“ah Kevin-ah, kamu Kevin-ah?” tanya IU setelah mengingat kejadian 3 tahun yang lalu, “that is right, wah ternyata ingatan mu masih tajam juga yah” jawab Kevin, “eh tapi by the way, kamu ngapain datang ke Seoul?” tanya Kevin, “aku pindah sekolah, karena sekolah ku yang lama mau bangkrut jadinya aku pindah deh ke seoul” jawab IU, “eh sudah waktunya jam makan siang kamu sudah makan?” ucap Kevin sambil melihat jam tangannya yang melingkar di tangannya, “ah iya” ucap IU, “gaja kita makan bersama, aku traktir” ucap Kevin, “ok” ucap IU tersenyum.

 

********************

 

Suzy masih salah tingkah dengan Taecyeon, “eh Suzy-ah kenapa? Kok aneh gak kaya biasanya?” tanya Taecyeon bertanya-tanya, “aishh apanya yang aneh biasa aja kok, gak usah GeEr deh” ucap Suzy, “siapa yang GeEr? Aku gak GeEr tuh?” balas Taecyeon, “halah emangnya tadi aku mengagumi kamu seperti yang kamu pikirkan, jangan mimpi, kamu bukan level ku tahu!” timpal Suzy, “memangnya tadi kamu merasa mengagumi aku? Aku malah tidak sedang berpikir kamu sedang mengagumi ku, mana mungkin yeoja weird kaya kamu merasa kagum dengan aku, apa jangan-jangan…………..” ucap Taecyeon menggantung, “jangan-jangan apa, gak usah kePeDean deh” ucap Suzy semakin mati gaya, “yiehh, bener tebakan aku kamu mulai suka yah sama aku? Ayo? Ah ketahuan deh kamu mulai kasmaran” ledek Taecyeon sambil membuat tanda hati besar di kepalanya dengan kedua tangannya, “isshhh, aku pergi ajalah, lama-lama dengan namja gendeng bisa ketularan gendeng” ucap Suzy yang lalu pergi berlalu meninggalkan, “Suzy-ah SARANGHAEYO” teriak Taecyeon, Suzy yang mendengarnya menghentikan langkahnya dia memegang dadanya dia merasakan detak jantungnya berdegup dengan cepatnya, “perasaan apa ini?” gumam Suzy dalam hati, Suzy menggelengkan kepalanya lalu berlari sekencang-kencangnya menuju restoran, “hah, pasti dia makin salah paham, hahahahahahahaha mana mungkin aku suka sama yeoja seperti dia” ucap Taecyeon, “tapi kalau di lihat-lihat dia boleh juga, ada beberapa yang masuk kategori, yah masuk kategori” ucap Taecyeon memegang dagunya sambil mengangguk-angguk

 

**********************

 

“Myeonso songsaengnim kemana teman seongsaengnim, kenapa dia tidak datang?” tanya salah satu murid, “oh, maksud kalian, Victoria, songsaengnim kurang paham tuh, ah sudah jangan bahas dia lagi lebih baik kita pelajari lagi pelajarannya” ucap Myeongso, “tapi memang kemana yah Victoria-ah tumben dia tidak mengontak dengan aku, apa ada masalah yah?” gumam Myeonso dalam hati.

 

*******************

 

IU dan Kevin sekarang sudah duduk di salah satu restoran yang terdapat di seoul, “kamu mau pesan apa?” tanya Kevin, “terserah kamu aja lah” ucap IU, “ok kalau terserah aku, kita akan makan gimbab” ucap Kevin sambil tersenyum, IU yang mendengarnya juga tertawa di buatnya, “kenapa tertawa?” tanya Kevin, “ah tidak, begitu mendengar kata gimbab aku langsung teringat kejadian tiga tahun yang lalu, saat kita bertukaran bekal” balas IU, “ah iya tiga tahun yang lalu, sejak pertama kali kita bertukaran bekal, sampai – sampai setiap kalu kita membawa bekal, kita selalu bertukar makanan, jadi siapa yang bawa, siapa yang makan, itu kejadian silly yang takkan pernah aku lupakan” balas Kevin, pesananpun datang mereka mulai memakan pesanan yang mereka pesan.

 

*********************

 

Nichkhun sedang duduk merenung sendiri di taman kota, dia memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan investor dalam skala besar, “bagaimana caranya biar aku dapat mendapatkan investor yang banyak, apakah ada investor yang tertarik dengan ide aku ini, ya tuhan, tolong bantulah aku, berikan aku kekuatan untuk menghadapi ini semua” ucap Nichkhun

 

Victoria sedang berjalan-jalan di trotoar taman kota, tanpa sengaja dia melihat Nichkhun yang kelihatannya sedang banyak beban, Victoria mendekatinya, “hi, annyeong haseyo, lagi ngapain duduk-duduk sendirian di sini?” sapa Victoria, “ah kamu, nggak lagi ngapa-ngapain kok” balas Nichkhun, “gojima, pasti lagi ada pikiran? Iya kan?” tanya Victoria lagi, “aniya” ucap Nichkhun dengan nada sedikit membentak, “ah, mian, aku lagi pusing” lanjut Nichkhun dengan nada memohon maaf, “tidak apa-apa, ah iya dari tadi kamu panggil aku dengan sebutan ‘kamu’ apa kamu belum tahu nama aku?” tanya Victoria, Nichkhun membalasnya dengan menggelengkan kepalanya, “ah benar tebakan ku, perkenalkan Victoria imnida” ucap Victoria memperkenalkan diri, Nichkhun hanya tersenyum, “ah iya, kamu tadi bilang lagi pusing, pusing kenapa?” tanya Victoria, “aku ceritakan ke kamu, kamunya juga tidak tahu dan tidak paham” balas Nichkhun, “kata siapa? Aku ini orang yang pintar tahu, jangan salah!” ucap Victoria membanggakan dirinya, Nichkhun tersenyum, “nah gitu dong tersenyum kan kelihatan tampan” ledek Victoria, “mau di apakan juga aku tetap tampan, mungkin memang dari sananya kali sudah tampan” ucap Nichkhun PeDe, “PeDe gila, ah ayo katakan aja kenapa kamu pusing, itung-itung ngeringanin beban, mungkin aku bisa bantu kasih solusi untuk keluar dari masalah yang kamu hadapi” ucap Victoria, Nichkhun menghela nafas “aku pusing, aku harus mencari banyak investor untuk bisa melakukan proyek yang sedang aku ajukan, kalau aku tidak mendapatkan investor dalam waktu 2 minggu, maka proyek yang aku ajukan akan di tolak” jelas Nichkhun, “kamu seorang direktur?” tanya Victoria, “ah benar dugaan ku, kamu pasti tidak percaya akan semua hal yang aku bicarakan” ucap Nichkhun, “ani, aku percaya kok kamu seorang direktur” ucap Victoria, Nichkhun memandang ke arah Victoria dengan pandangan tidak percaya, “bener swear!, aku percaya kamu ini seorang direktur, memang proyek apa yang mau kamu ajukan sampai-sampai membuat kamu kelihatan kebingungan?” tanya Victoria, “sekolah” uccap Nichkhun singkat, Victoria kaget, “sekolahan, wah aku setuju dengan usulan mu” ucap Victoria, “ya! Setujunya kamu juga tidak akan membuat aku lebih semangat” ucap Nichkhun, “tenang, nanti ucapan aku akan membuat kamu semangat, BELIEVE IT!!!!!!” ucap Victoria berdiri lalu pergi, “believe? Hah percaya apa?” gumam Nichkhun.

 

********************

 

Suzy kembali ke restoran dengan muka sayu kelelahan, wajahnya sangat terlihat kelelahan terbukti dengan banyaknya keringat yang membasahi jidadnya itu, Suzy masuk kedalam restoran dan saat melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran Suzy kaget tidak percaya, dua orang yang kemarin dia temui ternyata mau bekerja di restoran ini, “ka……kalian” ucap Suzy kaget, “ne, ini kami, yang kemarin malam berpapasan” ucap D.O , “aku pikir kalian tidak akan mau melamar kerja kesini?” ucap Suzy, “ani, kami harus mencari banyak uang untuk membayar biaya sekolah” ucap Chanyeol, “ah, kalau begitu kami permisi dulu, uri mau pergi ke sekolah dulu, nanti siang kami akan datang kesini untuk memulai bekerja” ucap D.O, “ah ok, silakan” ucap Seohyun, “permisi nuna” ucap Chanyeol saat mereka melewati Suzy yang masih berdiri tegak kaku itu, ketika kedua namja itu mau membukakan pintu restoran Suzy membalikkan badannya dan mengucapkan perkataan yang membuat Seohyun dan Donghae kaget, “gomawoyeo” ucap Suzy sambil tunduk hormat, “ah, tidak usah seperti itu, justru seharusnya kami yang berterima kasih” ucap Chanyeol, “sampai jumpa” ucap D.O melambaikan tangannya sambil berjalan pergi menuju ke sekolahan.

 

“Suzy-ah, ternyata bisa bersikap manis seperti itu yah, aku baru tahu?” gumam Donghae, Seohyun yang mendengarnya menganggukkan kepalanya, “ah, hey jangan ngalamun lagi cepat kerja-kerja” ucap Seohyun dengan nada memerintah, “ah ne Bosse!!!!!!!!” ucap tegas Donghae dan Suzy bersamaan.

 

***********************

 

Sora sedang memilih-milih baju di salah satu store yang ada di BN mall, “sillyehamnida ini berapa yah?” tanya Sora kepada salah satu shop assistant, “saya lihat dulu” ucap Shop assistant,”ini 150 won, nona” lanjutnya, Sora yang mendengarnya hanya melongo, “anda yakin?” tanya Sora sedikit pesimis, “ya, saya yakin” ucap Shop assistant, Sora menggigit bibir bawahnya, “apa tidak boleh kurang?” tawar Sora, “jadi 50 won yah” lanjut Sora, “maaf nona ini sudah harga pas” balas Shop assistant, “ayolah, jebal, aku suka dengan baju ini, tolong turunkan harganya ya?” ucap Sora sedikit memelas

 

Leeteuk, sekretaris Lee Gikwang dan beberapa staff sedang berjalan menyusuri BN mall untuk meninjau kemajuan BN mall, “bagaimana keadaan BN mall saat ini?” tanya Leeteuk, “sampai saat ini jumlah pengunjung terus meningkat, apa lagi ketika kita mulai membuka promo hadiah mobil idaman, semakin banyak pengunjung yang berbelanja di sini” ucap manager Goo, “ah bagus” ucap Leeteuk menganggukkan kepalanya, sampai dia menghentikan langkahnya karena melihat suatu pemandangan yang kurang sedap untuk di pandang, Leeteuk lalu menghampirinya.

 

 

“ada apa ini?” tanya Leeteuk bertanya kepada shop assistant, “leeteuk oppa?” gumam Sora dalam hati, “ini direktur nona ini mau membeli gaun ini tetapi nona ini menawar untuk di discount” ucap shop assistant, “direktur?” tanya Sora dalam hati, Leeteuk belum menyadari kalau yang menawar itu adalah  Sora, “memang siapa yang menawar?” tanya Leeteuk, “itu dia direktur” balas shop assistant menunjuk Sora yang sedang mengumpat di balik jajaran pakaian yang di pajang, “Kang Sora? Apa itu kamu?” tanya Leeteuk, “ah iya ini aku, Sora” ucap Sora keluar dari persembunyiannya dengan malu-malu, “ah ini bayar pakai ini saja” ucap Leeteuk menyerahkan kartu ATMnya kepada shop assistan, “ah tidak usah” ucap Sora berusaha mencegat Leeteuk, “tidak apa-apa, aku ikhlas kok” ucap Leeteuk. “kenapa oppa baik sekali kepada aku?” tanya Sora, “karena kamu teman pertama ku” jawab Leeteuk, Sora yang mendengarnya keget.

 

************************

 

di tepi sungai Han Minho menghela nafas, “apa yang harus aku buat untuk membuat dia senang, kenapa setiap wanita yang dekat dengan ku selalu mengatakan ‘kamu itu tidak sensitif’ sensitif yang di maksud oleh para yeoja-yeoja itu apa? Kenapa mereka selalu mengatakan hal yang sama” ucap Minho sambil melempar krikil-krikil ke arah sungai, itu membuat sebuah gelombang kecil yang mengagumkan, Minho melihat gelombang yang di hasilkan air saat tertimpa oleh kerikil yang dia lempar, “aku tahu!!!” ucap Minho lalu berdiri dan menyalakan motor sportnya.

 

*********************

 

“Donghae oppa, D.O dan Chanyeol belum datang kah?” tanya Suzy menepuk pundak Donghae, “oppa belum tahu, oppa belum melihatnya mungkin mereka mulai bekerja besok, memang kenapa?” balas Donghae, Suzy menggelengkan kepalanya “enggak, bukan apa-apa” ucap Suzy menundukan kepalanya lalu pergi menuju dapur, “kenapa dia? Aneh?” gumam Donghae, tiba-tiba pintu restoran terbuka, “annyeong haseyo” sapa Taecyeon, “wah pelanggan tetap datang tumben mau datang kemari biasanya makanannya minta di antar ke rumah” ucap Donghae, “aku BeTe, bosen makan di rumah” balas Taecyeon menepuk pundak Donghae, “oh iya, aku pesan sup rumput laut yah” lanjut Taecyeon sambil duduk di salah satu meja di restoran tersebut, “ok!” balas Donghae singkat.

 

*******************

 

“oppa, apa oppa lupa ada apa di hari ini?”

kalimat sms yang dikirimkan kepada Yong Hwa dari adiknya Krystal Jung

 

“hari apa yah hari ini?” tanya Yong Hwa, dia mengambil kalender yang ada di meja kerjanya, dia melihat sekarang hari Sabtu

 

“sekarang hari sabtu Saeng, memangnya ada apa kok tanya hari segala”

balas Yong Hwa

 

 

Krystal yang melihatnya menjadi marah, diapun membalas

“memang benar semua orang sudah tidak perduli kepada aku, kalian semua sibuk dengan rutinitas aktivitas kalian masing – masing sampai-sampai apa yang terjadi 18 tahun yang lalupun di lupakan, semua orang kejam, aku benci kalian semua”

 

Yong Hwa yang menerima pesan pendek itu bingung, “18 tahun yang lalu?” gumam Yong Hwa bertanya-tanya, dia masih memegang kalender, saat dia melihat kalender itu dan menyangkut pautkan dengan pesan yang dikirimkan oleh adiknya itu dia teringat sesuatu, “AIGO!!!!!!!!!!!!!!!! Sekarang hari ulang tahun Krystal, kenapa aku bisa lupa?” ucap Yong Hwa kaget, “apa yang harus aku lakukan untuk membuat dia gembira di hari jadinya ini, kenapa aku membuat dia sedih di hari jadinya ini, Oppa apaan kamu, sampai-sampai hari ulang tahun adik mu saja lupa, babo-babo kamu Yong Hwa” ucap Yong Hwa menyalahkan diri sendiri sambil memukul-mukul kepalanya

 

*********************

 

“bagaimana enak tidak gimbabnya?” tanya Kevin, “emm masisoyo, nomu masisoyo” ucap IU tersenyum, “emm by the way, kamu datang ke Seoul untuk apa? Apa untuk melanjutkan kuliah mu di sini?” tanya IU, Kevin menggelengkan kepalanya “aniya, bukan itu”, “lalu apa?” tanya IU lagi

 

“aku meneruskan usaha kedua orang tuaku”

 

“meneruskan usaha kedua orang tua mu?” ucap IU tak percaya

 

“ne!, aku datang kemari untuk meneruskan usaha kedua orang tuaku bukan untuk kuliah”

 

“memangnya kedua orang tua mu itu berbisnis apa?”

 

“seperti yang kamu lihat” ucap Kevin merentangkan tangannya sembari melihat sekeliling, IU kebingungan dengan perkataan Kevin barusan

 

“maksud kamu apa? Aku tidak paham?” ucap IU kebingung

 

Kevin tersenyum “bisnis yang aku maksud seperti yang kamu lihat sekarang ini” jelas Kevin

 

“maksud kamu restoran ini?”

 

“yap, thats right” timpal Kevin sambil mengacungkan kedua jempol tangannya

 

“wah masih muda sudah jadi bisnisman, hebat-hebat”

 

“yah begitulah” ucap Kevin sambil mengankat kedua bahunya

 

“emm tapi bagaimana dengan sekolah mu apa kamu tidak ingin melanjutkan sekolah mu?”

 

“kalau soal sekolah aku sebenarnya kepikiran untuk melanjutkan ke bangku universitas, tapi sepertinya bukan tahun ini deh”

 

“lalu kapan? kenapa di tunda-tunda, kalau ada waktu kenapa tidak sekarang aja?”

 

“aku ingin melihat usaha ini sukses dulu sebelum aku melanjutkan sekolah”

 

“wah pemikiran yang bijak”

 

Kevin yang mendengarnya tersipu malu “eh habiskan yah, jangan sampai ada sisa, aku tidak suka kalau ada orang yang makan tetapi tidak di habiskan itu namanya tidak mensyukuri nikmat Tuhan”

 

“ok” balas IU sambil mengacungkan satu jempol tangannya

 

 

*******************

 

 

Victoria mondar-mandir di salah satu sudut di taman kota, “melakukannya? Apa tidak?” gumam Victoria bimbang, “ah, kalau niat baik kenapa harus bimbang” ucap Victoria menyemangati diri sendiri, dia lalu mengambil ponselnya dan mencari nomor yang ada di kontak ponselnya, setelah berhasil menemukannya dia lalu memanggilnya

 

 

 

To Be Continued……………………..

 

#fiuh akhirnya chapter 7 selesai juga, seperti biasa kalau acak-kadul, gak nyambung antara masing-masing scene-nya tolong di maklumi yah, schadule berantakan, aku sendiri jadi pusing ngurusinnya jadi tolong di maklumi.

 

 

#Pssstttt……. Ini mendekati chapter-chapter terakhir lho :) oh iya NB. I Hope U can leave comment.

 

2 thoughts on “PROTECT MY GIRL chapter 7

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s