[TWO SHOT] FIRST TIME l part 1l

Cast :
Song Eun Rim (oc)
Kim Jaejeong
Kim Dong Seok (oc)
Choi Sulli
Ren Yoshiro (oc)

Genre : friendship

Author : Bayu Navanto

Length : two shot

Rating : G

Desclaimer :
Cast oc dan alur cerita ini adalah my mine, selebihnya bukan milik saya

Author note :
ini two shot yang boleh di katakan two shot debut aku, kalau kependekan atau apalah di maklumi yah, sebenarnya sih niatnya mau di jadikan chapter tapi berhubung aku lagi males jadinya aku jadikan two shot aja, selain itu juga aku belum merampungkan chapter Protect My Girl apa lagi di tambah aku lagi buat fanfics chapter terbaru yang masih dalam bentuk konsep sih tapi chapter 1 sudah rampung, dan soal cover aku lagi males ngedit foto jadi nih two shot polos. #virus males lagi melanda otak ku# :(

Los Angeles

Hari Minggu yang cerah di daerah Los Angeles, bulan ini bertepatan dengan musim semi, suasana menjadi lebih indah, Song Eun Rim sedang duduk di teras rumahnya sambil membaca-baca majalah yang kemarin ia beli

“Eun Rim cepat kemari!” teriak eomma Eun Rim dari dalam rumah

“yah, sebentar” jawab Eun Rim sambil menaruh majalahnya di meja lalu masuk kedalam rumah

“ada apa eomma?” tanya Eun Rim

“kamu pergi sekarang” jawab Eomma sambil memasukkan baju-baju Eun Rim kedalam koper

“aku mau kemana?”

“kamu pulang ke Korea”

“Korea?” jawab Eun Rim kaget, “memangnya kenapa aku harus pulang ke Korea, aku sudah suka tinggal di Los Angeles” lanjutnya

“sudah cepat bawa kopermu lalu kita pergi ke bandara” perintah eomma lalu keluar kamar Eun Rim

“ada apa ini? Kenapa aku di suruh pulang ke Korea?” gumam Eun Rim

————————————————————
Korea

“Naegen I Belong To You
Nemameul yeoreojwo
I Belong To You
Jigyeowo naega sirheojyeonnabwa
Neoanimyeon andwaeneungeol
Jal aljanha baby” Kim Dong Seok sedang sing a song ria dengan gitarnya di dalam kamar

Jaejeong yang kamarnya bersebelahan dengan kamar Dong Seokpun merasa terganggu

“aisshh itu anak kerjaannya nyanyi aja, gak tau waktu lagi mainnya” keluh Jeajeong yang masih terbaring di ranjangnya, karena sudah tidak tahan akhirnya diapun pergi menuju kamar Dong Seok

“Kim Dong Seok!!!!!” teriak Jaejeong dari luar kamar Dong Seok sambil menggedor-gedor pintu kamar Dong Seok, Dong Seokpun menghentikan permainannya, dia membukakan pintu kamarnya

“ada apa hyung?” tanya Dong Seok polos saat membuka pintu kamar

“kamu itu memang menyebalkan, malam-malam main gitar”

“yah kaya hyung gak tau aja, aku kan sedang latihan untuk audisi jadi penyanyi”

“ambisi mu terlalu besar jangan terlalu ambisius nanti kalau hasilnya tidak sesuai harapan, kamu akan langsung down!!!” ucap Jaejeong sambil menggerakkan tangannya dari atas ke bawah

setelah Jaejeong berbicara seperti itu dia kembali kekamarnya untuk melanjutkan mimpinya yang tertunda

“kenapa hyung selalu mencela apa yang menjadi ke inginanku?” gumam Dong Seok

————————————————————–
Eun Rim dan eomma sedang dalam perjalanan menuju bandara, Eun Rim hanya bisa memasang muka cemberut karena tidak habis pikir apa yang mau di buatnya di Korea sana

“eomma, kenapa aku harus pulang ke Korea, di Korea kan tidak ada keluarga kita, semua keluarga kita tinggal di Los Angeles, lalu aku tinggal di Korea bersama siapa?” tanya Eun Rim

“memang semua keluarga kita tinggal di Los Angeles, tetapi kamu harus tetap pergi ke Korea dan menetap di sana!”

“kenapa? Aku tidak mau tinggal di sana, di Korea sudah berbeda budaya apa lagi aku tidak terlalu bisa berbahasa Korea, terus orang Korea sendiri juga kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris, eomma ingin membunuh aku di sana apa?”

“no! Eomma tidak ingin membunuh mu di sana, eomma dan appa sudah sepakat untuk mengirim mu ke Korea”

“pokoknya aku tidak mau pergi”

“kamu harus pergi!”

————————————————————–

Jepang

Suasana sore hari di kota Osaka memang menyejukkan hati, pemandangan hamparan padang safana yang indah di tambah warna orange sinar matahari senja yang menambah ke eksotikan kota Osaka itu, Choi Jinri sedang menikmati teh hijau yang baru saja di buat oleh ibunya di teras rumah

“ah memang indah” ucap Jinri sambil menyeruput teh hijau

“Jinri-san, Jinri-san” teriak seseorang dari kejauhan, Jinri yang melihatnya berdiri dari duduknya

“siapa yah?” tanya Jinri sambil mencoba memfokoskan pandangannya kepada orang yang sedang lari mendekatinya, “Ren Yoshiro?”

“ada apa Ren-san? Kenapa teriak-teriak” tanya Jinri kepada salah satu teman laki-lakinya yang dia kenal di Jepang

“Jinri-san, kamu tahu tidak tadi aku melihat shin……..shinnn, aduh shin apa yah, kenapa jadi pikun seperti ini, pokoknya shin boy band kesukaan kamu itulah” ucap Ren

“Shinee maksudnya?”

“ah iya-iya bener maksud aku Shinee”

“dimana kamu melihatnya?”

“di TV” jawab Ren dengan muka polosnya itu, Jinri yang mendengarnya mendengus kepalanya

“aku pikir ketemu di jalan, eh ternyata di TV, kalau di TV mah aku sering lihat”

“yah kan cuman mau kasih kabar, kalau-kalau kamu pingin lihat ntuh boy band”

“jadi kamu kesini lari-lari hanya mau kasih kabar itu aja?”

“ah iya, kita pergi ke Tokyo yuk?” ajak Ren

“ke Tokyo? Memangnya mau ngapain kita ke sana, sudah mau malam lagi”

“ya! Maksud aku besok bukan sekarang”

“tapi mungkin aku tidak di izinkan ke Tokyo” ucap Jinri sedikit sedih

“kenapa? Kenapa tidak di izinkan?”

“aku kan anak perempuan, mana boleh pergi ke Tokyo sendirian”

“eits jangan khawatir, kan ada Ren Yoshiro yang selalu siap menjaga Choi Jinri-san 24 jam non-stop” ucap Ren sambil berdiri dan berlaga seperti superhero

Jinri hanya tertawa kecil

“pokonya kamu harus pergi ke Tokyo besok bersama aku, ok”

“jika ibuku memperbolehkannya”

“ok, aku anggap kamu menyetujuinya, konichi wa”

Ren lalu pergi pulang ke rumahnya, Jinri yang mendengar ajakan Ren itu menjadi bingung

“sebenarnya apa yang mau Ren lakukan?”

————————————————————–
Eun Rim dan ibunya sudah sampai di bandara, Eun Rim masih bingung dengan apa yang di lakukan kedua orang tuanya kepada dirinya sampai-sampai dia di kirim pulang ke Korea

“be carefull on Korea” ucap ibu Eun Rim

Eun Rim masuk bandara dengan muka cemberutnya dia sebenarnya sedikit suka dia pergi ke Korea, tetapi dia juga sedih karena ke dua orang tuanya tidak memberi tahukan alasannya mengirim dirinya ke Korea

“semoga kamu bisa merubah sikap mu di sana, ibu berharap kamu lebih mandiri di Korea tanpa bantuan keluarga, hati-hati nak, sampai jumpa”

————————————————————–
Kim Dong Seok yang telah lelah bermain gitar dan bernyanyi ria pergi menuju ke dapur untuk mengambil minuman karena dia merasa sangat haus, saat dia melewati depan kamar kakaknya, dia mendengar ada suara orang sedang menyanyi, Dong Seok yang penasaran mencoba mendekatkan telinganya ke pintu kamar hyungnya itu

“apa ini suara Jaejeong hyung yah?” gerutu Dong Seok

tiba-tiba pintu kamar terbuka, Dong Seok kaget di buatnya

“eh kamu ngapain di situ?” tanya Jaejeong sambil mendorong jidad adiknya itu

“aisshh, hyung gak punya sopan-santun, tadi hyung habis nyanyi yah?”

“nyanyi, siapa? Aku, tidak tuh”

“aisshh gojima!!! Pasti hyung tadi abis nyanyi iya kan? Kuping ku ini belum budek tahu jadi aku dengar apa yang hyung lakukan di dalam”

“tukang nguping, pantas telinga mu besar kaya gajah, aku habis mendengar mp3 bukan menyanyi”, “minggir aku mau ke dapur” ucap Jaejeong sambil mendorong Dong Seok ke samping

“aishhh!!!!” gerutu Dong Seok

Dong Seokpun membuntuti Jaejeong sampai ke dapur, saat di dapur Dong Seok berniat untuk menanyakan hal yang sama kepada Jaejeong tatapi saat dia mau mendekat ke hyungnya itu tiba-tiba pintu lemari es di buka oleh Jaejeong secara mendadak sontak wajah Dong Seok membentur pintu lemari es.

“aw, sakit!, hyung memang tidak berperasaan” ucap Dong Seok sambil mengelus-elus jidadnya

“nih kamu mau minumkan?” ucap Jaejeong menyodorkan kaleng air isotonik kepada Dong Seok, Dong Seokpun mengambilnya, setelah kaleng itu di ambil Jaejeong kembail ke kamarnya

“hyung yang aneh, kenapa aku bisa menjadi namdongsaeng Kim Jaejeong yang mempunyai kepribadian misterius, Kasihan sekali nasib mu Kim Dong Seok”

————————————————————–
“apakah anda mau minum nona?” tanya pramugari kepada Song Eun Rim

“ah tidak terima kasih”

“hah, eomma jahat, kenapa eomma selalu tidak suka semua hal yang aku sukai, kenapa aku harus mengikuti semua omongan eomma, aku sudah besar, aku ingin menjalani hidup ku sesuai keinginan aku” ucap Eun Rim dalam hati. Untuk mengusir kesedihan di hati Eun Rim, Eun Rim akhirnya memutuskan untuk tidur. Beberapa jam kemudian Eun Rim sudah sampai di Incheon Airport, dia langsung bergegas ke hotel yang sudah dia booking sejak dia masih di Los Angeles

*Singkat cerita*

sinar matahari pagi hari di seoul menembus celah-celas jendela kamar Dong Seok, diapun bangun untuk melakukan aktivitasnya hari ini, Dong Seok turun ke lantai satu pergi ke dapur untuk mengambil air minum, saat dia sudah sampai di sana dia kaget karena di meja makan sudah berjajar rapi makanan yang lezat, di tepi meja makan terdapat sebuah kertas surat yang tergeletak, Dong Seok yang penasaran akhirnya membaca isi tulisan yang ada di kertas tersebut

“Kim Dong Seok, hyung harus pergi ke Busan karena ada urusan sebentar mungkin besok lusa hyung baru pulang, jadi jaga rumah dengan baik yah, oh iya itu hyung sudah masakkan makanan untuk kamu habiskan yah

JAEJEONG HYUNG :) ”

“hah, hyung pergi ke Busan ada urusan apa, kenapa lama banget, sampai besok lusa baru pulang, ah bodo amat yang penting sudah ada makanan yang enak, wah siap-siap kenyang nih” ucap Dong Seok duduk di kursi meja makan

*Hotel

Eun Rim sudah bangun dari tidurnya dia sekarang sedang bersiap-siap untuk rekreasi di Korea, saat dia sudah berada di luar hotel suasana panaspun melanda Eun Rim

“hah panasnya, ternyata Korea sekarang sedang musim panas, damn! Aku gak bawa sunblock lagi”

diapun akhirnya tetap melanjutkan niatnya untuk rekreasi.

————————————————————–
Dong Seok sedang berjalan-jalan di salah satu tempat perbelanjaan terkenal di daerah Seoul, tanpa disengaja dia menyenggol salah satu pengunjung tempat perbelanjaan tersebut, wanita itupun terjatuh

“ah, mianhaeyo, tidak sengaja” ucap Dong Seok sambil menjulurkan tangannya berniat untuk menolongnya, tetapi wanita itu malah menampis tangan Dong Seok, wanita itu malah marah-marah kepada Dong Seok

“kamu ini kalau jalan lihat-lihat” bentak wanita tersebut yang lalu dia pergi meninggalkan Dong Seok

“yeoja aneh, mau di tolong malah menolak, syukurlah jadi gak usah buang-buang tenaga” gumam Dong Seok, dia berniat untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi saat dia menengok ke bawah dia melihat sebuah dompet yang terjatuh di jalan, Dong Seokpun mengambilnya, saat dia membuka dompet tersebut, terdapat kartu identitas yang berada di sana

“Song Eun Rim?” gumamnya

“apa ini punya wanita tadi, jadi dia namanya Song Eun Rim, bagus juga” lanjutnya

—————

Eun Rim sedang memilih-milih baju yang ada di salah satu stand

“ah, aku pilih ini saja” Eun Rim menjatuhkan pilihannya kepada dress berwarna biru muda

“mau bayar pakai apa?” tanya shop assistent

“cash” jawabnya, Eun Rim merogoh-rogoh saku celananya

“dimana yah? Wah dompet ku hilang, astaga, sial sekali” gumamnya

“jadi bagaimana, mau beli atau tidak?”

“ah maaf saya tidak jadi”

“aisshh aku harus menemukannya, semua uang ku ada di tompet itu” gumamnya lalu pergi meninggalkan stand tersebut, diapun menyusuri kembali jalan yang habis dia lewati

————————————————————–
Jepang

“Jinri-san, jinri-san” teriak Ren

Jinripun keluar dari rumahnya

“ada apa Ren-san?”

“ayo kita pergi sekarang!”

“kemana?”

“yah, pikun dah, masih muda sudah pikun, kitakan mau pergi ke Tokyo”

“ah iya, sorry, aku mandi dulu yah”

“yah-yah silakan”

Jinripun masuk kembali ke dalam rumah untuk mandi, Ren menunggu Jinri di depan teras rumah. Beberapa menit kemudian Jinri sudah keluar

“wah cantiknya” puji Ren

“ah kamu bisa, saja, ayo kita berangkat” ucap Jinri tersipu malu

mereka semuapun berangkat ke stasiun untuk pergi ke Tokyo, saat di perjalanan menuju Tokyo mereka berdua bersenda gurau

“eh, Jinri-san ngomong-ngomong kamu sudah dapet ijin belum dari kedua orang tua mu” tanya Ren

“Sudah, tadinya mereka menolak, tetapi ketika aku bilang kalau aku perginya bersama kamu aku akhirnya di izinkan”

“ohhh, syukur, aku kira kamu pergi tanpa pamit”

“ya enggaklah, mana aku berani, eh tapi ngomong-ngomong mau ngapain sih kita pergi ke Tokyo?”

“nanti kamu juga tahu” jawab Ren singkat

————————————————————–
Eun Rim masih mencari dompetnya, dia menyusuri jalan-jalan yang tadi dia lewati, tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan dompet kepada Eun Rim

“nih, ini kan yang kamu cari” ucap Dong Seok

“oh jadi kamu yang mencopet yah”

“eh, siapa yang mencopet, aku tadi menemukannya di jalan, enak aja asal nuduh orang copet segala, bukannya berterimakasih malah menghina”

Eun Rim yang mendengarnya mengerucutkan mulitnya lalu pergi ke stand tadi

“Song Eun Rim!!!” panggil Dong Seok

Eun Rim menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya, saat dia membalikkan badannya dan melihat ke arah Kim Don Seok, dia melihat Kim Dong Seok mengacungkan carinya membentuk pistol ke arah Eun Rim

 

 

nah giman? , gaje yah, kalau nih twoshot ada peminatnya author bakalan lanjutin, tapi kalai sepi atau malah gak ada (T_T) ya gak author lanjutin dah

8 thoughts on “[TWO SHOT] FIRST TIME l part 1l

  1. Annyeong :)
    Karena ga jadi comeback dan memilih hiatus utk bbrp saat, *sbnrnya karna ga ada ide sih* hehe.. Jd aku blogwalking dan baca FF terbaru yg msh bs aku ikutin chapternya :)

    Kebetulan ktm FF ini, yg msh chapter 1. Dan jujur, ini pertama kali aku baca FF yg krg aku kenal castnya dan banyak OC-nya. Ternyata not bad ;) Bagus critanya.. Penasaran kaitan yg Eun Rim, Sulli, Dong Seok, sm Jaejoong, sm Ren juga ^^ Dan aku suka bgt karakter Jaejoong, hehe lucuu. Lanjutin saeng, fighting!!

  2. annyeong^^
    waah….kelihatannya bakal seru nih perjalanan mereka…
    dari pertama aku liat sih.. jujur ya aku gak tertarik karena castnya gak begitu familiar..
    tapi begitu aku klik… ternyata keren juga…^^ apa lagi si jae-oppa.. kok aneh ya kepribadiannya… :)
    cepet lanjutin ya…..aku penasaran… :D
    bageupsumnika…, rin imnida…. :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s