Oppa, Give Me Your Love! [Chapter 3]

Length  :  Multichapter Story

Rating   :  PG

Genre    :  Romance, Comedy, Friendship

Author   :  Mayha Kang

Main Cast  :  Krystal Jung, Sulli Choi, Baekhyun Byun, Sehun Oh

Author’s Note   : Annyeonghaseyo! Chapter 3 is coming! :D Terima kasih yg sbesar”y utk para readers yg senantiasa mmberikan komentar” pd chap sbelum’y sehingga mmbuat sy lebih trmotivasi untk mmbuat crita ff ini lebih menarik ^^ Keep RCL for my lovely readers! Buat para SIDERS sy hanya bs mengatakn “bertobatlah sbelum trlambat!” wkwkwk :D Sy harap stelah mmbca chapter 3 dari ff ini, para readers smakin mnyukainya :) Ff ini aku buat dengan jerih payahku sendiri, jadi tolong menghargai karya orang lain. Don’t be silent readers and plagiator!

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2

Happy Reading!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author’s POV

“Baekhyun oppa, tunggu aku!” teriak Krystal sambil berlari menyusul Baekhyun.

Sehun menatap Krystal yang semakin jauh meninggalkannya, “Geurae, kau sudah tidak peduli lagi padaku.” bisiknya.

Sehun merasa sedih. Di dunia ini dia hanya memiliki seorang teman dan sekarang teman itu sudah tidak memperdulikannya lagi. Earphone putih yang melingkar dilehernya kembali ia rekatkan ke telinganya. Dengan perasaan kesal ia berjalan keluar kelas, berharap menemukan udara segar yang mungkin bisa menghapus kekesalannya.

Sehun terus berjalan menyusuri koridor sekolah. Tampak seorang yeoja manis dengan rambut terurai panjang berjalan dari arah yang berlawanan dengannya. Sehun tiba-tiba berhenti, tetapi yeoja itu terus berjalan sambil menundukkan kepala dan … bruukk! Ia berhasil menabrak dada Sehun yang kekar.

“Kau tidak punya mata?” tukas Sehun sinis.

Sebenarnya Sehun sudah melihatnya dari kejauhan, makanya ia menghentikan langkahnya. Namun, karena malas angkat suara ia pun hanya diam, menunggu yeoja itu melihat dirinya. Tetapi yeoja itu malah menabraknya yang membuatnya semakin kesal.

“Jeosonghamnida, jeongmal jeosonghamnida.” kata Sulli. Ya, yeoja yang menabrak Sehun adalah Sulli. Perlahan ia mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang sudah ia tabrak.

Dan betapa terkejutnya Sulli ketika melihat wajah orang itu, “OH! Se … Se … Sehun sunbae!” ucapnya terbata-bata.

“Kau tau namaku? Aku tidak mengenalmu.” gumam Sehun dingin, “Kau menghalangi jalanku, minggir!” sambungnya.

Sulli tidak bisa berpikir dengan jernih. Ia mencoba menenangkan dirinya tetapi raganya sendiri menolak. Jantungnya berdetak sangat kencang sehingga membuat dadanya terasa sesak. Bulatan kecil berwarna kemerahan seperti tomat mulai terbentuk dikedua sisi pipinya.

“Yaa, apa kau juga tuli? Aku bilang minggir!” bentak Sehun.

“Jamkanman!”  spontan kata itu keluar dari bibir Sulli, ia tampak kewalahan mengontrol dirinya.

“Mwo?” tanya Sehun.

“A…a…aniyo! Aniyo!” jawab Sulli.

“Yeoja aneh!” kata Sehun sinis kemudian berjalan pergi meninggalkan Sulli.

Sulli tetap mematung sambil memegang dadanya yang masih sesak. Ia kemudian menarik napas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. Ia melakukannya beberapa kali hingga perasaannya kembali membaik.

Senyum bahagia kemudian terbentuk dikedua ujung bibir Sulli, “Aaaahh ~ nan waegeurae?” bisiknya sambil memegang wajahnya yang memerah.

Ia merasa sangat senang dan bahagia. Bagaimana tidak, ia baru saja menatap secara langsung wajah cinta pertamanya dalam jarak yang begitu dekat, “Rasanya seperti sedang bermimpi saja.” pikirnya.

Namja yang selama ini disukai Sulli adalah Sehun. Sehunlah yang menjadi malaikat penolongnya saat hendak mengikuti tes masuk ke Seoul High School.

“Geurae! Aku tidak akan menyerah, aku akan memperjuangkan cintaku!” gumam Sulli menyemangati dirinya, “Pertama-tama aku harus menemukan kembali pulpenku.” sambungnya.

***

Pagi hari yang masih diselimuti oleh kabut tipis. Hari ini adalah hari minggu, saatnya untuk Sulli kembali bekerja. Ia bekerja sebagai pengantar susu dan surat kabar di hari libur.

Sulli hanya tinggal berdua dengan ibunya, ayahnya telah lama meninggal saat ia masih berusia empat tahun. Ibunya bekerja disalah satu perusahaan besar di Seoul, tetapi meskipun seperti itu ibunya hanyalah seorang karyawan biasa disana. Sulli pun tidak ingin menambah beban ibunya sehingga ia mencoba menghasilkan uang sendiri.

Sulli terus mengayuh sepadanya menyusuri lorong-lorong kompleks. Susu dan surat kabar yang ia bawa satu per satu ia bagikan ke setiap rumah. Hingga akhirnya sampailah ia disebuah rumah yang termegah di kompleks itu.

“Woah! Kapan yah aku bisa tinggal dirumah seperti ini bersama eomma?” tukas Sulli yang takjub menyaksikan kemegahan rumah itu.

Ia hendak menaruh susu dan surat kabar yang ia bawa didepan pagar, tetapi tiba-tiba pagar itu terbuka. Dan seorang namja keluar dari balik pagar rumah itu.

“Kau? Kau kan yeoja yang terjatuh di taman sekolah.” seru namja itu.

Sulli masih mengingat wajah namja yang menolongnya sewaktu ia terjatuh di taman sekolah, “Ne, annyeonghaseyo! Jeoneun Sulli imnida, dari kelas 2-A.” kata Sulli sambil membukkan badannya memberi hormat.

“Jeoneun Baekhyun imnida, dari kelas 3-C.” balas Baekhyun, “Sulli’ssi apa yang kau lakukan disini?” tanyanya.

“Aku mengantar susu dan surat kabar ini.” jawab Sulli tersenyum ramah kemudian memberikan susu dan surat kabar pada Baekhyun.

“Ah! Ne, gamsahamnida.” kata Baekhyun.

“Sunbae, sebelumnya aku ingin minta maaf. Saat sunbae menolongku suasana hatiku benar-benar buruk, jadi aku meninggalkan sunbae begitu saja. Jeongmal jeosongeyo!” tutur Sulli, “Aku juga sudah membersihkan sapu tangan sunbae, akan ku kembalikan besok di sekolah.” sambungnya.

“Gwaenchana Sulli’ssi, tidak usah dipikirkan!” pinta Baekhyun. Ia melihat sisi lain dari hoobae yang berdiri didepannya itu. Ia tampak lebih ceria dan Baekhyun akui senyumannya sangat manis. Jika diperhatikan, ia semakin mirip dengan Jihyun–adik Baekhyun.

Baekhyun lalu teringat dengan sebuah pulpen yang ia temukan di taman sekolah, “Jamkanman Sulli’ssi! Ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu.” gumamnya.

Belum sempat Sulli membalas ucapan Baekhyun, Baekhyun telah melangkah masuk ke halaman rumahnya yang luas. Padahal ia tidak bisa berlama-lama disana karena masih banyak rumah yang menunggunya. Ia pun memutuskan untuk pergi dan akan menemui Baekhyun besok. Karena mereka bersekolah di sekolah yang sama, jadi tidak akan sulit untuk bertemu kembali.

***

“Oppa, nan bae gophayo. Kajja oppa, kita ke kantin!” keluh Krystal sambil menarik-narik lengan Baekhyun yang sedang duduk-duduk menikmati udara segar di taman sekolah.

“Ani, aku mau di sini saja. Kalau kau mau ke kantin pergi saja sendiri!” kata Baekhyun.

“Oppa jebal! Nan jeongmal jeongmal bae gophayo.” rengek Krystal.

Baekhyun tidak tega melihat Krystal merengek-rengek karena dilanda kelaparan, “Kau benar-benar menyusahkan, kajja!” gumamnya. Ia akhirnya meniyakan ajakan Krystal ke kantin.

“Jinjayo? Aaahh ~ oppa sangat baik, nan jeongmal jeongmal saranghae.” kata Krystal senang.

Mereka pun berjalan menuju kantin sekolah. Tetapi, ditengah perjalanan mereka mendapati seorang yeoja yang sedang menunduk di salah satu kursi taman, seperti sedang mencari sesuatu.

“Ah! Si sepeda! Apa yang kau lakukan disitu?” tegur Krystal, ia masih mengingat wajah gadis yang pernah memberikannya tumpangan.

Sulli pun tersentak mendengar suara Krystal dan segera berdiri.

“Yaa, dia punya nama. Jangan memanggilnya seperti itu!” erang Baekhyun pada Krystal, “Sulli’ssi apa yang kau lakukan?” tanyanya pada Sulli.

“Oppa, kau mengenalnya?” tanya Krystal.

Baekhyun hanya melirik Krystal untuk menyuruhnya diam, kemudian kembali menatap Sulli.

“Aku mencari barangku yang hilang. Aku pikir mungkin terjatuh disekitar sini.” jawab Sulli.

“Aaahh ~ mungkin yang kau maksud adalah ini.” Baekhyun pun mengeluarkan sebuah pulpen berwarna hijau dari saku celananya.

“Pulpenku! Iya, aku mencari pulpen ini.” seru Sulli.

Segeralah ia mengambil pulpen yang selama ini dicarinya, “Sunbae jeongmal jeongmal gamsahamnida. Aku kira aku sudah tidak bisa menemukannya lagi.” gumamnya. Ia sangat senang bisa bertemu kembali dengan pulpen kesayangannya.

“Kemarin saat di rumahku sebenarnya aku ingin mengembalikannya, tapi tiba-tiba saja kau menghilang.” kata Baekhyun yang turut senang melihat kebahagian yang memancar di wajah Sulli.

“Mwo?  Di rumah oppa? Yeoja ini datang ke rumah oppa?” Krystal yang sejak tadi hanya diam akhirnya angkat suara.

“Aku hanya mengantar susu dan surat kabar ke rumah Baekhyun sunbae.” jelas Sulli pada Krystal, “Sunbae jeosonghamnida, kemarin aku tidak bisa berlama-lama jadi aku pergi tanpa pamit. Jeongmal jeosonghamnida.”

“Gwaenchana, yang penting sekarang kamu sudah menemukan kembali pulpenmu.” gumam Baekhyun tersenyum ramah, “Mmmm… Satu lagi. Tidak usah memanggilku sunbae cukup panggil oppa saja!” pintanya.

“Andwae! Hanya aku yang boleh memanggilnya oppa. Kau tetaplah memanggilnya sunbae!” gerutu Krystal. Kata-katanya secara tegas ia tujukan kepada Sulli.

Baekhyun langsung membungkam mulut Krystal dengan tangannya, “Sulli’ssi kau tidak usah mendengar perkataan yeoja ini.” ucapnya sambil tersenyum.

“Oppa jangan memanggilku seperti itu! Cukup Sulli saja.” balas Sulli.

“YAA! Sudah ku bilang jangan memanggilnya oppa!” bentak Krystal yang merasa sama sekali tidak dianggap keberadaannya oleh mereka berdua.

“Mianhamnida.” kata Sulli, “Aku akan kembali ke kelas, oppa … ah mian maksudku sunbae sekali lagi terima kasih.” sambungnya.

“Ne, cheonmaneyo Sulli-ah.” balas Baekhyun ramah. Sulli pun berjalan pergi meninggalkan Baekhyun dan Krystal.

“Oppa jangan bersikap baik padanya! Hajima!” gumam Krystal.

“Waeyo? Dia temanku, jadi aku harus bersikap baik padanya.” balas Baekhyun.

“Andwae! Andwae! Yeoja yang boleh berteman denganmu hanya aku, Jung Krystal. Yang lain tidak boleh!” Krystal menegaskan perkataannya.

Baekhyun tersenyum kecil mendengar perkataan Krystal yang terkesan sangat kekanak-kanakan, “Aaaahh ~ ternyata kau hanya ingin menjadi temanku. Geurae, geurae chinguya!” goda Baekhyun.

Krystal terdiam sejenak, ia menelaah kembali perkataan Baekhyun. Otaknya berputar keras, berusaha menyaring setiap kata dengan seksama. Ia kemudian melingkarkan kedua tangannya dilengan Baekhyun sembari melontarkan senyuman manis, “Aniyo! Aku tidak mau jadi chingu. Oppa jadikan aku yeojachingumu! Dan aku tidak akan melarangmu berteman dengan yeoja tadi. Jebal, oppa jebal!”

“Ckckckck! Aku sudah menduga kau akan mengatakan ini.” kata Baekhyun sinis.

Oppa jadikan aku yeojachingumu! Oppa oppa oppa please!” rengek Krystal.

“Shireo!” balas Baekhyun singkat kemudian mengeluarkan lidahnya mengejek Krystal, “Meelrroong”.

“YAA OPPA!” kesal Krystal.

Baekhyun pun tersenyum manis lalu mengelus-elus kepala Krystal.

To Be Continued . . .

61 thoughts on “Oppa, Give Me Your Love! [Chapter 3]

  1. lala eonnie kok pendek sih ff nya? kurang panjang ><
    eon, padahal aku lagi senyam senyum lihat tingkah krystal , eh tiba tiba TBC~
    ah… sangat di sayangkan -_- . tp, daebbak eon ff nya.
    jangan lama" nge post nya ya?
    jadi'in ff ini happy end, biar semua'a adil . oke lala eonnie?

    kekekeke~

    • Hehe, mian pooh saeng >o< Nnti chap slanjut'y eonnie coba ushkn buat yg lebih pnjang ^^
      Gomawo pooh saeng (*´▽`*)
      Ne, akn sy post scepat'y! D'tunggu yah ~
      Oki dokie pooh saeng, ff ini bkal happy ending koq, tp kalo' mslah couple'y eonnie g' bs jamin kalo' bkal happy end (’-’*) wkwkwkwk

  2. MWO? Yah eonnie -_-
    aku maunya Krystal sama Bacon eonnie (baekhyun maksud’a) .
    coz aku jarang nemu couple mereka. mereka kan cute abis >,< ah.. aku gemes..

    lala eonnie usahakan Krystal and baekkie bahagia ya? plis, jebal lala eonnie :*

    • Hehe, iya nih Baekhyun udh mulai ganjen ma Krystal :D wkwkwk
      Smoga aja yah, soal’y ksian jg Krystal kalo ngekor trus ma Baekhyun, trus g’ d’anggap sma skali ma Baek >o<
      Ne, gomawo chingu ~ akn sy lanjutkn ^^
      D'ikutin trus yah crita'y (^v^)

    • Hehe, para readers bnyak yg suka ama krakter’y Krystal d’ff ini yah ^^ Syukurlah kalo gitu :)
      Waw waw d’lihat dri name km sperti’y km Baekstal shipper yah *sok tahu bgt ni author* #plak
      Ne, kalo Baek’y mau sma Krystal psti ending’y bkal jdian koq ^^ Tp kalo soal yg itu aku blum bs jamin >o< hehe
      D'ikutin trus yah crita'y reader yg baik hati (^v^)

  3. author cpetan ya buat kelanjutannya, penasaran stengah mati ni. ><
    Baekhyun sma krystal cocok banget deh. satunya dingin" gimana gtu, satunya manja kya anak".
    Pasangan yang sangat serasi…
    ceritanya bangus banget thor… ditunggu kelanjutannya thor. XD

    • Chap 4 udh aku post chingu ^^ Silahkan d’baca dan jgn lupa d’comment yah :)

      Hehehe ~
      Baekstal cocok yah? Bgus deh kalo’ gitu ^^ Moga ending’y mreka bisa jd :)
      Crita’y bgus? Jinjayo? Woah ~ jeongmal jeongmal gomawo reader yg baik hati :D

  4. ckckck.. kasiahann sii krystal, sii baekhyun sbener’a suka ama krystal kga siih?? kdang cuek, kdang, ngeselin, kdang so sweet.. maen tarik ulur tarik ulur ajee..
    kasihan juga sulli, sehun juteknyaaaa minta ampuunn deehh… ramahh dikit aje napee.. kasihan tuhh sulli..

    lets go to chap 4.!!! \(^o^)/

    • Hehe. iya chingu
      Dri jdul’y aja sengaja aku buat yeoja’y yg ngejar namja :D wkwkwk

      Iya tuh! si Baekhyun emg ngeselin, untung’y si Krystal g’ cpat nyerah ^^
      Kalo si Sehun lebih sadis lg dari si Baekki :D wkwkwk

      Happy reading buat chap 4 reader yg baik hati ~

  5. s’bener’a Baekhyun ada rasa kana ma Krys nah kalo k’Sulli lebih n’liat kaia ade nah skg Sehun gimna ada rsa lebih ngga ama Krys ??? kalo ngga ada ma Sulli aja ok ,,, kok gw jadi yg ngatur yak ckckckcckckckk

  6. Ahhh….. Suka… Suka… Ma FF ini!!!
    Daebak!

    Btw, tebakanku benar! Cinta pertama Sulli pasti Sehun! (Yg ia lihat di taman, sdg bersama seorang yeoja-Krystal)

    Lanjut bacanya…. Ke chapter 4.
    Thanks author u/ FF-nya…. :)

    #semoga sy menjadi reader yg baik… Yg selalu memberi komentar stlh baca FF… Heheheh…. :D

    • hahaha … soojung emg manja bgt, apalgi klo sma baekhyun ^^
      waduh! g’ bs aku byangin kalo sulli jg suka ama baekhyun, bisa2 dia d’telan idup2 sma soojung :D khekhe

      Gomawo chingu udh bca dan ninggalin komen ^^ d’bca smpe tamat yah :) gomawo ~

  7. hadeuuhh,, ngiri deh akk ama suli+krys,,,, pengen dket2 baekki oppa haaaahhh*helanapas*asmakambuh*nyesekpengenketemubiasgue,,,#’plak*ggnyambung,,,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s