Taman Air Mata

Author : Haretami (@HareTa_mi on twitter) a.k.a Lee Junghee

Cast :
Lee junghee(author/OC)
Shim Changmin (DBSK)
Cho Kyuhyun (Suju)

Genre : Sad, romance, hurt, angst,

Rate : PG

Length : FICLET[jenis cerita yang lebih panjang sedikit dari DRABBLE tapi masih pendek!]

Disclaimer: STORY AND COVER PURE MINE. DO NOT PLAGIARIM AND COPY PASTE. ><  

Warning :

A/N : Annyeong haseyo, *Bowbow*I’m Back with ‘Taman Air Mata’ fanfict. Sedikit jenuh memang menyelesaikan ff chaper yg lain makanya selingan dulu dengan ff ini. Semoga suka J meskipun Sad. Enjoy Reading and hope you’ll like this ^_^

~~**~~

“ah, bukankah itu…”

sore itu namja berperawakan mempesona dan tinggi semampai itu berjalan- jalan di sekitar taman kota. Kemudian ia menggumamkan beberapa kalimat karena melihat sesosok yang satu minggu belakangan tidak lepas dari dirinya. Lee Junghee. Begitu deskripsi yang changmin tau tentang yeoja yang bekerja di kafe itu.

“dia menangis…?” gumam changmin lagi bertanya- tanya karena aneh saja seorang yeoja yang sudah dewasa mau menangis di depan publik.

“hei,” changmin mendekat dan menyapa junghee singkat. Sejenak junghee mendongak melihat suara yang sepertinya datang ke arahnya.

“…” junghee tidak berkutit. Ia masih diam tanpa suara dan kemudian menghapus air matanya. Ia sadar kalau taman bukan teman untuk berurai air mata apalagi dilihat oleh orang- orang yang berlalu lalang.

“kau menangis? Wae?” tanya changmin berusaha tidak menyiratkan kata- kata yang dapat menyinggung orang yang sedang menangis dalam pertanyaanya. Namja itu mulai mengambil tempat di samping junghee untuk duduk.

“gwenchana.” Jawab junghee kemudian dan bersiap berdiri untuk pergi. Seketika changmin meraih lengan junghee karena changmin tampak masih butuh penjelasan.

“jangan pergi dulu. Apa kau menangis karena kau tidak bekerja lagi di kafe itu?” tanya changmin cepat sambil menunjuk kafe tempat biasa junghee bekerja.

“ah.. ahni. Bukan begitu!”

“lalu?”

Junghee pun duduk kembali dan tampak akan memberikan kejelasan lebih. Changmin bersiap untuk mendengar.

Namun, butuh waktu lama bagi junghee untuk memikirkan apa yang akan ia jelaskan. Changmin terus menunggu gerak mulut junghee tapi sampai sekarang, setelah 5 menit tidak ada kata- kata yang keluar dari mulutnya.

“lalu kenapa kau menangis di taman seperti ini? Dilihat banyak orang? Dan kau tau, aku sudah berjalan- jalan sejak tadi disini dan terus memperhatikanmu yang tidak pernah berhenti menangis!” changmin mulai bersuara karena dilihatnya junghee tidak tampak akan memulai penjelasannya.

“Dengar. Aku menangis karena ada alasan tersendiri. Dan ini PRIVATE. Hanya beberapa orang yang tahu. Jadi, sekarang jalani saja kehidupan pribadi kita. Toh, kau juga tidak mengubrisku satu minggu kemarin. Jadi, mulai saat ini, kita tidak perlu lagi berbicara. Karena tidak ada lagi yang akan kita bicarakan. Dan ini yang ‘terakhir’!”

Junghee tiba- tiba bersuara setelah changmin. Tapi penjelasannya tentu diluar harapan changmin. Junghee berkata sangat ketus dan sekarang ia langsung berlari agar changmin tidak bisa lagi menahannya.

Changmin hanya bisa diam dan terduduk di bangku taman. Dengan seribu pertanyaan yang sekarang memenuhi seluruh benaknya. Apa maksudnya yang terakhir?

“aku bahkan aku belum mengucapkan kata maaf kepadanya tapi kenapa dia…? aish.. bahkan aku juga belum menjelaskan alasanku tentang kejadian satu minggu lalu, dan sekarang? Ia langsung berubah begitu saja? Berbicara seketus itu? apa dia sudah tahu kenyataan tentang diriku?”

~~**~~

Sore ini changmin kembali berjalan- jalan di sekitar taman dengan tujuan ingin bertemu dengan junghee. Ia ingin meminta maaf atas semua kejadiannya bersama junghee satu minggu yang lalu. Kejadian yang baru bisa ia sadari sekarang. Kejadian yang telah merenggut hati seorang yeoja untuk jatuh ke lubang hitam. Kejadian paling pahit yang ia lakukan terhadap seorang yeoja. Dan kejadian yang membuat junghee berbicara ketus kepadanya seperti kemarin sore. Entah kenapa ia baru bisa menyadari hal itu sekarang.

Changmin mengalihkan pandangan ke arah kursi taman tempat junghee menangis kemarin sore. Tapi,yang ia temui bukanlah junghee yang bekerja di kafe. Tapi, temannya. Kyuhyun. Seorang yang juga pegawai kafe yang seperti kelihatannya oleh changmin, sering menempel dengan junghee.

Changmin pun memilih menghampiri namja itu karena mungkin namja yang merupakan sahabat junghee itu tau apa yang terjadi dengan junghee. Changmin sampai di depan kyuhyun dan hal yang sama seperti yang dilihat changmin kemarin sore. Orang yang menangis. Bedanya sekarang Kyuhyun yang sedang berbulir air mata sambil menunduk, sehingga tidak tampak dari kejauhan.

“kyuhyun ssi,” ujar changmin pelan karena apa yang sebenarnya terjadi? Kedua pegawai kafe di seberang taman sama- sama menangis di bangku taman pada waktu yang berbeda? Apa ini masalah kafe? Atau masalah terselubung lainnya?

“eohh,” kyuhyun mendongak dan ia cepat- cepat menghapus air matanya karena tidak lucu juga seseorang melihatnya menangis di taman.

Changmin pun duduk di samping kyuhyun dan menarik nafas pelan sebelum ia mulai bertanya untuk meminta kejelasan. “kemarin lee junghee juga menangis disini. Dan sekarang kau? Apa kalian punya masalah yang sama? Atau berbeda? Atau, apa kau tau apa yang terjadi dengan temanmu itu, sehingga ia juga menangis disini kemarin sore?”

Sejenak hening. Kyuhyun hanya menatap lurus kedepan. Ia masih mengambil alih- alih untuk menjelaskan semuanya kepada changmin. Tampak dari raut kyuhyun, namja itu tidak akan pergi tanpa kejelasan yang lebih seperti junghee kemarin. Ia tampak masih berpikir dan changmin hanya bisa menunggu. Mungkin kyuhyun tengah merangkai kata- kata untuk kejelasannya.

“sebenarnya aku tidak menyalahkanmu atas hal ini,” kyuhyun mulai membuka suara dan changmin yang mendengar permulaan barusan langsung mengerutkan kening. “1 bulan yang lalu aku menemukan secarik kertas di sekitar loker pegawai milik junghee. Dengan terpaksa aku membawa kertas itu pulang dan membacanya di rumah.”

Kyuhyun berhenti sejenak untuk mengambil kertas yang ia maksud dari dalam saku celananya.

Kyuhyun pun menyodorkan kertas itu kepada changmin. Changmin yang sekarang masih dengan seribu pertanyaan langsung mengambil kertas itu dan membacanya.

‘aku tidak tau berapa lama lagi?

Tapi sebelumnya aku hanya ingin menghabiskan satu mingguku bersama orang yang ku sukai. Tidak peduli orang itu suka denganku atau tidak, rupawan atau buruk rupa, bertemu dimananya, siapa dan dimananya dia yang terpenting aku ingin merasakan cinta sebentar saja. Aku ingin bersama orang yang menurutku kusukai. Karena seperti kata kyuhyun yang sekarang melakukan hubungan jarah jauh dengan kekasihnya, ia bilang cinta itu memberikan kekuatan dan semangat yang tidak terhingga kepada kita untuk menjalani hidup. Jadi sebelum semuanya terlambat, aku ingin mengenal cinta dengan pandangan pertama yang mungkin langsung menarik hatiku. Sungguh, aku hanya ingin satu kali ini saja. Selama ini aku tidak mendapatkan cinta dari siapapun, kecuali dari sahabat terbaik sedunia- kyuhyun. Dan dari pria yang kusukai? Belum… Ya, aku harus berusaha. Dimanapun aku bertemu dengan pria tampan aku harus bisa menghabiskan hariku untuk merasakan cinta darinya. Aku harus menemukan seseorang yang kusukai! Ya, HARUS^_^’

Buliran air mata sekarang bergantian jatuh dari pemilik mata yang berbeda. Shim changmin langsung menjatuhkan buliran air bening dari kedua bola matanya. Dan di taman yang sama. Ia tidak kuasa menahan tangis mengingat isi secarik kertas yang merupakan tulisan harapan junghee. Changmin sungguh menyesal karena ia benar- benar kejam telah memupuskan harapan seorang yeoja.

Kyuhyun yang masih berada di samping changmin menepuk pundak pria itu pelan dan berusaha menenangkannya. Meskipun kyuhyun juga sedang sedih, tapi changmin mungkin jauh lebih bersedih dengan kenyataan yang sudah terjadi ini.

“apa kau masih mau mendengar yang lain?” tanya kyuhyun karena changmin tidak urungnya menjatuhkan air mata seperti yeoja menangis yang tidak ada hentinya. Changmin berubah dratis dalam persoalan air mata saat ini. Ya, mungkin karena satu kata yang membuat perubahan padanya, ‘menyesal’!

Changmin mulai menegakkan kepala dan menghapus air matanya. Ia melihat kyuhyun untuk meminta kejelasan selanjutnya.

“sehari setelah aku menemukan kertas itu aku juga menemukan kertas yang ternyata dari rumah sakit. Ku buka perlahan dan membaca setiap tulisan dalam kertas itu. ternyata, junghee terkena vonis XP. Penyakit karena radiasi sinar ultraviolet. Dilihat dari tanggalnya di kertas itu, junghee mendapat penyakit XP sudah lumayan lama tapi yang aku herankan kenapa ia masih melakukan aktivitas outdoor? Karena penderita XP mana boleh banyak- banyak terkena sinar matahari langsung? Bahkan setahuku keluar siang- siang saja tidak boleh!” kyuhyun sedikit berdehem. Ia terhenti sejenak karena sejujurnya ia juga tidak kuasa membagi cerita ini kepada changmin. Jangankan untuk menjelaskan kepada orang lain, mengingat kisah itu saja sudah membuatnya sesedih di tinggalkan kekasihnya. Tapi, bagaimanapun juga changmin wajib mengetahui hal itu.

“jadi junghee menghiraukan penyakitnya. Aku pun tidak bisa ikut campur banyak mengenai kehidupannya karena aku sudah terlalu sering menasehatinya bahkan sering membuatnya marah. Dan karena waktu itu aku berpikir kalau penderita XP mungkin tidak akan terlalu sakit- sakitan sampai sebegitu parah. Jadi ku biarkan junghee menjalani kehidupannya pribadi sejenak dan aku memilih tidak terlalu mencampuri tentang hal yang ia lakukan lagi.

Dan tepat setelah 1 minggu ia banyak menghabiskan waktu untuk mengikutimu, ia kutemukan pingsan di apartemennya. Aku membawanya ke rumah sakit dan bertanya kepada dokter mengenai keadaan junghee. Dan kemarin, sebenarnya ia masih dalam perawatan di rumah sakit, tapi ia kabur dari kamar rawatnya. Menurutku infonya, kemarin ia datang ketaman ini setelah berganti baju ke apartemennya.

Dan seperti kabar pahit yang ku ketahui, malamnya ia tertabrak mobil. Saksi mata menduga ia bukan tertabrak, tapi sengaja membuat dirinya di tabrak mobil dengan alasan ingin bunuh…”

Kyuhyun terhenti. ia sudah menjelaskan panjang lebar sedari tadi dan sekarang ia kembali bersedih. Mungkin sampai disini saja penjelasannya. Menurutnya changmin sudah bisa menduga apa yang terjadi.

Kyuhyun menghapus air matanya sebelum ia bersiap berdiri untuk pergi.

“pesanku, tidak usah menyesal seumur hidupmu karena hal ini. Ini bukan kesalahanmu. Ini takdir. Jadi, tidak usah terlalu kau risaukan. Aku pergi dulu!”

Kyuhyun akhirnya meninggalkan taman yang sudah menampung banyak air matanya sejak sore tadi. Pulang dari upacara pemakaman dan pembakaran, kyuhyun langsung menuju taman untuk menuangkan semua kesedihannya. Kesedihan kehilangan seorang lee junghee. Sahabat yang tidak pernah berhenti berdebat dengannya. Sahabat yang selalu ada di dekatnya. Sahabat yang ia temukan karena sebuah kafe tua di seberang taman. Sahabat yang bahkan lebih dekat dengannya dari pada kekasihnya sendiri. Sahabat yang sekarang sudah pergi untuk selamanya.

-END of This Side-

jeng- jeng- jeng- jeng- jeng-jeng… hayo- hayooo, hentikan sedih- sedihnya!!! :p *emang feel sadnya dapat?*

oke, jangan sedih karena cerita ini, jangan sedih karena cerita ini sudah tertulis END, dan jangan sedih karena kegantungan cerita ini, karena… karena… Ya, masih ada yang perlu diterusin. Jadi Masih ada another story-nya. #MAYBE!

Jadi, sedikit perbedaan dari cerita pada umumnya, biasanya kan dijelasin dulu before story/ story begin dari awal ceritanya, dan ini.. author buat ujungnya/intinya dulu. *new_style_gitu XDXD

Jadi nanti akan ada before story, after story, dan kalau ga kehabisan ide yah.. ada other side! TAPIIIIIIII, hanya akan aku lanjutkan jika ini mendapat dukungan lebih. Karena ini udah tau gimana endingnya, ya bisa jadi ada readers yang ga penasaran dengan before story apalagi after story-nya.

Intinya, tergantung komentar yang baca ini! Jika ada yang penasaran, dan mau meninggalkan komentar dibawah, mungkin akan aku buat Before dan after story-nya.

TAPIIIII, jika komentar masih minim, dengan terpaksa ini tidak bisa di buat cerita lainnya. Sampai disini saja! *ingat, aku pasangan target komentar kalian! ><*

So, yang masih mau tau cerita tentang ini silahkan berbaik hati, berlapang hati, dan dengan tujuan memikat hati author___ untuk meninggalkan komentar! Karena meninggalkan komentar, jenis apapun, sepanjang apapun, bahasa apapun, author tidak permasalahkan. Yang penting yang berkomentar di ff ini lumayan banyak baru bisa dilanjutkan!

Oke, setuju dengan ketentuan ini?

Diharap tidak ada yang bashing soal penekanan kali ini. Karena aku pernah menerima kritikan karena terlalu nego- nego nyuruh readers ninggalin komentar! LHA? Bukannya itu HAK seorang AUTHOR?*terserah yang nulis donk ya(?)* #plaak

Oke, terserah lah yang baca A/N terakhir ini mikir seperti apa. Yang benar dan baik akan meninggalkan komentarnya J______ &yang tidak berkomentar tandanya cerita ini tidak gantung dan kalian sudah puas sampai disini!

*capcus.. PAI PAI ^^^^

18 thoughts on “Taman Air Mata

  1. boleh jujur gag thor, aku rada gag nyambung sama jalan ceritanya #PLAKKK!!!
    buat sekuaelnya lagi ya thor biar feelnya lebih dapet :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s