Bittersweet | Chapter 3

Tittle :

Bittersweet Chapter 2

Author :

Choi Shinri a.k.a Ririw

Main Cast :

Im Yoona as Lee Yoona

Cho Kyuhyun

Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun

Support Cast :

Lee Jinki a.k.a Onew as Yoona brother

Kwon Yuri

And other

Genre :

Romance,Family,Angst

Rating :

PG-13

Length :

Chapter

Disclaimer :

This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Poster by : 

J.Joker , jeongmal gomawo eonni buat poster yang waw ini *.*

Backsound :

Super Junior KRY & Sungmin – Bittersweet

Author’s Note :

Anyeonghaseyo ^^, lama banget ya kelanjutannya? Mianhaeyo :( , pokoknya nggak mau banyak bacot (?) sekarang. Silahkan dibaca, happy reading all ^^

Bittersweet Chapter 3

Disaranin banget sambil dengerin lagu ini. Tinggal play ;)

“Memangnya kau baru pertama kali bertemu dengan si SJH itu?”tanya Onew.

Ne”Kyuhyun menganggukan kepalanya,”Kira-kira namanya siapa?”

“Seberapa istimewanya dia sih sampai kau seperti ini? Memang dia cantik?”tanya Yuri penasaran.

“Hmm…pertama,aku telah menabraknya dan mungkin aku merasa bersalah. Kedua,pembatas bukunya ada padaku dan aku harus mengembalikannya. Lalu masalah cantik atau tidak,aku tak terlalu memperhatikan”jawab Kyuhyun.

“Lalu setelah kau mengetahui orang itu,kau mau apa?”Onew menatap Kyuhyun.

“Apa ya?”Kyuhyun berpikir sebentar,”Meminta maaf,mengembalikan pembatas bukunya kalau bisa sambil berkenalan”Kyuhyun pun nyengir lebar.

Sementara itu,Yoona hanya terdiam. Sejak tadi ia bungkam,tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia memperhatikan Kyuhyun yang menurutnya terlalu berlebihan. Lalu ia masih memikirkan namja yang bukunya ada padanya. Ia bisa memastikan bahwa namja itu tak bersekolah di sekolahnya.

Yoona seperti merasakan perasaan yang sangat aneh menurutnya. Belum pernah ia merasakan ini,apalagi melihat raut wajah Kyuhyun yang sangat bersemangat. Marah? Sedih? Ia sama sekali tak mengetahui apa yang sekarang ia rasakan. Padahal seharusnya ia tahu,karena itu perasaannya sendiri bukan perasaan orang lain.

“Yoong,kau tahu tidak? Biasanya otakmu encer jika untuk masalah menebak”Kyuhyun pun membuyarkan lamunan Yoona.

“Eh? Aku?”Yoona melirik Kyuhyun yang duduk di depannya.

“Iya kau”Kyuhyun mengangguk-angguk,”Kau tahu tidak?”

“Err…ah,aku tahu”Yoona menjentikkan jarinya.

“Apa?”Kyuhyun,Yuri dan Onew langsung memandang Yoona.

“Mungkin orang yang oppa tabrak itu ELF”ucap Yoona.

“ELF? Fans Super Junior?”Onew menaikkan sebelah alisnya.

“Bisa saja kan?”Yoona menatap ketiga orang tersebut satu-persatu.

“Kenapa begitu? Harusnya kalau dia ELF,inisial yang ditulis di pembatas buku itu SJ bukan SJH”komentar Yuri.

“Kalian tahu kan Super Junior-Happy?”tanya Yoona,semua yang ada di sana langsung mengangguk.

“Sub grup Super Junior,lalu kenapa?”Kyuhyun masih memperhatikan Yoona,ia masih belum tahu jalan pikiran Yoona.

“Coba kalian singkat itu,jadikan seperti inisial”perintah Yoona.

“Ah,itu menjadi SJH. Aku tahu jalan pikiranmu,mungkin orang yang Kyuhyun tabrak itu seorang ELF dan menyukai Super Junior-Happy”kini Yuri mulai mengerti jalan pikiran Yoona,Yoona mengangguk-angguk mendengar tebakan Yuri.

“Masa sih?”Kyuhyun masih berpikir keras,ia antara percaya dan tidak percaya.

“Tapi kurasa itu benar,bukankah biasanya seorang fans itu bisa menuliskan di mana saja nama idolanya”kali ini Onew yang angkat bicara.

“Bagaimana?”Yoona kembali menatap mereka bertiga satu persatu.

“Aku percaya saja,susah sekali memecahkan nama dari inisial. Kan itu banyak,aku setuju dengan Yoona”ucap Onew.

“Aku juga”ucap Yuri,”Aku setuju dengan Yoona dan Onew”

“Mau bagaimana lagi,Onew benar. Akan susah sekali,aku percaya”ucap Kyuhyun dengan berat. Sebenarnya ia ada antara percaya dan tidak.

Sementara Yoona,ia juga masih bingung dengan pikirannya. Ia masih sedikit bimbang,sebenarnya itu hanya untuk mengalihkan saja. Telinganya sudah sakit mendengarkan ucapan Kyuhyun. Tapi tak seperti biasanya ia seperti ini. Ia selalu dengan senang hati mendengarkan ucapan Kyuhyun atau Yuri maupun Onew.

Ada apa sebenarnya denganku? Batin Yoona.

***

“Yoona,appa ingin berbicara sebentar denganmu”ucap Mr. Lee ketika Yoona dan Onew memasuki rumah sepulang sekolah sore itu.

Appa sudah pulang?”tanya Onew yang kebingungan mendapati appanya sudah pulang dan sekarang berada di rumah.

Appa sengaja pulang lebih cepat karena ada yang ingin appa bicarakan”Onew dan Yoona saling berpandangan mendengar ucapan Mr. Lee, “Dengan Yoona”

“Aku?”Yoona memandang appanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Ikut appa ke ruang kerja appa”Mr. Lee pun berbalik dan Yoona mengikutinya. Yoona memandang Onew seolah bertanya kira-kira-apa-yang-ingin-appa-bicarakan? Onew hanya mengedikkan bahunya menjawab pertanyaan Yoona itu.

“Yoona”panggil Mr. Lee sambil menutup pintu ruang kerjanya.

Ne?”jawab Yoona yang sekarang duduk di sofa yang ada di sana.

Appa ingin bertanya padamu”Mr. Lee berjalan mendekati Yoona,”Dan kau harus menjawab dengan jujur”

“Apa itu?”tanya Yoona yang masih kebingungan.

“Kenapa kau merobekkan gaun yang akan dipakai Haena?”Yoona membulatkan matanya mendengar pertanyaan Mr. Lee.

“Darimana…”ucapan Yoona terputus.

“Jangan mengalihkan pembicaraan,appa mengetahui itu dari designer di butik yang menangani gaun itu”

“Itu…”Yoona menunduk.

“Jawab Yoona!”Mr. Lee membentak Yoona dan membuat Yoona sedikit tersentak.

Yoona hanya tertunduk,mulutnya bungkam tak memberikan jawaban. Pikirannya melayang,ia memikirkan alasan yang tepat. Baru kali ini appanya marah hingga membentaknya,ini baru pertama kali seumur hidupnya.

“Kau tahu kelakuanmu ini? Sangat tidak baik”ucap Mr. Lee dengan volume suara tinggi,”Appa tak pernah mengajarkan itu semua,darimana kau belajar itu?”

“Kau bisa memberikan pendapat pada appa dan berbicara baik-baik. Bukan seperti itu caranya”lanjut Mr. Lee masih dengan volume suara yang tinggi.

Yoona menunduk dalam,ia tahu semua kelakuannya. Tapi ia merasa tak bersalah,untuk apa dia merasa bersalah? Itu semua juga bukan murni atas dasar keinginannya. Ia semua hanya sebuah bentuk protes yang ia lakukan. Itu semua adalah cara agar ia didengarkan.

“Tapi bagaimana jika hanya cara itu yang bisa aku lakukan?”kini Yoona mengangkat kepalanya dan menatap appanya.

“Kau salah”Mr. Lee berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil sesuatu dari laci meja,”Ini”Mr. Lee meletakkan sebuah undangan di meja yang berada tepat di depan sofa tempat Yoona duduk sekarang.

Yoona menjulurkan tangannya dan mengambil undangan tersebut. Ia membukanya dan membaca isinya.

“Itu sudah tersebar”

Yoona hanya menatap undangan yang sekarang ada di tangannya. Sudah sejauh itukah? Seserius itukah mereka? Semua pertanyaan itu melayang-layang dalam pikiran Yoona sekarang. Ia belum mengetahui semua ini dan ia merasa sangat kecewa,sangat dan sangat.

“Kenapa appa tak memberitahuku sebelumnya? Appa dulu hanya memberitahuku dan Jinki oppa tentang rencana. Hanya rencana sudah membuat aku dan Jinki oppa marah selama berhari-hari. Kemudian appa mulai berlanjut ke tahap berikutnya,mengenalkan mereka berdua padaku dan Jinki oppa. Dan itu adalah puncak kemarahan kami”kini Yoona angkat bicara dan Mr. Lee bungkam karena perkataan Yoona.

“Aku tak tahu sekarang harus berbuat apa,aku marah lagi? Pergi lagi dari rumah? Tapi aku sadar itu tak akan menyelesaikan semuanya”lanjut Yoona,”Dulu kupikir appa hanya mencintai eomma. Meskipun eomma sudah meninggalkan kita dan kupikir appa tak akan mencari pengganti”

“Dulu pikiran itu sudah melekat dalam otakku. Tapi semuanya berubah,semuanya hilang setelah appa membicarakan rencana appa itu padaku dan Jinki oppa”Yoona kini berdiri dari duduknya. Kini amarahnya sudah menggelegak,sekarang adalah waktunya ia berbicara.

“Dan appa bertanya darimana aku mempelajari sikap seperti itu? Seperti ketika aku merobek gaun yang akan dipakai Haena ahjumma?”Yoona mengambil nafas dalam,”Itu dari appa sendiri”

“Jika appa tak seperti ini maka aku juga tak akan berbuat”lanjut Yoona.

“Tapi kau tak harus berbuat seperti itu”ucap Mr. Lee.

“Kalau aku tak berbuat seperti itu mana aku didengarkan?”Yoona tersenyum sinis,ia sudah melupakan bahwa sekarang ia berbicara dengan appanya sendiri.

“Semenjak eomma meninggal appa begitu jauh untuk digapai. Appa menjadi seorang workaholic yang sama sekali tak ada waktu untuk hal lain selain KERJA”Yoona berjalan ke arah jendela dan menekankan kata kerja. Mr. Lee sedikit tersentak dengan ucapan Yoona.

“Selama ini,aku hanya menganggap appa bekerja untuk kami,aku dan Jinki oppa. Sebelumnya aku tak menganggap appa seorang workaholic yang gila bekerja”Yoona berbalik dan sekarang ia menghadap appanya.

“Aku tak mempermasalahkan appa yang selalu pulang malam,tak ada waktu untukku dan Jinki oppa. Aku tak pernah membahas dan menuntut itu dari appa”nafas Yoona kini memburu,seolah amarah yang ada dalam dirinya telah keluar dan tak bisa ditahan lagi.

“Tapi setelah itu,dengan seenaknya appa mengenalkanku pada dua yeoja itu dan mengatakan akan menikah…lagi”Mr. Lee tak berkata apapun,ia bungkam mendengar pengakuan anaknya.

Yoona menatap appanya,airmatanya sejak tadi sudah melesak ingin keluar. Tapi ia berusaha menahannya,ia tak mau menjadi seseorang yang cengeng di depan orang lain. Ia menengadahkan kepalanya berusaha menahan airmata dan kembali meneruskan semua hal yang selama ini ingin ia katakan.

“Appa bahkan tak mempunyai waktu untuk mendengarkan semua pembicaraanku. Tak seperti ketika eomma dulu,ia selalu mendengarkanku. Mendengarkan celotehan-celotehan yang sebenarnya sangatlah tak penting”Yoona menggigit bibirnya berusaha agar suaranya tetap normal.

”Celotehan seorang anak yang bahkan belum dewasa sama sekali. Mendengarkan mimpi-mimpi dan hal-hal konyol yang dialaminya”Yoona berjalan mendekati appanya.

“Dan appa tak pernah mendengarkanku”Mr. Lee masih belum angkat bicara,ia membiarkan Yoona berbicara mengeluarkan semua hal yang ingin ia keluarkan.

“Aku ingin membenci appa,tapi aku tak bisa”Yoona mengambil ranselnya yang berada di sofa,”Dan aku amat sangat kecewa pada appa

Yoona pun meninggalkan ruang kerja appanya. Ia berlari menuju tangga dan membanting pintu kamarnya. Pertahanannya jebol,ia lagi-lagi menangis. Ia melemparkan ranselnya sembarangan. Ia terduduk di lantai,di sebelah tempat tidurnya.

Onew yang sejak tadi mendengarkan semua pembicaraan Yoona dan Mr. Lee. Bahkan Yoona tak menghiraukan Onew yang berdiri di depan ruang kerja Mr. Lee. Onew hanya bisa memandangi Yoona yang berlari menaiki tangga. Onew bahkan belum mempunyai keberanian untuk mengeluarkan semuanya pada Mr. Lee seperti yang dilakukan Yoona.

“Appa melakukan ini demi kebaikanmu”ucap Mr. Lee ketika Yoona pergi meninggalkannya sendiri dengan semua keterkejutan yang dimilikinya. Semua amarah yang dimilikinya tadi, menguap begitu saja.

***

Yoona menyandarkan kepalanya di pinggir tempat tidur. Ia masih menangis,mengeluarkan semua yang ada di dalam dirinya. Marah,kecewa dan banyak perasaan yang sekarang berlomba-lomba menguasainya. Kini ia tak tahu lagi harus berbuat apa.

Menyesal? Untuk apa?

Merobohkan rumah? Hal yang sangat-sangat konyol.

Menghancurkan isi kamar? Bahkan ia masih harus berpikir seribu kali untuk melakukannya.

Ia bahkan tak mengganti seragam sekolahnya yang sampai sekarang masih menempel di tubuhnya. Walaupun seragam itu sudah acak-acakan dan jauh dari kata “rapi”. Ia tak peduli dengan seprai tempat tidurnya yang ujungnya sudah basah seakan baru saja disiram bukannya dibasahi oleh airmata.

Onew yang sekarang melihat Yoona dari ambang pintu hanya menghembuskan nafasnya. Bahkan Yoona tak menyadari ia membuka pintu dan memperhatikannya.

***

Yoona sama sekali tak mendengarkan penjelasan seonsaengnim hari ini. Ia hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Memangku dagunya dengan sebelah tangan. Sementara pikirannya melayang kemana-mana.

Barulah bel yang berbunyi menandakan waktu istirahat membuyarkan lamunannya. Ia segera melangkah keluar dari kelasnya dan menuju kantin dengan langkah gontai. Ia memesan minuman dan duduk di salah satu meja yang berada di pojok kantin.

Sementara itu Onew,Yuri dan Kyuhyun yang baru saja memasuki kantin segera memesan sebuah minuman. Mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Mencari sosok Yoona yang biasanya sudah berada di kantin terlebih dahulu. Akhirnya mereka menemukan Yoona yang tengah duduk di pojok kantin.

Mereka menghampiri Yoona yang sepertinya sedang melamun (lagi). Bahkan Yoona tak menyadari adanya mereka bertiga. Tak menyadari ketika Yuri duduk di sampingnya. Apalagi menyadari Kyuhyun dan Onew yang duduk di hadapannya.

“Yoong”Kyuhyun melambaikan tangannya di depan Yoona. Tapi tak ada reaksi sama sekali.

“Yoong”kini Yuri menepuk bahu Yoona. Dan itu membuat Yoona tersentak dan sadar dari lamunannya.

“Ah,eonni,oppa? Sedang apa kalian di sini?”tanya Yoona yang menurut mereka bertiga adalah pertanyaan bodoh.

“Memangnya kami dilarang untuk duduk di sini?”Onew menanggapi pertanyaan bodoh Yoona.

“Eungg…ani”Yoona menggelengkan kepalanya.

Yoona pun kembali diam,membuat ketiga orang yang duduk di dekatnya saling berpandangan. Yuri dan Kyuhyun sudah mengetahui semuanya dari Onew. Hanya saja ia tak menyangka sikap Yoona menjadi seperti ini. Kemudian Yuri menoleh pada Yoona seolah baru mengingat sesuatu.

“Oh ya,Yoong aku memiliki kabar yang pasti membuatmu senang”Yoona pun menoleh.

“Apa itu eonni?”tanya Yoona penasaran.

“Kau pasti akan senang”ucap Yuri dengan wajah yang berseri-seri,”Kita akan ikut kompetisi dance

Jinja?”Yoona langsung melirik Yuri dengan mata berbinar.

Yuri mengangguk-angguk semangat,”Korean dance competition

Mwo? Itu kompetisi besar”Yoona kini berubah semangat,masa sih ia harus lesu mendengar kabar yang menurutnya amat sangat membuatnya bersemangat? Itu kompetisi dance,apalagi sekarang itu kompetisi besar.

Ne dan itu diikuti oleh seluruh sekolah di Korea,Korea Selatan maupun Korea Utara. Itu dua minggu lagi dan jika kita menang akan sangat bagus sekali Yoong. Bayangkan,berapa banyak lawan kita nanti”ucap Yuri yang tak kalah bersemangat dari Yoona.

“Di mana eonni?”tanya Yoona.

“Di sini,di Seoul”jawab Yuri,”Di sekolah kita,di gedung teater yang ada di sekolah kita”

“Benarkah? Di sekolah kita?”Yoona menatap Yuri dengan mata yang berbinar,“Dan Korea Utara? Woahh… eonni, kita harus mengikuti kompetisi itu”

“Kita harus banyak berlatih”

Ne dan aku tak sabar untuk mengikuti kompetisi itu”Yoona kini tak mengingat masalahnya sama sekali, ia sudah bersemangat mendengar kata “kompetisi” dan juga “dance”.

Sementara Kyuhyun dan Onew hanya melongo mendengar mereka pembicaraan mereka bedua. Kini Kyuhyun dan Onew saling berpandangan. Apalagi reaksi Yoona yang awalnya sangat dramatis setelah mendengar ucapan Yuri berubah menjadi 360o.

***

Malam itu,Onew dan Yoona makan malam di ruang makan bersama Haena,Seohyun dan tentunya Mr. Lee. Mereka tak mengucapkan sepatah katapun terlebih lagi Yoona. Mereka makan dalam diam,berusaha makan secepat yang mereka bisa agar segera kembali ke kamar masing-masing.

“Seohyun akan mulai sekolah setelah appa menikah”ucap Mr. Lee, entah untuk siapa. Yoona dan Onew tak mempedulikan sama sekali. Mereka terus melanjutkan makan mereka.

“Dan pernikahan tetap akan dilangsungkan,tiga hari lagi. Meskipun gaun rusak tetap ada pengganti”lanjut Mr. Lee, membuat Yoona sedikit tersedak, “Pihak sekolah sudah memberitahu appa kalau Seohyun satu kelas dengan Yoona”

Yoona kembali tersedak, Onew menyodorkan air minum kepada Yoona.

Penderitaanku kenapa harus ditambah? Satu kelas dengan dia? Cih, mimpi apa aku semalam. Rutuk Yoona dalam hati

Yoona segera menghabiskan makan malamnya lalu pergi meninggalkan ruang makan. Ia segera membanting pintu kamarnya. Entah sampai kapan engsel pintu kamarnya akan bertahan. Setelah Seohyun dan Haena memasuki rumah,pintu kamarnya setiap hari selalu mendapat perlakuan “istimewa” darinya yaitu bantingan yang keras.

Ia segera menghempaskan tubuhnya di tempat tidur. Memandang langit-langit kamarnya dan memikirkan ucapan appanya tadi. Pertama, tentang pernikahan yang tetap berlanjut. Berarti usahanya sia-sia. Kedua, ia harus satu kelas dengan Seohyun? Mimpi buruk apalagi yang dialaminya?

“Masa iya aku harus satu kelas dengan Seohyun?”Yoona berbicara pada dirinya sendiri.

“Kalau benar-benar ia satu kelas denganku. Aku tak akan membiarkannya menjadi terpintar”sifat Yoona mulai muncul,satu sifat lain yang ada dalam dirinya. Tak akan membiarkan orang lain merebut posisinya, apalagi orang yang akan merebutnya adalah musuhnya sendiri.

***

Tiga hari kemudian,pernikahan sedang dilangsungkan. Yoona memakai dress yang dulu ia fitting ketika pergi ke butik. Ia duduk dengan wajah yang merengut. Awalnya ia tak akan menghadiri acara tersebut, ia berencana untuk berlatih dance bersama Yuri.

Ia berkali-kali melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. Ia sudah tak sabar untuk kabur dari gereja tersebut dan pergi ke tempat latihan yang selalu dipakai latihan oleh dance club di sekolah. Ia duduk dengan sedikit gelisah. Untungnya tak ada acara resepsi, kalau ada dia mungkin tak akan mengikuti acara pernikahan sama sekali.

Di sebelahnya,duduk Yuri dan Onew dan tentunya orang yang menurut Yoona paling menyebalkan di dunia, Seohyun. Kyuhyun tak bisa menghadiri acara ini karena harus pergi mengunjungi neneknya yang sedang sakit di luar kota.

Akhirnya, acara tersebut selesai. Ia segera pergi bersama Yuri dan Onew. Onew mengemudikan mobil menuju sekolah. Suasana mobil hening, tak ada satupun yang berbicara. Mereka bertiga sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tapi entah apa yang sedang mereka pikirkan

Mobil memasuki halaman sekolah yang sepi, Onew memakirkan mobilnya di tempat parkir. Mereka bertiga lalu menuju ruang latihan yang ada di lantai tiga. Yoona dengan ranselnya yang dibawa dari rumah dan di simpan di mobil.

Mereka masuk ke ruang latihan yang kosong, Yoona pergi ke ruang ganti untuk mengganti dressnya dengan kaus dan celana. Setelah itu ia dan Yuri segera latihan,musik pun terdengar menggema di ruang latihan tersebut. Sementara Onew hanya memperhatikan mereka berdua.

***

Pagi hari itu, Onew, Yoona, Seohyun, Haena dan Mr. Lee sedang sarapan di ruang makan. Hari ini adalah hari pertama Seohyun bersekolah di sekolah Yoona dan Onew. Dia sudah memakai seragam rapi. Sementara Onew dan Yoona seperti biasa, makan tanpa mengucap sepatah kata pun.

Onew dan Yoona telah menghabiskan sarapannya dan segera keluar dari ruang makan. Tapi rupanya langkah mereka dihentikan oleh Mr. Lee.

“Yoona, Jinki, tunggu. Seohyun akan berangkat sekolah bersama kalian”ucap Mr. Lee.

Onew hanya bersikap biasa mendengar hal itu,sementara Yoona terlihat malas-malasan. Sudah satu sekolah, satu kelas, sekarang harus berangkat bersama. Itu yang sekarang Yoona pikirkan. Yoona merasa keberuntungannya hari ini menghilang entah kemana.

Mereka menunggu Seohyun menghabiskan sarapannya. Setelah itu Yoona dan Onew diikuti Seohyun di belakang mereka berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan supir. Onew yang mengemudikan mobil itu menuju sekolah. Seohyun kadang bertanya pada Yoona atau Onew dan hanya ditanggapi dengan anggukan atau gelengan dan terkadang dengan ucapan tapi hanya kalimat pendek.

Sesampainya mereka di sekolah, Onew segera memarkirkan mobilnya. Yuri menghampiri mereka, lengkap dengan ransel di punggungnya. Rupanya Yuri pun baru sampai di sekolah. Yuri hanya tersenyum tipis kepada Seohyun. Yoona melihat ada yang berbeda, Kyuhyun tak ada. Biasanya Kyuhyun pun akan menghampirinya bersama Yuri.

Eonni, Kyuhyun oppa belum sampai?”tanya Yoona.

“Dia belum pulang dari luar kota. Mungkin baru bersekolah besok, tapi dia bilang akan sekolah hari ini. Mungkin dia akan datang terlambat nanti”jawab Yuri.

“Oh begitu”Yoona mengangguk mengerti.

“Kalau begitu aku akan pergi ke kelas”ucap Onew, “Kajja Yul”

“Kami duluan”pamit Yuri,kemudian ia dan Onew berjalan berdua menuju kelas mereka.

Tersisa Yoona dan Seohyun sekarang. Yoona pun pergi menuju kelasnya, dibelakangnya Seohyun mengekor. Saat mereka melewati lorong, murid-murid lain memperhatikan Seohyun. Seragam yang dipakainya jelas berbeda dan mereka heran karena Seohyun turun dari mobil yang ditumpangi Yoona dan Onew.

Mereka sudah mengetahui tentang berita bahwa appa Yoona dan Onew menikah lagi. Kemarin,berita tersebut menjadi bahan pembicaraan di berbagai media. Siapa sih yang tak mau membicarakan pengusaha kaya semacam appa Yoona dan Onew?

Tapi mereka belum mengetahui tentang Seohyun. Mereka mulai menebak Seohyun adalah saudara “tiri” Yoona dan Onew. Kemudian Yoona berhenti di depan kelasnya dan berbalik menghadap Seohyun yang tepat berada di belakangnya.

“Kau tidak pergi ke ruang guru lebih dulu?”tanya Yoona, “Biasanya untuk murid baru harus pergi ke sana terlebih dahulu”

“Hmm…ne,tadi appa menyuruhku begitu. Tapi bisakah eonni menunjukkan di mana ruang guru?”pinta Seohyun,Yoona menghembuskan nafasnya. Apalagi dengan kata eonni yang melengkapi ucapan Seohyun.

“Kau”tunjuk Yoona pada salah satu teman sekelasnya.

Ne?”yeoja yang ditunjuk Yoona mendekat. Tak biasanya Yoona mau berbicara dengannya, apalagi kalau bukan karena Yoona yang terlalu tertutup dengan teman sekelas dan teman sebayanya.

“Antarkan dia ke ruang guru”perintah Yoona sambil menunjuk Seohyun.

Ne”yeoja itu mengangguk,”Ayo ikut aku”

Seohyun pun berjalan bersama yeoja tersebut,nampaknya sebentar lagi mereka akan akrab. Seohyun yang mempunyai sifat yang mudah berteman dengan siapa saja,berbalik dengan Yoona yang selalu tertutup. Yoona pun masuk ke kelasnya dan duduk di tempat duduknya. Tempat duduknya berada di pojok ruangan dekat dengan jendela yang menghadap ke taman belakang sekolah.

Yoona sangat menyukai tempat duduknya, disamping karena ia bisa menyendiri dan menjauh dari teman-teman sekelasnya. Pemandangan yang ia dapatkan juga sangat indah. Yeoja yang tadi Yoona perintah untuk mengantar Seohyun ke ruang guru sudah kembali. Bel tanda masuk pun berbunyi. Song seonsaengnim pun masuk dan di belakangnya Seohyun mengekor.

Semua murid kelas itu menatap Seohyun penasaran. Mereka sudah mengetahui siapa Seohyun, apalagi kalau bukan dari murid-murid kelas lain yang juga membicarakan Seohyun. Mereka sudah mengetahui ada hubungan apa dengan Yoona dan Onew karena Seohyun berangkat bersama dengan dua prince and princess sekolah itu.

“Kenalkan dirimu”perintah Song seonsaengnim.

Anyeonghaseyo Lee Joo Hyun imnida”Seohyun pun membungkuk,”Kalian bisa memanggilku Seohyun”

Cih,ternyata appa sudah mengganti namanya. Cibir Yoona dalam hati.

“Seohyun,kau bisa duduk di sebelah…”Song seonsaengnim awalnya akan menyuruh Seohyun duduk bersama Yoona. Tapi ia tahu Yoona suka menyendiri dan menutup dirinya.

“Duduk di sebelah Krystal”Song seonsaengnim menyuruh Seohyun duduk bersama seorang murid yang berdarah campuran Korea-Amerika itu.

Seohyun pun menurut dan duduk di sebelah Krystal. Mereka berdua nampak berkenalan dan kemudian Song seonsaengnim memulai pelajarannya.

***

Saat istirahat,Yoona langsung pergi ke kantin. Dia sudah melihat Yuri, Onew dan Kyuhyun di sana. Yoona pun menghampiri mereka bertiga dan duduk di sebelah Yuri.

“Di mana Seohyun?”tanya Onew.

“Dia tadi berkenalan dengan seorang murid di kelasku. Mungkin dia sekarang pergi dengan err…Krystal”jawab Yoona yang sedikit lupa dengan salah satu teman sekelasnya itu.

“Siapa Seohyun?”Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.

“Saudara mereka”jawab Yuri.

“Ralat, saudara tiri”Yoona membenarkan ucapan Yuri.

“Yahh…itulah”

Oppa tadi pasti kau terlambat”tebak Yoona pada Kyuhyun.

Ne dan sialnya Lim seonsaengnim yang sekarang bertugas menjadi guru piket di gerbang”Kyuhyun mengerucutkan bibirnya mengingat kejadian tadi.

“Ah…”Yoona menepuk jidatnya.

“Ada apa?”tanya Onew.

“Aku lupa, aku harus mengerjakan tugas sekarang. Aku akan mengambil buku di kelas lalu pergi ke perpustakaan”Yoona pun beranjak dari duduknya,”Aku duluan”

Kajja kita kembali ke kelas, minumanku sudah habis dan aku sedang tak ingin berlama-lama di kantin”ajak Onew, kemudian mereka bertiga meninggalkan kantin. Tapi ketika mereka akan menaiki tangga menuju lantai tiga, Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“Kenapa?”tanya Yuri.

“Aku pergi ke toilet sebentar”Kyuhyun pun berbalik dan berlari menuju toilet.

Kyuhyun berlari menuju toilet yang berada di ujung. Ia tak menyadari dua orang yeoja baru keluar dari perpustakaan, satu dari yeoja itu yang memakai seragam berbeda membawa buku-buku pelajaran yang sepertinya baru ia pinjam.

Dua yeoja itu asyik mengobrol dan berjalan bersama. Dari arah berlawanan Kyuhyun yang berlari dan tak memperhatikan jalan. Dan Kyuhyun pun menabrak seorang yeoja dan buku-buku yang ia bawa pun berjatuhan. Ia dengan sigap berjongkok dan memunguti satu persatu buku-buku yang berjatuhan itu. Setelah itu ia berdiri dan mengangkat wajahnya. Dia melihat yeoja yang tempo hari ia tabrak di taman.

“Kau”Kyuhyun menunjuk yeoja tersebut.

“Ah…mianhaeyeoja tersebut membungkuk pada Kyuhyun.

“Aku yang harusnya mengucapkan itu,mianhae”Kyuhyun pun balas membungkuk, “Dan juga mianhae karena aku menabrakmu di taman”

“Aku Cho Kyuhyun, panggil aku Kyuhyun”Kyuhyun pun mengulurkan tangannya. Sementara yeoja yang satunya lagi –Krystal- hanya melongo melihat kejadian tersebut. Tak biasanya seorang prince sekolah –yaitu Kyuhyun- mau meminta maaf.

“Aku Lee Joo Hyun,panggil aku Seohyun”Seohyun membalas uluran tangan Kyuhyun.

“Ah ya,ini pasti milikmu kan?”Kyuhyun merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebuah pembatas buku dan memberikannya pada Seohyun.

Ne, ini milikku”Seohyun pun menerima pembatas buku tersebut,”Kamsahamnida

Sementara tak jauh dari sana, seorang yeoja cantik menghentikan langkahnya melihat kejadian tersebut. Ia melihat semuanya,mulai dari Kyuhyun yang menabrak Seohyun. Yeoja itu Yoona. Ia berdiri mematung,melihat dari awal sampai akhir.

Yoona pun berbalik dan berlari menuju tangga. Ia menuruni undakan-undakan tangga itu dengan cepat. Kemudian ia berlari menuju taman belakang,ia tak memperdulikan lagi murid-murid yang ada di lorong yang ia lewati memperhatikannya.

Kemudian Yoona duduk di bangku taman. Ia hanya duduk terpaku,entah kenapa ia menjadi seperti ini. Ingin menangis, tapi entahlah. Untuk apa ia melakukannya. Dadanya menjadi sesak, entah kenapa ia tak mengetahuinya.

Ada apa sebenarnya denganku? Batin Yoona.

***

Sepulang sekolah,Yoona dan Seohyun keluar dari mobil terlebih dahulu. Yoona melangkah dengan cepat menuju kamarnya. Sementara Seohyun berusaha mensejajari langkahnya dengan Yoona.

“Yoona eonni,tunggu aku”panggil Seohyun,”Eonni aku ingin mengerjakan tugas tadi bersamamu”tapi Yoona tak menggubrisnya,ia tetap berjalan menaiki undakan tangga menuju kamarnya.

Eonni”panggil Seohyun lagi,kemudian Yoona berbalik ketika ia berada di depan pintu kamarnya.

“Ada apa?”tanya Yoona.

“Eonni,aku…”ucapan Seohyun terputus.

“Jangan pernah memanggilku eonni,umur kita sama”potong Yoona.

“Tapi…”

“Petama,aku bukan eonnimu. Kedua,aku tak suka dipanggil eonni. Ketiga,ya itu,umur kita sama. Kita sebaya”Yoona kembali memotong ucapan Seohyun.

“Baiklah,Yoona…”tapi ucapan Seohyun kembali terputus ketika Yoona membuka pintu kamarnya kemudian masuk dan menutup pintu di depan Seohyun. Kemudian Onew melewati Seohyun yang berada di depan pintu kamar Yoona.

“Jinki oppa”panggil Seohyun,Onew pun menghentikan langkahnya dan menatap Seohyun.

“Err…ani”kemudian Onew kembali meneruskan langkahnya dan masuk ke kamarnya.

***

Dua minggu kemudian,hari dimana kompetisi dance diadakan. Selama dua minggu, Seohyun selalu tak jera mendekati Yoona,meskipun Yoona yang selalu bersikap ketus padanya. Ia seolah tak mendengarkan omelan-omelan yang keluar dari mulut Yoona. Ia sepeti batu yang tahan dengan sikap ketus dan omelan Yoona. Seohyun selalu berusaha mendekati dan mengajak Yoona mengobrol. Dan hasilnya selalu sama, Yoona malas berbicara padanya atau bahkan tak jarang Yoona mengomelinya.

Sekarang, Yoona dan Yuri telah bersiap menunggu di belakang panggung, sementara Kyuhyun dan Onew ada di bangku penonton. Sebuah tangan menepuk pundak Yoona, kemudian Yoona berbalik. Ia mendapati namja yang dulu duduk di sampingnya ketika di bis.

“Ternyata aku benar, ini kau”ucap namja itu.

“Ah, bukumu ada padaku”ucap Yoona.

“Dan bukumu juga ada padaku”balas namja tersebut.

“Kenalkan, namaku Lee Yoona”Yoona mengulurkan tangannya pada namja tersebut.

“Marga kita sama”namja itu terkekeh.

Jinja?”tanya Yoona tak percaya.

Ne, namaku Lee…”

TBC

Nah lho,itu siapa tuh? Tapi bukan Lee Donghae ya,abisnya author agak bosen klo Donghae terus yang ada di fanfiction *digampar Elfishy*. Kan banyak tuh yang marganya Lee, ada Lee Hyukjae,Lee Sungmin,Lee Gikwang,Lee Jonghyun,Lee Howon/Hoya,Lee Sungjong,Lee Hongki *ayo terus sebutin aja semuanya thor*. Pokoknya itu deh ya,cari aja lagi yang marganya Lee siapa #plakk. Pokoknya bukan Lee Donghae,author pengen buat yang beda ^^.  Mian ya klo kepanjangan,ngebosenin, jelek,gaje,kayak sinetron , dll. Mian juga dengan typo. Pokoknya author tunggu komentarnya ^o^. Don’t be a silent reader ;)

24 thoughts on “Bittersweet | Chapter 3

  1. yaiy .. lama bngt chapter 3 nya d’pst ??
    tp gk apa” deh , yg pnting skrng udh di post .
    Susan yakin , pasti laki” tdi itu donghae kan ?
    huhuhuhu ..
    jangan-jangan ntar endingnya SeoKyun N YonHae couple ea ?
    padahal susan udh berharap klw couplenya KyuNa ( kyuhyun – yoona ) :( -_- T_T

    • mianhae ya lama
      Donghae? Bukan, dia bukan Donghae. Tenang aja ^^
      Seokyu mungkin aja #plakk *author dirajam* , author sih kurang suka SeoKyu , klo YoonHae kayaknya nggak soalnya itu bukan Donghae ^^
      Ditunggu aja ya kelanjutannya ;)
      Gomawo udah baca & comment :D

      • bukan donghae ya ??? malu nih udh optimis duluan*tutup muka* kekekeke
        author kurang suka SeoKyu ya ?? klw gtu kita sama , susan jg kurang suka sama SeoKyu , ok lhk , susan tunggu ,, tpi jgn kelamaan chngu !!!!

  2. Aq memaklumi sikap yoona,,,,
    Yg jutek sm seo,,,,,kasian yoong
    Mana kyu juga suka lg sm seo,,,,
    Penasaran banget sm part selanjutnya,,,,!!

  3. q g mau koment banyak2 dech yg pasti q suka banget banget banget banget ma nie cerita,n q harap ”lee” yang d maksud ”lee donghae” (kayak’y g mungkin dech hehehe…….)

  4. Lama banget ini chapter 3 nyaa.. Endingnya tolong usahain jangan seokyu yaa, kasian yoona. Semuanya direbut, laki-laki itu lee taemin? Kalau bisa sih bapaknya cerai lagi ajaa garagara istrinyanya ternyata kenapaa gituu ehehehe. Ini cuma saraan ajaa yaa, terima kasih ceritanyaaa! Bagus bangett;)

    -@oletheashintaa-

  5. y capt ini memang lama banget d post ampe aq ngira ini cerita bakalan ilang d telan bumi *haha mian chingu*

    tapi bagus la law udah ad aq suka banget ff ini karna sesuatu(?)

    buat yang selanjutnya jangan lama2 y chingu :),

    hmm itu cow haeppa y?

  6. wah wah, ramee!mian thor baru comment sekarang soalny baru liat ad ff ini, kekeke~
    mian juga, sebenerny kmaren udh baca, tapi blom selse, udh dimarah eomma buat off jadi baru hari ini deh baca ampe akhir plus comment

    wah, yoon jaelous?smoga seokyu, trus ‘lee’ itu lee donghaa, jadi yoonhae!hahaha

    please jgn lama-lama lanjutannya ya!nanti ak ngambek kalo lama gk bakal comment:p
    pokokny jgn lama” ya thoooor!;)

  7. akhirnya chap 3 ny muncul juga (?)

    yg namja itu lee taemin? lee jungmin ? apa siapa thor ? sumpah ini ff bkin pnasaran endingnya kyk gimana…

    chap selanjutnya cepet d’post ya thor..

  8. Mianhe author bru comment di chapter ine, berhub bukax lewat hP jdii ribet (curhat nih)heeeeehe

    Klw nebak kepengenx siH Lee Gi Kwang ajha…heheheee, pan lumayan tuh lgian jago dance juga…berhub ngk tw endingx gimna aq saranin Lee Gi Kwang jdii klw pun bkn Kyuna aku rela kok!!! Tpii ttp ngarepx Kyuna…heheheee, chingu postx jgn lama2 ntr karatan lgii nunggux…. :)

  9. Kayaknya lee…… Hyukjae dech! :)
    Aku nangis waktu Yoona nunpahin perasaan ke appa_nya, thor! Coz aku ngerasain banget apa yg dialami Yoona. Mama aku nikah lagi setelah bercerai, dan seperti yg diduga, keluarga aku berubah sejak saat itu. Malah jadi canggung gituh. Makanya, aku sependapat dengan sikap Yoona, ya karena itu, aku dah ngalami hal itu :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s