[TWO SHOT] First Time | part 2 end |

Cast :
Song Eun Rim (oc)
Kim Jaejeong
Kim Dong Seok (oc)
Choi Sulli
Ren Yoshiro (oc)

Genre : friendship

Author : Bayu Navanto

Length : two shot

Rating : G

Desclaimer :
Cast oc dan alur cerita ini adalah my mine, selebihnya bukan milik saya

Author note :
ini two shot yang boleh di katakan two shot debut aku, kalau kependekan atau apalah di maklumi yah, sebenarnya sih niatnya mau di jadikan chapter tapi berhubung aku lagi males jadinya aku jadikan two shot aja, selain itu juga aku belum merampungkan chapter Protect My Girl apa lagi di tambah aku lagi buat fanfics chapter terbaru yang masih dalam bentuk konsep sih tapi chapter 1 sudah rampung, dan soal cover aku lagi males ngedit foto jadi nih two shot polos. #virus males lagi melanda otak ku# :(

Eun Rim masih mencari dompetnya, dia menyusuri jalan-jalan yang tadi dia lewati, tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan dompet kepada Eun Rim

“nih, ini kan yang kamu cari” ucap Dong Seok

“oh jadi kamu yang mencopet yah”

“eh, siapa yang mencopet, aku tadi menemukannya di jalan, enak aja asal nuduh orang copet segala, bukannya berterimakasih malah menghina”

Eun Rim yang mendengarnya mengerucutkan mulitnya lalu pergi ke stand tadi

“Song Eun Rim!!!” panggil Dong Seok

Eun Rim menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya, saat dia membalikkan badannya dan melihat ke arah Kim Don Seok, dia melihat Kim Dong Seok mengacungkan carinya membentuk pistol ke arah Eun Rim

————————————————————–

Jepang.

Ren dan Jinri sudah sampai di stasiun Tokyo

“nah sekarang sudah sampai di Tokyo, sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya Jinri

“sudah ayo kita masuk ke taksi dulu” ajak Ren

“hah, sebenarnya mau apasih nih anak ini main nyuruh aja seenaknya!?” gumam Jinri dalam hati

“ke Tokyo Dorm” ucap Ren ke sopir taksi

“Tokyo Dorm? Mau apa kita kesana?” tanya Jinri semakin penasaran

“kamu ini cerewet yah, sudah ikut aja apa yang aku ucapkan, ok”

“ishhh!!!!”

setelah beberapa menit mereka berduapun tiba di Tokyo Dorm

“nih” ucap Ren sambil menyodorkan sebuah kertas kepada Jinri

“apa ini?” tanya Jinri menerima kertas tersebut

“itu tiket konser SM Town, katanya kamu suka sama Shinee, aku belikan itu untuk kamu”

“kenapa kamu sebegitunya sama aku, padahal aku selalu berbuat usil kepada kamu, sering membuat kamu marah, tapi kenapa kamu baik sekali kepada aku?”

“Jinri-san” Ren memegang kedua tangan Jinri “sebenarnya ini sudah lama ingin aku katakan kepada kamu, tetapi selalu tidak jadi, sebenarnya…………. Sebenarnya…….”

“sebenranya apa?”

“Jinri-san ‘whould you be my girl friend?’ ”

“Ren Yoshiro… Kamu ini ah, Ren-san” Jinri melepas pegangan tangan Ren “Ren-san, aku…a…ku, maaf aku tidak bisa” Jinri menundukan kepalanya

“kenapa, apa? Kenapa kamu menolak untuk menjadi pacar ku?, apa aku ini tidak setampan member Shinee, apa aku……” ucapan Ren dipotong oleh Jinri

“bukan itu!!!” potong Jinri “aku memang benar-benar tidak bisa, karena aku sudah mempunyai tunangan di Korea, dan besok aku harus pergi kesana, aku ikut kamu ke Tokyo karena aku ingin membuat sebuah perpisahan yang manis, tapi kalau begini aku…….. Aku benar-benar terlihat bodoh, aku tidak bisa…. Aku benar-benar tidak bisa, maaf Ren-san”

“Jinri-san!” ucap Ren lirih lalu dia memeluk Jinri, “tidak seharusnya aku yang meminta maaf”

“hah ya sudah selamat menonton konser yah, semoga kamu suka dengan konsernya” ucap Ren

“Ren-san!” gumam Jinri lirih, Ren hanya menggelengkan kepalanya tanda menyuruh Jinri untuk masuk ke dalam Tokyo Dorm, Jinripun akhirnya masuk kedalam Tokyo Dorm

Ren berjalan-jalan di sekitar Tokyo Dorm
“bodoh kamu, kamu memang bodoh Ren! Kamu orang terbodoh di dunia yang pernah ada!”

————————————————————–

Korea.

“Mwo!!!!! Aku tidak setuju” ucap Jaejeong berdiri dari duduknya

“tidak! Kamu harus setuju, mau tidak mau kamu harus setuju” ucap Halmeoni

“Halmeoni, kenapa tidak Kim Dong Seok saja, aku punya kehidupan sendiri kenapa hidup aku selalu di atur-atur aku tidak mau seperti ini”

“Kim Jaejeong!” teriak abeoji Kim

“Abeoji, ah kenapa harus aku, apa selamanya harus aku! Kenapa tidak Dong Seok saja?”

“Jaejeong, duduk!, duduk dulu” ucap Eomeoni Kim dengan halus

“Eomeoni” keluh Jaejeong

“sudah duduk dulu!”, “Jaejeong, eomeoni mau tahu kenapa kamu menolak ini?”

“Eomeoni, kan sudah aku bilang aku… Aku mempunyai kehidupan, aku ingin mengatur hidupku dengan keinginan ku sendiri, bukan seperti ini, di suruh ini-itu, aku manusia bukan boneka”

“Jaejeong, kita semua mengambil keputusan ini juga demi kebaikan kamu, tidak ada orang tua di dunia ini mengambil keputusan untuk anaknya untuk menjebloskan anaknya ke jalan yang tidak benar”

“Eomeoni, sama saja dengan mereka, aku kecewa” Jaejeong berdiri lalu pergi dari ruang keluarga

“Kim Jaejeong!” teriak Abeoji Kim

“suami ku sudah, biarkan Jaejeong merenungkan diri terlebih dahulu, mungkin dia shock dengan berita ini, biarkan dulu dia sendirian” ucap Eomeoni

“Kim Jung Hyun (nama abeoji Jaejeong) mana anak kamu satunya? Apa dia tidak mau datang kesini?” tanya Halmeoni

“oh Dong Seok, dia belum aku beri tahu untuk datang kesini”

“kau ini, kenapa hanya Jaejeong saja yang di suruh datang kesini, pantas dia seperti itu!, cepat panggil Dong Seok untuk datang kesini, aku ingin bertemu dengannya”

“baik eomeoni” ucap abeoji Kim

Jaejeong berdiri di balkon rumah, dia tidak menyangka dia di suruh jauh-jauh ke Busan hanya untuk menerima kabar yang sama sekali tidak ingin dia dengar

“kenapa, kenapa? Kenapa Tuhan? Kenapa harus aku? Apa yang sebenarnya ingin Kau berikan kepada ku, aku sudah tidak sanggup Tuhan tolong hentikan ini semua” ucap Jaejeong sambil menangis dan menundukkan kepalanya

————————————————————–

Seoul.

“ishh” Eun Rim mengerucutkan mulutnya ketika melihat kelakuan Dong Seok dan pergi kembali ke stand toko pakaian yang tadi dia kunjungi untuk membeli baju yang tadi dia coba

“kenapa? Biasanya berhasil apa belum aku kasih amunisi yah? Ah bodo amat, lebih baik aku pulang saja” ucap Dong Seok

“aneh, ada apa dengan namja itu, pake nunjuk-nunjuk seperti pistol kaya tadi, weird, tapi kalau di perhatikan lumayan juga, ah Eun Rim ngomong apa sih kamu”

Dong Seok kembali ke rumah

“Hyung, aku pulang” ucap Dong Seok, tetapi tidak ada tanda-tanda ada orang yang berada di rumah

“apa hyung belum pulang yah? Wah betah juga dia di Busan” gumam Dong Seok sambil berjalan menuju dapur

sesampainya di dapur dia membuka pintu lemari es dan mengambil sebotol air minum mineral, dan dia menengguknya, saat dia sedang menengguk tiba-tiba telpon rumah berbunyi, Dong Seokpun mengangkat telpon tersebut

“yeoboseyo” ucap Dong Seok

“Dong Seok!” ucap seseorang di seberang sana

“Abeoji, ada apa abeoji menelpon ke rumah? Bagaimana keadaan kalian di Busan? Apa Hyung betah di sana?”

“Emm, abeoji baik-baik saja, kamu bisa datang ke Busan, Halmeoni katanya kangen sama kamu”

“Halmeoni kangen sama aku? Ok aku akan segera ke sana, tunggu aku di sana Abeoji”

“ok, abeoji tunggu”

“bagaimana? Apa Dong Seok mau datang kesini?” tanya eomeoni

“emm, dia mau malah kelihatannya semangat sekali”

“semangat sekali?”

“ne, setelah mendengar kata-kata halmeoni dia langsung semangat”

“heem anak itu memang begitu berbeda dengan hyungnya” ucap Eomeoni

————————————————————–

Tokyo

Jinri sudah selesai menonton konser, Ren menunggu Jinri di depan pintu keluar

“eh Jinri-san bagaimana konsernya, apa menyenangkan?” tanya Ren menghampiri Jinri begitu dia melihat Jinri keluar dari Tokyo Dorm, Jinri hanya menanggukkan kepalanya sambil menunduk

“ohhh” ucap Ren singkat, dia tahu kalau Jinri masih Shock dengan apa yang terjadi tadi

di dalam perjalanan pulang menuju Osaka, baik Jinri maupun Ren tidak mengeluarkan sepatah katapun, setelah beberapa menit menaiki kereta exspres mereka sudah tiba di Osaka

“Bye Jinri-san” ucap Ren sesampainya di depan rumah Jinri sambil melambaikan tangan, tetapi tidak ada balasan dari Jinri, dia malah langsung meluncur ke dalam rumah

Renpun akhirnya pergi menuju ke danau buatan, disana dia hanya melempar-lemparkan kerikil ke danau buatan tersebut

“hah, apa seperti ini rasanya? Begitu menyakitkan” ucap Ren sambil memegang dadanya

————————————————————–

Seoul.

Eun Rim telah selesai berjalan-jalan, sekarang dia sudah sampai di hotel, di hotel dia membuka barang-barang yang tadi dia beli saat dia jalan-jalan, dia lalu menelpon ibunya yang ada di Los Angeles

“eoma, kenapa orang Korea itu aneh-aneh yah?”

“aneh bagaimana?”

“iya tadi aku bertemu sengan seorang laki-laki dia begitu aneh pokoknya, susah di jabarkan dengan kata-kata”

“masa? Ah enggak mungkin itu budaya sana, kamu kecil dan besar kan di Los Angeles jadi kamu belum terbiasa dengan budaya di sana, jadi mulai sekarang kamu biasakan diri dengan budaya di sana ok, sudah dulu yah eomma masih banyak kerjaan, see you, i love you”

“i love you too mom” balas Eun Rim

“hah, eomma masih saja seperti itu”

————————————————————–

Busan.

Ting…..tong…. Bel rumah berbunyi

Pintu rumahpun di bukakan oleh pembantu

“tuan Dong Seok”

“Halmeoni ada di rumah?”

“ada, nyonya ada di kamarnya”

“gomawoyeo”

Dong Seok langsung meluncur menuju kamar halmeoninya

“Halmeoni, Dong Seok geuriwo” teriak Dong Seok yang langsung memeluk neneknya itu

“ah sonja halmeoni sudah datang”

“halmeoni, Ada apa sebenarnya aku dan hyung di suruh datang ke Busan?”

“menurut kamu apa?”

“molla? Ah halmeomi, ayo katakan, jangan buat Dong Seok penasaran dong”

“kamu ini, sudah besar tetapi masih manja kaya anak kecil saja”

“mohon maaf, makanannya sudah siap” ucap pembantu

“nah ayo makan dulu nanti halmeoni kasih tahu”

“majayo? Ah geotjimal”

“aniya, gaja, palli”

Dong Seok dan halmeoni pergi menuju ke ruang makan, di ruang makan Jaejeong, abeoji, eomeoni, dan harabeoji sudah ada di sana

“Dong Seok, kamu sudah datang, kenapa eomeoni tidak tahu?”

“itu karena dia langsung menemui aku” ucap halmeoni

mereka semua pun mulai menyantap makanan yang tersedia, di tengah-tengah makan Dong Seok bertanya kepada Jaejeong

“Jaejeong hyun, hyung betah yah di sini?”

Jaejeong yang mendengarnya menghentikan makannya, dia menaruh sendoknya dan berdiri

“aku sudah kenyang” lalu Jaejeong pergi menuju kamarnya

“Jaejeong!” teriak Abeoji

“sudah biarkan saja” ucap eomeoni

“ada apa dengan hyung, eomeoni?” tanya Dong Seok

“tidak ada apa-apa sudah di lanjutkan makannya”

—————————–

Di kamar, Jaejeong duduk di tempat tidur sambil menundukan kepalanya dengan di topang kedua tangannya, tiba-tiba pintu kamar terbuka

“hyung? Apa hyung baik-baik saja?” tanya Dong Seok

“kamu, mau apa kamu kesini?”

“apa tadi aku mengatakan hal yang membuat hyung marah, apa hyung marah pada aku?”

“aniya, hyung tidak apa-apa, bisa tolong tinggalkan aku sendirian, aku ingin sendiri dulu”

Dong Seok hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu dia meninggalkan kamar Jaejeong.

————————————————————–

Jepang ke esokan harinya

Ren berjalan menuju rumah Jinri, sesampainya di sana suasana sepi sudah terasa, itu menandakan Jinri dan keluarganya sudah pulang ke Korea

“ternyata, Jinri bersungguh-sungguh dengan perkataannya” gumam Ren

“selamat tinggal Jinri-san, semoga kamu bahagia di sana”

“selamat tinggal Jepang, selamat tinggal Ren-san semoga kamu bahagia, sampai jumpa” ucap Jinri dalam hati saat pesawat mulai take off

————————————————————–

Busan

“abeoji, kenapa kita harus berpakaian rapi seperti ini?” tanya Dong Seok

“kamu nanti juga tahu”

Dong Seokpun keluar dari kamar, ketika dia keluar dari kamar dia begitu kagum melihat Jaejeong berpenampilan tampan

“wah, hyungeun chalsaenggyeoyo, aku sampe pangling”

“diam kau!”

“sebenarnya hyung kenapa? Ada apa? Kenapa dia begitu sinis kalau berbicara terhadap aku” ucap Dong Seok dalam hati

beberapa menit kemudian semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga

“apa sudah semuanya?” tanya abeoji

“bagaimana Jaejeong, kamu sudah siap?” tanya abeoji

“ya! Aku sudah siap” jawab Jaejeong dengan sedikit sinis

“Jaejeong, apa kamu serius?” tanya eomeoni

“ya? Aku serius”

“ok, kalau begitu ayo, kita berangkat” ucap harabeoji

“sebenarnya ada apa ini, kenapa Jaejeong Hyung terlihat begitu terpaksa?” gumam Dong Seok dalam hati

mereka semua pergi ke Seoul, sesampainya di salah satu gedung di daerah Seoul, Dong Seok baru tahu, kalau Hyungnya akan tunangan

“jadi ini, mengapa aku di suruh ke busan karena untuk ikut rombongan ini, apa hyung serius?” tanya Dong Seok dalam hati

mereka semua sudah ada di ruangan

“hyung, apa hyung serius mau menerima acara perjodohan ini?” tanya Dong Seok berbisik

“yah! Hyung serius, hidup hyung mungkin harus seperti ini, selamanya menuruti apa kemauan orang tua”

“yang sabar yah hyung”

lalu ada rombongan masuk kedalam ruangan, ternyata itu adalah rombongan keluarga Jinri

“baik, karena kedua pasangan sudah hadir mari kita mulai acara pertunangan ini” ucap MC

acarapun di mulai, lalu acara tukar cincinpun tiba, Jinri dan Jaejeong bertukar cincin, acarapun selesai

“Jinri-ah apa bisa kau ikut aku sebentar?” tanya Jaejeong

“bisa oppa, memangnya ada apa?” tanya Jinri

“sudah ayo, ikut oppa saja” ucap Jaejeong sambil menarik tangan Jinri

ternyata Jaejeong membawa Jinri ke atas gedung

“Jinri-ah apa kamu serius menerima perjodohan ini?” tanya Jaejeong

“kenapa oppa bertanya seperti itu?”

“oppa hanya ingin tahu saja”

“apa oppa tidak setuju dengan perjodohan ini?”

“aniya, mungkin inilah jalan hidup yang harus oppa tempuh, bagaimana dengan mu? Apa kamu setuju?”

“tadinya aku tidak setuju, tetapi akhirnya aku menyetujui ini semua, karena mungkin ini adalah takdir ku”

“Jinri-ah, kalau begitu apakah kamu mau menjadi pacarku? Mari kita mulai hubungan ini” ucap Jaejeong sambil memegang tangan Jinri

“oppa…..” Jinri terkejut dengan tindakan Jaejeong

“Jinri-ah apa kamu mau?” tanya Jaejeong sekali lagi

Jinri hanya mengangguk malu

Jaejeongpun memeluk Jinri mesra lalu mencium kening Jinri

“gomawo” ucap Jaejeong

“cheonma oppa”

“SARANGHAEYO” ucap Jaejeong kembali lalu mengecup bibir manis Jinri

Jinri kaget dengan sikap Jaejeong tetapi dia senang

“nado saranghaeyo oppa” ucap Jinri lalu mengecup bibir Jaejeong

mereka berdua tersenyum mesra lalu mereka berpelukan kembali sambil di tepa angin sepoi-sepoi menciptakan suasana yang romantisan

“ya! Mungkin ini adalah jalan hidup yang harus aku lalui, mungkin dengan Jinrilah jodoh hidupku yang di berikan Tuhan untuk ku, terima kasih Tuhan”

the end………………..

Bagaimana gaje yah? Mian kalau gaje, ini aku buat semalam dan di paksa pula jadi kalau kurang pas dengan scene’a mohon di maklumi yah, Gomawoyeo yang sudah baca, hopefully kalian bisa memberikan komentarnya :)

12 thoughts on “[TWO SHOT] First Time | part 2 end |

  1. ow jadi itu hubungannya ama yang d jepang, aq ngerti, tapi feelnya kurang dapat nih :(, jadi kurang seru deh *apasih abaikan* ceritanya bagus kok :D

  2. telat aku baca ini
    tapi agak kaget ma critanya
    hloh hloh!!!! hla eunrim gmana???
    yaw agak gaje sih ceritanya
    emang bagus tp msih bnyak yg kurang
    maaf sdikit panas komentny
    buat authorny buat sekuelnya aja

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s