Love For A Week [Before Story of Taman Air Mata]

Title : Love For A Week 1/? [Before Story of Taman Air Mata]

Author : Haretami (@HareTa_mi) a.k.a Lee Junghee

Casts :

  • Lee Junghee (author As Original Character)
  • Shim Changmin (DBSK)
  • Cho Kyuhyun Suju as cameo)
  • Others

Genre : Angst, Sad, Hurt, Romance,

Rate : PG

Disclaimer : Story and Cover JUST MINE. DO NOT PLAGIARISM AND COPY PASTE!

A/N: annyeong haseyo *bowBOW* ini dia before story-nya ff TAMAN AIR MATA. Kalo ada new readers dan belum baca yang ‘taman air mata’ hm… mungkin baca ini dulu sebaiknya biar nyambung dan terkesan ga baca- baca flashback. tapi,hm atau terserah aja deh. Yang penting baca XDXD. Enjoy Reading, Hope you’ll like, and KEEP RCL, oke?

Previous Story : Taman Air Mata 

~~ Flashback Story Begin ~~

~~**~~

“Yak, kau melamun lagi, huh?”

Suara berat yang diarahkan ke arah yeoja itu langsung membuatnya tersentak. Ia menoleh dan mendapati si pemilik suara yang seperti biasa selalu bertingkah membentaknya dengan nada tinggi. Yeoja itu, Lee junghee. ia berusaha mengumpulkan semua pikirannya ke alam sadarnya kembali. Sekarang ia menatap tajam dan jengkel ke arah pemilik suara karena tidak terima dengan perlakuan namja itu yang setiap hari selalu seperti itu kepadanya.

“Yak, Kyuhyun ssi, urus saja urusanmu sendiri. Lagian hari ini pelanggan juga sepi!” balas junghee mengalihkan pandangan dari wajah kyuhyun karena ia terlalu malas.

“kyuhyun ssi,” gumam namja itu hinggu mulutnya langsung mengerucut. “junghee ya, kita sudah bekerja bersama 1 tahun dan kita juga sudah lama saling mengenal, tapi kenapa kau selalu memanggilku Kyuhyun ssi,? Apa aku selalu menjadi orang asing bagimu? Bukankah kita sudah.. aish… kau tidak akan mengerti!”

Kyuhyun tidak jadi meneruskan penjelasan panjangnya kepada junghee karena hal ini sudah terlalu sering ia jelaskan dan junghee malah tidak berkutit sedikitpun dari penjelasannya.

“Ya, jadi kau mau aku panggil oppa?” Tanya junghee dengan lidah yang sedikit gatal menyebut kata oppa kepada kyuhyun.

“menurutmu? TENTU SAJA IYA!!!” kyuhyun tiba- tiba mengeras dengan nada tinggi dan junghee langsung terkesiap.

“oh, permisi…”

Kehadiran sebuah suara asing tiba- tiba mengehentikan perdebatan antara junghee dan kyuhyun.

“aish, ada pelanggan.. ayo cepat beres- beres!” bisik junghee kepada kyuhyun.

“eumm, mau pesan apa?” Tanya kyuhyun sedikit bermuka masam kepada pelanggannya karena pelanggan yang baru datang ituyang juga bukan seorang langganan, telah menganggu pembicaraannya dengan junghee.

“ice blender capucino & mini brownis!”

“mm, ne.. tunggu sebentar!”

Kyuhyun pun berlalu dari meja pelanggan cafenya dan berjalan menuju dapur.

“ice blender capucino & mini brownis!” kyuhyun datang ke dapur dan memerintahkan junghee untuk membuatkan pesanan pelanggannya.

“ne,”

“oh ya, pembicaraan kita belum selesai!” bisik kyuhyun ke telinga junghee sebelum namja itu pergi meninggalkan dapur.

“aish…” junghee pun hanya bisa mendengus kesal.

~~**~~

Tidak terlalu memakan waktu, pesanan pelanggan café milik paman kyuhyun itu pun jadi. Junghee mengantar pesanan ke meja pelanggan. Seorang namja yang tampak sangat manly dengan potongan rambut yang menutupi kening bahkan sampai kematanya. Changmin.

“hm,, permisi!” junghee pun meletakkan pesanan namja itu ke meja di hadapannya.

“hm,gomawoyo!” balas namja itu dengan seulasa senyum. Junghee balas melempar senyumannya dengan hati yang sudah berdebar- debar.

Junghee berbalik dan berniat meletakkan nampan kembali ke dapur. Ia masih tersenyum sumringah karena pelanggan yang kelewatan membuat pegawai kafe melting itu. Kyuhyun yang melihat junghee tersenyum tidak karuan langsung menatap yeoja itu dengan sorotan menyelidik.

“hei, kau sudah gila, huh?”

Junghee langsung terhenti ketika ia tau ada yang menyadari senyumannya sedari tadi.

“eh, kau…”

“ehmm, karena pelanggan yang disana itu?” Tanya kyuhyun dengan insting yang tajam dan junghee tentu saja dibuatnya salah tingkah.

Tidak lama setelah itu junghee pun membuka suaranya. “hm, menurutmu bagaimana namja itu? Bagaimana kalau aku mengatakan aku tertarik padanya? bagaimana kyuhyun ssi?”

“YAK!!!”

~~**~~

Kota yang tadinya terang sekarang mulai berangsur gelap. Malam mulai menjelang dan lampu- lampu pun mulai dihidupkan. Café yang cukup terkenal di seberang taman kota itu sekarang tampak terang dari dalamnya dan menggugah para pejalan untuk singgah ke dalamnya.

Sepasang bola mata hitam nan indah itu sedari tadi tidak teralih dari tatapannya. Ia menatap berbinar ke arah sudut café yang di tempati oleh seorang pelanggan. Pelanggan yang seingatnya baru datang dua kali pada hari ini. Pagi tadi adalah kunjungan pertamanya dan sore tadi ia datang lagi. Sampai malam ini ia belum juga pergi dari café itu.

“kau tidak sedang berniat untuk memakannya kan?” suara itu lagi. Yah, memang. Suara yang selalu menganggu yeoja itu dari lamunannya. “bagaimanapun juga pasti akan sangat lucu kalau kau bilang kau menyukainya’! dia bukan siapa- siapa. Kau tidak tau siapa namja itu sebenarnya jadi jangan mengatakan apa- apa padanya, arratseo?”

Namja itu mengakhiri kalimatnya dan sekarang si yeoja menatapnya tajam penuh kebencian.

“yak, cho kyuhyun, kau tidak punya hak atas ini!” bentak yeoja itu penuh emosi. Kyuhyun sedikit terkesiap dan menjauh sedikit dari junghee. Teman sekaligus orang yang paling sering dekat dengannya.

“aku hanya mengatakan. Namja itu pasti akan menertawaimu kalau kau langsung bilang kau menyukainya!” jelas kyuhyun lagi yang tampak tidak ingin junghee mengatakan sesuatu kepada pelanggan café yang baru saja berkunjung hari ini.

“sudahlah. Mau namja itu menertawaiku, menangisiku atau mengusirku memang apa urusan mu? Apa ada larangan di café ini jika ada seseorang yang mengatakan ia suka dengan pelanggan café? Dan kau juga seperti ibuku saja. Bahkan lebih cerewet dari ibuku!”

Junghee mengakhiri kalimatnya dengan panas dan mendebu- debu. Ia pun berjalan ke meja yang diduduki oleh namja yang ia perdebatkan dengan kyuhyun, shim changmin. Kyuhyun hanya mendengus karena junghee yang tidak pernah mendengarkannya.

~~**~~

“mmm… permisi,” junghee berdiri di depan meja yang diduduki changmin sambil membawa secangkir kopi untuk dirinya. “mmm, boleh aku duduk disini?” tanya yeoja itu ragu.

Mendengar pertanyaan itu changmin pun mendongak melihat siapa yang tengah berdiri di hadapannya. Dan ia mendapati pelayan café yang 2 kali ia lihat satu hari ini.

“oh, boleh!” jawab changmin meskipun keningnya sedikit berkerut.

Junghee pun duduk dan meletakkan kopinya.

“mmm, tuan…” sekarang yeoja itu bermaksud itu memulai pembicaraan tapi changmin langsung mengibas- ngibaskan tangannya.

“mmm, jangan- jangan.. jangan panggil tuan. Naneun Shim Changmin imnida.” Kata changmin cepat tanpa ia sadari.

“oh, mmm, junghee imnida.” Ujar junghee sambil menyodorkan tangannya. Mereka bersalaman sejenak tapi cukup lama dan saling menatap satu sama lain. Kyuhyun yang melihat hal itu semakin jengkel dengan junghee meskipun ia dan junghee hanya sebatas sahabat. Tapi tampaknya ikatan sahabat mereka yang di pertemukan oleh sebuah café tua itu, sangat kuat.

“ngomong- ngomong, bukankah kau pegawai café ini?”

“oh, ne. tapi aku,.. oh aku..” junghee sedikit terhenti dan changmin hanya kebingungan tidak jelas. “tuan,.. eh, maksudku shim chang min ssi, aku… aku tertarik pada pria sepertimu.” Ujar junghee dengan suara yang sedikit di pelankan tapi tetap bisa didengar oleh changmin.

Junghee segera menurunkan bahunya dan sedikit pucat karena mulutnya berbicara kepada pelanggan café begitu saja. Terdengar sangat lancang terlebih ia hanya pegawai café yang setiap hari melihat para pengunjung yang datang dan pergi. Tidak jarang para lelaki yang mengunjungi café itu memiliki tampang yang memukau, tapi sejauh ini, changmin ternyata yang berhasil menarik perhatian seorang lee junghee.

“mm, benarkah itu? Aku jadi malu!” jawab changmin berbasa- basi sambil menunduk kepalanya. Meskipun dari tampangnya yang menggunakan baju berjas kantoran, tapi tetap saja orangnya tampak lumayan ramah oleh junghee.

Suasana café yang lumayan sepi membuat pembicaraan mereka terdengar oleh kyuhyun. Namja itu hanya bisa mengerucut bibirnya dan merasa jijik dengan dua orang itu. Dan penyebabnya entah kenapa, ia juga tidak mengerti.

Seketika suasana hening langsung tercipta. Junghee menunduk dan di dalam hati memarah- marahi bibirnya yang ia rasa terlalu keterlaluan. Changmin juga menunduk tidak tau ingin membalas dengan kata- kata apa lagi.

Changmin melirik arlojinya sekilas dan ternyata hari sudah menunjukkan pukul 19.47 KST.

“oh ya, ini kartu namaku. Aku harus ada rapat malam ini. Jangan lupa untuk menghubungiku dan jika kau tidak keberatan datang saja ke rumahku!” ucap changmin cepat sambil mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompet. Ia pun berjalan cepat tanpa menghabiskan terlebih dahulu minumannya.

“oh ne,” jawab junghee setelah changmin pergi ke  meja kasir yang sedang dijaga oleh kyuhyun.

Kyuhyun pun lagi- lagi bermuka masam dengan pelanggan café-nya itu, tapi changmin tidak terlalu memikirkan hal itu.

Changmin pun pergi dan junghee hanya bisa menatap mobil changmin yang sudah menjauh dari dalma café yang memakai kaca- kaca lebar.

“YEEE, AKU DAPAT KARTU NAMANYA!!!” seketika teriakan junghee membahana di dalam café yang saat itu tidak ada pelanggan lain. Hanya ada ia dan kyuhyun.

“ah,itu pasti palsu!” balas kyuhyun tampak tidak suka melihat sahabatnya yang kegirangan hanya karena sebuah kartu nama.

~~**~~

1st Day

Burung- burung tampak berterbangan di udara. Daun- daun berguguran di sekitar jalan membuat kota itu tampak sedikit berantakan tapi menyisahkan aksen kedamaian diantara guguran daun itu. kota itu seperti biasa, tetap ramai dengan penghuninya yang selalu sibuk. Kota metropolitan itu begitu banyak mengisahkan orang- orang dengan cerita hidup mereka masing- masing.

“mmm, apa aku harus menelfon sekarang?” gumam suara yang duduk di taman yang terletak di seberang cafe tempatnya bekerja. Jam istirahat baru saja di mulai dan junghee meminta izin kepada kyuhyun agar ia di berikan kebebasan keluar sejenak dari pekerjaannya. Dari tadi ia sibuk dengan pilihan- pilihan yang beradu dalam pikirannya. Sambil memainkan handphone-nya ia tampak belum bisa memutuskan pilihannya. Ia masih ragu untuk menyentuh screen hijau di handphonenya. Ia sudah mengetik nomor itu sedari tadi dan sekarang tinggal menyentuh satu tombol di layar handphone-nya, maka tersambunglah ia dengan namja yang sejak tadi malam tidak pernah lepas dari pikirannya.

“hm.. baiklah. Ini jam istirahat. Mudah- mudahan ia tidak sibuk!” gumamnya lagi dan akhirnya barulah ia memutuskan untuk menghubungi saja lelaki itu, shim changmin.

Selang beberapa detik setelah telefon tersambung, sebuah suara yang pastinya suara laki- laki langsung terdengar dari handphone junghee.

“yeoboseyo,”

“oh, shim changmin ssi, aku… lee junghee!” ujar junghee sedikit ragu.

“oh kau, yeoja yang tadi malam? Hm… akhirnya menelfon juga!” ujar changmin di seberang dan tampak dari perkataannya membuat junghee senang. “kenapa baru menghubungiku sekarang? Awalnya aku ingin menghubungimu tapi karena aku belum tahu nomormu, Ya.. jadi aku hanya menunggu sejak tadi malam!” ucap changmin lagi dengan cengirannya tapi membuat junghee melayang dengan kata- kata itu. changmin berbicara di sebarang, tepatnya di dalam ruangan kantornya. Dari orang yang mendengar perkataan itu mungkin tampak seperti sebuah kejujuran namun di balik itu, hal itu hanya kilasan semata. Tanpa ketulusan dan dengan tujuan lain. Iya, entah apa yang dipikirkan namja itu, tidak ada yang menyadarinya. Apa maksud dan tujuannya sampai sekarang belum tampak. Yang pasti niatnya sama sekali tidak tulus. Itu sangat jelas terlihat dari ekspresi mukanya ketika mengatakan kata- kata yang terdengar jujur. *gombal*

“ah kau ini!” balas junghee singkat tidak tau mau mengatakn apa lagi.

“baiklah kau sedang dimana sekarang? Aku akan menjemputmu. Siapa tahu kau mau menemanimu seharian ini!”

Deg, lontaran yang baru saja diucapkan changmin diseberang membuat hati seorang lee junghee yang mendengar hal itu berdesis. Memang ia bilang tertarik pada shim changmin tapi ia sama sekali belum mengatakan ia mencintai shim changmin. Ya, semenawan apapun seorang shim changmin tapi tetap saja junghee tidak bisa langsung mengatakan ia menyukai namja itu. Mungkin untuk saat ini ia hanya bisa menyatakan ketertarikannya. Karena tertarik belum tentu menyukai apalagi mencintai.

Tapi, entahlah changmin tampak langsung mengerti dengan omongan junghee tadi malam, namja itu tampak sangat merespon di depan junghee terlebih dengan perkataannya barusan. Ingin ditemani oleh seorang pegawai café? Memang tidak ada salahnya eksekutif muda dan berbakat seperti changmin berjalan dengan pegawai café karena pegawai café pun juga manusia. Tapi, satu alasan yang sangat tidak terduga! Changmin merespon pegawai café yang cukup menarik itu hanya karena satu tujuan yang tidak baik. Iya, untuk membuat ibunya membatalkan pertunangannya dengan seorang wanita pilihan sang ibu! Hah, benar- benar ajaib. Eksekutif muda sekaligus seorang model majalah itu memiliki hati yang begitu keras. Keras bahkan melebihi kerasnya batu. Saking kerasnya ia bahkan memiliki tujuan memasukkan yeoja itu ke lubang gelap. Ingin mempermainkan yeoja polos itu.

“mmm, aku sedang duduk di taman seberang café. Kebetulan sedang jam istirahat tapi aku sudah izin untuk pulang!” jawab junghee tersenyum dan berharap ia benar- benar bisa menemani namja yang padahal baru ia kenal tadi malam melalui café tempatnya bekerja.

“Arraseo, tunggu disana. Aku akan datang secepatnya!”

Tittt… telefon langsung terputus, tepatnya sengaja di putuskan oleh changmin.

~~**~~

Tbc..

Hehe, lagi- lagi author menyiksa (?) readers dengan membuat tanda TBC. Iya, mian ya segini dulu yang bisa author buat. Karena utang ff author itu sekarang udah banyak. Apalagi di blog author, ga tau gimana mau nyeleseinnya! U,u

Ini before storynya, udah tampakkan gambarannya gimana? Udah nyambung?

Like usual, leave your comment, please! Just leave your comment, is it difficult?

Karena kalo banyak yang komen, baru author punya kekuatan buat ngelanjutinnya. Tapi kalo minim, yah gimana bisa?

Hm, maaf ya, terlalu nega- nego soal komentar, ya.. dikarenakan komentar itu menjadi bagian penting untuk melanjutkan ff ini! Jika, statistik menurun dan komentar menurun, ya.. *guesswhatwillhappen* ^^

*sebelum ada yang ninggalin komentar,* mohon di mengerti ya cerita ini. Jangan ada yang ngebash terutama buat tokoh antagonis *tokoh yang wataknya jahat* karena dalam sebuah cerita tentu ada yang jahat dan baiknya, karena di situ juga letak konflik ya. jadi mohon di mengerti *authorbykbacot!

Pai- pai ~~~

*oh ya, sekalian ngasih pengumuman, jika disini ada reader SBS, 7thnya udh di publish d blog author ^^

12 thoughts on “Love For A Week [Before Story of Taman Air Mata]

  1. RCL!! PERTAMA!! hehehe.. aku ninggalin sampahh *buang komen yang gak bermutu* wkwkkwkwk ada gak sih genre yang cuma frendship?? gak ada ceweknya atau cowoknya yang romance gituu?? hehehe¬¬ *abaikan

  2. Mian baru komen. Baru baca juga..
    Coba kalo pake changmin pov sama junghee pov. Kayak.ñƔª lebih seru. Hehehehe…

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s