[Freelance] Can I?

Title : Can I ? [Part 1]

Author : Im Ji Kyung

Genre : Romance

Length : Chapter

Rated : General

Cast :
– Im Ji Kyung (OC)s
– Cho Kyu Hyun

Ini FF pertamaku. Aku juga ada post di blog lain. Jadi aku minta kritik ama saran yah. Oh iya, foto yeoja yang diposter itu ulzzang favorite aku*gak nanya*. Selamat membaca :)

Im Ji Kyung POV

Aku berlari menuruni tangga rumahku dan segera menuju ruang makan.
“Annyeonghaseyo!” sapaku seceria mungkin pada Appa dan eommaku. Tapi seperti biasa mereka berdua tidak mengganggapku ada.
Oh ya, Im Ji Kyung imnida, umurku 21 tahun dan aku berkuliah di Seoul University. Kalian heran dengan sifat orangtuaku barusan? Kalau aku, aku sudah terbiasa. Aku sudah 21 tahun hidup dengan kondisi keluargaku yang seperti ini.
Appaku, Im Jae Hyuk adalah pemilik Im corporation. Jadi yah bisa dibilang aku ini dari keluarga yang berkecukupan. Mengenai sifat ayahku barusan, itu semua berhubungan dengan kejadian 21 tahun yang lalu, tepatnya hari kelahiranku. Eomma meninggal ketika melahirkanku dan appa yang sangat mencintai eomma itu beranggapan bahwa akulah penyebab kematian eomma. Itu sebabnya appa sangat membenciku.
6 tahun yang lalu, appa menikah lagi dengan Park Se Ra ahjumma,yang barusan kupanggil eomma. Jangan salah sangka dulu, eomma tiriku tidak sejahat eomma tiri Cinderella. Dia hanya cuek terhadapku. Park eomma membawa seorang anak yeoja bersamanya, yeoja itu sekarang kupanggil eonni. Eonni 2 tahun lebih tua dariku dan dia sangat baik terhadapku. Hanya dia yang selalu mengajakku berbicara di rumah ini. Tapi 4 tahun yang lalu, ia pindah ke Jerman untuk melanjutkan kuliahnya. Tapi terkadang aku iri padanya karena appa sangat menyayangi eonni.

“Aku pergi dulu, appa, eomma!” pamitku seceria mungkin. Aku memang selalu berusaha untuk ceria dihadapan orang lain karena aku tidak mau merepotkan siapapun. Aku pun melangkahkan kakiku menuju halte bis. Aku memang lebih memilih naik bis daripada menggunakan mobil.

Seoul University

“Ji Kyung ah!” panggil teman baikku, Hyo Ra. Hyo Ra adalah orang yang paling mengerti aku dan aku sangat amat bahagia memiliki teman sepertinya.

“Annyeong, Hyo Ra ah!” sahutku.

“Ayo kita ke kelas!” ajaknya.

“Kajja!”

Kamipun bersama-sama memasuki kelas.

-Skip time-

“Ahh! Akhirnya selesai juga! Pelajaran Lee seonsaengnim emang paling membosankan! Ditambah hari ini hujan! Mendukung sekali cuacanya, bikin orang hampir ketiduran!” keluh Hyo Ra dan aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sahabatku.

“Oh ya, Ji Kyung! Kita tidak bisa pulang bersama hari ini, aku harus menemani eommaku belanja.” Kata Hyo Ra dengan tampang menyesal.

“Arra,arra! Gwenchana!” ucapku.

“Mianhae, aku duluan yah.” Ucapnya dan kemudian ia pergi. Aku pun membuka payungku dan berjalan menuju halte bis.

Author POV

Bus stop

“Aish! Sial sekali aku hari ini! Mobil mogok, turun hujan dan sekarang basah kuyub!” umpat seorang yeoja. Yeoja itu menggunakan baju kantoran yang basah dikarenakan hujan yang cukup lebat. Yeoja itu tampak menggigil kedinginan karena menunggu bis yang belum kunjung datang dalam keadaan basah.

“Jeogi..” panggil seorang yeoja, Ji Kyung pada yeoja yang basah kuyub itu.

“Ne?” tanya yeoja itu dengan suara yang bergetar.

Ji Kyung melepaskan mantel yang dikenakannya dan memberikan mantelnya pada yeoja itu.

“Sepertinya agassi kedinginan, pakai saja mantelku dulu, setidaknya dapat menghangatkan agassi.”ucap Ji Kyung sambil tersenyum manis pada yeoja itu. “Ah, bisnya datang. Apakah ini bis yang sedang kau tunggu aggasi?.” tanya Ji Kyung.

“Ani. Aku menunggu bis nomor 12.”ucap yeoja itu.

“Kalau begitu aku duluan agassi.”ucap Ji Kyung sambil tersenyum manis kemudian berlari ke dalam bis. Sesampainya di bis, ia melambaikan tangan pada yeoja yang kini telah menggunakan mantelnya.

“Ternyata masih ada orang baik di dunia ini.” Gumam yeoja yang bernama Cho Ah ra itu, sambil membalas lambaian tangannya pada penolongnya barusan.

Im Family’s House

“Ah!” Ji Kyung merebahkan dirinya di kasur setelah sesampainya ia di rumah. Ia pun menutup mata, mencoba untuk tidur. Tapi belum lama ia menutup mata, terdengar bunyi ringtone HPnya.

“Appa?” gumamnya ketika melihat nama si penelpon. Ia menautkan alisnya,bingung. Appanya memang jarang atau bahkan hampir tidak pernah menghubunginya, kecuali untuk urusan yang penting.

“Yeoboseyo. Ada masalah apa appa?”tanya Ji Kyung

“Tolong ambilkan map biru appa yang ada di meja  kerja appa, antarkan secepatnya ke kantor appa. Dan, satu lagi, jangan datang menggunakan baju casualmu. Pakai baju yang lebih formal. Arra? TUT..TUT..TUT..” kemudian appanya memutuskan sambungan telepon tanpa memberi Ji Kyung kesemempatan untuk bicara.

“Hah..” Ji Kyung menghela nafas panjang. Ia beranjak menuju lemarinya dan mencari baju formal yang dimaksud appanya. Ji Kyung memang selalu tampil sederhana. Ia biasanya hanya menggunakan kaos oblong dan celana beserta sepatu kets. Tapi kecantikannya memang selalu terpancar meskipun dengan balutan yang sederhana, banyak orang yang sudah mengakui itu. Ia pun menjatuhkan pilihannya pada dress putih selutut dan dipadukan dengan cardigan berwarna beigi. Kemudian ia menggunakan flat shoes dengan warna senada. Setelah itu ia bergegas mengambil map yang dimaksud appanya, kemudian ia memanggil Choi ahjussi, supir keluarganya untuk mengantarnya ke perusahaan appanya.

Im Corporation

TOK.. TOK.. TOK..

Ji Kyung mengetuk pelan ruangan kerja appanya.

“Nugu?” terdengar suara berat khas laki-laki paruh baya dari dalam ruangan.

“Ji Kyung, appa.” Sahut Ji Kyung.

“Masuk.” Jawab Im Jae Hyuk.

Ji Kyung pun masuk ke dalam ruangan appanya. Dia melihat appanya sedang berbicara dengan seorang namja dan seorang yeoja yang tampak seperti pasangan suami istri.

“Annyeonghaseyo.”sapa Ji Kyung kepada namja dan yeoja paruh baya itu.

“Annyeong. Jae Hyuk ah! Anakmu cantik sekali! Kenapa kau tidak mengenalkannya pada kami?” ucap namja paruh baya itu.

“Kenalkan, ini anak dari istri pertamaku, Im Ji Kyung. Ji Kyung ah, ini Cho Ji Hoon ahjussi dan Cho Hye Rim ahjumma.” Ucap Jae Hyuk sambil memperkenalkan Ji Kyung pada pasangan suami istri itu.

“Annyeonghaseyo. Im Ji Kyung imnida. Bangapseumnida.”ucap Ji Kyung sambil sedikit membungkuk.

“Annyeong. Aigoo. Neomu yeppeo!” ucap Cho Hye Rim. Dan saat itu, terdengar suara ketokan pintu.

“Nugu?”tanya Jae Hyuk.

“Saya Cho Ah Ra, Im ahjussi.”sahut seorang yeoja dari balik pintu. Ji Kyung memiringkan kepalanya sambil berpikir. “Sepertinya aku pernah mendengar suara ini..” gumamnya dalam hati.

Seorang yeoja cantik berusia sekitar 28 tahun memasuki ruangan itu.

“Neo!” ucap Ah Ra dan Ji Kyung bersamaan.

“Kalian saling kenal?” tanya Ji Hoon pada anak perempuannya.

“Eomma. Appa.Tadi ketika mobilku mogok dan aku basah kuyub karena kehujanan, dia menolongku dengan meminjamkan mantelnya padaku. Aku rasa kalau tidak ada dia aku bisa sakit sekarang!”ujar Ah Ra antusias, ia senang bertemu dengan orang yang menolongnya tadi. “Oh iya, kapan kita bertemu lagi? Aku akan mengembalikan mantelmu.” Lanjut Ah Ra.

“Gwaenchana.. ehmm..” ucap Ji Kyung terputus karena ia belum mengetahui nama yeoja yang sedang berbicara dengannya.

“Ah Ra imnida. Panggil saja aku Ah Ra eonni! Kau pasti lebih muda dariku.” Sahut Ah Ra dengan senyum yang terkembang.

“Gwaenchana eonni.” Balas Ji Kyung dengan senyuman manisnya. “Ah, aku minta maaf karena aku harus pergi duluan. Masih ada yang harus aku kerjakan. Aku permisi dulu.” Ucap Ji Kyung sopan sambil menunduk kepada semua orang yang ada dalam ruangan appanya. Dia tidak mau appanya merasa terganggu dengan kehadirannya oleh karena itu ia segera undur diri dari kantor appanya.

“Aigoo. Sudah cantik, baik pula.” Ucap Cho Hye Rim sambil tersenyum.

“Eomma! Appa! Im Ahjussi! Aku punya ide!”sahut Ah Ra dengan evil smirknya.

-Skip Time-

“Ji Kyung. Setelah makan, segera ke ruangan appa.”ucap Jae Hyuk pada Ji Kyung ketika mereka sedang makan malam.

“Ye appa..” jawab Ji Kyung. Dalam hati ia berpikir. Apa yang akan appanya bicarakan, tidak biasanya appanya mengajaknya berbicara.

Im Jae Hyuk’s Office

“Ji Kyung ah. Appa mau memberi tahumu sesuatu. Ah, ani. Tepatnya memberi perintah padamu.”ucap Jae Hyuk dengan tegas. Sedangkan Ji Kyung hanya bisa menelan ludah, menunggu kelanjutan kata-kata appanya. “Bertunanganlah dengan anak laki-laki Cho ahjussi.”

“Ne?! Tapi appa, aku masih kuliah.” Ucap Ji Kyung, dia tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

“Appa sudah bilang ini perintah, Ji Kyung ah! Dan kalau kau menolak, appa akan mengusirmu dari rumah ini. Kau sudah membuat appa kehilangan eommamu dan jangan sampai kau membuat appa kehilangan kepercayaan dari rekan bisnis appa. Arra?”ucap Jae Hyuk dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.

“Ne, appa”sahut Ji Kyung lemah. Ia tidak bisa menolak perintah appanya. Ia merasa appanya masih belum bisa melupakan kenyataan bahwa ia lah yang menyebabkan kematian eommanya. Dan itu membuat hatinya sedih. Bagaimana tidak, appanya menganggapnya sebagai pembunuh. Dan ia juga merasa bagaimana ia bisa hidup tanpa appanya. Walau appanya tidak pernah memperdulikannya, ia masih sangat amat mencintai appanya.

“Baguslah kau mau mengerti. Besok kalian akan bertemu dan langsung bertunangan. Besok siang, pergilah membeli dress. Ingat! Harus yang bermerk. Jangan membuat appa malu. Sekarang kembali ke kamarmu.”perintah sang appa. Dan tanpa basa-basi lagi, Ji Kyung mengangguk dan segera kembali ke kamarnya.

“Gwaenchana.. Ini semua akan membuat appa senang. Lagipula siapa tahu calon tunanganku seganteng Choi Si Won. Cho ahjussi ganteng, Cho Ahjumma cantik. Anaknya pasti ganteng.” Ucap Ji Kyung menyemangati dirinya agar tidak menangis. Dia memaksakan senyumnya. “Aku butuh teman curhat sekarang.” Gumam Ji Kyung pelan dia mengambil handphonenya dan mulai mengetikkan nomor yang sudah ia hafal di luar kepalanya, nomor sahabatnya, selain Hyo Ra. “Apa kabar Jin Bo yah? Aku ingin curhat padanya.. Tapi aku takut dia sibuk di Jepang.” Ia pun mengurungkan niatnya untuk menghubungi sahabatnya itu dan memutuskan untuk tidur.

The Next Day, at Royal Restaurant

Ji Kyung meremas ujung dressnya untuk mengurangi rasa tegang. Ia akan bertemu dengan calon tungangannya di Royal Restaurant, sebuah restoran yang, yah bisa dibilang restoran yang paling terkenal di kota Seoul. Semua pelayan menunduk kepadanya, atau lebih tepat ke appanya yang merupakan pemilik saham terbesar di restoran bintang lima itu ketika Ji Kyung, Jae Hyuk dan Se Ra berjalan memasuki restoran. Ji Kyung membalas tundukan dari para pelayan dengan senyumannya. Seorang namja yang tampak seperti manager di restoran itu membawa mereka ke suatu ruangan yang di pintunya terdapat tulisan “VVIP”. Ji Kyung terkesiap melihat ruangan itu. Ruangan itu begitu mewah, elegan dan tampak seperti ruang makan putri-putri yang ia lihat di TV. Walau pun appanya merupakan pemegang saham terbesar untuk restoran ini, Ji Kyung tidak pernah datang kemari. Ia memang lebih suka makan makanan yang sederhana. Para pelayan menarik kursi dan mempersilahkan mereka untuk duduk. Tidak sampai 5 menit, pintu kembali dibuka dan tampaklah Cho Ji Hoon, Cho Hye Rim dan Cho Ah Ra memasuki ruangan itu.

“Mohon maaf anakku akan telat. Dia masih ada pekerjaan.”kata Cho Ji Hoon yang tampak menyesal.

“Gwaenchana. Lagipula itu memberi waktu untuk putriku yang belum bisa menghilangkan kegugupannya ini.”sahut Jae Hyuk yang disertai tawa renyahnya. “Bukan begitu, Ji Kyung ah?”tanya Jae Hyuk sambil menggenggam tangan Ji Kyung.
Ji Kyung terkesiap dengan perlakuan appanya barusan. 21 tahun tinggal bersama appanya, belum pernah sekalipun appanya menggenggam tangannya dan tersenyum kepadanya. Ia begitu terharu dan detik itu juga ia bersumpah, meskipun appanya menjodohkannya dengan ahjussi berumur 30tahunan, ia akan menerimanya.

“Ne, appa. Bolehkan aku izin ke belakang (toilet maksudnya)?”tanya Ji Kyung. Jujur, karena sedari tadi tegang, dia jadi kebelet.

“Ne. Jangan lama-lama Ji Kyung ah.”ucah Jae Hyuk sambil tersenyum pada Ji Kyung. Ji Kyung pun segera menuju toilet.

Cho Kyu Hyun POV

Akhirnya aku sampai di Royal Restaurant. Setelah menyelesaikan scheduleku, aku segera kemari. Kalau tidak, Ah Ra noona akan menjambak rambutku. Hari ini aku akan dijodohkan dengan anak rekan bisnis appa. Awalnya aku menolak dengan keras perjodohan ini. Aku masih belum bisa melupakan cinta pertamaku. Kami putus 5 tahun lalu ketika aku akan memulai debutku dan tak lama ia pindah ke luar negeri. Tapi appa memaksa dan mengancam akan melarangku jadi artis kalau aku tidak mau dijodohkan. Tentu saja aku tidak mau berhenti jadi artis! Bagaimana nasib para ELF dan Sparkyu(narsis mode on)? Tiba-tiba, kira-kira 5 meter dari tempatku sekarang, seorang pelayan terpeleset dan semua gelas yang ada di tangannya jatuh sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Saat itu juga, seorang yeoja keluar dari toilet. Pelayan itu tampak tergesa-gesa mengumpulkan pecahan beling dari kaca itu, tapi karena kurang hati-hati tangannya tergores pecahan beling dan tangannya berdarah. Yeoja yang berdiri di depan toilet itu membuka tasnya dan mengeluarkan sapu tangan. Ia mengulurkan saputangannya pada pelayan itu. Lalu, seorang namja yang merupakan manager itu datang dan memarahi pelayan itu.

“Ya!! Hwang Mi Yeon! Kau ini ceroboh sekali!! Baru bekerja satu minggu dan kau sudah melakukan kesalahan seperti ini! Kau akan kupecat!” marah sang manager pada pelayan yang bernama Mi Yeon itu.

“Andwae.. Jangan pecat aku.. Aku mohon..”mohon si pelayan itu.

“Ahjussi..”potong yeoja yang tadi keluar dari toilet itu. “Aku yang salah, ahjussi. Aku sedang tidak fokus dan aku menabrak dia. Mianhaeyo, ahjussi. Aku akan ganti rugi. Masukkan saja ke bon Im Jae Hyuk. Aku anaknya. Jadi jangan pecat Mi Yeon ssi karena aku yang salah. Mianhaeyo.” Sahut yeoja itu dan kemudian menunduk pada manager itu. Tentu saja aku tahu itu bohong. Pelayan itu telah terjatuh sebelum yeoja itu keluar dari toilet. Lucu sekali yeoja itu. Menyalahkan dirinya untuk menolong orang lai. Tanpa sadar, bibirku tertarik sehingga membentuk seulas senyuman.

“Ah, agassi. Mana mungkin aku menagih hal sekecil ini pada Im Sajangnim. Mi Yeon, kamu tidak jadi kupecat. Bereskan semuanya.”ucap sang manager pada pelayan itu. “Saya permisi dulu agassi.”ucap sang manager sambil menunduk hormat pada yeoja itu.

“Gamsahamnida. Jeongmal gamsahamnida agassi.”ucap Mi Yeon pada yeoja itu sambil menunduk berulang-ulang.

“Ani, gwaenchana. Mari kubantu.”ucap yeoja itu sambil tersenyum manis dan kemudian yeoja itu berjongkok sambil mengumpulkan pecahan beling.

“Andwaeyo agassi. Biar aku saja.”kata Mi Yeon berusaha menghentikan aksi mengumpulkan beling yeoja itu.

“Tanganmu sudah terluka, jadi aku akan membantumu.”kata yeoja itu dan tersenyum manis.

Ya Tuhan! Sudah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk berdiri disini? Aku juga tidak tahu, yang pasti daritadi mataku tidak bisa lepas dari yeoja itu. Yeoja itu cantik dan manis. Demi apapun, dia cantik dengan make up tipisnya itu! Aish! Aku tidak boleh berpaling dari Yeonnieku! Aku masih mencintai Yeonnie! Geurae, aku hanya mencintai Yeonnie dan aku akan membuatnya kembali padaku jika aku bertemu dengannya lagi! Aku pun melanjutkan langkahku menuju ruangan appaku dan meninggalkan yeoja yang masih membantu mengumpulkan beling itu.

“Cho Kyu Hyun! Kemana saja kau? Lama sekali!”cercah eommaku ketika aku baru memasuki ruangan itu.

“Tidak apa-apa Hye Rim ah! Dia kan sibuk. Benarkan Kyu Hyun?”tanya seorang yeoja yang sepertinya adalah Im ahjumma.

“Ne, annyeonghaseyo, ahjussi, ahjumma.”ucapku sopan. Geunde, mana calon tunanganku? Jangan bilang orang yang kuperkirakan sebagai Im ahjumma adalah calon tunanganku? It’s a nightmare! Tapi, tidak mungkin dia memanggil nama eommaku kalau dia adalah calon tunanganku?

“Mana Ji Kyung? Kenapa lama sekali?”tanya Im ahjussi. Oh, jadi tunanganku namanya Ji Kyung?

“Mianhae, aku lama. Terjadi sedikit masalah tadi.”

Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja. Aku menolehkan kepalaku dan Ya Tuhan! Yeoja itu lagi! Kulihat ia membulatkan matanya dan itu membuatnya tampak lucu. Sepertinya ia mengenalku.

Im Ji Kyung POV

Setelah selesai membantu Mi Yeon ssi, aku segera menuju ruangan tempat appa dan Cho ahjussi menunggu. Jujur saja tadi aku tegang ketika menyuruh ahjussi manager itu untuk memasukkan tagihan ke bon appaku. Bisa-bisa appa makin membenciku. Tapi syukurlah, ahjussi itu tidak mempermasalahkannya lagi.

“Mianhae, aku lama. Terjadi sedikit masalah tadi.” Ucapku ketika memasuki ruangan. Eh, tunggu. Ada satu kepala baru! Orang itu membalikkan kepalanya dan OMO! For God’s sake! Dia Cho Kyu Hyun! Tentu saja aku tahu, aku kan ELF!!

“Appa… Seolma..”ucapku terputus-putus. “Kau mengundang seorang Cho Kyu Hyun untuk menyanyi di pesta pertunanganku??!” tanyaku. Sungguh, ini benar-benar daebak! Aku tidak menyangka acara pertunanganku akan dimeriahkan oleh nyanyian seorang Kyu Hyun! Ruangan hening seketika dan tak lama, semua orang di ruangan ini tertawa, tak terkecuali appa dan eommaku. Kutolehkan pandanganku ke semua orang di ruangan ini dan ketika tatapanku berhenti pada Cho Kyu Hyun, aku dapat melihat muka cengonya. Waeyo?

“Waeyo?”tanyaku bingung.

“Dia.. Dia dongsaengku. Yang akan dijodohkan denganmu..Haha..”jawab Ah Ra eonni sambil berusaha menahan tawanya yang akhirnya kembali pecah setelah selesai menjawab pertanyaanku.

1 detik..

3 detik..

5 detik..

“MWO??!!”teriakku tak percaya.

“Aigoo.. Calon menantu kita lucu sekali!!”ucap Cho ahjumma.

Ya Tuhan! Ini kenyataan ataukah mimpi? Semalam aku memang meminta padaMu untuk mendapatkan tunangan yang seganteng Choi Si Won. Dan sekarang aku bertunangan dengan seorang Cho Kyu Hyun? Inikah jawaban atas doaku semalam?

 

~TBC~

 

Well. Gimana pedapat kalian soal FF pertamaku. Semoga berkenan*?* di hati kalian semua. Mohon kritik n sarannya yah! Gamsahamnida! *bow*

 

Posted by: @SeiraAiren

14 thoughts on “[Freelance] Can I?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s