[Freelance] The Best For Me

The Best For Me

 

Title : The Best For Me

Author : Choi MinYeon

Main Cast :

–      Choi MinYeon (OC)

–      Cho Kyuhyun

–      Yesung

                                       

Genre      : Romance

Length    : One shot

Rating     : PG

Summary : “aku menyukai Yesung oppa” / “hanya kau yeoja yang bisa membuatku tertawa lepas”/ “ya, kau sangat senang sampai kau lupa janjimu denganku.”

Anyeonghaseyo, aku author baru dan ini FF pertamaku, semoga menikmati dan yang pasti commentya ! ^^

Aku meletakan coklat buatanku sendiri di meja makan. Aku senang karena akhirnya coklat berbentuk hati ini berhasil kubuat. Pada hari valentine ini aku akan memberikan coklat ini pada Yesung oppa, kakak kelasku. Aku ingin dia memakannya. Aku menyukainya.

Tiba- tiba ada suara orang masuk. “hei Yeonie, apa yang sedang kau buat ?” ternyata yang masuk adalah Kyuhyun oppa. Dia adalah oppaku. Yaa, sebenarnya bukan. Aku sudah menganggapnya sebagai oppaku. Orang tua kami bersahabat baik. Jadi kami kenal dari kecil. Kyuhyun oppa suka main kerumahku dan juga sebaliknya. kami sudah seperti saudara kandung.

“aku habis membuat coklat untuk seseorang <3”jawabku tersenyum lebar sambil melihat coklat berbentuk hati itu. “untuk siapa ? untukku ya ??”tanya Kyuhyun oppa sambil menunjuk dirinya sendiri lalu mengambil coklat hati itu dengan tangan kanannya. Refleks aku segera merebut coklat hati yang kubuat dengan susah payah dari tangannya. “bukan ! ini untuk Yesung oppa. Aku mau memberikannya besok, saat hari valentine.”kataku dengan wajah merah. Tanganku masih sibuk menghias dan menuliskan nama “Yesung Oppa” diatas coklat itu.

Kyuhyun oppa cemberut. “untuk apa kau memberikan coklat itu untuknya ? memangnya kau tahu perasaannya padamu ?”kata Kyuhyun oppa sambil meneguk segelas air dingin yang diambilnya dari kulkas. “aku memang tidak tahu. Tapi apa salahnya aku memberikan coklat kepada orang yang kusukai ? lagipula mungkin juga dia menyukaiku juga. hehehe”kataku sambil membayangkan wajah Yesung oppa. “terserahlah.”jawab Kyuhyun oppa datar.

————————————————————-

Hatiku berdebar sangat keras. Aku memeluk coklat hati buatanku dan bersiap masuk ke kelas Yesung oppa. Di depan kelas Yesung oppa, aku bertemu Kyuhyun oppa. “apa yang kau lakukan disini ? mencariku ?”Tanya Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa memang sekelas dengan Yesung oppa. Mereka beda 2 tahun denganku. “bukan oppa, aku mau memberikan ini kepada Yeppa..”jawabku malu- malu.’Yeppa ? itu menjijikan tau.”kata Kyuhyun oppa sambil pura- pura mual. Aku hanya mengerucutkan bibirku.

Kyuhyun oppa tertawa lalu melihat kedalam kelas, “dia ada didalam. Mau kutemani ?” kyu oppa menawarkan. “tidak usah. Aku mau menyerahkan coklat ini sendiri padanya J”kataku tegas. “baiklah.. fighting Choi MinYeon !”ledek Kyu oppa sambil menjulurkan lidahnya. Aku mengerutkan dahiku. Dan Kyu oppa tertawa dan mengelus kepalaku lalu pergi.

Setelah Kyu oppa pergi aku menghampiri meja Yesung oppa. Disana Yesung oppa sedang mengobrol dengan teman- temannya. Saat aku masuk semua mata mengarah padaku. Aneh memang. Aku masuk ke kelas yang isinya anak- anak yang 2 tahun lebih senior dari pada aku. Aku berdiri tepat didepan Yeppa yang sedang duduk dan melihatku dengan tatapan aneh.

“Yesung oppa, aku kesini mau memberikan ini padamu >//< semoga kau suka. Selamat hari valentine oppa…”aku memberikan coklat hait buatanku kepada Yesung oppa dengan tangan gemetar. Aku malu, takut sekalugus lega. Aku akhirnya bisa memberikan coklat ini kepada Yesung oppa. Yesung oppa mengambil coklat hatiku dari tanganku. Wajahku berbinar- binar. Aku benar- benar senang saat itu.

“terima kasih atas coklat ini. Tapi……. sepertinya lokerku sudah penuh. Aku sudah tidak punya tempat. Lebih baik kau berikan saja ke orang lain yang belum dapat coklat hari ini. Tidak masalah, kan ?”kata Yesung oppa sambil tersenyum lebar. Hatiku benar- benar hancur. “Tapi oppa… aku membuat ini sendiri. Untukmu…”kataku dengan mata berkaca- kaca. “Yesung oppa hanya tersenyum sambil melihat kearah teman- temannya. Mereka semua menertawakanku. “kalau mau memberiku coklat, datanglah lebih pagi !”kata Yesung oppa. Semua menertawakanku.

Aku lari keluar kelas. Aku menangis. Dipintu kelas aku melihat Kyu oppa. Aku tidak menghiraukannya, aku sangat terpukul oleh sikap Yesung oppa. Kyuhyun oppa mengejarku sampai ke taman sekolah. Aku tidak berani melihat wajahnya. Aku malu karena aku menangis.

“Yeonie, sudah jangan dipikirkan lagi.”kata Kyu oppa sambil merangkul bahuku. Aku masih tak mau menunjukkan wajahku pada Kyu oppa. Aku hanya menundukan kepalaku. “oppa, bagaimana bisa seorang laki- laki memperlakukan perempuan sekejam itu ?! aku tidak menyangka aku bisa menyukai orang seperti itu.” Aku tertawa, tetapi aku juga menangis. Kyu oppa menghapus  air mataku dan memelukku. Aku merasa nyaman berada dipelukannya. “sudahlah Yeonie, jangan menangis lagi ! saatnya masuk kelas !”Kata Kyuhyun oppa sambil tersenyum.

———————————————————-

Bel berbunyi, semua murid bersorak karena akhirnya sekolah berakhir untuk minggu ini. aku menunggu Kyu oppa seperti biasa. Aku selalu pulang dengannya. Setelah menunggu sekian lama aku mulai kuatir karena Kyuhyun oppa tidak datang juga. Aku mencarinya ke sekitar sekolah. Dan tiba- tiba aku mendengar suara pukulan. Ternyata Kyuhyun oppa dan yesung oppa berkelahi !

“Kyuhyun oppa ! yesung oppa ! berhenti !”aku berteriak. Kyuhyun oppa menoleh kearahku tapi kemudian ia kembali memukuli Yesung oppa. Aku tak tahu harus bagaimana. Tiba- tiba teman- teman Yesung oppa datang lalu memisahkan beberapa mereka berdua lalu memukuli Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa dikeroyok. Aku berteriak histeris. “tolong !  siapa saja tolong !!”tak lama kemudian seseorang datang. security sekolah segera melerai mereka. Teman- teman yesung oppa dan Yesung oppa kabur dan meninggalkan Kyu oppa yang terkapar ditanah sendirian.

Aku menghampiri Kyu oppa, “Kyu oppa ! kau tidak apa- apa ??”tanyaku sambil memegang tubuh Kyuhyun oppa. Darah keluar dari hidung dan sudut bibirnya. Juga ada memar di pipinya. “aku tidak apa- apa… ayo kita pulang, Yeonie.”jawab Kyuhyun oppa lemas. Ia berusaha bangun. Aku membantunya dan memapahnya pulang kerumah.

Sesampai di rumahnya, aku mengobati luka- lukanya. “apa yang oppa lakukan ?? berkelahi dengan Yesung oppa ??”tanyaku sambil mengelap darah dibibir dan hidungnya juga mengompres memar diwajahnya. Kyuhyun oppa tidak menjawab.

“oppa ?? kenapa tidak menjawab pertanyaanku ?”aku mengulang pertanyaanku. “aku… aku berkelahi dengan Yesung karena……”kyu oppa tampak ragu untuk menjawab. Aku memandangnya penuh tanya. “Karena dia sudah membuatmu menangis.”jawab Kyuhyun oppa lalu memalingkan wajahnya yang memerah. Wajahku memerah, tanganku berhenti bekerja. “ya, maksudku, kau kan sudah ku anggap dongsengku, aku tak mau dia membuatmu menangis. Oh ya, bagaimana kalau hari minggu nanti kita lari pagi ? sudah lama tidak lari pagi bersamamu”katanya.hatiku merasa aneh saat dia bilang “dongsaeng”. Padahal seharusnya sudah biasa. aku mengangguk dan mengobatinya lagi.

—————————————————————

Minggu pagi yang cerah, pagi- pagi sekali ada yang mengetuk pintu rumahku. Saatku buka ternyata itu adalah Yesung oppa. Aku membulatkan mataku. “Yesung oppa ?” tanyaku.

“aku tahu alamatmu dari temanku. Aku datang kesini karena ingin minta maaf atas perbuatanku kemarin.”kata Yesung oppa dengan gugup.ia mengaruk kepalanya. Aku tersenyum dan mengajaknya masuk kedalam.

“sekali lagi aku minta maaf atas perbuatanku kemarin..”kata Yesung oppa, ia tersenyum. “tidak apa- apa. Tapi aku tidak suka oppa berkelahi dengan Kyu oppa. Dia sudah ku anggap seperti oppaku sendiri. Aku tidak tahan melihatnya terluka..”kataku.

“MinYeon, bagaimana kalau kita lari pagi bersama ? J”tawarnya. Aku terkejut. Wajahku memerah. Benarkah ? ini bukan mimpikan ? Tanyaku dalam hati. “baiklah…”akhirnya aku menjawab. rasanya aku ingin berteriak sekeras- kerasnya. Tak menyangka hal ini akan terjadi.

Aku dan Yesung oppa lari pagi di taman. Kami menikmatinya. Kami bercanda dan mengobrol . baru aku tahu kalau Yesung oppa ternyata baik dan lucu. aku semakin menyukainya. Matahari sudah mulai bersinar, aku dan Yesung oppa duduk di kursi taman, ia membelikan minuman dingin untukku. hari yang menyenangkan bisa lari bersamamu.”katanya sambil tersenyum padaku. Aku tersenyum lalu meneguk minumanku.

Yesung oppa mengantarku ke rumah kemudian ia juga pulang kerumahnya. Saat aku memasuki rumahku, aku melihat Kyuhyun oppa yang sedang duduk di sofa rumahku.

“kamu darimana Choi MinYeon ?”tanyanya tanpa melihat wajahku. dengan wajah ceria aku menceritakan cerita lari pagiku dengan Yesung oppa.

“tampaknya kau sangat senang ya pagi ini ?”Tanya Kyuhyun oppa dengan senyum kecil di wajahnya. Aku mengangguk senang. “ya, kau sangat senang sampai kau lupa janjimu denganku.”katanya sambil tersenyum lirih.

Aku melupakan janjiku dengan Kyuhyun oppa. “baiklah, sepertinya aku sudah tidak ada urusan lagi disini. Aku pulang dulu.” Aku merasa sangat bersalah. Aku memanggilnya, aku ingin minta maaf tapi ia tak menghiraukanku.

Tanpa sadar aku menangis. Entah kenapa ini membuat hatiku sakit. Kyu oppa yang selama ini selalu menghibur dan memelukku saat aku sedih kini mengacuhkanku. Perasaan apa yang aku rasakan ini ?

————————————————————-

Keesokan harinya, Kyuhyun oppa tidak datang kerumahku seperti biasa. Mungkin ia masih marah padaku. Aku memutuskan untuk pergi sekolah sendiri. Di tengah jalan, sebuah mobil yang berhenti tepat disebelahku. Ternyata itu adalah mobil Yesung oppa. “kenapa sendirian ? ayo pergi denganku.”katanya sambil tersenyum. Aku mengiyakan ajakannya. Dari mobil aku melihat Kyuhyun oppa yang sedang melihatku dan Yesung  wajah sedih. Aku makin merasa bersalah padanya.

“yesung oppa, a-aku tidak jadi berangkat denganmu ya, aku dengan Kyuhyun oppa saja..”kataku. “kenapa ? kenapa tidak mau bersamaku ? MinYeon..saranghae… Kau satu- satunya wanita yang bisa membuatku tertawa lepas seperti kemarin..”kata Yesung oppa sambil memegang tanganku. Aku sangat terkejut. Jantungku berdetak 2x lipat lebih cepat dari biasanya. Ada apa dengan hatiku ? bukankah seharusnya aku senang orang yang kusukai membalas perasaanku ? tapi wjah Kyuhyun oppa terus memenuhi otakku. Aku langsung membuka pintu dan lari.

Aku tidak dapat berkata- kata lagi. Aku teringat akan Kyuhyun oppa yang selalu melindungiku dan menghiburku. Aku pergi mengejar Kyuhyun oppa. Dan aku menemukannya sedang berjalan lesu. “kyuhyun oppa !!”aku memanggilnya lalu berlari ke arahnya dan memeluknya dari belakang. Aku menangis. Aku merasakan aman saat memeluknya. “Yeonie ? bukannya kau pergi dengan Yesung tadi ?”tanyanya.

“aku mau pergi dengan Kyu oppa saja.. tolong maafkan aku.. jangan marah padaku..”aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak mau bertengkar dengan Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa berbalik lalu memelukku, “jangan sedih Yeonie, aku akan selalu disampingmu.. Saranghae.. Jeongmal saranghae.” Jantungku kembali berdebar.

Aku kembali berpikir. Yesung oppa yang membuatku tersenyum kemarin, orang yang kusukai, tetapi juga menyakitiku. Kyuhyun oppa yang selalu membuatku tertawa, memelukku, mengejekku. Tapi sekarang aku sadar. Orang yang paling tepat untukku adalah Kyuhyun oppa.

Perasaanku padanya melebihi perasaanku pada Yesung oppa. Aku mencintai Kyuhyun oppa. “Nado saranghae Kyuhyun oppa…”aku mengeratkan pelukanku. Rasanya tak ingin lepas darinya.  Kyuhyun oppa mencium keningku dan kini aku tahu kalau ia orang yang tepat untukku.

THE END

Posted by: @SeiraAiren

3 thoughts on “[Freelance] The Best For Me

  1. Annyeong~! Aku reader baru disni. salam kenal sma author & chingu yg lainnya. *bow*
    keren bgt FFnya, tpi aku stuju bgt ma commentnya Susan yg diatas. ^^^ *sok kenal sama susan* (._.) alurnya kecepetan..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s